18.8.17

HUT RI Berdarah, Sahrian Ditikami Saat Lomba Balap Karung


TobaTimes - Kemeriahan perayaan HUT RI ke-72 tahun mendadak menjadi peristiwa berdarah mengerikan pada Rabu (16/8/017) di RT 06 Desa Hayaping di lapangan bola voli saat berlangsung lomba balap karung untuk memeriahkan Dirgahayu RI 72 tahun. Sahrian (36) warga Desa Hayaping, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah mendadak roboh terkena tusukan dari belakang oleh JN (27) pelaku.

Suasana pun menjadi gaduh warga yang sedang ramai-ramainya mengikuti kegiatan tahunan peringatan HUT Kemerdekaan 17 Agustus 1945  tersebut langsung kocar kacir dan berhamburan. Pria yang selama ini dikenal warga setempat ramah tersebut mengehembuskan nafas terakhir di TKP setelah di roboh bersimbah darah di hadapan ratusan warga yang menghadiri acara tersebut.

Ditikam saat lomba balap karung.

Belum diketahui persis penyebab penusukan tersebut, namun Kapolres Bartim AKBP Raden Petit Wijaya SIK mngatakan masih mendalami kasusnya. "Memang ada pembunuhan dan pelaku sudah diamankan. Kini diperiksa oleh penyidik. Demikian pula dengan saksi-saksi," katanya.

Menurut warga setempat, sebelum terjadi penusukan itu, Sahrian dan JN sempat berbicara namun tidak diketahui materinya. Kemudian JN pulang ke rumah dan kembali mendatangi Sahrian dari posisi belakang dan tiba-tiba menusukkan pisau ke arah Sahrian. Sahrian mengalami tusukan dipunggung kiri dan langsung berupaya menyelamatkan diri namun langsung roboh tergeletak.

Korban sempat dilarikan  ke RSUD Tamiang Layang. Namun ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia. Luka tusukan itu diduga sangat dalam hingga mengenai organ vital dan membuat korban kehabisan darah. Pelaku sempat lari dari lokasi kejadian namun akhirnya menyerahkan diri ke aparat kepolisian setempat. (bbs/int)

Baca Juga: Peserta Panjat Pinang Jatuh, Leher Patah, dan Tewas

16.8.17

Ini Baru Mantap, Nenek Usia 79 Tahun Menjadi Penggerek Bendera


TobaTimes - Untuk menyambut peringatan HUT RI ke-72, warga Desa Gabungan Hasang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menggelar berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan unik adalah upcara bendera yang dilakukan nenek-nenek lanjut usia (lansia).

Sebanyak 68 nenek-nenek yang tergabung dalam kelompok senam sehat lansia di desa itu upacara penaikan bendera merah putih di Pasar Onan desa setempat, Rabu (16/8/17). Kegiatan itu mengundang perhatian warga karena para lansia berusia 79 tahun menjadi penggerak bendera pada gladi penaikan bendera merah putih.
Nenek 79 tahun jadi penggerek bendera.

Ratusan orang terkesima atas aksi penggerek bendera, yaitu Rianni Sihotang Usia (79), Meriani Sitohang (67), dan Fatima Purba (57). Layaknya anggota paskibra, mereka mengenakan berseragam putih-putih menggerek bendera diiringi lagu Indonesia Raya. Tak ada kesalahan dalam prosesi itu, gladi penaikan bendera itu berjalan mantap.

Kepala Desa Gabungan Hasang Endi Pasaribu yang bertindak sebagai inspektur upacara pada gladi penaikan bendera merah putih itu, mengatakan, orangtua yang tergabung dalam senam sehat lansia gabungan hasang menjadi motivator terlaksananya kegiatan ini.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh orangtua yang begitu bersemangat dalam menyambut perayaan HUT RI ke-72. Kami mengucapakan terimakasih, kegiatan ini di luar dugaan, masyarakat sangat antuasias.  (bbs/int)

15.8.17

Mantap Bah, Ada Beras Lokal di Taput, Namanya NATABO


SOPO - Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi meluncurkan beras lokal produksi Perusda Pertanian. Beras dalam kemasan 10,15 dan 30 Kg merek 'Beras 'NATABO' itu untuk perdana diproduksi sebanyak 32 ton dan siap bersaing di pasaran untuk kelas beras premium.

Bupati Taput lounching Beras Natabo.
"Terima kasih atas kreatif dan inovatif Perusda Pertanian serta pihak-pihak yang terlibat sehingga Taput sudah bisa memproduksi beras produk sendiri," kata Nikson Nababan usai melakukan pengguntingan pita di kantor Perusda Pertanian, Selasa ( 15/8/17).

Nikson berharap beras ini dapat dipajang di Alfamart dan Indomaret sehingga lebih dikenal selain di kios pedagang. "Saya harap kepada Indomaret dan Alfamart untuk memajang produk lokal Taput. Kita siap membantu apa yang dibutuhkan agar semua produk yang sudah punya ijin dapat juga bersaing di pasar-pasar modern," katanya kepada perwakilan Indomaret dan Alfamart yang hadir saat itu.

"Bila nanti produk-produk kita booming, pastinya PAD naik dan tidak terlalu bergantung kepada APBD. Untuk awal, saya harapkan kita yang hadir saat ini mencintai produk lokal dengan jalan membelinya, sehingga citra produk lokal dapat naik dan bila perlu mempromosikannya keluar," pinta Nikson.

Direktur Perusda Pertanian Suwanto Hutasoit bersama jajarannya yakni Bettin Sitompul (Direktur Operasional), Direktur Komersil Lambas Hutasoit, Mustafa Hutasoit meminta dukungan agar beras NATABO dapat bersaing di pasaran.

"Untuk launching pertama kita produksi 32 ton dari gabah yang kita beli dari petani sebanyak 58 ton. Agar kualitasnya baik, Perusda kerjasama dengan penggilingan padi di Laguboti Tobasa," kata Suwanto Hutasoit. (bbs/int)
 

Indah Bunuh Diri Demi Cintanya pada Suami Orang


TobaTimes - Seorang gadis muda bernama Indah Paujiah Siregar (18) ditemukan tewas terikat kain sarung di pintu kamar mandi kos di Kafe dan Karaoke Wahana, Jalan By Pass, Desa Pudun Jae, Kota Padangsidimpuan, Selasa (15/8/17) pagi.
Jasad Indah saat ditangani paramedis.

Di dekat tubuh korban, ditemukan sepucuk surat, yang isinya sebagai berikut:

Dear Rahmat kesayanganku, pujaan hati. Aku /Indah yang sangat mencintaimu. Aku sekarang hanya Indah yang mencintai Rahmat, tapi kalau Rahmat tidak pernah mencintaiku.

Begitu bahagianya dalam hidupku bila berada di sisimu. Oya, aku sangat mencintaimu, mengapa gak dari dulu kau bilang gak mencintaiku. Sumpah aku betul-betul mencintaimu lebih dari segalanya. Indah Rahmat. Aku mati karena bukti cintaku untukmu.


Rahmat adalah seorang pria pengusaha warung tuak yang diketahui telah beristri. Menurut tetangga korban bernama Dewi, rekannya rekannya sesama pemandu lagu di tempat hiburan malam itu, Indah pada mulanya bekerja di warung tuak milik Rahmat di Jalan By Pass. Namun belakangan, namun ia berhenti bekerja dari kedai itu sebab hubungan terlarang mereka mulai diketahui istri Rahmat.

“Malam itu sama-sama orang itu di situ. Katanya sih si Rahmat ke luar beli nasi goreng. Lalu, saat kembali pintu terkunci,” ujar Dewi saat diperiksa sebagai saksi di Satreskrim Mapolres Kota Padangsidimpuan.

Berdasarkan informasi, pagi itu di ruang pertama dari lima kamar kos dalam lingkungan tempat hiburan malam tersebut, seorang lelaki yang belakangan diketahui bernama Rahmat berteriak memanggil nama Indah.

Tak berselang lama, isi seluruh kamar kos keluar dan bertanya. Ada tujuh cewek dan seorang pria penghuni kos-kosan berusaha membuka pintu yang disebut di dalamnya Indah tengah berusaha menggantung diri.

Mono, salah seorang pria mendobrak pintu. Dua kali tendang, pintu terbuka. Dan, Indah sudah ditemukan tewas terjerat kain sarung yang disambung di pintu kamar mandi dalam kamar kos berukuran 3 x 4 meter itu.

Meski tidak menggantung, namun gadis asal Desa Panompuan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan itu, sudah tidak bernyawa lagi.

“Pagi itu, dia (Rahmat) berteriak-teriak. Saya sama cewek lain berkeluaran, si Indah katanya mau bunuh diri. Pacar saya keluar berlari mendobrak pintu. Dua kali tendang yang saya lihat,” kata Dewi. (bbs/int)

13.8.17

Mereka Butuh Bantuan, Dang Adong Be Na Tinggal...


TobaTimes - Wajah sedih terlihat jelas pada raut muka korban kebakaran yang menimpa warga Dusun IV, Pampean Desa Sileang Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Jumat (11/8/17). Mereka kini hidup kesulitan dan membutuhkan uluran tangan dermawan.
Korban kebakaran di Humbahas.
Dua unit rumah rumah yang mereka tempati, berikut isinya, semuanya sudah menjadi arang. Bahkan padi hasel panen tahun ini semuanya habis terbakar.

“Dang adong be na tinggal, ga ada lagi yang sisa, jangankan uang, padi hasil panen lalu juga sudah jadi arang. Hanya baju dibadanlah yang tinggal,” ujar Tumpak Sihite alias Op Dewi,salah seorang korban.

Dikatakan, dia bersama istrinya sementara numpang di tempat keluarga di daerah itu. “Ya mau gimana lagi, sementara ini kita terpaksa numpang tinggal dirumah keluarga,” ucapnya.

Dia berharap ada uluran tangan dari pihak dermawan untuk membantu merenovasi ulang rumah mereka yang hangus terbakar. Bantuan itu diharapkan mampu membangkitkan keterpurukannya dan korban lain.

“Kami sudah kehilangan tempat tinggal, kehilangan modal dan kehilangan mata pencarian. Kami terbuka menerima bentuan dari pihak manapun yang mau perduli meringankan beban kami saat ini,” ujarnya sebagaimana dilansir newtapanuli.com, Minggu (13/8/17).

Dia juga mengatakan, belum ada bantuan dari pemerintah setempat. “Memang ada datang petugas yang menanyakan kronologis kejadian itu, namun hingga sampai sekarang belum ada bantuan yang kami terima,” katanya.

Sejauh ini mereka baru dapat bantuan pemerhati dari warga sekitar. “Sebagai wujud rasa kepedulian, memang sudah ada sebagian keluarga yang datang. Kami tidak melihat dari jumlahnya namun rasa keikhlasan dan kepeduliannya saja. Terimaksihlah atas bantuan dan kepeduliannya semoga Tuhan membalas kebaikan mereka,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan korban lain, R Sihite. “Kami mau bilang apa, namanya musibah dan berharap bisa bangkit lagi dengan adanya perhatian semua pihak, terutama sekali Pemkab, anggota DPRD Humbahas maupun pemerhati lainnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan, dua unit rumah di Dusun Empat, Sitabotabo, Pampean, Desa Sileang Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat (11/8) siang seketika menjadi arang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu, penyebab kebakaran terhadap rumah berkontruksi kayu tersebut masih dalam penyelidikan polisi. (TT/bbs/int)

12.8.17

Aha Do Salahku Tuhan, Dang Tolap Au Manaon Haccitni On...


TobaTimes - Tonny Hutabarat (35) meluapkan tangisan histeris menyaksikan anaknya tewas terlindas truk di Jalan Sibolga-Barus, Kelurahan Sibolga Hilir, Kecamatan Sibolga Utara, Jumat (11/8) sekira pukul 10.00 WIB.
Ilustrasi.
Tonny menceritakan, malam sebelum kejadian, anaknya Anderson Hutabarat (5) mengalami demam tinggi. Paginya, Tonny membawanya ke puskesmas berobat. "Demam dia semalam. Datang oppungnya tadi pagi menyuruh bawa ke pusekesmas," ujar Tonny saat ditemui di kamar jenazah.

