29.9.16

Jangan Biarkan Madina jadi Kampung Narkoba

TobaTimes, Madina - Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Rabu (28/9) di Komplek Tapian Siri-siri Syariah, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Semua elemen harus bersatu dan jangan biarkan Madina menjadi kampung narkoba.

Ilustrasi.
Dalam peringatan itu, sebanyak 42.429 orang pecandu narkoba yang direhabilitasi sejak tahun 2015 sampai Juli 2016 di seluruh tempat rehabilitasi yang dikelola oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), sebanyak 70 persen adalah warga Sumatera.

Hal ini terungkap dalam pidato Kepala BNN Budy Waseso yang dibaca Kepala BNN Propinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Drs Andy Leodiyanto.
Dari pidato yang dibacakan Brigjen Andy Leodiyanto, dari tahun 2015 sampai bulan Juli 2016, BNN dalam melakukan tes urine kepada 186.533 orang, yang teridentifikasi positif narkoba sebanyak 1.175 orang atau sekitar 0,63 persen.

“Selain itu, dalam pemberantasan narkoba sejak tercatat tahun 2015 sampai juli 2016, BNN telah berhasil mengungkap 1.015 kasus kejahatan Narkotika baik yang ditangkap BNN Pusat maupun BNN Provinsi atau daerah dengan tersangka 1.681 orang,” ungkapnya

Pada kurun waktu yang sama sudah terungkap kasus pencucian uang dari hasil transaksi narkotika dengan nilai aset yang dirampas sebesar ratusan milliar rupiah berdasarkan hasil informasi dari PPATK.

“Saat ini sedang dilakukan proses penyelidikan oleh BNN adanya dugaan transaksi mencurigakan hasil dari kejahatan narkotika sebesar Rp3,6 triliun,” ungkapnya.

“Dan barang bukti yang berhasil disita sebanyak 2,8 ton jenis sabu, extasi sebanyak 707.680 butir serta ganja 4,1 ton dan lahan ganja seluas 69 hektare,” terangnya dalam peringatan HANI yang disertai dengan penandatangan Momerandu of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Daerah dan unsur pimpinan daerah serta OKP, KNPI dan Pelajar se- Mandailing Natal.

Selain itu, peringatan hari anti narkotika ini juga disertai dengan pembacaan ikrar pelantikan penggiat anti narkoba Mandina yang terdiri dari pelajar, tokoh masyarakat, ulama, pemuda yang dikukuhkan langsung oleh kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Drs Andy Leodiyanto.

Brigjen Andy berterimakasih kepada pemerintah daerah yang proaktif dalam memberantas Narkoba. Katanya, Kapolri telah memberikan perintah kepada Kepala BNN untuk fokus pada pembasmian Narkoba jenis ganja di Madina.

“Upaya pencegahan saat ini menjadi konsentrasi BNN dalam memerangi peredaran Narkotika di Indonesia. Karena Indonesia sudah masuk kategori fase darurat,” papar Andy Leodiyanto.

Ia berharap, Madina jangan menjadi kampung narkoba karena daerah itu merupakan penduduk yang banyak didiami tokoh agama. Untuk itu, Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara ini berharap semua elemen bersatu dan Pemangku agama menjadi salah satu corong memberikan pencerahan bagi masyarakat terutama pemuda.

Kepala BNN Sumut berpangkat Brigjen ini juga mengapresiasi terhadap TNI yang terus ikut andil dalam memberantas ladang ganja yang ada di Madina.

Dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional  ini, turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal, ketua DPRD Mandailing Natal, Dandim 0212/TS, Kapolres Madina dan Pejabat SKPD Pemerintah Daerah Mandailing Natal. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment