14.8.16

Mengenal Unsur-unsur Kebudayaan Batak

TobaTimes-Setiap suku memiliki unsur kebudayaan, yang sekaligus tercatat sebagai kebudayaan nasional. Untuk Batak, ini unsur-unsur utama kebudayaannya:


1. Bahasa

Orang Batak menggunakan beberapa bahasa, yaitu Karo dipakai oleh orang Karo, Pakpak dipakai Pakpak, Simalungun dipakai Simalungun, Toba dipakai orang Toba, Angkola dan Mandailing.

2. Sistem Pengetahuan

Selain pengetahuan tentang perubahan musim, masyarakat suku Batak juga menguasai konsep pengetahuan yang berkaitan dengan jenis tumbuh-tumbuhan di sekitar mereka. Pengetahuan tersebut sangat penting artinya dalam membantu memudahkan hidup mereka sehari-hari, seperti makan, minum, tidur, pengobatan, dan sebagainya. Jenis tumbuhan bambu misalnya dimanfaatkan suku masyarakat Batak untuk membuat tabung air, ranting-ranting kayu menjadi kayu bakar, sejenis batang kayu dimanfaatkan untuk membuat lesung dan alu, yang kegunaannya untuk menumbuk padi.

Pengetahuan tentang beberapa pohon, kulit kayu (lak-lak), serta batu, yang dimanfaatkan masyarakat Batak untuk keperluan makam raja-raja. Sedangkan dari kulit kayu biasanya masyarakat Batak memanfaatkannya untuk menulis ilmu kedukunan, surat menyurat dan ratapan. Kulit kayu (lak-lak) tidak ditonjolkan tetapi secara tersirat ada, karena yang menggunakan lak-lak tersebut hanya seorang Datu.

3. Organisasi Sosial

Sistem kekerabatan orang Batak adalah patrilineal, yaitu menurut garis keturunan ayah.Dalam berhubungan antara yang satu dengan yang lain pada masyarakat Batak, mereka harus mampu menempatkan dirinya dalam struktur  itu sehingga mereka selalu dapat mencari kemungkinan hubungan kekerabatan di antara sesamanya dengan cara martutur. Hubungan antara satu marga dengan marga lainnya sangat erat, setelah terjadinya beberapa kelompok kecil yang diakibatkan sebuah perkawinan.

4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Seperti cangkul, bajak (tenggala dalam bahasa Karo), tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo), sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu, piso surit (sejenis belati), piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang), hujur (sejenis tombak), podang (sejenis pedang panjang). Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak. Masyarakat Batak juga memiliki rumah adat Batak.

5. Sistem Mata Pencaharian Hidup

Orang Batak bercocok tanam padi di sawah dengan irigasi, tetapi masih banyak juga, terutama diantara orang Karo, Simalungun dan Pakpak yang masih bercocok tanam di ladang. Yang dibuka di hutan dengan cara di bakar dan menebang pohon.

Pada sistem bercocok tanam di ladang , Huta atau Kutalah yang memegang hak Ulaya tanah. Sedangkan hanya warga Huta atau Kuta yang berhak untuk memakai wilayah itu. Mereka menggarap tanah itu seperti menggarap tanahnya sendiri, tetapi tak dapat menjualnya tanpa persetujuan dari Huta yang diputuskan dengan musyawarah. Tanah yang dimiliki individu juga ada. Pada orang batak toba misalnya ada tanah panjaenan, tanah pauseang dan tanah par bagian.

6. Sistem Religi

Batak telah dipengaruhi oleh beberapa agama, yaitu agama Islam dan Kristen Protestan yang masuk sejak permulaan abad ke-19. Agama Islam masuk di Minangkabau sejak tahun 1810 dan sekarang dianut oleh sebagian besar dari orang Batak selatan (Mandailing dan Angkola). Sedangkan agama Kristen disiarkan ke daerah Toba dan Simalungun oleh organisasi penyiar agama dari Jerman sejak tahun 1863 dan ke daerah Karo oleh organisasi Belanda pada masa yang sama. Di samping itu juga ada agama-agama lain dan agama pribumi. (bbs/int)

0 comments:

Post a Comment