Showing posts with label TOBASA. Show all posts
Showing posts with label TOBASA. Show all posts

24.8.18

Ratusan Ton Bangkai Ikan Dievakuasi dari Pantai Danau Toba


TT - Oksigen minim secara tiba-tiba diduga menjadi penyebab matinya sekitar 180 ton ikan keramba jaring apung (KJA) di  Desa Pintu Sona, Pangururan, Kabupaten Samosir. Bangkai ikan-ikan milik masyarakat tersebut dievakuasi, Kamis (23/8/18).

Evakuasi bangkai ikan di Pangururan, Samosir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Samosir Sudion Tamba mengatakan, kejadian ikan mati massal ini cukup mengejutkan warga. Pihaknyapun langsung turun ke lapangan dan  melakukan pemeriksaan kadar oksigen di lokasi keramba. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kadar oksigen dalam air  (Dissolved Oxygen atau DO) berkisar 2,28 Mg/L.

Kondisi tersebut sangat jauh di bawah standard mutu air yang ditetapkan pemerintah berdasarkan PP 82 tahun 2001 minimal 6,0 Mg/L. "Untuk sementara diperkirakan penyebab matinya ikan ini karena kekurangan oksigen, DO 2,82 Mg/L itu sangat rendah," ujarnya Sudion.

Dari segi lingkungan hidup, kata Sudion, bangkai ikan yang sudah mulai membusuk mengakibatkan pencemaran udara dan air.  Bau amis sudah terasa dari jarak 500 meter dari lokasi.

Pihaknya dibantu pemilik dan komunitas warga telah berupaya melakukan evakuasi sejauh 30 meter dari bibir pantai. Menggunakan satu unit alat berat, bangkai ikan dievakuasi ke dalam galian tanah seluas seluas 10 x 10 meter dengan kedalaman 2 meter.

"Kita tidak bisa menggali terlalu dalam sebab di bawah  kedalaman dua meter sudah keluar air. Jadi kita buat seadanya guna mempercepat evakuasi," terang Sudion, sembari menuturkan kalau bangkai ikan nantinya akan diolah menjadi pupuk kompos.

Turut membantu evakuasi Perkumpulan Warga Onan Baru (Perona). Sebanyak 25 orang anggota Perona turun ke lokasi sebagai bentuk kepedulian bersama.

"Intinya, kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa petani keramba ini. Kita akan bantu hingga proses evakuasi selesai," ujar Polten Simbolon, koordinator Perona.

Salah seorang Petani keramba, Nadeak mengatakan akibat kejadian ini mereka merugi hingga Rp5 Miliar. Tanda-tanda kejadian tersebut bermula pada 21 Agustus sore hari.

"Ikannya gak mau makan, dan berada di dasar semua. Jadi kita sempat berusaha memberikan oksigen dengan cara memompa," sebutnya.

Lalu, pada hari kedua ikan-ikan mulai lemas dan mengapung. Kemudian, berurutan ikan-ikan mati dan kejadian serupa berlangsung secara bersamaan.

"Saat ini kami fokuskan untuk pembersihan bangkai ikan dulu," pungkas Nadeak.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Kabupaten Samosir Sumatera Utara, Jhunellis Sinaga, menduga terjadi kematian ikan karena perubahan suhu.

"Ini akibat Up Welling, dugaan sementara terjadi perubahan suhu. Suhu dari dasar danau naik ke permukaan," tuturnya.

Menurut Jhunellis, endapan limbah di dasar danau naik ke permukaan dan ikan pun tidak bisa memperoleh oksigen secara maksimal. Limbah tersebut berasal dari berbagai macam kandungan.

Data sementara 140 petak KJA yang sudah berisi bangkai dengan rincian 180 ton ikan yang sudah mati. Ikan-ikan terdiri dari mujahir, nila dan ikan mas. Keseluruhan ikan itu sudah siap panen. (bbs/int)

20.8.18

Bus Masuk Jurang di Sipegepege, 6 Orang Meninggal


TT - Satu unit bus merek CV Sentosa bernomor polisi BK 7136 FY yang dicarter rombongan pesta terjun bebas ke jurang yang curam berbatu-batu di sekitar Jembatan Sipegepege, Desa Lumban Gaol Tengah, Kecamatan Nassau, Tobasa, Sabtu (18/8) lalu. Hingga Minggu sore (19/8), enam penumpang meninggal dunia.

Tim SAR mengevakuasi salah satu korban.
Menurut para korban yang selamat, bus itu berangkat dari Medan pada Jumat (17/8) malam, menuju Desa Sipange, Nassau, Tobasa. Tujuan keberangkatan adalah menghadiri pesta adat Sulang-sulang Pahompu (bukan pesta pernikahan seperti yang ramai tersebar di medsos).

Belum diketahui penyebab pasti bus itu terjun, tapi menurut salah seorang korban yang dirawat di RSUD Porsea, Rianto Sitorus, supir mereka kemungkinan mengantuk.
“Sampai di jembatan Sipege-pege sekira jam 06.00 Wib bus kami terjun ke jurang, kemungkinan supir kami mengantuk,” ujar Rianto sambil meringis kesakitan.

Dia menggambarkan kengerian yang terjadi pada subuh itu. Para penumpang berteriak histeris. Ada yang menjerit, menangis, memohon ampun pada Tuhan, dan selebihnya ia tidak tahu karena kejadiannya berlangsung seperti mimpi. Sampai kemudian ia menyadari sudah berada di rumah sakit.

Beberapa jam kemudian, peristiwa itu tersebar luas di medsos. Warga berbondong-bondong memberikan bantuan. Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian dan Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli juga ikut turun ke lokasi memimpin langsung proses evakuasi bus dan para korban yang dilakukan tim gabungan.

Tapi penyelamatan berlangsung sulit karena medan yang curam dan sempit. Hingga siang hari sekitar pukul 13.00 Wib, baru 18 orang yang berhasil dievakuasi, dua diantaranya meninggal dunia.

“Sampai sekarang, yang berhasil dievakuasi masih 18 orang. Di dalam bus masih ada korban 4 orang dengan posisi terjepit, yang diduga sudah meninggal. Namun informasi dari keluarga korban, ada 26 orang korban dalam kejadian ini,” kata Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian yang diwawancarai bersama Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli di lokasi kejadian sekitar pukul 14.00 Wib.

Bupati mengatakan, evakuasi bus dan korban yang jatuh 30 meter di bawah jembatan, sangat sulit. “Kondisinya, mobil terjepit dalam celah batu. Beberapa kali ditarik pakai kren dengan alat berat, belum berhasil,” katanya.

Kapolres menambahkan, informasi dari korban selamat, diduga ada korban yang hanyut saat keluar dari bus. “Informasinya, ada yang keluar saat kejadian. Namun tergelincir dan terbawa arus. Kita sudah lakukan pencarian, dan pasang jaring. Namun belum ditemukan,” ungkapnya.

Setelah bekerja keras, malam hari tepat pukul 21.00 WIB, bus pengangkut rombongan parboru itu baru berhasil diangkat menggunakan dua unit alat berat dan terali jembatan. Bus tersebut tampak diselimuti semak-semak yang terseret saat evakuasi. Dari dalam bus yang diangkat itu, ditemukan 3 korban tewas.

Informasi awal menyebutkan, di dalam bus tersebut ada 4 orang, sehingga 1 orang dinyatakan hilang. “Di dalam bus masih ada 4 orang korban yang sudah meninggal, posisinya terjepit. Tim sudah mengikat badan korban agar lepas dan jatuh ke sungai. Tapi hanya 3 ditemukan saat bus terangkat," kata Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian Sabtu malam.

Lalu, Minggu (19/8) pagi, upaya pencarian korban terus dilakukan. Tim SAR diturunkan menyusuri sungai mulai dari titik awal kejadian hingga jarak 3,5 kilometer.

"Informasi jumlah penumpang belum pasti. Ada yang menyebutkan 26, ada yang menyebutkan 35 orang. Namun diyakini masih ada korban hilang. Diduga terbawa aliran sungai. Jadi sekarang kita turunkan dua tim melakukan pencarian di aliran sungai hingga jarak 3,5 km," tutur Torang M Hutahaean, Kepala Pos Pembantu Basarnas Danau Toba, Minggu pagi.

Upaya itu membuahkan hasil. Timsar berhasil mengevakuasi 1 orang korban meninggal saat menyusuri sungai. "Tadi pagi, tim berhasil menemukan satu korban berjenis kelamin wanita di dalam sungai. Dengan medan yang cukup sulit, evakuasi baru berhasil pukul 13.00 WIB," tutur  tutur Torang M Hutahaean.

Dia menjelaskan, korban ditemukan dengan posisi tersangkut kayu di aliran sungai, sekitar 2,3 kilometer dari lokasi kejadian di bagian hilir sungai. Upaya pencarian masih terus dilakukan hingga Minggu sore karena jumlah penumpang bus masih simpang siur.

Kepala BPBD Tobasa Herbet Pasaribu menambahkan, setelah proses identifikasi di Puskesmas Nassau, diketahui bahwa korban Romida br Simorangkir (59), alamat Balai Desa No 20, Dusun I, Helvetia Medan.

Herbet mengatakan, pendataan masih terus divalidkan, termasuk mengenai kepastian jumlah penumpang bus tersebut.

Hingga Minggu sore, jumlah penumpang bus yang sudah berhasil dievakuasi berjumlah 22 orang. Sebanyak 16 orang ditemukan selamat dan dirawat di rumah sakit terdekat, yaitu RSUD Porsea dan RSUD Balige. Sedangkan 6 orang ditemukan meninggal dunia dan masih dalam proses pemberangkatan jenazah ke rumah duka masing-masing di Medan.

"Jumlah penumpang bus tersebut masih belum akurat. Hari ini kita coba data ulang dengan menemui seluruh keluarga korban," ujar Kasat Lantas AKP Lambok S Gultom, Minggu sore. (newtapanuli.com/int)

6.10.17

Sebelum Bunuh Diri, Begini Isi Surat Ayah Kepada Anak-anaknya...


TobaTimes - Seorang ayah bernama K Sihaloho (29) mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Diduga, aksi nekat itu dilakukannya karena himpitan ekonomi. Warga Dusun 1 Lumban Sirait, Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Tobasa, itu ditemukan tergantung dengan tali ayunan di rumahnya, Rabu (4/10/17) pagi.

Rumah korban bunuh diri ramai dikunjungi warga.
Orang pertama yang melihat jasad korban adalah istrinya Br Gultom. Saat bangun pagi, Br Gultom kaget menyaksikan suaminya sudah tergantung di ruang tengah. Sambil histeris dia memanggil tetangga untuk menurunkan korban, tapi suaminya sudah tiada.

Di sekitar lokasi penemuan jasad korban, ditemukan surat yang diduga ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya. Demikian penggalan isi surat itu:

Aku tidak butuh apa-apa lagi di dunia ini. Aku hanya ingin kalian semua anak-anak aku jadi orang sukses, biar gak seperti aku ini, hanya budak yang tidak tau diri.

Selain tulisan di kertas, almarhum juga meninggalkan pesan melalui tulisan dalam kaos oblong warna putih yang berbunyi: Hati yang terluka, siapa aku ini 7 haloho naso marina marama apa budak bukan manusia pelengkap saja aku. Seorang budak kasih kerja biar bisa makan. Aku bukan apa2 di dunia ini hanya orang yang tak tau diri.

Kepala Desa Sigapiton JE Gultom membenarkan kejadian itu. “Biasalah, masalah keluarga. Tetapi si korban langsung mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri,” katanya.

Kanit Reskrim Iptu D Habeahan mengatakan, kejadian murni bunuh diri. "Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak bersedia diotopsi, yang ditandatangani istri almarhum, mertuanya serta Kepala Desa Sigapiton,” katanya. (bbs/int)

2.10.17

Terharu, Lampu Teplok Membuatnya Bercita-cita jadi Presiden


TobaTimes - Sebuah dusun bernama Toba Holbung, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) kini belum dialiri listrik. Setiap malam, desa itu diselimuti kegelapan.

Belajar dengan lampu teplok.
Selain itu, jalan menuju dusun itu juga rusak parah, sulit dilalui. Tersebutlah seorang anak Martahan Butar-butar (9), siswa Kelas 3 SD Negeri Marom, mengau sulit mengenyam pendidikan di kampung merkeka. Selain sulit belajar malam hari, jarak yang yang ditempuh ke sekolah juga sangat jauh.

"Bila kumpul teman-teman di sekolah, mereka cerita film anak-anak (kartun, red) yang mereka tonton di rumah masing-masing. Saya menikmati ceritanya walaupun sebatas cerita," katanya.

"Saya ingin seperti mereka bisa belajar dan nonton film agar tidak hanya dengar cerita," katanya lagi.

Saking sedihnya belajar tiap malam dengan lampu tepplok, Martahan mengaku bercita-cita ingin jadi presiden, supaya bisa membangun listrik di pelosok dan memperbaiki jalan.

Rical Sirait (27), warga lain, mengatakan bahwa mereka sangat berharap dapat menikmati listrik. Ada 15 rumah tangga dan berpenduduk sekitar 70 jiwa yang membutuhkan penerangan listrik.

"Selama ini kami belum bisa menikmati arti daripada kemerdekaan. Kami memohon supaya pemerintah pusat maupun daerah segera mendengar jeritan kami," harap Rical. (sumber: newtapanuli)

24.9.17

Nga Sega Bah, Gadis SMP Putus Sekolah Karena Dicabuli Oknum Sintua


TobaTimes - Seorang gadis berinisial YS yang masih duduk di bangku kelas II SMP, kini terpaksa mendekam di rumah dan tak melanjutkan sekolahnya. Hal itu terjadi karena YS, warga Kabupaten Toba Samosir itu, menjadi korban percabulan seorang pria beristri. Ironisnya, pria itu adalah seorang sintua (penatua) di salah satu gereja.

YS, korban pencabulan.

"Sudah kami laporkan ke polisi dan sudah masuk persidangan. Untuk menunggu proses lanjutan korban, YS menghentikan sekolahnya, " ujar orangtua korban RS, Minggu (24/9/17).

Padahal, katanya, YS memiliki cita-cita anak yang tinggi, yaitu menjadi dokter. Tapi harus terhenti karena ulah seorang tokoh agama TS menjadikannya sebagai pelampiasan hawa nafsu. “TS saya percayai dalam pembinaan remaja. Tapi tega berbuat senonoh pada diriku dan harus melayani kemauannya untuk memuaskan hawa nafusnya,” ujar YS.

Menurut RS, peristiwa terjadi ketika YS sedang mengikuti pembinaan remaja dan saat itu pada malam hari. Saat pulang, TS menawarkan jasa untuk mengantarkan YS pulang ke rumah menaiki sepeda motor, sebab kebetulan jarak rumah korban ke tempat pembinaan remaja lumayan jauh. YS menerima tawaran itu. Tapi YS bukannya dibawa pulang, tapi dibawa kesuatu tempat ke desa tetangga.

“ Di tempat gelap, saya dijadikan pemuas nafsunya, ketika pulang saya diturunkan di pintu gerbang desa,” ungkap YS seperti dilansir newtpanuli.com. TS juga mengancan YS agar tidak memberitahu hal itu kepada siapapun. Jika ketahuan, dia akan dibunuh.

Karena ancaman itu, YS akhirnya tutup mulut. Bahkan ketika pelaku kembali melakukan hal yang sama secara berulang, YS hanya bisa diam karena ketakutan. “Perbuatannya sudah 5 kali di tempat berbeda,” ungkap YS sambil menangis.

Orangtuanya RS berharap agar hal ini secepatnya diputuskan pengadilan, mengingat korban harus melanjutkan pendidikannya karena ia anak semata wayang dan diharapkan sebagai penerus yang berpangkat. “Hanya dia yang kami andalkan bisa menjadi pejabat dan harus sekolah setinggi-tingginya," ujarnya.

Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli membenarkan pengaduan itu. Dijelaskan, kasus telah tahap dua. "Kasus tersebut sudah kita proses. Tersangka TS sudah di tahan. Sudah kita limpahkan ke kejaksaan, dan saat ini, sedang dalam tahap persidangan di pengadilan," ujar AKP Manson Nainggolan. (sumber berita di sini)

21.9.17

Pejabat Tobasa Mengundurkan Diri dari Jabatan, Ada Apa?


TobaTimes - Beberapa waktu lalu, mantan Plt Sekda Tobasa Drs Arifin Silaen mengundurkan diri dari jabatannya. Kini giliran Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Frida Sinaga yang mengundurkan diri dari jabatannya.

Kadinkes Tobasa Frida.
Pengunduran diri Kadinkes ini menjadi topik penting karena saat ini sedang berlangsung akreditasi Puskesmas di Tobasa. Beredar isu di kalangan masyarakat bahwa penggunduran diri Kadinkes itu terkait dengan mutasi sejumlah dokter di Puskesmas tanpa sepengetahuan kadis.

Anggota DPRD Tobasa Drs Sahala Tampubolon berpendapat, pengunduran diri Kadinkes bisa saja terkait dengan isu tersebut. "Isu yang kita dengar, pengunduran diri dr Frida karena adanya mutasi beberapa dokter tanpa sepengetahuannya. Padahal saat ini sedang berlangsung akreditasi Puskesmas di Tobasa," ujarnya kepada wartawan di Balige.

Sebelumnya, terkait pengunduran diri Plt, disebutkan alasannya karena sakit. Tapi sesungguhnya ada alasan lain di balik pengunduran diri Plt Sekda, yaitu terkait ketidaknyamanan menjalankan tugas-tugas dalam jabatan itu.

"Sebelum sakit, mantan Plt Sekda juga dulu pernah mengundurkan diri tapi tidak di-acc bupati. Lantas ketika Kadinkes mengundurkan diri, langsung di-acc Bupati," katanya.

Plt Sekda Tobasa Drs Harapan Napitupulu membenarkan pengunduran diri dr Frida dari jabatannya. Pengunduran diri itu melalui surat permohonan yang disampaikan kepada Bupati Tobasa tanggal 18 September. "Alasan pengunduran diri beliau karena sakit, dan perlu waktu dalam masa pengobatan," jelasnya.

Menanggapi pengunduran diri Frida itu, Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian mengeluarkan Surat Perintah Bupati Nomor: 800/2936/MP-P/BKD/2019 tertanggal 20 September yang isinya memerintahkan dr Rajaipan Ompa Tua Sinirat MKes sebagai pelaksana tugas Kadinkes terhitung tanggal 20 September.

Terkait isu lain pengunduran diri dr Frida, Harapan mengatakan hal itu tidak benar. "Dalam surat yang disampaikan, alasannya jelas sakit dan butuh waktu pengobatan," katanya lagi menegaskan.

Sebelumnya, tepatnya pada Juli 2016, Kepala Dinas Kehutanan Tobasa Alden Napitupulu juga mengundurkan, juga karena alasan kesehatan. (berbagai sumber/int)

18.9.17

Sebelum Meninggal, AKP Nainggolan Ajak Rekan Berdoa: Terimakasih Tuhan, Kami Sudah Pindah...


TobaTimes - Kabar sedih datang dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khusunya Polres Tobasa.  Salah seorang perwira di insitusi itu meninggal mendadak. Sedihnya lagi, peristiwa itu terjadi sesaat sebelum Nainggolan melakukan serah terima jabatan (sertijab) untuk jabatannya yang baru.

Istri AKP P Nainggolan menangis histeris.
Peristiwa itu terjadi di Mapolres Deli Serdang, Senin (18/9/17) pagi sekira pukul 8.45 WIB. Dalam sertijab itu, AKP Pinda Nainggolan akan menerima jabatannya sebaga Kasat Binmas Deliserdang. Sebelumnya, Nainggolan melaksanakan tugas sebagai Kasat Sabhara Polres Tobasa.

Ternyata, sebelum meninggal, AKP Pinda Nainggolan sudah menunjukkan hal-hal aneh seolah pertanda bahwa dia akan meninggal. Hal itu disampaikan salah seorang kerabatnya AKP Manson Nainggolan, yang tak lain adalah Kasat Reskrim Polres Tobasa.

AKP Manson bercerita, pada Sabtu (16/9/17) pagi, alamarhum tiba-tiba mengajak dirinya ke rumah, lalu menyampaikan kata perpisahan melalui doa. "Aneh, tiba-tiba almarhum mengajak saya berdoa. Padahal tidak pernah seperti itu," ujar  AKP Manson bercerita.

Pada Sabtu itu mereka akan mengikuti apel PAM acara JCI. Sebelum apel itulah almarhum tiba-tiba memanggilnya dan mengajak ke rumahnya di komplek Mapolres Tobasa. Setibanya di dalam rumah, almarhum mengajaknya berdoa.

"Adekku, ayo dulu ke rumah, katanya. Sampai di rumah, saya dipersilahkan duduk. Berdoa dulu kita, katanya. Aku heran kok tiba-tiba seperti itu," terang Manson.

Ia makin heran ketika almarhum memimpin doa, ada kata-kata perpisahan. "Anehnya lagi, yang didoakan hanya saya. Tapi saya hanya diam dan menurut saja," cerita Manson.

Dalam doa yang dibawakannya, almarhum berkata, "Tuhan, terimakasiih kami sudah pindah. Di dunia ini, ada pertemuan ada perpisahan. Tuhan, adekku ini pindah tugas ke Madina. Berikan dia kesehatan dan rezeki".

"Seperti itulah inti doanya. Sebenarnya, saya ingin tanya kenapa tiba-tiba saya diajak berdoa, dan kenapa hanya saya yang didoakan. Tapi entah mengapa saya hanya diam dan menurut," jelasnya.

Menurutnya, pertemuan mereka yang terakhir itu seolah memberikan pesan bahwa almarhum akan meninggal. Justru itulah setelah mendengar kabar duka, yang terkenang dalam benaknya hanya kisah terakhir saat mereka berdoa. (bbs/int)

BACA JUGA: Sedih! AKP Pinda Nainggolan Meninggal Mendadak Sesaat Sebelum Sertijab


Sedih! AKP Pinda Nainggolan Meninggal Mendadak Sesaat Sebelum Sertijab


TobaTimes - Kabar sedih datang dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khusunya Polres Tobasa.  Salah seorang perwira di insitusi itu meninggal mendadak. Sedihnya lagi, peristiwa itu terjadi sesaat sebelum Nainggolan melakukan serah terima jabatan (sertijab) untuk jabatannya yang baru.

Istri AKP P Nainggolan histeris di samping jenazah suami.
Peristiwa itu terjadi di Mapolres Deli Serdang, Senin (18/9/17) pagi sekira pukul 8.45 WIB. Dalam sertijab itu, AKP Pinda Nainggolan akan menerima jabatannya sebaga Kasat Binmas Deliserdang. Sebelumnya, Nainggolan melaksanakan tugas sebagai Kasat Sabhara Polres Tobasa.

