6.12.16

Ajaib, Bayi Tertimbun Longsor, Selamat


TobaTimes, Sidimpuan - Pasangan suami istri Indra Datuk Namora Harahap (35) dan Supriadewi (32) sangat bersyukur di tengah bencana yang mereka hadapi. Rumah mereka tertimbun longsor, Senin (5/12/16) pagi. Anak bungsu mereka yang tertimbun kurang lebih dua menit ditemukan selamat.

Bayi 9 bulan selamat dari timbunan longsor.
Sesuai informasi, Pagi itu Supriadewi dan ibunya Mariati (52), sudah bangun dan langsung mencuci pakaian di kamar mandi, meski hujan turun. Sedangkan suami dan ketiga anak mereka, Nabila Rahmadani (7), Dai Prima Namora (3) dan Bilal (9 bulan), masih terlelap.

Suaminya dan Bilal tidur di kamar yang berhadapan dengan dek penahan tanah di kawasan permukiman lereng bukit itu. Bilal tidur di sebelah dinding, di samping ayahnya. Sedangkan dua anak mereka yang lain itu tidur di kamar depan.

Tiba-tiba, sekitar pukul 06.00 WIB, dek penahan longsor dan menimpa rumah mereka di Gang Air Bersih Lingkungan III, Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan. Saat terjadi longsor, Supriadewi yang berada di kamar mandi, sempat mendengar suara berisik dari arah atap. Ia diam saja. Ia pikir hewan liar yang melintas.

Indra, ayah Bilal, mengatakan, dek penahan longsor dan menghantam dinding kamar. Saking terkejut, Indra mengaku tak sempat menarik putranya ketika longsor menimbun Bilal. "Waktu kejadian kami lagi tidur di kamar. Kondisi juga sedang hujan lebat. Tiba-tiba dinding kamar langsung rubuh ditimpa longsoran tanah. Karena terkejut, saya sampai tidak sempat menarik Bilal," ungkap Indra.

Mengetahui Bilal tertimbun, Indra langsung memanggil istrinya, Supriadewi. Selanjutnya, mereka langsung mengorek timbunan tanah yang menimbun tubuh putranya. Saat panik menyerang, keajaiban itu datang. Tangan kiri Bilal terlihat keluar dari timbunan tanah.

"Waktu kami cari, tangan kirinya ke luar dari timbunan. Saya tarik perlahan, rupanya ada batu yang menimpa. Suamiku kemudian mengangkat batu itu, baru Bilal bisa dikeluarkan,” cerita Supriadewi.

Supriadewi mengaku panik bukan kepalang. Ia berteriak agar anaknya segera mungkin diselamatkan dari timpaan tanah. Pasalnya, material tempat tidur dan tanah serta bebatuan menimbun anaknya. Ukuran batu yang menimpa tubuh Bilal cukup besar, bahkan mencapai ukuran tubuh bayi itu.

“Alhamdulillah, saat itu dia telentang, jadi masih bisa bernapas. Gak secara langsung batu itu menimpanya. Ada sekitaran dua menit. Untung saya masih melihat tangannya bergerak-gerak,” ungkapnya sambil terus menggendong bayi tangguh itu.

Usai diangkat, kondisi Bilal penuh luka dan lumpur, pada wajahnya terdapat luka, mulut dan sekujur tubuhnya penuh tanah. Secepatnya, mereka membawa anak itu ke klinik terdekat dan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan.

Bilal  mendapat 3 jahitan di kepala dan sekujur tubuhnya banyak terdapat luka lecet. Sementara pada bagian dalam, setelah dilakukan rontgen, tidak terdapat luka sama sekali. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment