Showing posts with label DAERAH. Show all posts
Showing posts with label DAERAH. Show all posts

24.11.16

Ribuan Pelajar Paluta Meriahkan HUT ke-9 Pramuka


TobaTimes, Paluta - Wakil Bupati Paluta H Riskon Hasibuan membuka perkemahan pada HUT ke-9 Pramuka dan Pameran Pendidikan di Bumi Perkemahan Gedung Olah Raga (GOR) di Desa Purba Sinomba, Kecamatan Padang Bolak, Selasa (22/11).

Wabup Paluta H Riskon Hasibuan menyematkan tanda kepada perwakilan peserta Bumi Perkemahan.
Kegiatan ini diikuti 3.810 peserta yang terdiri dari penggalang dan siaga yang dirangkai dengan pameran Pendidikan oleh puluhan stand tingkat SD, SMP dan SMA/SMK yang turut menambah suasana kemeriahan dalam rangka hari HUT Pramuka dan hari jadi Paluta ke-9 tahun.

Pada pembukaan tersebut, Wakil Bupati berharap Pramuka menjadi pelopor dan garda terdepan terhadap pelaku perubahan pembentukan karakter kaum muda termasuk penyalahgunaan Narkoba.

Sehingga generasi muda dapat memotivasi semangat dan mempercepat kemandirian pramuka untuk mempercepat pembentukan karakter generasi muda penerus bangsa.

Riskon juga berharap kepada anggota pramuka agar dapat mengikuti kegiatan tersebut sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah ditetapkan dengan semangat dan disiplin yang baik.

Usai membuka membuka acara, Wakil Bupati didampingi Ketua DPRD Mukhlis Harahap bersama rombongan berjalan berkeliling mengunjungi puluhan stand dan kemah siaga dan penggalang yang mengitari bumi perkemahan di sekitar GOR.

Sementara, Kadis Pendidikan Paluta Drs  Umar Pohan didampingi Ketua panitia Hakimuddin Siregar mengatakan, perkemahan Pramuka dan pameran pendidikan berlangsung dari tanggal 22-27 November mendatang.

Pada stand yang disediakan, setiap pengunjung bisa melihat dan mengetahui kemajuan dunia pendidikan di daerah ini. (TT/int)

PA GMNI Tabagsel Segera Dibentuk


TobaTimes, Madina - Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) akan segera dibentuk di kawasan Tabagel.

Sadrak dan PA GMNI
Hal itu diungkapkan Sadrak Pasaribu kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (23/11) terkait rencana pembentukan DPC AP GMNI tersebut.

Sadrak mengatakan, rencana pembentukan itu setelah adanya instruksi dari Ketua DPD PA GMNI Sumut Ir Lancar Siahaan yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut beberapa hari lalu, agar segera melakukan langkah-langkah pembentukan DPC PA GMNI di Tabagel.

Mantan Ketua DPC GMNI Kota Medan itu mengungkapkan, instruksi ketua DPD PA GMNI Sumut agar segera menginisiasi pertemuan awal sesama alumni GMNI yang tersebar di Tabagsel dalam rangka konsolidasi dan membicarakan rencana DPC PA GMNI di wilayah Tabagsel.

”Yang melatarbelakangi pembentukan ini karena sejauh ini PA GMNI di wilayah Tabagsel belum memiliki cabang organisasinya. Sedangkan alumni telah tersebar di kawasan ini,” ujarnya.

Berdasar itu, Sadrak dihunjuk DPD PA GMNI Sumut sebagai inisiator pertemuan dan konsolidasi bagi pembentukan DPC PA GMNI di wilayah Tabagsel.
Sadrak saat ini sedang melakukan pendataan kembali alumni GMNI di wilayah Tabagsel. Dia juga berharap kepada seluruh rekan-rekan alumni GMNI yang berdomisili di wilayah Tabagsel melakukan konfirmasi kepadanya melalui telepon 081260013056.

Sadrak mengatakan, alumni-alumni GMNI memiliki potensi  dan sumbangsih solusi konstruktif kepada pemerintah daerah dalam dinamika perjalanan pembangunan di wilayah Tabagsel di segala bidang, baik ekonomi, sosial dan budaya, memupuk kebhinekaan dalam dinamika berbangsa dan bernegara. Secara internal juga sebagai penyambung rasa sesama kader pedjoeang pemikir-pemikir pedjoeang.

“Pasca ber-GMNI, perjuangan ideologis, yakni membumikan Marhaenisme di tengah-tengah rakyat adalah hutang sejarah yang harus dilunasi sampai sosialisme Indonesia tercapai, yakni massyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan tujuan Pancasila,” pungkasnya. (TT/int)

Gubsu Resmikan Kantor Bupati Paluta


TobaTimes, Paluta - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi meresmikan gedung Kantor Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) di Jalan Lintas Gunung Tua-Psp, KM 3, Rabu (23/11).
Gubsu resmikan Kantor Bupati Paluta.
H Tengku Erry Nuradi datang ke Paluta didampingi Wakil Ketua DPRD Sumut Parlinsyah Harahap dengan menggunakan Helikopter milik Polda Sumut.

Dia tiba di Paluta sekitar pukul 09.30 WIB yang landas di lapangan tobat, Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak dan disambut langsung oleh Bupati Paluta Drs H Bachrum Harahap, Walikota Psp Andar Amin Harahap SSTP, Ketua DPRD Muklis Harahap, Wakil Bupati Riskon Hasibuan, Kapolres Tapsel AKBP Ronny Samtana, Dandim 0212/TS Letkol (INF) Septa Viandi dan undangan lainnya.

Bupati Paluta Drs H Bachrum Harahap menyampaikan, kantor Bupati Paluta berdiri sejak 2014 lalu dan baru tahun ini diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara.

Kehadiran Gubsu di daerah itu, bupati berharap agar Paluta dibantu melalui APBD Sumut untuk menyiapkan pembangunan insfrastruktur di daerah ini.

Menyikapi hal itu, Gubsu Tengku Erry Nuradi mengaku bangga melihat antusiasnya masyarakat menghadiri peresmian kantor bupati yang begitu megah itu. “Kalau tidaklah karena cinta, tidaklah mungkin saya hadir di sini,” kata Gubsu disambut tepuk tangan dari tamu undangan.

Gubsu juga mengatakan bahwa bupati merupakan tokoh senior Sumut yang harus dihormati dan merupakan sosok pejuang yang harus dijadikan contoh dan panutan. “Meski saya gubernur dan beliau bupati. Pak Bachrum adalah guru saya,” katanya.

Dengan diresmikannya kantor bupati yang megah ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat baik itu pelayanan bidang pemerintahan maupun pelayanan dalam bidang pembangunan. (TT/int)

Kasus Dugaan Penipuan Bupati Madina di-SP3


TobaTimes, Madina - Kapolres Madina AKBP Rudi Rifani SIK menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan (SKP2) atas kasus dugaan penipuan atau penggelapan terlapor Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution.

Kuasa hukum Bupati Madina Ridwan Rangkuti menerima SKP2 penghentian penyidikan kasus dugaan penipuan.
SP3 tersebut bernomor S-Tap/177.b/XI/2016/RESKRIM tertanggal 21 November 2016 tentang Penghentian Penyidikan ditandatangani Kapolres Madina AKBP Rudi Rifani SIk.

Kapolres Madina AKBP Rudi Rifani membenarkan pihaknya telah mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan. “Iya benar, prosesnya sudah dihentikan, karena (uangnya) sudah dikembalikan,” sebut Rudi.

Sementara kuasa hukum Bupati Madina yakni Ridwan Rangkuti menjelaskan, SKP2 tersebut diterbitkan pada tanggal 21 November dan telah diserahkan penyidik kepada pihaknya di ruang kerja wakil bupati disaksikan sendiri oleh Wakil Bupati M Ja’far Sukhairi Nasution dan Kasat Reskrim AKP Henro Sutarno.

Menurut Ridwan, SKP2 tersebut diterbitkan dan ditandatangani Kapolres setelah semua saksi-saksi diperiksa termasuk saksi korban yaitu H Tahjudin Pardosi.

Kasus yang bermula dari berkas perkara pengaduan pengacara yaitu H Tahjudin Pardosi, yakni Razman Arif Nasution terhadap Dahlan Hasan Nasution tentang dugaan penipuan atau penggelapan uang sebesar Rp700 juta yang dipinjam Dahlan Hasan dari Tahjudin Pardosi. Razman melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri.

“Ini perkara pengaduan Razman Arif ke Mabes Polri, lalu dilimpahkan ke penyidik Polda Sumut kemudian ke Polres Madina. Penyidik Polres Madina langsung melakukan pemanggilan saksi-saksi yang kami ajukan, yaitu orang-orang suruhan Bupati untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Mereka itu adalah Ikhwan Lubis, Imbalo Nasution, Ahmad Sukhairi Nasution alias Lian HBN, Hj Nurhayati Lubis (istri saksi korban Tahjudin Pardosi), Nukmah Marsela Lubis, Iqbal Ansari Lubis, dan saksi lainnya,” bebernya.

Penyidik juga telah memeriksa Habibi Pardosi (anak kandung Tahjudin) dan keluarga Tahjudin yang ikut menyaksikan pengembalian pinjaman tersebut jauh sebelum Razman membuat laporan ke Mabes Polri.

“Berdasarkan keterangan para saksi, ditemukan fakta hukum bahwa benar Dahlan Hasan Nasution telah mengembalikan sebagian besar pinjaman,” ungkap Ridwan.

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mewilayahi Tabagsel itu juga menjelaskan, awalnya, penyidik Polres Madina mendatangi Tahjudin Pardosi di kediamannya di Desa Hutabargot Nauli. Saat itu, Tahjudin merasa kaget karena Polisi mendatanginya.

Tahjudin tidak mengetahui bahwa kuasa yang diberikannya kepada Razman Arif Nasution untuk menagih hutang kepada Dahlan Hasan telah menimbulkan dampak yang cukup besar. Sehingga Tahjudin Pardosi menyatakan permasalahan pinjaman uang tersebut telah selesai sesuai dengan butir-butir kesepakatan antara Tahjudin Tahjudin Pardosi dengan Dahlan Hasan Nasution dan disaksikan para saksi-saksi dari kedua belah pihak.

“Kemudian penyidik melakukan gelar perkara. Dalam gelar perkara tersebut, penyidik berkesimpulan bahwa pengaduan Razman Arif Nasution tidak cukup bukti menurut hukum dan penyidikannya dihentikan. Sebagai kuasa hukum Bupati, sejak awal saya berkeyakinan bahwa penyidik akan menghentikan penyidikan perkara karena tidak ada kerugian yang diderita oleh Tahjudin Pardosi. Sehingga tidak terpenuhi unsur penipuan atau penggelapan,” jelasnya.

Ridwan mengatakan, keputusan Kapolres menghentikan penyidikan perkara tersebut tanpa intervensi, dan semua proses penyidikan perkara telah berjalan secara terbuka, transparan, dan independen.

“Saya berharap masyarakat menghormati keputusan penyidik karena mereka pasti sudah bertindak profesional, transparan dan tanpa tekanan dalam mengambil keputusan menghentikan penyidikan perkara,” pungkasnya. (TT/int)


Mahasiswa Madina Dapat Beasiswa Rp5 Juta per Orang


TobaTimes, Madina - Kabar gembira bagi mahasiswa kurang mampu khususnya mereka yang berprestasi.  Pasalnya, tidak lama lagi Pemkab Madina akan menyalurkan subsidi berupa beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi asal Madina yang kuliah di PTN di seluruh Indonesia.

Ilustrasi.
Hanya saja, dalam seleksinya, selain memenuhi semua persyaratan, tim seleksi akan mengutamakan latar belakang ekonomi miskin ketimbang rangking. Sementara, mahasiswa yang berhak mengikuti seleksi penerima beasiswa ini harus memenuhi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 3,0 untuk program eksakta dan 3,20 untuk non eksakta.

"Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa calon penerima beasiswa ini, yaitu mahasiswanya berasal dari Kabupaten Madina dan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri dimanapun kampusnya. Kemudian, latar belakang ekonomi orangtua miskin, dan tentunya syarat IPK nya telah memenuhi," sebut Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Madina, M Yasir Nasution, Rabu (23/11/16).

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan M Husin SPd mengatakan, bagi mahasiswa yang telah memenuhi semua persyaratan, maka pihaknya akan menurunkan tim seleksi ke alamat semua mahasiswa calon penerima beasiswa.

Hal ini untuk membuktikan kondisi ekonomi keluarga mahasiswa calon penerima beasiswa apakah memang benar latar belakang ekonomi lemah atau sebaliknya.

"Kalau semua syarat sudah terpenuhi, tim kami akan turun langsung ke alamat semua mahasiswa yang lulus administrasi. Tim seleksi akan melihat secara nyata kondisi kehidupan keluarga mahasiswa. Kita ingin beasiswa ini tepat sasaran bagi mahasiswa yang benar-benar miskin dan berprestasi. Seleksinya bukan melalui rangking, tapi mengutamakan ekonomi keluarga yang benar miskin," jelasnya.

Husin menuturkan, jadwal pendaftaran sudah ditutup. Dari jumlah calon mahasiswa yang akan menerima beasiswa ini sebanyak 290 orang, yang telah mendaftar ada sekitar 800an orang  lebih. Dan mahasiswa yang lulus seleksi nantinya akan menerima beasiswa sebesar Rp5 juta per orang.

"Tim seleksi masih sedang menghitung jumlah keseluruhan baik dari eksakta maupun non eksakta. Kalau tidak salah sekitar 800-an orang yang ikut seleksi tahun ini," ujarnya. (TT/int)

23.11.16

Di Palas, 109 ASN Diangkat Jadi Penjabat Kades


TobaTimes, Palas - Sebanyak 109 aparatur sipil negara (ASN) atau biasa disebut PNS ditetapkan menjadi penjabat kepala desa (Kades) di Kabupaten Palas.
Ilustrasi.
Mereka ditetapkan sebagai penjabat karena masa jabatan kades sebelumnya sudah habis dan akan melaksanakan pilkades serentak dalam waktu dekat.

Penetapan itu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Palas H Ali Sutan Harahap. ASN yang diangkat berasal dari pegawai UPTD, pegawai Kantor Camat, dan Sekdes yang sudah PNS.

Plt Kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Pemmas dan Pemdes) Palas GT Hamonangan Daulay mengatakan, mereka yang diangkat sebagai penjabat itu bukan sebagai Camat, Sekcam, maupun Kasi Pemerintahan di kecamatan masing-masing.

"Kita memberikan kesempatan kepada ASN yang berdomisili di desa maupun di kecamatan,” ungkapnya.

Diterangkan, masa tugas ASN yang diangkat sebagai penjabat Kades itu kurang lebih satu bulan. Terhitung mulai habis jabatan Kades sampai terpilihnya Kades yang baru pada tanggal 17 Desember dan sampai pelantikan 23 Desember  mendatang.

“Pengangkatan penjabat Kades itu sebenarnya bertujuan untuk mengisi vakum of power (kekosongan kepemimpinan) di tingkat desa, karena Kades di desa bersangkutan telah habis masa jabatannya, bukan karena Kades itu bermasalah,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Asistem Pemerintahan Palas itu.

Untuk itu, kata GT, pihaknya mengimbau kepada seluruh penjabat Kades supaya melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan azas langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil.

“Penjabat kades diharapkan netral tanpa berpihak kepada salah satu pasangan calon. Mereka (penjabat kades, red) harus bisa mengantarkan pesta demokrasi di desa itu dengan aman dan kondusif,” pungkasnya. (TT/int)

Proyek Jalan di Sipaho Makin Hancur


TobaTimes, Paluta - Pekerjaan proyek peningkatan jalan di Desa Sipaho, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Paluta sudah mulai hancur dan sangat mengecewakan.
Proyek jalan di Sipaho.
Kondisi jalan yang bersumber dari dari Dana Alokasi Umum (DAU) itu sudah pecah dan bergelombang serta berlobang. Pekerjaan tersebut diduga asal jadi. Bahkan, masyarakat memprediksi bahwa proyek tersebut tidak akan bertahan lama.

Informasi dari Dinas PU dan PE Paluta diketahui, proyek jalan yang berada di Desa Sipaho, Kecamatan Halongonan itu dikerjakan oleh CV Andesron dengan nilai proyek Rp1,4 miliar.

Usnan Harahap, seorang warga mengatakan, kondisi badan jalan yang baru selesai dikerjakan itu sudah mulai hancur dan hasilnya pun sangat mengecewakan.

Pasalnya, ketika musim hujan, badan jalan selalu digenangi air sehingga merusak permukaan badan jalan yang disebabkan tipisnya lapisan aspal.

“Gimana tidak rusak, sekali hujan saja badan jalan ini langsung rusak dan berlobang. Lapisan aspalnya sepertinya tipis sekali,” kata Usnan Harahap, Selasa (22/11).

Hal senada disampaikan warga lainya Tohar Bayo Angin. Katanya, kualitas pengaspalan yang asal-asalan membuat warga setempat geram. Proyek tersebut diduga tidak sesuai RAB. Ketebalan jalan setelah pengaspalan hanya dua sentimeter saja.

“Ketebalan aspal cuma dua sentimeter, berarti tidak ada batu pecahnya. Hanya sirtu (pasir batu) lalu di sirami aspal saja,” tambahnya.

Terpisah Kadis PU dan PE Kabupaten Paluta Ramlan ST melalui Kabid Bina Marga M Nuh Pulungan melalui selulernya mengatakan, proyek jalan di Desa Sipaho, Kecamatan Halongonan itu sudah diserahterimakan atau Provisional Hand Over (PHO).

Namun ketika disinggung kondisi jalan yang kini sudah berlobang, M Nuh Pulungan mengatakan, kerusakan tersebut masih tanggungjawab kontraktor sepenuhnya.

Sebab pekerjaan kontraktor belum sepenuhnya dibayar 100 persen, melainkan hanya 95 persen. Sedangkan yang 5 persen lagi merupakan biaya pemeliharaan pekerjaan.

“Masih ada biaya pemeliharaan. Nanti kerusakannya akan diperbaiki lagi oleh kontraktor dan itu juga tanggungjawab mereka (kontraktor),” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Kabid Bina Marga, Ketua LSM Gempar Sumut Aman Sudirman Harahap menyayangkan sikap Dinas PU dan PE yang begitu mudah mengeluarkan Provisional Hand Over (PHO).

“Kalau masalah biaya pemeliharaan itu kan sudah kewajiban pelaksana. Yang kita soroti disini masalah pengawasan. Masa pengerjaan seperti itu kualitasnya sudah diterima (PHO) oleh Dinas PU,” ujar Aman Harahap. (TT/int)

Hore, Harga Sawit Terus Membaik


TobaTimes, Palas - Harga tandan buah segar (TBS) sawit terus menunjukkan angka menggembirakan bagi petani di Kabupaten Padang Lawas. Kemarin (22/11), harga sawit di peron UD Sawit Makmur sudah berada di level Rp1.730 per kg.
Kelapa sawit.
Kenaikan harga ini menjadi angin segar bagi petani. Terlebih musim hujan seperti sekarang ini.

"Kalau harga dan buahnya naik, tenanglah kita," kata Nasir, seorang petani sawit usai menjualkan TBS miliknya kemarin.

Hal senada juga diungkapkan Amran, warga lainnya. Dikatakan, harga yang terus naik membuat petani rajin merawat kebun mereka. Seperti melakukan pemupukan. "Maunya sampai dua ribu lah ya per kilo," tambahnya lalu tertawa kecil.

Dalam kesempatan berbeda, seorang toke pengumpul sawit Karnen Hasibuan juga mengaku, harga sawit semakin membaik. "Bolehlah kalau untuk harga sawit. Hampir tiap minggu ada kenaikan," kata Karnen.

Harga beli di tingkat petani sudah berkisar Rp1.500 hingga Rp1.600 per kg. Tergantung kualitas buah dan besar TBS-nya.

Apa yang disampaikan Karnen memang tidak jauh beda dengan pengumuman harga yang terlihat di peron Sawit Makmur di Sibuhuan. Harga beli sawit di peron ini sudah mencapai Rp1.500 per kilogram.

Memang harga di peron dengan di tingkat petani yang langsung dijemput tandan buah segar (TBS-nya) ke lokasi akan berbeda. Perbedaan harganya tergantung jauh atau dekatnya lokasi penjemputan. (TT/int)

Kisah Wanita Miskin, Benjolan di Payudara Pecah dan Membusuk


TobaTimes, Palas - Diduga menderita kanker payudara, Sima br Hasibuan (52) warga Desa Tobing Julu, Kecamatan Huristak, Kabupaten Palas langsung syok. Betapa tidak, kanker payudara dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia.
Ilustarasi.
Namun, kehidupan yang serba kekurangan mengurungkan niatnya berobat ke rumah sakit. Padahal, penyakit ini seharusnya cepat ditangani. Dua tahun sudah ia menderita penyakit ini.    

Awalnya dia mengeluh sakit di bagian payudara sebelah kanan. Kemudian menyampaikan keluhan tersebut kepada keluarga termasuk suaminya, Sutan Harahap. Namun, lagi-lagi, keterbatasan ekonomi membuat keluarga tidak membawanya berobat ke dokter spesialis. Kemudian oleh keluarga memutuskan ibu enam anak ini hanya berobat kampung.

Memang, hingga kemarin (22/11) belum ada diangnosa yang mengatakan bahwa penyakit yang ia derita adalah kanker payudara karena sama sekali belum pernah ditangani dokter spesialis.

Hal itu dibenarkan Yunus Harahap, tetangga Sima br Hasibuan. Didampingi suami Sima, Sutan Harahap, Selasa (22/11) Yunus mengaku prihatin terhadap keluarga ini. Akibat keterbatasan biaya, penyakit yang diderita tetangganya itu semakin memprihatinkan, bahkan nyaris membusuk.

"Sampai sekarang dia belum ditangani dokter spesialis. Dia belum pernah berobat ke rumah sakit. Mereka tidak punya uang. Untuk biaya hidup saja mereka susah, gimana mau berobat," kata Yunus Harahap.

Yunus menceritakan, awalnya sekitar dua tahun lalu. Muncul benjolan pada payudara sebelah kanan dan mengaku sering sakit nyeri. Lalu dicek ke Puskesmas Huristak.

Saat itu pihak puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Sibuhuan. Di RSUD Sibuhuan, wanita ini diminta agar berobat ke Medan.
Seiring berjalannya waktu, penyakitnya dibiarkan karena keterbatasan biaya. Pendapatan keluarga sebagai buruh tani dinilai tidak mampu membawa berobat ke Medan. Bahkan karena keterbatasan biaya hidup, dua anak mereka dari enam bersaudara terpaksa putus sekolah.

Namun, sekitar empat bulan lalu, benjolan di payudara itu pecah. Lalu kemarin, wanita ini dibawa ke klinik dr Irwan di Simpang Huristak. "Sampai saat ini masih dirawat di klinik dr Irwan. Dokter sudah menyarankan dibawa ke Medan, tapi itu tadi, masalah biaya yang tidak ada,” jelas Yunus.

Dia berharap ada dermawan berbaik hati menolong keluarga Sima br Hasibuan. “Mereka sangat berharap bantuan pemerintah dan dermawan. Sebagai manusia, mari sama-sama meringankan beban keluarga ini. Kita berharap, ibu ini bisa dibawa berobat ke rumah sakit. Kasihan ibu ini, selalu merintih kesakitan,” bebernya diamini suami Sima br Hasibuan.

Sementara Kadis Kesehatan Pemkab Palas Leli Ramayulis saat dimintai keterangannya terkait penyakit yang diderita Sima br Hasibuan mengaku, dulu, pihaknya sudah pernah merujuk Sima ke Rumah Sakit Adam Malik di Medan. (TT/int)

22.11.16

Siswa Kelas 6 SD Hilang Saat Buang Sampah


TobaTimes, Sibolga - Rapillah Pratama (11) warga Jalan Mahoni arah gunung, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas dinyatakan hilang oleh pihak keluarganya, Sabtu (19/11) sekira pukul 12.00 WIB.
Ilustrasi.
Kejadiannya bermula saat Rapillah disuruh buang sampah dan sampai hari ini tidak pulang-pulang ke rumah. Cerita tersebut disampaikan Rifo Ifandi Pasaribu, salah seorang dari pihak keluarga. Katanya, bocah yang duduk dibangku sekolah kelas 6 SD 081240 yang terletak dijalan Merpati tersebut belum juga ditemukan.

"Hari Sabtu itu, dia pulang sekolah dijemput orangtuanya. Setelah ganti baju, Rapillah disuruh buang sampah, setelah itu dia nggak kembali lagi kerumah," Kata Rifo, Senin (21/11).

Diceritakan, sebelum disuruh membuang sampah, Rapillah anak dari pasangan Sofa Saipullah dan Nasrani Pasaribu itu memang sempat dimarahi orang tuanya. Namun hal itu merupakan hal yang biasa antara anak dan orangtua.

"Jadi sudah dua malam Rapillah nggak pulang, kami sudah mencari kemana-mana tapi nggak ketemu. Biasanya kalau dimarahi, seperti itu, suka pergi.  Cuma nggak nyangka saja dia nggak pulang lagi, kami sudah lihat, katanya Rapillah pergi ke daerah ancol melihat orang memancing, tapi waktu kami cek kesana, tidak ada," ungkapnya

Waktu keluar dari rumah lanjut Rifo menjelaskan ciri -ciri bocah tersebut sebelum pergi membuang sampah. Rapillah mengenakan baju warna pink dan celana pendek kotak-kotak. Ciri-ciri lain, dia berbadan gemuk dan berkulit putih. "Orangnya gemuk, kulitnya putih, " bebernya.

Rivo berharap, Rapillah bisa kembali kerumahnya dengan selamat. Dan meminta kepada seluruh masyarakat apabila ada melihat atau mengetahui keberadaan Rapillah diharapkan dapat mengantarkan anak tersebut kerumahnya.

"Kepada seluruh masyarakat kami mohon bantuannya. Bila melihat dan menemukan Rapillah harap menghubungi pihak keluarga di nomor telepon 085262507434, atau mengantarkannya kerumah orang tua Rapillah di Jalan Mahoni No 18 Arah gunung. Karena kedua orangtuanya sangat sedih kehilangan Rapillah,” harapnya. (TT/int)

7 Calon Sekda Paluta Lulus Tes Psikotes


TobaTimes, Paluta - Hasil seleksi Psikotes pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paluta resmi diumumkan panitia seleksi (Pansel), Jumat (18/11) lalu.

Ilustrasi.
Berdasarkan hasil seleksi yang tertuang dalam pengumuman Nomor: 800/012/PANSEL-JPTP/PALUTA/2016 tertanggal 17 November 2016 tentang Penetapan Hasil Psikotes Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk Jabatan Sekretaris Daerah menyebutkan, semua kandidat dinyatakan lulus dan berhak mengikuti seleksi selanjunya.

Demikian disampaikan Ketua Pansel Dr Drs H Arsyad Lubis melalui Sekretaris Sekretariat Pansel Eko Prasetyo, Senin (21/11).

Tujuh pejabat yang dinyatakan lulus seleksi Psikotes itu yakni Syarifuddin Harahap SSos MM, Burhan Harahap SH, Ridi AP MM, Mara Lobi Siregar SSos MM, kemudian Haholongan Siregar SE MM, Drs Ali Akbar Siagian MM dan Drs Anwar Benni MM.

Psikotes ini bertujuan untuk mengetahui karakter, intelegensi, dan kepekaan peserta dimana soal-soal tes yang diberikan merupakan soal yang dibuat secara profesional oleh tim Pansel, yang beranggotakan Dr Drs H Arsyad Lubis (Kepala Bappeda Sumut sebagai Ketua) didampingi Husni Afgani Hutasuhut (Inspektur Kabupaten Paluta sebagai Sekretaris) dan pihak Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan masing-masing Ir H Darmadi Erwin Harahap (Rektor UGN sebagai anggota), Drs Nggelem Ginting (Kepala LPPM UGN sebagai anggota) dan Drs Drajad Saw Harahap (Dosen UGN sebagai anggota).

Pejabat yang lolos seleksi psikotes akan mengikuti tahapan selanjutnya di Aula Kantor Bupati seperti Tes Kemampuan Bidang digelar 21 November 2016. Sedangkan penulisan makalah dan persentase seharusnya 23-30 November 2016, diundur menjadi tanggal 28-29 November 2016 kemudian tahapan wawancara semula digelar 28-30 November, dilaksanakan satu hari yakni tanggal 30 November. Pengumuman hasil penulisan makalah serta wawancara dan tes kemampuan bidang digelar 6 Desember mendatang.

Pihaknya dalam kesempatan ini menegaskan sekaligus mengimbau kepada seluruh pejabat agar mempersiapkan diri untuk menghadapi tahapan seleksi selanjutnya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan panitia. (TT/int)

Jatuh dari Sepedamotor, Digilas Truk


TobaTimes, Batubara - Kecelakaan maut terjadi di jalinsum 101-102 Medan-Kisaran, terjadi Minggu (20/11) malam, sekira pukul 20.00 WIB. Akibat insiden tersebut, seorang pengendara sepedamotor meninggal di lokasi kejadian.
Ilustrasi.
Peristiwa tabrakan maut tersebut terjadi antara sebuah truk Colt Diesel, truk tronton dan sebuah sepedamotor. Kecelakaan itu terjadi didahului dengan insiden senggolan antara truk Colt Diesel (tidak diketahui nomor polisinya) melaju datang dari arah Kisaran menuju arah Medan, dengan sepedamotor Yamaha Vega juga tanpa nopol dari arah berlawanan.

Kejadian itu tepatnya di depan RM Rhio Mas, di Dusun I, Desa Siparepare, Kecamatan Air Putih, Batubara. Akibat senggolan tersebut, sepedamotor Yamaha Vega yang ditumpangi korban langsung terjatuh. Yang mengendarai sepedamotornya Diki Andrean (22), warga Desa Tanjung Kubah, Kecamatan Air Putih, terjatuh ke kanan.

Sementara M Fajar (20), warga Gang Keris, Kelurahan Indrasakti, Kecamatan Air Putih, Batubara, yang sebelumnya berada di boncengan terjatuh ke kiri badan jalan. Begitu Fajar terjatuh, sebuah truk Tronton yang juga tidak diketahui nopolnya melintas dan langsung menggilas tubuh korban M Fajar.

Akibat kejadian itu, M Fajar meninggal di tempat kejadian perkara dengan kondisi luka parah terutama di bagian wajah dan kepala. Sedang Diki, mengalami luka robek pada kening, serta memar pada bagian tubuh lainnya.

Warga setempat dan pengguna jalan bersama personil kepolisian Lalulintas Poslantas Indrapura yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi korban ke Klinik Mulia Harapan untuk mendapatkan perawatan medis atas luka-lukanya.

Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SIK, melalui Kapos Lantas Indrapura AIPTU J Sihaloho membenarkan peristiwa kecelakaan itu dan kasus kecelakaan tersebut masih ditangani pihak Poslantas Indrapura. (TT/int)

Mobil Terbalik Pulang Ziarah, Ibu dan Anak Tewas, 15 Luka-luka


TobaTimes, Paluta - Kecelakaan memilukan terjadi di Jalinsum Gunungtua-Sibuhuan, tepatnya di Desa Aek Haruaya Kecamatan Portibi, Senin (21/11), sekira pukul 15.30 WIB. Mobil rombongan yang masih memiliki pertalian keluarga, terbalik-balik hingga membuat penumpang berjatuhan di badan jalan.

Warga berusaha menolong para korban.
Dua orang tewas dalam peristiwa itu, yakni  Maria (42) dan anaknya Kaspian Siregar (5). Sedangkan 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka, dan dirawat di Rumah Sakit Gunungtua.

Menurut informasi, mobil yang mengangkut rombongan keluarga itu adalah mobil dauble cabin jenis ranger nomor polisi D 8618 DZ. Rombongan itu, baru saja pulang ziarah dari Desa Pangirkiran, Kecamatan Halongan. Mereka hendak pulang ke Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi.

Ali Hendri Siregar (42), supir yang membawa rombongan itu, menceritakan sebelum kejadian tidak ada kendala ketika dirinya mengendarai mobil yang membawa penumpang yang duduk di bagian belakang mobil bak terbuka itu.

Tetapi ketika melintas di jalan lurus, tiba-tiba kemudi mobil tidak terkendali saat hendak berusaha menghindari sepedamotor yang melintas dari arah berlawanan. “Aku mau mendahului sepedamotor yang ada didepan mobil. Tapi dari arah berlawanan ada juga sepedamotor melintas dengan kecepatan tinggi,” kata Ali saat ditemui di Mapolsek Padang Bolak.

Ali mengatakan, karena menghindari sepedamotor yang melintas dari arah berlawanan, dia terpaksa banting stir membuat mobil oleng hingga terbalik-balik hingga mengakibatkan penumpang berjatuhan.

“Saya mau menyalip sepeda motor, tiba-tiba dari depan ada juga sepeda motor yang datang, menghindari itu akhirnya mobil tidak terkendali dan terbalik,” katanya.

S Harahap (44), salah seorang warga yang melihat peristiwa itu mengaku, tidak mengetahui penyebab kejadian. Dia waktu itu hanya melihat mobil yang mengangkut banyak orang tersebut, tiba-tiba oleng dan terbalik sampai berguling-guling.

“Penumpang terlihat terpental ke berbagai arah karena mobil terbalik sampai tiga kali dan berbalik arah,” kata Harahap.

Kanit Lantas Padang Bolak, Ipda Eka Wahyudi saat ditemui membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, kecelakaan tersebut adalah kecelakaan tunggal.

Dia menambahkan, dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, kronologis kejadian berawal saat mobil rombongan penziarah hendak pulang ke Gunung Manaon, tiba-tiba oleng dan terbalik saat hendak menyalip kendaraan lain.

“Korban yang meninggal dua orang, jenazahnya sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan. Korban luka-luka masih dirawat, sedangkan mobil sudah diamankan bersama supirnya di mapolsek,” kata Ida Eka. (TT/int)

20.11.16

Warung Kopi Terbakar Subuh, Rata dengan Tanah


TobaTimes, Siantar - Satu unit warung kopi milik Salim Damanik (65), di Jalan Medan KM 8,5, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, rata dengan tanah. Peristiwa tersebut berlangsung Jumat (18/11) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Ilustrasi.

Kebakaran pertama diketahui tetangga B br Sinaga yang berada tepat di samping warung. Warung yang berdiri dari papan dan broti tersebut dengan cepat habis dibuat kobaran api.

“Saya mendengar seperti ada suara yang aneh. Saat saya melihat dari jendela kamar, benar saja ternyata warung kopi samping rumah terbakar. Saya pun langsung keluar dari rumah minta pertolongan kepada warga,” ungkapnya.

Namun saat ia menjerit minta tolong, sangat disayangkan warga tidak ada yang mendengar."Waktu aku lari ke pinggir pasar lalu menjerit untuk meminta tolong kepada warga, tidak ada satu pun warga yang mendengar, karena saat itu kan masih pagi kali," ujarnya.

Lalu suami dari B br Sinaga langsung menghubungi pemilik warkop yang terbakar yakni Salim yang pada saat itu berada di rumah. Mendapat kabar kalau warungnya terbakar ia pun langsung menuju ke tempat warungnya tersebut dan mendapati warungnya sudah habis terbakar dilahap sijago merah.

"Waktu aku lari ke pinggir pasar lalu meminta tolong kepada warga, tidak ada satu pun warga yang mendengarkan, karena itu kan masih pagi kali. Tapi setelah aku berhenti meminta tolong ada satu orang tetangga ku yang keluar dan memanggil aku karena disitu posisi ku sudah lemas kali dan panik karena melihat kabakaran itu,” aku Salim Damanik pemilik warung.

Saat dikonformasi petugas Babinkam Timnas Sinaksak Brigadir Tanjung membenarkan kejadian kebakaran yang berada di Jalan Medan tersebut dan sekarang masih kita selidiki apa yang menyebabkan kebarakan ini.

“Kita pun masih mengumpulkan saksi agar bisa membuat laporan, karena pemilik warung tidak mengetahui kejadian kebakaran ini,” ujarnya. (TT/int)

19.11.16

Bensin Tumpah, Menjalar ke Dapur, Kompor Sedang Hidup, Dan...


TobaTimes, Simalungun - Satu unit rumah milik Sihar Sitinjak (40), warga Huta I Nagori Bandar Rakyat, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, ludes dilalap sijago merah, Jumat (18/11) sekira pukul 09.00 WIB.
Ilustrasi.
Menurut informasi, saat itu istri Sihar Sitinjak, Eva br Simanjuntak (37) sedang mengisi bensin ke dalam botol- botol miniral untuk dijual kembali secara ketengan. Ketika asyik dengan pekerjaannya itu, tiba-tiba datang tamu seorang laki-laki bermarga Simangunsong warga Mariah Bandar untuk mengundang korban agar datang kepestanya.

Kemudian Eva pun meninggalkan pekerjaannya yang sedang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin ke botol Aqua dan menemui tamunya itu, diduga tanpa mengamankan terlebih dahulu keadaan BBM yang ditinggalkannya itu. Sehingga diduga BBM yang ditinggalkan tersebut ada yang tertumpah.

Saat berbicara dengan tamunya tersebut, tiba-tiba, anaknya Perdinan Sitinjak dari dalam rumah menemui ibunya itu memberitahukan bahwa BBM sudah tumpah di lantai. Selanjutnya Eva pun masuk ke dalam rumah untuk mengelap minyak yang bertumpahan di lantai.

Namun ternyata tumpahan BBM sudah mengalir mendekati ruang dapur rumah tersebut, padahal kompor Gas mereka sedang menyala, tak disangka Eva, api pun langsung menjilat tumpahan BBM tersebut. Dekatnya jarak api dengan tumpahan BBM yang diduga sudah banyak itu, kontan dalam waktu hitungan detik api membesar dan membakar seisi rumah tersebut.

Mengetahui keadaan sudah tidak terkendali lagi Eva pun menjerit berusaha meminta bantuan. Warga yang berdekatan dengan rumah korban langsung memberikan pertolongan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak lama kemudian datang satu unit pemadam kebakaran ke lokasi kejadian dan berupaya memadamkan api yang sudah membesar tersebut. Kemudian api pun dapat dipadamkan, namun sayang seluruh isi rumah korban tak ada yang bisa diselamatkan.

Bukan sekedar seisi rumahnya saja yang ludes, kedua anak korban pun terluka. Renanda Sitinjak (5) mengalami luka bakar di punggung dan kaki kiri, sedangkan Perdinan Sitinjak (4) mengalami luka bakar pada punggung dan kaki kiri. Keduanya kini dirawat di RSUD Perdagangan.

Akibat kejadian tersebut selain melukai dua orang anak korban, kerugian materialpun mencapai seratus juta rupiah karena tidak ada satupun barang serta harta benda korban dapat diselamatkan. Sementara itu setelah api padam warga tampak masih membantu membersihkan puing-puing kayu yang terbakar dan mengevakuasi barang-barang yang sudah hangus.

Kapolsek Perdagangan AKP Asmara didampingi Kanit Reskrim Ipda TL Simamora tampak di lokasi kejadian dan turut membantu prosesi pemadaman bersama warga. Kemudian kapolsek mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan kejadian kebakaran tersebut. (TT/int)

Terminal Baru Bandara Silangit Belum Bisa Difungsikan


TobaTimes, Humbahas - Terminal kedatangan dan keberangkatan yang saat ini masih dalam proses pembangunan di Bandara Silangit masih dalam tahap pengerjaan dan sedang dikebut pihak rekanan pengelola proyek. Diprediksi proyek itu belum dapat difungsikan akhir tahun ini.

Bandara Silangit.
Memang awalnya pengelola bandara menargetkan terminal tersebut sudah akan bisa melayani penerbangan pada saat hari besar keagamaan pada Desember mendatang.

Kepala Bandara Silangit Hotasi Manalu kepada wartawan mengatakan, jika mengacu pada kontrak kerja, pembangunan terminal tersebut harus selesai pada Maret 2017. Namun pihak bandara sempat mengupayakan percepatan pengerjaan agar mampu melayani lonjakan penumpang yang diprediksi akan terjadi pada saat natal dan tahun baru mendatang.

“Namun karena faktor cuaca, percepatan pengerjaan itu tidak dapat dilakukan. Karena itu untuk pelayanan Desember masih tetap menggunakan terminal lama,” terangnya.

Dia juga mengatakan, secara umum tidak ada kendala pada pelaksanaan proyek senilai Rp16,5 miliar tersebut. Sedangkan metode pengerjaan dari pelaksanaan proyek tersebut tetap mengedepakan keselamatan kerja.

Disinggung soal antisipasi kemungkinan terjadi lonjakan penumpang mengingat Natal Nasional dipusatkan di Doloksanggul, Humbahas, hal itu tidak akan mempengaruhi pelayanan pihak Angkasa Pura II.

“Seluruh fasilitas pelayanan tetap dapat difungsikan di terminal lama. Hanya saja kita selaku pihak bandara akan melakukan penataan jadwal penerbangan agar tidak terjadi kepadatan penumpang di ruang keberangkatan,” paparnya.

Terkait dengan rencana penambahan penerbangan ke Silangit, Hotasi menjelaskan, sampai saat ini belum ada pihak maskapai yang mengajukan.

“Sejauh ini belum ada pengajuan penambahan penerbangan ke Silangit dari pihak maskapai. Namun demikian, kita memprediksi akan ada pengajuan sepuluh hari sebelum pelaksanaan natal,” tandasnya.

Lagi pula, apabila ada penambahan penerbangan, terminal yang ada sekarang masih tetap dapat menampung penumpang yang datang maupun yang berangkat. (TT/int)

18.11.16

259 Orang Bertarung di Pilkades Paluta


TobaTimes, Paluta - Sebanyak 259 orang berebut jabatan kepala desa (kades) pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 5 Desember mendatang di Kabupaten Paluta. Pilkades tersebut akan berlangsung di 108 desa yang tersebar di 14 kecamatan.
Ilustrasi.
Kepala badan PMD dan Pemdes Kabupaten Paluta Hamdan Sukri Siregar melalui Kabid Pemdes Mora G Siregar mengatakan, setelah melalui berbagai tahapan, calon tetap kepala desa sudah ditetapkan dan diumumkan secara terbuka.

Hal ini sesuai dengan SK Bupati Paluta Nomor: 141/473/K/2016 tentang penetapan hasil seleksi administrasi, mental, ideologi, wawancara dan ujian tertulis calon kepala desa tahun 2016. Pengumuman tersebut dilakukan melalui kantor camat masing-masing.

“Kita sudah berkoordinasi dengan seluruh camat. Pengumuman dilakukan melalui kantor camat. Berkasnya akan ditempelkan di kantor camat masing-masing,” kata Mora, Jumat (18/11).

Sesuai dengan pengumuman tersebut, sekitar 259 calon kades akan bersaing dari 108 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Paluta.
Usai pengumuman, para calon kades diberi waktu pelaksanaan kampanye di desa masing-masing yang dijadwalkan pada 24-26 November mendatang.

“Usai pengumuman ini, para calon yang lolos akan diberi waktu kampanye tiga hari yakni pada tanggal 24 hingga 26 November,” jelasnya.

Pada kesempatan ini ia mengimbau agar seluruh masyarakat terutama cakades untuk tetap menjaga ketertiban dan kekondusifan pada saat pelaksanaan kampanye hingga pelaksanaan pilkades selesai. (TT/int)

AKP Syahrul SH MH Kapolsek Padang Bolak yang Baru


TobaTimes, Paluta - Mutasi kembali terjadi di Polres Tapsel. Kali ini Kapolsek Padang Bolak AKP S Siregar dimutasi ke Polsek Torgamba, Polres Labuhan Batu.

Sedangkan posisi sebagai Kapolsek Padang Bolak diisi oleh AKP Syahrul SH MH dari Dit Lantas Polda Sumut. Mutasi ini sesuai dengan Surat Telegram Nomor: ST/1274/XI/2016 yang dikeluarkan Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel tertanggal 7 November 2016.

LSM Gempar Paluta Ramlan Pulungan mengucapkan selamat datang kepada Kapolsek Padang Bolak yang baru AKP Syahrul SH MH. Semoga dengan adanya pimpinan baru di Mapolsek Padang Bolak akan menambah semangat baru untuk memberantas kejahatan.

Apalagi di Paluta angka kejahatan berada di daerah perbatasan yang rawan terhadap kegiatan illegal.

Sementara AKP S Siregar selaku mantan Kapolsek Padang Bolak juga mengucapan selamat bertugas di Polsek Torgamba, Polres Labuhan Batu dan tetap bekerja sesuai amanah dan penuh tanggungjawab dalam memberikan pelayanan, pengayoman kepada masyarakat.

“Kepada Kapolsek Padang Bolak yang baru, semoga bisa secepatnya menyesuaikan diri dan segera maksimalkan pekerjaan yang sudah ada. Semoga sukses dan semakin berkiprah di Posek Padang Bolak,” katanya.

AKP Siregar yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Padang Bolak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh kepada dirinya selama bertugas di Polsek Padang Bolak. (TT/int)

17.11.16

Dua Desa di Paluta Batal Ikut Pilkades



TobaTimes, Paluta - Dua desa di Kabupaten Paluta tidak mengikuti pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang akan dilaksanakan pada awal Desember mendatang. Jadi Pilkades serentak hanya diikuti 108 dari 110 desa.

Ilustrasi.

Kedua desa itu adalah Desa Hatiran di Kecamatan Dolok Sigompulon dan Desa Pasir Lancat di Kecamatan Ujung Batu.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Kelurahan Kabupaten Paluta Hamdan Sukri Siregar melalui Kabid Pemdes Mora G Siregar, Kamis (17/11/16), mengatakan, pembatalan terjadi hanya ada satu calon peserta yang lulus seleksi dan ketidaksiapan kepanitiaan di tingkat desa.

"Dua desa tidak ikut serta dalam pilkades tahun ini. Pelaksanaan Pilkades di dua desa itu ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” katanya.

Dia mengatakan, di Desa Hatiran hanya ada calon tunggal, sementara di Desa Pasir Lancat terkendala pada kesiapan panitia desa. “Hal ini sangat bertentangan dengan surat edaran Nomor 141/569/2016 per tanggal 28 September 2016,” ujar Mora.

Ketika ditanya kapan panitia mengumumkan nama calon Kepala Desa Tetap, Kabid Pemdes yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pilkades tingkat kabupaten ini mengatakan, pengumuman akan disampaikan hari ini, Jumat (18/11). Pengumuman tersebut akan ditempelkan di dinding atau papan informasi di kantor kecamatan yang ada di Kabupaten Paluta.

Ketua Komisi A DPRD Paluta Gusman Efendi Siregar meminta agar pelaksanaan pilkades di setiap desa berjalan aman dan tertib. Juga menghindari adanya perselisihan antar warga.

Selain itu, Gusman juga berharap pelaksanaan pilkades serentak nantinya benar-benar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh panitia. (TT/int)

16.11.16

Bus Terbalik, 8 Penumpang Luka-luka


TobaTimes, Simalungun - Satu unit mobil Perdagangan Trans BK 1012 UT terbalik di Jalan Siantar-Perdagangan KM 9, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Selasa (15/11) sekira pukul 15.30 WIB.
Bus Perdagangan Trans yang terbalik.
Akibat kejadian tersebut delapan orang penumpang mengalami luka-luka. Sesuai informasi, saat itu mobil melaju dari arah Siantar menuju Perdagangan. Diduga supir ugal-ugalan, setiba di lokasi kejadian mobil Perdagangan Trans tersebut oleng.

Ketika mobil oleng, supir tidak bisa mengendalikan kondisi mobil tersebut hingga terbalik-balik dan berhenti setelah mengenai pohon yang berada di tepi jalan. Pasca kejadian tersebut, supir langsung melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut delapan orang penumpang mengalami luka-luka. Yakni, Martha Maria Tarigan (17) warga Perumnas Kerasaan, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Banndar, Kabupaten Simalungun, Baharuddin Sitorus (61) warga Huta IV, Kelurahan Pematang Kerasaan Rejo, Daud Nainggolan (32) warga Jalan Sandang Pangan Ujung, Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar.

Kemudian Tiorisma Napitu (42) warga Kelurahan Batu Ara, Kabupaten Tobasa. Kemudian, Julianti (35) warga Huta III Perdagangan, Kecamatan Pematang Bandar, Romida Tambunan (49) warga Ruhut Bosi, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Claudina Tarigan (19) warga Perumnas Kerasaan, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar dan Ernis Gultom (45) warga Ruhut Bosi, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara.

Para penumpang tersebut kini sedang menjalani perawatan intensif di RS Vita Insani.

Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Sonny Harsono SIK melalui Kanit Laka Ipda J Silalahi, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap supir Perdagangan Trans yang langsung melarikan diri pasca terjadinya kecelakaan.

Sementara delapan orang penumpang sudah menjalani perawatan di RS Vita Insani. “Mobil Perdagangan Trans yang mengalami kecelakaan sudah diamankan di Polsek Bangun,” ujarnya. (TT/int)