19.9.16

Suami Terlalu Gaul, Istri Cantik Jarang Digauli

TobaTimes-Sebut saja namanya Unto, 29 tahun. Dia seorang suami yang sangat gaul. Setiap saat selalu mengurusi gaya hidup bersama komunitasnya. Ujung-ujungnya, Unto lupa bahwa dia punya seorang istri yang butuh belaian.

Ilustrasi.
Sikap pria yang tinggal di perumahan Babatan Wiyung, Surabaya itu,  tentu saja membuat istrinya, sebut saja Mela (26), menjadi geram sekaligus sedih. Bagaimana tidak, baginya istri nomor sekian, nomor satu adalah komunitas.

"Kerja enggak mau. Pagi tidur sampai siang. Berangkat sore kumpul di studio band-nya. Malam kongko sampai pagi lagi," ujar Mela menceritakan rutinitas suaminya.

Awalnya Mela tidak mau protes atas sikap suaminya itu. Sebab, Mela menikah dengan Unto karena dia memang suka dan nge-fans dengan pria gaul dan anak band. Unto bergabung dalam berbagai komunitas seperti mobil, sepeda motor unik, karikatur, dan lain-lain.

Mela mengenal Unto saat ada tour motor antar kota. Di situ, Mela yang awalnya bekerja sebagai SPG rokok, melihat Unto tampil mewah dengan motornya. Menurut Mela, Unto kren habis.

Apalagi, kata Mela, suaminya itu mirip vokalis band Ungu, Sigit Purnomo Syamsudin Said alias Pasha. Mela juga sangat terpesona, sehingga ia sendiri yang meminta nomor handphone Unto.

Melalui komunikasi lewat handphone, gayung bersambut. Unto mengajak Mela bertemu dan hubungan mereka kian dekat. Namun karena Mela berasal dari keluarga sederhana dan kurang mampu, keluarga Unto menentang kehadiran Mela. Tapi Unto bersikukuh menikahi Mela yang cantik dan seksi.

"Mertua saya pensiunan pejabat dan juga pengusaha. Setelah nikah, saya langsung menempati rumah jatah suami di Babatan,” kata Mela yang asli warga Demak.

Tak hanya itu, tiap bulan mertuanya menjatah mereka sebesar Rp  juta. Uang itu diberikan karena Unto tidak mau bekerja. Sedang Mela berhenti dari jualan rokok. "Ini saya mulai kerja lagi jadi sekretaris di perusahaan leasing motor. Saya kan hanya lulusan D3, jadi sangat terbatas untuk bekerja," katanya.

Penghasilan Mela khusus untuk kehidupannya sendiri. Sebab, jatah uang dari mertuanya langsung diambil alih Unto. Mela hanya disisakan Rp1 juta untuk keperluan rumah, seperti bayar listrik dan air.

"Kalau saya minta, pasti dikasih. Suami dan mertua itu lumayan royal, tapi ya tetap aja ndak enak kalau minta terus,” ukar Mela.

Dengan penghasilan yang cukup besar tanpa bekerja, sebenarnya Mela enjoy dengan kehidupannya. Persoalannya, karena terlalu sibuk dengan aktifitas bersama komunitas, Unto berangkat siang dan pulang pagi. Hal itu membuat Mela jarang dibelai. Bahkan, dalam sebulan mereka belum tentu melakukan hubungan suami istri.

"Saya kawin masih dua tahun, tapi jarang disentuh. Suami sibuk sama teman-temannya,” katanya.

Sempat ia berpikir suaminya berselingkuh, tapi setelah diselidiki tak ada tanda demikian. Unto masih setia dan tidak pernah neko-neko.

Tak hanya terhadap Mela, terhadap orang tua Unto juga sering abai. "Mertua kadang butuh antar ke sana ke sini. Suami sibuk banget, ya saya enggak enak aja. Masak sudah punya istri, tapi ngilang terus," katanya.

Mela makin terpukul dan sakit hati ketika arisan keluarga besar Unto. Kakak Unto menyindir Mela bukan istri yang baik. Buktinya, Unto masih mementingkan komunitas dibandingkan keluarga atau istri.

"Saya merasa tertampar, sudahlah jablay, disindir pula," katanya. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment