8.12.16

PNS RSUD Djasamen Saragih Dijambret


TobaTimes, Siantar - Aksi kriminalitas di Siantar semakin marak di Siantar. Pesta br Sihombing (35), warga Jalan Hokky, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, dijambret saat hendak pulang ke rumah, tepatnya saat melintas di Jalan Tennis depan Katering Maya, Kamis (8/12) sekira pukul 15.00 WIB.

Ilustrasi.
Saat itu, PNS RSUD dr Djasamen Saragih ini mengendarai sepedamotor Honda Beat BK 6906 XW. Tepatnya di depan Katering Maya, sepedamotornya diserempet sepedamotor Suzuki Satria FU yang seorang pria dan berboncengan. Pria yang diboncengan tersebut kemudian mengambil dompet dari tangan korban.

“Setelah berhasil menyambar dompet saya yang berisikan uang Rp900 ribu, ATM, KTP, handpone samsung dan STNK, pelaku langsung kabur tancap gas ke arah Jalan Hokky menuju Jalan Senam,” ujar Pesta.

Setelah kejadian itu, Pesta masih sempat melakukan pengejaran, namun tidak membuahkan hasil. Saat itu juga, korban langsung membuat laporan ke Polsek Siantar Barat. Kemudian, ditemani suaminya Marga Sirait, korban pergi ke Bank memblokir ATM dan pergi ke Grapari guna memblokir nomor handponenya agar tidak digunakan pelaku untuk hal kejahatan.

Dia mengaku bahwa daerah tempat ia tinggal merupakan daerah rawan. Di mana baru-baru ini Katering Maya yang berada di depan rumahnya baru saja kehilangan sepedamotor. Dan seorang perempuan warga Tionghoa yang saat itu lagi jalan pagi juga pernah dijambret kalungnya. Kemudian seorang nenek yang saat itu sedang duduk- duduk di warungnya sambil memegang HP juga dijambret.

Kapolsek Siantar Barat Iptu J Sidabutar ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu. “Benar ada seorang perempuan ditemani seorang oknum petugas Polres Simalungun datang ke Mapolsek Siantar Barat mengaku bahwa dompetnya baru kena jambret,” ujarnya.

Mendapat laporan anggota kita langsung turun ke lokasi guna melakukan olah TKP. Namun, setelah dari lokasi kejadian, saat hendak kita mintai keterangannya, kondisi korban tampak pucat, gemetar dan ketakutan. Lalu disarankan anggota kita agar korban tenang dulu dan setelah tenang dan sudah siap untuk memberikan keterangan, pihaknya selalu siap menerima laporan korban.

“Jika korban sudah tenang dan stabil, kapan saja korban datang untuk melapor kita akan terima. Saat ini laporan korban kita terima secara lisan,” ujarnya. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment