20.8.16

Mantap, Harga Sawit Naik Lagi!

TobaTimes-Dua komoditi unggulan petani di Kabupaten Padang Lawas (Palas) yakni sawit dan karet menunjukkan pergerakan harga yang berbeda. Sawit menunjukkan adanya kenaikan harga, namun karet masih bertahan di angka keterpurukan.


Hingga kemarin (17/8), harga sawit sudah mulai membuat petani semringah. Betapa tidak, harga di pabrik sudah mencapai Rp1.480 hingga Rp 1.600 per kilogram. Di tingkat petani, harga jual sudah mencapai Rp1.300 hingga Rp1.370 per kilogram.

Sementara, karet masih bertahan di angka Rp4 ribu hingga Rp6 ribu per kilogram. Itu pun untuk harga Rp6 ribu sudah merupakan karet yang benar-benar berkualitas tinggi, kering tanpa campuran sampah.

"Kalau harga sawit sudah mulai naik. Warga bisa lega. Tapi, harga karet yang masih membuat petani lemas," kata Karnen Hasibuan, seorang toke sawit dan juga karet saat berbincang dengan wartawan di Desa Ujungbatu, kemarin.

Dikatakan, harga sawit di pabrik memang berbeda-beda. Namun, sudah mulai menunjukkan pergerakan yang baik. "Di Pabrik PT Kas contohnya, sudah Rp1.480 per kilogram," terangnya.

Apa yang disampaikan Karnen memang tak jauh beda dengan pengumuman harga yang terlihat di peron Sawit Makmur di Sibuhuan. Harga beli sawit di peron ini sudah mencapai Rp1.370 per kilogram.

Memang, harga peron dengan harga di tingkat petani yang tandan buah segar (TBS-nya) langsung dijemput ke lokasi akan berbeda. Perbedaan harganya tergantung jauh atau dekatnya lokasi penjemputan. Bisa saja biaya penjemputan berkisar Rp200 hingga Rp300 per kilogram.

"Kalau harga sekarang bolehlah. Naik terus. Tapi sayang, lagi musim trek sekarang," kata Haposan, petani sawit.

Dikatakan, setiap pekan selalu ada kenaikan. Bahkan, kadang dua atau tiga hari, sudah ada kenaikan dari hari sebelumnya. Namun, kenaikannya tipis antara Rp100 sampai Rp200 per kg.

Terpisah, Iwan yang juga petani sawit mengaku, dengan harga sekarang ini, tentu tak berat lagi bagi petani untuk bisa memupuk sawitnya. Setidaknya, meski hanya satu dua zak pupuk urea, sudah bisa ditaburkan ke dekat batang sawit.

"Mungkin kalau kayak harga kemarin Rp1.700 per kilogram, tak lama lagi sampai lah Rp2000 ya," ungkap Iwan optimis.

"Kok nggak dari kemarin harganya seperti ini? Kalau gini kan nggak kering kerontang sawit kita," tambahnya.

Seperti diketahui, masyarakat saat ini dominan menanam kelapa sawit. Bahkan, tidak sedikit lagi yang sudah meng-konversi tanamannya dari karet menjadi sawit. (bbs/int)

0 comments:

Post a Comment