Showing posts with label PEMATANGSIANTAR. Show all posts
Showing posts with label PEMATANGSIANTAR. Show all posts

12.7.22

Waitress Cafe di Siantar Dibunuh Pacar Karena Layani Tamu Lain

Seorang waitress di salah satu cafe di pemandian Pulbat, Jalan Sibatu-batu, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, dihabisi pacarnya, LS (27). Waitress tersebut berinisial RD, warga Raya Kahean, Kabupaten Simalungun.

Pelaku LS (tengah kaos hitam) saat menyerahkan diri ke Polsek Siantar Martoba.

RD dibunuh dan ditelanjangi sang pacar, dan alat kelaminnya ditusuk. Jasad korban diletakkan dekat pemandian Pulbat. Pelaku LS menyerahkan diri ke Polsek Siantar Martoba, Minggu (10/7/22) siang sekira jam 13.00 WIB.

"Pelaku warga Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar,” kata Kapolsek Siantar Martoba AKP Manaek S Ritonga melalui Kanit Reskrim AIPTU Gixson Rumapea kepada wartawan, Senin (11/7/22) sore.

"Saat itu anggota menerima laporan dari pelaku. Selanjutnya, pelaku kita bawa untuk olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Kanit.

Polisi bersama warga menyisir areal perladangan sekitar 500 meter dari tempat kerja korban di pemandian Pulbat. Tim Libas berhasil menemukan mayat korban dalam keadaan ditutupi dedaunan, Senin (11/7/22) dini hari sekira jam 00.01 WIB. Yang terlihat hanya kedua kakinya.

Ketika Tim Inafis mengangkati dedaunan, mayat korban ditemukan dalam keadaan telanjang bulat. Mulut tersumpal pakaian. Bahkan kedua lubang hidung ditusuk pake ranting kayu. Kmaluan juga ditusuk.

"Jenazah korban kita evakuasi untuk dilakukan pemeriksaan dalam dan luar (otopsi) ke ruangan jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Medan,” tambah Kanit. Pelaku sudah diboyong ke Polres Siantar.

Saat di Polres Siantar, pelaku mengaku nekat membunuh korban akibat sakit hati dan cemburu. Pasalnya, korban yang berprofesi sebagai waitress sering menerima tamu laki-laki lain dengan layanan shot times. (bbs/int)

12.2.20

Masih 21 Tahun, Celina Dihukum 6 Tahun Penjara


TobaTimes - Seorang gadis berusia 21 tahun bernama Celina Rizky divonis 6 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Senin (10/2/20).

Celine meninggalkan ruang sidang usai divonis 6 tahun penjara.

Hukuman ini lebih ringan dua tahun dari tutuntan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus Maha SH yang menuntutnya 8 tahun penjara.

Saat mengikuti sidang pembacaan putusan, Celina Rizky hanya tertunduk dan sesekali tersenyum. Usai persidangan, terdakwa menemui keluarga sebentar sebelum dibawa ke Lapas.

Terdakwa Celina Rizky diringkus polisi pada bulan Agustus 2019 lalu dari Jalan Kelurahan Nagapitu, Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, karena memiliki narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,76 gram. Polisi juga menemukan timbangan digital dan alat hisap sabu-sabu. (bbs/int)

5.2.20

Pria Ini Diarak-arak Pedagang di Pasar Horas


TobaTimes - Seorang pria bernama Imran Lubis (30), warga Marihat Mayang, Kabupaten Simalungun diarak pedagang Pasar Horas usai menikmati hasil curiannya, Senin (3/2) sekira pukul 17.05 WIB.

Imran Lubis.
Pelaku diduga sudah beberapa kali beraksi di pasar tradisional itu. Namun baru kali ini ketahuan.
Sebelumnya, tertanggal 27 Januari 2020 sekitar pukul 14.30 WIB, pelaku beraksi di Toko Umi Jilbab Gedung III Pasar Horas. Hal itu diketahui dari CCTV milik Toko Umi Jilbab tersebut.

Hingga akhirnya Senin (3/2) sekira pukul 17.05 WIB, pelaku kembali datang ke Pasar Horas dan ingin melakukan hal yang sama.

Namun aksinya itu gagal, lantaran pedagang sudah mengenal wajahnya. Korban yang selama ini mencari keberadaan pelaku, akhirnya mengamankan pria bertubuh kurus itu.

Bersama pedagang lainnya, korban pun mengarak pelaku ke Pos Penjaga Polisi yang ada di daerah Pasar Horas.
Sayang kasus ini tidak diproses lantaran korban Umi Kalsum Batubara (41) warga Jalan Jorlang Hataran, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, enggan membuat laporan resmi ke polisi.

Dia justru memilih berdamai dan membuat surat pernyataan perdamaian.

Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya membenarkan peristiwa itu. Hanya saja kasus itu tidak diproses karena keduanya memilih untuk berdamai.

"Memang benar, ada seorang pencuri di Pasar Horas diserahkan ke kita oleh Kapos Pos Iptu Jefry. Tapi korban tidak mau membuat laporan pengaduan karena kerugian hanya berkisar Rp400 ribu," kata Iptu Subagya.

Kapolsek mengatakan, saat diamankan pedagang, pelaku sudah mengakui perbuatannya kalau dirinya mencuri setengah lusin sarung di Toko Umi Jilbab.

"Pelaku sudah mengaku kalau dia yang mencuri sarung di tempat korban (Umi Jilbab). Sarung itu kemudian diecernya (dijual, red) kepada orang. Kerugian korban diperkirakan sekitar Rp400 ribu," katanya. (bbs/int)

27.7.19

Istri Kawin Lagi, Depresi dan Meninggal Mendadak


TobaTimes - Identitas pria yang meninggal secara tiba-tiba di Jalan Sumbawa, Kelurahan Bantan pada Kamis (25/7) lalu akhirnya terungkap. Korban bernama Anton Girsang (41). Ia merupakan karyawan PTPN IV Marihat. Korban diduga depresi sejak ditinggal istri tercinta.

Jasad korban ketika dibawa ke RS.
Elijon Girsang (48) abang korban ditemui di kamar mayat menceritakan, adiknya itu sudah hilang sejak tiga hari yang lalu. Pihak keluarga sudah melakukan pencarian di berbagai tempat. Namun tak kunjung ditemukan.

Keberadaan korban diketahui keluarga dari media sosial (medsos) yang menyebutkan ada seorang pria ditemukan meninggal. Oleh keluarga memastikan informasi tersebut.

“Setelah kami lihat di rumah sakit, keluarga baru yakin kalau itu adalah adik saya,” kata Elijon.

Menurut Elijon, selama ini korban tinggal di Nagori Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Statusnya masih karyawan PTPN IV Marihat.

Sejak 8 tahun yang lalu, korban ditinggal istrinya dan menikah dengan lelaki lain. Sementara dari hasil pernikahannya, korban memiliki dua orang anak.

“Sejak ia ditinggal istrinya, adik kami ini merasa depresi,” kata Elijon sembari mengatakan akan membawa jenazah adiknya itu untuk dimakamkan.

Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya membenarkan penemuan mayat tersebut. Bahkan pihak keluarga sudah datang dan telah dilakukan serah terima.

“Jenazah korban dengan resmi dan diterima langsung oleh abang kandung korban. Korban dibawa keluarganya ke rumah duka di Lorong 20 Parluasan, Siantar Martoba,” ujar Kapolsek.

Sebagaimana diketahui, warga Jalan Sumbawa, Kelurahan Banten tiba-tiba dihebohkan dengan seorang pria berjalan sempoyongan dan tiba-tiba terjatuh di pinggir jalan. Saat itu, korban sulit bernafas. Namun, saat hendak dibawa ke rumah sakit, korban meninggal dunia. (bbs/int)
Baca Juga: Sempoyongan, Seorang Pria di Siantar Tiba-tiba Meninggal

26.7.19

Sempoyongan, Seorang Pria di Siantar Tiba-tiba Meninggal


TobaTimes - Warga Jalan Sumbaya Simpang Sunda, Kecamatan Siantar Barat tiba-tiba dihebohkan dengan adanya seorang pria hendak datang ke sebuah warung dengan sempoyongan dan kemudian meninggal dunia.

Jasad Mr X dibawa ke RS

Informasi dihimpun, pria yang berusia sekitar 40 tahun itu berjalan dengan sempoyongan dan saat di jalan tiba-tiba terjatuh. Warga di lokasi berupaya melakukan pertolongan, tapi saat itu kondisi pria tersebut sudah lemas dan kesulitan bernafas.

Sekita 15 menit kemudian, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan pihak kepolisian yang turun ke lokasi langsung membawanya ke kamar mayat RSU Djasamen Saragih.

Menurut Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya tidak ada ditemukan identitas korban dan pihaknya masih melakukan pencarian keluarganya.

"Kejadiannya Mr X itu hendak masuk ke sebuah warung dengan keadaan sempoyongan. Tiba-tiba jatuh dan sekitar 15 menit hendak mau dibawa ke rumah sakit, Mr X itu meninggal dunia," ujar Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kematian korban apakah karena sakit atau bukan. (bbs/int)

19.7.19

Gudang Obat RS Horas Insani Siantar Terbakar, Pasien Panik



TobaTimes - Pasien di Rumah Sakit Horas Insani mendadak panik dan berlari keluar setelah mengetahui terjadi kebakaran di gudang farmasi, Kamis (18/7) sekira pukul 00.30 WIB.

Gudang Obat RS Horas Insani Siantar Terbakar, Pasien Panik
Kebakaran itu diduga akibat adanya arus pendek dari ruang farmasi dan kamar mayat. Menurut pengakuan saksi mata yang merupaka keluarga pasien di rumah sakit tersebut menceritakan, awalnya ia melihat kepulan asap yang cukup besar dari salah satu ruangan gedung warna putih berlantai tiga tepatnya di samping IGD. Ruangan itu merupakan tempat penyimpanan obat-obatan farmasi dan penyimpanan jenazah.

Melihat ada asap tebal, spontan saja ada teriakan kebakaran dan menghebohkan penghuni rumah sakit. Sementara pihak rumah sakit dengan cepat menelepon petugas pemadam kebakaran Pemko Siantar dan STTC.

Beberapa menit kemudian, sedikitnya enam unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Mereka langsung memadamkan api dari ruangan sumber api.

Sedangkan sejumlah pasien dan keluarga pasien tampak keluar dari gedung karena takut terjadi apa-apa.

Sementara para perawat juga sibuk mengevakuasi pasien. "Tuhan tolong lah kami Tuhan. Cepat-cepat lah padamkan apinya,” ujar salah satu keluarga pasien yang histeris melihat peristiwa itu.
Tidak beberapa lama, api di ruangan farmasi berhasil dipadamkan dan tidak sempat mengenai ruangan lainnya.

Menurut salah seorang pegawai RS Horas Insani, sumber api itu berasal dari ruang farmasi. Pada saat kejadian, ruangan itu dalam keadan kosong dan hanya berisi obat-obatan dan buku-buku.

Kapolsek Siantar Martoba Iptu Resbon Gultum membenarkan kejadian tersebut. (bbs/int)

18.7.19

Tragedi Lapo Tuak, Agustin Pardede Sekarat Disayat Onser Pardede


TobaTimes - Onser Pardede (56) warga Jalan Marimbun, Kelurahan Simarimbun, Siantar Marimbun terpaksa mendekam di Sel Polsek Siantar Marihat. Onser ditangkap karena menganiaya temannya semarga yaitu Herman Agustin Pardede (31) dengan menyayat perutnya.

Korban saat dirawat di RS.
Menurut informasi yang dihimpun, penganiayaan itu terjadi di Lapo Tuak milik Boru Sirait,  Senin (15/7/19) sekitar pukul 22.30 WIB.

Perkelahian berawal saat korban sedang bercerita dengan pelaku. Keduanya juga masih keluarga dekat. Saat itu keduanya membahas tentang keikutserta panitia di kampung. 
Waktu itu, pelaku menyuruh korban untuk mengerjakan pekerjaan yang ingin diselesaikan. Namun korban menolak.

Pelaku kemudian menasehati korban karena dia merasa lebih tua. Namun karena merasa tidak dipedulikan, pelaku kesal dan mencoba memukul korban. Beruntung saat itu masih bisa dilerai oleh warga.

Selanjutnya, pelaku pergi ke lapo tuak yang tak jauh dari rumah korban. Sekira pukul 22.30 WIB, korban berencana pulang ke rumah dan kemudian bertemu dengan pelaku.

Keduanya pun kemudian cecok mulut dan tiba-tiba pelaku mengambil pisau dan menyayat perut korban.

Korban yang sudah berlumuran darah selanjutnya ditolong warga dan membawanya ke rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Siantar Marihat Onijan Damanik membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan telah menangkap pelaku dan langsung ditahan. (bbs/int)

19.10.17

Siswi SMA Diculik, Wajah Disilet, Ditemukan Berdarah-darah


TobaTimes - Nadia (17), siswi Kelas XII SMA Teladan ditemukan warga berlumuran darah di sekitar Tanjung Pinggir Jalan Rondahaim Purba, Kelurahan Pondok Sayur, Siantar Martoba, Kamis (19/10) sekira pukul 07.00 WIB.

Siswi SMK Siantar korban penculikan.
Untung saja korban masih keadaan sadar. Saat ditanyai warga, korban mengaku tinggal di Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Melayu, Siantar Utara. Selanjutnya, warga menghubungi keluarga korban. Akhirnya korban pun dibawa ke Rumah Sakit Horas Insani untuk mendapat perawatan medis. Sementara ibu korban membuat laporan ke kantor Kepolisian.

Setelah beberapa jam dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) korban yang wajahnya dipenuhi luka lebam ini dibawa ke ruang inap. Ayah korban terlihat duduk di pinggiran tempat korban berbaring.

Iwel, kakak korban yang ditemui di depan ruang inap tempat korban menceritakan awal kronologis kejadian yang menimpa adiknya ini.

Dari keterangan salah seorang teman korban kepada keluarga, pada Rabu 18 Oktober 2017, saat korban masih les sore di sekolah, korban dihubungi seorang pria berinisial DS.

Dari pembicaraan mereka di telepon, D S mengatakan kepada korban untuk segera mengambil paket titipan barang, dengan syarat, korban seorang diri dan tidak mengajak teman.

Namun saat itu korban menolak untuk pergi seorang diri. Dia mengatakan akan mengajak seorang temannya yang juga satu kelas dengannya. Permintaan itu pun disetujui DS.

Ditemani seorang temannya, korban pun akhirnya menemui DS di depan Alfamart Jalan Cokro, Kelurahan Baru, Siantar Utara. Saat bertemu, DS meminta untuk membonceng korban, sementara temannya naik sepeda motor sendiri.

Ketiganya pun bergerak ke tempat yang dikatakan DS. Bukannya jalan seiringan, saat berada di persimpangan lampu merah Jalan Tangki, persis di seberang Mapolsek Siantar Utara. DS memacu sepedamotor korban dan meninggalkan teman sekelas korban itu.

Singkat cerita, pada malam harinya pihak keluarga berusaha mencari keberadaan korban. Hampir seluruh daerah yang ada di Kota Pematangsiantar mereka masuki, namun hasilnya nihil. Dari keterangan teman sekelas korban yang juga ikut menemui DS, pihak keluarga pun berusaha menghubungi DS.

Awalnya D S mengaku tidak mengetahui keberadaan korban, dia berdalih saat itu sedang berada di kampung sang istri. Setelah didesak, DS akhirnya mengaku. Dengan penuh percaya diri, pria itu mengatakan bahwa dia telah membunuh korban. Awalnya dia mengaku membuang jenazah korban ke daerah tanjung pinggir.

Pihak keluarga beserta tetangga langsung berpencar mencari keberadaan korban. Sampai yang terakhir, mereka mendapat kabar dari salah seorang warga. Kondisi awal korban saat ditemukan warga cukup tragis. Tang korban di ikat dengan menggunakan jilbab korban ke belakang badannya. Sekujur wajahnya dipenuhi luka lebam dan luka sayatan. Di sekitar pelipis mata berlubang yang menurut pengakuan korban, wajahnya telah di injak injak D S. (bbs/ms/int)

7.8.17

Air Parit Mengalir Merah Seperti Darah, Warga Heboh


TobaTimes - Puluhan warga mendadak heboh di Jalan DI Panjaitan Kota Pematangsiantar. Itu karena kondisi air drainase berwarna merah pekat. Aliran air itu sungguh menyerupai darah.

Air parit berwarna merah darah.
Noda merah tersebut bahkan sampai ke Sungai Bah Bolon. Sejumlah warga mencoba mencari sumber warna tersebut. Sebagian warga menduga jika warna merah tersebut adalah darah.

Warga sangat penasaran termasuk pihak kepolisan. Setelah ditelusuri ke hulu drainase, akhirnya diketahui sumber warna merah tersebut. Warga melihat ada goni yang menyumbat aliran air di Kelurahan Naga Huta Timur, Siantar Marihat. Dan setelah diperiksa ternyata isi goni tersebut adalah pewarna benang.

Goni tersebut diduga dibuang warga ke tong sampah. Tapi sebagian lagi dibuang ke selokan. Sampai saat ini puluhan warga masih berkupul di sepanjang jalan DI Panjaitan dan melihat kondisi air berwarna merah.

Salah seorang personel Polsek Marihat Aiptu P Sitorus di lokasi mengatakan bawha warga heran kenapa warna air drainase warna merah. "Ternyata pewarna benang di dalam goni menyumbat air drainase," ujar Aiptu P Sitorus. (bbs/int)

28.12.16

Hari Gini Masih Ada Preman, 15 Orang Diamankan


TobaTimes, Siantar - Jajaran Personel Unit Sabhara Pematangsiantar mengamankan 15 orang yang diduga preman di eks Terminal Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara.
Ilustrasi.
“Sebanyak 15 orang preman dari eks Terminal Suka Dame diamankan pada Senin (26/12/16) sekira pukul 12.35 WIB. Razia premanisme ini ditingkatkan dalam rangka perayaan Natal  dan Tahun Baru,” ucap Kasat Sabhara AKP Isril Noer melalui Kanit Sabhara Ipda Klinus Sitinjak, Senin (26/12/16).

Ia mengatakan, para preman itu ditangkap di seputaran areal terminal eks Suka Dame. "Kita sudah sering mendapat laporan masyarakat bahwa tindakan para preman tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat. Apalagi suasana Natal dan Tahun Baru, pastinya aktivitas di eks Terminal Sukadame pasti meningkat, kita harus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan, setelah mendapat pengaduan masyarakat, Sat Sabhara langsung turun ke lokasi yang diduga banyak preman yang melakukan tindakan kriminal.

Ketika dilakukan penggeledahan, petugas tak ada menemukan senjata tajam maupun narkoba. Dan selanjutnya para preman yang telah berhasil ditangkap dibawa  ke Mapolres Siantar untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Setelah kita berikan pembinaan mereka kita pulangkan. Dalam surat pernyataan mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” ujarnya. (TT/int)

15.12.16

Gawat! RSUD Djasamen Siantar Tak Lagi Terima Pasien


TobaTimes, Siantar - Permasalahan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar sepertinya sudah mencapai klimaks. Betapa tidak, kini rumah sakit tersebut tak lagi menerima pasien, layaknya rumah sakit yang tutup. Pasien-pasien yang masuk langsung dialihkan ke rumah sakit lain.
Pintu ruang pendaftaran pasien RSUD Djasamen Saragih ditutup.
Seperti pantauan wartawan pada Rabu (14/12). Kemarin, situasi RSUD sangat sepi. Ruangan poliklinik juga terlihat sunyi. Tak ada seorang pun pasien di ruangan itu. Begitu pula dengan ruang rawat inap. Hampir seluruh ruangan tak berpenghuni.

Parahnya lagi, di depan pintu ruangan pendaftaran pasien, terdapat tulisan ‘tutup’. Tidak hanya itu, ada juga tulisan yang berisi pemberitahuan di sana.

Pemberitahuan yang dimaksud berisi pemberitahuan tentang pelayanan yang tidak dibuka. “Sehubungan dengan kondisi yang tidak kondusif, maka diberitahukan pelayanan yang tidak buka di RSUD Djasamen Saragih adalah penyakit dalam, penyakit anak, penyakit paru, penyakit THT, penyakit kebidanan/kandungan dan penyakit saraf.” Demikian tulisan pada pemberitahuan di sana.

Sementara pelayanan yang tetap buka adalah untuk penyakit jantung, penyakit kulit dan kelamin, penyakit mata, bedah, penyakit jiwa dan instalasi gawat darurat.

Dihubungi via telepon selulernya, dr Harlen Saragih, Wakil Direktur (Wadir) II RSUD membenarkan aksi mogok kerja para dokter yang masih berlanjut hingga saat ini. "Ada 60 dokter di sini, 99 persenlah itu mogok kerja," ungkapnya.

Harlen yang turut melakukan aksi mogok itu juga menegaskan, aksi tersebut akan terus berlanjut sampai tuntutan mereka dikabulkan. "Kita masih menunggu sikap Pemerintah Kota terhadap itu. Tuntutan kita masih tetap, kita ingin dr Ria Telaumbanua selaku Direktur Utama itu dicopot dari jabatannya," lanjutnya.

Disinggung mengenai penanganan pasien, Harlen mengatakan bahwa RSUD sudah mengalihkan pasien ke rumah sakit lain. "Kalau soal pasien, itu dialihkan ke rumah sakit lain. Kalau ada pun pasien yang baru masuk, langsung dialihkan juga," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, dr Ria Telaumbanua mengatakan bahwa jika ada Dokter yang tidak mau melayani, itu adalah hak dari dokter tersebut. "Dokter itupun tau sanksinya apa. Tapi kalaupun dia nggak mau melayani, ya itu hak dia. Untuk melayani itu, sebenarnya hak kita sebagai dokter, apapun yang terjadi. Apa yang mau saya lakukan? Saya buat ini salah, saya buat itu salah. Kalau kalian jadi direktur, apalah yang kalian lakukan?" ujarnya.

Disinggung terkait tindakan yang dilakukan terhadap dokter yang mogok kerja itu, dr Ria mengaku tidak mengetahui lagi apa yang harus dia lakukan. "Saya nggak tau soalnya apa alasan dia tidak melayani lagi. Tidak pernah disampaikan sama saya. Kita mau bilang apa. Semuanya kan sudah kita lakukan, kita sudah buat Perwa. Kalau masalah ketidakpuasan, gimana saya mau memuaskan?" ucapnya.

Terkait mogok kerja dokter itu, dr Ria juga menuturkan bahwa dirinya sudah mengantisipasi hal tersebut. "Sudah saya sampaikan, kita kan nggak boleh nggak melayani. Jadi langsung disampaikan kalau dokternya nggak melayani, supaya pasiennya bisa pergi ke rumah sakit lain berobat. Kita kan nggak boleh menelantarkan pasien," terangnya.

Ria juga meminta agar seluruh dokter menyampaikan langsung apa saja keluhannya. "Saya mengundang semua dokter beberapa kali. Atau kalau ada sesuatu yang lebih mereka tau daripada saya, kasih tau saja supaya kita laksanakan," harapnya.

"Saya staff di sini, kalau Pak Walikota bilang saya sebagai direktur di sini, ya saya kerjakan secara maksimal. Saya bertangggung jawab dengan pekerjaaan dan jabatan yang diberikan kepada saya," imbuhnya. (TT/int)

14.12.16

Tepergok Cabuli Bocah, Pedagang Keliling Dihajar Massa


TobaTimes, Siantar - Seorang pedagang keliling berinisial PT (47), warga Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, tepergok mencabuli bocah tiga tahun berinisial AS.

Ilustrasi.
Peristiwa itu berlangsung di samping rumah korban di Jalan Naga Huta, Kecamatan Siantar Sitalasari, Senin (12/12) sekira pukul 18.00 WIB.

Berdasarkan informasi, tersangka merupakan pedagang keliling yang sering lewat dari rumah korban. Tersangka pun sering melihat korban bermain sendiri di depan rumah.

Saat itu situasi seputaran rumah korban dalam keadaan sepi. Kondisi itupun dimanfaatkan tersangka untuk melancarkan niatnya mencabuli korban. Ketika melihat korban sedang bermain sendiri di depan rumah, tersangka mengajak korban ke samping rumah.

Beberapa menit kemudian, ibu korban DS (26) yang merasa tidak mendengar suara anaknya bermain, lantas keluar rumah dan tidak melihat anaknya bermain.

