23.10.16

Jokowi: Banyak yang Pintar-pintar, tapi Kok Senang Mungli...


TobaTimes, Jakarta - Presiden Joko Widodo tampaknya akan komit meningkatkan upaya pemberantasan pungutan liar (pungli). Usai membentuk satgas Saber Pungli, Presiden Joko Widodo terjun sendiri untuk sosialisasi.

Presiden RI Jokowi.
Dalam kunjungannya Kampus Al-Khairiyah, Cilegon, Banten, kemarin (22/10), Presiden mengingatkan bahwa pungli sangat berkaitan dengan integritas bangsa. "Banyak yang pintar-pintar, tapi senangnya mungli (melakukan pungutan liar). Ini yang jadi penyakit bangsa kita," katanya.

Dampak pungli di sektor investasi pun menurut Jokowi sangat jelas. Indonesia berada di urutan 109 daftar negara dengan kemudahan investasi. Kalah jauh dengan Singapura di urutan pertama, Malaysia (18), dan Thailand (49).

Perizinan di sejumlah instansi menjadi lebih sulit atau berbelit-belit akibat pungli, sehingga investor berpikir ulang untuk menanamkan modal.

Dia mengenang era 1980an, di mana pungli dia sebut masih begitu marak. "Tahun 87-88, mau urus izin berbelit-belit dan diminta ini itu di setiap meja. Pasti diminta rupiah tertentu," ujar mantan Walikota Solo itu.

Oleh karena itu, regenerasi manusia bermental pungli harus benar-benar diputus. Keberadaan para pucuk inspektorat di dalam Satgas Saber pungli juga memiliki misi khusus. Tugas utama satgas tersebut memang penegakan hukum.

"Fungsinya ada empat. Intelijen, pencegahan, penindakan, dan yustisi," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sebagai intelijen, satgas tersebut memonitor aktivitas instansi yang mendapat keluhan dari masyarakat. Bila memang terbukti ada, maka penindakan langsung dilakukan agar timbul efek jera. Meskipun demikian, fungsi pencegahan tetap harus ada karena merupakan antisipasi jangka panjang. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment