22.8.16

Di Daerah Ini, Banyak Pejabat Pesan PSK Pelajar SMA

TobaTimes-Seorang mucikari bernama Sisca Sena membuat pengakuan mengejutkan. Ketua Waria dan Gay Singaraja (Wargas), Bali ini menyebut banyak pejabat yang memesan PSK pelajar SMA di Singaraja.

Ilustrasi.

Hal itu disampaikan Sisca Sena saat jumpa pers untuk memberikan klarifikasi terkait aksi waria jalan sehat dengan menggunakan seragam SMA beberapa waktu lalu. Sisca mengatakan, Wargas meminta maaf terkait aksi tersebut.

Sisca secara terbuka meminta maaf atas aksi anak buahnya yang mengikuti lomba gerak jalan dengan mengenakan seragam SMA. Aksi itu berbuah protes karena barisan gerak jalan Wargas mengenakan rok bawahan siswi SMA yang terlalu pendek sehingga dianggap melecehkan dunia pendidikan.

“Ini sudah tahun ketiga kami ikut gerak jalan. Tahun-tahun sebelumnya kami gunakan pakaian ala suster dengan desain seksi toh tidak ada masalah,” katanya.

Namun, karena penampilan Wargas mengundang protes maka Sisca pun meminta maaf. “Kalau itu dianggap melecehkan, kami meminta maaf. Yang jelas tidak ada unsur sengaja, ini semata-mata hanya menghibur,” tuturnya.

Hanya saja Sisca juga menyayangkan beberapa pejabat pemerintah setempat yang ikut mengecam aksi Wargas. Padahal, kata Sisca, dirinya mendapat informasi dari bahwa banyak pejabat pemerintah memburu PSK pelajar SMA di Bali.

“Aku sempat komunikasi dengan teman-teman yang menjajakan diri lewat online, katanya banyak pejabat yang minta dicarikan anak SMA. Dan para pejabat ini meminta agar PSK tersebut mengenakan seragam sekolah SMA saat melayani. Apa itu tidak melecehkan dunia pendidikan juga?” beber Sisca.

Karenanya Sisca menganggap kecaman terhadap aksi Wargas bukan karena seragam gerak jalan yang terlalu seksi, namun lantaran status merekan sebagai kaum waria dan gay. Padahal, kaum LGBT di Buleleng selama ini merasa nyaman karena tidak pernah bermasalah.

“Mungkin karena anti-kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender, red) seperti kami ini, padahal kami juga merupakan warga bangsa Indonesia yang juga memiliki HAM. Kami ini ada sejak 2001 silam berarti sudah 15 tahun, dan kami cukup diterima di Buleleng dan selama ini tidak ada masalah,” pungkasnya. (int)

Pramugari dan Model Dijual Rp7 Juta Sekali Kencan

TobaTimes-Jajaran Polda Metro Jaya membongkar praktek prostitusi online berkedok situs event organizer (EO), www.spgusherxxxxxxxxx.com. Di situs ini, mucikari menjual PSK  kelas atas dari kalangan model, pramugari, dan sales promotion girl (SPG). Pramugari dan model dijual dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 7 juta sekali kencan.
Foto pramugari yang ditawarkan di situs.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran mengatakan, terbongkarnya bisnis prostitusi online yang menjual para model cantik, pramugari dan SPG bermula dari kecurigaan polisi yang menemukan sebuah situs penyewaan model dan SPG untuk acara-acara.

“Setelah ditelusuri, ternyata jasa penyewaan itu hanyalah kedok prostitusi. Seorang muncikari dan model sudah ditangkap,” ujar Fadil Imran, Sabtu 20 Agustus 2016.

Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap seorang muncikari berinisial AN dan seorang model berinisial T yang menjadi PSK. AN dan T ditangkap di sebuah hotel di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, admin situs prostitusi tersebut mengaku sebagai penyalur jasa model, pramugari, dan SPG. Dia  menampilkan foto-foto dan data diri wanita muda berparas cantik.

Untuk membongkar kasus tersebut, polisi melakukan penyamaran dengan memesan model dan pramugari yang ditawarkan di situs tersebut.

Polisi melakukan komunikasi dengan AN yang lewat WhatsApp (WA). Rupanya AN hanya mau berkomunikasi dengan pelanggannya lewat WhatsApp dan BBM (Blackberry Messenger), bukan lewat situs yang dikelolanya.

Roberto Pasaribu mengatakan, AN lantas mengirimkan daftar sejumlah wanita, lengkap dengan foto, umur dan tarif PSK tersebut. AN sempat menawarkan seorang pramugari berinisial V dengan harga Rp 7 juta untuk sekali kencan.

Setelah mengaku tak punya uang sebanyak itu, petugas ditawari seorang mantan model berinisial T dengan tarif Rp 5 juta sekali kencan. AN juga mengirim foto-foto dan data diri sejumlah wanita lainnya dengan tarif bervariasi. (int)

21.8.16

Siswi SMP Cantik Digauli Paman, Ngaku Pacaran

TobaTimes-Seorang siswi SMP berparas cantik berinisial AM (14) disetubuhi pamannya sendiri, AS. Hubungan badan antara paman dan keponakan dilakukan atas dasar suka sama suka. AS dan AM pacaran meski tanpa restu orang tua. Bahkan, AS mengklaim sudah menikah diri dengan AM.

Ilustrasi.
AS menggauli keponakannya yang masih siswi SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Mei lalu. Namun, AS baru bisa ditangkap polisi lantaran pekerjaan pelaku sebagai sopir dan jarang berada di rumah.

AS ditangkap atas laporan orang tua AM yang keberatan anaknya digauli. Terlebih, AM masih di bawah umur dan belum pantas untuk menikah.

“Pelaku bekerja sebagai sopir. Meski pelaku sudah mengaku khilaf tapi pelaku bersalah karena menggauli anak di bawah umur,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda AKP Sekar Wijayanti kepada wartawa, Sabtu (20/8).

Menurut Sekar, korban mengakui pacaran dengan pelaku. Namun, orang tua korban keberatan lantaran usia AM masih sangat muda. Karena itu, orang tua AM tidak merestui anaknya pacaran. Apalagi pacaran dengan pamannya sendiri.

“Dari keterangan korban, keduanya memang telah berpacaran, dan orangtuanya keberatan,” tambah Sekar.

Kepada polisi, pelaku AS mengaku tindakan yang dia lakukan bukanlah pemerkosaan. Pasalnya, hubungan badan dilakukan karena ada perasaan suka sama suka. “Saya tidak memerkosa, saya dan dia berpacaran dan dia sendiri yang menawarkan tidur dengan saya,” kata AS, kemarin.

Karena ditawari, AS pun tidak menolak menggauli AM. Bahkan setelah pertama kali berhubungan badan, AS memutuskan menikahi AM secara siri. “Dia memang masih keponakan saya, tapi siapa yang bisa nolak kalau ditawari sendiri. Saya juga sudah menikah siri dengan dia, dan orangtuanya tahu,” ujarnya.

AS menggauli AM pada 16 Mei 2016 di rumah korban yang terletak di Jalan Dayak, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara.

“Kondisi rumah memang sepi waktu itu, hanya ada nenek AM yang sedang tidur. Saya dan dia melakukan di kamar AM,” katanya.

AS menambahkan, hubungan badan yang dia lakukan dengan AM diketahui orangtua AM. Karena itu, AS langsung menikahi AM secara siri. "Orangtuanya tahu kami sudah menikah, saya dilaporkan ini karena saya tidak menafkahi dia. Padahal saya sudah sering memberinya uang jajan,” pungkasnya. (bbs/ps/int)

Malam Mistis di Kantor Walikota Tanjungbalai

TobaTimes-Ternyata, aroma berbau mistis yang terjadi di Kantor Walikota Tanjungbalai sudah berlangsung sejak lama, yakni sejak kantor tersebut mulai difungsikan pada tahun 2006 silam. Pada malam hari, sering muncul burung hantu di eskalator. Selain itu pintu kantor sering terbuka sendiri dan tertutup dengan keras.


Walikota Tanjungbalai M Syahrial ketika menyambut kedatangan Irjen Eko Hadi S

Hal itu terungkap dari pengakuan sejumlah pegawai yang enggan namanya disebutkan, katanya selama ini sering bekerja lembur, hingga malam hari di Kantor Walikota tersebut.

"Dulu kami masih sering kerja sampai malam hari untuk mempersiapkan berkas-berkas terutama pada saat menjelang pencairan anggaran dan membuat laporan realisasinya. Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini, kami sudah tidak berani lagi kerja sampai malam, paling lama sampai pukul 20.00 WIB saja,” ucap para pegawai tersebut.

Menurut para PNS itu, mereka pulang cepat bukan karena takut pulang kemalaman, akan tetapi, kalau malam hari sering terjadi hal-hal yang aneh di Kantor Walikota ini. Kadang-kadang, terdengar seperti suara orang yang melintas, padahal tidak ada orang yang lewat.

Kalau sudah tengah malam, sering terdengar suara pintu ruangan yang dibuka lalu ditutupkan kembali dengan kuat," ujar salah seorang pegawai kepada koran ini, yang mengaku pernah bertugas di Dinas PPKAD Kota Tanjungbalai.

Hal itu juga dibenarkan oleh pegawai lainnya, yang mengaku tidak berani lagi bekerja lembur hingga malam hari di kantor tersebut.
"Tidak guna heran, jika malam hari, kita sering mencium aroma bunga-bungaan. Saat diperhatikan ke sekeliling untuk mencari sumber aroma bunga tersebut, yang kelihatan justru burung hantu yang hinggap di pagar besi yang ada di sisi tangga eskalator yang saat itu mesinnya sudah dimatikan," ujar pegawai lainnya.

Disinggung tentang adanya kristal-kristal garam yang berserakan di kantor Walikota tersebut, para pegawai ini juga mengaku tidak mengetahuinya. Namun demikian, mereka tidak menampik, jika penemuan garam tersebut erat kaitannya dengan aroma mistis yang selama ini telah menyelubungi Kantor Walikota Tanjungbalai tersebut.

Sementara itu, dengan alasan tidak ingin ada masalah dengan tugasnya, para mantan petugas jaga malam maupun yang masih aktif bertugas menjaga Kantor Walikota Tanjungbalai pada malam hari, terkesan enggan untuk menanggapi aroma mistis yang terjadi di kantor tersebut.

Namun demikian, mereka tidak menampik, jika pada malam hari, tidak berani memasuki Kantor Walikota tersebut kecuali ada temannya.
"Garam dalam dunia gaib bisa mempunyai banyak makna dan tujuan, sesuai dengan fungsi garam tersebut dalam kehidupan nyata. Akan tetapi, jika garam tersebut ditaburkan di perkantoran, biasanya bertujuan untuk membuat seseorang menjadi tunduk dan patuh.

Namun demikian, bisa juga bertujuan untuk mengusir ruh-ruh jahat yang diyakini ada di dalam lokasi tersebut. Bahkan, ada juga yang menjadikan garam tersebut untuk mengusir binatang buas maupun ular berbisa," ujar Pak Ucok, salah seorang paranormal dari Kecamatan Sei Kepayang kepada koran ini.

Namun, saat dipertanyakan lebih jauh soal aroma mistis tersebut, Pak Ucok mengaku, harus turun langsung ke lokasi. Akan tetapi, saat di bujuk untuk bersama-sama menuju Kantor Walikota Tanjungbalai, Pak Ucok menolak, kecuali bukan untuk konsumsi berita.
"Saya tidak mau kalau untuk diberitakan," ujarnya menolak ajakan koran ini. (bbs/int)

Warga Tanjungbalai Ditangkap Hisap Sabu

TobaTimes-Niat hati ingin menghilangkan lelah akibat bekerja, Eman (37) kini harus mendekam di sel tahanan polisi. Eman tertangkap tangan saat mengisap sabu,  usai pulang kerja sebagai buruh pundak.


Informasi diproleh Eman merupakan s warga Jalan Logam, Lingkungan V, Kelurahan Tanjungbalai Kota III, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai. Eman diringkus petugas Mapolsek Tanjungbalai Utara  dikediamanya, Jumat (19/8).

"Tersangka Eman kita amankan dari kediamanya saat sedang mengkonsumsi sabu-sabu," ujar Kapolsek Tanjungbalai Utara AKP Nasri Gunting melalui Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai AKP Yani Sinulingga.

