16.8.16

Bentrok di Medan, Wartawan Dianiaya dan Diancam Dibunuh

TobaTimes-Bentrokan antara TNI AU dan warga di Kelurahan Sari Rejo, Polonia Medan, Sumatera Utara (Sumut) berimbas kepada sejumlah wartawan.


Dua wartawan dianiaya oknum TNI AU karena meliput bentrok TNI vs warga. Keduanya adalah wartawan Tribun Medan Array dan wartawan i-News TV, Andri Safrin.

Salah satu dari mereka, Array yang melakukan tugas peliputan di lokasi bentrokan, mengaku hendak dibunuh.

”Kawan-kawan, saya mau dibunuh,” ujar Array menulis pesannya melalu WhatsApp kepada wartawan, Senin (15/8/2016).

Kontan saja, pesan yang dikirim ini membuat khawatir rekan-rekan awak media lainnya. Tidak hanya mendapat ancaman pembunuhan, Array dalam peristiwa itu diinjak-injak dan hendak ditusuk.

Padahal, dalam menjalankan tugasnya Array sudah menjelaskan kalau dia sedang melakukan peliputan. Namun, tetap saja dihajar oknum TNI AU.Atas kejadian itu, Array berniat melakukan visum untuk melaporkan kejadian nahas yang dialaminya kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan. (sumber: pojoksumut.id)

Ratusan Warga Miskin di Palas dapat Bantuan Kube



TobaTimes-Sebanyak 52 kabupaten yang menerima bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan kelompok penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), termasuk Kabupaten Palas.



Di daerah ini sendiri, seratusan warga miskin akan mendapat bantuan dari Kementerian Sosial tersebut. Bahkan, mereka yang merupakan pengurus Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan kelompok penerima bantuan Rutilahu tersebut telah dikumpulkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Palas H Ali Sutan Harahap, Senin (15/8). 

Mereka akan menjadi penerima manfaat atau penerima bantuan yang akan disalurkan dalam waktu dekat. 

Pengumpulan itu dilakukan untuk verifikasi, khususnya terkait administrasi untuk bantuan itu. Sebab, bantuan itu pun sudah didahului permohonan dan proposal bantuan sebelumnya. 

"Itu ada lembaran yang harus diisi. Silahkan bapak-ibu isi untuk melengkapi administrasi kami di pusat," kata Naziarto SH MH, Direktur Penanganan Fakir Miskin Pedesaan Kementerian Sosial yang sengaja turun ke Palas saat itu. 

Rombongan Kemensos turun ke Palas mendampingi Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam melaksanakan reses. Sebelumnya, program itu pun didapatkan warga Padang Lawas ternyata atas bantuan dari Saleh Partaonan. 

"Saya baru sekali ini datang ke Palas. Dan saya jelaskan, cuma ada 52 kabupaten di Indonesia yang dapat program ini, Palas adalah salah satunya. Sementara, jumlah kabupaten/kota di Indonesia ada 514," papar Naziarto. 

Sementara itu, Saleh Partaonan mengatakan, memang sudah tugasnya sebagai anggota DPR untuk mengunjungi dan datang kembali ke masyarakat. Itulah yang dia lakukan saat itu, untuk mendengar aspirasi di daerah pemilihannya. 

"Jadi, kalau di pusat anggota DPR itu harus berjuang untuk masyarakat di daerah pemilihannya. Namun, ia juga harus turun ke masyarakat mendengar aspirasi masyarakat," ungkapnya sembari berkelakar tak yakin semua yang datang saat itu menjatuhkan pilihan padanya ketika Pemilu Legislatif lalu. 

Saleh juga mengatakan akan terus membawa bantuan untuk daerah pemilihannya, termasuk Kabupaten Padang Lawas. Sudah beberapa jenis program yang dibawanya ke daerah ini, di antaranya bantuan untuk perbaikan Jalan Sosopan senilai Rp8,8 miliar untuk kategori penanggulangan bencana. Kemudian, Kube sendiri yang sebelumnya juga sudah ada dan renovasi rumah tidak layak huni. 

"Saya pernah turun ke satu desa. Di dalam rumah yang reot, ada satu anak SMA, satu anak kelas tiga SMP dan satu anak kelas enam SD. Rumah itu tanpa kamar dan juga tidak ada kamar mandi. Itulah potret Padang Lawas yang harus kita perhatikan," jelas Saleh. 

Tak hanya itu, atas bantuan Saleh, sebanyak 5.041 warga miskin di Kabupaten Padang Lawas juga mendapat bantuan dari Program Keluarga Harapan. Bahkan, dikatakannya, dalam waktu dekat ini, akan bertambah lagi penerima bantuan PKH sebanyak 4.000 warga miskin lagi. 

"Di daerah lain, PKH sudah ada sejak 2007, tapi di daerah kita baru ada sejak tahun 2015 akhir. Itu saya yang bawa ke sini," kata Saleh. 

Saat itu, turut hadir juga Bupati Padang Lawas H Ali Sutan Harahap dan Wakil Bupati drg Ahmad Zarnawi Pasaribu dan hampir seluruh kepala SKPD. Sementara dari Kemensos, turut juga hadir Charles Purnama, MSi selaku kasi penyaluran bantuan dan Chatib Sulaiman selaku widyaiswara utama. 

Bupati Palas saat itu mengatakan sangat berterima kasih atas kesediaan Saleh Partaonan untuk terus berjuang di pusat dan membantu warga Palas. 

"Memang, sudah banyak bantuan dibawa Pak Saleh Partaonan ke Padang Lawas. Kami sangat berterima kasih," kata bupati. 

Terkait bantuan Kube, rencananya akan diberikan uang senilai Rp20 juta untuk satu kelompok yang berjumlah sepuluh orang. Sementara, untuk rutilahu akan diberikan bantuan sebesar Rp15 juta per rumah, yang untuk tahun ini ada sebanyak 60 rumah di Kabupaten Palas. Untuk Kube sendiri, yang akan mendapat bantuan mencapai 60 Kube. (int)

14.8.16

Beberapa Fakta Menarik tentang Orang Batak


TobaTimes-Orang selalu menilai Suku Batak identik dengan karakter keras, suara besar dan sikap terang-terangan. Sejatinya tidaklah demikian. Gambaran itu ada kalanya tidak benar dan tampak hanya sebagai lelucon. Sesungguhnya, banyak fakta menarik tentang Batak. Berikut ini antara lain:


1. Memiliki Beberapa Sub Suku

Sebagaimana suku lain, Batak juga Batak yang juga punya beberapa sub, yaitu Batak Toba, Batak Karo dan Batak Simalungun.

2. Menikah dengan Sepupu (pariban)

Batak percaya bahwa pariban (sepupu) adalah rokkap (jodoh). Sepupu di sini bukan sembarang sepupu karena tidak semua sepupu bisa menikah. Sepupu yang dimaksud adalah seperti ini: kalau Anda perempuan, Anda bisa menikah dengan anak laki-laki dari adik perempan ayah. Sedangkan kalau Anda laki-laki, Anda bisa menikah dengan anak perempuan dari adik laki-laki ibu.

3. Martarombo

Orang Batak senang martarombo alias bertutur dan mencari-cari hubungan saudara satu dengan yang lainnya. Jadi, misalnya ketika bertemu dengan orang, hal yang biasa ditanyakan adalah marganya apa, kemudian akan selalu berusaha mencari hubungan pertalian dengan marganya sendiri. Yang terjadi adalah akan hampir selalu ada hubungan saudara bila sesama orang Batak bertemu.

4. Menikah dengan Tuhor

Tuhor artinya uang untuk “membeli” perempuan ketika akan dilamar oleh laki-laki. Uang tuhor inilah nantinya yang akan menjadi biaya pernikahan, membeli kebaya pengantin perempuan, kebutuhan pernikahan lainnya, semua tergantung kesepakatan pihak keluarga laki-laki dan perempuan.

5. Mandok Hata

Artinya adalah bercakap-cakap menjelang tahun baru. Ini merupakan satu kebiasaan orang Batak. Biasanya dilakukan saat kumpul keluarga besar. Saling bercerita mengenai refleksi setahun yang lalu, saling meminta maaf kemudian merencanakan apa yang ingin dicapai di tahun yang akan datang. Biasanya dimulai dari orangtua baru ke anak yang paling kecil.

6. Tidak Boleh Menikah Satu Marga

Buat orang Batak, terlarang untuk menikah dengan yang satu marga dengannya ataupun tidak satu marga tapi masih saudara dalam silsilah. Jadi, dalam adat Batak beberapa marga masih dianggap sebagai satu silsilah sehingga dianggap sebagai saudara jadi tidak boleh menikah. Makanya, dalam setiap perkenalan selalu ditanyakan marga apa supaya jangan kekadung cinta eh terlarang karena marga.

7. Mangulosi

Ulos adalah kain tradisional dari Batak, sama seperti batik dari Jawa dan kain tenun NTT. Ada bermacam-macam jenis ulos, semua tergantung dengan fungsi pemakaiannya. Setiap upacara, baik itu pernikahan, kematian,  memiliki penggunaan kain ulos yang berbeda pula. Bahkan tidak jarang menunjukkan strata seseorang dalam lingkungan sosial.

8. Rumah Batak

Rumah Batak memiliki konsep yang sangat unik dan mengandung makna yang tersirat dalam bentuk bangunannya. Konsep rumah panggung dengan pintu masuk yang rendah yang artinya adalah sebagai tamu selayaknya menghormati tuan rumah dan mengikuti aturan yang ada di dalam rumah tersebut.

9. Cicak dan Orang Batak

Cicak menjadi lambang untuk orang Batak. Layaknya cicak yang ada dimana-mana, mulai dari rumah dengan ukuran kecil, sedang, besar, di perkampungan maupun perkotaan demikianlah seharusnya orang Batak bisa beradaptasi dimanapun dia berada. Dan tidak hanya beradaptasi tapi juga bertahan hidup sekeras apapun permasalahan yang di hadapinya. (Sumber: phinoemo.com/int)

Mengenal Unsur-unsur Kebudayaan Batak

TobaTimes-Setiap suku memiliki unsur kebudayaan, yang sekaligus tercatat sebagai kebudayaan nasional. Untuk Batak, ini unsur-unsur utama kebudayaannya:


1. Bahasa

Orang Batak menggunakan beberapa bahasa, yaitu Karo dipakai oleh orang Karo, Pakpak dipakai Pakpak, Simalungun dipakai Simalungun, Toba dipakai orang Toba, Angkola dan Mandailing.

2. Sistem Pengetahuan

Selain pengetahuan tentang perubahan musim, masyarakat suku Batak juga menguasai konsep pengetahuan yang berkaitan dengan jenis tumbuh-tumbuhan di sekitar mereka. Pengetahuan tersebut sangat penting artinya dalam membantu memudahkan hidup mereka sehari-hari, seperti makan, minum, tidur, pengobatan, dan sebagainya. Jenis tumbuhan bambu misalnya dimanfaatkan suku masyarakat Batak untuk membuat tabung air, ranting-ranting kayu menjadi kayu bakar, sejenis batang kayu dimanfaatkan untuk membuat lesung dan alu, yang kegunaannya untuk menumbuk padi.

Pengetahuan tentang beberapa pohon, kulit kayu (lak-lak), serta batu, yang dimanfaatkan masyarakat Batak untuk keperluan makam raja-raja. Sedangkan dari kulit kayu biasanya masyarakat Batak memanfaatkannya untuk menulis ilmu kedukunan, surat menyurat dan ratapan. Kulit kayu (lak-lak) tidak ditonjolkan tetapi secara tersirat ada, karena yang menggunakan lak-lak tersebut hanya seorang Datu.

3. Organisasi Sosial

Sistem kekerabatan orang Batak adalah patrilineal, yaitu menurut garis keturunan ayah.Dalam berhubungan antara yang satu dengan yang lain pada masyarakat Batak, mereka harus mampu menempatkan dirinya dalam struktur  itu sehingga mereka selalu dapat mencari kemungkinan hubungan kekerabatan di antara sesamanya dengan cara martutur. Hubungan antara satu marga dengan marga lainnya sangat erat, setelah terjadinya beberapa kelompok kecil yang diakibatkan sebuah perkawinan.

4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Seperti cangkul, bajak (tenggala dalam bahasa Karo), tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo), sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu, piso surit (sejenis belati), piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang), hujur (sejenis tombak), podang (sejenis pedang panjang). Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak. Masyarakat Batak juga memiliki rumah adat Batak.

5. Sistem Mata Pencaharian Hidup

Orang Batak bercocok tanam padi di sawah dengan irigasi, tetapi masih banyak juga, terutama diantara orang Karo, Simalungun dan Pakpak yang masih bercocok tanam di ladang. Yang dibuka di hutan dengan cara di bakar dan menebang pohon.

Pada sistem bercocok tanam di ladang , Huta atau Kutalah yang memegang hak Ulaya tanah. Sedangkan hanya warga Huta atau Kuta yang berhak untuk memakai wilayah itu. Mereka menggarap tanah itu seperti menggarap tanahnya sendiri, tetapi tak dapat menjualnya tanpa persetujuan dari Huta yang diputuskan dengan musyawarah. Tanah yang dimiliki individu juga ada. Pada orang batak toba misalnya ada tanah panjaenan, tanah pauseang dan tanah par bagian.

6. Sistem Religi

Batak telah dipengaruhi oleh beberapa agama, yaitu agama Islam dan Kristen Protestan yang masuk sejak permulaan abad ke-19. Agama Islam masuk di Minangkabau sejak tahun 1810 dan sekarang dianut oleh sebagian besar dari orang Batak selatan (Mandailing dan Angkola). Sedangkan agama Kristen disiarkan ke daerah Toba dan Simalungun oleh organisasi penyiar agama dari Jerman sejak tahun 1863 dan ke daerah Karo oleh organisasi Belanda pada masa yang sama. Di samping itu juga ada agama-agama lain dan agama pribumi. (bbs/int)

Menteri Cantik Ini Mengundurkan Diri Karena...

TobaTimes-Menteri termuda di kabinet Swedia, Aida Hadzialic dilaporkan telah mengundurkan diri. Kemarin (13/8) menteri sekolah lanjutan, pendidikan dewasa, dan pelatihan kerja itu meletakkan jabatan karena ketahuan menyetir mobil dalam kondisi mabuk.


''Saya memilih melakukan ini (mengundurkan diri) karena saya sadar bahwa (kesalahan) yang saya lakukan se­serius itu,'' papar perempuan 29 tahun tersebut. Sebelum mengumumkan pengunduran diri, Hadzialic minta izin kepada Perdana Menteri (PM) Stefan Lofven. Jumat (12/8), surat pengunduran diri politikus Social Democrat itu diterima pemimpin 59 tahun tersebut dan langsung disetujui.

Swedia merupakan salah satu negara Eropa yang punya aturan superketat soal mengemudi sambil mabuk. Di sana, jika level alkohol dalam darah mencapai 0,02 per mililiter, si pengemudi dianggap melanggar aturan. Itulah yang terjadi kepada menteri muslimah pertama Swedia tersebut pada Kamis (11/8). Saat mobilnya diberhentikan polisi, dia masih berada di bawah pengaruh alkohol.

Meski tidak membahayakan kendaraan lain atau terlibat kecelakaan, Hadzialic tetap dianggap bersalah. Sebab, dia nekat berkendara dalam keadaan mabuk. ''Itu kesalahan terbesar sepanjang hidup saya,'' se­sal perempuan cantik itu sebagaimana dikutip Associated Press. Atas pelanggaran tersebut, wanita kelahiran Bosnia-Herzegovina itu terancam hukuman penjara maksimal enam bulan.

Saat polisi mencegatnya, Hadzialic baru saja menghadiri jamuan makan malam di Denmark, tepatnya di Kota Kopenhagen. Layaknya acara santap malam resmi di Eropa, anggur selalu disajikan sebagai penutup hidangan. (AP/AFP/Reuters/int)

Ditangkap Saat Berhubungan Seks di Mobil Curian

TobaTimes-Pasangan mesum ditangkap saat berhubungan badan di dalam mobil curian. Pasangan beda usia itu tak bisa berkutik ketika polisi menangkap mereka saat sedang asik berhubungan badan di kursi belakang.


Laman news.com.au melaporkan, pasangan pria berusia 16 tahun, sedangkan perempuannya berumur 25 tahun. Mereka kepergok berhubungan badan di sebuah taman di Kota Cairns, Queensland, Australia pada Sabtu sore.

Penangkapan itu bermula ketika polisi mengikuti kendaraan yang dicuri remaja pria. Polisi mengamati mobil itu dari kejauhan. Si remaja pria mengemudikan mobil ke sebuah di Jalan McIllwraith, Manoora.

Seorang juru bicara polisi mengatakan, petugas meminta bantuan polisi lain untuk mendekati kendaraan yang dicuri dan mengamati gerak-gerik pelaku pencurian mobil.

Setelah diseldiki, petugas melihat mobil bergoyang dan menyaksikan remaja pria sedang berhubungan badan dengan wanita berusia 25 tahun di kursi belakang.

Remaja pria itu diduga sebagai pelaku pencurian dompet dan kunci mobil di kompleks McCormack St pada Sabtu pagi. Pria itu lantas mencuri kendaraan tersebut.

Remaja pria kemudian menjemput teman wanitanya untuk diajak berkeliling kota. Setelah puas berkeliling, keduanya masuk ke sebuah taman dan berhubungan badan.

