15.12.16

Istri Ceraikan Suami Karena Tak Bisa Memuaskan Hasratnya


TobaTimes - Sebut saja namanya Unto (45), seorang anggota TNI Angkatan Laut yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Perak.  Dia rela pulang­pergi (PP) Jember­Surabaya untuk bertemu anak istri setiap hari.
Ilustrasi.
Tapi karena kelelahan di jalan, seringkali Unto tidak bisa memberikan nafkah batin ke sang istri, sebut saja namanya Mela (40). Tapi sedihlah nasib kawan ini. Bayangkan, ia rela pulang pergi Jember-Surabaya yang waktu tempuhnya bisa mencapai sekitar 5-6 jam, demi bertemu dengan istri dan anak-anaknya tiap hari.

Tapi perjuangan pulang-pergi Jember-Surabaya tiap hari itu dibalas istrinya dengan air tuba. Mela mengajukan gugatan cerai karena menganggap bahwa suaminya tak bisa memuaskan hasratnya.

"Istri itu pikirannya begitu (berhubungan badan, red) saja. Padahal kalau saya egois, tidak mungkin saya PP Jember-Surabaya, kan jauh dan capek. Tiap hari berangkat pukul 03.00 pagi, pulang sore pukul 17.00,” kata Unto di sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA) Klas I Surabaya.

Dalam sidang itu, gugatan yang diajukan Mela adalah karena faktor biologis. Mela menyatakan tidak puas dengan suaminya. Ia merasa suaminya sering ’keluar’ lebih dulu, sementara dia belum apa­apa. Belum lagi, sang suami kerap beralasan capek kalau dia lagi sedang pingin.

Untuk gugatan cerai dari sang istri, Unto mengaku tidak keberatan. Bahkan dia akan dengan senang hati membantu mempercepat perceraian itu karena sang istri memang meminta. Namun untuk tuntutannya, Unto mengaku sangat keberatan sampai meminta bantuan seorang pengacara.

Sebab untuk cerai, Mela menuntut macam­macam. Mulai dari harta gana-gini rumah di Jember, sampai jatah nafkah untuk anak­anak selama setahun. Unto mengaku tidak akan memberikan tempat tinggal mereka di Jember, karena rumah itu adalah hasil kerja kerasnya.

Mela memang ikut bekerja membantu nafkah rumah tangga. Tapi menurut dia, Mela lebih banyak mengirimkan hasil kerjanya itu ke orang tuanya yang tinggal di kawasan Demak, Surabaya.

"Istri saya memang asli Surabaya, tapi dinas di Jember. Dia itu memang sejak dulu wanita yang kurang bersyukur. Coba lihat teman­teman saya yang lain. Karena suaminya kerja jauh, mereka milih tinggal di basecamp karena capek kalau harus pulang­pergi,” ujar Unto.

Unto mengakui, dia memang kelelahan di jalan karena jarak yang terlalu jauh pulang pergi Jember­Surabaya. Akan tetapi, Mela seakan tidak mau tahu dan tidak pernah melihat kondisi fisik suaminya yang kini sudah menginjak usia 45 tahun.

“Pokoknya dia minta dilayani set-set wes, langsung tancap gas. Di situ, saya sering menggos-menggos dan akhirnya ya nyerah duluan kalau di ranjang sama istri," katanya. (TT/int)

Radja Nainggolan: Indonesia Harus Juara


TobaTimes - Gelandang Timnas Belgia berdarah Batak yang kini membela AS Roma, Radja Nainggolan, ternyata memiliki perhatian khusus kepada Timnas Indonesia.
Radja Nainggolan
Saat peluit panjang wasit menghentikan laga leg pertama Final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (14/12) malam wib dengan skor 2-1, ia pun langsung memberikan ucapapan selamat kepada punggawa Merah Putih.

Ia juga sangat berharap agar tanah kelahiran ayahnya itu bisa membawa pulang trofi juara Piala AFF 2016 dan mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya.

"Selamat atas kemenangan malam ini yang diraih Timnas Indonesia. Satu pertandingan lagi dan trofi (juara Piala AFF 2016) akan menjadi milik kalian," cuit Radja.

Perhatian pemain bergaya rambut khas itu memang bukan kali ini saja. Sebelum laga terbut ia juga memberikan dukungan dengan mengunggah video yang ia tujukan kepad skuad Garuda.

“Saya doakan semoga Timnas Indonesia mendapat keberuntungan di final Piala AFF dan semoga Indonesia juara!” demikian penggalan kalimat yang disampaikannya dalam video tersebut. Video dukungan Nainggolan itu kemudian diunggah ulang Stefano Lilipaly dan menjadi viral di dunia maya.

Indonesia masih harus menjalani leg kedua Final Piala AFF 2016 di kandang Thailand di Stadion Rajamangala, Minggu (17/12) mendatang. Laga itu sendiri dipastikan tidak akan berjalan mudah. Pasalnya, Thailand hanya membutuhkan kemenangan 1-0 atau skor berapapun dengan margin 2 gol.

Sementara, penyerang sayap energik Andik Vermansyah pun dipastikan tak akan bisa memperkuat Timnas Indonesia di laga tersebut. (TT/int)

Mahasiswi Cantik Ini Hilang Misterius, Ada Bercak Darah Tertinggal...


TobaTimes, Kalteng - Seorang mahasiswi cantik bernama Norhalissa Aditya (18), tiba-tiba hilang secara misterius. Mahasiswi yang kuliah di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), itu hilang dari kios fotokopi tempatnya bekerja.

Norhalissa Aditya.
Dia pergi tanpa memberi tahu keluarga maupun temannya. Selain itu, ditemukan bercak darah di kios fotokopi tempatnya bekerja. Kehilangan Norhalissa membuat geger warga Jalan Trans Kalimantan, kilometer 10, Desa Pulang Pisau, Rabu (14/12). Terlebih, warga menemukan bercak darah di tempat kerja Norhalissa.

Kakek Norhalissa, Hidayat, mengatakan, cucunya tidak pernah bertingkah aneh seperti pergi meninggalkan rumah tanpa pamit. Norhalissa, kata dia, bersekolah dan tinggal di Desa Anjir Kalampan, Kecamatan Kapuas Barat. Namun sejak kuliah di UMP Pulang Pisau, Norhalissa pindah ke Pulpis ikut mereka.

Menurut Hidayat, kehilangan Norhalissa baru diketahui pada Rabu pagi (14/12). Saat itu, Hidayat baru pulang menyadap karet di kebun. Ketika sampai di kios, Nisa (sapaan Norhalissa) sudah tidak ada.

"Pas kami pulang (menyadap karet) sekitar pukul 8.30 dia sudah tidak ada. Kami cari dan tanya tetangga di sekitar juga tidak ada. Anehnya, kios masih buka dan ada beberapa yang berantakan,” ujar Hidayat.

Hidayat menduga Norhalissa menjadi korban perampokan. Sebab, uang dan emas di kios miliknya juga hilang. Kondisi kios juga berantakan. Namun anehnya tidak ada tetangga yang tahu kejadian tersebut.

“Uang yang ada di laci Rp 500 ribu, cincin emas sekitar 15 gram juga hilang. Pas kami lihat, rupanya ada bercak darah juga di lantai. Kami tanya tetangga kanan-kiri tidak tahu ada kejadian apa di sini,” ujar Hidayat. (TT/int)

Wakil Bupati Samosir Pantau Pasar Tradisional


Pasar tradisional.
TobaTimes, Samosir - Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga melakukan pantauan atau monitoring ke pusat Pasar Tradisional Onan Pangururan, Rabu (14/12).

Kehadiran Juang juga menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pedagang di tempat itu dan menyampaikan kesulitan dalam berjualan.