Ketika melihat ke samping rumah, DS sontak terkejut melihat anaknya dicabuli pedagang keliling yang sering lewat dari rumahnya. Spontan, DS menjerit minta tolong, sehingga mengundang perhatian warga yang langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

Dalam hitungan menit, warga berkumpul dan menangkap tersangka. Sesekali warga melayangkan pukulan ke tubuh tersangka, hingga tersangka mengalami luka lebam. Tak berapa lama, petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian dan mengamankan tersangka.

Kanit I SPKT Polres Siantar Aipda Hotmen Saragih, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Tersangka sudah diamankan. Korban dan tersangka sudah berdamai, sehingga korban tidak jadi membuat laporan,” ujarnya. (TT/int)

Bah! Rumah Polisi Pun Dibobol Maling


TobaTimes, Siantar - Masyarakat diimbau lebih was-was saat meninggalkan rumah dalam keadaan tak berpenghuni. Saat ini rumah yang ditinggal pergi penghuni nampaknya menjadi incaran kawanan maling. 

Ilustrasi.
Seperti yang dialami oknum polisi bernama Selamat Manalu (52). Saat rumahnya di Jalan Pangad, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, ditinggal pergi, kawanan maling beraksi. Sejumlah perabotan dibawa pelaku dari rumah permanen tersebut. Peristiwa itu berlangsung pada Jumat (9/12) sekira pukul 17.00 WIB.

Adapun barang-barang yang hilang, antara lain, satu unit kulkas, satu set meja makan, dua unit kompor gas, satu unit AC pendingin ruangan, satu unit pemanas air, tiga unit lampus hias gantung, satu unit lukisan hias gantung, satu set meha tamu, dan satu cermin dinding. Diperkirakan, barang-barang tersebut bernilai Rp25 juta.

Dalam laporannya di Polres Siantar, Selamat Manalu, mengatakan, saat peristiwa itu berlangsung ia sedang berada di Kota Medan. Ia mengetahui peristiwa itu pertama kali dari tetangganya bermarga Pakpahan. Istri Pakpahan mendapat informasi dari warga sekitar bernama Sabariah bahwa melihat di kebun ubi samping rumah ada tempat tidur spring bad. Setelah dicek warga, tersangka rumah korban sudah dibobol maling.

“Saya ditelepon tetangga bahwa rumah saya dibobol maling. Saat itu juga saya langsung pulang ke Siantar,” katanya.

Dan sesampai di rumah, korban mendapati hembok belakang rumahnya sudah hancur. Daun pintu dapur rumah sudah rusak bekas dicongkel.

Pjs Kasubag Humas Polres Pematangsiantar AKP M Barus, ketika dikonfirmasi, Selasa (13/12), membenarkan adanya laporan tersebut. Disebutkan, bahwa beberapa barang yang hilang dari rumah korban berupa barang-barang elekronik, hiasan ruangan dan tempat tidur yang diperkirakan total keseluruhan senilai Rp25 juta. (TT/int)

Satpol PP Bongkar 5 Bangunan Liar di Jalan Asahan Pematangsiantar


TobaTimes, Siantar - Lima unit bangunan terpaksa dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pematangsiantar, di Jalan Sangnawaluh Simpang Sambo, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Selasa (13/12) pagi hari.
Kios permanen dibongkar.
Hal ini dilakukan karena bangunan tersebut didirikan di atas jalan umum. Bangunan yang berdekatan dengan gedung gereja HKBP Dame tersebut selama ini sudah mengganggu bagi masyarakat sekitar sehingga berulang kali warga menyampaikan masalah tersebut ke Pemerintah Kota (Pemko) melalui Satpol PP.

Saat dibongkar, para pemilik kios tak resmi itu dengan berat hati harus menerima bangunan yang selama ini dijadikan mencari nafkah diratakan petugas.

“Bangunan itu telah menghambat lalu lintas ke dalam perumahan yang ada di belakang HKBP Dame. Tempat itu juga sudah membuat kumuh, bahkan warga sudah banyak protes atas bangunan tersebut. Bukan hanya dua atau tiga orang saja yang datang kepada kita. Walau memang tanpa adanya protes warga, pembangunan di atas falisitas negara apalagi di atas jalan umum merupakan tindakan pelanggaran, dan itu harus kita tertibkan sebagai tugas dan fungsi kita,” kata Kepala Kantor (Kakan) Satpol PP Kota Pematangsiantar Drs Julham Situmorang.

Apa yang dilakukan Satpol PP ini pun sudah berdasarkan aturan atau prosedur, dimana sebelumnya para pemilik kios sudah mendapatkan surat peringatan pengosongan asset negara.

“Kita membongkar lima unit kios permanen dan kita sebelumnya sudah tiga kali menyampaikan Surat Peringatan (SP). Untuk  SP 3, kita sudah memberikan waktu 1 kali 24 jam agar pemilik bangunan liar membongkar sendiri bangunan mereka, tetapi saat anggota ke sana, warga yang bersangkutan juga belum membongkarnya makanya kita membantu membongkar,” ucapnya.

Usai melakukan tugas, Satpol PP memberikan himbauan dan peringatan agar tidak mendirikan kembali bangunan sehingga ketertiban dan keindahan kota tidak terganggu. “Kita tetap memperingatkan warga agar tidak mendirikan kembali bangunan di sana, dan jika masih dilakukan maka kita akan tetap membongkarnya untuk menertibkannya,” terangnya.

Julham Situmorang menambahkan, masih banyak bangunan yang melanggar aturan dan beberapa diantara sudah mendapat surat teguran.

“Untuk ke depan ini masih ada beberapa titik akan kembali ditertibkan, namun kita sudah meminta supaya warga melakukan pembongkaran tanpa menunggu kedatangan petugas agar kerugian bisa diperkecil. Mudah-mudahan bahan bangun yang mereka bongkar itu dapat dipergunakan ke lain tempat atau dijual,” jelasnya. (TT/int)

13.12.16

Oknum Polisi Jual 297 Gram Sabu


TobaTimes, Siantar - M Yusuf Sembiring (36), warga Jalan Sederhana, Desa Perdagangan II, Kecamatan Bandar, diringkus saat menjual 297 gram sabu-sabu. Pria yang disebut-sebut oknum polisi berpangkat brigadir dan bertugas di Polres Simalungun ini ditangkap bersama wanita cantik Jenny (36), saat menjual sabu-sabu seberat 297 gram.
Ilustrasi.
Informasi dihimpun Senin (12/12), menyebutkan, penangkapan terhadap M Yusuf Sembiring, Jenny dan tiga rekan mereka yang lain dilakukan oleh personel Dit Narkoba Polda Sumut pada Sabtu (10/12) pukul 19.20 WIB.

Saat itu, personel Polda Sumut yang mendapat info tentang sindikat sabu-sabu di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, melakukan penyelidikan.

Ya, seorang personel, yakni Aipda Marisi Panggabean langsung melakukan under cover buy. Dalam penyelidikannya, ia memesan sabu-sabu seberat 300 gram kepada Indra (36), warga Desa Perdagangan I, Kecamatan Bandar.

Oleh Indra, oknum polisi yang menyamar itu kemudian diarahkan kepada M Yusuf Sembiring. Lalu, Sembiring mengarahkan kembali Marisi agar menemui M Syahrul (40), warga Jalan Pendeta J Wismar Saragih Kota Siantar. Terakhir, Syahrul mengarahkan ke Jenny, wanita cantik yang beralamat di Jalan Wahidin Pematangsiantar.

Setelah ada kesepakatan soal harga dan lokasi, selanjutnya sabu-sabu seberat 297 gram dibawa oleh Boy (DPO). Sabu itu diserahkan kepada Syahrul. Oleh Syahrul, barang haram itu kemudian diserahkan kepada MY Sembiring. Nah, saat sabu-sabu itu berada di tangannya, Marisi membuka penyamaran dan menangkapnya saat bersama Jenny di Jalan Medan, tepatnya di samping Hypermart dan Hotel Horison.

Tak hanya mereka berdua, polisi turut mengamankan Syahrul dan Indra. Seorang lagi, Dharmawan Sihotang (34), seorang supir warga Jalan Kampung Keling Perdagangan II juga ikut ditangkap.

Dari tangan para tersangka, ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 297 gram, yang terdiri dari tiga bungkus pelastik bening. Dua plastik bening, masing-masing berisi 100 gram sabu. Sementara satu lagi berisi sabu seberat 97 gram. Tak hanya itu, polisi juga menyita 8 Hp berbagai milik para tersangka.

Penangkapan pria yang disebut-sebut oknum polisi itu sempat mengejutkan warga. Bahkan awalnya MY Sembiring disebut-sebut bertugas di Polres Pematangsiantar.

Namun setelah dikonfirmasi wartawan, Pjs Kasubbag Humas Polres Kota Siantar AKP M Barus mengatakan bahwa oknum yang ditangkap itu bertugas di Polres Simalungun. Namun begitu, Barus mengakui adanya penangkapan yang dilakukan oleh personel Dit Narkoba Polda Sumut tersebut.

“Kalau penangkapannya itu ada. Tapi bukan anggota Polres Siantar. Itu anggota Polres Simalungun, sudah lama disersi,” ungkap Barus.

Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Damos C Aritonang SIK yang dikonfirmasi soal penangkapan itu, tidak mau berkomentar. “Kalau narkoba, silahkan tanya ke bagian Humas saja,” ucapnya.

Kasubbag Humas Polres Simalungun AKP J Sinaga yang dikonfirmasi tadi malam, mengaku belum mengetahuinya.

“Memang ada personel Polres Simalungun bernama itu. Tapi setahu saya, M Yusuf Sembiring masih menjalani hukuman di Lapas karena tertangkap di wilayah Batubara dulu,” jelasnya.(TT/int)

Sertijab Ketua Shiroite Karate Siantar-Simalungun


TobaTimes, Siantar - Ada berbagai harapan yang disampaikan pada acara serah terima jabatan (sertijab) Ketua Shiroite Karate Siantar-Simalungun. Salah satu yang terpenting adalah, olahraga ini mampu menjadi wadah pemuda untuk terbebas dari pengaruh narkoba.
Sertijab Shiroite Karate Siantar-Simalungun dari Mayor CPM Sutrisno SE kepada Mayor CPM Joko Murtiyono, Jumat (9/12)
Sertijab tersebut berlangsung pada Jumat (9/12) pukul 15.00 WIB di Madenpom 1/I Pematangsiantar Jalan Diponegoro, Siantar Barat dari ketua lama Mayor CPM Sutrisno SE kepada Mayor CPM Joko Murtiyono.

Dalam sambutannya, Mayor CPM Sutrisno SE berharap agar ketua yang baru tetap membina Shiroite Karate dengan sebaik mungkin agar olahraga ini menjadi ‘pelindung’ para generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.

“Kita sangat prihatin atas kejahatan narkoba yang menggurita belakangan ini. Dan, melalui Shiroite Karate, kita berharap pemuda bisa jauh dari narkoba dan menjalani pola hidup sehat, karena masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda,” ujarnya.

Dan, harapan yang sama juga disampaikan ketua yang Mayor CPM Joko Murtiyono. Dia mengatakan bahwa olahraga adalah salah satu wadah yang sangat ‘jitu’ dalam menangkal kejahatan narkoba.

“Di setiap latihan, kita juga harus menekankan kepada atlet tentang kejahatan narkoba. Harus ditekankan bahwa dipastikan masa depan akan suram bila pemuda sudah tersangkut narkoba. Penjara, penyakit bahkan kematian yang akan jadi ganjarannya,” ujar Mayor CPM Joko Murtiyono.

Dia juga berharap, wadah Shiroite Karate ini juga mampu mempererat tali persaudaraan, wadah menjalin kekompakan dan meneguhkan semanagat NKRI kepada pemuda.

“Kita harus jadikan wadah-wadah positif seperti Shiroite Karate ini menjadi wadah meneguhkan semangat NKRI. Kita harus kampanyekan bahwa kita adalah satu di dalam Pancasila. Karena kesatuan kita akan mampu menangkal musuh-musuh yang bermaksud menyerang kita,” tegasnya.

Acara sertijab ini juga turut dihadiri para perwira dan Komandan Sub Denpom, sejumlah pengurus Shiroite Karate, seperti Richard Simanjuntak DAN III selaku komisi teknik, dan Riama Pangaribuan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para atlet Karate Amura-Shiroite mengikuti gashuku atau penutupan latihan akhir tahun dan ujian kenaikan tingkat.

Komisi Teknik Shiroite Karate Siantar-Simalungun Richard Simanjuntak DAN III mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap akhir tahun. Dikatakan, ini merupakan salah satu evaluasi dan pemantapan atlet, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka.

