14.12.16

Satpol PP Bongkar 5 Bangunan Liar di Jalan Asahan Pematangsiantar


TobaTimes, Siantar - Lima unit bangunan terpaksa dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pematangsiantar, di Jalan Sangnawaluh Simpang Sambo, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Selasa (13/12) pagi hari.
Kios permanen dibongkar.
Hal ini dilakukan karena bangunan tersebut didirikan di atas jalan umum. Bangunan yang berdekatan dengan gedung gereja HKBP Dame tersebut selama ini sudah mengganggu bagi masyarakat sekitar sehingga berulang kali warga menyampaikan masalah tersebut ke Pemerintah Kota (Pemko) melalui Satpol PP.

Saat dibongkar, para pemilik kios tak resmi itu dengan berat hati harus menerima bangunan yang selama ini dijadikan mencari nafkah diratakan petugas.

“Bangunan itu telah menghambat lalu lintas ke dalam perumahan yang ada di belakang HKBP Dame. Tempat itu juga sudah membuat kumuh, bahkan warga sudah banyak protes atas bangunan tersebut. Bukan hanya dua atau tiga orang saja yang datang kepada kita. Walau memang tanpa adanya protes warga, pembangunan di atas falisitas negara apalagi di atas jalan umum merupakan tindakan pelanggaran, dan itu harus kita tertibkan sebagai tugas dan fungsi kita,” kata Kepala Kantor (Kakan) Satpol PP Kota Pematangsiantar Drs Julham Situmorang.

Apa yang dilakukan Satpol PP ini pun sudah berdasarkan aturan atau prosedur, dimana sebelumnya para pemilik kios sudah mendapatkan surat peringatan pengosongan asset negara.

“Kita membongkar lima unit kios permanen dan kita sebelumnya sudah tiga kali menyampaikan Surat Peringatan (SP). Untuk  SP 3, kita sudah memberikan waktu 1 kali 24 jam agar pemilik bangunan liar membongkar sendiri bangunan mereka, tetapi saat anggota ke sana, warga yang bersangkutan juga belum membongkarnya makanya kita membantu membongkar,” ucapnya.

Usai melakukan tugas, Satpol PP memberikan himbauan dan peringatan agar tidak mendirikan kembali bangunan sehingga ketertiban dan keindahan kota tidak terganggu. “Kita tetap memperingatkan warga agar tidak mendirikan kembali bangunan di sana, dan jika masih dilakukan maka kita akan tetap membongkarnya untuk menertibkannya,” terangnya.

Julham Situmorang menambahkan, masih banyak bangunan yang melanggar aturan dan beberapa diantara sudah mendapat surat teguran.

“Untuk ke depan ini masih ada beberapa titik akan kembali ditertibkan, namun kita sudah meminta supaya warga melakukan pembongkaran tanpa menunggu kedatangan petugas agar kerugian bisa diperkecil. Mudah-mudahan bahan bangun yang mereka bongkar itu dapat dipergunakan ke lain tempat atau dijual,” jelasnya. (TT/int)

13.12.16

Kutikam Dia Karena Tidur di Kamar Pacarku


TobaTimes, Sorong - Satuan Resmob Polres Sorong Kota dan anggota Polsek Sorong Timur menangkap pelaku penikaman yang menewaskan nyawa Bernard R atau yang kerap disapa Bei di Konda, Sorong Selatan, Minggu (11/12/16).

Ilustrasi.
Pelaku bernama Arki T (27) tak memberikan perlawanan saat polisi menggelandangnya ke Polres Sorong Kota.

Kasat Reskrim Polres Sorong Kota AKP Fernando Saragi mengungkapkan, Arki T (AT) nekad menikam Bei lantaran terbakar cemburu.

AT tersulut emosi saat melihat Bei tengah tertidur lelap di ranjang yang biasa ia tiduri bersama kekasihnya, Eka W alias Ice, di Jalan F Kaiseipo, Km 7.

“Jadi motif sementara adalah cemburu. Ada cinta segitiga antara pelaku, korban dan si perempuannya,” kata Fernando seperti dikutip dari Radar Sorong, Selasa (13/12/16).

Dia membeberkan, kejadian penikaman yang menimpa Bei terjadi pada Minggu (4/12) pukul 05.00 WIT. Awalnya pada Sabtu (3/12) pukul 23.00 WIT Bei dan Ice tengah memadu kasih di rumah Ice di Km 7.

Lalu AT yang baru datang dari tempat kerja merasa curiga saat melihat ada motor matic hitam asing yang terparkir di depan rumah. AT lalu memanggil Ice dengan lantang. Keduanya pun terlibat cekcok panjang.

Akhirnya Ice memutuskan untuk membawa AT menjauh dari rumahnya. Ice kemudian menginap di rumah saudaranya di Jalan Baru.

Hingga pada Minggu dini hari, AT memutuskan untuk kembali ke rumah yang telah ia tinggali bersama Ice selama 3 tahun. Ia terkejut karena melihat motor masih terparkir di depan rumah. Dengan penasaran ia lalu masuk ke dalam rumah dan mulai menyelinap ke dalam kamar.

Seketika emosi AT memuncak. Dia melihat seorang pria tengah tertidur lelap di ranjang yang biasa ia tiduri bersama kekasihnya, Ice.

Tanpa berpikir panjang, AT mengambil sebilah parang miliknya yang ia simpan di meja belakang TV. Melihat Bei yang masih tertidur pulas, AT langsung menikam leher bagian bawah Bei. Saat ia hendak kembali menikam bagian dada, Bei telah terbangun. Sehingga tangan dan pelipis Bei yang tersayat parang.

“Saya tikam dia tiga kali karena cemburu, dia tidur di kamar pacar saya,” kata AT.

Melihat Bei yang terkulai lemah, AT langsung melarikan diri. Sementara itu, dengan sekuat tenaga Bei keluar kamar untuk meminta bantuan. Saksi yang melihat korban berlumuran darah langsung membawa korban ke RSUD Sorong untuk mendapatkan pertolongan.

Minggu (4/12) siang, koran ini sempat menemui Bei yang masih sepenuhnya tersadar di ruang IGD RSUD Sorong. Kepada Radar Sorong Bei menceritakan nasib apes bin nahas yang menimpanya. Tak ia sangka, kencan pertamanya dengan Ice berbuntut penikaman.

“Saya baru kenal dia, tidak sangka jadinya begini. Saya menyesal juga, saya bodok sekali mau langsung ikut di dia rumah,”kata Bei saat masih hidup.

Setelah di IGD, Bei langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Ia sempat kritis, lantaran luka tikam di leher bagian bawhanya. Parang yang telah berkarat membuat luka Bei kian parah. Hingga pada Selasa (6/12) Bei mengembuskan napas terakhirnya.

Atas tidakan AT yang nekad menikam hingga menyebabkan korban meninggal dunia, dia akan dijerat pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (TT/int)

Sedih Bah! Bunuh Diri Karena Cintanya Ditolak Wanita yang Sudah Bersuami


TobaTimes, Jakarta - Seorang pria yang masih muda berinisial JMS (19), ditemukan tewas tergantung dengan leher terjerat di sebuah kamar kos di kawasan Kayu Manis, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (11/12). Dia diduga mengakhiri hidupnya karena patah hati.
Ilustrasi.
Kasubag Humas Polres Jakarta Timur AKP Wasiem mengatakan, mayat pemuda itu ditemukan saksi ML (30) dalam kondisi terikat di atap pintu kamar kostnya.

"Jadi saksi datang ke tempat korban dengan mengetuk pintu, namun tak ada jawaban, lalu saksi ini mengintip ke dalam dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di dalam. Saksi pun langsung membuka pintu kamar kos korban yang sudah tak bernyawa," ujar Wasiem kepada wartawan, Senin (12/12/16).

