Showing posts with label MEDAN. Show all posts
Showing posts with label MEDAN. Show all posts

16.10.19

Walikota Medan Dzulmi Eldin Ditangkap KPK


TobaTimes - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Walikota Medan Dzulmi Eldin. Eldin dibawa ke Jakarta hari ini, Rabu (16/10/19).

Ilustrasi.
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (16/10/19). "Kepala daerah dibawa pagi ini ke Jakarta. 6 orang lain masih diperiksa di Polrestabes Medan," kata Febri Diansyah kepada wartawan.

Dia memang belum menyebut identitas para pihak itu. Febri juga belum menjelaskan kasus yang membuat Eldin terjaring OTT.

"Uang yg diamankan lebih dari Rp 200 juta. Diduga praktik setoran dari dinas-dinas sudah berlangsung beberapa kali," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

Belum disebut duit itu berasal dari mana. Febri mengatakan selain Eldin, KPK juga mengamankan 6 orang lainnya.

Ketujuh orang yang diamankan itu masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1x24 jam sebelum menentukan status hukum mereka.

Menurut informasi, total 7 orang diamankan, yaitu dari unsur Kepala Daerah, Kepala Dinas PU, protokoler dan ajudan wali kota, swasta," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (16/10/19).

"Tim sedang mendalami lebih lanjut," ucap Febri. (bbs/int)

6.8.19

Ini Penyebab Boru Sagala Mengakhiri Hidup di Pohon Mangga


TobaTimes - Seorang perempuan ditemukan tewas tergantung di pohon dekat kontrakannya di Jalan Nusa Indah, Kompleks Pemda, Medan Selayang, Medan, Senin (5/8/19) pagi.

Jasad Florintina diturunkan dari pohon mangga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad perempuan bernama Florentina Br Sagala (49) itu pertama kali ditemukan anak tetangganya yang juga pemilik kontrakan.

"Anak saya yang kabari, kebetulan setiap pagi pukul 06.00 Wib menyapu halaman rumah sebelum berangkat ke sekolah," jelas Joni Sitanggang, tetangga Fiorentina.

Peristiwa itu lalu dilaporkan ke kepala lingkungan (kepling) setempat dan diteruskan ke kepolisian. Tak lama berselang, petugas Polsek Delitua bersama Babinsa tiba di lokasi.

Petugas langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya, mereka mengevakuasi jasad Fiorentina ke rumah sakit.

Belum ada keterangan resmi terkait kejadian ini. Namun warga menduga Fiorentina nekat bunuh diri karena masalah rumah tangga.

Joni mengatakan Fiorentina baru 4 bulan mengontrak di rumahnya. Menurut dia, keluarga tetangganya itu memang kurang harmonis karena himpitan ekonomi.

Sementara Kepala Lingkungan IX, Kelurahan Selayang, Medan Tuntungan, Roni (40) mengatakan, aksi bunuh diri diduga terjadi sekitar pukul 06.00 Wib.

"Menurut petugas jaga malam sekitar pukul 05.00 Wib belum ada kejadian," sebutnya.

Dia juga mengatakan, Fiorentina punya terhimpit masalah ekonomi. "Putranya pun batal berangkat kerja ke Malaysia karena masalah administrasi," ucap Roni. (bbs/int)

29.7.19

Herawati Siagian, Istri Pendeta, Dibunuh Sadis Gara-gara...


TobaTimes - Peristiwa menggemparkan terjadi di di Jalan Abadi, Kecamatan Medan Sunggal, digemparkan kasus pembunuhan, Minggu (28/7/19). Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Herawati Siagian (50) ditemukan tewas terkapar di dapur rumahnya.

Kondisi jasad korban ketika ditemukan terkapar.
Jasad Herawati Siagian ditemukan dengan posisi kedua tangan terikat dan bagian kepala belakang mengeluarkan darah.

Warga sekitar mengatakan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga yang curiga lantaran korban tidak keluar rumah selama tiga hari.

"Saat kejadian korban sendirian di rumahnya, suaminya seorang pendeta. Ia dikabarkan pergi ke luar kota sama anaknya untuk berobat," ujar warga.

Kecurigaan warga terhadap korban semakin tinggi sehingga memanggil tukang kunci untuk membuka pintu rumah korban. Begitu rumah terbuka, alangkah terkejutnya warga melihat korban sudah dalam keadaan terkapar tak bernyawa.

Warga tersebut, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, di Jalan KH Wahid Hasyim untuk diotopsi, sedangkan rumah korban sudah dipasang garis polisi. Pasca peristiwa nahas tersebut, warga memadati rumah korban yang telah dipasangi garis polisi.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku. "Kami sudah mengantongi identitas pelaku.

Tak butuh waktu lama, usai melakukan olah TKP, polisi dikabarkan telah berhasil mengamankan pelaku. "Benar sudah diamankan dan masih dalam proses penyelidikan.

Menurut polisi, kuat dugaan, pembunuhan terjadi karena motif hutang piutang. Sebab ada pesan SMS di ponsel korban dengan menyebutkan "Sudah puas aku, nanti STNK dan BPKB mu akan diantar ke kuburan.

"Untuk motif karena hutang. Untuk perkembangan nanti dikabarkan lagi," kata Ginting.

Kini, jenazah Heriyawati tengah diotopsi di RS Bhayangkara Polda Sumut. Keluarga berharap jenazah bisa disemayamkan secepatnya di rumah.

Menurut informasi, Senin (29/7/19), keluarga korban akan tiba dari Jakarta. Mereka berharap jenazah ibunya bisa disemayamkan di rumahnya segera. Oleh sebab itu kami berharap proses penyidikan oleh kepolisian bisa dituntaskan segera.

Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas dari Reskrim Polsek Medan Sunggal, ungkapnya, salah satu pelaku sudah ditangkap. Polisi kini tengah mengembangkan pengusutan kasus pembunuhan ini. (bbs/int)

16.10.17

Chat Tak Dibalas, Call Tak Diangkat, ternyata Pacar Sudah...