Pasangan ini ditangkap tanpa perlawanan. Keduanya lantas dibawa ke tahanan dan didakwa tidak memiliki dokumen kendaraan bermotor.

Anak itu didakwa dengan pasal berlapis. Dia didakwa melakukan pencurian, berusaha melakukan perampokan, menyimpan barang curian, dan mengemudi tanpa surat izin mengemudi. (bbs/int)

Bawa Mobil ke Sekolah, Siswa SMA Dipecat

TobaTimes-Siswa SMAN 3 Purwakarta Jawa Barat berinisial AN dipecat karena berkali-kali membawa mobil ke sekolah. Siswa kelas IX itu dikeluarkan karena melanggar surat edaran Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang melarang siswa membawa kendaraan ke sekolah.
Kepala SMAN 3 Purwakarta Ema Sukmasih mengatakan, pihak sekolah sudah memberikan beberapa peringatan kepada AN agar tak membawa mobil ke sekolah. Namun Ema AN mengabaikan peringatan tersebut sehingga membuat sekolah geram.

“Sudah kami beri surat peringatan selama tiga kali, tapi ia tidak menaati. Ya sudah sesuai dengan aturan kita keluarkan,” tegas Ema, kepada sejumlah awak media saat dijumpai di sekolah, Jumat (12/8).

Pihak sekolah tak hanya memberikan surat peringatan kepada AN, tapi juga sudah memanggil orangtuanya agar menasehati anaknya untuk tidak membawa mobil ke sekolah. Namun hasilnya nihil. Orangtua AN malah membela anaknya yang membawa mobil ke sekolah.

“Pelanggaran yang lain pun, AN sering dijemput pacarnya setiap pulang sekolah. Pacarnya itu alumni di sini, ya kalau dijemput orangtua itu tidak masalah, ini anak sekolah dijemput pacar,” tambah Ema.

AN siswa SMA 3 Purwakarta yang berasal dari Kecamatan Cibungur itu, telah melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Purwakarta, No 024/1737/Disdikpora tentang pelarangan dan sanksi mengedarai kendaraan bermotor bagi siswa di Kabupaten Purwakarta.

Adapun AN saat ini sudah diterima kembali di SMAN 1 Cibungur. Sekolah itu sebagai solusi agar dia tak membawa mobil karena jarak rumah dan sekolahnya lebih dekat. (bbs/int)

Karnaval HU RI, Peserta Wajib Berpakaian Adat Batak

TobaTimes-Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba akan dilaksanakan di Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) pada Minggu (21/8), dimulai pukul 14.00 WIB. Selama pelaksanaan acara itu, semua peserta dan penonton diwajibkan mengenakan pakaian adat, termasuk Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo bersama rombongan.


Hal itu disampaikan panitia Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang ditemui di Balige, Sabtu (13/8). Diterangkan, acara yang akan dibuka Presiden RI itu dimulai pukul 15.00 dengan menggunakan jalur sepanjang 3,5 km dari Soposurung hingga Simpang Sibulele. Presiden Jokowi akan  ulos Ulos Batak Ragidup Sirara, sedangkan Ibu Riana mengenakan ulos bermotif Tum-Tum.

"Peserta dan penonton juga wajib mengenakan pakaian adat masing-masing. Terserah pakaian adatnya seperti apa," tutur Koordinator Karnaval Jay Wijanto didampingi Kordinator Lapangan Daerah Harianto Sinaga dan Divisi Acara Thomson HS.

Diterangkan, Presiden bersama Ibu Negara dijadwalkan tiba di Soposurung sekira Pukul 15. 00 WIB, disambut 7 bidadari, moncak. Kemudian berjalan menuju panggung start yang didirikan di depan SMK N 1 Balige.

Lalu disajikan tari 5 Puak, Kemudian tari 9 Cawan, dan koor yang diikuti 300 peserta. Lalu pelepasan.

"Selain Penari, ada juga 700 orang ibu-ibu dengan pakaian adat membawa tandok dalam karnaval. Kemudian 7 unit hias.  Iring-iringannya sedang kita rancang," tandasnya. (bbs/int)

Usut Aktor Intelektual Pemerkosa Siswi SMA Tanjungbalai

TobaTimes-Aksi masyarakat Tanjungbalai mendesak diusut tuntas aktor intelektual kasus trafficking, narkoba dan pemerkosa hingga tewasnya DNA, salah seorang siswi SMAN di Tanjungbalai terus mengalir.


