7.11.16

Foto Hot dengan Mantan Berdedar, Dewi Persik Marah Besar

Dewi Persik.
TobaTimes - Artis penuh kontroversi Dewi Persik sudah mengetahui bahwa akun Instagram miliknya sedang diretas.

Wanita yang karib disapa Depe itu juga sudah tahu sang hacker mengunggah foto hot dirinya dengan Aldi Taher yang ternyata adalah editan. Depe pun kaget dan tak menyangka akunnya tengah di-hack.

“Ya kaget pastinya, kok bisa,” ujar Fanny manajer Depe.

Mantan istri Saipul Jamil itu pun marah-marah melihat akunnya dikerjai hacker tak bertanggung jawab.

“Dia marah-marah ya. Dia pulang shooting malam tahu ada itu, ya marah-marah dia. Kok ada orang kayak gitu,” ujar Fanny. (TT/int)

Warga Tanjungbalai Sulit Dapat Elpiji 3 Kg


TobaTimes, Tanjungbalai - Masyarakat Tanjungbalai kembali mengeluh dan resah disebabkan susahnya memeroleh gas elpiji tabung 3 kg. Tabung gas subsidi pemerintah itu raib bak ditelan bumi.

Ilustrasi.

Belakangan akhirnya muncul di pasaran, tapi harga melebihi batas harga eceran tertinggi (HET) di Kota Tanjungbalai, yaitu berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per tabung. Seharusnya, sesuai HET hanya Rp16 ribu per tabung.

“Lama hilang dari pasar dan tiba-tiba muncul, tapi harganya mahal. Tak sesuai HET,” keluh Santi, salah seorang ibu rumah tangga di Pasar Baru, Minggu (6/11).

Anggota DPRD Kota Tanjungbalai Herna Veva saat membacakan pandangan umum mendesak Kepala Dinas Perdagangan dan Kabag Perekonomian segera menstabilkan harga dan melakukan evaluasi kinerja seluruh pangkalan yang ada di Kota Tanjungbalai. Ia mengatakan, jika dihitung dari jumlah tabung untuk masyarakat sudah sangat mencukupi, yaitu sebanyak 126.945 tabung per bulan.

Atas kelangkaan gas LPG 3 kg ini, Veva mencurigai adanya permainan dari para agen-agen untuk menaikkan harga LPG diatas harga HET atau disinyalir adanya penyeludupan gas LPG 3 kg keluar daerah kota Tanjungbalai, dan Fraksi PDI Perjuangan berharap hal ini segera dituntaskan secepatnya.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Buyung Pohan, meminta jawaban dari Pandangan Fraksi berdasarkan jawaban Walikota pada Paripurna DPRD, Rabu (2/11) lalu yang mana Walikota memberi jawaban bahwa dari tanggal 3 sampai tanggal 5 November (3 hari) akan mendroping gas elpigi 3 kg kepada masyarakat, namun sampai saat ini belum ada kejelasan, untuk itu Buyung Pohan mendesak Walikota agar Agen segera menyalurkan ke masyarakat sesuai mekanisme. (TT/int)

"Horas!" kata Sandiaga, Ibu Ini Balas: Nomor dua, Menang Nomor Dua!


TobaTimes, Jakarta - Minggu (6/11/16), Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Ciracas, Jakarta Timur. Dalam kunjungan itu, Sandiaga bertemu seorang ibu pedagang pasar, pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Sandiaga Uno.
Pedagang tersebut merupakan ibu paruh baya penjual sayur yang berada di lantai dasar Pasar Ciracas. Sandiaga menyapa banyak pedagang di dalam pasar. Tak hanya pedagang, pengunjung pasar juga disapa Cawagub DKI nomor pemilihan tiga itu.

Lalu, Sandiaga memperkenalkan diri dan bertemu dengan ibu tadi. Karena mengetahui ibu tadi berasal dari Sumut, Sandiaga menyapa, "Horas...". Tapi ibu tersebut malah menunjukan simbol dua jarinya.

"Nomor dua, menang nomor dua," kata ibu itu mengangkat dua tangannya dengan simbol dua jari.

Melihat tingkah si ibu, Sandiaga merespon dengan sedikit tertawa, termasuk rombongan relawan. Bahkan, tawa pun pecah dari sejumlah pedagang lainnya. "Enggak apa-apa, demokrasi," ujar seorang pengunjung pasar.

Kepada media, Sandiaga malah menyampaikan pengalaman itu. Sandiaga menyarankan Ahok sebaiknya mengunjungi pasar tersebut.

"Pak Basuki mesti datang ni ya ke Pasar Ciracas ini. Tadi saya ketemu ibu-ibu dari Sumatera Utara, dia bilang tetap nomor dua...tetap nomor dua," ujar Sandiaga tertawa.

Sandiaga mengaku ingin menyerap aspirasi pedagang pasar. Pria yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia itu mendengar beberapa keluhan, seperti masalah sewa, harga, dan juga kesejahteraan pedagang. (TT/int)

6.11.16

Terjatuh dari Pipa PDAM, Warga Kisaran Tewas


TobaTimes, Asahan - Seorang pemuda bernama Arifin (22) tewas setelah terjatuh dari pipa air PDAM yang menghubungkan antara Jalan Imam Bonjol dan Jalan HM Yamin Kisaran, Sabtu (5/11) sekitar pukul 19.00 WIB.

Ilustrasi.
Setelah terpeleset dari pipa PDAM, tubuh korban langsung terjatuh ke Sungai Silau dan terseret arus. Menurut keterangan Anwar rekan korban saat dikonfirmasi wartawan, korban merupakan warga Jalam Panglima Polem Ujung, Lingkungan IV, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kisaran Barat.

Anwar yang ditemui di IGD RSU HAMS Kisaran mengatakan, korban bersama beberapa temannya kerap melintasi pipa milik PDAM yang terpasang disisi jembatan itu, dan saat korban melintas di atas pipa tersebut dalam kondisi hujan turun. “Mungkin dia terpeleset dan jatuh ke Sungai Silau itu,” ujarnya

Anwar juga mengatakan saat korban terpeleset, posisi kedua kakinya agak melebar sehingga kemaluan korban mengenai pipa tersebut, sehingga dia tersendak dan akhirnya tercebur ke Sungai Silau yang airnya sedang naik atau banjir akibat hujan mengguyur setiap harinya.

Korban terjatuh mungkin dalam posisi tidak sadarkan diri, dan terbawa arus sungai silau. Selama ini korban diketahui pandai berenang, namun naas baginya dia tidak dapat menyelematkan diri.

Warga masyarakat sekitar langsung memberikan bantuan untuk mencari korban dengan memasang jaring maupun terjun ke sungai. Setelah hampir satu jam dilakukan pencarian korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban dilarikan ke IGD RSU HAMS Kisaran oleh warga untuk dilakukan visum et repertum. (TT/int)

Yayasan Robbani Bangun SD Islam Terpadu


TobaTimes, Rantauprapat - Yayasan Sosial pendidikan dakwah Islam Robbani meletakkan batu pertama dalam pembangunan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Jalan Padat Karya, Lingkungan Aek Tapa Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (5/11).

Wakil bupati meletakkan batu pertama pembangunan SDIT di Aek Tapa.
Acara peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Dasar Islam terpadu tersebut, dihadiri Wakil Labuhanbatu Bupati H Andi Suhaimi, plt Camat Rantau Selatan Parjuangan Hasibuan berserta perwakilan dari dinas pendidikan dan tokoh masyarakat.

Wakil bupati dalam sambutanya mengatakan bahwa pemerintah mendukung pembangunan Sekolah Dasar Islam Terpadu. Pembangunan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat Labuhanbatu untuk mecerdaskan anak-anak usia dini dan sekaligus memberikan kontribusi yang nyata bagi pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.

“Kami sangat bangga Yayasan Robbani telah memberikan kontribusi yang nyata di bidang pendidikan bagi kabupaten Labuhanbatu dan sepatutnya mendapatkan dukungan dari pemerintah,” katanya.

Dengan adanya pendidikan agamis untuk anak-anak di tingkat dasar di Labuhanbatu mudah mudahan dapat menjadikan generasi yang terpelajar dan mengerti agama serta dapat mengurangi pergaulan bebas dan terbebas dari bahaya narkoba di kemudian hari.

Sementara Ketua Yayasan Sosial Pendidikan Dakwah Islam Robbani Rantauprapat Fuji Hartoyo mengatakan dia akan membangun sekolah di atas tanah lebih kurang enam rante dan berharap pembangunan terlaksana sesuai harapannya.

“Rencananya akan dibangun 20 lokal di tanah seluas lebih kurang enam rante ini dan saya berharap agar masyarakat memberikan dukungan spritual dan dapat menerima keberadaan SDIT Robbani ini,” ujarnya.

Semoga pembangunan ini terlaksana sesuai harapan dan selesai pada april 2018 dan sudah bisa di gunakan pada tahun ajaran 2018. Tokoh masyarakat KH Muhammad Darwis Husin Lc yang hadir dalam acara peletakan batu pertama SDIT juga memberi dukungan dan bangga di lingkungan Aek Tapa ada Sekolah Dasar Islam Terpadu dari Yayasan Robbani.

“Saya sangat bangga karena di lingkungan tempat saya tinggal ada berdiri SDIT,” kata Darwis yang juga menjabat sebagai Ketua Mui Labuhanbatu. (TT/int)

MTS Negeri 2 Rantauprapat Dapat Bantuan BSM


TobaTimes, Rantauprapat - MTS Negeri 2 Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu menerima bantuan dana tunai dari Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Rantauprapat.

Kakan Kemenag Kabupaten Labuhanbatu Drs H Dahman Hasibuan saatacara penyerahan bantuan.
Ketua Komite MTsN2 Rantauprapat Kaharuddin R Nasution menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk membangun sejumlah fasilitas, antara lain untuk untuk keperluan pembangunan pondok baca siswa, ruang shalat, ruang istirahat kepada pelajar, baik waktu istirahat belajar mengajar maupun menunggu waktu masuknya bimbingan belajar.

“Sekolah ini memang sangat memerlukan bantuan dari masyarakat maupun donatur. Banyak yang harus dibenahi dan diperbaiki. Jika kita akui dan lihat sendiri, apa yang ada sekarang sangatlah miris,” kata Kaharuddin, sebelum penyerahan bantuan sebesar Rp20 juta itu.

Kepala MTsN2 Rantauprapat dra Hj Normawati MA mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas keperdulian pihak BSM cabang Rantauprapat. Kedepan, pihak lain dapat memperhatikan dunia pendidikan akan semakin baik.

“Bantuan ini tidak terlepas peran serta pihak komite yang melakukan komunikasi keberbagai pihak. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat atas bantuan ini,” akunya.

Sementara, Kepala BSM cabang Rantauprapat Basyrah Siregar mengatakan bahwa mereka akan terus konsentrasi untuk mengangkat dunia pendidikan agar semakin maju.

Diaberharap, dengan adanya bantuan itu, fasilitas yang ada di sekolah dapat sedikit terbantu demi kelancaran proses belajar dan mengajar. "Dengan adanya penambahan fasilitas, semoga guru maupun pelajar semakin giat untuk melaksanakan tugas maupun proses belajar mengajar,” terangnya.

Sedangkan Kakan Kemenag Kabupaten Labuhanbatu Drs H Dahman Hasibuan dalam arahannya memastikan dirinya akan membantu dan mendukung bertambahnya seluruh fasilitas yang diperlukan MTsN2 Rantauprapat.

“Terimakasih kepada BSM cabang Rantauprapat atas keperdulian dan perhatiannya,” ujar Dahman dihadapan puluhan guru. (TT/int)

Kapal Nelayan Tenggelam, 4 Orang Hilang Diseret Arus


TobaTimes, Tanjungbalai - Cuaca buruk yang terjadi di perairan Selat Malaka menyebabkan sebuah kapal nelayan KM Usaha Damai no 131 yang beranggotakan 11 ABK, dikabarkan tenggelam.

Petugas Gabungan Basarnas Airud dan TNI AL saat melakukan pencarian.
Tujuh Anak Buah Kapal (ABK) selamat, sedangkan empat lagi masih dalam pencarian. Kempat orang yang dikabarkan hilang tersebut merupakan warga Kota Tanjungbalai yakni Heru, Latif, Budi dan Adnan.

Menurut informasi, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/11) di Perairan Selat Malaka, tepatnya di daerah Jermal Telek atau sekitar 7 mill dari bibir pantai.

Kapos Basarnas Tanjungbalai-Asahan Zul Indra membenarkan hal tersebut. Dikatakan Zul, pihaknya masih melakukan pencarian terhadap empat ABK yang hilang terseret arus.

"Sekitar pukul 09.00 wib tadi pagi kita mendapatkan laporan tersebut dan saat ini kita telah berkoordinasi dengan pihak Pol Airud dan TNI AL," ujarnya.

Akibat cuaca buruk yang melanda perairan Selat Malaka petugas gabungan Basarnas, Pol Airud dan TNI AL yang telah melakukan pencarian selama 4 jam akhirnya menghentikan pencarian. Menurut Kapos Basarnas Zul Indra pencarian akan dilakukan selama tiga hari ke depan.

"Karena cuaca yang tidak memungkinkan kita lanjutkan besok, hingga tiga hari ke depan,” ujarnya kepada wartawan yang juga ikut dalam pencarian.

Selain itu karena cuaca yang ekstrim banyak kapal nelayan terlihat lego jangkar di sekitar satu mil dari bibir pantai. Menurut beberapa nelayan yang ditemui awak media ini cuaca ekstrim mulai terjadi sejak dua minggu terakhir.

Dan Lantamal 1 Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan melalui Kadispen Lantamal 1 Mayor Laut (KH) S Sinaga mengatakan, saat ini nahkoda KM Usaha Damai beserta 6 orang ABK masih diambil keterangannya di Pos Pol Air Tanjungbalai.

“Nelayan yang selamat masih dimintai keterangannya di Kantor Polisi Perairan Tanjungbalai,” ujar Sinaga. (TT/int)

Usai Bunuh Teman, Dia Gantung Diri di Pohon Aren


TobaTimes, Simalungun - Riki Pradana Sinaga (18) tak tertolong. Ia menghembuskan nafas terakhir saat mendapat perawatan di rumah sakit. Tubuhnya pada bagian kepala, penuh luka setelah dihujami arit dan parang. Terakhir, pelaku yang merupakan sahabat korban, juga mengakhiri hidup dan bunuh diri di pohon aren.

Ilustrasi.
Peristiwa sadis yang menggemparkan warga Kecamatan Dolok Batu Nanggar itu terjadi di Huta III Songal, Nagori Bahtobu, tepatnya di depan rumah Muhammad Sarifuddin, berjarak 100 meter dari rumah korban, Jumat (4/11) sekira pukul 21.30 WIB.

Saat itu Riki yang berstatus pelajar SMK itu sedang duduk santai bermain gitar bersama lima temannya. Tak lama kemudian, pelaku Dedi Setiawan (28) terlihat datang ke lokasi dengan mengendarai sepedamotornya. Begitu sampai di sana, pelaku tak banyak bicara.

Ia langsung memarkirkan sepedamotornya di hadapan korban. Selanjutnya Riki yang semula bercanda gurau dengan teman-temannya, beranjak dari tempat duduknya. Maksudnya adalah hendak menggeser sepedamotor miliknya karena ia berniat pergi ke warung untuk membeli sesuatu.

Saat itulah peristiwa naas itu terjadi. Riki yang sedang menggeser kreta dan posisinya membelakangi, langsung didatangi Dedi. Yang bikin kaget teman-teman korban, di tangan Dedi sudah ada sebilah arit. Diduga senjata tajam itu sudah dipersiapkan dan dibawanya dari rumah.

Selanjutnya, tanpa sepatah kata pun, Dedi langsung mengayunkan arit itu ke kepala Riki.

Pada beberapa bacokan, Riki sempat menangkis, sehingga jari-jari tangannya nyaris putus. Setelah itu, pelaku kemudian mengayunkan kembali aritnya secara membabibuta hingga kepala korban mengalami luka bacokan yang cukup parah dan nyaris hancur.

Parahnya, arit yang dibacokkan pelaku itu juga menancap dan tertinggal di leher korban. Kesadisan pelaku tak berakhir sampai di situ. Pelaku juga membacokkan parang yang diduga sudah dipersiapkan dan juga dibawanya.

