26.8.16

Kongres GMKI ke XXXV, Persiapkan Perempuan Kristen Hadapi MEA

TobaTimes-Kongres (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) ke XXXV, dilaksanakan dua agenda besar. Yaitu, study meeting yang merupakan kegiatan seminar dan kegiatan bisnis meeting sebagai gagasan Menuju Ekonomi Asean (MEA) dan mengangkat isu-isu nasional terkait persoalan bangsa juga solusi yang akan ditawarkan dalam Kongres GMKI di Gedung Auditorium HKBP Seminarium Sipoholon, Kamis (25/8).

Foto bersama para pengurus GMKI.
Hal itu dikatakan sekretaris harian panitia GMKI Rijon Manalu. study meeting dirangkai dalam tiga fungsi yang pertama studi peran GMKI di dalam pembangunan bangsa yang dibawakan oleh DPR RI Sukur Nababan, sesi kedua oleh Barita Simanjuntak, mantan ketua umum GMKI dan sesi ketiga oleh Prof DR Armin Lange dengan topik pengerahan di era digital dan tranformasi kemarin.

"Hari ini pembicara sebagai narasumber, Prof Dr Lince Sihombing, Ketua STAKPN Tarutung. Tema yang dibawa ‘Permpuan Kristen Indonesia Abad 21 Kesiapannya sebagai Pelaku MEA’. Di sana dibahas tentang tantangan dan potensi kehadiran Badan Otorita Danau Toba secara khusus di kawasan Danau Toba, " Terang Rijon Manalu didampingi sekretariat Dompak Hutasoit.

Mereka juga akan menghadirkan narasumber yang memiliki kapasitas dibidangnya seperti,  Pembina Maruap Siahaan, Deputi Kemenko Maritim dan Alimin Ginting yang salah satu Geopark Kaldera Toba.

Dilanjutkan, dengan sub tema periode 2016-2018 bagian dari rangkain study meeting dan bisnis meeting mengenai bagaimana persoalan internal organisasi laporan pertanggungjawaban pusat GMKI, serta pemilihan ketua dan pemilihan tuan rumah kongres GMKI berikutnya.

Dilanjutkan Prof DR Lince, persiapan perempuan kristen menuju MEA, bukan berarti menepiskan peran para lelaki yang sekarang juga banyak diantara kita.  Perempuan tanpa lelaki sama tak bernilainya dengan lelaki tanpa perempuan.

"Untuk menjadi pelaku MEA bagi perempuan Kristen dibutuhkan hard-skill yang prima sebagai keberhasilan persiapan perjalanan panjang 20 tahun dididik secara profesional. Membuang jauh-jauh pikiran jelek bahwa sebaik-baiknya tempat adalah Indonesia, seperti kata pepatah orang Batak "Huta ni damang hatubuan, dang marimbar tano hamatean" paparnya di Kongres GMKI yang dihadiri pengurus cabang se-Indonesia itu.

Bukanlah pesan kosong tetapi sekaligus menjadi aplikasi dari amanat agung "Karena itu pergilah, jadikanlah bangsa dan murid-muridku, " ujarnya mengakhiri. (bbs/int)

0 comments:

Post a Comment