16.11.16

Warga Serdang Bedagai Dikeroyok di Simalungun


TobaTimes, Simalungun - Simangun Saragih, warga Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, mengaku dianiaya oleh dua abang beradik SB dan S di depan Jembatan Tumbang Simpang Dolok Merangir, Nagori Pematang Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Rabu (16/11).

Ilustrasi.
Kontributor salah satu media di Kota Siantar ini sebelumnya hendak menanyakan bangunan di depan kios milik SB yang diketahui sebagai oknum PNS di Dishub Provinsi Sumatera Utara.

Pembangunan kios milik SB tersebut diduga telah menutup drainase, sehingga air tidak lancar mengalir kemudian mengakibatkan banjir bila hujan deras turun.

Awalnya korban bertemu dengan seorang wanita diduga istri SB yang sedang berada di kios. Korban pun ingin ketemu dengan SB, namun wanita itu tidak memberikan jawaban, malah pergi memanggil adiknya SB. Tidak lama kemudian wanita itupun pun datang bersama seorang laki laki SB.

Setelah bertemu dengan korban, ternyata SB marah-marah karena kesal mendengar laporan wanita itu yang mengaku telah dimarah-marahi korban.
Mendengar itu korban membantah tuduhan wanita itu dengan memberikan penjelasan maksud kedatangannya untuk konfirmasi. Tiba-tiba SB langsung menganiaya korban dengan cara memukulinya. Parahnya lagi, seorang laki-laki lain diduga adik SB berinisial S turut membantu SB untuk menganiaya korban. Akibatnya bagian leher korban memerah dan lehernya terasa panas dan kejang.

Tidak sanggup menghadapi kedua pelaku itu, korban pun berusaha menyelamatkan diri dengan pergi ke Polsek Serbelawan melaporkan kejadian dialaminya tersebut. Hanya saja ketepatan para personie Polsek Serbelawan di BKO kan dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada susulan di Kota Siantar, Kanit Reskrim Iptu Subakir pun sebatas membawa korban membuat visumke Puskesmas Serbelawan.

Sementara itu Kapolsek Serbelawan melalui Kanit Reskrim Iptu Subakir dikonfirmasi membenarkan korban telah datang ke Polsek Serbelawan untuk melaporkan peristiwa pengeroyokkan yang dialaminya.

"Yang penting kami bawa dulu korban visum ke Puskesmas Serbelawan supaya luka dialami masih nampak untuk di periksa. Sedangkan laporan pengaduannya besok harinya akan kami terima karena personel masih BKO Pengamanan Pilkada susulan di Kota Siantar. Artinya kami akan proses kejadian yang dialami korban sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Subakir. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment