3.2.20

Kakek Melompat ke Jurang Sedalam 15 Meter


TobaTimes - Seorang kakek bernama Suken (60), ditemukan tewas setelah melompat ke dalam sungai dengan ketinggian diperkirakan 15 meter dari jembatan Sungai Bah Kisat, Nagori Maligas Tongah, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun

Jasad kakek Suken ditemukan di pinggir sungai.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (1/2) sekira pukul 08.00 WIB. Korban yang merupakan warga Huta I Margosono, Nagori Mekar Mulia, Kecamatan Tanah Jawa itu ditemukan tersangkut di batu pinggir sungai dengan kondisi sudah tidak benyawa.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol J Purba saat dikonfirmasi via selulernya, Minggu (2/2) sekira pukul 13.30 WIB membenarkan kejadian tersebut.

"Mayat korban ditemukan berjarak 200 meter dari Jembatan Bah Kisat, mengalami luka pada pelipis kanan diduga karena terbentur ke dasar sungai dan mengena ke batu," ujarnya.

Kompol J Purba menceritakan, sebelum kejadian, saksi Romiadi (33) seorang Karyawan Kebun Balimbingan melintas mengenderai sepedamotornya dari kuburan Maligas Tongah.

Kemudian Romiadi melihat Suken menyetop kendaraannya dan minta tolong untuk diantarkan ke Nagori Tanjung Pasir. Romiadi lalu membonceng korban.

Namun Romiadi yang bekerja sebagai Karyawan PTPN IV Kebun Balimbingan dan harus mengikuti apel pagi di Kantor Afdeling II Bah Kisat. Maka korban diturunkan di dekat pondok Bah Kisat.

Romiadi berpesan, nanti setelah apel, ia akan mengantar kakek tua itu ke Tanjung Pasir. Setelah Romiadi selesai apel pagi, selanjutnya mencari korban.

Namun tidak ditemukan lagi di tempat yang semula, kemudian Romiadi mencarinya ke Jembatan Bah Kisat dan menemukan sandal korban berada di atas jembatan.

"Diduga korban melompat ke dalam sungai dengan ketinggian diperkirakan 15 meter dari jembatan. Mayat korban ditemukan oleh menantunya bersama masyarakat tersangkut di batu pinggir sungai dengan kondisi sudah tidak benyawa," sebutnya.

Atas kejadian tersebut, masyarakat mendadak heboh memadati sungai Bahkisat dan mayat korban dievakuasi dari dalam sungai dan dinaikkan ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah duka.

"Dari hasil keterangan menantu korban bernama Hasan bahwa korban mengidap sakit menahun yaitu penyakit Parkinson sudah 9 tahun dan harus mengkonsumsi obat setiap hari," katanya. (bbs/int)

Dini Hari, 24 Rumah Karyawan Terbakar


TobaTimes - Sebanyak 24 rumah di Perumahan Karyawan PT Maju Indo Raya (MIR) Desa Simarlelan, Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), habis terbakar pada Sabtu (1/2/20) dini hari.

Rumah karyawan terbakar.

Kapolsek Batangtoru AKP DMZ Harahap mengatakan, penyebab kebakaran hebat itu belum diketahui secara pasti, namun saat kejadian, listrik dilaporkan sedang padam.

“Setiap malam aliran listrik di perumahan karyawan selalu mati pukul 23.00 WIB dan hidup kembali pada pukul 04.00 WIB,” kata Kapolsek.

Dikatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. “Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, akan tetapi asal api diduga  dari rumah milik warga yang ikut terbakar,” ujar DMZ Harahap.

MenurutKapolsek, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB dengan dibantu warga dan petugas.

“Rencana tindak lanjut akan menyelidiki penyebab kebakaran dan memeriksa beberapa saksi. Dan untuk korban sampai saat ini masih mengungsi di lokasi yang disiapkan pihak perusahaan,” kata Kapolsek.

“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian akibat bencana kebakaran ini ditaksir untuk mencapai Rp1 miliar,” katanya lagi. (bbs/int)

16.10.19

Walikota Medan Dzulmi Eldin Ditangkap KPK


TobaTimes - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Walikota Medan Dzulmi Eldin. Eldin dibawa ke Jakarta hari ini, Rabu (16/10/19).

Ilustrasi.
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (16/10/19). "Kepala daerah dibawa pagi ini ke Jakarta. 6 orang lain masih diperiksa di Polrestabes Medan," kata Febri Diansyah kepada wartawan.

Dia memang belum menyebut identitas para pihak itu. Febri juga belum menjelaskan kasus yang membuat Eldin terjaring OTT.

"Uang yg diamankan lebih dari Rp 200 juta. Diduga praktik setoran dari dinas-dinas sudah berlangsung beberapa kali," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

Belum disebut duit itu berasal dari mana. Febri mengatakan selain Eldin, KPK juga mengamankan 6 orang lainnya.

Ketujuh orang yang diamankan itu masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1x24 jam sebelum menentukan status hukum mereka.

Menurut informasi, total 7 orang diamankan, yaitu dari unsur Kepala Daerah, Kepala Dinas PU, protokoler dan ajudan wali kota, swasta," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (16/10/19).

"Tim sedang mendalami lebih lanjut," ucap Febri. (bbs/int)

6.8.19

Kristina Gultom Siswi SMK Taput, Tewas Mengenaskan dan Diduga...


TobaTimes - Siswi SMK Kristina Br Gultom (20) ditemukan tewas dalam posisi telungkup tanpa busana di perladangan Dusun Pangguan Hutapea Banuarea Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Senin (5/8/19).

Proses evakuasi jasad Kristina Gultom.
Penemuan mayat Kristina yang diduga korban pemerkosaan ini sedang viral di media sosial Facebook. ALFONSO Situmorang merupakan satu di antara warganet yang membagikan penemuan mayat Kristina yang diketahui sebagai pelajar SMK Swasta Karya Tarutung.

Alfonso Situmorang membagikan empat foto dan satu video, yang disertai status sebagai berikut di sebuah grup. Saat ini Penyidik Polres Taput telah mengevakuasi mayat dan masih proses penyelidikan.

Informasi yang diperoleh, jenazah Kristina ditemukan dalam posisi telungkup tanpa busana. Jenazah Kristina ditemukan di antara semak pohon bambu dekat perladangan warga, sekitar pukul 08.00 WIB.

Pada video yang dibagikan Alfonso Situmorang, terlihat seorang perempuan mangis tersedu-sedu di sekitar lokasi penemuan jenazah Kristina.

Perempuan yang menangis meraung-raung itu diduga sebagai ibu korban. Itu diketahui dari kata-kata yang diucapkannya dan menyebut ingin melihat wajah putrinya.

Jenazah Kristina telah dievakuasi dari lokasi penemuan menggunakan mobil ambulans milik Dinas Kesehatan Pemkab Taput.

Terlihat warga sangat banyak yang berada di lokasi penemuan jenazah Kristina. Dari percakapan yang terdengar di video, Kristina sedang PKL di kantor pemerintahan.

Ada yang menyebut di Kantor Dispora Tapanuli Utara, dan ada juga yang menyebut di Kantor Bupati Tapanuli Utara,

Kristina ditemukan oleh ayahnya, Sardi Gultom dan sejumlah warga lainnya yang memang melakukan pencarian, setelah Kristina tidak pulang ke rumah dan tak bisa dihubungi.

Jenazah korban dievakuasi sekitar pukul 11.20 menuju Rumah Sakit Tarutung untuk divisum. Sementara, polisi masih berada di lokasi penemuan mayat dan telah membuat police line.

Dikabarkan, terduga pelaku sdah diamankan di Polres Taput untuk dimintai keterangan.

Kasubbag Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Sutomo M Simaremare mengatakan, Polres Tapanuli Utara berjanji segera mengungkap kasus kematian Kristina siswi SMK Swasta Karya Tarutung yang diduga diperkosa sebelum dibunuh.

“Polisi sedang mendalami kasus kematian Kristina ini,” ujar Sutomo M Simaremare.

Kata Sutomo, Kristina merupakan siswi kelas XII, SMK Karya Tarutung, warga Dusun Barbaran Huta Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Sehari-hari tinggal bersama kedua orang tuanya dan sedang menjalani praktik kerja lapangan di Kantor Dispora Taput.

Sardi menemukan putrinya sudah dalam keadaan tidak bernyawa di kebun yang tidak jauh dari rumahnya.

Mendapat informasi tersebut, petugas Satreskrim Polres Taput pada pukul 08.00 WIB pun bergegas menuju lokasi korban ditemukan.

Sutomo menjelaskan, saat melakukan olah TKP, petugas mengamankan barang bukti dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Tarutung. Korban ditemukan tanpa busana.

Korban merupakan putri dari pasangan Tiomasretna boru Simatupang dan Sardi Gultom.

“Ya, mendekati kebetulan korban tanpa busana, tapi kita belum bisa pastikan. Tapi, masih kita dalami agar tidak simpang siur,”ujar Sutomo.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan pakaian dalam (bra) korban sekitar 3 meter. Lalu, 1 meter dari posisi korban didapati celana dalam korban.

“Kemudian pukul 11.20 WIB kami dibawa ke Rumah Sakit Umum Tarutung untuk mendapatkan visum,” jelasnya.

Siapa diduga pelaku? Aiptu Simaremare mengaku masih mendalami kasus tersebut.

Namun, saat ini Polres Taput sudah mengamankan seseorang yang menurutnya belum bisa disebut namanya.

“Proses penyelidikannya kan harus cepat. Jadi artinya kami di situ kan lagi proses, dan berusaha mengungkap ini,” jelas Sutomo.

“Kalau sekarang pihak polres lagi berusaha mengungkap. Sesuai petunjuk alibi masyarakat, ada seseorang kita amankan. Tapi belum bisa kita sebut ke publik siapa namanya kalau belum terbukti,” sambungnya.

Seorang warga Darisson Hutapea, warga dusun Bahal Nagodang desa Hutapea Banuarea Kecamatan Tarutung, Taput mencuriga seorang pria.

Darisson curiga kepada RH. Karena pada Minggu (4/8) sore Darisson melihat RH berboncengan dengan seorang perempuan berbaju merah di sekitaran dusun Sitolu-tolu.

Di lokasi RH berboncengan dengan perempuan berbaju merah itu, ayah korban bersama saksi Sanggam memutuskan untuk melakukan penyisiran ke arah Dusun Sitolu-tolu.

Sanggam Hutapea langsung melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan dengan dalam posisi telungkup di bawah pohon bambu dan salak. (bbs/int)

Ini Penyebab Boru Sagala Mengakhiri Hidup di Pohon Mangga


TobaTimes - Seorang perempuan ditemukan tewas tergantung di pohon dekat kontrakannya di Jalan Nusa Indah, Kompleks Pemda, Medan Selayang, Medan, Senin (5/8/19) pagi.

Jasad Florintina diturunkan dari pohon mangga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad perempuan bernama Florentina Br Sagala (49) itu pertama kali ditemukan anak tetangganya yang juga pemilik kontrakan.

"Anak saya yang kabari, kebetulan setiap pagi pukul 06.00 Wib menyapu halaman rumah sebelum berangkat ke sekolah," jelas Joni Sitanggang, tetangga Fiorentina.

Peristiwa itu lalu dilaporkan ke kepala lingkungan (kepling) setempat dan diteruskan ke kepolisian. Tak lama berselang, petugas Polsek Delitua bersama Babinsa tiba di lokasi.

Petugas langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya, mereka mengevakuasi jasad Fiorentina ke rumah sakit.

Belum ada keterangan resmi terkait kejadian ini. Namun warga menduga Fiorentina nekat bunuh diri karena masalah rumah tangga.

Joni mengatakan Fiorentina baru 4 bulan mengontrak di rumahnya. Menurut dia, keluarga tetangganya itu memang kurang harmonis karena himpitan ekonomi.

Sementara Kepala Lingkungan IX, Kelurahan Selayang, Medan Tuntungan, Roni (40) mengatakan, aksi bunuh diri diduga terjadi sekitar pukul 06.00 Wib.

"Menurut petugas jaga malam sekitar pukul 05.00 Wib belum ada kejadian," sebutnya.

Dia juga mengatakan, Fiorentina punya terhimpit masalah ekonomi. "Putranya pun batal berangkat kerja ke Malaysia karena masalah administrasi," ucap Roni. (bbs/int)

31.7.19

Masih Ingat Harris Simamora? Ini Hukuman untuk Dia...


TobaTimes - Kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, menuju titik final. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi menjatuhkan vonis mati bagi Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora sebagai terdakwa atas pembunuhan tersebut.

Harris Simamora
Harris dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana. Dan atas kesalahannya, dia dihukum pidana mati.

“Menjatuhkan pidana terhadap Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari dengan pidana mati,” ujar hakim ketua Djuyamto di PN Bekasi, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (31/7/19).

Haris dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana satu keluarga di Bekasi. Hakim menilai tidak ada hal yang meringankan dari terdakwa.

“Berdasarkan Pasal 340 KUHPidana dan Pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHPidana dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan, mengadili menyatakan Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dalam keadaan yang memberatkan,” ujar Djuyamto

Vonis atas Harris sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni hukuman mati. Atas vonis ini, pihak terdakwa dan jaksa penuntut umum mengajukan permohonan banding.

Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora alias Ari didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap keluarga Daperum Nainggolan di Bekasi. Ada empat korbannya, yakni Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, Sarah Nainggolan, dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan.

Pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, Senin (12/11/2018), hingga sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (13/11/18), di kediaman Daperum, Jl Bojong Nangka, Pondok Melati. Pembunuhan ini berlatar belakang sakit hati atas pernyataan korban saat Harris Simamora hendak menginap. (bbs/int)

29.7.19

Herawati Siagian, Istri Pendeta, Dibunuh Sadis Gara-gara...


TobaTimes - Peristiwa menggemparkan terjadi di di Jalan Abadi, Kecamatan Medan Sunggal, digemparkan kasus pembunuhan, Minggu (28/7/19). Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Herawati Siagian (50) ditemukan tewas terkapar di dapur rumahnya.

Kondisi jasad korban ketika ditemukan terkapar.
Jasad Herawati Siagian ditemukan dengan posisi kedua tangan terikat dan bagian kepala belakang mengeluarkan darah.

Warga sekitar mengatakan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga yang curiga lantaran korban tidak keluar rumah selama tiga hari.

"Saat kejadian korban sendirian di rumahnya, suaminya seorang pendeta. Ia dikabarkan pergi ke luar kota sama anaknya untuk berobat," ujar warga.

Kecurigaan warga terhadap korban semakin tinggi sehingga memanggil tukang kunci untuk membuka pintu rumah korban. Begitu rumah terbuka, alangkah terkejutnya warga melihat korban sudah dalam keadaan terkapar tak bernyawa.

Warga tersebut, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, di Jalan KH Wahid Hasyim untuk diotopsi, sedangkan rumah korban sudah dipasang garis polisi. Pasca peristiwa nahas tersebut, warga memadati rumah korban yang telah dipasangi garis polisi.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku. "Kami sudah mengantongi identitas pelaku.

Tak butuh waktu lama, usai melakukan olah TKP, polisi dikabarkan telah berhasil mengamankan pelaku. "Benar sudah diamankan dan masih dalam proses penyelidikan.

Menurut polisi, kuat dugaan, pembunuhan terjadi karena motif hutang piutang. Sebab ada pesan SMS di ponsel korban dengan menyebutkan "Sudah puas aku, nanti STNK dan BPKB mu akan diantar ke kuburan.

"Untuk motif karena hutang. Untuk perkembangan nanti dikabarkan lagi," kata Ginting.

Kini, jenazah Heriyawati tengah diotopsi di RS Bhayangkara Polda Sumut. Keluarga berharap jenazah bisa disemayamkan secepatnya di rumah.

Menurut informasi, Senin (29/7/19), keluarga korban akan tiba dari Jakarta. Mereka berharap jenazah ibunya bisa disemayamkan di rumahnya segera. Oleh sebab itu kami berharap proses penyidikan oleh kepolisian bisa dituntaskan segera.

Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas dari Reskrim Polsek Medan Sunggal, ungkapnya, salah satu pelaku sudah ditangkap. Polisi kini tengah mengembangkan pengusutan kasus pembunuhan ini. (bbs/int)

27.7.19

Istri Kawin Lagi, Depresi dan Meninggal Mendadak


TobaTimes - Identitas pria yang meninggal secara tiba-tiba di Jalan Sumbawa, Kelurahan Bantan pada Kamis (25/7) lalu akhirnya terungkap. Korban bernama Anton Girsang (41). Ia merupakan karyawan PTPN IV Marihat. Korban diduga depresi sejak ditinggal istri tercinta.

Jasad korban ketika dibawa ke RS.
Elijon Girsang (48) abang korban ditemui di kamar mayat menceritakan, adiknya itu sudah hilang sejak tiga hari yang lalu. Pihak keluarga sudah melakukan pencarian di berbagai tempat. Namun tak kunjung ditemukan.

Keberadaan korban diketahui keluarga dari media sosial (medsos) yang menyebutkan ada seorang pria ditemukan meninggal. Oleh keluarga memastikan informasi tersebut.

“Setelah kami lihat di rumah sakit, keluarga baru yakin kalau itu adalah adik saya,” kata Elijon.

Menurut Elijon, selama ini korban tinggal di Nagori Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Statusnya masih karyawan PTPN IV Marihat.

Sejak 8 tahun yang lalu, korban ditinggal istrinya dan menikah dengan lelaki lain. Sementara dari hasil pernikahannya, korban memiliki dua orang anak.

“Sejak ia ditinggal istrinya, adik kami ini merasa depresi,” kata Elijon sembari mengatakan akan membawa jenazah adiknya itu untuk dimakamkan.

Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya membenarkan penemuan mayat tersebut. Bahkan pihak keluarga sudah datang dan telah dilakukan serah terima.

“Jenazah korban dengan resmi dan diterima langsung oleh abang kandung korban. Korban dibawa keluarganya ke rumah duka di Lorong 20 Parluasan, Siantar Martoba,” ujar Kapolsek.

Sebagaimana diketahui, warga Jalan Sumbawa, Kelurahan Banten tiba-tiba dihebohkan dengan seorang pria berjalan sempoyongan dan tiba-tiba terjatuh di pinggir jalan. Saat itu, korban sulit bernafas. Namun, saat hendak dibawa ke rumah sakit, korban meninggal dunia. (bbs/int)
Baca Juga: Sempoyongan, Seorang Pria di Siantar Tiba-tiba Meninggal

26.7.19

Sempoyongan, Seorang Pria di Siantar Tiba-tiba Meninggal


TobaTimes - Warga Jalan Sumbaya Simpang Sunda, Kecamatan Siantar Barat tiba-tiba dihebohkan dengan adanya seorang pria hendak datang ke sebuah warung dengan sempoyongan dan kemudian meninggal dunia.

Jasad Mr X dibawa ke RS

Informasi dihimpun, pria yang berusia sekitar 40 tahun itu berjalan dengan sempoyongan dan saat di jalan tiba-tiba terjatuh. Warga di lokasi berupaya melakukan pertolongan, tapi saat itu kondisi pria tersebut sudah lemas dan kesulitan bernafas.

Sekita 15 menit kemudian, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan pihak kepolisian yang turun ke lokasi langsung membawanya ke kamar mayat RSU Djasamen Saragih.

Menurut Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya tidak ada ditemukan identitas korban dan pihaknya masih melakukan pencarian keluarganya.

"Kejadiannya Mr X itu hendak masuk ke sebuah warung dengan keadaan sempoyongan. Tiba-tiba jatuh dan sekitar 15 menit hendak mau dibawa ke rumah sakit, Mr X itu meninggal dunia," ujar Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kematian korban apakah karena sakit atau bukan. (bbs/int)

22.7.19

Perhatian, Jalan Batu Lubang Sibolga Dialihkan


TobaTimes - Bagi Anda pengemudi atau pengendara yang ingin bepergian ke Kota Sibolga, untuk sementara Anda tidak bisa melewati terowongan Batu Lubang Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Batu Lubang Sibolga.
Pasalnya, selama 10 hari terhitung tanggal 20-29 Juli 2019 dilakukan pengaspalan Jalan Lintas Provinsi Sumatera (Jalinsum) di sekitar Batu Lubang. Maka untuk kelancaran arus lalu lintas, Satlantas Polres Tapteng melakukan pengalihan arus lalu lintas dari jalan Rampa-Poriaha dan sebaliknya.

Personel Polres Tapteng Bripka Sarba Purba mengatakan, pengalihan arus lalulintas ini dilakukan karena ada pengerjaan pengaspalan ruas jalan Sibolga-Tarutung di sekitaran Batu Lubang.

Pengalihan arus ini diberlakukan mulai siang ini pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB, karena ada pengaspalan di sekitar Batu Lubang. Masyarakat pengguna jalan akan dialihkan melalui jalan Rampa-Poriaha,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalihan jalan dilakukan pada jam-jam tertentu saat dilakukan pengerjaan pengaspalan.

“Manakala ada rekan, keluarga maupun angkutan expedisi atau angkutan lainnya yang akan berangkat dari Sibolga menuju Medan atau sebaliknya agar mengambil rute jalur melalui Jalan Rampa Poriaha,” sambungnya.

Bripka Sarba menjelaskan, pengalihan arus ini terpaksa dilakukan karena jalan di sekitar Batu Lubang sangat sempit.

“Badan jalan di sekitaran Batu Lubang itu kan sempit, sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan agar tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.

Namun, kata Sarba, pihaknya belum bisa memastikan jadwal pengaspalan dilakukan setiap harinya hingga pekerjaan tersebut selesai.

“Itu tergantung pihak rekanan yang mengerjakan proyek pengaspalan,” katanya.

Kapos Lantas Sitahuis ini menghimbau masyarakat pengguna jalan agar bersabar dan tetap menjaga keselamatan selama berkendara. Pengemudi juga diharapkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Masyarakat diimbau supaya berhati-hati dalam berkendara dan utamakan keselamatan serta patuhi aturan lalu lintas,” ujarnya. (bbs/int)