Dengan nada terbata-bata sembari menahan tangisnya, Tonny melanjutkan ceritanya. Sebelum berangkat dari rumahnya di Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng, oppung korban menyuruh Tonny menjual ayam mereka terlebih dahulu.

"Sebelum ke puskesmas, duluan ke Pasar Kota Beringin kami tadi. ‘Jualkan sajalah ayam itu dulu’, kata mamak. Habis kami jual, baru kami berobat," ungkapnya.

Usai berobat di Puskesmas Pintu Angin, mereka hendak pulang ke rumah. Saat Tonny sedang sibuk memakai helm di belakang sepedamotornya yang diparkir di pinggir jalan, tepat di depan puskesmas, korban naik ke atas sepedamotor. Tiba-tiba sepedamotor yang posisinya menghadap ke arah Barus terjatuh ke sebelah kanan. Korban ikut terjatuh hingga berguling di atas aspal. Dari arah Sibolga, melaju satu unit mobil dengan kecepatan tinggi dan menggilas kepala korban.

Dia melihat langsung kejadian tersebut. Dia melihat ban mobil tersebut melaju di atas kepala anaknya. "Di belakang kreta aku sama mamak (oppung korban). Aku lagi memakai helm. Dia langsung naik ke atas kreta. Jatuh kreta ini,

Melihat itu, Tonny tidak lagi menghiraukan mobil tersebut. Spontan dia berlari menghampiri korban dan langsung menggendong Anderson sembari bercucuran air mata, berharap masih ada kesempatan menyelamatkan nyawa anaknya.

Tonny sempat melarikan buah hatinya tersebut kembali ke puskesmas. Namun, oleh pihak medis menyarankan untuk membawanya langsung ke rumah sakit. Sayang, menurut pihak medis Rumah Sakit FL Tobing Sibolga, Anderson sudah pergi untuk selamanya. "Jadi, ngak tahu aku mobil apa, warna apa mobil itu. Nggak ke situ lagi pikiranku. Yang kupikirkan hanya anakku saja," pungkasnya.

"Minta maaf au da bapak. Jahat kali bapak ini nggak dijaga kau ya," isak tangis Tonny di depan kamar jenazah.

Dia juga meratapi hidupnya yang dia anggap penuh dengan kesialan. "Aha do nasalah na hubaen Tuhan, ikkon songonon nahujalo. Dang cukup hapogoson nahutaon on. Naeng binoan marubat asa sehat do, gabe songonon bentukna.  Dang tolap au be manaon haccit na on (apa yang salah kubuat Tuhan, harus seperti ini kehidupan yang kuterima. Nggak cukup kemiskinan yang kurasakan selama ini. Mau dibawa berobat supaya sehatnya, malah begini kejadiannya. Nggak sanggup lagi aku menahan sakitnya ini)," tangisnya. (TT/int)

11.8.17

Ribuan Orang Hantar DL Sitorus ke Peristirahatan Terakhir


TobaTimes - Jenazah alm DR (HC) Sutan Raja Darius Lungguk Sitorus atau DL Sitorus akhirnya dikebumikan di Talak Batu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa, Jumat (11/8/17) sekira pukul 18.00 WIB.
Prosesi pemakaman DL Sitorus.
Ribuan orang tampak memadati lokasi untuk menghantarkan pengusaha kaya raya ini ke peristirahatan terakhir.

Sebelum pemakaman, lebih dahulu dibawa ke Gereja HKBP, dan digelar kebaktian singkat. Acara kebaktian dan pemakaman dihadiri langsung Eporus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing, anggota keluarga besar DL Sitorus, kerabat keluarga almarhum baik dari Hula-hula Raja Siagian, Tulang Panjaitan, Tulang Rorobot Tambunan Baruara, dan lainnya.

Selanjutnya, setelah acara pemakamana, akan digelar acara mambagi jambar di rumah duka yang akan dihadiri penetua adat dan kerabat keluarga almarhum.

Ratusan papan bunga ucapan duka juga tampak berjejer menghiasai jalan di sekitar rumah duka. Bukan tanggung, banyak papan bunga dari pejabat berbagai daerah, seperti Riau, Jakarta, Bali, Makasar, Papua dan dari daerah lain.

Sebagaimana diketahu, DL Sitorus, dikabarkan tutup usia pada Kamis (3/8) di dalam pesawat. Peristiwa terjadi saat DL Sitorus akan berangkat ke Medan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 188. Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 13.35 Wib tertunda akibat kejadian tersebut.

DL Sitorus adalah putera daerah asal Sumatera Utara yang sangat sukses di perantauan sebagai Pengusaha. Dengan harta yang mencapai triliunan Rupiah, DL Sitorus dikenal sebagai pengusaha Sumut yang sangat dermawan di kampung halamannya.

Masyarakat Tobasa menghormati DL Sitorus, dan mereka mengabadikan nama DL Sitorus menjadi nama suatu jalan di Kabupaten Toba Simosir. Jalan sepanjang 12 KM itu diresmikan oleh Bupati Tobasa sendiri dengan nama resmi jalan DR Sutan Raja DL Sitorus. (bbs/int)


10.8.17

Baru Sampai dari USA, Putri DL Sitorus Nangis Histeris


TobaTimes - Suasana sedih terjadi di Ruma Parsaktian DL Sitorus di Parsambilan, Desa Cinta Damai, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Kamis (10/8) siang, sekira pukul 12.00 WIB. Pasalnya, Ika Sitorus, putri DL Sitorus yang sudah lama ditunggu-tunggu dari Amerika, akhirnya tiba di rumah duka.
Ika Sitorus menangis di samping jasad ayahnya.
Saat tiba, Ika tampak tak menghiraukan acara adat yang sedang berlangsung. Ika yang hadir menggendong anaknya langsung disambut tangis saudara-saudaranya. Suasana haru semakin bertambah ketika ia meluapkan kesedihannya dengan tangisan.

Seketika suasana acara adat berubah oleh riuh isak tangis yang mengundang perhatian seluruh keluarga, kerabat, dan undangan. Ika menangis sambil membelai wajah ayahnya DL Sitorus yang terbujur kaku didalam peti jenazah. Juga abangnya Sabar Sitorus dan Sihar Sitorus turut menangis.

Beberapa saat kemudian, Ika melirik anggota keluarga di tempat itu. Sihar Sitorus yang sejak Ika tiba selalu berada di sampingnya kemudian dipeluk sambil menangis.

Acara pemakaman DR Sutan Raja DL Sitorus sendiri akan digelar Jumat (11/8/17). Menurut salah seorang keluarga, Wilson Sitorus, acara mangarapot akan dilaksanakan Kamis (10/8/19) hari ini. Acara tersebut merupakan acara terakhir sebelum pemakaman, yang disertai dengan penutupan peti jenazah. Maka sebelum kedatangan Ika, keluarga memutuskan akan menunda acara tersebut jika Ika belum tiba. (bbs/int)

8.8.17

Dewi Hutagalung Dibantai Suami, Dilemparkan ke Sumur dan Membusuk


TobaTimes - Seorang ibu rumah tangga bernama Dewi Hutagalung (42), warga Desa Janji Matogu, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), ditemukan membusuk di dalam sumur di dalam rumahnya, Selasa (8/8/17). Jasad Dewi Hutagalung ditemukan pada Senin (7/8/17) sekira pukul 10.00 WIB, namun baru bisa dievakuasi Selasa.

Ilustrasi.
Menurut informasi, penemuan jasad berawal ketika Sekdes Janji Matogu bersama tiga warga datang ke Polsek Siabu. Mereka melaporkan diduga telah penganiayaan di desa mereka, yang Dippu Sitompul terhadap istrinya Dewi Hutagalung. Mereka menemukan korban membusuk di dalam sumur.

Untuk mengangkat jasad Dewi Hutagalung dari sumur, polisi bersama warga mengalami kesulitan sebab sumur tersebut sangat dalam, sekitar 15 meter. Sumur itu sudah lama tidak digunakan dan diduga tidak ada oksigen di dalamnya.

“Kita memasukkan lilin dalam kondisi menyala ke dalam sumur untuk memastikan apakah sumur masih mempunyai oksigen, namun ternyata dari lilin tersebut padam sehingga kita memastikan sumur tak beroksigen lagi,” kata Bolang Sinaga, salah seorang petugas.

Jasad Dewi Hutagalung diduga sudah seminggu berada di dasar sumur. Kondisinya juga sudah tertutup pasir dan batubata yang sengaja dimasukkan suaminya untuk menghilangkan jejak. Korban diduga dibantai suaminya lalu dilemparkan ke dalam sumur.

Sejumlah tetangga korban mengatakan, pelaku sempat cekcok dan bertengkar hebat dengan korban seminggu sebelumnya. Setelah cekcok itu, korban tak pernah lagi keluar rumah. Sementara pelaku atau suami korban seringkali membawa batubata dan pasir ke dalam rumah. “Diduga batu bata tersebut digunakan pelaku untuk menutupi jasad korban di dalam sumur,” ujar warga.

Setelah berupaya keras, jasad Dewi Hutagalung berhasil dievakuasi pada pukul 16.30 WIB dan langsung dibawa ke RSU Panyabungan untuk kepentingan outopsi.

Kapolres Madina AKBP Martry Sonny mengatakan bahwa penemuan jasat Dewi Hutagalung tersebut berawal dari datangnya Sekdes Janji Matogu ke Polsek Siabu yang melaporkan telah terjadi penganiayaan di Desanya yang diduga dilakukan oleh Dippu Sitompul.

“Berdasarkan informasi tersebut personil kita dari Polsek Siabu melakukan penyelidikan dan penelusuran di lapangan, dan ahirnya hari ini kita menemukan Dewi Hutagalung sudah dalam keadaan membusuk di dalam sumur tua yang ada di dalam rumahnya tersebut,” ujar Martry Sonny. (bbs/int)

Selama Dua Hari, Wanita Ini Tidur Bersama Jasad Suami yang Dibunuhnya


TobaTimes- Mencengangkan. Seorang wanita asal Kota Kapashera, India, dilaporkan telah membunuhan suaminya secara keji. Pembunuhan itu telah ia rencanakan sebelumnya karena tak tahan dengan perilaku sang suami yang kasar.
Ilustrasi.
Tapi anehnya, jasad suami tak ia kubur atau sembunyikan, melainkan ia biarkan begitu saja. Ia bahkan sempat dua hari tidur bersama tubuh sang suami. Demikian dilansir Hindustan Times, Jumat (28/7/17).

Menurut kepolisian kota itu, Shilpi Adhilari, nama perempuan tega itu, pada hari ketiga ia mencoba membuat alasan palsu. Ia mengatakan sang suami meninggal begitu saja kepada para tetangga. Wanita itu hampir lolos dari dugaan pembunuhan. Namun, sesaat sebelum dikremasi, seorang polisi melihat ada tanda-tanda aneh di leher pria tersebut. Dari kejanggalan itulah polisi menduga jika pria tersebut tewas karena dibunuh.

Shilpi Adhikari, penduduk asli Bengal Barat, diketahui bekerja sebagai pegawai di Royal Bank of Scotland. Ia menunggu akhir pekan untuk melancarkan rencananya.

Menurut polisian, pelaku sengaja membeli alkohol untuk suaminya. Ia menawarkan minuman itu kepada sang suami sampai mabuk. Ketika melihat korban telah mabuk barulah pelaku menjalankan aksinya. "Saat tengah malam dan suami mulai tak sadarkan diri, barulah pelaku mencekiknya," ujar petugas.

Setelah lebih dari 48 jam, Shilpi tak keluar rumah. Bahkan ia tidur bersama jasad suami. Sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat barulah pelaku keluar rumah memberi tahu para tetangga tentang kondisi suaminya. Sambil menangis tersedu-sedu wanita itu meminta pertolongan warga.

Shilpi mengatakan, suaminya tiba-tiba tewas karena mengonsumsi alkohol berlebihan. Ditambah lagi, sang suami memiliki riwayat penyakit jantung. Kini, pelaku telah diamankan oleh petugas kepolisian agar ditindak lebih lanjut. (bbs/int)