Showing posts with label SIBOLGA.. Show all posts
Showing posts with label SIBOLGA.. Show all posts

5.2.20

Sepedamotor Saling Hantam, Pelajar SMA Tewas


TobaTimes - Kecelakaan maut terjadi di Jalinsum Sibolga-Padangsidimpuan, tepatnya di KM 44 Dusun Parira, Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (1/2/20) lalu.

Jasad Eko saat ditangani di Rumah Sakit.
Sepeda motor Honda Revo BB 2393 HL laga kambing dengan Honda Supra tanpa nomor polisi. Akibatnya, Mery Hutapea (50) warga Desa Aek Ngadol,  Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Soleh (16) warga Lingkungan IV Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Tapteng, menderita luka-luka pada bagian mulut, mata, kaki dan tangan.

Sementara seorang lainnya, Eko Satrio (16), yang juga warga Lingkungan IV Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, menghembuskan nafas terakhir sesaat setelah sampai di RSUD Pandan untuk memdapatkan perawatan medis.

Keterangan yang dihimpun dari saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa yang menewaskan siswa kelas II SMAN 1 Sibabangun ini bermula saat Honda Revo BB 2393 HL yang dikemudian Mery Hutapea melaju dari arah Sibolga menuju Padangsidimpuan. Sementara Honda Supra tanpa nomor polisi yang dikemudikan Soleh melaju dengan arah berlawanan.

Setiba di lokasi kejadian, Honda Supra yang melaju dengan kecepatan tinggi mengambil jalur sebelah kanan jalan. Soleh yang berboncengan dengan Eko Satrio tidak memperhatikan jika di depannya ada kendaraan yang juga sedang melaju berlawanan arah. Laga Kambing tidak bisa dielakkan. Ketiga korban tergeletak bersimbah darah.

Masyarakat yang melihat kejadian segera membawa korban ke Puskesmas Sibabangun untuk mendapatkan pertolongan medis. Oleh pihak Puskesmas Sibabangun, ketiga korban dirujuk ke RSUD Pandan akibat luka-luka yang diderita cukup serius. Eko Satrio menghembuskan nafas yang terakhir sekitar pukul 00.30 WIB setiba di RSUD Pandan.

Peristiwa laka lantas yang mengambil korban jiwa ini dibenarkan Kapos Lantas Pinangsori-Sibabangun, Bripka Dedy Sitompul. Ia  menyebutkan jika peristiwa tersebut telah ditangani Unit Laka lantas Polres Tapteng.

"Kejadiannya sekitar pukul 21.00 WIB. Korban tewas sudah diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya. (bbs/int)

22.7.19

Perhatian, Jalan Batu Lubang Sibolga Dialihkan


TobaTimes - Bagi Anda pengemudi atau pengendara yang ingin bepergian ke Kota Sibolga, untuk sementara Anda tidak bisa melewati terowongan Batu Lubang Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Batu Lubang Sibolga.
Pasalnya, selama 10 hari terhitung tanggal 20-29 Juli 2019 dilakukan pengaspalan Jalan Lintas Provinsi Sumatera (Jalinsum) di sekitar Batu Lubang. Maka untuk kelancaran arus lalu lintas, Satlantas Polres Tapteng melakukan pengalihan arus lalu lintas dari jalan Rampa-Poriaha dan sebaliknya.

Personel Polres Tapteng Bripka Sarba Purba mengatakan, pengalihan arus lalulintas ini dilakukan karena ada pengerjaan pengaspalan ruas jalan Sibolga-Tarutung di sekitaran Batu Lubang.

Pengalihan arus ini diberlakukan mulai siang ini pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB, karena ada pengaspalan di sekitar Batu Lubang. Masyarakat pengguna jalan akan dialihkan melalui jalan Rampa-Poriaha,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalihan jalan dilakukan pada jam-jam tertentu saat dilakukan pengerjaan pengaspalan.

“Manakala ada rekan, keluarga maupun angkutan expedisi atau angkutan lainnya yang akan berangkat dari Sibolga menuju Medan atau sebaliknya agar mengambil rute jalur melalui Jalan Rampa Poriaha,” sambungnya.

Bripka Sarba menjelaskan, pengalihan arus ini terpaksa dilakukan karena jalan di sekitar Batu Lubang sangat sempit.

“Badan jalan di sekitaran Batu Lubang itu kan sempit, sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan agar tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.

Namun, kata Sarba, pihaknya belum bisa memastikan jadwal pengaspalan dilakukan setiap harinya hingga pekerjaan tersebut selesai.

“Itu tergantung pihak rekanan yang mengerjakan proyek pengaspalan,” katanya.

Kapos Lantas Sitahuis ini menghimbau masyarakat pengguna jalan agar bersabar dan tetap menjaga keselamatan selama berkendara. Pengemudi juga diharapkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Masyarakat diimbau supaya berhati-hati dalam berkendara dan utamakan keselamatan serta patuhi aturan lalu lintas,” ujarnya. (bbs/int)

19.9.17

Subuh Mencekam, Anak Terbangun dan Menjerit Melihat Ibu Ditindih Residivis Mabuk


TobaTimes - Seorang pria berinisial JZ (34) ditangkap polisi pada Rabu (13/9/17) sore. Penjahat kambuhan ini ditangkap karena melakukan percobaan pemerkosaan terhadap seorang ibu rumah tangga berinisial Rs (41). Pelaku adalah warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas.

Ilustrasi.
Kasubbag Humas Iptu Ramadhan Sormin mengatakan, peristiwa terjadi pukul 04.00 subuh saat korban dan 4 anaknya tidur lelap di dalam kamar. Tiba-tiba korban mendengar suara pada atap seng rumahnya. Rs bangun dan pergi ke kamar mandi untuk melihat apa gerangan yang sedang terjadi. Dia memeriksa setiap sudut mencari tahu sumber bunyi tersebut, namun, tidak menemukannya.

Korban kembali ke kamar dan bermaksud melanjutkan tidur. Tapi beberapa saat kemudian, dia kembali terjaga dan terkejut melihat seorang pria duduk jongkok di samping tempat tidurnya. Korban berteriak minta tolong. Tapi pelaku langsung membekap mulutnya dengan tangan, bahkan berusaha menindih dan menggerayangi tubuh korban.

Lalu salah seorang anak korban terbangun dan langsung menjerit melihat ibunya ditindih tersangka. Korban lalu kabur meninggalkan. "Tersangka lari ke arah belakang rumah korban setelah anak koran menjerit minta tolong," ujar Sormin kepada wartawan.

Setelah mendapat laporan dari korban, personel Polsek Sibolga Sambas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka. Kepada penyidik, tersangka mengakui perbuatannya. Diceritakannya, ia baru pulang dari kedai tuak dan ketika melewati rumah korban, dia melihat pintu belakang rumah terbuka dan muncul niat jahat tersebut.

Dikatakan, tersangka sedang dalam pengaruh minuman keras (mabuk) sehingga nekat masuk ke rumah korban dan ke kamar tidur. Sebelum kabur, dia masih sempat minta maaf kepada korban. "Maaf ya Kak, maaf ya Kak," kata tersangka.

Menurut catatan kepolisian, tersangka sudah pernah dihukum sebanyak 3 kali. Pertama pada tahun 2000 dengan kasus penganiayaan. Kedua, tahun 2006 dalam kasus curanmor dan yang ketiga tahun 2013, dengan kasus narkoba. Tersangka kini ditahan di RTP Mapolres Sibolga. Diduga melanggar pasal 285 jo unit pasal 53 dari KUHP dengan ancaman 12 tahun kurungan. (bbs/int)

13.9.17

Pacar Hamil, Ibu Baru Meninggal, Ditangkap Polisi Pula


TobaTimes - Seorang pria berinisial BMN (24) berurusan dengan polisi. Ia dilaporkan melakukan pencabulan terhadap Umi yang masih di bawah umur. Warga Ketapang, Kelurahan Simare-mare, Sibolga Utara, ini ditangkap setelah ayah Umi, MN (55), melapor ke Polres Sibolga, Senin (11/9/17).

Pelaku pencabulan (kanan).
Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu Ramadhan Sormin menjelaskan, MN mengaku bahwa anak gadisnya telah dibawa kabur oleh BMN yang tak lain adalah pacar korban. Pelarian itu terjadi sekitar 2 bulan lalu, tepatnya Sabtu (15/7/17). "Korban tidak pulang ke rumah. Menurut ayahnya, dibawa kabur sama tersangka ini," kata Sormin.

Diceritakan, MN mendapat kabar yang menyatakan bahwa tersangka telah kembali dari pelarian. "Pertama-tama, ayah korban mendapat kabar via SMS bahwa tersangka sudah barada di Sibolga. Kemudian ayah korban menghubungi sanak saudaranya dan aparat pemerintahan setempat, tapi tak kunjung datang. Akhirnya, dia melapor," ujar Sormin.

Kasat Reskrim AKP Sutrisno langsung memerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan. Berkat informasi yang diterima, petugas menangkap tersangka di salah satu kedai di sekitar rumahnya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku kenal dengan Upik sekitar 1 tahun yang lalu. Selama bergaul, keduanya telah berulang kali melakukan hubungan layaknya suami istri. "Pertama kali pada bulan Oktober 2016, dirumah tersangka. Terakhir, Minggu (10/9/17) sekira pukul 22.00 WIB, juga di rumah tersangka," bebernya.

Akibat pergaulan bebas tersebut, Umi hamil 3 bulan. Karena hubungan keduanya tidak direstui oleh orangtuanya, tersangka memutuskan membawa lari Umi. "Hamil 3 bulan. Awalnya, setelah keluarga korban tahu anak gadisnya hamil, pihak keluarga meminta pertanggungjawaban tersangka. Tersangka kemudian melapor kepada ayahnya tentang kejadian tersebut. Namun, ayah tersangka tidak setuju, karena ibu tersangka baru saja meninggal dunia," katanya.

Tanpa permisi kepada orangtua korban, tersangka membawa kabur korban. Pertama, dia membawanya ke Siborong-borong. Dis ana mereka sempat tinggal selama 1 minggu. Kemudian, mereka pindah lagi ke Pekan Baru. Di Pekan Baru, mereka tinggal selama 1 bulan," terangnya. (bbs/int)
 

12.8.17

Aha Do Salahku Tuhan, Dang Tolap Au Manaon Haccitni On...


TobaTimes - Tonny Hutabarat (35) meluapkan tangisan histeris menyaksikan anaknya tewas terlindas truk di Jalan Sibolga-Barus, Kelurahan Sibolga Hilir, Kecamatan Sibolga Utara, Jumat (11/8) sekira pukul 10.00 WIB.
Ilustrasi.
Tonny menceritakan, malam sebelum kejadian, anaknya Anderson Hutabarat (5) mengalami demam tinggi. Paginya, Tonny membawanya ke puskesmas berobat. "Demam dia semalam. Datang oppungnya tadi pagi menyuruh bawa ke pusekesmas," ujar Tonny saat ditemui di kamar jenazah.

Dengan nada terbata-bata sembari menahan tangisnya, Tonny melanjutkan ceritanya. Sebelum berangkat dari rumahnya di Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng, oppung korban menyuruh Tonny menjual ayam mereka terlebih dahulu.

"Sebelum ke puskesmas, duluan ke Pasar Kota Beringin kami tadi. ‘Jualkan sajalah ayam itu dulu’, kata mamak. Habis kami jual, baru kami berobat," ungkapnya.

Usai berobat di Puskesmas Pintu Angin, mereka hendak pulang ke rumah. Saat Tonny sedang sibuk memakai helm di belakang sepedamotornya yang diparkir di pinggir jalan, tepat di depan puskesmas, korban naik ke atas sepedamotor. Tiba-tiba sepedamotor yang posisinya menghadap ke arah Barus terjatuh ke sebelah kanan. Korban ikut terjatuh hingga berguling di atas aspal. Dari arah Sibolga, melaju satu unit mobil dengan kecepatan tinggi dan menggilas kepala korban.

Dia melihat langsung kejadian tersebut. Dia melihat ban mobil tersebut melaju di atas kepala anaknya. "Di belakang kreta aku sama mamak (oppung korban). Aku lagi memakai helm. Dia langsung naik ke atas kreta. Jatuh kreta ini,

Melihat itu, Tonny tidak lagi menghiraukan mobil tersebut. Spontan dia berlari menghampiri korban dan langsung menggendong Anderson sembari bercucuran air mata, berharap masih ada kesempatan menyelamatkan nyawa anaknya.

Tonny sempat melarikan buah hatinya tersebut kembali ke puskesmas. Namun, oleh pihak medis menyarankan untuk membawanya langsung ke rumah sakit. Sayang, menurut pihak medis Rumah Sakit FL Tobing Sibolga, Anderson sudah pergi untuk selamanya. "Jadi, ngak tahu aku mobil apa, warna apa mobil itu. Nggak ke situ lagi pikiranku. Yang kupikirkan hanya anakku saja," pungkasnya.

"Minta maaf au da bapak. Jahat kali bapak ini nggak dijaga kau ya," isak tangis Tonny di depan kamar jenazah.

Dia juga meratapi hidupnya yang dia anggap penuh dengan kesialan. "Aha do nasalah na hubaen Tuhan, ikkon songonon nahujalo. Dang cukup hapogoson nahutaon on. Naeng binoan marubat asa sehat do, gabe songonon bentukna.  Dang tolap au be manaon haccit na on (apa yang salah kubuat Tuhan, harus seperti ini kehidupan yang kuterima. Nggak cukup kemiskinan yang kurasakan selama ini. Mau dibawa berobat supaya sehatnya, malah begini kejadiannya. Nggak sanggup lagi aku menahan sakitnya ini)," tangisnya. (TT/int)

2.6.17

Dijambret, Ibu dan Putrinya Terhempas ke Aspal


TobaTimes, Sibolga - Tina Saur Marisi Simanjuntak (36) dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan pada bagian kepalanya. Putrinya, Jelita Winda Sari Manurung (13), juga mendapat perawatan karena luka lecet. Mereka terjatuh dan terhempas ke aspal pada Kamis (1/6) sekira pukul 10.15 WIB akibat aksi jambret.

Korban dirawat di RS.
Menurut warga, aksi penjambretan terjadfi di depan sekolah swasta Tri Ratna di jalan S Parman. Tiba-tiba dia mendengar suara Tina berteriak minta tolong sambil mengendarai sepeda motor. "Dari depan Tri Ratna kulihat, dia (Tina) teriak, rampok, rampok, sambil naik kreta," kata seorang saksi mata.
Dia juga mengaku melihat 2 orang pria naik sepeda motor berada di depan Tina. Menurutnya, saat itu Tina sudah di jambret dan dia sedang mengejar pelaku yang lari ke arah ujung Sibolga. "Memang kulihat ada 2 laki-laki naik kreta di depannya, mungkin ngejar itu dia, ditancapnya terus gasnya," ungkapnya.

Tiba di simpang 4 antara jalan Zainul Arifin dan jalan Fl Tobing masih kata dia menceritakan kejadian tersebut, Tina dan putrinya terjatuh. Diduga, karena kalut, Tina tidak menyadari kalau ada gundukan yang cukup tinggi di depannya dan masih saja penarik gas sepeda motornya dengan cukup dalam. "Kuikutinya tadi dari belakang, korban ini tancap gas kencang kali. Kan pas simpang itu tanjakan, gundukannya kan tinggi, sementara dia terus tancap gas, melayanglah. Akhirnya jatuh," pungkasnya.

Usai mendapat perawatan, Tina dengan terbata-bata menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. Agak berbeda dengan keterangan warga tadi, warga Sarudik ini mengaku kalau dia sempat tarik-tarikan dengan penjambret. "Tarik-tarikan kami tadi, sampai terjatuhlah kami," katanya sambil menahan sakit pada tubuhnya.
Diterangkannya, saat itu, dia dan putrinya melaju dari arah Tri Ratna menuju arah Simaremare. Dompetnya dipegang oleh putrinya dan ditaruh ditengah, diantara keduanya. Di sekitar Bank Sumut, 2 orang pria mengendarai sepeda motor menarik dompet yang dipegang putrinya. Dia yang mengetahuinya tidak tinggal diam dan mencoba memberikan perlawanan. "Dijepitnya ditengah dompetku itu. Dirempetnya aku terus. Ditariknya dari tengah, kutarik lagi, sampai kami jatuh dan mereka (penjambret) lari membawa dompet itu," ungkapnya.

Sambil menangis, wanita yang sudah ditinggal mati suaminya ini mengaku kepada petugas kepolisian kalau dirinya sudah tidak punya uang lagi untuk membayar perobatan mereka. Karena, uang yang hanya Rp450 ribu yang dia punya sudah dibawa kabur penjambret. "Gak ada uangku pak. Cuma Rp450 ribunya tadi uangku didalam dompet itu, sudah hilang. apalah kubuat bayar perobatan ini. Suamikupun sudah gak ada lagi, yatim piatunya itu anakku itu sekarang," isak wanita yang kesehariannya bekerja sebagai buruh kasar ini sambil menatap putrinya yang juga terbaring disisi kanannya. (TT/int)

29.3.17

Rumah Dirampok, Ibu Ini Lompat ke Jurang dan Berguling-guling ke Sungai


TobaTimes, Tapteng - Sarina Hutagalung (62), warga Desa Rampah, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi korban perampokan, Rabu (29/3) sekira pukul 4.00 WIB dini hari. Dinihari itu, komplotan rampok menyatroni rumahnya. Dia lolos karena melompat ke jurang di belakang rumahnya.

Sarina Hutgalung dirawat di RS.

Sarina mengalami luka koyak pada kepala sebelah kiri dan lecet di seluruh tubuh. Kini ia dirawat di rumah sakit Metta Medika Kota Sibolga. Saat ditemui di ruang IGD, Sarina mencoba bercerita kronologis kejadian tersebut. Pada saat kejadian, dia sedang tidur sendiri di rumahnya. Tiga anak laki-lakinya yang berprofesi sebagai supir sedang bekerja ke luar kota.

Sekira pukul 4.00 WIB pagi, dia bangun karena mendengar ketukan di pintu. Namuin dia tidak langsung membuka karena ketukan di pintu seperti dipaksa dan digedor. "Pintu terus ditokok-tokok, tapi tak bisa terbuka karena kugembok dari dalam. Kuambil parang dan cuka untuk jaga-jaga," katanya.

Sesaat kemudian, tidak ada lagi terdengar suara. Dia berfikir perampok sudah pergi. Lalu dia bergerak ke arah belakang. Saat itulah tiba-tiba muncul cahaya dari sela-sela papan rumahnya dan menyorot dirinya. Akibat ketakutan karena ketahuan keberadaannya di rumah, dia membuka jendela dapur dan langsung melompat. Dia sudah tidak befikir lagi bahwa dia melompat ke jurang. Dia jatuh dan berguling-guling ke dalam jurang.

Sambil menahan sakit pada sekujur tubuh, dia mencoba bangkit dan melangkah mencari pertolongan. Awalnya dia masuk ke kebun salak dan dia memandang ke arah jalan dan melihat ada cahaya mengarah padanya. Dia yakin itu bukan lampu kendaraan, melainkan senter perampok yang mencoba memburunya, diapun merunduk agar tidak ketahuan.

Dalam hati dia berkata, dia lebih memilih mati di semak belukar ketimbang mati di tangan para perampok. Diapun mencoba mundur secara perlahan. Tanpa dia sadari, dia terjatuh dan berguling hingga ke sungai. Dia merasakan sakit pada kepalanya. Meski demikian, dia mencoba membaringkan badan di sebuah batu untuk memperoleh kembali tenaganya.

"Aku terus mundur, rupanya ada jurang, jatuhlah aku berguling-guling sampai ke sungai. Ah, tidurlah dulu aku di batu ini, pikirku, karena sudah capek kali aku,” katanya.

Sekira pukul 6.00 WIB, dia terjaga dan melihat hari sudah mulai terang. Dia lalu memaksakan diri berjalan. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah kebun karet yang sudah tersadap. Dia berharap pemilik kebun datang dan dia segera mendapat pertolongan.

Ternyata benar, tak berapa dia melihat seorang wanita teman sekampungnya. Diapun memanggil dan meminta tolong. Akhirnya dia diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

Kapolsek Pandan AKP Parohon Tambunan membantah adanya perampokan. Dari hasil pemeriksaan, diperoleh keterangan dari anaknya bahwa kejadian itu hanya ilusi. Sebab, di daerah itu sedang marak isu perampok alias jogat dalam istilah warga sekitar. Bah, cemananya?

Meski begitu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut. "Tapi, sampai sekarang masih kita selidiki. Yang pasti, tidak ada perampokan, hanya ilusi dia," ujarnya. (TT/int)

10.1.17

Seragam dan Buku Terbakar, Kapan Sekolah Lagi?


TobaTimes, Sibolga - Aktivitas pagi di hari Senin di Lingkungan V Ketapang, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, tak seperti biasanya, dimana puluhan anak-anak beramai-ramai pergi ke sekolah. Yang terlihat, anak-anak itu berkumpul di posko kebakaran, sebagian ada yang bermain-main di antara puing-puing kebakaran yang telah menghanguskan pemukiman mereka, Minggu (8/1).

Anak-anak tidak sekolah karena buku dan seragam terbakar.
Kebakaran tersebut telah menghanguskan sekitar 30 rumah dan menyebabkan 48 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal serta anak-anak pun kehilangan seragam dan buku sekolah.

Amatan wartawan, Senin (9/1), puluhan anak tampak ramai di dalam dan di luar posko. Mereka, terutama yang masih SD, terlihat bermain dan bercanda. “Tidak sekolah. Baju dan sepatu terbakar,” ujar mereka.

Salah seorang anak, Rafael Luambhowao, siswa kelas VI SD Anggrek Sibolga mengatakan bahwa baju, sepatu dan buku-bukunya ludes terbakar dan tidak ada lagi yang tersisa. “Tidak ada lagi yang sisa,” ujarnya.

Novianti Zebua, siswi kelas XI AK SMK HKBP Sibolga juga mengatakan hal yang sama. Anak pasangan Toroziduhu Zebua-Martina Sarumaha, yang merupakan kepling setempat, mengatakan bahwa seragam dan seluruh buku-bukunya terbakar.

Kadis Pendidikan Kota Sibolga Alpian Hutauruk menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu mendata le sekolah masing-masing para siswa yang menjadi korban kebakaran ini.

Setelah data terkumpul, pihaknya akan mengakaji, apakah bisa dibantu melalui dana BOS atau tidak. “Kalau tidak bisa, kita tetap akan berupaya memberikan bantuan melalui tali asih agar dapat membeli seragam sekolah, sepatu dan buku-buku yang diperlukan,” ujarnya. (TT/int)

14.9.16

Atika Br Hutabarat, Guru Bahasa Mandarin Lulusan Tiongkok

TobaTimes-Perguruan Tri Ratna Sibolga mungkin beruntung memiliki Atika br Hutabarat. Atau sebaliknya, Atika beruntung memiliki Tri Ratna.

Atika dan Kasek SMA Tri Ratna Sibolga
Artika merupakan buah hati pasangan Martamba Hutabarat (alm) dan Rohani Hutagalung, lahir di Parsikkaman Tapanuli Utara, adalah sarjana bahasa Mandarin tamatan Jinan University Ghuangzo, Tiongkok, dan lulus dengan nilai mencengangkan: IPK 3,48.

Kini Artika Hutabarat menjadi staf pengajar di perguruan Tri Ratna Sibolga. Atika bercerita, dia adalah alumni SMA Tri Ratna sibolga tahun 2011. "Selepas tamat dari SMA Tri Ratna, karena tidak lulus PTN, saya kembali ke kampung halaman di Parsikkaman. Tapi kepala sekolah SMA tri Ratna menghubungi saya dan meminta saya ikut salah satu kursus bahasa mandarin di Medan. Mungkin karena nilai saya agak menonjol di bidang bahasa Mandarin saat SMA di Tri Ratna,” katanya.

Setelah diberi beasiswa belajar di Medan untuk bahasa Mandarin, ternyata ada beasiswa yang ditawarkan untuknya kuliah di Jinan University Guangzhou. Fasilitas beasiswa itu untuk kuliah dan pemondokan, sementara biaya hidup tidak ada.

"Awalnya saya ragu, sebab ekonomi orangtua tidak memungkinkan. Namun setelah konsultasi dengan pihak Yayasan Tri Ratna, akhirnya saya diberangkatkan ke sana tahun 2011 dengan beasiswa plus biaya hidup selama menempuh perkuliahan, hingga selesai tahun 2016 ini dengan nilai IPK 3,48,” katanya.

Dia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak atas kesempatan yang telah diperolehnya hingga mampu menyelesaikan perkuliahan S-1 di Jinan University, dan saat ini sudah mengajar di SMA Tri Ratna Sibolga untuk mata pelajaran Bahasa Mandarin.

“Terima kasih yang tidak terhingga, terutama kepada pengurus Yayasan Tri Ratna SIbolga, begitu juga dengan kepala sekolah SMA Tri Ratna Sibolga, dan semua pihak yang telah membantu saya menyelesaikan S-1 di China. Saya berharap dengan adanya kesempatan ini, bisa memberikan motivasi kepada generasi muda lain untuk tetap menggantungkan harapan dan cita-cita setinggi-tingginya,” katanya.

Kepala sekolah SMA Tri Ratna Sibolga, Mestika Nauli, mengatakan, sejauh ini SMA Tri Ratna Sibolga telah banyak berbuat, baik terhadap siswa maupun terhadap alumni, salah satunya adalah Artika Hutabarat yang dikirim tugas belajar bahasa Mandarin di Kota Ghuangzhou China selama 4 tahun.

“Sekarang Artika Hutabarat menjadi staf dan guru bahasa Mandarin di sekolah ini,” kata kepala sekolah yang sudah bertugas di SMA tri Ratna selama 21 tahun dan tidak dapat berbahasa Mandarin. (TT/int)