7.8.16

Anak Jalanan Bacok Pengamen

TobaTimes-Raji Mis Amri (24) warga Jalan Karang Anyar, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Pekanbaru, Riau, terlihat lemah. Tangan pengamen ini terlihat berdarah, bahkan nyaris putus setelah dibacok oleh anak jalanan yang kerap berkeliaran di pusat Kota Siantar. Pembacokan terjadi di Lapangan H Adam Malik, Jalan Jenderal Sudirman, Siantar Barat, Sabtu (6/8) sekira pukul 17.45 WIB.


Dengan kondisi berlumuran darah karena urat nadi di tangan kirinya putus, korban langsung dilarikan temannya Rendi (24), warga Jalan Medan, Kelurahan Sumber Jaya, Siantar Martoba, menuju Polres Pematangsiantar.

Selanjutnya, petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) melarikannya ke IGD RSUD Dr Djasamen Saragih untuk mendapat pertolongan. Menurut Rendi, peristiwa bermula saat korban menasehati pelaku untuk tidak berkelahi dan memalak anak sekolah yang berada di sekitar Taman Bunga dan Lapangan H Adam Malik.

Namun pelaku diduga tidak terima dinasehati dan pergi meninggalkan korban. Tak lama kemudian, pelaku datang kembali membawa sebilah parang dan mengejar korban di Lapangan H.Adam Malik. Begitu mendapat korban, pelaku langsung mengayunkan parang yang ada di tangannya, mengarah ke kepala korban. Namun saat itu korban berhasil menangkis sabetan parang tersebut menggunakan tangan kirinya.

“Di tempat itukan banyak anak Punk. Tadi dia (korban) menasehati adik-adik mereka agar jangan berantam. Karena mereka sama-sama anak jalanan. Tapi pelaku tak terima dan tanpa basa-basi langsung membacok kepala korban. Dan, korban Amir pun menangkis dengan tangan kirinya,” ucap Rendi mengulang pengakuan korban.

Ditambahkan Rendi, dia mengenali korban yang sering mengamen di Lapangan H Adam Malik. "Sama-sama pengamen kami bang. Sudah lama mengamen di situ. Kalau pelaku baru beberapa bulan saja di tempat itu," terang Rendi.

Usai mengantar korban, petugas SPKT dan reskrim langsung menuju lokasi pembacokan untuk melakukan olah TKP. Di lokasi itu polisi menyita sebilah parang yang digunakan pelaku untuk membacok korban.

Parang tersebut diambil petugas dari Wati (50), pedagang pisang molen warga Jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar, Siantar Barat. Dari hasil investigasi polisi, parang sepanjang 30 Cm itu diketahui milik A.Siregar, pedagang es kelapa muda warga Jalan Rajawali, Kelurahan Sipingol-pingol.

Menurut A Siregar, parang itu tiba-tiba saja diambil oleh pelaku. "Tiba tiba pelaku datang dan mengambil parang punya pak Siregar. Kurasa udah tahu di tempatnya. Sempat juga aku teriak, tapi ia (pelaku) langsung lari melompat pagar Lapangan Adam Malik dan masuk ke dalam.

“Tak berapa lama ia pulang dan mengembalikan parang tersebut, tapi sebelum pak polisi datang, saya tak tahu parang itu dipakai untuk membacok orang," ucap Wati seraya menambahkan bahwa ia mengenali wajah pelakunya.

Amatan di lokasi kejadian, usai mendapat pengakuan dari beberapa saksi, polisi mengamankan dua anak jalanan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Namun kepada petugas, kedua orang yang diamankan itu mengaku tak mengenali pelaku. "Tak kenal aku sama pelaku pak. Tapi aku kenal bang Amri saja," ucap pelaku kepada petugas.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Dodi Darjanto melalui Kasubbag Humas Isril Noer, membenarkan insiden pembacokan tersebut.

“Peristiwa pembacokan itu benar adanya. Dan saat ini kita sudah membawa korban ke RSUD Dr Djasamen Saragih untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini kita masih mengejar pelaku pembacokan,” ujarnya. (ms/net)

0 comments:

Post a Comment