Showing posts with label TANJUNGBALAI. Show all posts
Showing posts with label TANJUNGBALAI. Show all posts

21.8.18

Kapal Pengangkut TKI Ilegal Ditangkap di Tanjungbalai


TT - Polres Tanjungbalai mengamankan dua unit kapal kayu yang diduga mengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Penangkapan dilakukan di perairan Bagan Asahan Kabupaten Asahan pada koordinat N 3 054.4572 E 99 5148 3624 atau sekitar perairan Tanjung Berobang.

Kapal pengangkut TKI ilegal.
“Kapal itu berpenumpang tiga orang diduga mau dibawa ke Malaysia sebagai TKI. Dua laki-laki dan satu perempuan. Satu di antaranya warga Banglades,” kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SH Sik, Minggu (19/8).

Informasi dihimpun wartawan, awalnya, Satpol Air Polres Tanjungbalai sedang melakukan patroli. Begitu melintas di perairan Bagan Asahan Kabupaten Asahan pada posisi N 3 054.4572 E 99 5148 3624 sekitar perairan Tanjung Berobang, petugas curiga melihat kapal tersebut akan membawa TKI ilegal dari Tanjungbalai ke Malaysia.

Selanjutnya petugas berupaya mencari kapal yang dicurigai di sekitar Sei Asahan. Ternyata benar, petugas menemukan kapal terapung di sana. Kapal tersebut disebut-sebut milik warga berinisial DU. Dalam kapal ditemukan tiga orang warga, dua laki-laki dan satu perempuan. Satu di antaranya warga Banglades.

Nakhoda kapal saat diinterogasi petugas membenarkan bahwa ketiga penumpang tersebut rencananya akan dibawa ke Panton Bagan Asahan untuk diangkut sebagai TKI ilegal ke Malaysia.

Selanjutnya petugas memboyong kapal tersebut menuju Sat Pol Air Polres Tanjungbalai berikut Nakhoda kapal. Sedangkan Nakhoda kapal Suryadi alias Sur Dok (50) warga Pulau Mandi dijadikan tersangka. Sementara ABK kapal berinisial IW (36) warga Pematang Pasir Kecamatan Teluk Nibung dan Us alias Sum (46) warga yang sama, dijadikan sebagai saksi.

Terpisah, seorang warga Kecamatan Asahan menyebutkan, kapal pengangkut TKI ilegal tersebut sudah lama berlangsung. Setiap penumpang tanpa pasport itu akan dibawa ke Malaysia sebagai TKI.

Ongkosnya bervariasi. Antara Rp800 ribu hingga Rp1 juta per orang. Mereka rata-rata diberangkatkan pada malam hari agar tidak terpantau petugas. (bbs/int)

3.10.17

Oh...Anakku, Tolong...! Anakku Terbakar...


TobaTimes - Peristiwa tragis dialami seorang balita berusia dua tahun enam bulan bernama Chandra Syahputra. Ia tewas terpanggang setelah rumah orangtuanya di Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai, Jumat (29/9) sekira pukul 11.00 WIB terbakar. Nyawa bocah malang itu tidak dapat diselamatkan karena seluruh tubuhnya ‘dijilat’ api.

Ilustrasi.

Biah (34), ibu korban, tak kuasa menahan tangis. Ia menjerit histeris menangisi anaknya yang meninggal dijilat api. "Oh, anakku, anakku," rintihnya.

Menurut informasi, peristiwa naas yang menimpa anaknya bermula saat mereka lagi nonton tv bersama Emi yang merupakan ibunya (nenek dari korban). Tiba-tiba nenek Emi bangkit dari tempat duduk menuju belakang rumah dan mengambil jeregen berisik bensin dan meletakanya diatas dinding rumah yang terpasang meteran listrik.

Tiba-tiba kabel listrik yang terdapat pada dinding rumah mengeluarkan percikan api dan menyambar jerigen berisi minyak bensin. Menyaksikan kejadian itu Emi dan Biah bergegas ke belakang rumah untuk mengambil air guna memadamkan api. Namun saat itu Biah lupa membawa anaknya yang masih ada di ruang tamu. Api yang membesar ternyata menyambar Chandra hingga seluruh tubuhnya terbakar.

“Saya menjerit minta tolong kepada warga yang berada di sekitar tempat tinggal kami,” kata Biah terbata-bata.

Tak lama kemudian warga datang untuk memberikan bantuan. Menyaksikan korban terbakar warga langsung membawa korban ke RSUD Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai untuk dilakukan penanganan medis. Namun akibat luka bakar yang dideritanya cukup parah, nyawa Chandra tidak dapat ditolong.

Sementara Nasib, kakek Chandra, mengatakan, peristiwa yang menimpa cucunya Chandra semuanya karena takdir dan semuanya itu datang dari Allah. “Pagi tadi cucu ku itu sehat dan makan bersama orang tuanya. Namun ajalnya tiba apa mau kita lakukan. Kita hanya bisa berserah kepada Allah. Saat ini ayah cucuku itu sedang bekerja di luar negeri sebagai TKI.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai AKP Hery Sopyan dan KBO Ipda HJ Parapat beserta jajaran dan Kapolsek Sei Tualang Raso Tanjungbalai Iptu Mauluddin, Camat Sei Tualang Raso Maspar Suryadi SAg MM, Lurah Sei Raja Asmui Abdulah dan tokoh masyarakat H Ganti Panjaitan mengucapkan turut berduka dan berlangsungkawa atas meniggalnya seorang bocah anak dari saudara Daman dan Biah.

Kapolsek Sei Tualang Raso Tanjungbalai Iptu Mauluddin menyatakan pihaknya lagi melakuan penyelidikan. “Berhubung keluarga masih shock kita cukupkan dulu pada penyelidikan saja,” ujar Mauluddin.

Setelah mendapat kabar insiden tragis yang menewaskan putranya, Daman (36) ayah dari Chandra Syahputra (2 tahun 6 bulan) yang tewas terpanggang di rumahnya langsung pulang ke Tanjungbalai. Setelah Daman sampai, jenazah bocah malang itu dimakamkan di pemakaman muslim di Kecamatan Sei Tualang Raso.

Itu dikatakan Nasib kakek dari Chandra, Sabtu (30/9). Nasib mengatakan, setelah kejadian yang menimpa cucunya pihak keluarga telah mengabari Daman atas peristiwa yang menimpa Chandra.

“Ayah dari almarhum cucuku sudah pulang. Saat ini dia bekerja sebagai TKI di Malaysia. Kami langsung mengabari peristiwa yang menimpa cucuku itu pada ayahnya. Katanya si Daman akan pulang sebelum pemakaman. Jenazah cucuku dimakamkan di pemakaman umum di Kecamatan Sei Tualang Raso,” ucap Nasib.

Nasib mengatakan, pihak keluarga sudah pasrah dengan insiden yang menewaskan cucunya tersebut. “Apo mau dibilang, sudah begini suratan takdirnyo. Kalau sodih ya sodih lah semuo keluarga. Tapi ondak bagaimana kalau sudah itu suratan takdir dari Allah,” ucapnya dengan wajah sedih.

Sementara Baih (34) masih tampak shock dengan peristiwa yang menewaskan anaknya. Baih hanya bisa menangis meratapi jenazah anaknya. Ia tidak menyangka anaknya tewas dengan cara sangat sangat tragis. Namun Baih belum bisa dimintai keterangan terkait pristiwa tersebut. (bbs/int)

17.9.17

Baru Nikah 3 Bulan, Pria Ini Tewas Kena Tembak di Kepala


TobaTimes - Seorang pria bernama Jefri Syahputra alias Jefri tewas tertembak di bagian kepalanya. Keluarga sangat sedih sebab Jefri sendiri diketahui baru menikah 3 bulan dengan wanita pujaan hatinya. Jefri adalah Lingkungan VII, Jalan Cicak Rowo, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung Tanjungbalai.

Jasad Jefri ketika dsemayamkan di rumah duka.
Ayah korban, Sofyan (54), mengatakan bahwa Jefri merupakan adalah anak pertamanya dari lima orang bersaudara. Jefri baru tiga tahun tamat sekolah di SMK Tanjungbalai dan baru tiga bulan menikah dengan seorang wanita yakni FS.

Sofyan menceritakan, sebelum kejadian, Jefri permisi berangkat ke Dumai dengan alasan ingin mencari pekerjaan. Sehari setelah itu Sopyan menghubungi Jefri namun tidak diangkat. Tak berapa lama Jefri menghubungi dan mengatakan ia tertidur sehingga tidak mendengar telepon. “Maaf lagi tidur Baba tak kudongar Hp berbunyi,” ucap Sofyan meniru perkataan Jefri.

Tapi sejak itu, Sofyan tidak bisa menghubungi Jefri lagi. Lalu saat Sofyan sedang duduk-duduk dengan temannya, datang seorang pria menanyakan tentang Jefri.

“Langsung kujawab anakulah itu coba lihat dulu gambarnya. Begitu melihat fotonya aku lalu lemas dan lunglai bagaikan tidak sadar. Selanjutnya aku pulang ke rumah berbincang dengan istriku tak lama kemudian datang mobil ambulans ternyata di dalam anakku Jefri sudah meninggal. Kenapa polisi sampai hati menembak kepala anakku? Jika dia bersalah tangkap dan penjarakan saja,” ucapnya.

“Kurasa anakku begitu kecil usianya tak pantas ditembak," katanya lagi.

Sebelumnya, personel Sat Narkoba Polres Tanjungbalai terpaksa melepaskan timah panas ke kepala Jepri Syahputra (21), Rabu (13/9/17) sekira pukul 20.00 WIB. Hal itu dilakukan polisi karena Jefri mencoba merampas senjata polisi, saat hendak ditangkap karena membawa sabu dari Dumai. Dari tas ransel hitam yang dibawa Jepri, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 3 kilogram.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Try Setyadi Artono, pada konferensi pers singkat di RSUD dr T Manysur Tanjungbalai mengatakan, tewasnya Jepri berawal ketika personel kepolisian hendak melakukan penangkapan terhadap dirinya. Sebelumnya tim pengintai dari Tanjungbalai sudah mengikuti tersangka sepanjang perjalanannya.

“Kita sudah mengikuti tersangka mulai dari Tanjungbalai sampai ke Dumai. Di sana dia menginap di hotel dan balik lagi ke Tanjungbalai. Terpaksa personel kita pun ikut menginap, agar tersangka tak luput dari pengawasan,” ungkap Kapolres.

Menurut AKBP Try Setyadi, Jepri kemudian pulang dengan menumpangi bus antar provinsi dan turun di Simpang Kawat, Kabupaten Asahan. Selanjutnya, Jepri menaiki becak bermotor (betor) untuk melanjutkan perjalanannya ke Kota Tanjungbalai. Sesampainya di Jalan Jenderal Sudirman, KM 7, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, petugas pun langsung menghentikan betor yang ditumpangi Jepri.

“Tersangka pulang dari Dumai dengan menggunakan bus. Setibanya di simpang Kawat, Kabupaten Asahan, dia naik betor untuk menyambung perjalanan menuju Tanjungbalai. Tersangka ini pada saat hendak dilakukan penangkapan, mencoba melakukan perlawanan. Senjata api anggota kita saat itu dirampasnya setelah kendaraan becak motor (betor) yang ditumpanginya dihentikan petugas, persisnya di depan sebuah hotel (Tresya) di KM 7 Sijambi, Tanjungbalai,” katanya.

Setelah merebut senjata api petugas tersangka melarikan diri. Melihat itu petugas yang lain sudah memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali, tapi tidak digubris tersangka yang terus lari. “Akhirnya personel terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melepaskan tembakan terukur dan terarah, hingga mengenai kepala bagian belakang tersangka,” jelasnya.

Dari dalam tas yang dibawa Jepri, petugas kemudian menemukan tiga bungkus plastik putih, berisi masing-masing 1000 gram (1 kg) sabu totalnya 3 kg sabu.“Barang bukti 3 Kilogram sabu itu dibawa oleh pelaku dari Dumai untuk diedarkan kembali di Kota Tanjungbalai ini,” terang Kapolres.

“Petugas menemukan barang bukti itu dari dalam tas ransel warna hitam milik pelaku itu sendiri,” ucap kapolres.

Kapolres menjelaskan, bahwa petugas masih berusaha menyelamatkan nyawa Jepri dengan melarikannya ke RSUD dr T Mansyur untuk mendapat perawatan medis. Namun, saat tiba di RSUD dr T Mansyur Tanjungbalai, nyawanya sudah tidak tertolong lagi.

“Jenazahnya dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) semula dibawa ke kamar jenazah RSUD dr T Mansyur Tanjungbalai. Kita sudah melakukan kordinasi dengan pihak keluarganya untuk kepentingan auotopsi. Kasus ini kita akan terus kembangkan,” jelasnya. (bbs/int)

16.11.16

Di Tanjungbalai Suplai Elpiji Berlebih, tapi Harga Tinggi


TobaTimes, Tanjungbalai - Setiap bulan suplai gas elpiji 3 kilogram 127 ribu tabung. Dengan jumlah tersebut, seharusnya elpiji di Tanjungbalai sudah cukup bahkan berlebih.
Ilustrasi
Itu sesuai data Bagian Ekonomi Pemko Tanjungbalai  suplay elpji berlebih. Anehnya, dipasaran gas melon ini tetap langka dan harganya mencekik leher berkisar antara Rp20.000 sampai Rp25.000 per tabung.

Kondisi tersebut tetap bertahan walaupun Pemko Tanjungbalai bekerjasama dengan UPMS Pertamina I Medan telah melakukan dropping gas elpiji 3 kg ke setiap pangkalan.

Hal itu terungkap saat dilakukan dialog antara Komisi B DPRD, Kepala Bagian Perekonomian Dra Darul Yana Siregar, Kepala Dinas Perindag Rumondang Hasibuan SPd, Plt Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) dengan puluhan orang warga Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai di Kantor DPRD Kota Tanjungbalai, Selasa (15/11) sekira pukul 14.00 WIB.

Dalam dialog tersebut, juga hadir empat agen penyalur gas Dra Darul Yana Siregar, 3 Kg Kota Tanjungbalai seperti PT Mas Gas Nusantara, CV Lima Sinar Abadi, PT Anugerah Tetap Jaya, dan CV Sukses Teguh Gemilang.

Dalam dialog tersebut, Nazaruddin Panjaitan selaku juru bicara dari masyarakat mempertanyakan keberadaan gas bersubsidi yang dalam beberapa bulan ini langka dan mahal. Oleh karena itu, Nazaruddin Panjaitan mempertanyakan tugas dan fungsi dari pemerintah termasuk DPRD, sehingga gas elpiji untuk masyarakat miskin tersebut masih langka dan mahal.

"Kami sudah cukup lama bersabar, melihat langka dan mahalnya gas elpiji untuk masyarakat miskin tersebut dipasaran. Untuk itu, saat ini kami ingin mempertanyakan tugas dan fungsi dari pemerintah termasuk DPRD yang terkesan melakukan pembiaran terhadap langka dan mahalnya gas melon tersebut," ujar Nazaruddin Panjaitan.

Kabag Perekonomian Kota Tanjungbalai, Dra Darul Yana Siregar mengatakan bahwa suplay gas elpiji bersubsidi dari Pertamina ke Kota Tanjungbalai setiap bulannya sebanyak 127.000 tabung. Katanya, jumlah suplay tersebut sebenarnya sudah berlebih. Daraul Yana menduda ada penyimpangan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mementingkan diri sendiri.

"Dengan suplay sebanyak 127 ribu tabung setiap bulan, maka gas melon untuk Kota Tanjungbalai ini sudah berlebih. Akan tetapi, akibat adanya penyimpangan dalam penyalurannya yang diduga, dilakukan oleh agen dan pangkalan, sehingga harga tebus gas bersubsidi tersebut di masyarakat sangat tinggi," ujar Dra Darul Yana Siregar.
Atas kondisi tersebut, Ketua Komisi B DPRD M Nur Harahap meminta komitmen dari keempat agen gas elpiji, untuk dapat menertibkan pangkalan penyalur gas masing-masing. (TT/int)