TobaTimes - Sedih kali bah. Naftali Mahansa Madani Yoga Sitepu alias Dedek (26), nekat mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri. Jenazahnya ditemukan warga Sabtu (14/10/17), sekira jam 13.00 Wib, masih tergantung di salah satu kamar di rumah di Jalan Sei Brantas No 63, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal.

Pacar tewas gantung diri.

Penemuan itu pun sontak membuat warga sekitar heboh dan berduyun-duyun memadati sekitar rumah. Informasi diperoleh, pria berusia 26 tahun itu pertama kali ditemukan tewas Tince Boru Gultom (44) dan Dekon Manalu (54) yang tinggal bersebelahan dengan kos-kosan korban.

Menurut Manalu, ia mendapat telepon dari Kartika, yang mengatakan bahwa Dedek sudah beberapa hari tidak ada kabar. “Karena ditelpon, aku tengok sama boru Gultom. Rupanya dia udah tergantung di dalam kamar. Memang pas kami kintip dari jendela, banyak tali plastik berserakan di dalam,” katanya.

Melihat kejadian tersebut, Manalu langsung memberitahukan peristiwa tersebut ke warga sekitar dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sunggal. Personel Polsek Medan Sunggal yang mendapat informasi itu langsung turun ke lokasi bersama tim Inafis Polrestabes Medan dan langsung memasang garis police line.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan oleh tim Inafis Polrestabes Medan, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan kelamin korban mengeluarkan cairan,” ujar Kanit Reskrim, Iptu Martua Manik.

Sementara itu, Kartika bercerita bahwa Senin (9/10) lalu, mereka bertengkar mulut. Pun begitu, Kartika tidak mau membeberkan permasalahan keduanya. “Hari senin itu memang kami ribut, dari situ lah dia gak mau angkat telpon aku. Chat aku juga gak di balas. Selesai ribut itu aku pergi dari kos dan pergi ke rumah orangtua ku di Brayan,” katanya sambil menangis. (bbs/int)

24.9.17

Merinding...! Pesawat Diserbu Ribuan Lebah di Bandara Kualanamu


TobaTimes - Ribuan kawanan lebah dilaporkan menyerbu bagian ujung sayap kanan pesawat Citilink Indonesia dengan nomor penerbangan QG 885 rute Batam–Kualanamu, Jumat (22/9/2017) tidak lama setelah mendarat pukul 11.42 WIB.

Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia Benny S Butarbutar, Jumat (22/9/17), menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, pesawat dengan nomor penerbangan QG-885 tujuan Batam-Medan mendarat dengan selamat pada pukul 11.42 WIB.

Pesawat Citilink diserbu lebah.
Pada saat pesawat dipandu ke area parkir pesawat tiba-tiba sekumpulan lebah menempel pada ujung sayap pesawat. “Seusai menurunkan penumpang, petugas ground service berkoordinasi dengan teknisi dan petugas dari unit lainnya di bandara mengenai insiden tersebut."

"Pada pukul 12.30 WIB dilakukan pembersihan dengan menyemprotkan bagian sayap tersebut dengan air yang dilakukan petugas unit pemadam kebakaran bandara sehingga bagian sayap kembali bersih,” kata Benny.

Benny mengatakan,  penyemprotan dan pemeriksaan ulang terhadap seluruh kondisi pesawat dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan.

Setelah tidak ada kejanggalan teknis lainnya, pesawat dengan nomor penerbangan QG-884 rute Kualanamu-Batam bisa dinyatakan layak terbang. “Penerbangan lanjutan untuk kembali ke Batam dilakukan pada pukul 14.27 WIB, walau sempat mengalami keterlambatan atau delay selama satu setengah jam. Pesawat dilaporkan juga telah mendarat dengan selamat di bandara Batam pukul 15.55 WIB,” kata Benny lagi.

Benny mengatakan, pihaknya akan mengadakan pertemuan tersendiri guna membahas penyebab kemunculan sekumpulan lebah di area bandara. Ini mengingat kawasan bandara termasuk di areal landasan pacu harus terbebas dari binatang liar atau aktivitas apapun yang membahayakan. Laporan juga menyebutkan bahwa peristiwa ini juga dialami beberapa penerbangan lainnya.

“Penyebab kemunculan lebah di area sekitar bandara diduga karena habitat atau sarang lebah terganggu oleh aktivitas penebangan pohon, sehingga koloni lebah menyebar dan berkumpul pada objek lain, termasuk pesawat yang ada di bandara,” katanya.

Kawanan lebah yang mengganggu bandara Kualanamu dibersihkan menggunakan air mobil pemadam. Detik-detik serangan kawanan lebah itu berhasil direkam melalui video oleh netizen. "Kejadian langka tadi siang, burung besi di serang lebah/tawon @Kualanamu," tulis pemilik akun Yoan Lyan di Facebook.

Belum diketahui penyebab serangan kawanan lebah tersebut, namun akibatnya pesawat sempat mengalami penundaan penerbangan. Pesawat terbang milik maskapai penerbangan Citilink, diserang ribuan lebah saat terparkir di apron Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (22/9/2017).

Informasi yang dihimpun, ribuan kawanan lebah itu mengerumuni bagian sayap kanan pesawat. Lebah-lebah itu bahkan seperti telah membentuk sarangnya di sayap pesawat tersebut. (bbs/int)
 

Yorida Sihombing: Kejam Kali, Ambillah Mobilnya, Kenapa Ikut Nyawanya...


TobaTimes - Lagi-lagi informasi mengerikan terjadi di Medan. Seorang supir Grab, taksi online, bernama David Simanjuntak (46), tewas dibunuh begal yang bertujuan merampok mobilnya. Yorida Sihombing, istri almarhum, menangis pedih atas kepergian suaminya, Sabtu (23/9/17). Yorida berharap pelaku segera ditangkap.

Istri David Simanjuntak.
"Gak penting mobil lagi samaku udah trauma aku. Yang penting dapat orangnya," kata Yorida saat menunggu kedatangan jasad suaminya dari RS Bhayangkara di rumah duka Jalan Kemiri II, Gang Harjo, Medan Kota.

Tubuhnya tersandar bersandar pada dinding rumah saat para kerabat datang memberi penghiburan. Yorida tak menyangka, hidup suaminya yang berprofesi sebagai sopir Grab harus berakhir tragis dirampok oleh penumpangnya. Ia menduga, sang pelaku adalah pecandu narkoba. "Kejam kali. Ambillah mobilnya jangan nyawanya," kata Yorida menyesal.

David menghembuskan nafas terakhir tadi malam dengan luka senjata tajam di sekujur tubuhnya. Jasad David ditemukan terbujur kaku di dalam selokan dekat kos-kosan Jalan Sempurna, Medan Kota, pada Minggu (24/9/17) sekira pukul 1 dinihari oleh satpam kos-kosan bernama Hendro Siagian (24).

Menurut Hendro kepada polisi, sebelum menemukan jasad korban, ia tak mendengar suara keributan sebelumnya. Jasad David diduga dibuang di lokasi setelah terlebih dahulu dihabisi oleh penumpangnya di dalam mobil.

Yorida menuturkan, pada malam naas itu, sekira pukul 8 malam, ia masih sempat kontak lewat telepon dengan suaminya. "Tapi jam 11 HP-nya udah gak bisa dihubungi lagi," tuturnya.

Di rumah duka, pelayat mulai mengalir ke rumah duka. Tenda mulai dipasang. Keluarga tengah menanti kedatangan jenazah David yang diotopsi di RS Bhayangkara Medan. Almarhum David meninggalkan seorang istri Yorida Sihombing dan dua putri masing-masing Dita Simanjuntak pelajar kelas 2 SMA dan Michele Simanjuntak pelajar kelas 4 SD.

Apakah pelaku sudah ditangkap? Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing mengatakan belum. "Belum, belum. Doakan ya nanti kalau sudah dapat pasti dikabari," katanya. (bbs/int)
 

20.9.17

Gawat Bah! Siswi Cantik Ditangkap Sekamar dengan Bandar Narkoba


TobaTimes - Jajaran Polrestabes Medan dan Polsek Delitua melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) pada Minggu (17/9/17). Tim menyisir sejumlah hotel di wilayah hukum mereka seperti Hotel Green Alam Indah, Hotel Katana, Hotel Helvicona dan Hotel Hawai.

Dari razia itu, tim meringkus 18 pasangan mesum, seorang diantaranya adalah siswi SMA berinisial DS (16) asal Tapanuli Selatan (Tapsel). Saat diamankan, DS sekamar dengan seorang pria yang merupakan bandar sabu yakni RP (39).

“Seorang diantaranya kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu,” ujar Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna.

Para pasangan mesum diamankan.
Dikatakan, pemilik sabu bernama RP (39) adalah warga Jalan Bunga Pancur Siwa, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan. Dia diamankan di kamar Hotel Helvicona.

Dari kamar itu juga disita 3 plastik besar, 4 plastik klip kecil kosong, bong terbuat dari botol plastik, kaca virex, sekop terbuat dari pipet, mancis, uang diduga hasil penjualan sebanyak Rp4.340.000 dan sepedamotor Suzuki Shogun SP 125 BK 4518 UW.

“Saat itu RP sedang bersama teman wanitanya berinisial DS (17). DS ini informasinya merupakan siswi salah satu SMA di Medan,” ujar Wira.

Dia mengatakan, para pelaku kejahatan narkoba akan diproses secara hukum. Sedangkan para pasangan mesum dilakukan pembinaan atau diberi nasihat oleh anggota Polsek Delitua.

“Setelah dibuatkan surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya, pasangan diluar nikah itu lalu dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Sedangkan pelaku narkoba kita proses hukum lebih lanjut,” katanya. (bbs/int)

Setahun Buron Kasus Pembunuhan, Pendeta Ini Ditangkap Saat Antar Anak ke Sekolah


TobaTimes - Seorang pendeta di salah satu denominasi gereja berinisial AJT, hampir setahun menjadi buronan kasus pembunuhan. Pelariannya berakhir. Ia ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, saat mengantar anaknya ke sekolah, Selasa (19/9/17).

Ilustrasi.
Menurut informasi yang beredar di kalangan jurnalis, pria yang menjabat sebagai ketua klasis Bekasi-Denpasar ini ditangkap di Jalan Taman Sakura, Blok L1, Bekasi. Namun Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah belum mau memberikan keterangan saat dikonfirmasi sejumlah awak media. Menurut kabar yang beredar, AJT melawan saat ditangkap.

Ia teriak-teriak hingga mengundang perhatian warga yang tinggal di komplek elit tersebut. Karena suasana di lokasi penangkapan ricuh, polisi yang membawa surat tugas lantas memberikan penjelasan pada warga. Mendengar keterangan polisi, warga pun tenang, dan AJT berhasil diamankan.

Sekedar informasi, AJT disebut-sebut sebagai otak pelaku pembunuhan pengusaha galian C, Tahan Ginting (44). Kejadian ini berawal saat tiga tersangka lainnya hendak mengambil tanah timbun di tempat usaha korban. Karena tidak diizinkan mengambil tanah galian, tiga tersangka yang sudah divonis hakim masing-masing Roni Tarigan, Roni Bangun alias Oni, serta Jeremia Tarigan alias Batut, menyerang korban dengan senjata tumpul.

Kemudian, AJT ikut menganiaya korban hingga meninggal dunia. Tak hanya melibatkan si pendeta, kasus pembunuhan yang terjadi pada 22 Oktober 2016 silam ini juga disebut-sebut melibatkan seorang oknum polisi berpangkat Brigadir. (berbagai sumber/int)

16.9.17

Aksi Pencabulan Kakek Terungkap karena Celana Dalam Baru


TobaTimes - Kasus pencabulan ini boleh dibilang unik. Kasus pencabulan yang dilakukan oleh kakek berinisial SL (54), warga Jalan Ampera, Gang Dame, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, ini terungkap gara-gara celana dalam.

Ilustrasi.
Korbannya adalah gadis berusia 9 tahun yang tak lain adalah anak tetangganya. Kini, pelaku mendekam di sel tahanan sementara Polsek Percut Seituan.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Iptu Philip Purba mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari kecurigaan AM, yang tak lain orangtua korban. AM curiga terhadap gerak-gerik putrinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu.

“Jadi, pada Senin (11/9/17) itu, anaknya terlihat lemas. Ditambah lagi dengan celana dalam yang dipakai anaknya. Celana itu terlihat baru. Namun sang anak menjawab celana itu punya ibu-ibu yang berada di Gang Jawa, dengan alasan robek terkena pagar besi,” ungkap Philip, Jumat (15/9/17).

Namun orangtua korban tak percaya begitu saja dengan jawaban sang anak. AM terus mendesak agar anaknya menceritakan kejadian yang sebenarnya dialami. “Setelah ditanya terus, akhirnya si anak mengaku sakit di bagian kemaluannya karena baru disetubuhi oleh SL. Lantaran pendarahan, pelaku SL membelikan obat kepada korban dengan tujuan agar pendarahannya berhenti,” ujar Philip.

Orangtuanya sangat terkejut dengan pengakuan buah hatinya. Tanpa membuang waktu, AM melaporkan SL ke Polsek Percut Seituan.

“Dari laporan korban dilakukan penyelidikan. Hasilnya, ternyata pelaku sudah sering membawa korban ke sebuah hotel yang berada di Jalan Juanda Medan. Pelaku sendiri ditangkap dari kediamannya dan saat ini sedang dalam proses hukum lebih lanjut,” pungkas Philip. (ps/tb/int)
 

27.3.17

Lebih 50 Persen SMK di Sumut Masih UN Manual


TobaTimes, Medan - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumatera Utara (Sumut) ternyata belum bisa diselenggarakan 100 persen. Sebab, 50 persen lebih SMK di Sumut tak memiliki sarana atau infrastruktur yang memadai.

Ilustrasi.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumut Rosmawati Nadea mengungkapkan, dari sekira 968 SMK negeri dan swasta di Sumut, 50 persen lebih masih harus tetap melaksanakan UN manual dengan tulisan tangan.

Kondisi itu terjadi lantaran keterbatasan sarana dan prasarana pendukung di sekolah-sekolah tersebut, termasuk kurangnya komputer dan jaringan internet. Apalagi di daerah seperti Nias. Sedangkan sisanya, lanjut dia, lebih dari 40% sekolah menyelenggarakan UNBK.

“Program Disdik Sumut ke depan, karena UNBK memang asal dari SMK maka bidang pembinaan sekolah kejuruan akan terus diupayakan secepatnya. Tujuannya, agar semua SMK dapat menggelar UNBK. Sekarang ini, Disdik akan mendata ke seluruh Sumut, berapa banyak lagi SMK yang belum punya server dan PC komputer untuk dicarikan solusinya,” ujar Rosmawati kepada wartawan akhir pekan ini.


Dia mengatakan, untuk pengadaan anggaran atau dananya bisa digunakan dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) atau APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Bahkan, bila perlu digunakan CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan untuk pengadaan perangkat ujian ini.

“Disdik Sumut sudah merancang pertemuan-pertemuan dengan beberapa stakeholder, seperti Pertamina agar bisa membantu dalam suksesnya program UNBK khususnya tingkat SMK di Sumut. Sebab, sistem pendidikan nasional ini bukan hanya tanggung jawab provinsi saja tetapi semua pihak,” katanya.

Dia menuturkan, untuk pelaksanaan UNBK, kota-kota dengan akses internet yang baik seperti di Medan, rata-rata sudah menjadi penyelenggara. Namun kota-kota terpencil seperti Nias akan dikoordinasikan lagi ke pemerintah kabupaten/kota supaya aksesnya dibuka.

Sebagaimana diketahui, waktu pelaksanaan UN maupun UNBK tingkat SMK secara serentak kurang lebih tinggal seminggu lagi. Sesuai hasil rapat koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu, UN/UNBK dijadwalkan pada 3-6 April.

Sedangkan SMA/MA, pada 10-13 April. Sementara, pelaksanaan UN/UNBK SMP dibagi dua gelombang, yakni pada 2-4 Mei dan 15 Mei untuk gelombang pertama. Gelombang kedua, dilaksanakan pada 8-10 Mei dan 16 Mei.

Dalam pelaksanaan tahun ini, mata pelajaran yang akan diujikan yakni untuk jenjang pendidikan SMK yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Untuk SMA, mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan. (TT/INT)

28.1.17

Ini Jenis Bisnis Paling Cocok di Tahun Shio Ayam Api


TobaTimes, Medan - Sabtu (28/1), warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek (Sincia) 2568 yang disimbolkan dengan Shio Ayam Api. Ketua DPD Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumu, Indra Wahidin, mengaku lebih memaknai pergantian Tahun Baru Imlek tak sebatas tentang peruntungan berdasar ramalan.

Ilustrasi Imlek.
"Sebenarnya setiap Tahun Baru Imlek itu hal yang sama saja bagi kami etnis Tionghoa. Kalau saya, memaknai Tahun Baru Imlek lebih kepada introspeksi diri," kata Indra Wahidin.

Bicara soal ramalan peruntungan, dia mengatakan, hal itu berbeda bagi tiap-tiap orang. Namun menurutnya, rezeki itu datang dari upaya, doa, dan usaha.

"Sebenarnya makna itu sama, jangan terlalu percaya bahwa rejeki itu tergantung ramalan, kalau shio binatang ini rejekinya bagus di Tahun Ayam Api ini. Jadi itu tak boleh dijadikan patokan, intinya berusaha," sebut Indra.

Indra mengatakan, yang terpenting bagi etnis Tionghoa untuk bisa maju dalam kehidupannya adalah usaha dan yang paling penting hemat.

"Karena saat ini kehidupan itu sulit, jadi yang paling penting itu adalah berhemat. Kita etnis Tionghoa paling utama dilakukan untuk sukses menjalani kehidupan adalah dengan hemat," tuturnya.

Indra Wahidin menjelaskan sedikit soal Kalender Imlek. Siklus kalender imlek itu terjadi 60 tahun sekali.

Jadi ada 12 shio dalam Kalender Imlek yaitu shio tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing, babi dan itu bergulir terus menerus sebagai siklus dengan lima unsur bumi di dalamnya yaitu api, tanah, air, logam dan kayu.

Sementara Wakil Ketua Apindo Sumut Johan Brien menilai, Tahun Baru Imlek 2568 akan membawa berkah dan rezeki. Karenanya dia yakin, prospek bisnis di tahun ini diperkirakan bakal cerah.

Menurut Brien, tahun Ayam Api ini jika dilihat dari prospek bisnis, cukup bagus. Meski, di tengah kondisi perekonomian yang kurang baik. "Dari segi fengshui bagus prospeknya, di mana ayam api itu membawa keberkahan dan rejeki," kata Brien kepada Sumut Pos.

Ahli Fengshui di Sumut Bambang ES memprediksi, di tahun ayam api keadaan di sepanjang tahun ini akan bermanfaat dalam peningkatan karir, bisnis dan investasi keuangan. Menurutnya, di bidang bisnis, peluang yang menjanjikan adalah kuliner dan fesyen diramalkan subur.

"Tahun ini merupakan tahun ayam yang berunsur api dan bersifat Yin bukan Yang. Sifatnya agak sedikit panas dibandingkan tahun monyet api yang sifatnya dingin. Dengan sifat tersebut, pada umumnya yang paling baik dalam bisnis atau usaha di antaranya, kuliner, fesyen, tekstil dan elektronik. Bisnis-bisnis ini diramalkan akal lebih maju apalagi melihat perkembangan ekonomi yang semakin baik saat ini," katanya.

Menurut Bambang, untuk bisnis properti prospeknya juga baik. Jika berbicara ekonomi secara keseluruhan, bulan Juni dan Juli perkembangan ekonominya akan meningkatkan. "Bagi mereka yang membuka usaha, membeli rumah, membeli meja kantor atau kasir pada tahun ayam ini, tata letaknya lebih baik mengarah barat, utara dan selatan. Sedangkan, arah timur kurang baik," cetus Bambang. (TT/INT)

16.1.17

Stres, Ibu Bunuh Anak Berumur 2,5 Tahun


TobaTimes, Medan - Seorang ibu membunuh anaknya yang masih berusia 2,5 tahun. Peristiwa itu terjadi di Jalan Dahlia Ujung, Kecamatan Delitua, Medan.

Ilustrasi.
Aksi kejam itu dilakukan si ibu karena diduga sedang mengalami stres. "Korban bernama M Altahir, umur 2,5 tahun," kata Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna, Minggu (15/1/17).

Wira mengatakan, pembunuhan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Polisi telah memeriksa empat saksi, yakni Sutan Hasibuan (39), Melisa (29), Dewi (30), dan Ratimin (40).

"Saat itu saksi Dewi sedang berdiri di depan rumah dan melihat anak-anak Sutan berlarian keluar rumah berteriak 'tolong'," kata Wira.

Setelah itu, Dewi menghubungi Sutan (pemilik rumah) dan Melisa untuk pulang melihat kejadian tersebut. Setiba di rumah, Sutan melihat korban sudah tidak bergerak dengan kondisi usus keluar dan penuh darah. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit.

"Saksi Sutan kemudian menghubungi Polsek Delitua. Kita menuju ke lokasi, seterusnya mengamankan pelaku," ujarnya.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti dua bilah pisau dan baju korban. "Kita berkoordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, untuk melakukan autopsi. Ini (kasus) masih dalam penyelidikan," kata Wira.

Pelaku akan dibawa ke rumah sakit jiwa. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga stres. "Keterangan saksi yang satu rumah dengan pelaku, pelaku ini orangnya tertutup, pendiam. Seperti stres," kata Wira.

"Dugaan sementara stres, sehingga muncul seperti pemikiran aneh. Ngomong-nya kadang nyambung, kadang nggak," ujarnya lagi. (TT/int)

11.1.17

Nggak Mau Diajak Nikah, Cewek Medan Dipukuli di Jalan

TobaTimes, Medan - Seorang wanita bernama Siti Aisah (38) tak ingin masa depannya hancur. Oleh karenanya dia menolak menikahi dengan kekasihnya, Iwan Mamang (30). Iwan memang sering kasar dan suka memukul.
Ilustrasi.
Selain itu, Iwan juga tidak punya pekerjaan tetap. Namun, malang bagi Siti, Iwan tak terima ditolak dan malah memukuli janda warga Jalan Titi Pahlawan, Gang Penghulu Lama, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, itu.

Peristiwa itu terjadi kemarin malam. Ceritanya, Siti telah menjalin hubungan asmara dengan Iwan selama tiga bulan lamanya. Pria yang sudah menjadi kekasihnya itu berulang kali meminta untuk menikah. Namun, Siti tak mau.

Singkat cerita, malam itu Siti berboncengan naik sepeda motor dengan Iwan. Kekasihnya itu kembali meminta agar mereka menikah.

Permintaan itu ditolak oleh Siti. Sehingga, Iwan kesal dan langsung marah lalu memberhentikan sepeda motornya di simpang Pasar 5 Marelan.

Pria berstatus duda itu memukuli Siti hingga babak belur. Akibatnya Siti mengalami luka di bagian bibir dan wajah. Puas menghakimi Siti, warga Jalan Marelan Raya, Pasar 5 Kecamatan Medan Marelan, itu pun pergi begitu saja.

Tak terima dengan penganiayaan itu, Siti menelepon Dani, adiknya. Melihat kondisi Siti yang memar di bagian wajah, Dani langsung membawa korban ke RSU Wulan Windi.

Senin (9/1/2017) siang, Siti dan Dani membuat pengaduan ke Polsek Medan Labuhan. “Tadi malam kakak (Siti) saya dihajar si Iwan,” kata Dani di kantor polisi. Dani berharap polisi dapat segera menangkap Iwan.

“Sudah sering kali dia mukuli kakak saya, sekarang kakak saya terpaksa opname di rumah sakit. Jadi saya minta polisi untuk segera menangkapnya,” kata Dani lagi.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Ponijo mengatakan sudah menerima laporan korban dan akan segera diproses. “Kalau laporannya sudah memenuhi unsur akan segera kita tangkap pelakunya,” kata Ponijo. (TT/int)

7.1.17

Mahasiswa Asal Humbahas Gantung Diri Usai Kirim SMS Bahasa Batak


TobaTimes, Medan  - Entah apa yang terjadi di benak mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) bernama Panto Sihombing (19) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar kosnya, Jumat (6/1/17) kemarin.
Ilustrasi.
Peristiwa itu membuat heboh warga di sekitar Jalan Abdul Hakim, Gang Susuk, Kelurahan Padang Bulan Selayang 1, Kecamatan Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara, mendadak geger.

Berdasarkan informasi, kejadian bermula saat teman korban Goodnyus Simamora (19) hendak bertemu dengan temannya itu, Jumat (6/1) sekitar pukul 22.30 WIB. Kemudian dia pun bergegas ke kamar kos Sihombing.

Begitu tiba di kamar kos, Simamora curiga lantaran lampu kamar kos Sihombing padam. Kemudian dia pun langsung membuka kaca nako kamar Sihombing dan menyenter ke dalam kamar. Dia terkejut mendapati Sihombing, warga Lintong Ni Huta, Kabupaten Humbang Hasundutan itu sudah tergantung.

Simamora panik dan memberitahukan hal itu kepada teman satu kos korban. Tidak berapa lama, lokasi pun langsung ramai.

Kepala Lingkungan (Kepling) setempat kemudian memberitahu pihak kepolisian usai mendapat informasi tersebut.

Petugas kepolisian dari Polsek Sunggal pun datang ke lokasi guna melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lalu kemudian mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit untuk keperluan visum.

"Mendapat informasi itu, petugas langsung datang ke lokasi untuk melakukan cek TKP, kemudian meminta keterangan kepada saksi-saksi," ujar Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri kepada wartawan ketika dikonfirmasi mengenai kejadian itu, Sabtu (7/1/17) pagi.

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, sebelum kejadian tersebut, korban masih sempat ngumpul (nongkrong) bersama teman-temannya di Jalan Pasar VIII, Padang Bulan sekitar pukul 18:00 WIB dan kemudian mereka bubar.

Namun setelah bubar, entah mengapa korban tiba-tiba mengirim pesan via SMS kepada temannya yang berisikan ucapan permisi dalam berbahasa Batak. Tapi saat itu temannya tidak menghiraukan pesan tersebut meskipun sempat merasa curiga.

Saksi menerima SMS dari korban yang isinya "Parmisi ma jo dihamu sude lae dah" dan saksi pun kaget maksudnya apa dan saksi tidak menghiraukan," tambah Daniel.

Usai menerima pesan itu, sekitar empat jam kemudian, teman korban pun datang ke kamar kos korban hingga akhirnya korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kematian korban beserta dengan motifnya. (TT/int)

17.12.16

50 Ton Bawang Ilegal Digagalkan Masuk ke Asahan


TobaTimes, Belawan - Sebuah Kapal patroli BC 20005 BKO Kanwil Bea Cukai Sumut kembali menggagalkan satu kapal pengangkut 50 ton bawang merah selundupan asal Malaysia. Kapal yang diawaki 9 orang itu diamankan dari perairan Tambun Tualang Asahan, Kamis (15/12/16).

Bawang ilegal.
Upaya pencegahan terhadap kapal penyelundup bawang KM Rahmat GT 24 No.236/PPd, terkuak dari info diterima aparat Bea Cukai. Selanjutnya, petugas yang sedang melakukan patroli rutin memperketat pengawasan di perairan tersebut.

Begitu melihat kapal sarat muatan mencurigakan, petugas mendekatinya. Semula, para awak kapal menyaru nelayan ini, tampak biasa tanpa merasa bersalah. Sebab untuk memuluskan aksinya, mereka membungkus rapi bawang dan disimpan di palka kapal ditutupi terpal plastik.

Tapi, petugas yang telah mengendusnya langsung melakukan penggeledahan dan menemukan puluhan ton bawang merah yang sedianya akan dibongkar di salah satu tangkahan liar di Kota Tanjung Balai, Asahan.

Kabid Penindakan dan Penyidik Kanwil Bea Cukai Sumut Rizal mengatakan, penindakan terhadap kapal penyelundup bawang dilakukan pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Jumlah bawang merah yang disita pihaknya mencapai 50 ton.

"Ada 9 awak kapal seorang diantaranya nahkoda diamankan. Rencananya bawang tersebut akan dibawa ke Tanjung Balai," katanya.

Dari pemeriksaan awal terhadap awak kapal, bawang merah diduga milik pelaku usaha ilegal di Tanjung Balai, Asahan ini usai dibongkar akan didistribusikan ke sejumlah kota di Sumatera Utara, termasuk Medan.