Dalam suatu kegiataan beberapa hari ini di Lumban Bulbul, Balige, tepatnya Sabtu (16/9/17), Naingolan masih dalam keadaan sehat dan tampak aktif menjalankan tugas pada kegiatan itu. "Ya, tadi pagi meninggal pas mau sertijab di Polres Deli Serdang," kata Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli yang diwawancarai wartawan di Balige, Senin (18/9/17).

Kapolres mengaku terkejut mendengar kabar duka itu. Sebab, selama menjabat Kapolres di Tobasa, ia tidak pernah mendengar alamarhum Pinda Nainggolan mengeluh sakit.

Dikatakan, ada beberapa pejabat Polres Tobasa yang mutasi. Salah satunya almarhum AKP Pinda Nainggolan, yang akan menjabat Kasat Binmas di Polres Deliserdang.

AKP Pinda Nainggolan sudah bertugas di Tobasa selama kurang lebih 6 tahun. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, perwira dengan 3 balok emas di pundaknya itu dikabarkan mengeluh sakit kepala. Sempat dibawa ke rumah sakit, namun tidak tertolong. (bbs/int)

BACA JUGA: Sebelum Meninggal, AKP Nainggolan Ajak Rekan Berdoa: Terimakasih Tuhan, Kami Sudah Pindah... 


11.8.17

Ribuan Orang Hantar DL Sitorus ke Peristirahatan Terakhir


TobaTimes - Jenazah alm DR (HC) Sutan Raja Darius Lungguk Sitorus atau DL Sitorus akhirnya dikebumikan di Talak Batu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa, Jumat (11/8/17) sekira pukul 18.00 WIB.
Prosesi pemakaman DL Sitorus.
Ribuan orang tampak memadati lokasi untuk menghantarkan pengusaha kaya raya ini ke peristirahatan terakhir.

Sebelum pemakaman, lebih dahulu dibawa ke Gereja HKBP, dan digelar kebaktian singkat. Acara kebaktian dan pemakaman dihadiri langsung Eporus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing, anggota keluarga besar DL Sitorus, kerabat keluarga almarhum baik dari Hula-hula Raja Siagian, Tulang Panjaitan, Tulang Rorobot Tambunan Baruara, dan lainnya.

Selanjutnya, setelah acara pemakamana, akan digelar acara mambagi jambar di rumah duka yang akan dihadiri penetua adat dan kerabat keluarga almarhum.

Ratusan papan bunga ucapan duka juga tampak berjejer menghiasai jalan di sekitar rumah duka. Bukan tanggung, banyak papan bunga dari pejabat berbagai daerah, seperti Riau, Jakarta, Bali, Makasar, Papua dan dari daerah lain.

Sebagaimana diketahu, DL Sitorus, dikabarkan tutup usia pada Kamis (3/8) di dalam pesawat. Peristiwa terjadi saat DL Sitorus akan berangkat ke Medan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 188. Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 13.35 Wib tertunda akibat kejadian tersebut.

DL Sitorus adalah putera daerah asal Sumatera Utara yang sangat sukses di perantauan sebagai Pengusaha. Dengan harta yang mencapai triliunan Rupiah, DL Sitorus dikenal sebagai pengusaha Sumut yang sangat dermawan di kampung halamannya.

Masyarakat Tobasa menghormati DL Sitorus, dan mereka mengabadikan nama DL Sitorus menjadi nama suatu jalan di Kabupaten Toba Simosir. Jalan sepanjang 12 KM itu diresmikan oleh Bupati Tobasa sendiri dengan nama resmi jalan DR Sutan Raja DL Sitorus. (bbs/int)


10.8.17

Baru Sampai dari USA, Putri DL Sitorus Nangis Histeris


TobaTimes - Suasana sedih terjadi di Ruma Parsaktian DL Sitorus di Parsambilan, Desa Cinta Damai, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Kamis (10/8) siang, sekira pukul 12.00 WIB. Pasalnya, Ika Sitorus, putri DL Sitorus yang sudah lama ditunggu-tunggu dari Amerika, akhirnya tiba di rumah duka.
Ika Sitorus menangis di samping jasad ayahnya.
Saat tiba, Ika tampak tak menghiraukan acara adat yang sedang berlangsung. Ika yang hadir menggendong anaknya langsung disambut tangis saudara-saudaranya. Suasana haru semakin bertambah ketika ia meluapkan kesedihannya dengan tangisan.

Seketika suasana acara adat berubah oleh riuh isak tangis yang mengundang perhatian seluruh keluarga, kerabat, dan undangan. Ika menangis sambil membelai wajah ayahnya DL Sitorus yang terbujur kaku didalam peti jenazah. Juga abangnya Sabar Sitorus dan Sihar Sitorus turut menangis.

Beberapa saat kemudian, Ika melirik anggota keluarga di tempat itu. Sihar Sitorus yang sejak Ika tiba selalu berada di sampingnya kemudian dipeluk sambil menangis.

Acara pemakaman DR Sutan Raja DL Sitorus sendiri akan digelar Jumat (11/8/17). Menurut salah seorang keluarga, Wilson Sitorus, acara mangarapot akan dilaksanakan Kamis (10/8/19) hari ini. Acara tersebut merupakan acara terakhir sebelum pemakaman, yang disertai dengan penutupan peti jenazah. Maka sebelum kedatangan Ika, keluarga memutuskan akan menunda acara tersebut jika Ika belum tiba. (bbs/int)

7.8.17

Ia Menikami Togar karena Kakek Togar Menembak Kakeknya


TobaTimes - Motif pembunuhan sadis yang menewaskan Togar Sirait sedikit terungkap. Pelaku yang juga marga Sirait, tepatnya berinisial TS, tega menikami tubuh Togar berkali-kali hingga tewas, ternyata karena ada dendam lama. Di masa lalu, kakek Togar menembak kakek TS hingga tewas.

Jasad Togar ketika ditangani medis.
Kepada penyidik, pelaku mengaku telah membunuh korban secara membabi buta. Dia mengaku bahwa ia memang dendam kepada korban.

Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli melalui Kasat Reskrim AKP Manson Nainggolan kepada wartawan mengatakan, sebelum kejadian, pelaku merasa dipermalukan saat berada di warung tuak. Selain itu, juga ada dendam lama yang masih terpendam, dimana kakek pelaku tewas di tangan kakek Togar.

“Motifnya, tersangka TS tersinggung karena sebelumnya mereka bertengkar gara-gara berebut gitar di warung. Memang, tidak sampai terjadi perkelahian, hanya maki-makian,” ujar kasat.

Selain itu, pelaku juga mengaku dendam terhadap Togar. Dulu almarhum kakek pelaku meninggal karena ditembak oleh kakek Togar. “Jadi ada dendam lama,” kata perwira berpangkat tiga balok emas ini.

Sebagaimana diketahui, warga Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa Samosir (Tobasa), geger oleh pembunuhan sadis yang menewaskan Togar Sirait (30). Peristiwa mengenaskan itu terjadi di Lumban Lintong, Desa Lintong Julu, Sabtu (5/8/17) sekitar pukul 20.30 WIB. Hanya dalam waktu 3 menit, korban dihabisi secara sadis.

Salah seorang warga, S Sirait (21), kejadian tersebut benar-benar tidak diduga, karena begitu cepat terjadi. “Iya, tidak sampai tiga menit, pelaku langsung saja menghujam benda tajam beberapa kali ke tubuh korban. Korban langsung tersungkur,” terangnya.

Kasat Reskrim AKP Manson Nainggolan mengatakan, kepada pelaku dipersangkakan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, dimana pelaku diyakini melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Togar.

“Jadi, kejadian itu bukan spontan. Setelah dari warung, tersaangka pulang ke rumah abangnya mengambil pisau, kemudian mendatangi korban,” ungkapnya. (bbs/int)

6.8.17

Ditikami Berkali-kali, Cuma 3 Menit, Togar Sirait Tewas Seketika


TobaTimes - Pembunuhan sadis terjadi di Lumban Lintong, Desa Lintong Julu, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa Samosir (Tobasa). Warga setempat geger oleh peristiwa itu. Togar Sirait (26), tewas seketika.
Jenazah Togar Sirait ketika ditangani medis.
Menurut informasi, dalam 3 menit, korban dihabisi secara sadis, Sabtu (5/8) sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku pembunuhan tiba-tiba datang menemui Togar dan langsung menikami korban dengan benda tajam secara membabi buta.

Menurut salah seorang warga, S Sirait (21), kejadian tersebut benar-benar tidak terduga karena begitu cepat terjadi. "Iya, tidak sampai tiga menit. Pelaku langsung saja menghujam benda tajam beberapa kali ke tubuh korban. Korban langsung tersungkur,” terangnya.

Korban tersungkur di depan rumahnya dengan lumuran darah. Seketika warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu menjerit histeris dan dengan cepat berdatangan ke lokasi kejadian. Korban segera dilarikan ke RSUD Porsea untuk diberikan pertolongan, sementara pelaku langsung melarikan diri.

Korban tidak tertolong lagi akibat begitu banyaknya luka tusukan di tubuhnya. Ada tiga tusukan di dada, tiga tusukan di perut, dua tusukan di lengan kiri dan satu di kaki.

Sementara, pelaku berinisial TS (22) yang merupakan teman sekampung korban yang sempat melarikan diri akhirnya ditangkap beberapa jam kemudian di rumahnya.

Kapolsek Lumban Julu AKP Hermansyah Siregar saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini dan mengatakan bahwa pelaku sudah tertangkap. “Pelaku sudah kita amankan dari rumahnya sendiri pada Minggu (6/8) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, beberapa jam setelah kejadian, berkat kerja sama warga,” katanya.

Dia menjelakan, petugas dan warga langsung memblokade setiap persimpangan jalan sehingga pelaku tak akan bisa lolos.

“Pelaku sudah kita serahkan langsung ke Polres Tobasa untuk penyidikan lebih lanjut. Dan, apa motif dari pembunuhan ini, masih dalam penyidikan. Korban sudah diberangkatkan ke RS Siantar untuk otopsi,” ujar Kapolsek. (bbs/int)

30.5.17

Sedih! Tabrakan Antar Anak Sekolah, Polisi dan Putrinya Tewas


TobaTimes, Balige - Brigadir Polisi Jon Wesly Purba (37) dan putrinya bernama Jessica Purba (9), menghembuskan nafas terakhir di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU HKBP Balige, Senin (29/5/17) kemarin. Personil Polres Tobasa itu meninggal setelah tabrakan maut di Jalinsum tepatnya di KM 231-233, Desa Tampubolon Lumban Atas, Kecamatan Balige, Tobasa.

Jenazah Jon dan putrinya.
Berdasarkan informasi, kejadian naas itu terjadi ketika Brigadir Jon Wesly dengan mengendarai sepeda motor Vario membongceng putrinya Jessica berikut anaknya Jovanca Wesli (6), berangkat dari kediamannya di Asrama Polsek Laguboti menuju Balige pagi itu. Niatnya untuk mengantar kedua anaknya sekolah di SD Katolik Balige.

Dari arah berlawanan melintas mobil penumpang L300 BB 1239 OC yang dikendarai Dimpos Nababan (35), warga Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Taput. Tepat dilokasi kejadian terjadi tabrakan. Brigadir Jon Wesly terhempas bersama kedua anaknya.
Jon mengalami luka robek di dengkul, luka lecet pada kaki kanan, luka lecet pada tangan, mengalami benturan pada kepala dan meninggal dunia  setelah di rawat di RSU HKBP Balige. Kemudian putrinya Jessica mengalami luka lecet pada kaki kanan, memar pada kaki kanan, dan benturan pada kepala dan meninggal dunia setelah di rawat di RSU HKBP Balige.

Sementara Jovanca mengalami luka lecet pada wajah, bengkak pada pelipis sebelah kanan, luka lecet pada pelipis sebelah kanan, luka lecet pada kepala dan dibawa berobat ke RSU HKBP Balige. Namun setelah mendapat perawatan awal, Jovanca dirujuk ke Rumah Sakit Tiara di Siantar.

Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoly yang ditemui di RSU HKBP Balige  membenarkan kejadian itu. Dijelaskan, dari pemeriksaan saksi, serta olah TKP, sementara diduga kecelakaan itu akibat kelalaian pengendara mopen.

"Diduga Mopen melintas dari  kekanan jalan dan menabrak pengendara septor," tutur Kapolres melalui Kasatlantas AKP Robinson Sembiring.

Saat ini Mopen L300 No Polisi BK 1239 OC diamankan, kemudian  sopir Dimpos Nababan dimintai keterangan. Namun sejauh pemeriksaan, Dimpos tidak mengakui bahwa kejadian itu akibat kelalaiannya.

Jenazah Brigadir Jon Wesly dan putrinya langsung dibawa ke kampung halaman almarhum di Dusun Tanjung Maria, Desa Simalas, Kabupaten Serdang Bedagai. Turut langsung Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoly dan sejumlah personil dalam iringan dua unit mobil ambulans berangkat dari RSU HKBP Balige menuju rumah duka di Tanjung Maria. (TT/int)

31.3.17

Pengerjaan Jalur Balige By Pass Dimulai Bulan Mei


Balige By Pass.

SOPO - Pengerjaan pembangunan jalur Balige By Pass dari wilayah Tambunan hingga Longat sepanjang 9,8 Km dan lebar 25 meter akan bulan Mei tahun 2017 ini. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) telah menyiapkan anggaran pembangunan jalan lingkar Kota Balige itu sebesar Rp242 Miliar.


"Informasi yang kami terima, Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 242 Miliar. Kalau berjalan mulus, tahap pertama akan dimulai dikerjakan bulan Mei tahun ini," ujar Tagor Siburian ST Mt, PPK Pengadaan Tanah Balige By Pass yang juga menjabat Kabid Tata Ruang di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemkab Tobasa, Kamis (30/3/17).

Siburian menjelaskan, tahap pertama mulai Tambunan Meijan sepanjang 2 Km. Pembebasan lahan sudah rampung dibayarkan kepada 116 pemilik lahan dengan total keseluruhan sebesar Rp 120 juta. Untuk membangun, telah disiapkan anggaran Rp30 Miliar.

"Untuk 2 Km ini, saat ini sedang tender. Informasi yang kami terima, sedang dalam tahap evaluasi penawaran. Kalau mulus, Mei sudah mulai pengerjaannya," terangnya.

Terkait sisa lahan belum dilakukan ganti rugi, saat ini tim pengadaan lahan sedang melakukan pendataan. Data sementara ada sebanyak 300 pemilik lahan.

"Untuk ganti rugi disiapkan dari APBD Tobasa sebesar Rp 18,5 Miliar. Kemudian, dari pemerintah pusat Rp 25 Milair. Dengan jumlah anggara tersebut, diperkirakan cukup untuk keseluruhan. Jika memungkinkan, tiga bulan kedepan sudah mulai dibayarkan," katanya. (TT/int)
 

13.1.17

Haha...! Rombongan Bupati Tobasa Kena Tilang


TobaTimes, Medan - Mungkin tak ada yang menyangka. Rombongan Bupati Toba Samosir (Tobasa) Darwin Siagian kena bukti pelanggaran (tilang) saat melintas di Kabupaten Serdang Bedagai.
Rombongan Bupati Tobasa ditilang.
 Sanksi itu diberikan lantaran polisi menilai tindakan pengawalan yang dilakukan Dishub Tobasa tidak sesuai ketentuan.

Kapolres Serdang Bedagai Eko Suprihanto dalam paparannya, Kamis (12/1/17), mengatakan, penilangan dilakukan karena pengawalan oleh Dishub Tobasa melanggar Pasal 59 ayat 5 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Penggunaan Lampu Isyarat dan Sirine. Serta, melanggar Pasal 134 UU No 22 tahun 2009 tentang Pengguna Jalan yang Memperoleh Hak Utama.

"Kegiatan pengawalan yang dilakukan oleh Dishub Pemkab Tobasa saat melintas di Sergai pada Senin malam itu sangat berbahaya dan membahayakan pengguna jalan lain," katanya.

Polisi menilai pengemudi kendaraan tidak menguasai tata cara pengawalan. Pengemudi juga dianggap tidak memiliki kompetensi dalam kegiatan pengawalan.

"Itu semua mobil dimasukkan ke halaman Polres dan pengawalnya ditilang," tuturnya.

Pengemudi yang ditilang atas nama Henry Siahaan. Dia mengemudikan mobil Dishub BB 1111 E milik Pemkab Tobasa. "Barang bukti yang ditahan adalah SIM atas nama Henry Siahaan," bebernya.

Eko menambahkan, tilang dilakukan untuk memberikan efek jera. Sekaligus pembelajaran bagi pimpinan daerah agar ke depan meminta bantuan kepolisian dalam kegiatan pengawalan. (TT/INT)

15.12.16

Wakil Bupati Samosir Pantau Pasar Tradisional


Pasar tradisional.
TobaTimes, Samosir - Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga melakukan pantauan atau monitoring ke pusat Pasar Tradisional Onan Pangururan, Rabu (14/12).

Kehadiran Juang juga menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pedagang di tempat itu dan menyampaikan kesulitan dalam berjualan.

Dia menekankan agar Dinas Perhubungan membuat konsep sedemikian bagus supaya terciptanya angkutan yang teratur saat berlangsungnya pekan besar di Pangururan.

"Atur mobil sedemikian rapi dan jangan ada bus yang parkir di simpang-simpang," kata Juang Sinaga memberikan arahan.

Juang juga menginstruskikan Dinas Perhubungan untuk memfungsikan keberadaan pangkalan bus. Melarang angkutan umum masuk ke sekitaran pusat pasar supaya tidak terjadi kemacetan, khususnya pada pekan besar.

"Dishub agar bekerja dengan baik. Ini (kawasan Kecamatan Pangururan) ibu kota Kabupaten Samosir," katanya. (TT/int)

4.12.16

Mobil Penumpang Hantam Truk yang Sedang Parkir


TobaTimes, Tobasa - Mobil penumpang Koperasi Bintang Tapanuli (KBT) BB 1827 BB menabrak Truk Loging BB 8020 ES yang sedang parkir di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, Jumat (2/12) sekira pukul 05.00 WIB. Akibatnya, dua penumpang mengalami luka-luka.
Ilustrasi.
Sesuai informasi, mobil KBT yang dikemudikan Pasaribu (35) melaju dari arah Medan menuju ke Tarutung. Dia tidak mengetahui adanya truk yang parkir di bada jalan lintas tersebut.

"Truk itu tidak membuat kode parkir, saya kira mobil tersebut berjalan. Sehingga saya tidak bisa mengelak lagi," ujar Pasaribu.
Supir KBT menyeruduk belakang truk yang bermuatan kayu sehingga kepala mobil KBT ringsek.

Dua orang penumpang yang duduk di depan terjepit, maka harus dibantu ditarik mobil lain yang melintas di jalan tersebut, baru bisa dikeluarkan.

Sementara itu, personel Polsek Lumban Julu segera mengevakuasi korban dan kedua mobil tersebut. Korban langsung dilarikan ke RSUD Porsea untuk diberi pertolongan.

Korban bus KBT, yakni Fitri Sitorus (22) mengalami patah bahu. Setelah diberi pertolongan pihak RSUD Porsea langsung dirujuk ke RS HKBP Balige.

Sedangkan korban kedua Elydawati Sinambela (23) mengalami luka robek di paha dan kepala. Dia langsung dirujuk ke Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar.

Menurut Kanit Lantas Unit Lumban Julu Aiptu Kairudin langsung mengamankan supir KBT Pasaribu (35) dan supir truk loging Marganda Sirait (44) ke Polres Tobasa. "Mereka diminta keterangan mengenai kejadian ini, " ujar Aiptu Kairudin sembari menambahkan bahwa mobil terparkir di tepi jalan karena rusak. (TT/int)

21.11.16

Tobasa Butuh 868 Guru SD dan SMP


TobaTimes, Balige - Jaminan kualitas pendidikan tentunya tidak terlepas dari ketersediaan dan kompetensi tenaga pendidik. Meski tidak mudah, namun dalam prakteknya di lapangan hal itu harus terpenuhi.

Ilustrasi.
Seperti halnya di Kabupaten Tobasa, hingga saat ini Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) di daerah itu masih butuh sebanyak 868 guru. Untuk menutupi kekurangan itu, instansi terkait memberdayakan tenaga honor.

"Sebenarnya, untuk tingkat SD dan SMP negeri, kita masih butuh guru sebanyak 868 orang. Untuk menutupi kekurangan itu, kita berdayakan tenaga honor. Seperti, honor kontrak dan honor komite sebanyak 868 orang. Sehingga kebutuhan guru tertutupi," ujar Kepala Dinas Pendidikan Tobasa Lalo H Simanjuntak ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/11).

Di Tobasa ada 227 SD dan 51 SMP. Sementara guru PNS hanya 2.102 orang. Sehingga masih butuh tenaga guru.

"Bicara rasio, perbandingan antara jumlah siswa dengan jumlah guru, memang belum memadai. Idealnya, 1 guru untuk 30 siswa. Namun itupun tidak bisa kita jadikan dasar untuk menghitung kebutuhan guru di Tobasa. Tetapi kebutuhan guru sesuai rombongan belajar. Contohnya, di salah satu SD, ada yang siswanya dari kelas 1 hingga 6 hanya 60 orang. Jadi mana mungkin cukup 2 atau 3 guru di sekolah tersebut," katanya.

Bicara kualitas pendidikan, pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan, baik sarana dan prasarana, juga peningkatan SDM tenaga didik.

"Yang menjadi jaminan kualitas pendidikan, pertama guru harus cukup. Itu telah kita benahi dengan mengangkat tenaga honor kontrak dan komite.

Sebenarnya, kita harapkan seluruh guru PNS, tetapi tidak memungkinkan oleh aturan-aturan. Kemudian guru-guru yang berkompetensi, itu sudah kita laksanakan beberapa tahun belakangan  bekerjasama USAID memberikan pelatihan kepada guru, kepala sekolah dan pengawas. Kemudian sarana dan prasarana, itu juga kita upayakan maksimal sesuai kebutuhan," paparnya.

Dibanding tahun lalu, mutu pendidikan di Tobasa meningkat. Alat ukurnya, telah adanya siswa Tobasa yang menjadi duta Sumatera Utara pada olimpiade sains. Ditingkat kompetensi siswa LKS juga, termasuk prestasi dalam bidang non akademis.

"Kemudian, tahun ini, ada sebanyak 760 alumni kita yang masuk perguruan tinggi negeri dari sebanyak 2.100 lulusan. 46 orang di ITB, ini termasuk prestasi kita," tandsanya. (TT/int)