“Belum puas juga dia setelah membacokkan arit. Dia juga menusukkan parang yang ada di tangannya ke bagian dada Riki,” ujar Sumarni, bibi korban menceritakan apa yang didengarnya dari warga.

Tak hanya di dada, parang juga dibacokkan ke bagian punggung korban secara membabibuta.

“Padahal saat itu Riki sudah terjerembab di tanah dan tertimpa sepedamotornya yang tadinya hendak digeser,” katanya sedih.

Tak lama kemudian, setelah melihat korban tak berdaya, pelaku langsung melarikan diri dengan mengendarai sepedamotornya.

Berselang tiga puluh menit kemudian atau sekira pukul 22.00 WIB, Sumarni yang juga Pangulu Bah Tobu datang ke tempat kejadian setelah mendapat informasi dari warga. Selanjutnya ia langsung membawa korban ke RS Horas Insani.

“Tapi karena luka yang dideritanya cukup parah, pihak rumah sakit menyarankan agar korban dirujuk ke RSUD Dr Djasamen saragih Pematangsiantar,” jelasnya.

Namun sayang, saat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Djasamen Saragih sekira pukul 00.30 WIB pada Sabtu (5/11), nyawa korban tak tertolong. Riki pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Di rumah sakit, ibu, adik dan oppung korban langsung histeris begitu mengetahui anak dan cucu kesayangannya telah tiada. Mereka terlihat langsung lunglai dan tak sadarkan diri. Begitu sadar kembali, ibunya Legiani langsung berteriak-teriak.

"Mana anakku... Mana anakku... Anakku tidur kan? Anakku tidak mati kan?" katanya histeris.

Tak lama setelah itu, jasad korban pun diboyong ke Instalasi Forensik RSUD Dr Djasamen Saragih untuk diotopsi.

Sementara itu di Nagori Bah Tobu, warga yang mengetahui kebrutalan pelaku, langsung marah atas peristiwa yang terjadi.

Tanpa dikomandoi, ratusan warga keluar rumah untuk mencari pelaku. Melihat warga yang sudah tersulut emosi itu, personel Satuan Reskrim Polsek Serbalawan yang sudah berada di TKP, langsung mengamankan orangtua pelaku dengan cara mengungsikannya dari rumahnya.

Kemudian polisi yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Serbalawan Iptu Subakir berusaha menenangkan warga, tapi tak berhasil. Seolah emosi warga tak terbendung. Mereka menyisir beberapa tempat untuk menemukan Dedi.

Sekira pukul 01.00 WIB, pelaku akhirnya ditemukan warga. Namun saat itu kondisinya sudah tak bernyawa. Dedi ditemukan tewas tergantung di pohon aren yang berada di belakang rumahnya.

Hal itu ternyata belum diketahui semua warga. Ratusan orang yang masih menyisir kampung itu sebelumnya sempat melihat sepedamotor Yamah jupiter korban yang terparkir tak jauh dari kediamannya. Selanjutnya tanpa dikomandoi, sepedamotor itu pun dibakar massa.

Polisi yang mengetahui kejadian kembali berusaha menenangkan warga yang sudah emosi. Aksi mulai reda setelah polisi memberitahukan bahwa korban ditemukan sudah tak bernyawa dan tergantung di pohon aren. Setelah itu polisi menyarankan warga kembali ke rumahnya masing-masing.

Selanjutnya, setelah suasana reda, polisi menurunkan jasad Dedi dari atas pohon aren. Kemudian jenazah diboyong ke Instalasi Forensik RSUD Dr Djasamen Saragih untuk keperluan visum. Sebelumnya saat diperiksa tim medis, tanda-tanda Dedi bunuh diri sudah ditemukan oleh tim medis dan personel Sat Reskrim Serbalawan. Namun untuk memastikannya, jenazah pelaku pun divisum lagi.

Kapolsek Serbalawan AKP M Surbakti melalui Kanit Reskrim Iptu Subakir SH, membenarkan adanya kejadian pembunuhan yang menewaskan Riki Pradana Sinaga tersebut. Dia mengungkapkan, saat ini personel Sat Reskrim Polsek Serbalawan masih melakukan penyelidikan untuk menyingkap motif pembunuhan yang dilakukan pelaku.

“Kita sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa bangkai sepedamotor yang sudah hangus terbakar, sebilah arit dan parang, serta seutas tali nilon yang dipergunakan pelaku untuk gantung diri,” katanya. (TT/int)

Tertangkap Basah Mencuri, Wanita Paruh Baya Pura-pura Gila



TobaTimes, Simalungun - Seorang wanita paruh baya tanpa identitas jelas diamankan petugas Polsek Saribudolok setelah kepergok memanen kentang milik warga di perladangan Pasar Lama, Kelurahan Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sabtu (5/11) sekira pukul 07.00 WIB.

Ilustrasi.
Menurut informasi, pagi itu wanita ini ditemukan tengah memanen kentang milik Langsar Girsang. Saat ditemukan, wanita mengaku Boru Sinaga ini sudah mengumpulkan kentang sebanyak satu karung atau sekira 40 Kilogram.

“Tadi pagi saya sontak terkejut, wanita pencuri ini tengah asyik memanen kentang saya dari lahan,” kata Langsar Girsang.

Langsar menjelaskan, kentang miliknya dipanen orang tidak dikenal bukan kali ini saja. Di lahan itu, tanaman kentang miliknya telah dipanen orang tidak dikenal untuk kedua kalinya. Geram akan kejadian itu, maka ia mengamati tanaman kentang miliknya dari kejauhan, memastikan siapa pelaku pencurian. Tertangkap basah, pagi itu seorang wanita memanen kentang miliknya.

“Ini bukan pertama kalinya kentang saya itu dicuri. Oleh karena itu, saya curiga pelaku pertama juga adalah dia (Boru Sinaga, red). Kurang lebih 1.000 batang sudah dibongkar (dipanen) olehnya. Bahkan modusnya juga lumayan pintar. Selesai dibongkar, setelah itu ditimbun kembali dengan batang tetap ke atas, seolah olah tidak disentuh,” urai Langsar.

Kanit Reskrim Polsek Saribudolok Iptu S Sinaga melalui Brigadir E Siringo-ringo membenarkan kejadian. Pihaknya telah menangani kasus itu. Hanya saja, pihak kepolisian sedikit kewalahan saat memeriksa tersangka, karena pelaku berlagak setengah kurang waras.

“Iya, kita sudah amankan pelaku. Tetapi setiap pertanyaan yang kita lemparkan, tersangka selalu memberikan jawaban yang tak sesuai dengan pertanyaan,” pungkasnya.(TT/int)

Mandi di Sungai, Juliandi Nainggolan Hanyut dan Ditemukan Tewas



Tim saat mengevakuasi jasad korban.

TobaTimes, Tapteng - Seorang bocah SD bernama Juliandi Naingggolan (8), warga Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng hanyut saat sedang mandi di muara sungai Sibuluan sejak Jumat (4/11) sekitar pukul 16:00 WIB.

Sabtu (5/11) kemarin sekitar pukul 10:30 WIB, Juliandi berhasil ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Humas Pos SAR Sibolga Muhammad Abdu Hasibuan mengatakan, korban hanyut itu pertama kali ditemukan nelayan tradisional dengan kondisi telungkup di sekitar Pulau Situngkus yang berjarak sekitar 5 Mil dari lokasi awal hanyutnya Juliandi.

“Yang menemukan nelayan dan langsung mengabari kita waktu pencarian lokasi penemuan 5 mil dari lokasi kejadian arah ke pulau situngkus keadaan telungkup waktu di temukan,” ujar Abdu.

Setelah berhasil menemukan korban, tim SAR langsung mengevakuasi korban dibantu pihak terkait dan masyrakat untuk dibawa ke Rumah Sakit terdekat dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga.

Sebelumnya, Juliandi hanyut diduga karena tidak pandai berenang saat sedang asik mandi-mandi bersama teman-temannya sepulang sekolah. Hal itu sesuai laporan yang diterima pihaknya pada Sabtu (5/11) sekitar pukul 04:15 WIB dini hari. Laporan disampaikan kerabat korban bernama Endar Syahputra. Tim pencari langsung diterjunkan.

“Dilaporkan ke Basarnas jam 04.15 WIB pagi tadi. Ini baru tanya teman-temannya, ternyata korban tidak tahu berenang,” ujar Abdu.(TT/int)