Masyarakat Tanjungbalai membuat pernyataan sikap dengan membubuhkan tandatangan yang terpajang di pagar Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah atau Lapangan Pasir Jalan Pahlawan Tanjungbalai. Aksi solidaritas dan dukungan moril ini menjadi tontonan dan perhatian warga yang melintas di kawasan tersebut. Warga yang melintas terutama anak sekolah baik SD, SMP dan SMA singgah dan membaca isi tulisan yang ada pada sepanduk.

Adapun isi spanduk: Kami masyarakat Kota Tanjungbalai meminta kepada Bapak Kapolres mengusut tuntas aktor intelektual kasus trafficking, narkoba dan pemerkosa, kematian DNA. Anak dibawah umur yang merupakan salah seorang Siswi SMAN Tanjungbalai.

Ratusan warga silih berganti berdatangan dengan mengunakan spidol turut membubuhkan nama dan tandatangan sebagai rasa simpatik dan dukungan agar kematian DNA diusut hingga tuntas.

Penyebab kematianya berawal dari narkoba yang disungguhkan kepada korban hingga meninggal dunia hingga dugaan pemerkosaan yang dialami korban. “Perbuatan para pelaku sangat biadab. Bagaimana anak sekolah disuguhi pil ekstasi. Saat kondisi tidak sadar juga masih diperkosa. Kita meminta polisi segera mengungkap kasus ini termasuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya terhadap 4 tersangka,” jelas seorang ibu yang akrab disapa Bunda.

Beberapa siswa lainnya yang ditemui saat membubuhkan tandatangan juga menyebutkan agar polisi segera menangkap aktor intelektual kasus tarfficking, nerkoba dan kematian DNA. “Kasus ini sebenarnya sangat panjang karena terkait dugaan tarfficking, narkoba, kekerasan anak hingga kematian DNA yang tidak wajar,” ungkap salah seorang siswi SMA berseragam pramuka.

Senada warga lainnya, Ade Agustami Lubis SH MH Ade meminta dengan tegas aparat hukum Polri, Kejaksaan dan Peradilan Tanjungbalai mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap anak dibawah umur, kasus narkoba hingga menyebabkan kematian. “Para tersangka sesuai pemeriksaan dikenakan hukuman berat dan maksimal,” tandas Ade, Ketua Lembaga Bantuan Hukum Posbakumadin Sumatra Utara cabang Tanjungbalai. (bbs/int)

Di Siantar, Jambret Bonyok Dimassa

TobaTimes-Roy Hutasoit (20), warga Jalan Sibolga, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, bonyok dimassa di Jalan Ahmad Yani setelah tertangkap massa usai menjambret handphone seorang wanita di persimpangan lampu merah Jalan Merdeka–Jalan Ahmad Yani, Jumat (12/8) malam.


Informasi yang dihimpun, aksi penjambretan di persimpangan lampu merah itu dilakukan pelaku bersama temannya Herman dengan mengendarai sepedamotor jenis Suzuki FU.

Waktu itu, korbannya Sarah (21), warga Bangkalan, Kabupaten Batu Bara sedang berdiri di pinggir jalan menunggu angkot sambil memegangi handphonnya.

Melihat mangsa ada di depan mata, Roy dan Herman kemudian membelokkan sepedamotornya ke arah korban. Begitu sepedamotor dekat dengan korban, Roy yang duduk di boncengan langsung merampas handphone dari tangan korban dan selanjutnya tancap gas.

Korban pun berteriak sekuat tenaga hingga sejumlah pengendara yang melintas mengejar sepeda motor pelaku.

Salah satu pengendara sepedamotor berhasil meraih baju Roy Hutasoit dan menariknya. Akibatnya, sepedamotor yang ditunggangi pelaku bersama temannya Herman terjatuh tak jauh dari lampu merah.

Warga pun segera meringkusnya. Sementara temannya Herman berhasil melarikan diri.

Warga yang emosi kemudian beramai-ramai memukuli Roy hingga wajah dan tubuhnya babak belur. Beruntung, sejumlah petugas kepolisian datang ke lokasi dan mengamankan Roy dan sepedamotor Suzuki FU ke Mapolsek Siantar Timur.

Kasubag Humas Polres Siantar AKP Isril Noer, membenarkan saat ini tersangka dan barang bukti tengah diamankan. “Kita masih minta keterangan dari pelaku dan korbannya,” katanya. (bbs/int)