27.10.16

Diduga Stres, Lelaki Tua Bakar Rumah Sendiri


TobaTimes, Siantar - Seorang duda berinisial WG (65), warga Jalan Viyata Wuda Ujung, Kelurahan Tozai Baru, Kecamatan Siantar Sitalasari, membuat warga sekitar tempat tinggalnya heboh. Saat orang sedang bersiap diri untuk beraktifitas, rumah miliknya dibakarnya sendiri, Kamis (27/10) sekitar pukul 6.45 WIB.

Petugas berusaha memadamkan api.
Rumah yang memiliki dua kamar tidur dengan cepat ludes terbakar. Upaya pemadaman sempat dilakukan ratusan warga menggunakan air di ember dan peralatan lainnya, namun semuannya sia-sia lantaran botol minuman berisikan bensin terletak tidak jauh dari asal api.

Saat diamankan polisi, WG hanya memberikan keterangan singkat. Ia mengaku kesal karena uang pensiun istrinya dan gajinya sebagai tukang kebersihan tidak pernah didapatkan.

“Saya sudah tidak makan, dan gaji pensiun juga tidak ada kelihatan,” teranngya kepada polisi sembari memegang berkas penting.

Menurut warga, WG sempat pergi meninggalkan rumahnya beberapa saat berselang api muncul. Sejumlah dokumen penting ikut ia bawah. Bahkan saat orang sedang sibuk berusaha memadamkan api, Wilson malah duduk santai di pojok gedung gereja HKBP Anugerah, seolah tidak ada peristiwa apapun.

Jaraknya ke rumahnya bernomor 210 itu hanya sekitar 150 meter.  Hal itulah yang membuat warga curiga jika ada unsur kesengajaan membakar rumah.

Masih menurut warga sekitar, WG sudah sering meresahkan. Beberapa kali juga mengancam akan membakar gereja dan juga rumah warga lainnya. Pria yang dikarunia dua anak diharapkan untuk tidak kembali lagi di sana supaya tidak memunculkan masalah yang sama. Sejauh ini polisi sudah mengamankan WG. Biar demikian, WG tetap terlihat santai. Hanya saja, saat beberapa warga dan polisi bertanya, WG hanya bercerita soal kekecewaannya atas gaji pensiunan almarhum istrinya.

“Selama ini yang bersangkutan sudah sering melantur dan menyampaikan perkataan yang tidak sepantasnya termasuk menuntut upah yang seyogiahnya tidak ada seperti upah kebersihan gereja, dan gaji pensiunan istrinya. Siapa rupanya yang pernah mempekerjakannya di gereja dan siapa yang tahu soal gajinya. Kalau kita kasih dia makan, malah kita juga yang dimarahi. Makanya kita heran lihat sikapnya,” terang warga sekitar.

Warga sempat kesal dan ingin menghakimi WG saat dijumpai di gedung gereja. Warga mengaku bahwa selama ini Wilson hanya tinggal sendirian karena anak laki-lakinya sudah menikah dan menetap di Papua, sementara anak perempuannya yang tinggal di daerah Kota Siantar memilih tinggal terpisah. Diduga, sikap anak-anaknya meninggalkanya tidak lepas dari kelakukan yang tidak lazim itu.

Dijumpai di lokasi kejadian, Lurah Bah Kapul Bahrum Damanik menceritakan, persoalan yang dikeluhkan warga sudah pernah disampaikan kepada keluarga WG. Namun sampai peristiwa ini tidak ada solusi. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment