11.8.17

Ribuan Orang Hantar DL Sitorus ke Peristirahatan Terakhir


TobaTimes - Jenazah alm DR (HC) Sutan Raja Darius Lungguk Sitorus atau DL Sitorus akhirnya dikebumikan di Talak Batu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa, Jumat (11/8/17) sekira pukul 18.00 WIB.
Prosesi pemakaman DL Sitorus.
Ribuan orang tampak memadati lokasi untuk menghantarkan pengusaha kaya raya ini ke peristirahatan terakhir.

Sebelum pemakaman, lebih dahulu dibawa ke Gereja HKBP, dan digelar kebaktian singkat. Acara kebaktian dan pemakaman dihadiri langsung Eporus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing, anggota keluarga besar DL Sitorus, kerabat keluarga almarhum baik dari Hula-hula Raja Siagian, Tulang Panjaitan, Tulang Rorobot Tambunan Baruara, dan lainnya.

Selanjutnya, setelah acara pemakamana, akan digelar acara mambagi jambar di rumah duka yang akan dihadiri penetua adat dan kerabat keluarga almarhum.

Ratusan papan bunga ucapan duka juga tampak berjejer menghiasai jalan di sekitar rumah duka. Bukan tanggung, banyak papan bunga dari pejabat berbagai daerah, seperti Riau, Jakarta, Bali, Makasar, Papua dan dari daerah lain.

Sebagaimana diketahu, DL Sitorus, dikabarkan tutup usia pada Kamis (3/8) di dalam pesawat. Peristiwa terjadi saat DL Sitorus akan berangkat ke Medan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 188. Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 13.35 Wib tertunda akibat kejadian tersebut.

DL Sitorus adalah putera daerah asal Sumatera Utara yang sangat sukses di perantauan sebagai Pengusaha. Dengan harta yang mencapai triliunan Rupiah, DL Sitorus dikenal sebagai pengusaha Sumut yang sangat dermawan di kampung halamannya.

Masyarakat Tobasa menghormati DL Sitorus, dan mereka mengabadikan nama DL Sitorus menjadi nama suatu jalan di Kabupaten Toba Simosir. Jalan sepanjang 12 KM itu diresmikan oleh Bupati Tobasa sendiri dengan nama resmi jalan DR Sutan Raja DL Sitorus. (bbs/int)


10.8.17

Baru Sampai dari USA, Putri DL Sitorus Nangis Histeris


TobaTimes - Suasana sedih terjadi di Ruma Parsaktian DL Sitorus di Parsambilan, Desa Cinta Damai, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Kamis (10/8) siang, sekira pukul 12.00 WIB. Pasalnya, Ika Sitorus, putri DL Sitorus yang sudah lama ditunggu-tunggu dari Amerika, akhirnya tiba di rumah duka.
Ika Sitorus menangis di samping jasad ayahnya.
Saat tiba, Ika tampak tak menghiraukan acara adat yang sedang berlangsung. Ika yang hadir menggendong anaknya langsung disambut tangis saudara-saudaranya. Suasana haru semakin bertambah ketika ia meluapkan kesedihannya dengan tangisan.

Seketika suasana acara adat berubah oleh riuh isak tangis yang mengundang perhatian seluruh keluarga, kerabat, dan undangan. Ika menangis sambil membelai wajah ayahnya DL Sitorus yang terbujur kaku didalam peti jenazah. Juga abangnya Sabar Sitorus dan Sihar Sitorus turut menangis.

Beberapa saat kemudian, Ika melirik anggota keluarga di tempat itu. Sihar Sitorus yang sejak Ika tiba selalu berada di sampingnya kemudian dipeluk sambil menangis.

Acara pemakaman DR Sutan Raja DL Sitorus sendiri akan digelar Jumat (11/8/17). Menurut salah seorang keluarga, Wilson Sitorus, acara mangarapot akan dilaksanakan Kamis (10/8/19) hari ini. Acara tersebut merupakan acara terakhir sebelum pemakaman, yang disertai dengan penutupan peti jenazah. Maka sebelum kedatangan Ika, keluarga memutuskan akan menunda acara tersebut jika Ika belum tiba. (bbs/int)

8.8.17

Dewi Hutagalung Dibantai Suami, Dilemparkan ke Sumur dan Membusuk


TobaTimes - Seorang ibu rumah tangga bernama Dewi Hutagalung (42), warga Desa Janji Matogu, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), ditemukan membusuk di dalam sumur di dalam rumahnya, Selasa (8/8/17). Jasad Dewi Hutagalung ditemukan pada Senin (7/8/17) sekira pukul 10.00 WIB, namun baru bisa dievakuasi Selasa.

Ilustrasi.
Menurut informasi, penemuan jasad berawal ketika Sekdes Janji Matogu bersama tiga warga datang ke Polsek Siabu. Mereka melaporkan diduga telah penganiayaan di desa mereka, yang Dippu Sitompul terhadap istrinya Dewi Hutagalung. Mereka menemukan korban membusuk di dalam sumur.

Untuk mengangkat jasad Dewi Hutagalung dari sumur, polisi bersama warga mengalami kesulitan sebab sumur tersebut sangat dalam, sekitar 15 meter. Sumur itu sudah lama tidak digunakan dan diduga tidak ada oksigen di dalamnya.

“Kita memasukkan lilin dalam kondisi menyala ke dalam sumur untuk memastikan apakah sumur masih mempunyai oksigen, namun ternyata dari lilin tersebut padam sehingga kita memastikan sumur tak beroksigen lagi,” kata Bolang Sinaga, salah seorang petugas.

Jasad Dewi Hutagalung diduga sudah seminggu berada di dasar sumur. Kondisinya juga sudah tertutup pasir dan batubata yang sengaja dimasukkan suaminya untuk menghilangkan jejak. Korban diduga dibantai suaminya lalu dilemparkan ke dalam sumur.

Sejumlah tetangga korban mengatakan, pelaku sempat cekcok dan bertengkar hebat dengan korban seminggu sebelumnya. Setelah cekcok itu, korban tak pernah lagi keluar rumah. Sementara pelaku atau suami korban seringkali membawa batubata dan pasir ke dalam rumah. “Diduga batu bata tersebut digunakan pelaku untuk menutupi jasad korban di dalam sumur,” ujar warga.

Setelah berupaya keras, jasad Dewi Hutagalung berhasil dievakuasi pada pukul 16.30 WIB dan langsung dibawa ke RSU Panyabungan untuk kepentingan outopsi.

Kapolres Madina AKBP Martry Sonny mengatakan bahwa penemuan jasat Dewi Hutagalung tersebut berawal dari datangnya Sekdes Janji Matogu ke Polsek Siabu yang melaporkan telah terjadi penganiayaan di Desanya yang diduga dilakukan oleh Dippu Sitompul.

“Berdasarkan informasi tersebut personil kita dari Polsek Siabu melakukan penyelidikan dan penelusuran di lapangan, dan ahirnya hari ini kita menemukan Dewi Hutagalung sudah dalam keadaan membusuk di dalam sumur tua yang ada di dalam rumahnya tersebut,” ujar Martry Sonny. (bbs/int)

Selama Dua Hari, Wanita Ini Tidur Bersama Jasad Suami yang Dibunuhnya


TobaTimes- Mencengangkan. Seorang wanita asal Kota Kapashera, India, dilaporkan telah membunuhan suaminya secara keji. Pembunuhan itu telah ia rencanakan sebelumnya karena tak tahan dengan perilaku sang suami yang kasar.
Ilustrasi.
Tapi anehnya, jasad suami tak ia kubur atau sembunyikan, melainkan ia biarkan begitu saja. Ia bahkan sempat dua hari tidur bersama tubuh sang suami. Demikian dilansir Hindustan Times, Jumat (28/7/17).

Menurut kepolisian kota itu, Shilpi Adhilari, nama perempuan tega itu, pada hari ketiga ia mencoba membuat alasan palsu. Ia mengatakan sang suami meninggal begitu saja kepada para tetangga. Wanita itu hampir lolos dari dugaan pembunuhan. Namun, sesaat sebelum dikremasi, seorang polisi melihat ada tanda-tanda aneh di leher pria tersebut. Dari kejanggalan itulah polisi menduga jika pria tersebut tewas karena dibunuh.

Shilpi Adhikari, penduduk asli Bengal Barat, diketahui bekerja sebagai pegawai di Royal Bank of Scotland. Ia menunggu akhir pekan untuk melancarkan rencananya.

Menurut polisian, pelaku sengaja membeli alkohol untuk suaminya. Ia menawarkan minuman itu kepada sang suami sampai mabuk. Ketika melihat korban telah mabuk barulah pelaku menjalankan aksinya. "Saat tengah malam dan suami mulai tak sadarkan diri, barulah pelaku mencekiknya," ujar petugas.

Setelah lebih dari 48 jam, Shilpi tak keluar rumah. Bahkan ia tidur bersama jasad suami. Sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat barulah pelaku keluar rumah memberi tahu para tetangga tentang kondisi suaminya. Sambil menangis tersedu-sedu wanita itu meminta pertolongan warga.

Shilpi mengatakan, suaminya tiba-tiba tewas karena mengonsumsi alkohol berlebihan. Ditambah lagi, sang suami memiliki riwayat penyakit jantung. Kini, pelaku telah diamankan oleh petugas kepolisian agar ditindak lebih lanjut. (bbs/int)

7.8.17

Ia Menikami Togar karena Kakek Togar Menembak Kakeknya


TobaTimes - Motif pembunuhan sadis yang menewaskan Togar Sirait sedikit terungkap. Pelaku yang juga marga Sirait, tepatnya berinisial TS, tega menikami tubuh Togar berkali-kali hingga tewas, ternyata karena ada dendam lama. Di masa lalu, kakek Togar menembak kakek TS hingga tewas.

Jasad Togar ketika ditangani medis.
Kepada penyidik, pelaku mengaku telah membunuh korban secara membabi buta. Dia mengaku bahwa ia memang dendam kepada korban.

Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli melalui Kasat Reskrim AKP Manson Nainggolan kepada wartawan mengatakan, sebelum kejadian, pelaku merasa dipermalukan saat berada di warung tuak. Selain itu, juga ada dendam lama yang masih terpendam, dimana kakek pelaku tewas di tangan kakek Togar.

“Motifnya, tersangka TS tersinggung karena sebelumnya mereka bertengkar gara-gara berebut gitar di warung. Memang, tidak sampai terjadi perkelahian, hanya maki-makian,” ujar kasat.

Selain itu, pelaku juga mengaku dendam terhadap Togar. Dulu almarhum kakek pelaku meninggal karena ditembak oleh kakek Togar. “Jadi ada dendam lama,” kata perwira berpangkat tiga balok emas ini.

Sebagaimana diketahui, warga Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa Samosir (Tobasa), geger oleh pembunuhan sadis yang menewaskan Togar Sirait (30). Peristiwa mengenaskan itu terjadi di Lumban Lintong, Desa Lintong Julu, Sabtu (5/8/17) sekitar pukul 20.30 WIB. Hanya dalam waktu 3 menit, korban dihabisi secara sadis.

Salah seorang warga, S Sirait (21), kejadian tersebut benar-benar tidak diduga, karena begitu cepat terjadi. “Iya, tidak sampai tiga menit, pelaku langsung saja menghujam benda tajam beberapa kali ke tubuh korban. Korban langsung tersungkur,” terangnya.

Kasat Reskrim AKP Manson Nainggolan mengatakan, kepada pelaku dipersangkakan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, dimana pelaku diyakini melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Togar.

“Jadi, kejadian itu bukan spontan. Setelah dari warung, tersaangka pulang ke rumah abangnya mengambil pisau, kemudian mendatangi korban,” ungkapnya. (bbs/int)

Air Parit Mengalir Merah Seperti Darah, Warga Heboh


TobaTimes - Puluhan warga mendadak heboh di Jalan DI Panjaitan Kota Pematangsiantar. Itu karena kondisi air drainase berwarna merah pekat. Aliran air itu sungguh menyerupai darah.

Air parit berwarna merah darah.
Noda merah tersebut bahkan sampai ke Sungai Bah Bolon. Sejumlah warga mencoba mencari sumber warna tersebut. Sebagian warga menduga jika warna merah tersebut adalah darah.

Warga sangat penasaran termasuk pihak kepolisan. Setelah ditelusuri ke hulu drainase, akhirnya diketahui sumber warna merah tersebut. Warga melihat ada goni yang menyumbat aliran air di Kelurahan Naga Huta Timur, Siantar Marihat. Dan setelah diperiksa ternyata isi goni tersebut adalah pewarna benang.

Goni tersebut diduga dibuang warga ke tong sampah. Tapi sebagian lagi dibuang ke selokan. Sampai saat ini puluhan warga masih berkupul di sepanjang jalan DI Panjaitan dan melihat kondisi air berwarna merah.

Salah seorang personel Polsek Marihat Aiptu P Sitorus di lokasi mengatakan bawha warga heran kenapa warna air drainase warna merah. "Ternyata pewarna benang di dalam goni menyumbat air drainase," ujar Aiptu P Sitorus. (bbs/int)

6.8.17

Ditikami Berkali-kali, Cuma 3 Menit, Togar Sirait Tewas Seketika


TobaTimes - Pembunuhan sadis terjadi di Lumban Lintong, Desa Lintong Julu, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa Samosir (Tobasa). Warga setempat geger oleh peristiwa itu. Togar Sirait (26), tewas seketika.
Jenazah Togar Sirait ketika ditangani medis.
Menurut informasi, dalam 3 menit, korban dihabisi secara sadis, Sabtu (5/8) sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku pembunuhan tiba-tiba datang menemui Togar dan langsung menikami korban dengan benda tajam secara membabi buta.

Menurut salah seorang warga, S Sirait (21), kejadian tersebut benar-benar tidak terduga karena begitu cepat terjadi. "Iya, tidak sampai tiga menit. Pelaku langsung saja menghujam benda tajam beberapa kali ke tubuh korban. Korban langsung tersungkur,” terangnya.

Korban tersungkur di depan rumahnya dengan lumuran darah. Seketika warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu menjerit histeris dan dengan cepat berdatangan ke lokasi kejadian. Korban segera dilarikan ke RSUD Porsea untuk diberikan pertolongan, sementara pelaku langsung melarikan diri.

Korban tidak tertolong lagi akibat begitu banyaknya luka tusukan di tubuhnya. Ada tiga tusukan di dada, tiga tusukan di perut, dua tusukan di lengan kiri dan satu di kaki.

Sementara, pelaku berinisial TS (22) yang merupakan teman sekampung korban yang sempat melarikan diri akhirnya ditangkap beberapa jam kemudian di rumahnya.

Kapolsek Lumban Julu AKP Hermansyah Siregar saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini dan mengatakan bahwa pelaku sudah tertangkap. “Pelaku sudah kita amankan dari rumahnya sendiri pada Minggu (6/8) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, beberapa jam setelah kejadian, berkat kerja sama warga,” katanya.

Dia menjelakan, petugas dan warga langsung memblokade setiap persimpangan jalan sehingga pelaku tak akan bisa lolos.

“Pelaku sudah kita serahkan langsung ke Polres Tobasa untuk penyidikan lebih lanjut. Dan, apa motif dari pembunuhan ini, masih dalam penyidikan. Korban sudah diberangkatkan ke RS Siantar untuk otopsi,” ujar Kapolsek. (bbs/int)

2.6.17

Dijambret, Ibu dan Putrinya Terhempas ke Aspal


TobaTimes, Sibolga - Tina Saur Marisi Simanjuntak (36) dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan pada bagian kepalanya. Putrinya, Jelita Winda Sari Manurung (13), juga mendapat perawatan karena luka lecet. Mereka terjatuh dan terhempas ke aspal pada Kamis (1/6) sekira pukul 10.15 WIB akibat aksi jambret.

Korban dirawat di RS.
Menurut warga, aksi penjambretan terjadfi di depan sekolah swasta Tri Ratna di jalan S Parman. Tiba-tiba dia mendengar suara Tina berteriak minta tolong sambil mengendarai sepeda motor. "Dari depan Tri Ratna kulihat, dia (Tina) teriak, rampok, rampok, sambil naik kreta," kata seorang saksi mata.
Dia juga mengaku melihat 2 orang pria naik sepeda motor berada di depan Tina. Menurutnya, saat itu Tina sudah di jambret dan dia sedang mengejar pelaku yang lari ke arah ujung Sibolga. "Memang kulihat ada 2 laki-laki naik kreta di depannya, mungkin ngejar itu dia, ditancapnya terus gasnya," ungkapnya.

Tiba di simpang 4 antara jalan Zainul Arifin dan jalan Fl Tobing masih kata dia menceritakan kejadian tersebut, Tina dan putrinya terjatuh. Diduga, karena kalut, Tina tidak menyadari kalau ada gundukan yang cukup tinggi di depannya dan masih saja penarik gas sepeda motornya dengan cukup dalam. "Kuikutinya tadi dari belakang, korban ini tancap gas kencang kali. Kan pas simpang itu tanjakan, gundukannya kan tinggi, sementara dia terus tancap gas, melayanglah. Akhirnya jatuh," pungkasnya.

Usai mendapat perawatan, Tina dengan terbata-bata menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. Agak berbeda dengan keterangan warga tadi, warga Sarudik ini mengaku kalau dia sempat tarik-tarikan dengan penjambret. "Tarik-tarikan kami tadi, sampai terjatuhlah kami," katanya sambil menahan sakit pada tubuhnya.
Diterangkannya, saat itu, dia dan putrinya melaju dari arah Tri Ratna menuju arah Simaremare. Dompetnya dipegang oleh putrinya dan ditaruh ditengah, diantara keduanya. Di sekitar Bank Sumut, 2 orang pria mengendarai sepeda motor menarik dompet yang dipegang putrinya. Dia yang mengetahuinya tidak tinggal diam dan mencoba memberikan perlawanan. "Dijepitnya ditengah dompetku itu. Dirempetnya aku terus. Ditariknya dari tengah, kutarik lagi, sampai kami jatuh dan mereka (penjambret) lari membawa dompet itu," ungkapnya.

Sambil menangis, wanita yang sudah ditinggal mati suaminya ini mengaku kepada petugas kepolisian kalau dirinya sudah tidak punya uang lagi untuk membayar perobatan mereka. Karena, uang yang hanya Rp450 ribu yang dia punya sudah dibawa kabur penjambret. "Gak ada uangku pak. Cuma Rp450 ribunya tadi uangku didalam dompet itu, sudah hilang. apalah kubuat bayar perobatan ini. Suamikupun sudah gak ada lagi, yatim piatunya itu anakku itu sekarang," isak wanita yang kesehariannya bekerja sebagai buruh kasar ini sambil menatap putrinya yang juga terbaring disisi kanannya. (TT/int)

1.6.17

Upacara Hari Pancasila, Pejabat Sibolga Wafat Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang


TobaTimes, Sibolga - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Sibolga Syariful Alamsyah Muda Harahap, meninggal dunia pada saat upacara peringatan hari lahir Pancasila yang pertama kali dilaksanakan.

Jenazah dibawa untuk dimakamkan.
Jezanah diberangkatkan ke tempat peristirahatannya dari depan kantor Walikota Sibolga, Kamis (1/6) sekira 15.30 WIB. Hal tersebut merupakah sebuah penghargaan sekaligus yang pertama kali dilakukan oleh Pemko Sibolga kepada ASN nya yang meninggal dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara.

Almarhum juga menjabat sebagai ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Sibolga. "Kita semayamkan di kantor walikota karena beliau meninggal dalam tugas, pas upacara hari lahirnya Pancasila. Hari lahirnya Pancasila dirayakan tahun ini, sesuai keputusan Presiden RI Bapak Joko widodo," kata Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk usai pelaksanaan upacara.

Sekilas diceritakan, hal yang paling mengharukan dari kepergian mantan Kabag Humas Pemko Sibolga tersebut, waktu meninggalnya tepat pada saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. "Pada saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, beliau jatuh. Makanya beliau berhak disemayamkan di kantor Walikota. Beliau berhak mendapatkan penghargaan. Apalagi dia ketua PP yang meninggal pada hari lahir Pancasila," pungkasnya.

Sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka di Terminal Sibolga. Kemudian disolatkan di Mesjid terdekat diiringi para pelayat yang terdiri dari keluarga, PNS Pemko Sibolga, anggota PP Kota Sibolga dan Tapteng. Tak hanya itu, karena almarhum juga tercatat sebagai anggota Perguruan Pencak Silat Pembela Diri Lintau Komando (PPS PD LINDO), pemberangkatan jenazah dari rumah duka ke mesjid dilepas dengan upacara. 

Almarhum meninggalkan 1 istri, 4 putri dan 1 putra. Dengan riwayat. Jabatan yang pernah di emban almarhum semasa hidup. Pada tahun 1992, awal jadi PNS adalah menjadi staf di dinas PU Kotamadya Sibolga. Kemudian, pada tahu 1994 hingga 1992, beliau mengikuti tugas belajar di LAN RI. Setelah itu, menjadi sekretaris Kecamatan Sibolga Kota pada tahun 1998 hingga 2000. (TT/int)

30.5.17

Sedih! Tabrakan Antar Anak Sekolah, Polisi dan Putrinya Tewas


TobaTimes, Balige - Brigadir Polisi Jon Wesly Purba (37) dan putrinya bernama Jessica Purba (9), menghembuskan nafas terakhir di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU HKBP Balige, Senin (29/5/17) kemarin. Personil Polres Tobasa itu meninggal setelah tabrakan maut di Jalinsum tepatnya di KM 231-233, Desa Tampubolon Lumban Atas, Kecamatan Balige, Tobasa.

Jenazah Jon dan putrinya.
Berdasarkan informasi, kejadian naas itu terjadi ketika Brigadir Jon Wesly dengan mengendarai sepeda motor Vario membongceng putrinya Jessica berikut anaknya Jovanca Wesli (6), berangkat dari kediamannya di Asrama Polsek Laguboti menuju Balige pagi itu. Niatnya untuk mengantar kedua anaknya sekolah di SD Katolik Balige.

Dari arah berlawanan melintas mobil penumpang L300 BB 1239 OC yang dikendarai Dimpos Nababan (35), warga Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Taput. Tepat dilokasi kejadian terjadi tabrakan. Brigadir Jon Wesly terhempas bersama kedua anaknya.
Jon mengalami luka robek di dengkul, luka lecet pada kaki kanan, luka lecet pada tangan, mengalami benturan pada kepala dan meninggal dunia  setelah di rawat di RSU HKBP Balige. Kemudian putrinya Jessica mengalami luka lecet pada kaki kanan, memar pada kaki kanan, dan benturan pada kepala dan meninggal dunia setelah di rawat di RSU HKBP Balige.

Sementara Jovanca mengalami luka lecet pada wajah, bengkak pada pelipis sebelah kanan, luka lecet pada pelipis sebelah kanan, luka lecet pada kepala dan dibawa berobat ke RSU HKBP Balige. Namun setelah mendapat perawatan awal, Jovanca dirujuk ke Rumah Sakit Tiara di Siantar.

Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoly yang ditemui di RSU HKBP Balige  membenarkan kejadian itu. Dijelaskan, dari pemeriksaan saksi, serta olah TKP, sementara diduga kecelakaan itu akibat kelalaian pengendara mopen.

"Diduga Mopen melintas dari  kekanan jalan dan menabrak pengendara septor," tutur Kapolres melalui Kasatlantas AKP Robinson Sembiring.

Saat ini Mopen L300 No Polisi BK 1239 OC diamankan, kemudian  sopir Dimpos Nababan dimintai keterangan. Namun sejauh pemeriksaan, Dimpos tidak mengakui bahwa kejadian itu akibat kelalaiannya.

Jenazah Brigadir Jon Wesly dan putrinya langsung dibawa ke kampung halaman almarhum di Dusun Tanjung Maria, Desa Simalas, Kabupaten Serdang Bedagai. Turut langsung Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoly dan sejumlah personil dalam iringan dua unit mobil ambulans berangkat dari RSU HKBP Balige menuju rumah duka di Tanjung Maria. (TT/int)