23.8.16

Mahasiswa Berbalas Pantun Memohon Kapolres

TobaTimes- Sejumlah aktivis mahasiswa menggelar musik akustik, stand up comedy, puisi, balas pantun, tarian dancer dan pameran seni di Taman Sudirman, Jalan Jend Sudirman Tanjungbalai, Minggu (21/8). Lewat karya seni itu, mereka ingin menyampaikan pesan khusus kepada Kapolres Tanjungbalai agar dua rekan mereka Aldo dan Budi, yang ditahan terkait kasus intoleransi di Kota Tanjungbalai, segera dilepaskan.

Hal itu disampaikan Emil Sanosa, Ketua Asosiation Indonesia of Reformatio (AIR) Tanjungbalai, ketika ditemui METRO di Taman Sudirman. Menurut Emil Sanosa, etikanya jika sudah ada perdamaian, dua orang rekan mereka sesama mahasiswa yang sebelum ditahan terkait kasus intoleransi di Kota Tanjungbalai, pada 30 Juli 2016, seharusnya dibebaskan. Ia juga berharap agar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan konflik sosial supaya diperdakan.

Amatan koran ini, sebelum penampilan musik akustik, stand up comedy, puisi, balas pantun, tarian dancer dan pameran seni, acara didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Tapi lewat panggung hiburan itu, mereka berharap Kapolres Tanjungbalai melepaskan dua rekan mereka Aldo dan Budi agar masing-masing bisa kembali ke kampus serta berkumpul dengan keluarganya.

Meski demikian, Emil Sanosa mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum menangani kasus intoleransi di Kota Tanjungbalai. Juga kepada para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), sehingga penyelesaian konflik sosial di Kota Tanjungbalai cepat teratasi. (int)

Elpiji 3 Kg Hak Warga Miskin Dikirim ke Panipahan

TobaTimes-Di salah satu tangkahan Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, terdapat aktivitas bongkar muat tabung gas elpiji 3 kg, Minggu 21 Agustus 2016. Rencananya, tabung yang bertuliskan ‘Hanya Untuk Masyarakat Miskin’ Tanjungbalai itu akan dikirim ke Panipahan, Kepulauan Riau (Kepri).


Dari pantauan koran ini, tabung-tabung gas elpiji 3 kg itu diletakkan terpisah dengan tabung gas elpiji ukuran 12 kg di dalam kapal Boat GT.10 Nomor 387/TTB KM. Berkat Baru. Jumlah tabung ada ratusan. Tabung gas elpiji ukuran 3 kg diperkirakan sebanyak 130 tabung dan ukuran 12 kg berkisar 100 tabung.

Semula tidak ada yang janggal dalam aktivitas bongkar muat tabung gas tersebut. Kecurigaan baru muncul ketika pekerjanya memuat tabung elpiji 3 kg yang ada tulisan ‘hanya untuk masyarakat miskin" ke dalam boat.

Menyadari ada kejanggalan, METRO kemudian menemui Mandor Lapangan  bernama Usman Panjaitan (43), warga Tanjungbalai. Usman menjelaskan, tabung-tabung gas tersebut diambil dari Toko Win Gas, Jalan Jendral Sudirman, Kota Tanjungbalai. Pemiliknya biasa dipanggil Acuan. Sedangkan satu lagi dari Jalan Gereja Tanjungbalai.

“Kita hanya disuruh menjemput dan memuat ke boat," kata Usman.

Ketika ditanya alasannya kenapa tabung gas berukuran 3 kg yang ada tulisan ‘hanya untuk masyarakat miskin" ke dalam boat juga ikut dimuat  ke dalam boat, Usman lagi-lagi mengaku sama sekali memahaminya. “Kami hanya memuat. Soal itu, tanyakan aja ke toke Acuan,” elak Usman.

Ia mengaku sama sekali tidak paham mengenai prosedur maupun izin pengambilan gas. Dia juga mengaku sama sekali tidak mengantongi izin pengiriman tabung gas tersebut dari Kota Tanjungbalai ke Panipahan.

“Yang ada pada kami hanya bon pembelian, soal izin dan surat lainnya tidak ada,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Tanjungbalai Bambang Harianto SE mengaku geram. Dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Bambang akan menyampaikan informasi tersebut ke Komisi B.

Menurutnya, aktivitas pengiriman tabung gas 3 kg dari Kota Tanjungbalai ke Panipahan itu tidak dibenarkan. Apa yang menjadi hak masyarakat Kota Tanjungbalai seharusnya tidak boleh didistribusikan keluar Tanjungbalai.

Ia meminta seluruh pihak terkait agar mengevaluasi pengawasan distribusi elpiji, terutama elpiji bersubsidi ukuran 3 kg. Terhadap para pengusaha nakal harus diberikan tindakan tegas. ”Jika perlu cabut izinnya,” ujarnya. (int)

Petugas BC Luka Diserang Pengawal Monza

TobaTimes-TANJUNGBALAI-Petugas Patroli Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Dan Cukai (BC) Teluk Nibung diserang para pengawal kapan selundupan monza dari Malaysia di Tanjung Jaga Rawi Perairan sungai Asahan, Kabupaten Asahan, Senin (22/8) sekira pukul 02.30 WIB.

Informasi diperoleh, saat itu petugas BC sedang mengamankan 2 kapal yang membawa monza dari Malaysia. Namun puluhan warga yang ada di dua kapal itu langsung menyerang petugas BC dan melemparkan bom molotov, mercon  ke arah petugas. Akibatnya satu orang petugas BC mengalami cedera di tangan dan kaki. Selain itu  2 kapal pengangkut monza tersabut akhirnya terbakar akibat terkena bom molotov.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung Fuad Fauzy didampingi Kasi P2 M Firdaus mengatakan, kronologis kejadian berawal saat petugas akan melakukan pencegahan terhadap  dua kapal yang bermuatan ratusan ball press sedang melangsir pakaian bekas.

Dalam pencegahan tersebut petugas mendapat perlawanan dari masa penyeludup dan saat itu petugas sempat kewalahan menghadapi aksi anarkis dari para preman tersebut.

Menurut Firdaus, petugas BC sempat meminta agar masa tersebut mematikan api. Tapi permintaan tersebut tidak diindahkan, malah sebaliknya para pengawal monza malah semakin beringas.

Melihat itu petugas BC tidak menyerah dan kapal petugas BC merapat ke kapal penyeludup. Melihat itu para pengawal monza membakar kapal mereka sendiri yang berisikan pakian bekas. Setelah itu para pengawal monza ini melompat ke laut.

"Ketika situasi tidak terkendali, petugas terus merapat ke kapal penyeludup dan kekita itu puluhan masa bayaran menyeburkan diri keair dan membakar kapal mereka sendiri yang berisikan pakaian bekas," kata Firdaus.

Saat petugas ingin melakukan pertolongan kepada para pengawal monza yang melompat ke air, para pengawal monza terus berenang dan menolak untuk ditolong petugas.

"Kemungkinan mereka takut ditangkap sehingga mereka melompat ke air dan ketika kita tolong mereka menolak dengan terus berenang," ucap Firdaus.

Sampai saat ini kata Firdaus, belum ada laporan terjadinya korban jiwa akibat inseden tersebut.

Dan dari pencegahan tersebut, Fuad menjelaskan pihaknya hanya berhasil mengamankan satu unit kapal kecil yang melangsir 23 Ball pres lengkap dengan satu orang nahkoda dan 3 ABK nya.

"Dalam Pecegahan kali ini kita mengamankan satu unit kapal langsir yang berisikan 23 ball pres lengkap dengan satu orang nahkoda dan 3 ABKnya berinisial JI (42), AI (15) dan S (36) yang saat ini masih dalam pemeriksaan petugas," tandasnya. (bbs/int)

Kematian Kori Larasati Belum Terungkap

TobaTimes-Sudah 10 hari berlalu, belum diketahui apa motif kematian Kori Larasati (16), gadis desa yang ditemukan tewas di parit kebun sawit milik keluarganya Dusun III, Desa Suka Ramai, Kecamatan Sei Balai, Batubara.

Illustrasi pembunuan.

Sementara, pihak pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap apa penyebab kematian korban. Kori Larasati diketahui, siswi kelas 1 salahsatu SMU swasta berada tidak jauh dari rumahnya.

Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SIK, melalui Kapolsek Labuhan Ruku AKP Irsol, Senin (22/8), mengungkapkan pihaknya mendalami kasusnya. Sejauh ini sudah lima orang saksi termasuk orangtua korban Supomo (42) sudah dimintai keterangannya.

Ketika ditanya lebih lanjut perkembangan penyelidikan, AKP Irsol enggan berspekulasi. Ia mengatakan belum mengetahui pasti apa penyebab kematian korban, sebab hasil visum korban juga belum keluar. “Makanya, saya belum dapat berkomentar banyak,” ujarnya.

Apalagi di tubuh korban, lanjut AKP Irsol, saat itu juga ada bintik-bintik merah. Ia juga mengaku belum mengetahui penyebab munculnya bintik-bintik merah tersebut. Selain itu dari mulut dan telinganya juga saat itu mengeluarkan darah. “Jadi saat ini kasusnya masih kita dalami,” katanya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Desa Suka Ramai, Kecamatan Sei Balai, sempat heboh peristiwa penemuan mayat Kori Larasati (16) di parit kebun sawit milik keluarganya. Belum diketahui motif kematian korban, tapi saat ditemukan resleting celananya tampak terbuka sedikit.

Siang sekira pukul 14.00 WIB, korban diketahui pergi seorang diri mengembalakan kambing di areal perkebunan milik orangtuanya. Jaraknya, lebih kurang 800 meter dari rumah mereka.

Tapi sekira pukul 16.30 WIB, kambing yang diangon korban pulang sendiri ke kandangnya. Sementara Kori Larasati tidak kelihatan. Ditunggu hingga pukul 17.00 WIB, putri pasangan  Supomo (42) dan Irfa Yustika alias Tika (40), ini tak kunjung pulang. 
Supomo pun mulai merasa resah. Kemudian, Supomo berusaha mencari sendiri putrinya di sekitar kebun dan sawah, tempat biasa pengembalaan kambing. Tapi tak ketemu. 

Kemudian sekira pukul 18.00 WIB, Supomo menemui uwak (paman) korban Suwardi dan memberitahukan jika Kori Larasati belum pulang ke rumah. Lalu, Suwardi meminta bantuan warga untuk ikut melakukan pencarian terhadap korban. Suasana Minggu malam di Desa Suka Ramai pun mendadak heboh. 

“Satu kampung ikut melakukan pencarian, tadi malam,” ujar Supomo, orangtua korban, saat ditemui METRO ASAHAN, di rumah duka di Dusun III, Desa Suka Ramai, Senin (15/8). 

Hingga malam sekira pukul 22.50 WIB, lanjut Supomo, mereka sempat pasrah karena pencarian sama sekali tidak membuahkan hasil. 
Nah, saat keluarga tengah kebingungan mencari korban muncul Anwar, yang tak lain adalah guru SMA-nya korban. Anwar yang pada malam itu juga ikut melakukan pencarian korban mengaku ada melihat sendal di sekitar parit yang menjadi batas lahan antara kebun sawit Supomo dengan kebun sawit milik warga bernama Saiful. 

“Bang tadi saya lihat ada sendal di sekitar sungai,” kata Supomo, menirukan perkataan Anwar malam itu. 

Kemudian Supomo dan Uwak korban Suwardi bersama-sama dengan warga lainnya melanjutkan pencarian ke lokasi dimaksud. Sekira pukul 22.50 WIB, Suwardi pun menemukan sepasang sendal yang dimaksud Anwar. Dan, beberapa meter dari lokasi penemuan sendal tersebut, Suwardi menemukan tubuh Kori Larasati di dalam parit dengan kedalaman sekitar 4 meter.

Tapi Suwardi kemudian berteriak. Ia histeris saat melihat tubuh keponakannya itu dalam posisi telentang di air yang memiliki kedalaman sekitar 30 cm. Saat itu Suwardi menyadari jika keponakannya sudah tidak bernyawa. 

Setelah itu, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka. Pihak kepolisian yang mendengar peristiwa tersebut sempat menawarkan agar jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pematangsiantar, untuk keperluan otopsi. Namun batal karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap tubuh korban. Jadinya, jasad korban dibawa ke RSUD Batubara untuk divisum. 

Supomo sendiri mengaku sudah mulai yakin putrinya ada di dalam parit itu saat mendapat informasi dari Anwar bahwa ada melihat sepasang sendal di sekitar parit. (int)

Lagi Fly, Dokter Muda Ditangkap Polisi

TobaTimes-Seorang dokter muda bernama Muhammad Anshar Purnama (24) dibekuk personel Unit Reskrim Polsek Kisaran Kota, Senin (22/8), saat asyik mengonsumsi sabu di salahsatu rumah di Jalan Mas Mansyur No. 37, Gang Merpati, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kisaran Barat.

Ilustrasi narkoba.

Bersama Anshar, polisi juga mengamankan si pemilik rumah Hermansyah alias Buyung Jagung (48).

Dari tangan kedua tersangka, turut diamankan barang bukti 1 plastik klip berisi sabu, 1 kaca pirek yang terdapat lekatan sabu, 1 bong yang terbuat dari botol minuman pulpy, 1 buah mancis yang terpasang jarum, 1 pipet skop, 5 plastik klip kosong.

Kapolsek Kisaran Kota IPTU Tombak Samosir menerangkan, dari penyidikan sementara sabu itu diduga diperoleh dari Hermansyah alias Buyung Jagung. Setelah mendapat informasi, polisi kemudian melakukan penyelidikan, dan anggotanya langsung menyergap.

“Saat itu keduanya sedang menikmati barang haram itu," kata IPTU Tombak.

IPTU Tombak menyebutkan bahwa Muhammad Anshar Purnama diketahui masih berstatus mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati Medan. Statusnya saat ini Koas atau dokter muda di RSU Djulham Binjai.

Dari data mereka peroleh, Muhammad Anshar Purnama merupakan warga Kampung Ciwaru RT/RW 02/01, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.

“Jadi dia (Muhammad Anshar Purnama, red) ke Kisaran numpang di tempat kawannya di Jalan SM Raja, Kisaran, di rumah Faisal,” ungkap IPTU Tombak.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, kedua tersangka berikut dengan barang bukti narkoba telah dilimpahkan ke Sat Narkoba Polres Asahan.
KBO Narkoba IPDA Lamsyah membenarkan pelimpahan penanganan terhadap kedua tersangka narkoba.

Masih di hari yang sama, Senin (22/8), pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba juga berhasil dilakukan personel Polsek Pulu Raja. Dua tersangka narkoba Candra (25), warga Dusun II, Desa Pulau Rakyat Tua, Kecamatan Pulau Rakyat dan Fadli (29), warga Dusun III, Desa Rahuning, Kecamatan Rahuning, diamankan dari kediaman masing-masing.

Barang bukti yang ditemukan polisi 12 sabu paket kecil, 1 botol, uang tunai sebesar Rp112 ribu, dua buah jarum, empat pipet (2 pipet kecil) dan 1 buah mancis.

Kapolsek Pulu Raja AKP Dahrun Harahap menerangkan bahwa sudah sering warga dari luar Kecamatan Rahuning berkunjung ke rumah Fadli. Inilah yang membuat masyarakat curiga. Laporan yang sama juga disampaikan petugas Siskamling Kecamatan Rahuning maupun Kecamatan Pulau Rakyat.

“Kami akan terus bekerja sama dengan kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di kedua kecamatan itu,” ujar Harahap.

Tersangka Candra mengaku sangat menyesali perbuatannya. Dia mengaku mendapat barang haram itu dari temannya Fadli. "Saya hanya pemakai, bukan pengedar," sebutnya.

Sementara Fadli, enggan menyebutkan dari mana dia memerolah sabu tersebut. (int) 

Pilkades Asahan, 309 Calon Kades Bertarung

TobaTimes-Besok Rabu 24 Agustus 2106, pemilihan kepala desa (pilkades) digelar serentak di 91 desa se-Kabupaten Asahan. Momen ini sebagai puncak pertaruhan sebanyak 309 calon kepala desa (kades). Tapi, harus sportif.
ILustrasi

Seluruh pihak diharapkan kerjasamanya, termasuk tim pendukung masing-masing calon kepala desa. Juga kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga kondusifitas selama berlangsungnya pilkades.

“Walaupun berbeda pilihan, namun persaudaraan serta silaturahmi harus dijaga kuat-kuat. Bagaimana pun persaudaraan lebih dari segalanya dan berbeda itu indah,” kata H Junaidi, Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (Bappemas Pemdes) Asahan, kepada METRO ASAHAN, Senin (22/8), usai pendistribusian logistik pilkades ke 23 kecamatan di Kabupaten Asahan.

Junaidi menyebutkan, ini sudah memasuki minggu tenang, yakni mulai Minggu, Senin dan Selasa (21-23/8), karenanya tidak ada lagi calon kades yang melakukan kampanye. “Artinya, tahapan kampanye sudah selesai,” terang Junaidi.

Dia mengungkapkan bahwa pemilihan kepala desa serentak Rabu 24 Agustus 2016 merupakan pertama kalinya di Kabupaten Asahan. Mengenai logistik, lanjut  Junaidi, seperti kotak suara, kertas, bilik suara, tinta, berita acara dan lainnya seluruhnya telah didistribusikan ke 23 kecamatan. Seluruh logistik akan menginap satu malam di kantor camat. Lalu, keesokan harinya pengiriman dilanjutkan ke masing-masing desa yang menggelar pemilihan kepala desa.

Adapun jumlah logistik yang telah didistribusikan yakni sebanyak 91 kotak suara, 364 bilik suara dan lebih dari 186.000 surat suara serta muatan logistik tersebut ditambah sebanyak 200 kotak suara pinjaman dari KPU Asahan. Ini untuk mengantisipasi tempat pemungutan suara (TPS) yang jumlah pemilihnya banyak, seperti di beberapa desa di Kecamatan Simpang Empat. Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kecamatan Simpang Empat rata-rata mencapai 9 ribuan orang.

Ketua Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten Asahan John Hardi Nasution MSi menambahkan, seluruh calon kepala desa yang turut bertarung pada pilkades serentak tahun 2016 diharap tenang. Demikian juga masyarakat pendukung maupun pemiih.

John mengimbau seluruh pihak harus menghargai minggu tenang. Untuk menjaga hal-hal tidak diinginkan dan demi suksesnya pilkades serentak di Asahan, ia juga kembali mengimbau semua elemen masyarakat untuk menahan diri dari hal-hal yang melanggar aturan pada pilkades.

Dia juga mengaku telah menyampaikan kepada Panitia Pilkades Tingkat Pedesaan agar mengimbau warganya menjaga kekondusifan proses pilkades serentak ini. Sebab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka yang rugi masyarakat itu sendiri.

“Panitia pedesaan juga harus mengawasi dan menjaga netralitas tanpa berpihak. Sebab bila itu terjadi, maka dimungkinkan akan menyulut permasalahan dan bisa menjadi kendala dalam proses pilkades serentak ini,” imbau John, yang juga Kepala Bapemas-Pemdes Kabupaten Asahan ini.

Ketua Panitia Pilkades Desa Prapat Janji Drs Safrin Pane, Senin (22/8), menerangkan bahwa pihaknya sejak Minggu (21/8) pagi hari, telah melakukan alat peraga kampanye, seperti membersihkan poster, spanduk dan lainnya. Pane juga mengimbau para calon kepala desa untuk tidak melakukan sesuatu yang bersifat kampanye karena itu dilarang dalam minggu tenang.

"Mudah-mudahan mereka (para calon kepala desa) mematuhi larangan itu," tandas Pane.

Penertiban alat peraga kampanye juga berlangsung di Desa Terusan Tengah, Desa Sidomulio, Desa Padangsari, Kecamatan Tinggi Raja. Penertiban alat peraga kampanye juga dilakukan panitia pilkades di Desa Buntu Pane, Desa Karya Ambalutu, Desa Lestari, Desa Sei Silau Timur, Desa Perkebunan Sei Silau dan Desa Prapat Janji, Kecamatan Buntu Pane. (bbs/int)

Kekeringan di Palas, Kami Sudah Tak Tahan Angkat Air

TobaTimes-Ancaman kekeringan di Kabupaten Padang Lawas terus terdengar. Salah satunya, di Desa Handio Kecamatan Sosa. Saat ini, warga desa harus melangsir air dari sungai berjarak sekitar satu kilometer. Ironisnya, Sungai Sosa yang terbilang cukup besar di dekat desa ini sudah mengering.

Ilustrasi
Saat didatangi tim Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanisasi Berbasis Masyarakat) Kabupaten Padang Lawas, Sabtu (20/8) lalu, warga di sini curhat soal susahnya mendapatkan air. Tidak hanya ibu-ibu, bapak-bapak juga ikut curhat, karena ternyata mereka terpaksa mengangkut air dari jarak yang cukup jauh ke rumah mereka.

"Tak tahan lagi kami melangsir air tiap hari. Sudah cukup berat di sini air," kata seorang warga, diamini beberapa warga lain saat berkumpul di rumah kepala desa setempat.

Senada dikatakan Maryam, seorang ibu rumah tangga lain. Ia mengaku, sangat berharap ada perhatian pemerintah untuk membangun fasilitas air bersih di tempat mereka.

Sebenarnya, beberapa tahun lalu, sudah ada fasilitas air bersih di desa ini yang dibangun dari program PNPM. Namun, ternyata fasilitas air bersih itu tidak pernah bisa digunakan oleh warga. Airnya tak pernah mengalir ke bak penampungan umum yang tersedia.

"Mana pula airnya ada. Pipanya lebih tinggi dari sumber airnya," celetuk satu warga.

Desa Handio memang tercatat menjadi satu desa yang cukup sulit mendapatkan air di saat musim kemarau. Karena itu, desa ini termasuk menjadi satu prioritas untuk dibangun fasilitas air bersih dari Pamsimas yang bersumber dana dari Kementerian Pekerjaan Umum.

"Kami baru membuat proposalnya bapak-bapak dan ibu-ibu ya. Mudah-mudahan terkabul dan bisa dibangun sarana air bersih di sini," kata Pebrina, satu di antara empat fasilitator Pamsimas Kabupaten Padang Lawas yang hadir saat itu.

Kepala Desa Handio Baha Hasibuan mengaku sangat menyambut rencana pembangunan sarana air bersih di desa itu. Bahkan, dikatakannya, pihaknya dari desa pun siap mengalokasikan dana desa untuk penunjang program Pamsimas itu.

"Kita bantu nanti alokasikan dana desa untuk mendukung Pamsimas membangun sarana air bersih. Kalau kita sepakat, itu bisa," kata Baha.
Program Pamsimas memang berbeda dengan program pemerintah lain yang semuanya bersumber dana dari pemerintah. Pamsimas pembiayaan tetap dilibatkan masyarakat dalam bentuk dana swadaya. Kemudian, warga juga harus ikut gotong royong, yang dianggap menjadi andil masyarakat untuk program itu.

"Sebenarnya, bukan tak cukup uang pemerintah untuk membangun sarana air bersih di masyarakat. Tapi, inilah bedanya Pamsimas dengan proyek lain, masyarakat diminta partisipasinya, agar ada rasa memiliki mereka terhadap bangunan itu," kata Khaidir Harahap, Ketua Panitia KEmitraan Pamsimas Kabupaten Padang Lawas yang juga menjabat Kabid Infrastruktur dan Tata Ruang Bappeda Palas. (int)

Inilah Penenun Ulos yang Dipakai Iriana Jokowi

TobaTimes-Pesta Karnaval Kemerdakaan Pesona Danau Toba kunjungan Ibu Negara Iriana Presiden Joko Widodo itu menghebohkan. Ulos Batak Tumtuman Tahun 1990 yang dipakai Ibu Negara ikut menghebohkan para pecinta seni perajin Ulos Batak. Siapakah penenum ulos itu? Dialah Renta Boru Nainggolan.
Tim Yayasan pecinta Danau Toba foto bersama dengan Renta br Nainggolan.
Maruap Siahaan dari Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT), Senin (22/8) mengatakan, hajut (tempat tas yang dipakai orang zaman dulu) tentu masyarakat sudah mampu dikembangkan di Pasar Lokal dan Pasar Nasional.

"Sedikit dari banyak yang menyukai produk-produk kreatif dari kawasan Danau Toba. Salah seorang turis, Paulina dari Negara Francis, ikut berjalan-jalan bersama kami melihat perajin dan peternakan industri kreataif dan dia Paulina sangat senang. Karena Ulus Tumtuman pada tahun sekira 1990 muncul kembali yang dipakai Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat Pesta Karnaval Kemerdekaan Peaona Danau Toba di Tobasa,  Minggu (21/8) kemarin, " ujar Maruap Siahaan bersama Paulina dan rombonganya di rumah Renta boru Nainggolan di Rura Pasar Tarutung, Taput.

Yayasan Pecinta Danau Toba mendorong mayarakat untuk melestarikan lingkungan hidup termasuk Pesona Danau Toba tanpa (Keramba) juga menyerukan pengabdian penebangan hutan yang mendorong pemerintah untuk mengembangkan wisata Danau Toba menjadi Destinasi yang berkelas di dunia.

"Kita sudah keliling ke Eropa seperti Italia, Francis, Swis, Jerman, Belanda dan Cina. Yang telah mempersiapkan Hajuta Center di beberapa perwakilan yang sudah siap dipasarkan di kawasan Danau Toba kedepan, " ujarnya.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi mengatakan, harapan pemerintah saat ini bapak Bupati Taput untuk peningkatan dankesejahteraan masyarakat saat ini di bodang koperasi tenun akan lebih ditingkatkan kembali. (int)

Guru SMP Fatima 2 Sibolga, Juara IV Tingkat Nasional

TobaTimes-John Anderson Hutapea SPd meraih Juara IV guru berprestasi tingkat Nasional tahun 2016. Ia disambut meriah dan sukacita oleh Keluarga besar SMP Fatima 2 Sibolga ketika hendak memasuki gedung sekolah yayasan Santa Maria Berbelas Kasih, di Jalan Padangsidempuan No. 15, Kota Sibolga. Guru bidang studi matematika SMP Fatima 2 Sibolga itu telah mengharumkan nama sekolah, Kota Sibolga dan Provinsi Sumut.

Seluruh guru, staf, perwakilan yayasan, perwakilan Komite orang tua dan seluruh siswa/i berbaris rapi dan bersorak penuh sukacita menyambut kedatangan guru yang berpenampilan biasa dan sederhana, namun ‘berpikiran’ brilian itu. John A Hutapea,SPd merupakan utusan Kota Sibolga dan berhasil meraih juara I tingkat provinsi dan kemudian sebagai perwakilan guru se-Sumut ke tingkat Nasional.

“Sukses buat bapak sebagai guru berprestasi se-indonesia, yang berhasil menuai peringkat IV Nasional. Ini akan membuat kami semakin terpacu dan termotivasi untuk lebih menuai prestasi yang terbaik,” ujar Dita Monika Pandiangan, Kelas 8-1 SMP Fatima 2 Sibolga penuh sukacita dalam sambutannya dihalaman SMP Fatima 2 Sibolga, Senin (22/8).

Jane Ulitami Sibarani, Siswi Kelas 9-1 yang terlihat penuh semangat dan sukacita menantikan kehadiran gurunya, yang sudah sangat membanggakan sekolahnya itu mengungkapkan rasa bangga dan kagumnya. Menurutnya gurunya merupakan tauladan yang baik bagi para siswa. “Orangnya pintar, suka berbagi ilmu. Walau wajahnya terlihat seram, namun sebenarnya bersahabat dan mau membimbing,” ungkapnya.

Ungkapan kebanggaan atas prestasi yang diraih datang juga dari orangtua siswa. Menurut mereka  guru Fatima 2 Sibolga telah membuktikan kemampuannya dan berhasil menuai prestasi gemilang. Prestasi itu merupakan torehan yang tidak gampang dan sangat bersejarah.

“Selamat buat Pak John Hutapea. Ini merupakan sejarah, dimana guru dari Kota Sibolga dapat menuai prestasi tingkat nasional juara IV,” Kata Salmon Tambunan mewakili orangtua siswa.

Kepala SMP Fatima 2 Sibolga Sr.Theresita Simbolon,SCMM,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan, kebanggaannya yang sangat besar kepada John A Hutapea yang telah menghantarkan dan menempatkan Sumut sebagai juara IV se-indonesia.