Dikatakan, untuk tahun ini, gashuku dilaksanakan di SMPN 2 Kecamatan Siantar, Simalungun, di Jalan Ulakma Sinaga, Senin (12/12), yang diikuti 250 atlet.

Gashuku ini juga dihadiri sejumlah tim penguji, antara lain Dedi Purba DAN II dari Sumatera Utara, Soritua Sinaga DAN I, Togar Towanobon DAN I dan Sertu Sahat Nainggolan selaku Komisi Teknik Amura. (TT/int)

17 Desember, Natal Pasibor Pematangsiantar


TobaTimes, Siantar - Perayaan Natal sekaligus pengukuhan pengurus Parsadaan Siallagan, Anak, Boru, Bere dan Ibebere (Pasibor) Kota Pematangsiantar dan sekitarnya akan diadakan di Jalan Parapat KM 4,5 nomor 88 Simpang 2 Pematangsiantar, Sabtu 17 Desember, mulai pukul 10.00 WIB.
Ilustrasi.
Hal ini dikatakan Ketua Panitia Perayaan Natal AKBP (P) Anton Siallagan didampingi Sekretaris Timbul P Siallagan SH dan Bendahara A Erwin Purba kepada wartawan di sela sela rapat pemantapan,  Senin (12/12) sore.

Tema Perayaan Natal Keluarga Besar Pasibor Kota Pematangsiantar ‘Tinggallah di dalam Aku (Yoh 15 : 1-8). Sementara, sub tema sukacita Natal, mengajak keluarga Pasibor teguh dalam Tuhan sehingga diberkati. Sebagai pengkhotbah Pdt Dr Rospita br Siahaan (dosen STT Pematangsiantar).

AKBP (P) Anton Siallagan mengatakan, perayaan Natal sekaligus pengukuhan pengurus Pasibor Kota Pematangsiantar dan sekitarnya diperkirakan dihadiri ratusan anggota, karena hingga saat ini sudah ratusan anggota yang mendaftar ke tiap koordinator kecamatan. Dijadwalkan juga hadir Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasibor Dr Haposan Siallagan SH MH dan Sekjen Edward HS Siallagan dan  pengurus lainnya termasuk pengurus Pasibor Tanah Jawa, Tigadolok, Sidamanik, Parapat dan daerah lainnya.

AKBP (P) Anton Siallagan mengakui semua marga Siallagan, boru, bere dan ibebere khususnya yang ada di Kota Pematangsiantar, akan diundang untuk bersama-sama mengikuti acara perayaan Natal dan pengukuhan pengurus Pasibor kota Pematangsiantar periode 2016-2021.  Untuk itu, AKBP (P) Anton Siallagan, berharap semua keluarga besar Pasibor kota Pematangsiantar hadir semuanya.

Pada acara itu, kata AKBP (P) Anton Siallagan, direncanakan akan diadakan acara manortor bersama pengurus dan semua anggota Pasibor Kota Pematangsiantar dan sekitarnya, pengurus DPP Pasibor dan undangan dari daerah lainnya.

Adapun pengurus DPD Pasibor P Siantar -sekitarnya yang akan dikukuhkan yakni Penasehat R Siallagan (A Farlin Siallagan), Op Sumenak Siallagan dan AKP H Sinaga. Ketua umum AKBP (P) Anton Siallagan, Ketua 1 A Jimmi Siallagan da Ketua 2 A Krista Siallagan. Sekretaris Umum Timbul P Siallagan SH, Sekretaris 1 A Melodi Siallagan dan Sekretaris 2 Op. Toman Tampubolon. Bendahara Umum AErwin Purba dan Bendahara 1 A Saputra Siallagan Dilengkapi bidang-bidang lainnya. Seperti bidang Adat dan budaya R Siallagan, Bidang Kerohanian  St TP Siallagan SH dan Diak R br Butar butar. Bidang Organisasi dan SDM  Hartama Siallagan, Pemberdayaan Wanita Ny A. Siallagan br Tambubolon, Humas  A Winda Siallagan dan
Bidang Kepemudaan Ober Siallagan dan H Bakkara. Sementara bidang keamanan  AKP D Sinaga.

Sektor 2 Siantar Simarimbun A Ando Siallagan, Siantar Selatan Op Toman Tampubolon, Siantar Utara Mardi Siallagan, Siantar Timur A Hermanto Siallagan, Siantar Martoba A Sebastian Gultom, Siantar Sitalasari Nasip Siallagan/A Devi Siallagan, dan Siantar Marihat A Winda Siallagan. (TT/int)

Tumpuan Damanik Hutabolon Sipolha Pakon Boru Gelar Acara Natal


TobaTimes, Siantar - Tumpuan Damanik Hutabolon Sipolha Pakon Boru menggelar perayaan Natal di Restoran Grand Asean, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (10/12).
Natal Tumpuan Damanik Hutabolon Sipolha.
Perayaan Natal yang dihadiri ratusan orang itu berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.30 WIB. Perayaan Natal diisi dengan berbagai rangkaian acara.

Sebelum acara ibadah Natal dimulai, panitia menggelar acara foto booth masing-masing keluarga. Perayaan juga diisi dengan acara liturgi, koor, vokal grup, vokal solo, dan lucky draw usai ibadah serta tukar kado untuk seluruh peserta Natal.

Perayaan Natal itu mengambil tema, Maranatha ! Datanglah ya Yesus, yang diambil dari ayat Alkitab Wahyu 22 pasal 12. Sedangkan sub tema, berkat Natal membawa semangat pembaharuan bagi kkita demi kemuliaan Allah.

Ketua panitia Tn Lingga Damanik mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh panitia yang terdiri dari Tn Martin Damanik sebagai wakil ketua, Tn Reymond Damanik sebagai bendahara dan Klerni br Damanik sebagai sekretaris, yang sudah berjuang dan bekerja keras dalam mensukseskan acara tersebut.

"Terimakasih juga untuk semuanya yang sudah hadir dalam acara ini. Selamat Natal untuk kita semua," ucapnya.

Pdt Parlin MP Damanik STh MA selaku pengkotbah menuturkan bahwa kehadiran Yesus Kristus sebagai perwujudan cinta Kasih Tuhan kepada umatnya. Pdt Parlin mengambil nats khotbah dari ayat Alkitab Galatia 4 pasal yang ke 4 dan 7 serta Wahyu 22 pasal yang ke 12.

"Kita telah diangkat menjadi anakNya, agar hidup kita dipimpin oleh Yesus. Kita adalah anak-anakNya. Oleh karna itu mari kita bangun solidaritas terhadap sesama dan menghilangkan semua sekat-sekat yang ada," ucapnya.

Sebagai anak-anakNya, tambahnya, kita adalah pewaris kerajaan sorga. "Mari kita nyatakan kerajaan sorga itu di tengah-tengah kehidupan kita. Biarkan Yesus hadir menuntun kita, meskipun kita berbeda tapi satu didalam kasih Yesus," lanjutnya.

Atas suksesnya perayaan Natal itu, panitia menyumbangkan seluruh kolekte ke Panti Asuhan Elim di Jalan Sisingamangaraja Pematangsiantar. (TT/int)

Mencuri HP, Dua Remaja Babak Belur Dimassa


TobaTimes, Siantar - Dua remaja berinisial BH (19), warga Jalan Marimbun II No 123, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan dan RS (18), warga Kampung Kristen, Jalan Tigaras Nagori Silabah Jaya, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, babak belur dihajar massa.

Ilustrasi.
Mereka ditangkap mencuri HP di kedai kelontong Alianto di Jalan Medan Km. 3,5 Kelurahan  Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba, Sabtu (10/12) sekira pukul 21.30 WIB.

Kapolsek Siantar Martoba AKP H Marpaung, ketika dikonfirmasi, Senin (12/12), membenarkan kejadian itu.

“Pelaku sudah kita kembalikan berhubung korban tidak buat pengaduan,” ujarnya Kapolsek Siantar Martoba AKP H Marpaung.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadiannya Sabtu (10/12), sekira pukul 21.30 WIB, di kedai kelontong Alianto.

Di mana kedua tersangka berboncengan dengan mengendari sepedamotor metik merk Yamaha Mio warna putih BK 4905 WAF, berhenti di depan kedai milik korban dan seorang tersangka berpura-pura hendak membeli mancis, namun saat itu korban sedang menggunakan satu unit handphone merk Samsung Galaxi J2 langsung menarik handphone korban. Spontan korban berteriak "maling’dan warga yang mendengarkan teriakan tersebut langsung menangkap dan memukuli pelaku.

Selanjutnya, mengamankan kedua tersangka ke piket Polsek Siantar Martoba langsung memboyong kedua tersangka berserta barang bukti. (TT/int)

Mobil Raib dari Gudang Jasa Penitipan


TobaTimes, Siantar - Nasib sial dialami Junaedi,  warga Jalan Sangnawaluh No 47, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Siantar Timur. Ia kehilangan mobil New Avanza BK 1907 QK yang dititipkannya di gudang penitipan mobil Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur.
Ilustrasi.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/12) sekira pukul 21.00 WIB. Pasca kejadian itu, korban langsung membuat laporan ke Polres Siantar.

Senin (12/12), korban Junaidi menceritakan, awalnya sekira pukul 21.00 WIB, ia menitipkan satu unit mobil toyota New Avanza nopol BK 1907 QK, warna biru metalik, di gudang penyimpanan dan door smeer Indah Mobil di Jalan Patuan Anggi, Kecamatan Siantar Timur.

Di sana mereka bertemu dengan seorang pemuda yang mengaku sebagai penjaga gudang penyimpanan mobil tersebut, terakhir diketahui bernama Gunawan (22), warga Tebing Tinggi.

“Kemudian pemuda itu memberikan karcis tanda bukti kepada saya ada menitipkan mobil di gudang penyimpanan tersebut dengan membayar Rp10 ribu per malam,” ujarnya.

“Setelah enam hari kemudian, di mana mobil selama 6 hari disimpan digudang tersebut, selanjutnya pada Senin (12/12) sekira pukul 15.00 WIB, saya bersama istri berencana hendak pergi pesta keluarga di Bah Jambi. Lalu saya pun pergi ke gudang tempat penyimpanan mobil untuk mengambil mobil saya. Namun sesampainya di gudang penyimpanan ini saya tidak melihat mobil saya lagi,” katanya dengan nada kesal.

“Lalu saya bertanya kepada penjaga gudang itu, dan ia mengaku bahwa mobil saya telah diambil oleh dua pria mengaku keluarga saya, bekerja sebagai security pada Minggu (11/12) sekira pukul 21.00 WIB. Dan tanpa memberikan karcis bukti kepemilikan mobil, penjaga gudang memberikan kunci dan mobil saya kepada kedua pria yang tidak dikenal itu,” aku Junaidi.

Menurut pengakuan penjaga gudang, mobil itu sudah diambil dan dibawa oleh keluarga. “Mendengar pengakuan penjaga gudang itu saya pun heran, dimana keluarga saya yang bekerja sebagai security dia tidak bisa bawa mobil. Selanjutnya saya menghubungi keluarga saya yang bekerja sebagai security itu dan setelah saya pertemukan dengan penjaga gudang, bukan dia orangnya. Kemudian saya menunjukkan bukti karcis penyimpanan mobil yang diberikan oleh penjaga gudang sebelumnya dan pengakuannya mobil saya ia berikan kepada OTK tanpa meminta bukti karcis,” aku Junaidi.

Mendapat laporan, Kanit I SPKT Polres Pematangsiantar Aipda Hotmen Saragih bersama rekannya langsung turun ke lokasi guna melakukan olah TKP. Dan sesampainya di TKP, petugas langsung mengamankan dua pria yang merupakan penjaga gudang penyimpanan mobil tersebut, yakni Ari dan Gunawan, untuk dimintai keteranganya soal hilangnya mobil  Toyota New Avanza nopol BK 1907 QK.

Masih di lokasi kejadian, Gunawan, sipenjaga gudang mengaku bahwa ia merupakan warga Tebing Tinggi dan sudah bekerja digudang penyimpanan mobil tersebut selama 1 tahun dan 2 bulan.

“Saya memang warga Tebing dan selama saya kerja di sini saya tinggal digudang ini selama 24 jam. Pelaku ada dua orang datang pada malam itu mengambil mobil, pelaku berpakaian sekurity mengaku keluarga korban,” ucap Gunawan. (TT/int)