Dikatakan Sinulingga, penangkapan Eman berdasarkan laporan masyarakat di mana pelaku kerap melakukan menyalah gunaan narkotika.
"Menindak lanjuti laporan masyarakat petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku dikediamanya," ucap Sinulingga.
Dikatakan dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah alat hisap sabu, dua buah pipet plastik dan pipet kaca yang didalamnya terdapat  Narkotika jenis sabu-sabu.

Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti lainya berupa plastik klip transparan kosong, mancis gas serta sebuah Handphone.
Dijelaskan Sinulingga, untuk proses hukum lebih lanjut tersangka kini masih dalam penyidikan petugas guna mengungkap dari mana pelaku mendapat barang  tersebut.

"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan  Pasal 112 dan 114 ayat Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika." tandas Sinulingga (int)

Mafia Narkoba Mencuci Uang Haram Triliunan Rupiah

TobaTimes-‎Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelidiki transaksi keuangan bisnis narkoba senilai Rp 3,6 triliun yang dilaporkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dari angka tersebut, BNN menemukan benang merah bahwa Rp 2,8 triliun bermuara pada sindikat terpidana mati kasus narkoba, Poni Chandra.


Deputi Pemberantasan Narkotika BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan, dari format transaksi yang dilakukan sindikat Poni Chandra, ada dua jenis perusahaan yang kerap dimanfaatkan untuk mencuci uang hasil bisnis narkoba.

"‎Modusnya ada pabrik fiktif. Kemudian perusahaan ekspor-impor dan money changer," kata Arman dalam konferensi pers terkait temuan transaksi bisnis narkoba senilai Rp 3,6 triliun di markas BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (19/8).

Arman menerangkan, setelah uang bisnis narkoba masuk ke dalam dua jenis perusahaan itu, maka ditransfer ke bank-bank dan perusahaan di luar negeri. Menurut Arman, ada 32 bank dan perusahaan di luar negeri, yang disinyalir sebagai tempat pelarian uang dari bisnis narkoba sindikat Poni Chandra.

"Kami sudah pegang datanya, lengkap dengan nama rekeningnya. ‎Rp 2,8 triliun itu disimpan semua di luar negeri. Sebagian daftar sudah diberikan kepada penegak hukum di sana, yang menangani masalah money loundry. Semoga ada tindaklanjutnya," jelas Arman. Menurutnya, uang tersebut mayoritas disimpan di 32 bank dan perusahaan di Asia.

Dalam sindikat Poni Chandra, BNN sendiri sudah menangkap tiga orang yang memiliki tugas mengurus pencucian uang bisnis sindikat Poni Chandra. Ketiganya berperan menampung dan mendistribusikan uang bisnis narkoba.

"Dari ketiganya, kami sudah sita uang Rp 11 miliar dan sejumlah rumah. Kemudian ada benda tak bergerak, seperti emas, berlian, dan sebagainya," jelas Arman.

Arman mengunci rapat ketiga nama nama orang yang menjadi akuntan sindikat Poni Chandra dalam mencuci uang bisnis narkoba itu. Sebab, BNN dan PPATK masih membutuhkan informasi, mengingat Rp 2,8 triliun uang bisnis narkoba milik Poni Chandra, masih tersimpan di luar negeri. (int)

Fokus Urus Anak

TobaTimes-Setelah melahirkan anak pertamanya, Donita sangat mengurangi aktivitas. Ia tak lagi terlihat main sinetron atau terlibat dalam beberapa acara televisi.

Ia mengaku memang sengaja mengurangi kesibukkan. Istri Adi Nugroho itu saat ini hanya ingin melihat tumbuh kembang sang anak.



"Aku fokus urus anak, kan anak pertama. Aku juga nggak mau kehilangan momen dia berdiri, ngomong, aku nggak mau kehilangan momen itu," ungkapnya saat ditemui di kawasan Tangerang Selatan.