"Guna memuluskan aksinya, pelaku memanfaatkan pelabuhan kecil yang jarang terpantau. Pun begitu, kita tetap akan memperketat pengawasan di perairan khususnya Asahan," kata Rizal. (TT/int)

16.12.16

Perantau Asal Taput Nyaris Dihabisi Massa di Tanjungmorawa


TobaTimes, Medan - Pahala Nababan (31) yang kost di Dusun IV, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa nyaris dihabisi massa. Perantau asal daerah Pangaribuan, Taput, ini ditangkap massa saat melarikan diri usai mencuri handphone merk Samsung dan sebuah laptop, Rabu (14/12/16).

Ilustrasi.
Informasi dihimpun, pagi itu lajang anak kedua dari enam bersaudara membawa tanggok yang ujungnya ditempel jaring menuju rumah Khairunisa (21), warga Dusun I, Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa.

Melihat situasi masih sepi dan korban masih tidur dalam kamar, pria pengangguran itu memasukkan tanggok lewat jendela kamar korban dan berhasil mencuri HP Android milik korban.

Berhasil mencuri Android milik korban, Pahala Nababan tak merasa puas dan kemudian menanggok laptop merh Hp yang terletak dekat kaki korban. Namun saat laptop masuk ke dalam tanggok, justru mengenai kaki korban.

Sontak korban kaget dan terbangun serta berteriak maling. Mendengar teriakan korban, Pahala langsung melarikan diri. Namun korban keluar dari kamar dan mengejar pelaku sambil berteriak maling.

Warga sekitar pun melakukan pengejaran terhadap Pahala yang berupaya melarikan diri. Tapi usahanya untuk meloloskan diri dari kejaran massa gagal. Karena berkisar ratusan meter dari kediaman korban, Pahala berhasil diringkus massa dan menggebukinya.

Nasib Pahala dapat tertolong ketika petugas Poslek Tanjung Morawa yang mendapat kabar turun ke lokasi dan mengamankan Pahala ke komando.

Pahala Nababan mengaku nekad mencuri karena tidak memiliki uang. Menurut residivis kasus pembobolan rumah yang pernah menjalani hukuman selama 1 tahun 6 bulan itu, jika niatnya itu sudah direncanakan dua hari sebelumnya.

“Aku cerita-cerita di kedai tuak cara mencuri dengan menggunakan tanggok. Aku tidak memiliki pekerjaan dan belum tahu kepada siapa HP android dan laptop itu akan dijual,” sebut mantan napi yang bebas akhir tahun 2009 lalu itu.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Viktor Siagian didampingi Kanit Reskrim Iptu Roberto Sianturi membenarkan Pahala Nababan diamankan dan masih dilakukan pemeriksaan. (TT/int)

13.12.16

Ketahuan Mencuri, Supir Angkot Tewas Dimassa


TobaTimes, Medan - Satu pelaku pencurian mengalami nasib tragis, adalah TS (35) warga Jalan Mulia Rejo, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara.

Ilustrasi.
Pria yang seharinya bekerja sebagai pengemudi angkutan kota (angkot) ini tewas setelah menjadi bulan-bulanan warga karena ketahuan melakukan pencurian, Minggu (11/12/16) malam.

Pelaku bersama keempat rekannya dengan mengendarai sepeda motor berboncengan melakukan aksi pencurian kendaraan sepeda motor Honda Supra BK 2720 AFQ warna hitam dari kediaman Yustriani, di Jalan Purwosari, Kecamatan Medan Timur.

Namun, aksinya diketahui penjaga malam bernama Erwin Mail Sinaga yang sedang melakukan patroli. Pelaku yang mengetahui aksinya telah terlihat penjaga malam bersama rekannya langsung melarikan diri ke arah Jalan Perkebunan.

Sialnya, saat melintas di jalan itu sepeda motor yang dikendarai oleng karena terjerembab ke dalam lumpur lantaran adanya galian drainase. AKibatnya, pelaku pun terjatuh dari kendaraan.

Petugas jaga malam yang telah mengikuti pelaku dari arah belakang melihat pelaku terjatuh langsung menghubungi rekannya bernama Sunardi untuk menangkap pelaku. Tak lama, Sunardi pun datang dan kemudian menghampiri pelaku.

Takut pelaku kembali kabur, Erwin dan Sunardi yang mengendarai sepeda motor langsung memalangkan kendraannya agar pelaku tak dapat kabur. Keduanya kemudian berteriak maling.

Mendengar adanya teriakan membuat warga beramai-ramai mendatangi lokasi. TS bersama ketiga rekannya berupaya kabur. Apes bagi TS, tak berhasil melarikan diri.

Warga yang sudah geram dengan perbuatan pelaku tanpa dikomandoi menghakiminya dengan menghajar pelaku hingga babak belur. Diduga akibat banyak kehilangan darah, usai dihakimi masyarakat akhirnya pelaku tewas di lokasi kejadian.

Personel Polsek Medan Timur yang mendapatkan laporan adanya pelaku maling tewas dihakimi warga dengan cepat mendatangi lokasi. Tak beberapa lama berselang petugas pun membawa jasad pelaku ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

“Ya benar ada pelaku curanmor yang tewas dihakimi warga setelah aksinya diketahui petugas penjaga malam. Saat ini jasadnya masih berada di RS Bhayangkara,” ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Ainul Yaqin.

Dia menyebutkan, dalam aksinya pelaku dibantu tiga rekannya yang kini berhasil melarikan diri. Dari tangan tersangka petugas berhasil mendapatkan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Supra x 125 BK 2720 APQ warna hitam, satu unit kunci letter T, satu kunci sepeda motor merek honda.

“Untuk ketiga pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri masih dalam pengejaran petugas. Dalam kasus pencurian itu telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui aksi pencurian tersebut,” tukasnya. (TT/int)

Peredaran Uang di Sumut Tumbuh Dua Kali Lipat

 
Ilustrasi.

TobaTimes, Medan - Pertumbuhan peredaran uang yang masuk di Sumatera Utara (Sumut) tumbuh dua kali lipat pada tahun ini. Pertumbuhan yang terjadi karena lebih besar yang masuk ketimbang yang keluar.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Sumut Difi A Johansyah mengatakan, berdasarkan data yang ada sejak Januari hingga November 2016, uang yang masuk mencapai Rp27,08 triliun (inflow).

