Showing posts with label WISATA. Show all posts
Showing posts with label WISATA. Show all posts

13.11.16

Enam Dermaga di Danau Toba Segera Diperbaiki


TobaTimes, Parapat - Sarana dan prasarana menuju tempat wisata Danau Toba satu per satu akan diperbaiki demi kemajuan pariwisata di danau terbesar di Indonesia itu.
Danau Toba.
Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun ikut aktif mewujudkan Danau Toba sebagai salah satu distinasi prioritas yang termasuk dalam '10 Bali Baru'.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto dalam rapat di Hotel Inna Parapat di Simalungun, Sumut, baru-baru ini. Rapat dihadiri beberapa pejabat seperti Bupati Samosir, Bupati dan Wakil Bupati Toba Samosir, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Humbang Hasundutan serta jajaran pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Utara.

Pudji mengatakan salah satu KSPN yang mendapat dukungan Kementerian Perhubungan yaitu kawasan wisata Danau Toba di Sumatera Utara.

"Kami mempercepat pembangunan wisata di kawasan tersebut dengan perbaikan dermaga di kawasan Danau Toba,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk 2016 ini ada enam dermaga yang mendapat perhatian khusus, yaitu dermaga Ajibata Rakyat, Dermaga Tomok Wisata, Dermaga Balige, Dermaga Onanrunggu, Dermaga Muara serta Dermaga Nainggolan.

Tidak hanya dermaga, sektor lalu lintas dan angkutan jalan juga akan ditingkatka, seperti perlengkapan rambu-rambu menuju obyek wisata Danau Toba dan guard-rail demi keselamatan. Sebab, karena kondisi jalan di sekeliling danau masis sempit dan berkelok-kelok.

Terkait kondisi beberapa jembatan timbang yang tutup pasca-pemberlakukan operasi berantas pungutan liar, Pudji Hartanto berharap agar Gubernur Sumatera Utara segera memerintahkan jajarannya kembali mengoperasikan fasilitas yang juga dikenal dengan sebutan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) itu. Sebab, kewenangan pengelolaan jembatan timbang ada di provinsi.

“Jadi, kewenangan membuka atau menutup ada pada gubernur,” ujar Pudji.

Dia menyatakan, pengelolaan UPPKB belum menjadi kewenangan pusat. Artinya, operasional jembatan timbang masih jadi wewenang Pemerintah Provinsi Sumut. “Saya tegaskan belum menjadi kewenangan pusat, nanti awal 2017 baru kami (Kementerian Perhubungan) yang kelola,” katanya.

Kementerian Perhubungan tidak pernah memberi perintah jembatan timbang tutup. Bahkan, ia menyarankan seluruh pegawai UPPKB di Sumut kembali bekerja sesuai mekanisme yang ditentukan.

Lebih lanjut dikatakan, proses serah terima kewenangan jembatan timbang harus dilakukan didahului inventarisasi. Namun, mestinya inventarisasi tak menghambat operasional jembatan timbang dalam memberikan pelayanan. “Diimbau untuk semua pihak di lingkungan Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan dan aparat di daerah untuk menghindari aksi pungli,” katanya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun mengapresiasi kinerja Kemenhub. Sebab, kementerian yang dipimpin Budi Karya Sumadi itu bekerja cepat dalam mendukung pariwisata. (TT/int)

7.11.16

Danau Toba akan Dipasarkan Secara Digital


TobaTimes, Jakarta - Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) terus membenahi Danau Toba sebagai salah satu dari 10 'Bali Baru' yang diprogramkan pemerintah. Kini Kemenpar siap memasarkan Danau Toba secara digital.

Danau Toba.
Menpar Arief Yahya juga selalu memantau perkembangan dengan kacamata 3A, yaitu atraksi, akses dan amenitas.

Atraksi terus dipoles. Dicarikan sisi paling kuat sebagai magnit untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke sana. "Tidak mungkin hanya danau-nya, sebab itu harus dinemukan kombinasi cantik antara nature (alam), culture (budaya) dan man made (kreasi manusia). Inilah nanti didesain secara integrated oleh Badan Otorita di sana," ujar Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.

Sedangkan akses, katanya, percepatan perpanjangan landasan pesawat di bandara Silangit dari 2200 meter menjadi 2.650 meter. Pelebaran runaway dari 30 meter menjadi 45 meter, pembangunan terminal, yang semula didesain untuk kapasitas 100 ribu penumpang setahun, sekarang per bulan sudah 15 ribu dan per tahun 180 ribu.

"Sudah overloaded, sehingga harus sekalian di desain untuk 10-20 tahun yang akan datang. Silangit tidak lama lagi harus sudah menjadi international airport," katanya.

Jalan dari Silangit ke Parapat sudah diperlebar di kanan kiri. Outer ring road di Samosir sedang dalam proses oleh Kemen PU PR. Jalan tol dari Kuala Namu ke Tebing TInggi, lanjut ke Pematang Siantar. Lalu pelebaran jalan dari Siantar ke Parapat.

"Ditambah lagi aka nada aktivasi kereta api dari Medan ke Pematang Siantar. Itu akan sangat membantu pengembangan akses menuju danau terdalam di dunia tersebut," ungkapnya.

Terakhir Amenitas. Arief Yahya mengatakan, amenitas membangun fasilitas hotel, akomodasi, resort, restoran, cafĂ© dan lainnya. Salah satu tugas BOP Danau Toba adalah membentuk KEK –Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata seperti Nusa Dua Bali-nya Danau Toba. "Saya tidak terlalu khawatir, karena sekarang sudah banyak investor yang siap masuk ke kawasan Danau Toba," paparnya.

Lalu bagaimana memasarkan Danau Toba agar bisa menjangkau semua?

"Tidak ada cara lain, Go Digital! Customers kita sudah digital lifestyle, sudah bergaya hidup digital. 70 persen orang search and share dengan digital. Karena itu kita tidak boleh menggunakan cara konvensional untuk menjaring mereka. Ketika customers sudah berubah, maka kita sebagai penyedia jasa juga haru berubah pula," tegasnya.

Ringkasnya, Kemenpar akan menyediakan pasar digital, lalu para pelaku industry dan pebisnis menggunakan pasar itu untuk berjualan. Pasar itu tidak tampak mata, tetapi berada di dunia maya, atau istilahnya Digital Market Place. (TT/dtc/int)

5.11.16

Di Danau Toba Perlu Ada Galangan Kapal


TobaTimes, Tobasa - Untuk menyokong program pemerintah mewujudkan Danau Toba sebagai kawasan destinasi wisata yang unggul, perlu kiranya disiapkan sarana dan prasarana pendukung. Dalam hal kelengkapan trasportasi danau, misalnya, sudah saatnya dibangun depot BBM dan galangan kapal.

Kapal wisatawan berlayar di Danau Toba.
Hal itu dikatakan salah seorang pemerhati pariwisata Tobasa Abdi PH Saragi, Sabtu (5/11/16). Menurutnya, hal itu akan memberikan rasa nyaman kepada wisatawan yang ingin mengelilingi Danau Toba dengan kapal.

"Berkunjung ke Danau Toba, wisatawan tentu ingin menjelajahi danaunya. Fasilitas transportasi danau harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman. Ketika seorang wisatawan menaiki kapal mengelilingi Danau Toba, bagaimana keselamatan jiwanya? Untuk itu, kapal yang digunakan harus bisa menjamin keselamatan jiwa wisatawan," katanya.

Oleh karena itu, seyogianya ada lembaga yang menjamin laik tidaknya sebuah kapal beroperasi. Dan setiap kapal harus dilengkapi dengan alat-alat keselamatan seperti pelampung, life jakets, pelempar tali penolong, isyarat visual dan alat-alat keselamatan lainnya.

"Jika ini terpenuhi, maka wisatawan akan merasa nyaman," ujar Saragi.

Dia mengatakan, program pengembangan wisata Danau Toba sangat menjanjikan. Sektor tersebut diharapkan mampu menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat sekitar. Untuk itu, dia berharap agar pemerintah pusat, provinsi dan daerah, serta masyarakat harus serius mendukung program tersebut.

Sementara, Kadishubkominfo Tobasa Ir Pargaulan Sianipar mengatakan bahwa keberadaan galangan kapal sudah menjadi bahan perhatian Pemkab Tobasa.

"Kita sedang cari lahan, namun belum fiks. Padahal untuk pembangunannya, akan ada bantuan dari Pusat. Jadi kami berharap semua pihak khususnya masyarakat Tobasa turut mendukung," katanya. (TT/int)

2.11.16

Hidupkan Kereta Siantar Ekspres sebagai Akses ke Danau Toba


TobaTimes, Jakarta - Akses menuju Danau Toba terus dicari solusi tercepat, termurah, dengan impact (dampak) yang paling produktif dan ekonomis. Itulah cara yang paling masuk akal dan bisa membuat danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia itu cepat hidup dan berkembang sebagai destinasi kelas dunia.

Kawasan Danau Toba.
“Langkah aktivasi jalur kereta dari Medan ke Pematangsiantar 127 kilometer via Lubuk Pakam dan Tebing TInggi juga segera diaktivasi,” kata Hiramsyah Sambudy Thaib, Ketua Pokja Percepatan 10 Bali Baru Kemenpar, Senin (31/10).

Dari sisi akses, progressnya terlihat oke. Itu terlihat dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Danau Toba, terkini. Saat ini, terdapat jalur kereta api lama dari Medan-Siantar yang berada di bawah pengelolaan Divisi Regional I (Sumatera Utara dan Aceh). Di jalur tersebut saat ini beroperasi kereta Siantar Express dengan frekwensi satu kali setiap hari. “Jika jalur ini diteruskan ke Parapat, maka bisa menjadi alternative akses ke Danau Toba dari Medan dan Kualanamu. Itu akan sangat mungkin karena jaraknya tinggal 40 km lagi,” timpal Arie Prasetyo PIC Danau Toba Kemenpar.

Terkait rencana jalur kereta api tersebut, Arie mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kemenhub. Hasilnya? PT KAI telah menyusun proposal dan studi inception report untuk jalur kerata api Medan-Danau Toba. Keseriusan Kemenpar untuk membangun 3A, Akses, Atraksi dan Amenitas memang tidak tanggung-tanggung di Danau Toba.

“Tahun 2017 pembangunan fisik terkait 3A itu sudah mulai, Badan Otorita sudah akan bekerja untuk mewujudkan Danau Toba sebagai the world class tourism destination,” kata Menpar Arief Yahya.

Danau Toba, adalah satu dari tiga kawasan 10 Bali Baru yang mendapatkan prioritas pembangunan infrastruktur seperti aksesabilitas jalan, penyediaan akses baku, sanitasi, terus bergerak memacu pembangunan kawasan wisata. Dari mulai akses, atraksi dan amenitas, semuanya terus digenjot dari hari ke hari. Semua lini semakin bersemangat untuk cepat-cepat menyulap Danau Toba menjadi objek wisata berkelas dan dipromosikan besar-besaran di mancanegara.

“Kami serius menggarap Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Kami sudah mengajak stakeholder melihat bagaimana Tiongkok mendesain landscape dan memoles wajah Danau West Lake di Hangzhou. Danau Toba lebih besar, lebih jernih airnya, lebih dalam, lebih berpotensi, jika digarap serius dan kompak. Danau Toba adalah danau nomor dua terbesar setelah Victoria Lake di Afrika. Itu potensi yang luar biasa, baik alam maupun budayanya,” sambung Hiramsyah.

Dan faktanya, banyak keistimewaan Danau Toba yang layak dijadikan tujuan wisata kelas dunia. Pulau Samosir misalnya. Pulau yang berada di tengah Danau Toba itu mempunyai luas 64 ribu hektare. Luasnya tidak kalah dengan Singapura. Culture-nya? Jangan ditanya lagi. Dari mulai tampilan rumah adat, seni budaya, makam raja-raja Batak, semuanya ada di sana. Ibarat memesan makanan di restoran siap saji, Anda dapat menemukan wisata alam, budaya, sejarah, kuliner, hingga spiritual sekaligus.

Tak ingin menyia-nyiakan potensi besar tadi, tim Pokja Percepatan 10 Bali Baru langsung bergerak cepat menggandeng semua pihak untuk mempercepat pembangunan akses, atraksi dan amenitas. Dan saat ini, semuanya sedang running.

Amenitasnya? Juga ikut digeber. Dari paparan Arie, pada 24-25 Oktober 2016, tim Konsultan Aedas telah melakukan kunjungan lapangan ke Kawasan Otoritatif 600 ha di Tobasa. Dari hasil kunjungan lapangan itu, tim Aedas akan langsung menyiapkan materi visioning masterplan yang akan dipresentasikan dalam Rapat Tingkat Menteri terkait Danau Toba. “Jadwal rapat tingkat menteri  masih tentatif. Sekitar 15 November 2016,” tambahnya.

Atraksinya? Disinkronkan dengan hasil kunjungan Menpar Arief Yahya dan Tim Danau Toba ke Xi Hu, Hangzhou Tiongkok. Hal yang sangat wajar mengingat Danau di Hangzhou itu adalah satu dari 7 destinasi paling indah di Tiongkok. Selain itu, Xi Hu juga sudah diakui UNESCO sebagai salah satu situr peninggalan sejarah dunia. Keindahan Xi Hu juga menjadi sumber inspirasi bagi para seniman dan penyair sejak abad ke-9.
“Hasil kunjungan itu akan kami tindaklanjuti.  Pada 7-9 November akan diadakan pertemuan di Kabupaten Samosir yang diprakarsai Pemprov Sumut dengan para Bupati di Kawasan Danau Toba. Agenda rapatnya adalah mem-follow up kunker ke Hangzhou pada 10-13 Oktober 2016,” papar Arie.

Satu hal lain yang sedang disiapkan adalah persiapan mempromosikan Geopark Toba ke level dunia. Actionnya? Sudah mulai digeber sejak 25 Oktober 2016. Di 25 Oktober, Arie mengaku sudah menggelar rapat terkait Geopark Toba bersama Penasihat Senior Kementerian Pariwisata Harry Waluyo , Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural. Hari Untoro Drajat dan Ketua Pokja 10 Destinasi Prioritas.

“Agenda rapat membahas kemungkinan pengusulan Geopark Toba sebagai Unesco Global Geopark-UGG. Sebelumnya Geopark Toba  ditetapkan sebagai Global Geopark Network-GGN di 2016,” beber Arie.
D
an mimpi ini langsung dilanjutkan dengan rapat koordinasi dengan Kemenko Maritim dan Sumber Daya. Hasilnya? Kemenko Maritim dan Sumber Daya sepakat dengan pengusulan Geopark Toba sebagai Unesco Global Geopark-UGG. “Implikasinya adalah penyiapan dossier. Itu harus diselesaikan pada 30 November 2016,” pungkas Arie. (TT/int)

30.10.16

Fam Trip Eropa Kunjungi Danau Toba Awal November


TobaTimes, Jakarta - Program Fam Trip Tour Operator lima negara Eropa, pada 17-25 November 2016 membidik Danau Toba sebagai salah satu destinasi kunjungan. Agenda yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu diharapkan bisa membuat Danau Toba makin ngetop, makin popular, makin familiar di Eropa.
Tari Sigale-gale.
Sebab, Danau Supervolcano yang terbentuk oleh letusan dahsyat 74.000 tahun silam itu sudah dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan Eropa.

Dikatakan, ada 19 nama dari lima negara di Eropa yang akan datang mulai dari Polandia, Austria, Hungaria, Slovakia hingga Bulgaria. Itu terdapat dalam list partisipan yang diboyong Kemenpar.

“Yang terbanyak dari Polandia. Dan kegiatan ini akan memperkaya pemahaman orang tentang potensi wisata di Danau Toba, Jakarta, Tana Toraja dan Wakatobi,” ujar Nia Niscaya, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar, Senin (17/10).

Nia Niscaya mengatakan, Danau Toba merupakan danau terbesar kedua di dunia dan danau vulkanik terbesar nomor 1 di dunia. “Toba juga tercatat sebagai danau terdalam di dunia. Dalamnya 500 meter. Ini membuat Danau Toba sangat layak untuk dikunjungi Famtrip Tour Operator Eropa,” katanya.

Setelah itu, ada Pulau Samosir, yang luasnya sebesar Singapura. Ada sajian pertunjukan Sigale-gale yang siap menyapa. Bagi yang belum tahu, Sigale-gale adalah sebuah boneka yang memiliki cerita mistis. Bonekanya bisa menari sendiri.

"Semuanya bisa dilihat dengan mata kepala sendiri di lokasi tempat asal muasal cerita itu dibuat,” ujar Nia.

Seluruh peserta famtrip juga akan digiring ke Desa Ambarita. Inilah salah satu tempat wisata yang kaya akan peninggalan sejarah di masa kepemimpinan Raja Sidabutar, tokoh yang dipercaya menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di pulau tersebut.

“Di sini peserta famtrip bisa melihat dari dekat makam Raja Sidabutar, yang berusia 450 tahun. Bisa menyaksikan rumah adat Batak yang masih terpelihara. Jadi semua tour operator punya gambaran paket-paket apa yang bisa disiapkan saat berwisata ke Danau Toba,” ujar Nia.(TT/int)

Rp766 Miliar Dikucurkan ke Danau Toba tahun 2017


TobaTimes, Jakarta - Kawasan Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat, telah dipilih pemerintah sebagai prioritas pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional.

Danau Toba
Untuk itu, tahun 2017 mendatang, pembangunan infrastruktur dan sarana penunjang di ketiga wilayah itu akan segerla dilaksanakan. Untuk melangsungkan program tersebut berbagai kementerian dan lembaga akan terlibat di dalamnya, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan menggarap bagian infrastruktur.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp766 miliar yang telah masuk dalam Pagu Tahun Anggaran 2017. "Rp766 miliar itu sudah eligible, sudah jadi bagian datri program pariwisata keseluruhan," kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (KPIW) Rido Matari Ichwan di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Sesuatu data, khusus untuk Danau Toba, Dana yang berasal dari APBN 2017 itu terbagi untuk beberapa program sebagai berikut:

- Penyediaan air baku Rp166,9 miliar, pemeliharaan jalan nasional, preservasi dan pelebaran Rp278,4 miliar.
- Sektor air bersih, persampahan, pengelolaan air limbah dan penataan kawasan kumuh di Danau Toba Rp57,06 miliar.
- Perumahan swadaya di Danau Toba Rp15,75 miliar

"Itu frame dari pemerintah, dan pemerintah cukup segitu tidak perlu menyediakan semua. Banyak swasta yang akan memanfaatkan kerangka pembangunan itu," ujar Rido Matari. (TT/int)

23.10.16

Hujan Jarang Turun, Air Danau Toba Surut 2,5 Meter

 
Kondisi Pantai Bulbul tampak mengering.

TobaTimes, Tobasa - Musim kemarau yang berkepanjangan beberapa minggu terakhir di kawasan Danau Toba, menyebabkan debit air danau terluas itu terus berkurang. Minggu (23/10), air diperkirakan surut hingga 2,5 Meter.

"Saat ini kita perkirakan terjadi penurunan debit air Danau Toba mencapai 2,5 Meter dari sebelumnya. Kondisi itu sangat menganggu aktifitas pengangkutan danau. Seluruh dermaga di wilayah Tobasa tidak bisa berfungsi dengan baik. Kapal-kapal tidak bisa lagi bersandar di dermaga," ujar Kadishubkominfo Tobasa Ir Pargaulan Sianipar kepada wartawan, Minggu (23/10).

Dia menyakini, kondisi itu terjadi akibat kemarau panjang di daerah itu yang sudah berlangsung sejak Januari lalu. "Sejak Januari, lebih panjang musim kemaraunya. Jarang hujan. Seingat saya, baru kali ini kondisi separah ini terjadi di Danau Toba," ujarnya.

Sianipar mengatakan, kondisi itu juga berdampak pada sektor pariwisata pantai. Di pantai Lumban Bulbul di Balige, misalnya, pendangkalan bibir pantai mencapai 10 hingga 20 meter. "Sudah ada 20 meter pantai ini surut," ujar boru Simangunsong, pedagang di pantai Lumban Bulbul sambari mengaku kondisi itu mengurangi kenyamanan pengunjung.

Tak hanya itu, kemarau juga sangat mempengaruhi penghasilan petani di daerah itu. Lahan perkebunan khususnya perkebunan darat seperti Kopi, andaliman, jahe, kunyit, cokelat, kentang, cabai, tomat dan tanaman lainnya umumnya mengalami penurunan produksi yang signifikan.

Sejumlah areal atau lahan perkebunan juga tidak dapat diolah akibat minimnya sumber air. (TT/int)

21.10.16

Gajah di Holiday Resort Labusel Tinggal 17 Ekor

TobaTimes, Labusel - Salah satu objek wisata pusat pelatihan gajah atau Taman Wisata Holiday Resort yang terletak di Desa Aek Raso, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) nyaris tenggelam. Di lokasi tersebut kini tinggal memiliki hanya 17 ekor gajah.

Gajak di Holiday Resort Labusel.
Pantauan wartawan, Kamis (20/10) di lokasi pusat pelatihan itu, terlihat seekor gajah bernama Milwanto sedang memakan dedaunan kelapa sawit yang kakinya terikat rantai yang dipasang oleh petugas pelatihan gajah yang menjaganya.

Seorang petugas pelatihan gajah bermarga Sembiring dan beberapa temannya ketika dikonfirmasi wartawan mengaku di Pusat Pelatihan Gajah tersebut kini hanya terdapat 17 ekor gajah saja dan salah satunya bernama Milwanto.

Menurut petugas, kenapa gajah tersebut dinamai Milwanto, karena pada tahun 2006 sebelum pemekaran Kabupaten Labusel dari Kabupaten Labuhanbatu terjadi kenangan indah dan bersejarah. “Iya, kala itu Wabup Labuhanbatu bernama Sudarwanto.

Ketika Wabup menghadiri acara di sini, kemudian lahirlah seekor anak gajah. Kemudian bapak itu memberikannya nama. Gajah itu bernama Milwanto dan kini sudah berusia lebih kurang 10 tahun,” sebutnya.

Dia pun menceritakan, demi menjaga kelangsungan hidup para gajah, setidaknya harus memiliki lahan yang cukup memadai dan diperkirakan seluas ribuan hektare seperti yang disebutkan salah seorang tim pelatih gajah berasal dari negara Autralia. Tetapi pada kenyataanya kini areal lahan saat ini sudah jauh berkurang sejak terjadinya reformasi karena sudah ditanami perkebunan kelapa sawit serta pemukiman masyarakat.

Menurutnya, lokasi pusat pelatihan gajah ataupun taman wisata Holiday Resort ini merupakan aset Negara, diharapkan pihak pemerintah kiranya dapat mencari solusi ataupun memindahkan lokasi ke tempat yang baru nantinya. Mengingat kelangsungan hidup para gajah dan perkembangannya. Sehingga tidak ada kekuatiran bagi masyarakat nantinya jika seekor gajah sewaktu-waktu menyerang pemukiman warga karena stres.

“Ketika acara itu, pak Wabup Sudarwanto memberikan nama anak gajah itu, sedangkan saat ini lahannya sudah jauh berkurang bila dibandingkan sebelum reformasi tahun 2007 lalu, bahkan gajah yang tersisa hanya tinggal 17 ekor lagi. Kalau lahan semakin berkurang dikuatirkan gajah-gajah akan punah,” tuturnya.

Sementara Udin Lubis salah seorang warga Kecamatan Torgamba mengimbau pemerintah agar dapat melakukan pelepasan lahan yang kini telah diduduki oleh masyarakat. Kenapa, menurutnya, agar lahan itu memiliki status surat yang jelas karena tanpa adanya pelepasan lahan yang sah, maka pembangunan daerah pun jadi terhambat.

“Mari kita lihat saja, seperti pihak PLN tidak mau memasukkan instalasi arus listrik. Padahal kalau kita lihat dari jumlah penduduk di lokasi pelatihan gajah sudah selayaknya dialiri PLN, tetapi nyatanya tidak mungkin karena belum ada pelepasan lahan itu, makanya PLN tak mau memasukkan listrik,” sindirnya. (TT/int)

20.9.16

Luhut Makin Optimis Masa Depan Danau Toba


TobaTimes-Menteri Kordinator Maritim dan Sumber Daya Luhut Panjaitan semakin optimis dengan masa depan pengembangan pariwisata Danau Toba. Optimisme itu tampak dari acara Samosir Lake Toba Ultra Marathon 2016.

Luhut Panjaitan
Sebanyak 1.056 pelari dari 18 negara turut ambil bagian dalam event yang digelar Sabtu lalu itu. Para peserta bahkan datang berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, India, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Zimbabwe, dan Kenya.

Oleh karena ini, Luhut meminta agar acara ini dipertahankan dan digelar setiap tahun. "Acara ini harus dipertahankan karena banyak keindahan yang ditawarkan," ujar Luhut Binsar Panjaitan di Facebook Kementerian Pariwisata, Selasa 20 September 2016.

Menurut Luhut, Samosir Lake Toba Ultra Marathon 2016 memiliki kemasan sport tourism dengan warna berbeda. Sebab acara tersebut  digelar di pinggir Danau Toba yang merupakan salah satu obyek wisata andalan Sumatera Utara.

Ketika even berlangsung, peserta lari dapat menikmati pemandangan alam kaldera yang kaya dengan cerita asal muasal terbentuknya danau sepanjang 117 kimometer tersebut. Mereka juga dimanjakan oleh perbukitan yang hijau, jajaran pohon pinus, dan beningnya air danau.

Selama berlari, mereka melewati sejumlah destinasi dengan panorama alam yang indah. Mulai dari panorama Sianjur Mula-Mula, Batu Hobon yang sakral, pantai, lembah, bukit dan perkampungan budaya.

"Jadi sangat pas menyeriusi pariwisata. Saat sektor yang selama ini menjadi andalan sedang meredup, event sport tourism seperti Samosir Lake Toba Ultra Marathon 2016 justru banyak mengundang wisatawan datang. Tahun depan harus ada lagi," tambah Luhut.

Salah seorang pelari asal Malaysia, Nadia Dzulquarnie, mengaku senang mengikuti event ini. Sensasi berlari di Danau vukanik nomor dua terbesar di dunia itu, menurutnya sangat unik. Dia mengaku siap ambil bagian di edisi 2017.

"Samosir Lake Toba Ultra Marathon pemandangannya lebih indah dari event di Bali. Kalau di Bali, lebih culture-nya. Jadi kami akan coba ikut 50 K kalau acara ini digelar lagi," kata Nadia.

Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sport tourism adalah salah satu cara terbaik mempromosikan destinasi pariwisata. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan keramahan terhadap para wisatawan yang datang

"Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan, kerapian, keramahan dan hospitality. Beri kesan yang terbaik, pada siapapun wisman yang datang, karena mereka bisa menjadi informal endorser di media sosial," katanya. (TT/int)

12.9.16

Pengunjung FDT Membludak, Jalanan Menuju Muara Sangat Padat

Jalan menuju Muara dipadati kendaraan.
 
TobaTimes-Diperkirakan puluhan ribu pengunjung telah berkunjung ke Taput untuk menyaksikan Festival Danau Toba di Muara.

Jalanan kawasan digelarnya acara itu tampak sangat padat sejak Sabtu (10/9) hingga Minggu (11/9), sehingga sempat mengalami kemacetan sepanjang 15 kilometer di Tarutung menuju Muara.

Penyelenggaraan FDT yang berlangsung hingga 12 September 2016 menyajikan hiburan Tortor Batak, Fashion, Lomba Renang Danau Toba, Lomba lari, Gantole dan lain-lain. Para pengunjung ingin menyasikan langsung seluruh kegiatan.

Rita boru Simangusong, warga Kota Medan, mengatakan, mereka naik kendaraan mobil pribadi dari Medan dan ingin menikmati hari libur sekaligus mengunjugi FDT di Muara-Tapanuli utara.

"Baru pertama kali datang ke sini untuk melihat obyek wisata Danau Toba Muara sambil liburan. Jalan macet akibat banyaknya pengunjung yang naik kendaraaan," ujar Rita bersama suaminya Sitompul yang turut membawa anak-anaknya.

Berdasarkan pantauan, sepanjang jalan Muara, pengunjung tumpah menyambut Festival Danau Toba dengan kendaraan mobil pribadi dan kendaraan roda dua.

Festival Danau Toba di Muara turut dihadiri tujuh daerah Kabupaten kawasan Danau Toba dan Propinsi Sumatera Utara. Setiap daerah ikut ambil bagian mempertunjukkan kebolehannya selama festival. (TT/int)

10.9.16

7 Bupati Kawasan Danau Toba Perlu Bikin Even Setiap Bulan

Gubsu pada pembukaan FDT 2016 di Muara.
TobaTimes-Jika ingin pariwisata Danau Toba sukses, tujuh bupati se-kawasan Danau Toba membuat even setiap bulan, atau paling tidak sekali setahun. Even acara itu itu tentu berbasis prmosi.

Hal itu dikatakan Gubernur Sumatera Utara H Tengku Erry Nuradi di Muara, Jumat (9/9).

"Tujuh bupati se-kawasan Danau Toba perlu setiap tahun atau setiap bulan mengagendakan even dengan promosi untuk meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan ini. Bisa bekerjasama dengan Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah Pusat," ujar Gubsu.


Dia mengatakan, infrastruktur saat ini sudah mulai baik, sudah ada Bandara Silangit, dan menyusul Bandara Sibisa di Tobasa. Bandara Kualanamu bahkan sudah kelas internasional.

"Dukungan infrastruktur itu harus didukung masyarakat, bisa memanfaatkan untuk bisnis akomodasi seperti homestay, restoran, konter souvenir. Transportasi dari Bandara Sulangit ke Muara belum ada pendukung, ini tantangan bagi masyarakat," ujarnya.

"Bagaimana masyarakat menyambut tamu-tamu kita, itu penting agar wisatawan itu menjadi raja. Itu bagian tugas dari kita semua," katanya lagi.

Festival Danau Toba 2016 diresmikan Gubsu T Erry Nuradi, Bupati Taput Nikson Nababan, staf Menteri Pariwisata Hari Guntoro, DPR RI Sukur Nababan, Ketua DPRD Sumut Fernando Sumanjuntak, Danrem Sibolga Richad Tampubolon dan tokoh masyarakat. (TT/int)


 

Senyum, Sapa dan Salam untuk Danau Toba Kita

 
Bupati Taput berangkatkan karnaval mobil hias FDT 2016.
TobaTimes
-Gubernur Sumatera Utara H Tengku Erry Nuradi membuka secara resmi Festival Danau Toba (FDT) yang berlangsung mulai 9 hingga 12 September di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

T Erry mengatakan, Danau Toba adalah destinasi penting di Indonesia, bahkan di mancanegara. Dan untuk tujuan itulah dibentuk  Otorita Danau Toba untuk memperlancar pembangunan kawasan Danau Toba yang bersinggung dengan tujuh kabupaten di Sumatera Utara.

“Sesuai data, pada tahun 2015, pengunjung mencapai 229 ribu dan itu harus dimanfaatkan," kata Gubsu.

Oleh karena itu, dia berharap agar masyarakat mengambil peran, antara lain meningkatkan kreativitas dan penyediaan suvenir pariwisata. Ini penting untuk memajukan dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Selain itu, masyarakat kawasan juga diminta melestarikan budaya dan alam, sebab keduanya itu adalah daya tarik dan hiburan yang akan membuat wisatawan betah di kawasan Danau Toba.

“Sangat penting membuat even berskala nasional maupun lokal untuk menarik wisatawan. Masyarakat juga diharapkan menerapkan konsep 3S, yakni senyum, sapa dan salam," ujarnya.

Sementara, Bupati Taput Nikson Nababan mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin melakukan pembenahan kawasan Danau Toba menjadi destinasi warisan dunia dengan keragaman Kaldera Toba.

Anggota DPR RI Sukur Nababan yang turut hadir menyampaikan bahwa FDT adalah sarana mewujudkan masyarakat yang berdikari. Oleh karena itu, wilayah kawasan Danau Toba yang mencakup 7 kabupaten harus ditanggungjawabi Provinsi Sumatera Utara.

"Menjadikan program nyata bekerjasama dengan pusat karena Danau Toba adalah warisan dunia. Diminta agar membangun infrastruktur ke daerah wisata Danau Toba. Ini juga sebagai langkah mengembalikan sejarah di Indonesia," ujarnya.

Staf Menteri Pariwisata Hari Guntoro mengatakan, budaya dan sejarah Danau Toba adalah potensi bagi 7 kabupaten untuk dipromosikan. (TT/int)

9.9.16

Festival Danau Toba Dimulai, Bupati Lepas Karnaval

Bupati Nikson Nababan melepas karnaval mobil hias.
TobaTimes-Festival Danau Toba (FDT) tahun 2016 resmi dibuka dan dimulai Jumat (9/9/2016) hari ini. Dalam acara pembukaan, Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan dan Nyonya Satika Nikson Nababan, melepas Karnaval FDT tahun 2016 dari Kota Tarutung menuju Muara.

Tampak juga hadir pada acara pelepasan Wakil Bupati Taput Mauliate Simorangkir, Ketua DPRD Ottoniyer Simanjumta, dan sejumlah tokoh masyarakat. Ribuan masyarakat Taput juga tumpah di Jalan Sisingamangara Tarutung menyaksikan karnaval yang diwarnai musik tortor dan gondang Batak.

"Semoga Tuhan menyertai pelaksnaan FDT ini dan mendapat dukungan dari masyarakat," ujar Nikson Nababan ketika melepas karnaval mobil hias.

Salah seorang tokoh masyarakat B Hutabarat mengatakan, pelaksanaan FDT akan menjadikan Taput sebagai ikon wisata nasional di Indonesia dan akan berkenalan dengan budaya Batak.

"Sebagai masyarakat Taput, kita mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang mendukung FDT dilaksanakan di Muara. Juga kita sampaikan terimakasih kepada para sponsor, berbagai elemen masyarakat, dan para perantau yang turut berpartisipasi memajukan Tapanuli Utara," katanya. (TT/int)


Mantap, Ada Bus dan Posko Kesehatan Gratis di Festival Danau Toba


TobaTimes-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) selaku tuan rumah pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) 2016, menyediakan empat bus Damri untuk mengangkut para pengunjung secara gratis yang ditempatkan di sekitar Bandara Silangit.
Tortor Sipitu Cawan, salah satu kekayaaan budaya Batak yang dipertunjukkan di FDT..
"Kita akan menyediakan empat unit bus Damri untuk mengangkut para pengunjung yang akan menyaksikan Festival Danau Toba di Muara," kata Kepala Dinas Perhubungan Tapanuli Utara, Erikson Siagian.

Erikson menjelaskan, keempat bus itu akan ditempatkan di dua lokasi. Pertama, di sekitaran Bandara Silangit atau Simpang Bandara Silangit dan Kota Muara. "Semua bus dimaksud akan beroperasi setiap setengah jam, mengangkut para pengunjung selama pelaksanaan FDT berlangsung," sebut Erikson.

Dia juga menyampaikan, agar selama pelaksanaan FDT para pengunjung yang menggunakan kendaraan memarkirkan kendaraan di tempat-tempat (kantong) parkir yang sudah ditentukan panitia. Sehingga pelaksanaan acara tidak terganggu nantinya. Begitu juga para pengunjung yang menumpang bus, agar naik dengan tertib dari tempat-tempat yang sudah disediakan.

"Kita mengimbau seluruh pengunjung jangan memarkirkan kendaraan di sepanjang jalan dalam Kota Muara, sehingga tidak mengganggu pengunjung lainnya. Juga agar tetap memarkirkan kendaraan di tempat-tempat parkir yang sudah ditentukan," ujarnya.

Selain menyediakan bus secara gratis, Pemkab Taput juga menyiapkan 40 pos pelayanan kesehatan secara gratis. Pos-pos itu ditempatkan di sepanjang jalan, mulai 500 meter dari lokasi Bandara Silangit hingga sepanjang jalan menuju Kota Muara. Dinas Kesehatan Tapanuli Utara akan menerjunkan 130 tenaga medis, meliputi 10 dokter dan 120 perawat/bidan dan 15 unit ambulan.

"Selain Posko Kesehatan gratis, kita juga melibatkan Puskesmas yang ada di Muara, supaya jika ada pengunjung yang sakit mendadak, bisa tertangani dengan baik dan cepat," jelas Kepala Dinas Kesehatan Dr Janri Nababan sembari menambahkan pelayanan medis yang disediakan itu akan beroperasi pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB selama pelaksanaan FDT. (TT/int)


6.9.16

Taman Bunga Nusantara Danau Toba Didesain Arsitek Luar Negeri


TobaTimes-Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor mengungkapkan bahwa kehadiran Presiden Repoblik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke puncak panorama Danau Toba di Panoguan Solu, Desa Parulohan, Kecamatan Lintongnihuta, 22 Agustus lalu, ternyata untuk melihat potensi areal seluas 400 hektare yang akan dijadikan taman bunga nusantara (TBN).
Danau Toba
Dan untuk itu, arsitek dari luar negeri pun direncanakan bakal mendesain lokasi itu agar menjadi taman bunga berkelas dunia. ”Bapak Presiden menyampaikan kepada kita bahwa arsitek luar negeri akan mendesain lokasi areal kawasan hutan di Panoguan Solu untuk dijadikan taman bunga nasional berkelas dunia,” ujar Dosmar.

Dia juga menyebut bahwa pihaknya akan bekerja keras mendukung terwujudnya taman bunga nasional tersebut. ”Kita akan all out untuk mendukung semua program pemerintah soal Danau Toba ini. Khususnya untuk terwujudnya taman bunga nasional berkelas dunia itu,” terangnya.

Sedangkan untuk persoalan lahan taman bunga tersebut, Dosmar mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). “Namun, jika ada lahan masyarakat yang masuk di areal, akan dikomunikasikan dengan masyarakat tersebut. Kita yakin masyarkat juga mendukung program besar ini. Yang jelas, kita akan berperan aktif apapun kendala yang timbul nanti,” tandasnya.

Sedangkan untuk penataan sarana infrastruktur di kawasan tersebut, serta pada objek wisata Danau Toba di Bakkara, sepenuhnya akan ditangani pemerintah pusat melalui Badan Otorita Danau Toba (BODT). ”Kalau untuk proyek perbaikan insfrastruktur di lokasi taman bunga maupun objek wisata Danau Toba di Bakkara, itu sepenuhnya ditangani pemerintah pusat dan BODT. Pemkab Humbahas hanya sebagai fasilitator,” paparnya.

Menurutnya, terpilihnya lokasi Panoguan Solu dan Bakkara sebagai lokasi pengembangan wisata Danau Toba di Kabupaten Humbahas, adalah berdasarkan jarak tempuh lokasi dari Bandara Silangit. ”Kedua lokasi itu kita pilih sebagai lokasi pengembangan wisata Danau Toba di Kabupaten Humbahas dengan alasan jarak ke Bandara Silangit yang hanya sekitar 20 kilometer saja,” sebutnya.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat Humbahas agar memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan perekonomian. ”Mari siapkan mental dan memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan perekonomiannya. Ini momen besar dari sisi peluang ekonomi. Tugas kita juga untuk merubah karakter masyarakat agar bermentalitas unggul. Saatnya masyarakat meninggalkan kebiasaan dilayani. Saatnya masyarakat melayani para wisatawan nantinya,” ucapnya.

Dari sisi bisnis, Dosmar juga berharap agar para pelaku ekonomi di daerah itu semakin kreatif. ”Banyak potensi alam kita di Humbahas ini yang berpeluang besar menjadi produk unggul dari hasil kreatifitas. Ada kopi, ada kemenyan, ada hasil tanaman holtikultura, ada jeruk dan hasil alam untuk kerajinan tangan. Jadi, jiwa wirausaha itu harus mulai dikembangkan dari sekarang. Sebab, paling lambat tahun 2019, proyek BODT di kawasan Danau Toba sudah jalan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Presiden Jokowi melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Humbahas pada Senin (22/8) meninjau lokasi rencana pembangunan Taman Bunga Nusantara. Di lokasi rencana pembangunan Taman Bunga Nusantara itu Presiden bersama rombongan tampak menyaksikan alam Danau Toba Humbahas yang begitu mempesona. Dalam kunjungan itu, Presiden menyampaikan bahwa ada banyak sisi keindahan alam Danau Toba yang bisa ditawarkan kepada wisatawan, di antaranya pemandangan alam dan pulau kecil yang cantik.

Presiden juga mengatakan, pemerintah sedang mencari alternatif lokasi yang cocok untuk pengembangan lokasi wisata di kawasan Danau Toba.

“Lokasi ini salah satunya. Di sini, seperti yang disampaikan bupati (Bupati Humbahas, red) tadi ada 400 hektare. Di sini dapat dipakai untuk taman bunga, resort, hotel atau wisata lain yang bisa memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat,” papar Jokowi saat itu. (TT/int)

Hadiri Festival Danau Toba, 9-12 September 2016 di Muara


TobaTimes-Festival Danau Toba (FDT) yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai agenda rutin, tahun 2016 ini akan digelar pada tanggal 9 hingga 12 September 2016. FDT 2016 merupakan upaya promosi potensi pariwisata Danau Toba sebagai destinasi berbasis geopark. Acara ini diadakan di Muara, salah satu kota di Tapanuli Utara (Taput).
Lanskap Kota Muara, Tapanuli Utara. (Foto/Int)
Pemilihan Muara sebagai tempat berlangsungnya FDT 2016 karena Muara memiliki akses yang dekat dengan Danau Toba. Selain itu, Muara juga memiliki keindahan daerah yang sangat luar biasa karena panorama Danau Toba dapat terlihat jelas di kota ini.

"Kita menargetkan Danau Toba dijadikan destinasi wisata utama kelas dunia," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam konferensi pers FDT 2016 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Senin 5 Sepetember 2016.

Bupati Taput yang hadir dalam konferensi pers menjelaskan, Muara dekat sekali dengan Danau Toba. Letaknya berada di dataran tinggi. Jika  malam, suhu di kota itu bisa mencapai 15 sampai 17 derajat celcius.

Berbagai acara yang digelar antara lain atraksi seni budaya, wisata olahraga seperti lomba perahu tradisional, lomba renang rakyat, dan akan ada pemilihan Ucok-Butet di FDT 2016, termasuk pertunjukan musik yang menampilkan penyanyi ibu kota.

Untuk transportasi, saat ini sudah terdapat berbagai maskapai yang memiliki penerbangan langsung ke Bandara Silangit. Misalnya Sriwijaya yang sudah meningkatkan jumlah penerbangannya dan juga Garuda Indonesia yang telah setiap hari terbang menuju Bandara Silangit. "Kami sudah siapkan panggung di Danau Toba itu. Mengambil sedikit dari area Danau Toba supaya bisa menampung 10 sampai 15 ribu orang nantinya," ujar Nikson Nababan.

Dikatakan, Pemkab Tapanuli Utara juga mengupayakan tersedianya akomodasi yang memadai. Walaupun hotel terbatas, pemerintah setempat telah mensosialisasikan kepada agar bersedia menjadikan rumahnya sebagai homestay. Saat ini telah tersedia 240 homestay rumah warga.

"Jadi, kalau ingin melihat rumah-rumah adat Batak yang banyak dan warganya masih menggunakan rumah adat, ya di Muara itu. Kami upayakan nantinya rumah adat itu jadi homestay. Pengunjung non muslim, tidak perlu khawatir karena disediakan beberapa stand makanan nasional. Jadi tidak akan kesulitan mencari makanan halal," ujar Nikson. (int).
 

3.9.16

17 September, Lake Toba Ultra Marathon 2016

TobaTimes-Kegiatan lomba lari bernama Event H3-Toba International Detour Samosir Lake Toba Ultra 2016 akan kembali digelar di Pulau Samosir. Ini merupakan kegiatan kedua. Event perdana digelar tahun 2015 lalu.
Lanskap Danau Toba dan lembah-lembahnya.
Penyelenggaraan H3 Samosir Lake Toba Ultra 2016 didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Samosir dan Komunitas Horas Halak Hita (H3) dan merupakan rangkaian kegiatan Toba International Detour sebagai bentuk kepedulian atas perkembangan dan kemajuan potensi wisata Danau Toba dan Pulau Samosir.

Samosir Lake Toba Ultra Marathon 2016 diselenggarakan oleh Running Explorer bekerja sama dengan H3Toba International Detour akan diadakan pada Sabtu, 17 September 2016 mendatang. Kegiatan mengambil start/finish di Hotel Sitio-tio, Pangururan, Samosir.

Kegiatan H3-Toba International Detour Samosir Lake Toba Ultra 2016 akan berlangsung tepat berada di tengah-tengah Danau Toba yang sangat terkenal dengan keindahan alamnya dan merupakan danau yang terbentuk secara alami akibat letusan Gunung Toba yang terjadi pada ribuan tahun yang lalu.

Dalam kegiatan ini diperlombakan 4 kategori, yaitu 50K dengan batas waktu 9 jam, 25K dengan batas waktu 4,5 jam, 10K dengan batas waktu 2,5 jam dan 5K dengan batas waktu 1,5 jam dan diikuti oleh total 1.050 orang peserta yang berasal dari 16 negara termasuk tuan rumah Indonesia.

Event yang diagendakan secara tahunan ini dapat meningkatkan potensi wisata Indonesia dengan melibatkan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan juga peserta yang berasal dari luar negeri. Lomba ini akan merebutkan total hadiah sebesar Rp 125.000.000 bagi 20 pemenang. (int)

18.8.16

Ini 7 Tempat Favorit Wisata di Danau Toba

TobaTimes-Karnaval Kemerdakaan Pesona Danau Toba 2016 rupanya menjadi lokomotif bagi pariwisata di Sumatera Utara. Jutaan manusia bakal menengok event yang menjadi puncak peringatan HUT RI ke-71 di level nasional itu melalui media. Event yang leading sector-nya Kemenpar itu menjadi ajang promosi yang sangat efektif bagi destinasi wisata di kawasan tersebut. “Inilah yang sering saya sebut sebagai indirect impact. Atau dampak tidak langsung. Jelasnya, media value yang nilainya lebih besar daripada sekedar orang datang di acara itu,” kata Arief Yahya, Menpar RI di Jakarta.


Dalam sebuah event, selalu indirect impact-nya jauh lebih besar daripada direct impact, seperti jumlah kunjungan wisatawan yang menonton langsung. Tapi itu akan mendorong orang untuk datang ke sana, dan berwisata dalam suasana yang berbeda dengan HUT RI saat ini. “News value-nya itu bisa dihitung nilainya. Dan biasanya komposisinya satu banding dua atau tiga kalinya. Karena itu, media valuenya harus terus diperkuat,” sebut Arief Yahya yang Mantan Dirut PT Telkom itu.

Danau yang merupakan kawah seluas 1.145 kilometer persegi itu akan menjadi perhatian dunia karena terus diekspose oleh ratusan media yang membawa kameranya ke Tano Batak. Namun Anda yang sudah sampai di Danau Toba, silakan berkunjung ke banyak destinasi wisata di sekitar Danau Toba yang juga menakjubkan. ”Jadi banyak pilihan dan semuanya indah,” ujar Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Raseno Arya.

Raseno menjelaskan, Danau Toba juga sangat eksotis untuk dinikmati. Kata dia, di tengah danau ini terdapat sebuah pulau yang luasnya hampir sama dengan luas negara Singapura. Danau memiliki ukuran yang sangat luas dan dinobatkan sebagai danau vulkanik terbesar di dunia. Sedang kalau danau non vulkanik, Danau Toba nomor dua di dunia, setelah Danau Victoria di Afrika. Danau ini juga menjadi salah satu danau terdalam di dunia dengan kedalaman sekitar 450 meter.

”Danau Toba merupakan salah satu keajaiban alam yang menakjubkan di Pulau Sumatra. Sulit untuk membayangkan pemandangan lain yang lebih indah untuk dikunjungi di Sumatra Utara selain tempat ini, jadi masih banyak, ayo ke Danau Toba,” ajaknya.

Suasana yang sejuk, pemandangan pegunungan hijau yang mempesona ditambah dengan hamparan air biru membuat kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata favorit. Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan danau ini, Anda bisa mengunjungi tempat-tempat yang menyajikan pemandangan alam yang memikat sebagai berikut di sekitar Danau Toba:

1. Pulau Samosir

Pulau Samosir adalah pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Dengan mengunjungi pulau ini kamu bisa menikmati keindahan Danau Toba dari berbagai sudut dengan pemandangan yang menyejukan mata. Di pulau ini banyak ditawarkan berbagai paket wisata yang beragam. Mulai paket wisata Danau Toba yang menawan hingga wisata melihat budaya masyarakat Batak yang begitu kental. Hal inilah yang membuat Pulau Samosir menjadi tujuan wisata favorit di Sumatra Utara.

2. Parapat

Lokasi ini merupakan obyek wisata di kawasan Danau Toba yang menyajikan keindahan pemandangan alamnya. Di sepanjang perjalanan dari Danau Toba, kamu bisa menikmati keindahan alam kota Parapat. Selain itu kamu bisa menikmati kebersamaan dengan monyet-monyet yang dibiarkan bebas berkeliaran di tempat ini. Kamu bisa memberi makan atau sekedar berfoto dengan hewan lucu satu ini.

3. Pulau Sibandang


Tempat wisata di kawasan wisata Danau Toba yang wajib dikunjungi selanjutnya adalah Pulau Sibandang. Pulau yang berada di kecamatan Muara Tapanuli Utara ini dikelilingi oleh Danau Toba. Dari pulau ini kamu bisa menikmati keindahan Danau Toba dari segala penjuru. Untuk menuju pulau ini kamu bisa menyewa kapal yang banyak disewakan oleh penduduk sekitar pulau.

4. Tongging

Bila kamu ingin menikmati keindahan Danau Toba dari ketinggian, maka kamu wajib untuk datang ke desa Tongging bagian utara Danau Toba. Dari desa ini kamu bisa melihat pemandangan Danau Toba dari ketinggian 900 mdpl. Pemandangan Danau Toba dari tempat ini sangat menakjubkan terlebih didukung dengan suasana alam yang indah serta tiupan angin yang tenang akan membuat kamu rileks. Satu lagi obyek wisata yang bisa kamu jumpai di tempat ini yakni Air terjun Sipiso-piso yang merupakan salah satu air terjun tertinggi di Indonesia.

5. Bakkara

Bakara merupakan salah satu wilayah yang berada di pinggiran Danau Toba yang terkenal dengan pesan keindahan alamnnya. Dari tempat ini kamu bisa melihat keindahan Danau Toba dari sudut yang berbeda. Keindahan Danau Toba dan tebing-tebing pegunungan yang menjulang tinggi seakan membuat orang yang mengunjungi tempat ini seakan memaku untuk tinggal di Bakara. Bagi yang gemar memancing, tempat ini juga terdapat beberapa tempat yang cocok untuk memancing ikan.

6. Pantai Lumban Silintong Balige

Bila kamu ingin menikmati keindahan Danau Toba, cobalah pergi ke Pantai Lumban Silintong Balige dikala senja. Lumban Silitong merupakan sebuah desa yang menjadi tempat wisata yang berada di Balige Toba Samosir. Kawasan wisata ini menyajikan panorama tepian Danau Toba yang lengkap dengan deretan kafe dan rumah makannya.

Di tempat ini kamu bisa menikmati sejuknya air danau sambil berenang. Selain itu kamu bisa menyaksikan kelihaian anak-anak desa ini dalam menyelam. Dengan melemparkan uang koin ke dalam danau, maka dalam sekejap anak-anak tersebut akan mendapatkan koin yang kamu lempar.

7.Pusuk Buhit

Pusuk Buhit merupakan deretan bukit yang ada di Pulau Samosir. Di tempat ini kamu bisa melihat panorama alam serta air terjun yang cukup indah. Untuk menuju tempat ini kamu bisa menggunakan bus yang disediakan olah pengelola tempat wisata. Tetapi untuk mencapai puncak bukit, kamu harus berjalan kaki sekitar 500 meter.

Masih ada banyak lokasi lain, tetapi setidaknya 7 titik itu sudah memberi gambaran akan indahnya kawasan Danau Toba Sumatera Utara. (Indopos/int)

13.8.16

Liburan, Singgahlah di Rumah Pengasingan Bung Karno di Danau Toba

TobaTimes-Liburan ke Danau Toba di Sumatera utara, ada banyak objek wisata yang bisa dilihat. Bagi traveler pecinta sejarah, bisa mampir ke tumah Bung Karno di Parapat.


Sebagai satu dari 10 destinasi prioritas yang tengah dikembangkan oleh Badan Otoritas Pariwisata, Danau Toba memang dipersiapkan sebagai magnet wisatawan di Sumatera Utara (Sumut). Menariknya, di sekitar Danau Toba juga dapat dijumpai berbagai objek wisata sarat sejarah.

Salah satunya adalah rumah pengasingan Bung Karno yang terletak di Kota Parapat. Berada persis di tepian Danau Toba, traveler bisa napak tilas ke rumah yang menjadi saksi bisu perjuangan Soekarno saat zaman Belanda.

Beralamat persis di Jalan Istana, No 5, Pemerintah Sumut mengalih fungsikan rumah Bung Karno sebagai Mess Pemda. Sayangnya rumah tersebut telah mengalami renovasi, sehingga tidak semua bagian dan perabotnya asli seperti dahulu.

Konon, hanya kursi rotan di lantai 2 yang merupakan furniture asli rumah tersebut. Sisanya merupakan furniture baru. Selain itu, hanya foto-foto Bung Karno, Sjahrir, dan Haji Agus Salim semasa di Parapat yang menjadi bukti sejarah bahwa tempat ini pernah menjadi tempat pengasingan pemimpin Republik Indonesia dahulu kala.

Traveler pun juga bisa naik ke lantai dua, dan memandang Danau Toba dari kejauhan. Dahulu Soekarno pun sangat menyukai pemandangan Danau Toba yang tampak dari lokasi yang sama.

Tentunya Anda tida boleh rumah pengasingan Bung Karno saat liburan ke Danau Toba. Ayo menyimak perjuangan para bapak bangsa di rumah tersebut. (dtc/int)

Industri Asuransi Dukung Pariwisata Danau Toba

TobaTimes-Industri Asuransi Jiwa Mendukung Program Wisata “Wonderful Toba” Pemerintah dengan menggelar Top Agent Award di Medan untuk memperkenalkan keindahan kekayaan dan budaya Medan kepada lebih dari 1000 orang agen dan jajaran manajemen perusahan asuransi jiwa yang hadir.


“Wonderful Toba” merupakan tema dan tujuan besar pariwisata tahun 2016, untuk itulah, Medan didaulat menjadi tuan rumah TAA-AAJI 2016. Pada tanggal 12 Agustus, AAJI menggelar Malam Budaya bertempat di Danau Toba, serta melakukan kunjuangan wisata ke Danau Toba dan Balige pada 13 Agustus.

Di samping itu sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, kota Medan memiliki peluang yang besar bagi industri asuransi jiwa untuk semakin meningkatkan gaungnya di wilayah Indonesia bagian barat.

"Sebagai kota multikultural dengan jumlah penduduk yang berjumlah 13.9 juta jiwa (data BPS Thn 2015) serta pertumbuhan ekonomi yang tercatat cukup tinggi yaitu sebesar 5,1 % menjadikan wilayah SUMUT (Medan dan sekitarnya) merupakan potensi bagi pengembangan asuransi jiwa di wilayah ini.” kata Ketua Umum Asoasiasi Asuransi Jiwa Indonesia Hendrisman Rahim dalam siaran persnya.

Sementara itu, Ketua Panitia TAA-AAJI 2016 Rudi Kamdani menambahkan, dalam setiap pelaksanaan TAA AAJI, panitia selalu berupaya membuat kemasan acara yang berbeda dan memiliki nilai tambah, baik untuk seluruh peserta maupun perusahaan asuransi jiwa yang tergabung dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

"Tahun ini kami ingin menampilkan sesuatu yang genuine, baru dan unik/berbeda dalam sajian acara. Selaras dengan tema, kami ingin menampilkan unsur teknologi yang telah menjadi gaya hidup. Dan juga hal ini untuk menarik generasi muda serta menunjukkan bahwa industri asuransi jiwa mengikuti dan tanggap terhadap perkembangan atau perubahan dengan cepat tanpa meninggalkan profesionalismenya.

Ia juga menambahkan, rangkaian kegiatan diawali dengan Program Tanggung Jawab Sosial Industri (Industry Social Responsibility), dimana tahun ini kegiatan ISR difokuskan dalam bentuk bantuan fasilitas pendidikan bagi sekolah-sekolah di sekitar kota Medan.

Kemudian, pada 10 Agustus 2016 bertempat di Istana Maimoom digelar Motivasi agen dengan konsep Convention, melalui program ini, para peserta secara langsung akan mendapatkan nilai bobot 1 (satu) poin sebagai modul pilihan atau elective dalam program CPD (Continous Profesisonal Development) AAJI. Pada acara Convention ini pula diberikan penghargaan pada beberapa kategori.

Dan acara puncak berupa pemberian penghargaan para agen asuransi jiwa terbaik dalam Awards Night pada 11 Agustus bertempat di Regale International Convention Center "Acara puncak ini mengusung konsep hi tech dengan penampilan artis papan atas Indonesia,” tutur Rudi Kamdani.

"Pada tahun ini, kami menggelar Malam Budaya dan Tour Toba pada tanggal 12-13 Agustus guna mendukung “Wonderful Toba” selaras dengan program pemerintah yang diutarakan oleh Ketua Umum AAJI,” ujar Rudi. (bisnis.com/int)