21.9.16

Ratusan Warga Hutarao Demo, Tuntut Pilkades Ulang


TobaTimes, Asahan - Ratusan warga Desa Hutarao, Kecamatan Bandar Pulau, unjuk rasa di Kantor Bupati Asahan, Selasa (20/9). Mereka menuntut dilakukan pemilihan kepala desa (pilkades) ulang di Desa Hutarao.

Warga Hutarao berunjuk rasa di Kantor Bupati Asahan, Selasa (20/9).
Tuntutan ini berangkat dari berbagai kecurangan saat pilkades berlangsung. Mereka juga meminta Tim Penyelesaian Sengketa Pilkades membuka identitas 86 orang pemilih yang menggunakan KTP dan pemilih yang menerima surat suara ganda. Mereka juga mempertanyakan sikap Tim Penyelesaian Sengketa Pilkades karena hingga kini belum memeriksa Panitia Pilkades.

Koordinator Aksi Syamsul juga menyayangkan sikap Tim Penyelesaian Sengketa Pilkades Asahan karena sampai saat ini sama sekali belum pernah melakukan konfrontir keterangan dari empat calon kepala desa, kapasitasnya sebagai pelapor.

Atas sikap itu, mereka menduga telah terjadi persekongkolan jahat antara Tim Penyelesaian Sengketa Pilkades Asahan dengan panitia Pilkades Hutarao. “Ini merusak tatanan demokrasi,” sebut Syamsul di hadapan ratusan massa yang ikut aksi.

Setelah lebih kurang setengah jam orasi, akhirnya Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan yang juga sebagai Badan Penyelesaian Sengketa Pilkades Asahan Sumiran mendatangi warga. Menanggapi tuntutan massa, Sumiran menyebutkan, saat ini 9 orang tim telah menindaklanjuti laporan warga. Ia berharap warga tetap bersabar.

Mengenai tuntutan warga agar dilakukan pemilihan ulang kepala desa Hutarao, menurut Sumiran, kalaupun dilakukan pemilihan ulang maka harus dilakukan tahun depan 2017 atau bahkan tahun 2018. Ia juga menyebutkan bahwa dananya cukup besar dan harus dilakukan penganggaran di APBD.

“Apakah kita sepakat pemilihan Kepala Desa Hutarao diulang dengan catatan dananya ditanggung 4 calon kepala desa yang dinyatakan kalah?” tanya Sumiran.

Mendapat pertanyaan demikian, lalu dijawab massa secara serentak; “Iya-iya berulang-ulang.

Tapi Sumiran cepat-cepat mengklarifikasi bahwa kemungkinan itu baru mungkin terjadi apabila warga mempunyai bukti dan data valid serta konkrit tentang kecurangan Pemilihan Kepala Desa Hutarao. “Kalau ada buktinya, tolong dilengkapi. Laporkan kepada kami!” cetus Sumiran.

Selanjutnya kata Sumiran, Tim 9 melakukan penelitan terhadap beberapa KTP yang oleh warga dicurigai adanya permainan. Tapi semua langkah itu dibutuhkan waktu, dibutuhkan kesabaran.

Kemudian Koordinator Aksi Syamsul melalui mikrofon menjelaskan bahwa kedatangan mereka bukan menuntut jawaban itu melainkan aksi nyata membatalkan hasil Pemilihan Kepala Desa Hutarao 2016.

Namun Sumiran menerangkan bahwa pembatalan tidak bisa dilakukan serta merta melainkan harus melalui mekanisme, sesuai aturan berlaku. “Saudara-saudara harus bersabar sambil menunggu bukti-bukti yang saudara laporkan dulu datanya kepada kami,” tandasnya. 

Kemudian massa beramai-ramai meminta nomor HP Staf Ahli Bidang Pemerintahan Sumiran. Mereka menyatakan akan menanyakan kelanjutan persoalan Pilkades Desa Hutarao.

Sementara Suadi, salahsatu Calon Kepala Desa Hutarao menuturkan kalau dilakukan pemilihan ulang di Desa Hutarao, mereka siap menalangi dananya. Suadi menegaskan, pihaknya tidak akan pernah lelah memperjuangkan masa depan desanya.

Aksi unjuk rasa berlangsung aman dan lancar. Sepanjang aksi berlangsung, petugas Satpol PP juga tampak berjaga-jaga di halaman kantor Bupati Asahan. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment