23.11.16

Kisah Wanita Miskin, Benjolan di Payudara Pecah dan Membusuk


TobaTimes, Palas - Diduga menderita kanker payudara, Sima br Hasibuan (52) warga Desa Tobing Julu, Kecamatan Huristak, Kabupaten Palas langsung syok. Betapa tidak, kanker payudara dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia.
Ilustarasi.
Namun, kehidupan yang serba kekurangan mengurungkan niatnya berobat ke rumah sakit. Padahal, penyakit ini seharusnya cepat ditangani. Dua tahun sudah ia menderita penyakit ini.    

Awalnya dia mengeluh sakit di bagian payudara sebelah kanan. Kemudian menyampaikan keluhan tersebut kepada keluarga termasuk suaminya, Sutan Harahap. Namun, lagi-lagi, keterbatasan ekonomi membuat keluarga tidak membawanya berobat ke dokter spesialis. Kemudian oleh keluarga memutuskan ibu enam anak ini hanya berobat kampung.

Memang, hingga kemarin (22/11) belum ada diangnosa yang mengatakan bahwa penyakit yang ia derita adalah kanker payudara karena sama sekali belum pernah ditangani dokter spesialis.

Hal itu dibenarkan Yunus Harahap, tetangga Sima br Hasibuan. Didampingi suami Sima, Sutan Harahap, Selasa (22/11) Yunus mengaku prihatin terhadap keluarga ini. Akibat keterbatasan biaya, penyakit yang diderita tetangganya itu semakin memprihatinkan, bahkan nyaris membusuk.

"Sampai sekarang dia belum ditangani dokter spesialis. Dia belum pernah berobat ke rumah sakit. Mereka tidak punya uang. Untuk biaya hidup saja mereka susah, gimana mau berobat," kata Yunus Harahap.

Yunus menceritakan, awalnya sekitar dua tahun lalu. Muncul benjolan pada payudara sebelah kanan dan mengaku sering sakit nyeri. Lalu dicek ke Puskesmas Huristak.

Saat itu pihak puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Sibuhuan. Di RSUD Sibuhuan, wanita ini diminta agar berobat ke Medan.
Seiring berjalannya waktu, penyakitnya dibiarkan karena keterbatasan biaya. Pendapatan keluarga sebagai buruh tani dinilai tidak mampu membawa berobat ke Medan. Bahkan karena keterbatasan biaya hidup, dua anak mereka dari enam bersaudara terpaksa putus sekolah.

Namun, sekitar empat bulan lalu, benjolan di payudara itu pecah. Lalu kemarin, wanita ini dibawa ke klinik dr Irwan di Simpang Huristak. "Sampai saat ini masih dirawat di klinik dr Irwan. Dokter sudah menyarankan dibawa ke Medan, tapi itu tadi, masalah biaya yang tidak ada,” jelas Yunus.

Dia berharap ada dermawan berbaik hati menolong keluarga Sima br Hasibuan. “Mereka sangat berharap bantuan pemerintah dan dermawan. Sebagai manusia, mari sama-sama meringankan beban keluarga ini. Kita berharap, ibu ini bisa dibawa berobat ke rumah sakit. Kasihan ibu ini, selalu merintih kesakitan,” bebernya diamini suami Sima br Hasibuan.

Sementara Kadis Kesehatan Pemkab Palas Leli Ramayulis saat dimintai keterangannya terkait penyakit yang diderita Sima br Hasibuan mengaku, dulu, pihaknya sudah pernah merujuk Sima ke Rumah Sakit Adam Malik di Medan. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment