Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts
Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts

8.10.17

Manfaat Sangge-sangge untuk Kesehatan dan Kecantikan


TobaTimes - Tanaman serai atau dalam bahasa Batak disebut sangge-sangge, ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan dan kecantikan. Semua orang tentu kenal dengan sangge-sangge, sebab daun itu ini merupakan salah satu bumbu untuk berbagai masakan khas Indonesia.

Sangge-sangge.
Bukan hanya di Indonesia, daun serai ini juga sangat terkenal di Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Indonesia dan beberapa negara di benua Afrika dan Amerika untuk keperluan kuliner dan obat. Berikut beberapa manfaat sangge-sangge:

* Diabetes

Hasil teh serai dapat membantu untuk membersihkan / detoksifikasi pankreas dan meningkatkan fungsinya, sehingga menurunkan tingkat gula darah pada penderita diabetes.

*  Mencegah Kanker

Sebuah penelitian menemukan bahwa serai mengandung citral, salah satu zat anti-kanker yang dapat membunuh sel kanker. Namun tetap mempertahankan sel atau jaringan sehat dalam tubuh kita. Namun, ini tidak berarti bahwa minum air rebusan serai / teh sendiri akan menyembuhkan kanker secara permanen, melainkan dapat membantu.

* Minyak Angin

Daun Serai memiliki kandungan minyak atsiri sehingga dapat membantu dalam melakukan tindakan balsamic yang dapat digunakan dalam masalah pada saluran pernapasan. Secara umum daun serai ini dapat digunakan untuk meringankan gejala yang berhubungan dengan flu dan demam dingin seperti halnya manfaat temulawak untuk menghangatkan tubuh.

* Mengurangi Kolesterol

Daun sangge-sangge memiliki zat anti-kolesterol dan anti-aterosklerosis, keduanya membantu mengurangi penyerapan kolesterol dari usus, serta oksidasi LDL (kolesterol jahat) dalam darah, sehingga mencegah salah satu proses awal dalam pembentukan plak aterosklerotik.

* Anemia

Zat besi yang terkandung dalam daun serai penting untu ksintesis hemoglobin (protein dalam sel darah merah bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh). Serai dapat membantu untuk berbagai jenis anemia, terutama yang disebabkan dari kekurangan zat besi.

* Membersihkan Bakteri

Berkat kandungan sifat anti-septik, minum teh sereh dapat membantu untuk menghilangkan mikro-organisme jahat dalam tubuh, detoksifikasi dan membersihkan darah, menghilangkan bakteri, jamur atau ragi.

* Anti Inflamasi dan Anti Septik

Karena sifat anti-inflamasi dan anti-septik, jus serai dapat digunakan sebagai herbal penting untuk mengobati arthritis, asam urat dan radang saluran kemih.

*  Menurunkan Berat Badan

Minum teh serai membantu untuk mencairkan lemak dengan cara detoksifikasi. Efek diuretik membantu melancarkan BAB dalam volume tinggi, efektif dan cepat, mengakibatkan penurunan berat badan.

* Mengatasi Insomnia


Insomnia atau sulit tidur dapat terjadi karena ketidakseimbangan zat kimia dalam tubuh ataupun gangguan saraf. Kegiatan pemurnian dan efek menenangkan dari serai membantu meningkatkan proses dan kualitas tidur.

* Kesehatan Pencernaan

Manfaat daun serai yang paling terkenal adalah untuk kesehatan pencernaan, ia mengatur fungsi usus dan motilitas dengan sifat anti-mikroba yang ia miliki. Zat ini membantu untuk membunuh bakteri jahat dan parasit, dan mengembalikan bakteri baik dalam usus, sehingga membantu meningkatkan masalah pencernaan seperti gangguan pencernaan, sembelit, diare, kembung usus, perut kembung, kejang perut, muntah dan kram.

Selain itu, daun serai selain untuk kesehatan ternyata juga digunakan untuk kecantikan kulit, kok bisa ? Ketika darah dimurnikan, sirkulasi ditingkatkan, salah satu efek yang dirasakan adalah kesehatan kulit. Minum teh serai membantu meningkatkan masalah jerawat, eksim dan psoriasis.

Peredaran darah yang lancar juga menghambat penuaan dini dan fleks yang ada pada kulit yang juga dapat kita temukan pada manfaat kunyit yang mungkin belum banyak diketahui orang. (berbagai sumber/int)

15.12.16

17 Orang Meninggal Karena DBD


TobaTimes, Kisaran - Selama periode Januari sampai 14 Desember 2016, ada 691 orang penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Asahan. Dari jumlah itu, sebanyak 17 orang meninggal dunia.

dr Aris Yudhariansyah MM
Kepala Dinas Kesehatan Asahan dr Aris Yudhariansyah MM, melalui Kasi P2P (Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit) Safrin Sanja SKM, Rabu (14/12), menyebutkan, kecamatan yang paling tinggi kasus DBD-nya adalah Kecamatan Pulau Rakyat. Sebanyak 105 penderita dan 3 orang meninggal dunia. Peringkat kedua Kecamatan Buntu Pane, sebanyak 74 penderita.

Kemudian peringkat ketiga, Kecamatan Kisaran Timur sebanyak 63 penderita, meninggal 1 orang. Peringkat keempat, Kecamatan Kisaran Barat 57 penderita dan yang meninggal dunia 1 orang. Lalu, peringkat kelima Kecamatan Sei Dadap sebanyak 45 penderita dan yang meninggal dunia 1 orang. Keenam, Kecamatan Rahuning, sebanyak 44 penderita, meninggal dunia 1 orang. Ketujuh Kecamatan Aek Kuasan, ada 40 penderita, yang meninggal dunia 1 orang.

Posisi kedelapan, Kecamatan Aek Songsongan sebanyak 40 penderita, meninggal dunia 2 orang. Kesembilan, Kecamatan Setia Janji 23 penderita, kesepuluh Kecamatan Teluk Dalam 22 penderita, meninggal dunia 2 orang.

Sejauh ini, Dinas Kesehatan Asahan telah melakukan berbagai program di seluruh kecamatan di Kabupaten Asahan. Seperti Jumat Bersih, gotong royong membersihkan parit, mengubur benda-benda tempat bersarangnya nyamuk dan juga melakukan fogging sebagai antisipasi agar nyamuk tidak berkembang lebih jauh. Namun fogging ini juga tidak efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak bisa musnah.

‘’Maka diharapkan peran serta seluruh masyarakat menjaga lingkungannya masing-masing,” ucapnya.

Mengenai gejala DBD, Safrin menerangkan, jika mengalami gejala seperti flu dan demam selama lebih dari satu minggu, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Ciri-ciri spesifik dari gejala DBD, yaitu demam tinggi hingga mencapai 41 derajat celsius, sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, hingga rasa sakit di belakang mata. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ada virus dengue di dalam tubuh.

Safrin menyebutkan, tidak ada obat-obatan khusus untuk mengobati DBD. Vaksin yang bisa menangkal DBD juga belum ada.

Namun beberapa langkah pencegahan penyakit ini bisa dilakukan, yakni mensterilkan rumah atau lingkungan sekitar rumah. Misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk, membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati, menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah. Lalu, memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah, memasang kelambu di ranjang tidur. Atau, menggunakan anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun dilarang menggunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun, diupayakan mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi dari gigitan nyamuk. (TT/int)

5.10.16

Gawat, Banyak Pelajar SMP dan SMA Terinfeksi Penyakit Kelamin

TobaTimes, Banjarbaru - Selama tiga bulan terakhir, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banjarbaru mencatat ada puluhan kasus penyakit kelamin atau Infeksi Menular Seksual (IMS). Bahkan dalam dua bulan berturut-turut jumlahnya selalu di atas 40 kasus.

Ilustrasi.
Sekretaris KPA Banjarbaru Edi Sampana mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di beberapa Puskesmas di Banjarbaru kasus penyakit kelamin mulai mengalami peningkatan cukup signifikan pada bulan Agustus dan September.

“Menurut keterangan salah satu dokter di Puskesmas, dalam satu bulan di Banjarbaru ditemukan 40 kasus IMS atau penyakit kelamin,” katanya.

Ia mengatakan, pasien yang ditangani Puskesmas sebagian besar remaja yang masih bersekolah di tingkat SMP dan SMA. Serta sebagian lagi mahasiswa semester awal. “Ini cukup mengkhawatirkan, masih remaja sudah menderita IMS, ” ungkapnya.

Kuat dugaan, meningkatnya penderita IMS diakibatkan oleh semakin maraknya pergaulan bebas. Hal itu dipengaruhi oleh banyaknya konten-konten porno yang bermunculan di media sosial dan internet. “Orangtua sekarang selalu ingin membahagiakan anaknya dengan cara memberikan HP Android. Padahal HP tersebutlah yang menjerumuskan anak mereka,” ujar Edi.

Untuk menyikapi banyaknya pelajar menderita IMS, KPA Kota Banjarbaru punya program sosialisasi fungsi kondom sebagai pencegah infeksi menular seksual pada pelajar. Namun diakui Edi terkadang ada pihak yang menentang program ini.

Ia menambahkan, perilaku seks bebas di Banjarbaru sebenarnya sudah pada taraf mengkhawatirkan. Menurut survei Kemenkes, ada lebih dari 6 ribu lelaki di Banjarbaru yang pernah melakukan hubungan seks dengan wanita tuna susila atau wanita selain pasangannya. Dari jumlah itu, 3 ribu diantaranya sudah memiliki istri.

“Artinya ada kemungkinan lelaki tidak setia ini menular penyakit kepada istri, ini yang berbahaya dan mayoritas lelaki tidak setia ini selalu menutupi dan tidak mau terbuka kepada petugas,” imbuhnya.

Meningkatnya penderita penyakit kelamin dibenarkan oleh salah satu dokter di Puskesmas Banjarbaru. Ia mengungkapkan, jumlah kasus IMS meningkat tajam sejak bulan Agustus hingga sekarang.

“Barusan (kemarin) ada pasien baru, keluhan  kencing nanah lagi. Lalu saya periksa darah dan urin dia menolak. Dia hanya minta obat saja, saat saya edukasi tetap menolak,” ujarnya.

Dokter yang menolak namanya dikorankan dengan alasan privasi ini mengaku miris melihat para generasi muda mulai marak melakukan pergaulan bebas. “Apalagi tidak menggunakan kondom, maka risiko penularan penyakit kelamin sangat tinggi, ” pungkasnya. (TT/int)