1.5.17

Agustina Sitorus Dibunuh, Digonikan, Lalu Dibuang, Ini Pelakunya...


TobaTimes, Taput - Jajaran Polres Taput menemukan mayat korban Agustina boru Sitorus yang dibuang di tebing jurang Sipittu-pitu, Desa Parik Sabungan, Kecamatan Siborongborong Jumat (28/4/17) lalu. Bekerja sama dengan Ditreskrimum Polda Sumut berhasil menangkap pelaku pembunuhan dan pemerkosaan tersebut.

Pelaku pembunuhan Agustina (tengah).
Tersangka yang ditangkap itu adalah Fernando Simangunsong Alias Ando (37), warga Pintu Air, Sei Bulu, Kecamatan Bamban, Serdang Bedagai. Tersangka ditangkap pada Sabtu tanggal (29/4) sekira pukul 08.00 WIB dari kediamannya.

Team dari Polres Taput yang dipimpin Kasat reskrim AKP TP Butarbutar SH.MH bekerjasana dengan Unit III Dirkrimum Polda Sumut ini berhasil menangkap tersangka setelah berhasil mengumpulkan informasi dan keterangan dari saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan  sementara,  tersangka mengakui seluruh perbuatan yang terlebih dahulu membunuh lalu mengambil seluruh barang milik korban. Tersangka lalu membungkus mayatnya dalam goni (karung) dan membuangnya di jurang si Pittu-pittu, Tapanuli Utara.

Kapolres Taput AKBP Dudus HD SIK melalui Kasubaga Humas Aiptu Walpon Baringbing meneceritakan kronologis kejadian. Pada Selasa (25/4) sekira pukul 10.00 WIB tersangka menghubungi korban kewat SMS untuk mengajak pergi jalan-jalan. Namun korban menolak karena ada urusan. Setelah beberapa menit kemudian, tersangka menghubungi korban lewat telephone selulernya untuk pergi dan janjian jumpa di Amplas. Akhirnya korban setuju dan datang ke terminal amplas Medan dengan naik becak.

Mereka bertemu di Amplas. Tersangka yang berprofesi sebagai supir travel ini sudah menyiapkan mobil dan setelah ketemu, korban masuk ke mobil tersangka. Lalu tersangka dan korban  pergi bersama. Di perjalanan, tersangka membujuk korban meminjam uang dan perhiasan, namun korban menolak.

Karena korban tidak mau menyerahkan perhiasannya, akhirnya timbul niat korban untuk membunuh. Di perjalanan menuju arah Tebing, tepat di daerah kabupaten Serdang Bedagai, tersangka membawa korban ke daerah perkebunan karet. Setelah tiba di tempat sepi dan sunyi, tersangka memberhentikan mobil lalu memperkosa korban di lokasi kebun karet tersebut.

Korban tidak bisa melawan karena sudah tua. Setelah selesai diperkosa, tersangka kembali menaikkan korban ke dalam mobilnya dan duduk di depan. Karena di dalam mobil korban sudah lemas, tersangka mencekik leher korban di dalam mobil dengan  mempergunakan safety belt. Korban lalu mencekik leher korban hingga tewas. Setelah korban meninggal, tersangka mengambil seluruh barang-barang milik korban berupa uang, kalung, 2 buah HP dan jam tangan. Kemudian tersangka memindahkan korban ke jok belakang mobil Avanza dan melanjutkan perjalanan menuju Tebing.

Di Tebing , tersangka berhenti di tempat abangnya dan sempat mandi. Setelah selesai mandi, tersangka membeli 2 buah goni atau karung dan kemudian kembali ke daerah perkebunan karet untuk memasukkan korban ke dalam goni. Di daerah kebun karet wilayah Serdang Bedagai, korban dimasukkan ke dalam goni dan melanjutkan perjalanan ke Siantar.

Di Siantar, tersangka menjual perhiasan emas milik korban dan setelah itu melanjutkan perjalanan ke daerah Balige dan berniat membuang mayat ke jurang si pintu-pintu daerah Siborongborong. Setelah tiba di tepi jurang si pintu-pintu tersangka mengangkat mayat korban dari jok mobil belakang yang sudah dimasukkan ke dalam goni, lalu membuangnya. Lalu tersangka pulang ke rumah di Sei Bambam.

Baringbing menjelaskan, pihak kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut, apakah keterangan tersangka bisa diyakini atau tidak. "Saat ini tersangka ditahan di Polda Sumut karena sampai saat ini yang menangani kasus tersebut adalah unit III Ditreskrimum Polda Sumut," ujar Baringbing. (TT/INT)

26.4.17

Heboh, Payudara Wanita Cantik Ini Dipamerkan Suami di Medsos, Lihat Fotonya...


TobaTimes - Banyak orang masih berdebat, apakah menyusui anak di depan umum itu sopan atau tidak sopan? Tentu setiap orang akan memberikan jawaban berbeda. Memang, anak akan rewel bila tidak segera minum ASI, sehingga sering si ibu kesulitan mencari tempat untuk menyusui.

Istri Reijo del Prado.
Baru-baru ini, satu akun media media Facebook jadi gempar karena di tulisan ada photo ibu yang menyusui anaknya. Tulisan ini diupload oleh akun Facebook Reijo del Prado pada 20 April 2017. Alhasil, p4yud4r4 sang ibu dapat diliat netizen di sosial media.

Di dalam tulisan itu, Reijo del Prado, asal Manila Filipina, menyampaikan: Baik. Biarlah saya meluruskan ini. Ini yaitu gambar dari istri saya yang tengah menjaga anak kecil saya di depan umum. Sebagian bakal menyampaikan "itu kan dapat ditutupi", yang lain bakal berkata " kerjakan di kamar mandi! " dan sebagainya " janganlah memerlihatkan payudara di depan umum!?"

Saya bakal memberimu 3 pertanyaan untuk direnungkan:
A. Dapatkah anda makan dengan nyaman waktu ditutupi muka setiap waktu?
B. Dapatkah anda memikirkan diri tengah makan di toilet umum?
C. Bila anda lapar, anda tak di beri makan, bagaimana perasaanmu?

Lagian, saya bangga lihat bagaimana istriku menjaga anak kecilku.
Sore yang mengasyikkan!

Sesudah tulisan Reijo del Prado ini diposting, banyak netter yang memberi tanggapan serta membuatnya jadi viral.
Itu dapat dibuktikan kian lebih 84 ribu emoji, 12. 693 kali diberikan serta ada 8 ribu lebih komentar.
Tulisan ini bikin perbincangan diantara beberapa netizen. Ada yang mensupport apa yang dikerjakan istri dari Reijo del Prado itu.

Seperti yang disebutkan oleh akun Jean Guerrero :

"Ini yaitu photo pemenang hadiah bila ada pencarian photo paling alami. IBU PERAWAT. (Menyusui yaitu aksi Ibu menyusui yang paling simpel). Perhatian saya. "

"Saya bangga pada ibu ini.. tak malu kerjakan untuk anak-anak bahkan juga di depan umum.. " catat netizen yang lain.

Istri Reijo del Prado menyusui.
Tetapi banyak juga yang mencaci serta tak sukai dengan hal itu. Menurut netizen, wanita yang menyusui di depan umum itu tak mempunyai etiket.

"Untuk saya tak ada kelirunya menyusui di depan umum, masalahnya kenapa Anda butuh memphoto istri Anda waktu menyusui serta mengunggahnya di sosial media? Mengupload gambar waktu menyusui tak dibutuhkan " komentar Jemel Dejesus Alindog.

"Bayi sangat muda untuk tahu mengenai menyusui di depan umum. Tolong sedikit jagalah kesopanan." catat Teresita Enriquez. (sumber: suryamalang.tribunnews.com)

25.4.17

Kalau Ahok Jadi Gubernur Sumut, Bagaimana?


TobaTimes - Apakah Ahok berpeluang menjadi gubernur Sumut? Sepertinya ide ini sangat menarik. Simak artikel berikut ini, ditulis oleh Don Bastian, dikutip dari situs myahok.com:

Ahok.
AHOK jadi Gubernur Sumatera Utara, Kenapa Tidak? Kekalahan AHOK-DJAROT pada Pilkada DKI Jakarta sungguh membuat banyak warga yang merasa kecewa. Sayapun menilai bahwa ini adalah suatu peristiwa diluar nalar dan tidak wajar. Bagaimana bisa seorang pejabat yang jujur dan bekerja dengan baik, sampai kalah dalam Pilkada DKI tersebut. Tapi apa boleh buat jika memang itu kenyataan yang terjadi. Mungkin warga Jakarta lebih mendahulukan keyakinan agamanya daripada mempertimbangkan hasil kerja AHOK-DJAROT selama menjadi pimpinan Pemerintahan Daerah DKI Jakarta

Okelah, kita relakan saja yang sudah terjadi. Tapi tentu hal ini bukanlah akhir dari segalanya. AHOK meski tidak terpilih kembali sebagai Gubernur DKI untuk periode yang kedua, bukan berarti karirnya terhenti begitu saja. Sudah barang tentu, masih banyak warga yang mengakui dan membutuhkan bahkan bangga jika AHOK jadi Kepala Daerah mereka. Figur pejabat seperti AHOK ini sangat diperlukan untuk membenahi segala permasalahan di daerah khususnya dalam rangka memberantas perilaku korupsi yang dilakukan oleh para pejabatnya.

Pasca kekalahannya pada Pilkada DKI, kira-kira bagaimana kans karir AHOK sebagai pejabat dalam lingkaran Pemerintah Pusat?

Banyak sekali yang mengusulkan agar AHOK diangkat menjadi Ketua KPK atau masuk dalam jajaran kabinet Jokowi sebagai Menteri. Tapi seberapa besar kemungkinannya, mengingat AHOK saat ini masih dijadikan bulan-bulanan oleh kelompok Radikal? Sidang AHOK terkait kasus dugaan Penistaan Agama saja masih jadi polemik yang berkepanjangan, terkait Jaksa yang menuntut AHOK hanya dengan hukuman percobaan.

Jika benar AHOK diusulkan menjadi Ketua KPK, tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Calon pejabat ketua KPK harus lolos Fit and Proper Test yang dilakukan oleh DPR. Ini sangatlah berat untuk bisa lolos jika saya tak boleh mengatakan sebagai hal yang mustahil, mengingat kondisi politik yang terjadi sekarang ini.

Lalu bagaimana kemungkinan AHOK diangkat oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri?

Presiden Jokowi tentu juga akan berpikir sejuta kali jika tiba-tiba mengangkat AHOK sebagai menteri. Sudah jelas alasannya. Jika Presiden Jokowi nekad, maka bukan tidak mungkin dampaknya akan langsung mengarah kepada Jokowi sendiri dan semakin mempersulit posisinya. Apalagi tak lama lagi akan berlangsung Pemilu pada tahun 2019.

PDIP sudah pasti akan mengajukan Jokowi sebagai CaPres pada PilPres mendatang. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi harus ektra hati-hati jika ingin menarik AHOK sebagai Menteri atau CaWaPres, agar kredibilitasnya tidak terganggu menjelang  Pemilu 2019 mendatang.

Lalu apa yang bisa dilakukan terhadap AHOK?

Ibarat kata, kita sedang dalam perjalanan, lalu ada sekelompok orang menghadang kita di tengah jalan. Apakah kita akan menghentikan perjalanan dan kembali pulang atau kita akan maju terus dengan menerjang orang-orang yang menghalangi perjalanan kita?

Jika kita memutuskan untuk melawan para penghadang, tentu resikonya akan sangat besar, dan bisa saja terjadi banyak korban. Tapi bukan berarti kita harus berhenti dan kembali pulang. Kita perlu menggunakan strategi lain, yaitu mencari jalan memutar.

Jadi, tak perlu repot menghadapi orang-orang yang menghadang, jika kita bisa menemukan jalan memutar untuk menghindar dari penghadangan yang dilakukan sekelompok orag tsb. dan kita  tetap bisa melanjutkan perjalanan sampai ke tujuan.

Begitulah analoginya terhadap keberadaan AHOK saat ini. Harus dicari strategi jalan memutar bagi AHOK agar bisa lolos menghadapi situasi yang sedang terjadi.

Saya punya pemikiran terkait strategi mencari jalan memutar tersebut, yaitu AHOK harus tetap eksis sebagi pejabat publik. Salah satunya adalah menjadi Gubernur di daerah. Menurut saya, AHOK bisa dicalonkan sebagai Gubernur Sumatera Utara. Mengapa?

Sebab, masih ada kesempatan bagi AHOK untuk mendaftar sebagai CaGub Pada Pilkada SUMUT yang akan berlangsung pada pertengahan tahun 2018. Disisi lain bu Vero sendiri adalah berasal dari Medan, bukan? Itung2 sebagai acara ‘pulang kampung’.

Lalu siapa yang pantas jadi CaWaGubnya?

Ada nama Maruarar Sirait (ARA). Dia adalah kader andalan dari PDIP, yang juga digadang-gadang untuk dicalonkan sebagai pimpinan pemerintah daerah di Sumatera Utara. Jika AHOK dan ARA bergabung sebagai CAGUB dan CAWAGUB, tentu akan sangat berpotensi menang pada Pilkada SUMUT tahun depan.

Jika AHOK benar-benar menang dan jadi Gubernur Sumatera Utara, maka ini akan mengembalikan kepercayaan masyarakat dan tak banyak persoalan jika kemudian AHOK ditarik sebagai Menteri pada kabinet Jokowi, atau bahkan menjadi CaWaPres mendampingi Jokowi pada Pemilu 2019 nanti.

Jika AHOK kemudian ditarik oleh pemerintah pusat, maka dengan demikian yang akan menggantikannya sebagai Gubernur Sumatera Utara tentu saja wakilnya yaitu Maruarar Sirait.

Ini adalah skenario yang luar biasa jika bisa terjadi. Inilah yang saya namakan strategi menempuh jalan memutar agar bisa meneruskan perjalanan hingga mencapai tujuan. (donibastian/myahok.com)

24.4.17

Pas Mau Pesta, Keluarga Pakpahan Disambar Petir, 7 Orang Tersengat


TobaTimes, Taput - Naas dialami keluarga Parlindungan Pakpahan (58). Hujan yang tiba-tiba deras disertai petir, diduga mengalami korsleting dengan kulkas di rumah itu, sehingga tujuh orang tersengat dan dilarikan ke Puskesmas Kecamatan pangaribuan, Kabupaten, Tapanuli Utara.

Salah seorang korban ditanam di lumpur menghindari panas petir.
Informasi dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (23/4) sekira pukul 17.00 WIB, ketika keluarga akan mengadakan pesta syukuran. Parlindungan Pakpahan bekerja sebagai Sekcam Pangaribuan di Sidagal Desa Parsorminan 1 Kecamatan Pangaribuan.

Menurut informasi, Parlindungan Pakpahan akan melaksanakan acara syukuran di rumahnya, karena merasa senang dimana menantunya perempuan sedang mengandung (hamil) tujuh bulan.

Bagi adat Batak daerah itu, hal tersebut sering dilaksanakan bertujuan untuk memohon Pertolongan Tuhan, agar diberikan kesehatan dan keselamatan bagi keluarga yang sedang mengandung dan juga anak yang sedang di nanti-nanti kelahirannya.
Pada saat acara sedang berlangsung, huran deras turun di sertai dengan petir. Waktu itu istri pemilik rumah yang bernama, Marlina Aritonang berdiri di dekat kulkas, dan tiba-tiba merasa tubuhnya kepanasan yang datang dari kulkas yang dekat dengannya. Lalu Marlina menjerit sehingga suaminya Parlindungan Pakpahan menolong dan ikut terkena sengatan listrik. Suaminya berusaha membuka kulkas dan setelah terbuka, dari dalam kulkas keluar cahaya dan sinar sehingga mengena kepada lima orang lagi yang berada di dalam rumah tersebut.

Setelah warga mengetahui kejadian tersebut, lalu warga berdatangan untuk menolong dan melaporkan ke Polsek Pangaribuan. Warga memberikan pertolongan pertama kepada korban dengan cara mengubur badan korban ke dalam lumpur atas nama Marlina Aritonang, Elda Pakpahan, Hotmida Pakpahan, Hotti Harianja. Sedangkan korban Parlindungan Pakpahan dan Doni Pakpahan hanya diberikan minum obat tradisinal berupa air putih yang di campur dengan mesiu peluru senjata api, dan korban James Pakpahan sempat di rawat di Puskesmas.

Menindaklanjuti hal tersebut Kapolres Taput AKBP Dudus HD SIK melalui Kasubag Humas Aiptu Walpon Baringbing, Senin (24) membenarkan kejadian tersebut.

“Saat ini ketujuh orang korban sudah membaik dan sudah di rumah masing-masing untuk dilakukan perawatan keluarga dan untuk istirahat,” jelas Baringbing melalui telepon seluler. (TT/int)

31.3.17

Pengerjaan Jalur Balige By Pass Dimulai Bulan Mei


Balige By Pass.

SOPO - Pengerjaan pembangunan jalur Balige By Pass dari wilayah Tambunan hingga Longat sepanjang 9,8 Km dan lebar 25 meter akan bulan Mei tahun 2017 ini. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) telah menyiapkan anggaran pembangunan jalan lingkar Kota Balige itu sebesar Rp242 Miliar.


"Informasi yang kami terima, Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 242 Miliar. Kalau berjalan mulus, tahap pertama akan dimulai dikerjakan bulan Mei tahun ini," ujar Tagor Siburian ST Mt, PPK Pengadaan Tanah Balige By Pass yang juga menjabat Kabid Tata Ruang di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemkab Tobasa, Kamis (30/3/17).

Siburian menjelaskan, tahap pertama mulai Tambunan Meijan sepanjang 2 Km. Pembebasan lahan sudah rampung dibayarkan kepada 116 pemilik lahan dengan total keseluruhan sebesar Rp 120 juta. Untuk membangun, telah disiapkan anggaran Rp30 Miliar.

"Untuk 2 Km ini, saat ini sedang tender. Informasi yang kami terima, sedang dalam tahap evaluasi penawaran. Kalau mulus, Mei sudah mulai pengerjaannya," terangnya.

Terkait sisa lahan belum dilakukan ganti rugi, saat ini tim pengadaan lahan sedang melakukan pendataan. Data sementara ada sebanyak 300 pemilik lahan.

"Untuk ganti rugi disiapkan dari APBD Tobasa sebesar Rp 18,5 Miliar. Kemudian, dari pemerintah pusat Rp 25 Milair. Dengan jumlah anggara tersebut, diperkirakan cukup untuk keseluruhan. Jika memungkinkan, tiga bulan kedepan sudah mulai dibayarkan," katanya. (TT/int)
 

29.3.17

Rumah Dirampok, Ibu Ini Lompat ke Jurang dan Berguling-guling ke Sungai


TobaTimes, Tapteng - Sarina Hutagalung (62), warga Desa Rampah, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi korban perampokan, Rabu (29/3) sekira pukul 4.00 WIB dini hari. Dinihari itu, komplotan rampok menyatroni rumahnya. Dia lolos karena melompat ke jurang di belakang rumahnya.

Sarina Hutgalung dirawat di RS.

Sarina mengalami luka koyak pada kepala sebelah kiri dan lecet di seluruh tubuh. Kini ia dirawat di rumah sakit Metta Medika Kota Sibolga. Saat ditemui di ruang IGD, Sarina mencoba bercerita kronologis kejadian tersebut. Pada saat kejadian, dia sedang tidur sendiri di rumahnya. Tiga anak laki-lakinya yang berprofesi sebagai supir sedang bekerja ke luar kota.

Sekira pukul 4.00 WIB pagi, dia bangun karena mendengar ketukan di pintu. Namuin dia tidak langsung membuka karena ketukan di pintu seperti dipaksa dan digedor. "Pintu terus ditokok-tokok, tapi tak bisa terbuka karena kugembok dari dalam. Kuambil parang dan cuka untuk jaga-jaga," katanya.

Sesaat kemudian, tidak ada lagi terdengar suara. Dia berfikir perampok sudah pergi. Lalu dia bergerak ke arah belakang. Saat itulah tiba-tiba muncul cahaya dari sela-sela papan rumahnya dan menyorot dirinya. Akibat ketakutan karena ketahuan keberadaannya di rumah, dia membuka jendela dapur dan langsung melompat. Dia sudah tidak befikir lagi bahwa dia melompat ke jurang. Dia jatuh dan berguling-guling ke dalam jurang.

Sambil menahan sakit pada sekujur tubuh, dia mencoba bangkit dan melangkah mencari pertolongan. Awalnya dia masuk ke kebun salak dan dia memandang ke arah jalan dan melihat ada cahaya mengarah padanya. Dia yakin itu bukan lampu kendaraan, melainkan senter perampok yang mencoba memburunya, diapun merunduk agar tidak ketahuan.

Dalam hati dia berkata, dia lebih memilih mati di semak belukar ketimbang mati di tangan para perampok. Diapun mencoba mundur secara perlahan. Tanpa dia sadari, dia terjatuh dan berguling hingga ke sungai. Dia merasakan sakit pada kepalanya. Meski demikian, dia mencoba membaringkan badan di sebuah batu untuk memperoleh kembali tenaganya.

"Aku terus mundur, rupanya ada jurang, jatuhlah aku berguling-guling sampai ke sungai. Ah, tidurlah dulu aku di batu ini, pikirku, karena sudah capek kali aku,” katanya.

Sekira pukul 6.00 WIB, dia terjaga dan melihat hari sudah mulai terang. Dia lalu memaksakan diri berjalan. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah kebun karet yang sudah tersadap. Dia berharap pemilik kebun datang dan dia segera mendapat pertolongan.

Ternyata benar, tak berapa dia melihat seorang wanita teman sekampungnya. Diapun memanggil dan meminta tolong. Akhirnya dia diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

Kapolsek Pandan AKP Parohon Tambunan membantah adanya perampokan. Dari hasil pemeriksaan, diperoleh keterangan dari anaknya bahwa kejadian itu hanya ilusi. Sebab, di daerah itu sedang marak isu perampok alias jogat dalam istilah warga sekitar. Bah, cemananya?

Meski begitu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut. "Tapi, sampai sekarang masih kita selidiki. Yang pasti, tidak ada perampokan, hanya ilusi dia," ujarnya. (TT/int)

28.3.17

Kakek 69 Tahun Raba-raba Siswi Kelas IV SD

 
Ilustrasi.

TobaTimes, Tapteng - Seorang kakek berusia 69 tahun berinisial WS melaukan perbuatan tak senonoh terhadap gadis kecil yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Orangtua korban, LH (37) dan istrinya SS (35) melaporkan kasus itu ke Polsek setempat.

Peristiwa itu terjadi di Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng). Korban berinisial AH (11) dicabuli WS dengan pura-pura baik yaitu memberikan uang kepada korban. Hal itu terjadi saat korban hendak berangkat ke sekolah pada Senin (27/3/17) lalu. Setelah memberikan uang itu, korban melakukan niat jahatnya.

Kejadian pertama kali dilakukan di belakang rumah tetangganya sebanyak empat kali, pelaku meraba-raba kemaluan korban. Lalu hal itu terulang di belakang rumah salah seorang warga tak jauh dari rumah korban.

Aksi bejat sang kakek terungkap pada tanggal 23 Maret 2017 pukul pagi 07:20 WIB saat korban hendak berangkat ke sekolah. Dia dicegat tersangka, lalu memberikan uang Rp5000 dan pelaku tetap meraba-raba korban.

Tak Terima atas perlakuan WS, ayah korban mencari tersangka tapi tidak ketemu dan akhirnya melaporkan kejadian itu kepada kepada kepala desa dan selanjutnya ke Polsek Barus.

Jajaran Polsek Barus kemudian mengamankan pelaku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan berdasarkan pengakuan korban, pelaku sudah melakukan perbuatan tak terpuji itu sebanyak lima kali. (TT/INT)

27.3.17

Dihantam Banjir, Boru Tumorang dan Dua Putrinya Tewas


TobaTimes, Sidimpuan - Kabar duka datang dari Kota Padangsidimpuan, Minggu (26/3/17). Ini setelah banjir bandang menerjang Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan.
Ilustrasi.
Akibatnya, satu keluarga terbawa banjir, dan tiga dari keluarga tersebut dinyatakan tewas. “Ketiga mayat yang terdiri ibu dan dua anaknya sudah ditemukan. Ketiganya sudah dibawa ke kediaman mereka di Lingkungan III Kelurahan Lubuk Raya, Padangsidimpuan,” ujar Kapolsek Hutaimbaru AKP Tony Simanjuntak kepada wartawan.

Tony menceritakan, berdasarkan info yang didapat dari masyarakat, sebelum ditemukan tewas, mereka yang menjadi korban sedang berada di ladang yang dekat dengan aliran Sungai Aek Sipogas Kelurahan Setempat. Dan saat hujan turun, mereka bertiga berteduh di gubuk. Tiba-tiba air bah datang dan langsung menyapu para korban.

“Diduga hanyut tersapu arus air bah yang datang dengan tiba-tiba. Dan, jasad ketiganya ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian sekitar pukul delapan malam tadi,” ungkap Tony.

Adapun identitas ketiga jenazah teridentifikasi yaitu Sahriana Situmorang (45) dan dua orang putrinya masing-masing Rafiah (8) serta Sakinah (10), warga Lingkungan III, Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Psp Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan. Sempat mau dibawa ke rumah sakit, namun warga dan pihak keluarga tidak mengijinkan,” terangnya.

Selain ketiganya, diduga suami korban juga ada pada saat kejadian dan masih dilakukan pencarian. “Iya, informasinya suami yang juga ayah dari anak-anak korban ikut hilang,” katanya.

Sebelumnya diketahui, selain merenggut korban jiwa, banjir bandang yang menerjang Kota Psp dan sekitarnya juga mengantam puluhan rumah hingga ada yang hanyut dan rusak parah. Tak hanya rumah, sejumlah kendaraan milik warga dinyatakan rusak akibat terseret banjir terbesar sepanjang tahun ini.

Saat ini, untuk sementara dari data yang dihimpun selain tiga korban meninggal, 17 rumah rusak, 17 rumah hanyut, 7 kendaraan hanyut, dan satu korban hilang. (TT/INT)

Modal Rp5 Ribu, Pemuda Ini Cabuli 3 Bocah Tetangga


TobaTimes, Medan - Seorang pemuda berinisial A (19) mencabuli tiga anak tetangganya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Pada awalnya, aksi pelaku berjalan mulus. Hanya bermodalkan uang Rp5 ribu, dia berhasil membujuk tiga anak di bawah umur tersebut untuk menuruti kemauannya. Ketiganya disuruh memegang alat vitalnya.

Ilustrasi.
Untung saja tindakan bejat pelaku ketahuan paman korban. Tidak senang dengan perbuatan itu, Minggu (26/3/2017) ditemani orang tua masing-masing korban melaporkan perbuatan A ke Polsekta Medan Labuhan. Dalam laporannya, aksi itu diketahui dilakukan A di belakang lapangan basket. Ketiga korban adalah MU (10), AA (8), dan MS (6).

Menurut para korban, peristiwa terjadi saat pelaku memanggil korban. Kemudian korban diajari merokok dan selanjutnya korban disuruh megang kemaluan pelaku untuk melakukan onani dan diberikan uang Rp5 ribu.

Berdasarkan informasi, Senin (27/3/17) aksi bejat pelaku pun ahirnya diketahui paman dari seorang korban. Dimana saat itu paman korban mencari keberadaan keponakannya yang belum pulang meski hari sudah sore.

Ketika mencari di belakang rumah tepatnya di belakang lapangan basket, didapatilah pelaku bersama tiga orang korban. Paman korban merasa curiga langsung mengintip dari kegelapan.

“Mereka ini diajari merokok, kemudian diberi uang Rp5 ribu dan korban disuruh pegang kemaluannya,” ungkapnya. Setelah dilaporkan kepada orang tua masing-masing, korban pun kemudian membuat laporan.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Yasir Ahmadi melalui Kanit Reskrim AKP Ponijo kepada wartawan membenarkan laporan tersebut. “Saat ini laporannya sudah ditangani Unit PPA,” katanya. (TT/INT)

Hmmm...! Ajudan Walikota Janjian dengan Pejabat di Hotel


TobaTimes - Perselingkuhan ajudan walikota Kediri dengan pejabat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terbongkar. Dari chating mesra keduanya, diketahui bahwa ajudan walikota berinisial AL diduga hendak melakukan hubungan suami-istri dengan pejabat Kominfo berinisial RR.

Ilustrasi.
Kasus perselingkuhan ajudan walikota dibongkar oleh suami RR di media sosial Facebook. Sang suami berinisal RD, telah melaporkan perselingkuhan istrinya dengan ajudan walikota ke Polresta Kediri.

RD yang sehari-hari berjualan sepeda ini meminta polisi memproses tindak asusila istrinya dengan AL. Ia tak keberatan istrinya dipecat dari PNS. Lewat curhatnya di Facebook, RD mengatakan perselingkuhan itu terbongkar saat dia bersama anak-anaknya bermain di Taman Baru Pesantren. Saat itu, istrinya malah sibuk chating dengan orang lain.


Tak berselang lama, sang istri pamit dengan alasan ingin ngeprint bahan-bahan untuk acara walikota. RD mulai curiga. Terlebih sang istri yang menjabat sebagai kepala bidang (kabid) di Dinas Kominfo Kediri itu pergi selama berjam-jam.

RD kemudian mengontak istrinya, tetapi ponselnya tidak aktif. Merasa ada sesuatu yang janggal, RD lantas menyusul RD ke tempat ngeprint, tetapi tidak menemukan istrinya di sana. Setelah dua jam menunggu, RD kembali menelepon istrinya. Kali ini tersambung. Namun sang istri justru mengaku sedang OTW ke lokasi penjahit di Pasar Pahing.

Kecurigaan RD semakin bertambah. Ia menyusul ke tempat penjahit di Pasar Pahing. Rupanya sang istri baru datang di tempat itu. RD kemudian merebut HP istrinya. Sempat terjadi tarik-tarikan tangan karena istrinya berusaha untuk mempertahankan HP. Bahkan, RR sempat meneriaki suaminya sebagai jambret karena berusaha merebut ponsel dari tangannya.


RD tak peduli. Ia berlari sambil membawa HP istrinya. RD kemudian membuka chating di HP istrinya. RD kaget melihat chatting mesra dengan panggilan sayang dari ajudan walikota. Bahkan, istrinya ketahuan janjian dengan ajudan walikota di kamar hotel yang ada di Jl Mayor Bismo, tepatnya di kamar D-6.

RD kemudian mengecek ke kamar hotel tersebut. Rupanya kamar itu memang baru ditempati. “Seluruh chating istri saya dengan ajudan sudah saya simpan untuk bukti,” jelas RD.

RD kemudian melaporkan kasus itu ke Polres Kediri dan Pemkot Kediri. Ia berharap istrinya dan ajudan walikota diberikan sanksi tegas. (TT/INT)