Dia menekankan agar Dinas Perhubungan membuat konsep sedemikian bagus supaya terciptanya angkutan yang teratur saat berlangsungnya pekan besar di Pangururan.

"Atur mobil sedemikian rapi dan jangan ada bus yang parkir di simpang-simpang," kata Juang Sinaga memberikan arahan.

Juang juga menginstruskikan Dinas Perhubungan untuk memfungsikan keberadaan pangkalan bus. Melarang angkutan umum masuk ke sekitaran pusat pasar supaya tidak terjadi kemacetan, khususnya pada pekan besar.

"Dishub agar bekerja dengan baik. Ini (kawasan Kecamatan Pangururan) ibu kota Kabupaten Samosir," katanya. (TT/int)

Gawat! RSUD Djasamen Siantar Tak Lagi Terima Pasien


TobaTimes, Siantar - Permasalahan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar sepertinya sudah mencapai klimaks. Betapa tidak, kini rumah sakit tersebut tak lagi menerima pasien, layaknya rumah sakit yang tutup. Pasien-pasien yang masuk langsung dialihkan ke rumah sakit lain.
Pintu ruang pendaftaran pasien RSUD Djasamen Saragih ditutup.
Seperti pantauan wartawan pada Rabu (14/12). Kemarin, situasi RSUD sangat sepi. Ruangan poliklinik juga terlihat sunyi. Tak ada seorang pun pasien di ruangan itu. Begitu pula dengan ruang rawat inap. Hampir seluruh ruangan tak berpenghuni.

Parahnya lagi, di depan pintu ruangan pendaftaran pasien, terdapat tulisan ‘tutup’. Tidak hanya itu, ada juga tulisan yang berisi pemberitahuan di sana.

Pemberitahuan yang dimaksud berisi pemberitahuan tentang pelayanan yang tidak dibuka. “Sehubungan dengan kondisi yang tidak kondusif, maka diberitahukan pelayanan yang tidak buka di RSUD Djasamen Saragih adalah penyakit dalam, penyakit anak, penyakit paru, penyakit THT, penyakit kebidanan/kandungan dan penyakit saraf.” Demikian tulisan pada pemberitahuan di sana.

Sementara pelayanan yang tetap buka adalah untuk penyakit jantung, penyakit kulit dan kelamin, penyakit mata, bedah, penyakit jiwa dan instalasi gawat darurat.

Dihubungi via telepon selulernya, dr Harlen Saragih, Wakil Direktur (Wadir) II RSUD membenarkan aksi mogok kerja para dokter yang masih berlanjut hingga saat ini. "Ada 60 dokter di sini, 99 persenlah itu mogok kerja," ungkapnya.

Harlen yang turut melakukan aksi mogok itu juga menegaskan, aksi tersebut akan terus berlanjut sampai tuntutan mereka dikabulkan. "Kita masih menunggu sikap Pemerintah Kota terhadap itu. Tuntutan kita masih tetap, kita ingin dr Ria Telaumbanua selaku Direktur Utama itu dicopot dari jabatannya," lanjutnya.

Disinggung mengenai penanganan pasien, Harlen mengatakan bahwa RSUD sudah mengalihkan pasien ke rumah sakit lain. "Kalau soal pasien, itu dialihkan ke rumah sakit lain. Kalau ada pun pasien yang baru masuk, langsung dialihkan juga," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, dr Ria Telaumbanua mengatakan bahwa jika ada Dokter yang tidak mau melayani, itu adalah hak dari dokter tersebut. "Dokter itupun tau sanksinya apa. Tapi kalaupun dia nggak mau melayani, ya itu hak dia. Untuk melayani itu, sebenarnya hak kita sebagai dokter, apapun yang terjadi. Apa yang mau saya lakukan? Saya buat ini salah, saya buat itu salah. Kalau kalian jadi direktur, apalah yang kalian lakukan?" ujarnya.

Disinggung terkait tindakan yang dilakukan terhadap dokter yang mogok kerja itu, dr Ria mengaku tidak mengetahui lagi apa yang harus dia lakukan. "Saya nggak tau soalnya apa alasan dia tidak melayani lagi. Tidak pernah disampaikan sama saya. Kita mau bilang apa. Semuanya kan sudah kita lakukan, kita sudah buat Perwa. Kalau masalah ketidakpuasan, gimana saya mau memuaskan?" ucapnya.

Terkait mogok kerja dokter itu, dr Ria juga menuturkan bahwa dirinya sudah mengantisipasi hal tersebut. "Sudah saya sampaikan, kita kan nggak boleh nggak melayani. Jadi langsung disampaikan kalau dokternya nggak melayani, supaya pasiennya bisa pergi ke rumah sakit lain berobat. Kita kan nggak boleh menelantarkan pasien," terangnya.

Ria juga meminta agar seluruh dokter menyampaikan langsung apa saja keluhannya. "Saya mengundang semua dokter beberapa kali. Atau kalau ada sesuatu yang lebih mereka tau daripada saya, kasih tau saja supaya kita laksanakan," harapnya.

"Saya staff di sini, kalau Pak Walikota bilang saya sebagai direktur di sini, ya saya kerjakan secara maksimal. Saya bertangggung jawab dengan pekerjaaan dan jabatan yang diberikan kepada saya," imbuhnya. (TT/int)

17 Orang Meninggal Karena DBD


TobaTimes, Kisaran - Selama periode Januari sampai 14 Desember 2016, ada 691 orang penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Asahan. Dari jumlah itu, sebanyak 17 orang meninggal dunia.

dr Aris Yudhariansyah MM
Kepala Dinas Kesehatan Asahan dr Aris Yudhariansyah MM, melalui Kasi P2P (Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit) Safrin Sanja SKM, Rabu (14/12), menyebutkan, kecamatan yang paling tinggi kasus DBD-nya adalah Kecamatan Pulau Rakyat. Sebanyak 105 penderita dan 3 orang meninggal dunia. Peringkat kedua Kecamatan Buntu Pane, sebanyak 74 penderita.

Kemudian peringkat ketiga, Kecamatan Kisaran Timur sebanyak 63 penderita, meninggal 1 orang. Peringkat keempat, Kecamatan Kisaran Barat 57 penderita dan yang meninggal dunia 1 orang. Lalu, peringkat kelima Kecamatan Sei Dadap sebanyak 45 penderita dan yang meninggal dunia 1 orang. Keenam, Kecamatan Rahuning, sebanyak 44 penderita, meninggal dunia 1 orang. Ketujuh Kecamatan Aek Kuasan, ada 40 penderita, yang meninggal dunia 1 orang.

Posisi kedelapan, Kecamatan Aek Songsongan sebanyak 40 penderita, meninggal dunia 2 orang. Kesembilan, Kecamatan Setia Janji 23 penderita, kesepuluh Kecamatan Teluk Dalam 22 penderita, meninggal dunia 2 orang.

Sejauh ini, Dinas Kesehatan Asahan telah melakukan berbagai program di seluruh kecamatan di Kabupaten Asahan. Seperti Jumat Bersih, gotong royong membersihkan parit, mengubur benda-benda tempat bersarangnya nyamuk dan juga melakukan fogging sebagai antisipasi agar nyamuk tidak berkembang lebih jauh. Namun fogging ini juga tidak efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak bisa musnah.

‘’Maka diharapkan peran serta seluruh masyarakat menjaga lingkungannya masing-masing,” ucapnya.

Mengenai gejala DBD, Safrin menerangkan, jika mengalami gejala seperti flu dan demam selama lebih dari satu minggu, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Ciri-ciri spesifik dari gejala DBD, yaitu demam tinggi hingga mencapai 41 derajat celsius, sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, hingga rasa sakit di belakang mata. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ada virus dengue di dalam tubuh.

Safrin menyebutkan, tidak ada obat-obatan khusus untuk mengobati DBD. Vaksin yang bisa menangkal DBD juga belum ada.

Namun beberapa langkah pencegahan penyakit ini bisa dilakukan, yakni mensterilkan rumah atau lingkungan sekitar rumah. Misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk, membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati, menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah. Lalu, memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah, memasang kelambu di ranjang tidur. Atau, menggunakan anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun dilarang menggunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun, diupayakan mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi dari gigitan nyamuk. (TT/int)

RSUD Batubara Diduga Buang Limbah ke Lahan PT KG


TobaTimes, Batubara - Tim pengamanan PT Kwala Gunung (KG), Rabu (14/12), turun ke lokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batubara. Kedatangan tim ini guna meninjau parit milik rumah sakit itu yang airnya dialirkan ke areal perkebunan.
Saluran diduga limbah dari RSUD Batubara
Direktur PT Kwala Gunung, melalui kuasa hukumnya Tri Purno Widodo SH mengatakan, dari hasil peninjauan tersebut ditemukan air yang berasal dari parit RSUD dialirkan ke lokasi kebun dengan cara membobol bagian got. ‘’Begitu info yang diterima,” ujar Widodo, Rabu (14/12).

Untuk sementara kata Widodo, pihaknya melakukan peninjauan apakah air yang dibuang ke lokasi kebun merupakan air kotor (limbah) yang berasal dari ruang RSUD atau bukan. ‘’Langkah berikut kita menunggu petunjuk pimpinan," kata Widodo.

Salah seorang petugas pengamanan PT Kwala Gunung juga membenarkan air yang memasuki areal kebun berasal dari parit RSUD. Ia menyebutkan, sepertinya air bersumber dari ruang laundry (pencucian) RSUD yang diduga sudah dikotori bekas penanganan penyakit pasien.

‘’Sudah kami ambil dokumentasinya sebagai laporan ke pimpinan perusahaan," bilangnya.

Berdasarkan pantauan, air yang bersumber dari ruang laundry mengalir ke got melalui pipa yang dipasang di bawah badan jalan. Pada got pembatas RSUD dan areal kebun tampak ada bagian yang dibobol, sehingga air dari got itu mengalir ke areal kebun.

Menurut sumber terpercaya di RSUD, air bekas cucian di ruang laundry tidak tertampung ke dalam limbah melainkan dialirkan ke got. Selanjutnya air got mengalir ke lahan kebun.

‘’Terkadang bekas darah dan kotoran lain yang berasal dari beberapa ruangan antara lain ruang operasi, ruang ICU dan ruang inap," sebutnya.

Plt Direktur RSUD melalui Kasubbag TU Ilyas, dikonfirmasi melalui telepon mengatakan justru sah-sah saja bila pihak PT Kwala Gunung melakukan peninjauan bahwa areal mereka dialiri air dari RSUD.

‘’Kalau kondisinya memang seperti itu mau gimana lagi. Sudah sulit mau ngomong. Pijak di pangkal menjungkit di ujung," ujar Ilyas dengan kata kiasan. (TT/int)

Pejabat Tersangka Jangan Dijadikan Mesin ATM


TobaTimes, Kisaran - Sekelompok mahasiswa menamakan dirinya Pergerakan Mahasiswa Tangkap Komplotan Koruptor (Permata KPK) menggelar unjuk rasa di Kejari Asahan, Rabu (14/12).
Sekelompok mahasiswa menggelar unjuk rasa di Kejari Asahan.
Aksi ini sebagai bentuk protes karena ada oknum pejabat Pemkab Asahan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan MTQ ke-35 tapi tidak ditahan.

‘’Kami menduga ada yang main mata dengan tersangka SN dan SS, biar mereka tidak ikut ditahan,” kata Soleh Marpaung, Kordinator Aksi Permata KPK.

‘’Jangan-jangan ini pejabat yang dijadikan tersangka malah dijadikan ATM (maksudnya objek pemerasan, red),” ledek Soleh.

Tapi kemudian Soleh menyerukan agar penegakan hukum dilakukan secara tuntas tanpa pandang bulu, terutama dalam penanganan kasus dugaan korupsi MTQ ke-35 (Musabaqah Tilawatil Quran) tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang digelar di Kisaran, Kabupaten Asahan tahun 2015.

Dalam orasinya, Soleh mengungkapkan, ada beberapa dugaan mark up dana dalam pelaksanaan MTQ Sumut ke-35 di Asahan. Di antaranya pembuatan mimbar dengan dana berkisar Rp3 miliar dan untuk pengadaan stand MTQ Sumut, berkisar Rp1,6 miliar.

Sementara praktik di lapangan, seluruh stand-stand yang ada di lokasi acara MTQ diduga dikomersilkan oleh oknum pejabat dengan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. ‘’Ini juga harus diungkap,” tegas Soleh. 

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Asahan H Robert H Hutagalung SH CN, melalui Kasi Intel Suheri Wira Fernanda SH menjelaskan bahwa kasusnya masih dalam proses. Suheri meminta seluruh pihak bersabar, karena saat ini pihaknya masih menunggu hasil laporan Badan Pemeriksaan Keuangan Pembangunan (BPKP). 

‘’Tahapannya sedikit lagi baru dilakukan penahanan. Kami minta masyarakat bersabar," ucap Suheri.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, dana kegiatan MTQ ke-35 bersumber dari APBD Asahan sebesar Rp7 miliar pada tahun anggaran (TA) 2015 dan dana hibah Provinsi Sumatera Utara TA 2015 sebesar Rp2 miliar. Ketua Panita dijabat oleh Sekretaris Derah (Sekda) Kabupaten Asahan Sofyan MM dan sekretaris panitia dijabat Darwin.

Dalam pelaksanaannya, diduga telah terjadi praktik korupsi. Kejari Asahan sendiri telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan MTQ  ke-35. Mereka adalah Sofyan dan Darwin, masing-masing selaku ketua umum dan sekretaris panitia pelaksana MTQ ke-35 tingkat Pemprovsu di Asahan.

“Status MM (Sofyan, red) telah ditetapkan sebagai tersangka sebelum Hari Raya Idul Fitri 1437 H,” sebut Kajari Asahan H Robert Hamonangan Hutagalung SH CN, melalui Kasi Intel M Yusuf SH, didampingi Kasi Pidsus Hendro Wasisto, Jumat (22/7/16) lalu. (TT/int)

Makin Banyak Istri Gugat Cerai Suami


TobaTimes, Kisaran - Tingkat perceraian suami-istri di Asahan, saat ini meningkat. Dari jumlah kasus yang ada, trend para istri menggugat cerai suami karena dilatar belakangi banyak hal, salahsatunya faktor ekonomi.
Ilustrasi.
Menurut data di Pengadilan Agama Kisaran, jumlah gugatan perceraian di Kabupaten Asahan, terhitung mulai Januari sampai 14 Desember 2016, ada 1.222 kasus. Jumlah ini meningkat jika dibanding dengan tahun 2015, yang berjumlah 1.175 kasus. 

‘’Ada kenaikan 47 kasus,” sebut Panitera Pengadilan Agama Kisaran H Alpun Khoir Nasution SAg MH, melalui Panitera Muda Hukum Herman SH, Rabu (14/12).

Yang menarik kata Herman, dari jumlah 1.222 kasus itu, justru para istri lah yang paling dominan menggugat cerai suami. Menurut data Pengadilan Agama Kisaran, setidaknya istri gugat suami itu ada 800 kasus.

Menurut Herman, penyebabnya beragam. Tapi yang paling sering terjadi adalah karena faktor ekonomi lemah. Kemudian, hal lain yang menimbulkan permasalahan dalam rumah tangga dan berujung perceraian, seperti pertengkaran, pendidikan rendah, dan lemahnya pemahaman serta pengamalan ajaran agama.

Faktor lain ada 4-5 persen disebabkan karena masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), narkoba, dan suaminya dipenjara. ‘’Jadi, sepertinya bukan didominasi karena narkoba, yang selama ini didengung-dengungkan orang,” ujar Herman.

Penyebab lain adalah akibat pernikahan usia dini. Biasanya, pernikahan usia dini tidak berlangsung lama juga karena banyak faktor. Salahsatu penyebab terjadinya perceraian pada pernikahan usia dini adalah pertengkaran kecil dalam rumah tangga.

Kemudian jika dilihat dari latar belakang, golongan masyarakat yang banyak mengajukan perceraian itu adalah kalangan masyarakat umum dan bekerja di sektor informal.

Lalu, apa upaya Pengadilan Agama Kisaran? Herman mengatakan, dari 1.222 kasus gugatan perceraian, ada 10 kasus yang berhasil dimediasi di Pengadilan Agama sehingga tidak berujung ke perceraian. ‘’Kesepuluh pasangan suami istri itu kini kembali membina mahligai rumah tangganya. Semoga langgeng,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Herman membeberkan beberapa solusi agar hubungan suami istri tetap langgeng. Ia menyebutkan, ada beberapa solusi untuk mencegah sekaligus menghindari terjadinya perceraian dalam rumah tangga.

Di antaranya, mencukupi kebutuhan lahir. Kebutuhan lahir bisa meliputi finansial, pangan, rumah, perabotan, dan beberapa kebutuhan sekunder lainnya.

Semua kebutuhan lahir akan bisa didapatkan jika ekonomi rumah tangga dalam keadaan yang cukup. Kemudian, pastikan mempunyai pekerjaan yang layak sebelum menikah dan bisa mencukupi kebutuhan lahir rumah tangga, khususnya bagi seorang suami.

Mencukupi kebutuhan batin. Salah satu penyebab terjadinya perceraian adalah karena kebutuhan batin tidak tercukupi. Mungkin lebih sering mendengar kebutuhan batin dengan sebutan seks. Tapi ini penting karena salah satu tujuan utama pernikahan adalah untuk memenuhi hasrat seks secara halal. 

Pastikan komunikasi aktif. Komunikasi adalah hal yang sangat pokok dalam sebuah rumah tangga. Komunikasi pasif antara suami istri bisa menimbulkan berbagai masalah yang menyebabkan terjadinya perceraian. Oleh sebab itu, pastikan lebih mengenal pasangan untuk menumbuhkan komunikasi aktif.

Lalu, bersikap terbuka bisa berarti mendiskusikan setiap masalah rumah tangga kepada pasangan. Apapun masalah yang datang dalam rumah tangga adalah tanggung jawab kedua pasangan.

‘’Jadi jangan menyimpan dan memendam masalah itu sendiri,” pesan Herman.

Selain itu, masing-masing pasangan harus mengetahui semua hal tentang rumah tangga. Misalkan penghasilan uang, pengeluaran uang, dan hal-hal lainnya.  Pastikan tidak mempermasalahkan perbedaan status keluarga dengan pasangan. Kaya, miskin, bentuk rupa dan fisik adalah sama, hanya hati yang membedakan dengan pasangan di hadapan Tuhan.

Solusi lain, hindari fanatisme tentang perbedaan ide. Setiap manusia mempunyai ide, pendapat, prinsip, keyakinan, dan pemikiran yang berbeda dengan lainnya. (TT/int)

14.12.16

HEBAT INDONESIA, SELANGKAH LAGI JUARA!!!


TobaTimes, Jakarta - Hebat! Indonesia berhasil unggul 2-1 atas Thailand pada final pertama Piala AFF 2016. Pada menit ke-70 Hansamu Yama menjebol gawang lawan melalui sundulan, memanfaatkan umpan sepak pojok.

Pada laga final pertama Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Rabu (14/12/16) ini, Thailand unggul terlebih dahulu pada babak pertama. Gol diciptakan oleh Teerasil Dangda pada menit ke-33.

Gol Teerasil memanfaatkan umpan dari sisi kanan pertahanan Indonesia. Teerasil yang berdiri cukup bebas di dalam kotak penalti dengan mudah menyundul si kulit bulat yang bersarang di sisi kiri gawang Indonesia.

Tim nasional Indonesia harus kehilangan Andik Vermansah yang ditarik keluar pada menit ke-19 karena mengalami cedera hamstring. Dia mengalami cedera tersebut seusai mengalami benturan dengan Sarach Yooyen.

Pemain Selangor FA itu lantas ditarik keluar dengan ditandu. Zulham Zamrun masuk menggantikan Andik.

Setelah itu, hampir tak ada ancaman serius dari kedua tim untuk lawannya. Baru pada menit ke-33, Thailand berhasil mendapatkan peluang emas yang berujung gol.

Umpan Theerathon Bunmathan dari sisi kanan pertahanan Indonesia dengan sempurna dimanfaatkan oleh Teerasil Dangda dengan sundulan yang terarah ke sisi kiri bawah. Ini gol keenam Teerasil selama Piala AFF 2016.

Indonesia baru bisa menyamakan kedudukan pada pertengahan babak kedua. Tembakan Rizky Pora dari luar kotak penalti pada menit ke-65 mengecoh kiper Thailand, Kawin Thamsatchanan.

Lima menit berselang, Indonesia berbalik unggul. Kali ini, Rizky Pora menjadi kreator gol Hansamu. (TT/int)

Indonesia vs Thailand (Rizky Pora 65', Hansamu Yama 70' ; Teerasil Dangda 33')

Indonesia: 1-Kurnia Meiga, 2-Beny Wahyudi (12-Lerby Eliandy 70'), 3-Abduh Lestaluhu, 16-Fachruddin, 23-Hansamu Yama, 25-Manahati Lestusen, 19-Bayu Pradana, 14-Rizky Pora, 8-Stefano Lilipaly, 21-Andik Vermansah (10-Zulham Zamrun 19'), 7-Boaz Solossa (9-Ferdinan Sinaga 78')

Cadangan: 22-Teja Paku Alam, 26-Andritany, 4-Abdul Rachman, 6-Evan Dimas, 9-Ferdinan Sinaga, 10-Zulham Zamrun, 11-Dedi Kusnandar, 12-Lerby Eliandy, 13-Yanto Basna, 17-Muchlis Hadi, 18-Bayu Gatra, 27-Gunawan Dwi Cahyo

Pelatih: Alfred Riedl

Thailand: 1-Kawin Thamsatchanan, 3-Theerathon Bunmathan, 5-Adison Promrak, 15-Koravit Namwiset, 19-Tristan Do, 4-Kroekrit Thaweekarn (2-Peerapat Notchaiya 69'), 6-Sarach Yooyen, 18-Chanathip Songkrasin, 21-Pokklaw Anan (7-Charyl Chappuis 80'), 14-Sarawut Masuk (9-Siroch Chatthong 73'), 10-Teerasil Dangda


Cadangan: 20-Sinthaweechai Hathairattanakool, 23-Chanin Sae-ear, 2-Peerapat Notchaiya, 7-Charyl Chappuis, 9-Siroch Chatthong, 11-Mongkol Tossakrai, 12-Adul Lahsoh, 16-Pratum Chuthong, 17-Tanaboon Kesarat, 29-Rungrath Poomchantuek, 35-Prakit Deeprom, 36-Pravinwat Boonyong

Pelatih: Kiatisuk Senamuang

Wasit: Jumpei Iida (Jepang)

BACA JUGA: Ramalan Primbon, Indonesia VS Thailand, Pemenangnya Adalah...