Dia menambahkan, saksi yang mengetahui bahwa korban sudah tak bernyawa, sempat teriak histeris sehingga mengundang salah satu teman kos korban, Cica Nuryessu (20), datang dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

"Cica yang menghampiri sempat kaget dan keduanya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat, untuk selanjutnya pihak kepolisian langsung datang ke lokasi."

Salah satu saksi mengatakan, sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat mengutarakan isi hatinya namun ditolak oleh saksi yang diketahui sudah memiliki suami.

"Jadi korban ini sangat mencintai si saksi, namun saksi ini menolak karena sudah memiliki pendamping hidup. Korban pun sempat mengatakan akan melakukan sesuatu terhadap dirinya, namun itu baru dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya lantaran ditolak," katanya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kepolisian, korban memang mengakhiri hidupnya dengan mengikatkan kepalanya menggunakan kain seprai berwarna merah.

"Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan untuk visum lebih lanjut korban dibawa ke rumah sakit terdekat," ujarnya. (TT/int)

Ketahuan Mencuri, Supir Angkot Tewas Dimassa


TobaTimes, Medan - Satu pelaku pencurian mengalami nasib tragis, adalah TS (35) warga Jalan Mulia Rejo, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara.

Ilustrasi.
Pria yang seharinya bekerja sebagai pengemudi angkutan kota (angkot) ini tewas setelah menjadi bulan-bulanan warga karena ketahuan melakukan pencurian, Minggu (11/12/16) malam.

Pelaku bersama keempat rekannya dengan mengendarai sepeda motor berboncengan melakukan aksi pencurian kendaraan sepeda motor Honda Supra BK 2720 AFQ warna hitam dari kediaman Yustriani, di Jalan Purwosari, Kecamatan Medan Timur.

Namun, aksinya diketahui penjaga malam bernama Erwin Mail Sinaga yang sedang melakukan patroli. Pelaku yang mengetahui aksinya telah terlihat penjaga malam bersama rekannya langsung melarikan diri ke arah Jalan Perkebunan.

Sialnya, saat melintas di jalan itu sepeda motor yang dikendarai oleng karena terjerembab ke dalam lumpur lantaran adanya galian drainase. AKibatnya, pelaku pun terjatuh dari kendaraan.

Petugas jaga malam yang telah mengikuti pelaku dari arah belakang melihat pelaku terjatuh langsung menghubungi rekannya bernama Sunardi untuk menangkap pelaku. Tak lama, Sunardi pun datang dan kemudian menghampiri pelaku.

Takut pelaku kembali kabur, Erwin dan Sunardi yang mengendarai sepeda motor langsung memalangkan kendraannya agar pelaku tak dapat kabur. Keduanya kemudian berteriak maling.

Mendengar adanya teriakan membuat warga beramai-ramai mendatangi lokasi. TS bersama ketiga rekannya berupaya kabur. Apes bagi TS, tak berhasil melarikan diri.

Warga yang sudah geram dengan perbuatan pelaku tanpa dikomandoi menghakiminya dengan menghajar pelaku hingga babak belur. Diduga akibat banyak kehilangan darah, usai dihakimi masyarakat akhirnya pelaku tewas di lokasi kejadian.

Personel Polsek Medan Timur yang mendapatkan laporan adanya pelaku maling tewas dihakimi warga dengan cepat mendatangi lokasi. Tak beberapa lama berselang petugas pun membawa jasad pelaku ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

“Ya benar ada pelaku curanmor yang tewas dihakimi warga setelah aksinya diketahui petugas penjaga malam. Saat ini jasadnya masih berada di RS Bhayangkara,” ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Ainul Yaqin.

Dia menyebutkan, dalam aksinya pelaku dibantu tiga rekannya yang kini berhasil melarikan diri. Dari tangan tersangka petugas berhasil mendapatkan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Supra x 125 BK 2720 APQ warna hitam, satu unit kunci letter T, satu kunci sepeda motor merek honda.

“Untuk ketiga pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri masih dalam pengejaran petugas. Dalam kasus pencurian itu telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui aksi pencurian tersebut,” tukasnya. (TT/int)

Ahok Menangis: Tak Ada Niat Saya Hina Islam

Ahok.
TobaTimes, Jakarta - Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membacakan pembelaan atas tudingan yang ditujukan padanya.

Ahok yang biasanya khas dengan suara yang lantang, saat membacakan pembelaan, suara Ahok serak. Ia menangis. Ia bahkan tersedat-sedat membacakan pembelaan karena sesekali membasuh air matanya.

“Saya tegaskan pernyataan tersebut bukan dimaksudkan untuk menafsirkan surat Al Maidah dan bukan untuk menghina agama Islam dan ulama,” kata Ahok, Selasa (13/12/16).

Dalam pembelaannya, Ahok membacakan sebuah kutipan dari buku yang ditulisnya pada tahun 2018. Buku tersebut berjudul ‘Berlindung Dibalik Ayat Suci.

Ahok membacakan kutipan dalam bukunya, lebih dan kurangnya berbunyi seperti ini;

Selama karier politik saya dari masuk partai sampai mengikuti pemilihan bupati hingga gubernur. Ada ayat yang dijadikan pemecah, yang digunakan oknum politik yang tidak bisa bersaing. mereka berlindung dibalik ayat suci alquran. Isinya mengajak rakyat untuk tidak memilih kaum nasrani untuk menjadi pemimpin.

“Saya seperti orang yang tidak berterima kasih jika saya menista agama Islam,” kata Ahok.

Hal tersebut diungkapkannya, karena keluarga angkat Ahok juga banyak beragama Islam. Menista agama bagi Ahok, sama saja menghina keluarganya. (TT/int)

Singapura Sepakat Berinvestasi di Danau Toba


TobaTimes, Jakarta - Singapura menjadi mitra strategis Indonesia dalam membangun kawasan wisata Danau Toba. Setelah membuat master plan pembangunan wisata Danau Toba, Negeri Singa itu juga sepakat berinvestasi di danau kebanggan orang Batak ini pada 2017.
Danau Toba
"Singapura sepakat berinvestasi di Danau Toba, Borobudur dan Mandalika,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, kemarin.

Tidak cuma di bidang pariwisata, kata Luhut, RI-Singapura juga bekerjasama di bidang pembangunan gas alam cair (LNG), pembangunan IT park (kawasan informasi dan teknologi), serta pengelolaan sampah di laut menjadi energi listrik. "Kami berharap pada akhir 2017 mendatang, semuanya bisa terealisasi dengan baik,” ujar Luhut.

Lanjutnya, Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta orang pada 2019. Untuk itu, pemerintah terus melakukan segala upaya mewujudkan target tersebut dengan membangun sejumlah fasilitas pendukung.

Terkait kerja sama Indonesia-Singapura, juga ada rencana membangun terminal kapal pesiar atau cruise. Terminal ini rencananya akan dibangun di Tanjung Benoa Bali, Palembang, Medan dan Semarang, untuk menjaring sekitar 300 kapal pesiar per tahun.

Hal itu dilakukan lantaran selama ini kapal-kapal pesiar yang datang ke Indonesia masih sangat minim. Padahal, Indonesia merupakan salah satu destinasi wisatawan asing.

Luhut menargetkan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang, setidaknya ada 150 cruise yang masuk ke Indonesia. "Rabu (14/12) mendatang, kami akan mengagendakan rapat terkait rencana pembangunan terminal cruise," imbuhnya.

Singapura juga sepakat untuk membantu pelatihan pelayanan turis di Indonesia. Untuk pembangunan LNG, kata Luhut, Singapura juga akan melakukan pembangunan pembangkit listrik di wilayah-wilayah pulau-pulau terpencil. Negara itu dinilai memiliki teknologi mumpuni untuk membantu mendorong rasio elektrifikasi di Indonesia.

Begitupula dengan rencana pembuatan IT park, berupa penerjemahan pusat data. "Rencana pembangunan penerjemahan data center akan dibicarakan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kami akan bicarakan apa yang bisa dipindahkan ke dalam negeri agar lebih banyak pergerakan IT di Indonesia," pungkasnya. (TT/int)

Korupsi Laundry Dinkes Batubara 2013, Kejari Bidik Tersangka Lain


TobaTimes, Batubara - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batubara melalui Kasi Intel Asep Amaruddin SH MH mengungkapkan, dimungkinkan ada tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laundry pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Batubara 2013. Saat ini, kejari sedang mencari fakta-fakta yang menguatkan adanya keterlibatan tersangka lain.
Ilustrasi.
‘’Kita lihat nanti. Bila faktanya lengkap, bisa saja ada penambahan tersangka," kata Kasi Intel Asep Amaruddin, saat dikonfirmasi wartawan, melalui telepon selulernya, Senin (12/12). Asep menegaskan, pihaknya terus melakukan pengembangan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin laundry pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Batubara 2013 tersebut.

Dalam proses pengembangan, masih kata Asep, pihaknya sedang mencari fakta-fakta yang menguatkan adanya keterlibatan nama calon lain, sehingga selanjutnya dapat menetapkan statusnya sebagai tersangka.

Seperti diberitakan, Kasi Pidsus Kejari Batubara Asepte Ginting SH mengatakan, kasus tersebut bergulir setelah adanya temuan BPK RI tahun 2014 atas Laporan Keuangan Pemkab Batubara tahun 2013. Dalam audit BPK RI, ditemukan indikasi mark up pada pengadaan laundry dengan pagu sebesar Rp1,1 miliar lebih, yang dikerjakan CV AP, dengan selisih harga yang berimbas pada kerugian negara mencapai Rp231 juta.

Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa 18 orang saksi dan telah menetapkan dua tersangka yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga mantan Kadis Kesehatan Asahan dr H dan Komisaris CV AP berinisial DEP.

Kasi Pidsus juga mengaku, saat penggeledahan dilakukan di Kantor Dinkes telah menyita sejumlah dokumen terkait kasus itu guna tindaklanjut penyidikan.

Berkenaan dengan kasus itu pula sejumlah elemen masyarakat meminta Kejari Batubara bekerja ekstra guna menuntaskan kasus tersebut agar penanganannya tidak terkesan berlarut-larut, apalagi kasusnya sudah menahun.

Pantauan wartawan di RSUD Batubara, beberapa unit mesin laundry mangkrak alias tak berfungsi. Sementara proses mencuci di ruang laundry, menurut sumber koran ini, masih menggunakan cara manual. (TT/int)

Oknum Polisi Jual 297 Gram Sabu


TobaTimes, Siantar - M Yusuf Sembiring (36), warga Jalan Sederhana, Desa Perdagangan II, Kecamatan Bandar, diringkus saat menjual 297 gram sabu-sabu. Pria yang disebut-sebut oknum polisi berpangkat brigadir dan bertugas di Polres Simalungun ini ditangkap bersama wanita cantik Jenny (36), saat menjual sabu-sabu seberat 297 gram.
Ilustrasi.
Informasi dihimpun Senin (12/12), menyebutkan, penangkapan terhadap M Yusuf Sembiring, Jenny dan tiga rekan mereka yang lain dilakukan oleh personel Dit Narkoba Polda Sumut pada Sabtu (10/12) pukul 19.20 WIB.

Saat itu, personel Polda Sumut yang mendapat info tentang sindikat sabu-sabu di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, melakukan penyelidikan.

Ya, seorang personel, yakni Aipda Marisi Panggabean langsung melakukan under cover buy. Dalam penyelidikannya, ia memesan sabu-sabu seberat 300 gram kepada Indra (36), warga Desa Perdagangan I, Kecamatan Bandar.

Oleh Indra, oknum polisi yang menyamar itu kemudian diarahkan kepada M Yusuf Sembiring. Lalu, Sembiring mengarahkan kembali Marisi agar menemui M Syahrul (40), warga Jalan Pendeta J Wismar Saragih Kota Siantar. Terakhir, Syahrul mengarahkan ke Jenny, wanita cantik yang beralamat di Jalan Wahidin Pematangsiantar.

Setelah ada kesepakatan soal harga dan lokasi, selanjutnya sabu-sabu seberat 297 gram dibawa oleh Boy (DPO). Sabu itu diserahkan kepada Syahrul. Oleh Syahrul, barang haram itu kemudian diserahkan kepada MY Sembiring. Nah, saat sabu-sabu itu berada di tangannya, Marisi membuka penyamaran dan menangkapnya saat bersama Jenny di Jalan Medan, tepatnya di samping Hypermart dan Hotel Horison.

Tak hanya mereka berdua, polisi turut mengamankan Syahrul dan Indra. Seorang lagi, Dharmawan Sihotang (34), seorang supir warga Jalan Kampung Keling Perdagangan II juga ikut ditangkap.

Dari tangan para tersangka, ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 297 gram, yang terdiri dari tiga bungkus pelastik bening. Dua plastik bening, masing-masing berisi 100 gram sabu. Sementara satu lagi berisi sabu seberat 97 gram. Tak hanya itu, polisi juga menyita 8 Hp berbagai milik para tersangka.

Penangkapan pria yang disebut-sebut oknum polisi itu sempat mengejutkan warga. Bahkan awalnya MY Sembiring disebut-sebut bertugas di Polres Pematangsiantar.

Namun setelah dikonfirmasi wartawan, Pjs Kasubbag Humas Polres Kota Siantar AKP M Barus mengatakan bahwa oknum yang ditangkap itu bertugas di Polres Simalungun. Namun begitu, Barus mengakui adanya penangkapan yang dilakukan oleh personel Dit Narkoba Polda Sumut tersebut.

“Kalau penangkapannya itu ada. Tapi bukan anggota Polres Siantar. Itu anggota Polres Simalungun, sudah lama disersi,” ungkap Barus.

Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Damos C Aritonang SIK yang dikonfirmasi soal penangkapan itu, tidak mau berkomentar. “Kalau narkoba, silahkan tanya ke bagian Humas saja,” ucapnya.

Kasubbag Humas Polres Simalungun AKP J Sinaga yang dikonfirmasi tadi malam, mengaku belum mengetahuinya.

“Memang ada personel Polres Simalungun bernama itu. Tapi setahu saya, M Yusuf Sembiring masih menjalani hukuman di Lapas karena tertangkap di wilayah Batubara dulu,” jelasnya.(TT/int)

Peredaran Uang di Sumut Tumbuh Dua Kali Lipat

 
Ilustrasi.

TobaTimes, Medan - Pertumbuhan peredaran uang yang masuk di Sumatera Utara (Sumut) tumbuh dua kali lipat pada tahun ini. Pertumbuhan yang terjadi karena lebih besar yang masuk ketimbang yang keluar.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Sumut Difi A Johansyah mengatakan, berdasarkan data yang ada sejak Januari hingga November 2016, uang yang masuk mencapai Rp27,08 triliun (inflow).

Sedangkan uang yang keluar (outflow) Rp13,2 triliun. Kondisi ini juga terjadi di provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

‘’Dari data tersebut, menunjukkan karakteristik di Sumut lebih banyak uang masuk dibanding uang keluar. Hal ini terjadi kemungkinan karena Sumut dan Sumbar merupakan daerah perdagangan. Jadi, besarnya uang yang masuk banyak berasal dari luar daerah itu sendiri, sehingga rasionya mencapai dua kali lipat,” papar Difi baru-baru ini.

Dia menuturkan, dari uang yang masuk ke Sumut tersebut tidak semuanya merupakan uang lusuh karena sebagian diproses lagi (sortir). Namun begitu, ia tidak bisa memastikan berapa persentase uang lusuh lantaran cukup sulit menghitungnya. (TT/int)

Sertijab Ketua Shiroite Karate Siantar-Simalungun


TobaTimes, Siantar - Ada berbagai harapan yang disampaikan pada acara serah terima jabatan (sertijab) Ketua Shiroite Karate Siantar-Simalungun. Salah satu yang terpenting adalah, olahraga ini mampu menjadi wadah pemuda untuk terbebas dari pengaruh narkoba.
Sertijab Shiroite Karate Siantar-Simalungun dari Mayor CPM Sutrisno SE kepada Mayor CPM Joko Murtiyono, Jumat (9/12)
Sertijab tersebut berlangsung pada Jumat (9/12) pukul 15.00 WIB di Madenpom 1/I Pematangsiantar Jalan Diponegoro, Siantar Barat dari ketua lama Mayor CPM Sutrisno SE kepada Mayor CPM Joko Murtiyono.

Dalam sambutannya, Mayor CPM Sutrisno SE berharap agar ketua yang baru tetap membina Shiroite Karate dengan sebaik mungkin agar olahraga ini menjadi ‘pelindung’ para generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.

“Kita sangat prihatin atas kejahatan narkoba yang menggurita belakangan ini. Dan, melalui Shiroite Karate, kita berharap pemuda bisa jauh dari narkoba dan menjalani pola hidup sehat, karena masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda,” ujarnya.

Dan, harapan yang sama juga disampaikan ketua yang Mayor CPM Joko Murtiyono. Dia mengatakan bahwa olahraga adalah salah satu wadah yang sangat ‘jitu’ dalam menangkal kejahatan narkoba.

“Di setiap latihan, kita juga harus menekankan kepada atlet tentang kejahatan narkoba. Harus ditekankan bahwa dipastikan masa depan akan suram bila pemuda sudah tersangkut narkoba. Penjara, penyakit bahkan kematian yang akan jadi ganjarannya,” ujar Mayor CPM Joko Murtiyono.

Dia juga berharap, wadah Shiroite Karate ini juga mampu mempererat tali persaudaraan, wadah menjalin kekompakan dan meneguhkan semanagat NKRI kepada pemuda.

“Kita harus jadikan wadah-wadah positif seperti Shiroite Karate ini menjadi wadah meneguhkan semangat NKRI. Kita harus kampanyekan bahwa kita adalah satu di dalam Pancasila. Karena kesatuan kita akan mampu menangkal musuh-musuh yang bermaksud menyerang kita,” tegasnya.

Acara sertijab ini juga turut dihadiri para perwira dan Komandan Sub Denpom, sejumlah pengurus Shiroite Karate, seperti Richard Simanjuntak DAN III selaku komisi teknik, dan Riama Pangaribuan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para atlet Karate Amura-Shiroite mengikuti gashuku atau penutupan latihan akhir tahun dan ujian kenaikan tingkat.

Komisi Teknik Shiroite Karate Siantar-Simalungun Richard Simanjuntak DAN III mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap akhir tahun. Dikatakan, ini merupakan salah satu evaluasi dan pemantapan atlet, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka.

Dikatakan, untuk tahun ini, gashuku dilaksanakan di SMPN 2 Kecamatan Siantar, Simalungun, di Jalan Ulakma Sinaga, Senin (12/12), yang diikuti 250 atlet.

Gashuku ini juga dihadiri sejumlah tim penguji, antara lain Dedi Purba DAN II dari Sumatera Utara, Soritua Sinaga DAN I, Togar Towanobon DAN I dan Sertu Sahat Nainggolan selaku Komisi Teknik Amura. (TT/int)