“Ilmu itu sangat mahal dan sebagai rasa penghargaan, maka kami berikan penyambutan yang se-semarak mungkin. Kiranya ilmu yang ada pada Pak Anderson agar juga dibagikan kepada anak didik. Inilah cara kami menyambut kebanggaan kami, atas prestasi yang telah Bapak gapai. Buatlah yang terbaik dan pengabdian bapak disekolah ini sangat kami nanti-nantikan,” sebutnya. (rs)

Presiden Pertama Kali Datang ke Humbahas, Warga Histeris

TobaTimes- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Senin (22/8) kemarin.
Jokowi memberi keterangan kepada wartawan.
Sekira pukul 09.50 WIB, rombongan Presiden tiba di lokasi rencana pembangunan taman bunga nusantara di dusun Panoguan Solu, Desa Parulokan Kecamatan Lintongnihuta.

Di sepanjang ruas jalan menuju lokasi mulai dari Simpang Sigumpar ribuan masyarkat setempat dan para anak sekolah turun kejalan menyambut kedatangan Jokowi sembari melambaikan bendera kecil.

Histeris warga terjadi saat Presiden melambaikan tangan dari mobil dan sesekali melemparkan senyum disambut ria oleh warga yang amat penasaran melihat secara langsung Presiden RI, Jokowi selama ini.

Antusias masyarakat Humbahas, khususnya Kecamatan Paranginan dan Lintongnihuta menyambut kedatangan Presiden.

Masyarakat juga masih antusias menunggu Presiden dari Panoguan Solu bertolak ke bandara Silangit untuk mengakhiri kunjungannya di Humbahas.

Begitu tiba di lokasi rencana pembangunan taman bunga Nusantara, Presiden RI Joko Widodo  dan Ibu Iriana Joko Widodo disambut Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnaho bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan tokoh Masyarkat Humbahas.

Tampak sejumlah Menteri ikut dalam rombongan Presiden tersebut, yakni Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan, Siti Nurbaya, kemudian Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi. Selain itu ada Anggota DPR RI Maruarar Sirait dan sejumlah pejabat lainnya.

Di lokasi rencana pembangunan Taman Bunga Nusantara itu Presiden bersama rombongan tampak menyaksikan alam danau toba Humbahas yang begitu mempesona.

Dalam kunjungan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa ada banyak sisi keindahan alam Danau Toba yang bisa ditawarkan kepada wisatawan diantaranya pemandangan alam dan pulau kecil yang cantik.

Presiden juga mengatakan, pemerintah sedang mencari alternatif lokasi yang cocok untuk pengembangan lokasi wisata di kawasan Danau Toba.

“Lokasi ini salah satunya. Disini seperti yang disampaikan bupati (Bupati Humbahas-red) tadi ada 400 hektar. Disini dapat dipakai untuk taman bunga, resort, hotel atau wisata lain yang bisa memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat,” papar Jokowi.

Ia mengatakan, setelah kembali kejakarta, pemerintah akan secepatnya mengerjakan soal pengembangan kawasan tersebut demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Terkait dukungan pengembangan wisata kawasan Danau Toba di daerah itu, Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor mengatakan, bahwa pihaknya sudah siap mendukung program pemerintah pusat.

”Pemkab Humbahas sudah mempersiapkan segala sesuatu hal yang diperlukan untuk pengembangan kawasan Daanau Toba di daerah ini. Mudah-mudahan daerah ini nanti ditetapkan jadi taman nasional Danau Toba,” ujar Dosmar

Atas kunjungan Presiden ini, sejumlah warga mengaku sagat bangga. Mereka juga bersyukur atas kunjungan Presiden tersebut.

”Kami tidak menyangka,desa kami ini akan di kunjungi Prsiden dan para Menteri. Mudah mudahan kehadirannya membawa berkah bagi masyarkat Humbahas,” ujar Edison salah seorang warga kepada New Tapanuli.

Dirinya juga  tidak menyangka tidak bisa melihat secara nyata Presiden.

“Selama ini kita hanya bisa melihat gambar Presiden saja. Ini benar benar suatu berekah bagi masyarkat Humbahas,” ucapnya.(bbs/int)