Meski begitu, ada beberapa perkejaan yang masih dilakoninya. Tapi, menurutnya itu sudah bukan lagi prioritas utamanya. Putranya, Alfarizqy Ataris Svarga Nugroho kini sudah berusia 9 bulan. Donita pun mengisahkan anaknya itu sudah bisa belajar berjalan. (int)

Dua Pria Transaksi Sabu di Jembatan

TobaTimes-Personel Sat Reskrim Polsek Datuk Bandar mengamankan dua pria pengangguran yang sedang bertransaksi narkoba jenis sabu-sabu, Sabtu (20/8). Keduanya yakni Khairul Abdi (22) dan dan Taufik Rianda (21).


Informasi diperoleh, Abdi merupakan warga Jalan Kemuning, Kelurahan Selat Lancang, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai. Sedangkan Taufik Rianda merupakan warga Jalan Binjai, Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur Tanjungbalai. Keduanya diringkus petugas di sebuah jembatan Jalan MT Hariono Ujung, Kelurahan Selat Lancang.

Kapolsek Datuk Bandar AKP R Manalu melalui Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai AKPY Sinulingga mengatakan, penangkapan keduanya berdasarkan informasi dari masyarakat. Di mana kedua pelaku kerap melakukan penyalah gunaan narkotika. Menindak lanjuti laporan tersebut petugas melakukan pengitaian dan berhasil menangkap kedua pelaku.

"Awalnya Petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa kedua pelaku kerap melakukan penyalah gunaan narkotika. Menindak lanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus kedua pelaku di jembatan Jalan MT Hariono Ujung,” kata Sinulingga.

Dikatakan Sinulingga, dari tangan kedua pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 paket sabu yang dikemas dengan plastik trasparan dengan berat 0,63 gram.

"Dari tangan kedua pelaku petugas berhasil mengamankan 3 paket sabu seberat 0,63 gram. Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti lainya berupa Handphone serta uang tunai sebesar Rp30 ribu," ujar Sinulingga.

Dijelaskan Sinulingga, saat ini keduanya masih dalam penyidikan polisi. "Saat ini keduanya masih dalam penyidikan petugas guna  mengungkap dari mana barang haram tersebut didapat kedua tersangka," ucap Sinulinga.

Atas perbuatan, keduanya dijerat dengan pasal Pasal114  Sub 112  Undang Undang  RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (bbs/int)

Kabar Gembira untuk Calon Jamaah Haji

TobaTimes-Para calon jamaah haji asal Indonesia mendapatkan tambahan tiga fasilitas yang belum ada pada musim haji tahun lalu.

Pertama, Muassasah Asia Tenggara akan menyiapkan karpet di Muzdalifah. Dengan dipasangnya karpet ini, para jamaah diharapkan bisa lebih nyaman saat  menginap (mabit) di Muzdalifah.


"Di Muzdalifah, seluruh jemaah haji Indonesia sudah kita pasang karpet," ujar  Ketua Muassasah Asia Tenggara Muhammad Amin Indragiri saat menyampaikan sambutan pada rapat antara Muasasah Asia Tenggara dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Makkah, Jumat (19/08) malam.

Dipublikasikan Humas Kemendag, dalam acara tersebut hadir para pengurus muasasah, maktab, dan jajaran PPIH Arab Saudi 1437H/2016M.
Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menyambut baik hal ini. Menurutnya, informasi ini merupakan kabar gembira bagi jemaah haji Indonesia.

"Karpet ini mudah-mudahan bisa menjadi tempat istirahat jemaah haji, khususnya pada saat menunggu di Muzdalifah sebelum bertolak ke Mina setelah pertengahan malam," terang Arsyad.

Dikatakan, dalam kondisi lelah setelah di Arafah, kalau ada karpet di Muzdalifah, mereka bisa duduk. “Juga bisa tidur dan istirahat, saya kira juga bagus buat jamaah haji," tambahnya.

Kedua, Muhammad Amin Indragiri juga memastikan kalau water fan sudah mulai dipasang di tenda jemaah haji Indonesia di Arafah.

"Alhamdulillah, water fan sudah sampai di tenda kita dan sudah kita pasang lebih dari 1000 unit. Insya Allah lima hari ke depan sudah selesai," ujarnya.

Ketiga, Pemerintah Arab Saudi mengizinkan PPIH Arab Saudi untuk mendirikan kantor pelayanan di Arafah dan Mina. Menurut Arsyad, pihak muasasash telah mengkomunikasikan hal ini kepada Pemerintah Saudi.

"Meski dengan istilah berbeda, bagi kita tidak masalah. Yang penting diberikan space untuk bisa memberikan pelayanan baik saat di Arafah maupun di Mina," terang Arsyad.

Dikatakan, hal Ini merupakan kabar baik karena info sebelumnya kantor layanan akan ditiadakan. “Kalau ditiadakan, berarti kita tidak ada tempat, baik di Arafah maupun Mina, dan ini menyulitkan kita saat akan memberikan pelayanan kepada mereka," imbuhnya.

Kesempatan bertemu Muasasah juga dimanfaatkan PPIH untuk kembali mengusulkan agar jamaah haji Indonesia tidak ada lagi yang ditempatkan di Mina Jadid. Namun demikian, usulan ini belum bisa dipenuhi.

Menurut Arsyad, Amin Indragiri beralasan bahwa setiap negara mempunyai prosentasi penempatan jemaahnya di Mina Jadid. Oleh karenanya, masih ada sekian maktab jemaah haji Indonesia yang akan ditempatkan di Mina Jadid.

Terkait hal ini, lanjut Arsyad, Ketua Muassasah meminta agar para pembmbing ibadah bisa memberikan pengertian kepada jemaah haji Indonesia bahwa Mina Jadid bagian dari Mina.

"Banyak fatwa terkait itu yang dinyatakan oleh ulama besar Arab Saudi dan ini penting untuk disampaikan ke jamaah haji," terang Arsyad. (bbs/int)

Jokowi Dihadang Ribuan Warga Sibolga

TobaTimes-Jokoei melakukan pemancangan pertama (ground breaking) pembangunanpengembangan dan perluasan Pelabuhan Sibolga, Presiden Jokowi melanjutkan perjalanan ke Puskesmas Aek Habil.

Jokowi tiba di Pelabuhan Sibolga
Selanjuutnya, Presiden Jokowi memberikan bantuan makanan tambahan kepada ibu hamil dan menyusui, serta penyerahan sembako kepada warga lanjut usia, sembari memberikan hadiah kuis tiga unit sepeda kepada tiga orang anak yang berhasil menjawab pertanyaannya seputar kesehatan.

Namun, sebelum mencapai Puskesmas Aek Habil yang berjarak sekitar 1,5 km dari pintu keluar Pelabuhan Sibolga, Presiden Jokowi dihadang masyarakat Kota Sibolga yang sudah menyemut di sepanjang jalan menuju kawasan Pelabuhan.

Akibatnya, mobil kenegaraan bertuliskan “INDONESIA” yang dinaiki Presiden Jokowi sulit keluar dari lokasi. Warga yang sengaja menghadang kendaraan Presiden Jokowi itupun berteriak histeris memanggil Jokowi.

Tak ayal, kerumunan warga itu menarik perhatian Presiden Jokowi, sembari membagikan hadiah kenang-kenangan berupa buku tulis dan kain kepada warga. Buntutnya, Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) mendadak panik dan kewalahan.

Seorang ibu rumah tangga, Riwayeti boru Simatupang, mengaku senang dan bangga memeroleh kenang-kenangan langsung dari tangan Presiden RI tersebut. Hal itu katanya,merupakan sesuatu yang luar biasa dan patut dibanggakan.

“Saat itu Pak Jokowi kita panggil-panggil dan datang menyambangi kerumunan warga, lalu memberikan ini. Padahal waktu itu, ada juga yang mau mengambilnya, tapi kata Pak Jokowi, ini untuk ibu-ibu, sehingga diberikan langsung kepada saya,” tutur Riwayeti.

Usai mengunjungi Puskesmas Aek Habil, Presiden Jokowi dan rombongan bergerak menuju Bandara FL Tobing Pinangsori, berjarak sekitar 33 km dari Kota Sibolga untuk bertolak ke Bandara Silangit, Taput.

Presiden Jokowi juga sempat di hadang warga Kota Sibolga yang dari awal sudah menyemut di lokasi itu. Jokowi keluar dari Puskesmas, tetapi tidak langsung menaiki kendaraannya. Presiden menghampiri warga dan foto-foto dengan warga, seraya berbagi kenang-kenangan berupa buku dan kain. (bbs/int)