Sedangkan uang yang keluar (outflow) Rp13,2 triliun. Kondisi ini juga terjadi di provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

‘’Dari data tersebut, menunjukkan karakteristik di Sumut lebih banyak uang masuk dibanding uang keluar. Hal ini terjadi kemungkinan karena Sumut dan Sumbar merupakan daerah perdagangan. Jadi, besarnya uang yang masuk banyak berasal dari luar daerah itu sendiri, sehingga rasionya mencapai dua kali lipat,” papar Difi baru-baru ini.

Dia menuturkan, dari uang yang masuk ke Sumut tersebut tidak semuanya merupakan uang lusuh karena sebagian diproses lagi (sortir). Namun begitu, ia tidak bisa memastikan berapa persentase uang lusuh lantaran cukup sulit menghitungnya. (TT/int)

27.11.16

Nelayan Ungkap Praktik Pungli Oknum Pol Air


TobaTimes, Medan - Praktik pungutan liar (pungli) dialami pengusaha kapal Mariana, asal Kabupaten Batubara. Kali ini, dilakukan oknum Pol Air.
Ilustrasi.
Pengusaha kapal bernama Mariani, mengaku dimintai uang dengan jumlah bervariasi, mulai Rp400 ribu sampai Rp700 ribu setiap bulan oleh oknum Pol Air. Ia menyebutkan, sebesar Rp400 ribu untuk setiap kapal dompeng, Rp600 ribu per kapal 4 peston dan Rp700 ribu per kapal 6 peston.

‘’Jika dihitung seluruhnya dari 20 unit kapal 6 peston, 17 unit kapal 4 peston dan 10 unit kapal dompeng, maka harus dibayar Rp28,2 juta per bulan," ungkapnya, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi B DPRD Sumut, kemarin.

Tapi belakangan pengusaha kapal Mariana mengaku terpaksa menunggak bayar. Hal itu dikarenakan kapalnya yang rusak. ‘’Tapi petugas yang biasa mengambil uang itu tidak percaya dengan kondisi saya. Malah kapal saya diancam bakal ditangkap," sebutnya.

‘’Tapi kalau pengusaha ngasi uang banyak, mereka tidak berani menangkap kapalnya. Kalau kami rakyat kecil dijadikan tumbal hukum. Kapal kami ditangkap demi menegakkan peraturan,” kata pengusaha kapal Mariana ini kesal.

Ia menegaskan, jika ingin menegakkan hukum, maka tangkap semua kapal yang menggunakan alat tangkap ikan sama seperti yang mereka gunakan.

Namun, perwakilan Diskanla Sumut membantah adanya kutipan resmi kepada pengusaha kapal penangkapan ikan di Sumut. ‘’Kutipan itu tidak ada, tapi kami cenderung itu dilakukan pemuda setempat," ujarnya.

Dit Pol Air Poldasu Kombes Pol Syamsul Badhar yang saat itu ikut menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi B DPRD Sumut, mengatakan bahwa hal itu tidak benar.

‘’Kami tidak ada menerima 600 ribu rupiah dari pemilik kapal seperti yang diterangkan oleh yang termaksud. Jadi itu tidak benar, yang disebutkan oleh ibu itu tidak benar semuanya," bantah Syamsul.

Sementara, Sekretaris Komisi B Aripay Tambunan, yang memimpin RDP mengatakan bahwa kasus ini di RDP-kan karena pelapor merasa keberatan dengan ketidakadilan hukum dan terkait Permen Nomor 2 Tahun 2015.

‘’Jadi di rapat terungkap bahwa ada 11 ribu kapal yang masih menggunakan alat tangkap ikan hela dan trawl. Jadi ini tugas pemerintah juga," ujar Aripay.

Lebih lanjut, politisi PAN ini mengatakan bahwa kasus yang digelar sekarang ini sudah P21 dan sudah ditahapan ke Kejaksaan.

‘’Pihak kepolisian menyebutkan bahwa kasus ini sudah (P-21). Jadi kita tidak bisa mengintervensi kepolisian. Kita akan menyurati kejaksaan asgar segera memberikan keadilan kepada Ibu Mariani," pungkasnya. (TT/int)

24.11.16

Kasus Bansos, Gatot Pujo Nugroho Divonis 6 Tahun Penjara


TobaTimes - Mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dijatuhi hukuman enam tahun penjara di Pengadilan Tipikor, Medan, Kamis (24/11) siang.
Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya.
Gatot dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi Sumut tahun anggaran 2012-2013 yang merugikan negara Rp4,034 miliar.

Selain hukuman badan, Gatot juga dikenakan denda Rp200 Juta subsider 4 bulan kurungan. Gatot terlihat menundukan kepala sepanjang majelis hakim membacakan vonis terdakwa.

Dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim Djaniko Girsang tersebut, JPU telah menghadirkan 48 saksi dari unsur pejabat Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu), Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD), lembaga penerima dana serta 3 saksi ahli dari dari pihak JPU dan terdakwa.

Dalam dakwaan JPU yang dibacakan pada persidangan sebelumnya, mantan Gubernur Sumut ini didakwa telah menitipkan sejumlah nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk diberikan kucuran dana hibah dan bansos dari tahun anggaran 2012-2013.

Gatot juga diduga telah menginstruksikan bawahannya untuk meloloskan 14 LSM fiktif sehingga menerima dana hibah bansos.

Berdasarkan dakwaan tersebut, JPU menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman 8 (delapan) tahun penjara dan denda Rp. 250 juta subsider 6 (enam) bulan kurungan serta uang pengganti senilai Rp. 2,89 Miliar subsider 4 (empat) tahun kurungan.

JPU juga mendakwa Gatot telah melanggar perbuatan sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 51 ayat 1 KUHP. (TT/int)