29.9.16

Bertahun-tahun Disetubuhi, tapi Akhirnya Ditinggal Kawin


TobaTimes, Medan - Gadis malang ini bernama Mela (19). Cewek asal Marelan, Medan, ini bertahun-tahun jadi budak nafsu pacarnya, Beni (26). Giliran diminta tanggungjawab, ia malah ditinggal kawin.

Ilustrasi.
Kisah ini berawal saat Mela masih duduk di bangku kelas 1 SMA, berkenalan dengan Beni melalui facebook. Sejak perkenalan itu, terjalinlah hubungan asmara.

Setahun berjalan, tepatnya saat Mela duduk di bangku kelas 2 SMA, pacarnya itu mengajak korban untuk melakukan hubungan di luar nikah. Dengan polos, Mela percaya dengan kata-kata pegawai honor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Langkat itu.

Dia akhirnya mau diperawani, karena Beni berjanji akan menikahinya. Hubungan asmara terlarang itu pun pertama terjadi di rumah Beni.

Seiring berjalannya waktu, Beni memanfaatkan Mela untuk melampiaskan nafsunya. Memang orangtua Mela tahu bahwa anaknya telah berpacaran dengan Beni. Namun orangtua tak mengetahui bahwa gadis belia itu telah diperawani, bahkan sudah menjadi budak nafsu bertahun-tahun.

Setelah tamat SMA, Mela meminta pertanggungjawaban pacarnya itu untuk dinikahi. Namun, janji hanya tinggal janji. Menerima kenyataan pahit itu, Mela menyesal telah menyerahkan mahkotanya, bahkan mau diajak berhubungan intim.

Sejak itu, Mela lebih suka murung dan tak semangat beraktivitas. Perilaku di luar kebiasaanya itu mengundang kecurigaan orangtua. Dengan berat hati, Mela menceritakan nasib yang telah dialaminya kepada orangtuanya.

Mendengar pengakuan Mela, kedua orangtuanya terkejut dan langsung meminta pertanggungjawaban Beni. Namun, pelaku malah menolak, bahkan menantang untuk melaporkan kasus itu ke polisi. Tak terima dengan sikap Beni, orangtua Mela melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Labuhan.

“Kami sudah datangi rumahnya, tapi dia (pelaku) malah nuduh kami fitnah dan ditantang untuk melapor ke polisi. Makanya kami datang kemari (kantor polisi) untuk melaporkannya,” kata ibu korban.

Setelah mendengar cerita korban dan orangtuanya, pihak kepolisian menerima laporan tersebut. “Laporannya sudah kita proses dan masih kita proses untuk ditindaklanjuti,” kata Wakapolsek Medan Labuhan, AKP TL Tambunan.

Kabid Disnakertrans Langkat Ibnu Hajar S.Sos membenarkan bahwa Beni bekerja sebagai pegawai honorer di instansi tersebut. Menurutnya, tiga bulan lalu ada acara ngundu di kediaman Beni.

“Entah di Salapian atau di Kuala, Beni melaksanakan resepsi ngundu. Saat itu saya kebetulan tidak hadir dalam acara itu,” kata Ibnu Hajar ini. (TT/int)

0 comments:

Post a Comment