23.10.16

Hujan Jarang Turun, Air Danau Toba Surut 2,5 Meter

 
Kondisi Pantai Bulbul tampak mengering.

TobaTimes, Tobasa - Musim kemarau yang berkepanjangan beberapa minggu terakhir di kawasan Danau Toba, menyebabkan debit air danau terluas itu terus berkurang. Minggu (23/10), air diperkirakan surut hingga 2,5 Meter.

"Saat ini kita perkirakan terjadi penurunan debit air Danau Toba mencapai 2,5 Meter dari sebelumnya. Kondisi itu sangat menganggu aktifitas pengangkutan danau. Seluruh dermaga di wilayah Tobasa tidak bisa berfungsi dengan baik. Kapal-kapal tidak bisa lagi bersandar di dermaga," ujar Kadishubkominfo Tobasa Ir Pargaulan Sianipar kepada wartawan, Minggu (23/10).

Dia menyakini, kondisi itu terjadi akibat kemarau panjang di daerah itu yang sudah berlangsung sejak Januari lalu. "Sejak Januari, lebih panjang musim kemaraunya. Jarang hujan. Seingat saya, baru kali ini kondisi separah ini terjadi di Danau Toba," ujarnya.

Sianipar mengatakan, kondisi itu juga berdampak pada sektor pariwisata pantai. Di pantai Lumban Bulbul di Balige, misalnya, pendangkalan bibir pantai mencapai 10 hingga 20 meter. "Sudah ada 20 meter pantai ini surut," ujar boru Simangunsong, pedagang di pantai Lumban Bulbul sambari mengaku kondisi itu mengurangi kenyamanan pengunjung.

Tak hanya itu, kemarau juga sangat mempengaruhi penghasilan petani di daerah itu. Lahan perkebunan khususnya perkebunan darat seperti Kopi, andaliman, jahe, kunyit, cokelat, kentang, cabai, tomat dan tanaman lainnya umumnya mengalami penurunan produksi yang signifikan.

Sejumlah areal atau lahan perkebunan juga tidak dapat diolah akibat minimnya sumber air. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment