28.1.17

Ini Jenis Bisnis Paling Cocok di Tahun Shio Ayam Api


TobaTimes, Medan - Sabtu (28/1), warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek (Sincia) 2568 yang disimbolkan dengan Shio Ayam Api. Ketua DPD Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumu, Indra Wahidin, mengaku lebih memaknai pergantian Tahun Baru Imlek tak sebatas tentang peruntungan berdasar ramalan.

Ilustrasi Imlek.
"Sebenarnya setiap Tahun Baru Imlek itu hal yang sama saja bagi kami etnis Tionghoa. Kalau saya, memaknai Tahun Baru Imlek lebih kepada introspeksi diri," kata Indra Wahidin.

Bicara soal ramalan peruntungan, dia mengatakan, hal itu berbeda bagi tiap-tiap orang. Namun menurutnya, rezeki itu datang dari upaya, doa, dan usaha.

"Sebenarnya makna itu sama, jangan terlalu percaya bahwa rejeki itu tergantung ramalan, kalau shio binatang ini rejekinya bagus di Tahun Ayam Api ini. Jadi itu tak boleh dijadikan patokan, intinya berusaha," sebut Indra.

Indra mengatakan, yang terpenting bagi etnis Tionghoa untuk bisa maju dalam kehidupannya adalah usaha dan yang paling penting hemat.

"Karena saat ini kehidupan itu sulit, jadi yang paling penting itu adalah berhemat. Kita etnis Tionghoa paling utama dilakukan untuk sukses menjalani kehidupan adalah dengan hemat," tuturnya.

Indra Wahidin menjelaskan sedikit soal Kalender Imlek. Siklus kalender imlek itu terjadi 60 tahun sekali.

Jadi ada 12 shio dalam Kalender Imlek yaitu shio tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing, babi dan itu bergulir terus menerus sebagai siklus dengan lima unsur bumi di dalamnya yaitu api, tanah, air, logam dan kayu.

Sementara Wakil Ketua Apindo Sumut Johan Brien menilai, Tahun Baru Imlek 2568 akan membawa berkah dan rezeki. Karenanya dia yakin, prospek bisnis di tahun ini diperkirakan bakal cerah.

Menurut Brien, tahun Ayam Api ini jika dilihat dari prospek bisnis, cukup bagus. Meski, di tengah kondisi perekonomian yang kurang baik. "Dari segi fengshui bagus prospeknya, di mana ayam api itu membawa keberkahan dan rejeki," kata Brien kepada Sumut Pos.

Ahli Fengshui di Sumut Bambang ES memprediksi, di tahun ayam api keadaan di sepanjang tahun ini akan bermanfaat dalam peningkatan karir, bisnis dan investasi keuangan. Menurutnya, di bidang bisnis, peluang yang menjanjikan adalah kuliner dan fesyen diramalkan subur.

"Tahun ini merupakan tahun ayam yang berunsur api dan bersifat Yin bukan Yang. Sifatnya agak sedikit panas dibandingkan tahun monyet api yang sifatnya dingin. Dengan sifat tersebut, pada umumnya yang paling baik dalam bisnis atau usaha di antaranya, kuliner, fesyen, tekstil dan elektronik. Bisnis-bisnis ini diramalkan akal lebih maju apalagi melihat perkembangan ekonomi yang semakin baik saat ini," katanya.

Menurut Bambang, untuk bisnis properti prospeknya juga baik. Jika berbicara ekonomi secara keseluruhan, bulan Juni dan Juli perkembangan ekonominya akan meningkatkan. "Bagi mereka yang membuka usaha, membeli rumah, membeli meja kantor atau kasir pada tahun ayam ini, tata letaknya lebih baik mengarah barat, utara dan selatan. Sedangkan, arah timur kurang baik," cetus Bambang. (TT/INT)

Antara Anggita dan Patrialis Akbar, Ada Apa?


Anggita Eka Putri.
TobaTimes, Jakarta - Keberadaan cewek cantik Anggita Eka Putri masih misterius. Perempuan muda itu ditangkap bersama Patrialis Akbar di Grand Indonesia pada Rabu (25/1) malam itu menjadi sorotan publik. Sebab, perempuan berusia 24 tahun tersebut diketahui bukan keluarga Patrialis.

Ia bukan pula pegawai di lingkungan Mahkamah Konstitusi (MK), tempat Patrialis berdinas. Informasi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), perempuan yang kerap disapa Anggi itu tengah bersama keluarganya saat ditangkap.

Rumor yang beredar, Anggi merupakan teman dekat Patrialis. Bahkan, ada yang menyebut bila Patrialis menjanjikan akan membelikan sebuah apartemen senilai Rp 2 miliar untuk Anggi.

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan, sampai saat ini Anggi masih berstatus sebagai saksi. Perempuan itu sempat diperiksa KPK berjam-jam pada Kamis (26/1) dan Jumat (27/1).

Namun dilepaskan karena penyidik tidak menemukan bukti yang berkaitan dengan keterlibatan Anggi dalam kasus suap uji materi yang menjerat Patrialis.

Kendati demikian, Laode enggan membeberkan siapa sosok perempuan berambut ikal itu. Karena kasus ini tidak ada kaitannya itu (Anggi). Bukan berita infotainment ya,” ujar Laode.

Bukan hanya teman dekat, Anggi juga sempat dikabarkan sebagai “hadiah” lain untuk Patrialis. ”Saya tegaskan, itu (kabar hadiah) tidak benar,” sahut Laode.

Anggi sendiri tidak berkomentar saat keluar dari gedung KPK dini hari kemarin.

Saat ditanya soal kasus Patrialis, perempuan yang mengenakan kemeja putih lengan panjang kombinasi garis warna biru dan celan jeans biru tersebut memilih diam sambil berjalan menuju kendaraan yang ditumpanginya. (TT/INT)

Skandal Seks di Ladang Singkong


TobaTimes - Ini kisah skandal seks di kebun singkong yang terjadi di Dusun Penoon Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Romi (19) ketahuan menggoyang pacarnya yang masih ABG di ladang singkong.

Ilustrasi.
Pria yang sehari-hari bertani itu menyetubuhi kekasihnya, sebut saja Melati, pelajar yang masih berusia 13 tahun. Apes, aksi Romi goyang pacar di kebun singkong ketahuan orangtua Melati.

"Begitu mengetahui kejadian tersebut, orangtua Melati kemudian mengundang orangtua Romi untuk bermusyawarah. Tapi orangtua Romi tidak mau hadir. Sehingga masalah esek-esek itu kemudian dilaporkan orangtua Melati ke petugas kami,” ujar Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen didampingi Kapolsek Kembang Janggut AKP Salamun.

Semula rupanya orangtua Melati berupaya menyelesaikan kasus esek-esek melibatkan perempuan di bawah umur alias belum dewasa itu secara musyawarah mufakat.

Intinya, orangtua Melati meminta tanggung jawab Romi. Tetapi sampai beberapa hari kemudian, pihak keluarga Romi tak juga menunjukan itikad baik. Karena itulah Senin (16/1) siang, orangtua Melati mengadu secara resmi ke Polsek Kembang Janggut.

Begitu menerima laporan, sejumlah petugas Polsek Kembang Janggut langsung bergerak mencari Romi. Tidak diperlukan waktu lama, hari itu pula polisi berhasil meringkus si pelaku tanpa perlawanan.

Bahkan dalam keterangannya ke penyidik, Romi mengaku sudah berkali-kali menyetubuhi Melati. Aksi goyang enak itu tak hanya di kebun, tapi juga pada sejumlah tempat lain.

"Hari ini (kemarin, Red) tersangka sudah diantar ke Tenggarong. Kami menitipkan penahanannya di sana (Kantor Polres Kukar di Tenggarong, Red),” tambah Salamun.

Akibat menggoyang pacarnya di kebun singkong pada Jumat (13/1), Romi kini mendekam di tahanan. Petani muda tersebut  dijerat Pasal 76 D Junto Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak, juga Pasal 287 KUHP tentang Pencabulan.

“Saya melakukan tindakan itu karena khilaf. Entah kenapa, setelah kenal dan berpacaran dengan dia (Melati, Red), saya langsung kepengen begituan. Memang dia selalu menolak, tapi begitu saya paksa, maka akhirnya mau saja,” kata Romi. (TT/INT)

Heboh! Katon Bagaskara Pacaran dengan Cewek Belia

 
Postingan Katon via Lamber_turah

TobaTimes, Jakarta - Katon Bagaskara tiba-tiba membuat netizen heboh. Itu karena foto-foto screenshot postingan dirinya di Path muncul di akun lambe_turah. Dalam foto tersebut, Katon nampak mesra dengan seorang wanita cantik, muda juga seksi, yang diketahui ternyata kekasihnya.

Hal ini langsung jadi bahan pembicaraan netizen. Mereka memberikan tanggapan beragam usai melihat foto tersebut. Ada yang mengomentari soal perbedaan usia keduanya. Seperti akun stormputri, “Ya ampuun Katon Bagaskara ituuh? cewenya seumuran anaknya kah??”.

Atau akun mella.habibi yang mengomentari soal gaya berpacaran Katon. “Om katon berasa balik lg jaman ABG ya… hihiii,” ujarnya.

“Duda alay skrg, scr pake gelang anniversary segala,” timpal akun indymenawan.

Tidak hanya itu, ada juga netizen yang memberikan dukungan soal hubungan Katon dan kekasihnya ini.

“Kalo sama2 jomblo, sama2 cinta, keluarga juga bisa menerima ya gapapa lah ya cuss kewong halalin,” papar akun secretadmiraaawr. (TT/INT)

Januari, Bulan Paling Banyak Orang Selingkuh


Ilustrasi.
TobaTimes - Sejumlah survei menyebutkan bahwa bulan-bulan tertentu banyak dimanfaatkan orang untuk berpisah dari pasangan atau bercerai. Kini sebuah survei mengungkapkan bahwa ada bulan yang banyak mengundang orang untuk berselingkuh. Itu adalah bulan Januari.

Laporan ini didapat dari Gleeden, situs bagi orang-orang yang selingkuh dari pernikahannya. Menurut situs itu, orang-orang yang registrasi di situsnya meningkat sampai 320 persen, khususnya Senin kedua, dua minggu setelah Natal, yaitu pada tanggal 9 Januari 2017, seperti yang dilansir Womens Health Mag.

Gleeden menyurvei 13.000 orang dan mengungkap 52 persen di antaranya berselingkuh di bulan pertama ini. "Untuk mendapatkan kembali kebebasan mereka setelah musim liburan," jadi salah satu alasannya.

Sebanyak 26 responden mengatakan alasannya adalah ingin mencoba sesuatu yang baru di awal tahun yang baru.

Direktur komunikasi Gleeden yang bernama Solene Paillet mengatakan dalam rilisnya jika ia tak terkejut dengan hasil survei. Justru menurutnya, selingkuh jadi kebutuhan untuk membuat rutinitas lebih menarik. (TT/INT)

16.1.17

Stres, Ibu Bunuh Anak Berumur 2,5 Tahun


TobaTimes, Medan - Seorang ibu membunuh anaknya yang masih berusia 2,5 tahun. Peristiwa itu terjadi di Jalan Dahlia Ujung, Kecamatan Delitua, Medan.

Ilustrasi.
Aksi kejam itu dilakukan si ibu karena diduga sedang mengalami stres. "Korban bernama M Altahir, umur 2,5 tahun," kata Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna, Minggu (15/1/17).

Wira mengatakan, pembunuhan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Polisi telah memeriksa empat saksi, yakni Sutan Hasibuan (39), Melisa (29), Dewi (30), dan Ratimin (40).

"Saat itu saksi Dewi sedang berdiri di depan rumah dan melihat anak-anak Sutan berlarian keluar rumah berteriak 'tolong'," kata Wira.

Setelah itu, Dewi menghubungi Sutan (pemilik rumah) dan Melisa untuk pulang melihat kejadian tersebut. Setiba di rumah, Sutan melihat korban sudah tidak bergerak dengan kondisi usus keluar dan penuh darah. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit.

"Saksi Sutan kemudian menghubungi Polsek Delitua. Kita menuju ke lokasi, seterusnya mengamankan pelaku," ujarnya.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti dua bilah pisau dan baju korban. "Kita berkoordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, untuk melakukan autopsi. Ini (kasus) masih dalam penyelidikan," kata Wira.

Pelaku akan dibawa ke rumah sakit jiwa. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga stres. "Keterangan saksi yang satu rumah dengan pelaku, pelaku ini orangnya tertutup, pendiam. Seperti stres," kata Wira.

"Dugaan sementara stres, sehingga muncul seperti pemikiran aneh. Ngomong-nya kadang nyambung, kadang nggak," ujarnya lagi. (TT/int)

13.1.17

Haha...! Rombongan Bupati Tobasa Kena Tilang


TobaTimes, Medan - Mungkin tak ada yang menyangka. Rombongan Bupati Toba Samosir (Tobasa) Darwin Siagian kena bukti pelanggaran (tilang) saat melintas di Kabupaten Serdang Bedagai.
Rombongan Bupati Tobasa ditilang.
 Sanksi itu diberikan lantaran polisi menilai tindakan pengawalan yang dilakukan Dishub Tobasa tidak sesuai ketentuan.

Kapolres Serdang Bedagai Eko Suprihanto dalam paparannya, Kamis (12/1/17), mengatakan, penilangan dilakukan karena pengawalan oleh Dishub Tobasa melanggar Pasal 59 ayat 5 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Penggunaan Lampu Isyarat dan Sirine. Serta, melanggar Pasal 134 UU No 22 tahun 2009 tentang Pengguna Jalan yang Memperoleh Hak Utama.

"Kegiatan pengawalan yang dilakukan oleh Dishub Pemkab Tobasa saat melintas di Sergai pada Senin malam itu sangat berbahaya dan membahayakan pengguna jalan lain," katanya.

Polisi menilai pengemudi kendaraan tidak menguasai tata cara pengawalan. Pengemudi juga dianggap tidak memiliki kompetensi dalam kegiatan pengawalan.

"Itu semua mobil dimasukkan ke halaman Polres dan pengawalnya ditilang," tuturnya.

Pengemudi yang ditilang atas nama Henry Siahaan. Dia mengemudikan mobil Dishub BB 1111 E milik Pemkab Tobasa. "Barang bukti yang ditahan adalah SIM atas nama Henry Siahaan," bebernya.

Eko menambahkan, tilang dilakukan untuk memberikan efek jera. Sekaligus pembelajaran bagi pimpinan daerah agar ke depan meminta bantuan kepolisian dalam kegiatan pengawalan. (TT/INT)

Mengapa PNS Belum Gajian? Ini Penyebabnya...


TobaTimes, Jakarta - Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sejumlah daerah hingga saat ini belum ada yang gajian. Hal ini sangat tidak lazim sehingga membuat para PNS itu bertanya-tanya.
 
Ilustrasi.

Apa penyebabnya? Direktur Jenderal Otonomi Daerah dari Kementerian Dalam Negeri Sumarsono menjelaskan alasan telatnya pencairan gaji tersebut.

Dia mengatakan, hal tersebut disebabkan karena adanya perampingan organisasi perangkat daerah di seluruh Indonesia.

"Gaji sudah ada di rekening, tapi belum ada penunjukan kuasa pengguna anggaran (KPA) dan pejabat pembuat komitmen,” kata Sumarsono di Jakarta, Jumat (13/1/17).

Berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang efisiensi dan efektivitas, menyebutkan sejumlah daerah harus memotong struktur perangkat daerah.

Namun demikian, kata Sumarsono, untuk PNS di Pemprov DKI, gaji sudah cair karena perampingan sudah selesai. (TT/INT)

11.1.17

Nggak Mau Diajak Nikah, Cewek Medan Dipukuli di Jalan

TobaTimes, Medan - Seorang wanita bernama Siti Aisah (38) tak ingin masa depannya hancur. Oleh karenanya dia menolak menikahi dengan kekasihnya, Iwan Mamang (30). Iwan memang sering kasar dan suka memukul.
Ilustrasi.
Selain itu, Iwan juga tidak punya pekerjaan tetap. Namun, malang bagi Siti, Iwan tak terima ditolak dan malah memukuli janda warga Jalan Titi Pahlawan, Gang Penghulu Lama, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, itu.

Peristiwa itu terjadi kemarin malam. Ceritanya, Siti telah menjalin hubungan asmara dengan Iwan selama tiga bulan lamanya. Pria yang sudah menjadi kekasihnya itu berulang kali meminta untuk menikah. Namun, Siti tak mau.

Singkat cerita, malam itu Siti berboncengan naik sepeda motor dengan Iwan. Kekasihnya itu kembali meminta agar mereka menikah.

Permintaan itu ditolak oleh Siti. Sehingga, Iwan kesal dan langsung marah lalu memberhentikan sepeda motornya di simpang Pasar 5 Marelan.

Pria berstatus duda itu memukuli Siti hingga babak belur. Akibatnya Siti mengalami luka di bagian bibir dan wajah. Puas menghakimi Siti, warga Jalan Marelan Raya, Pasar 5 Kecamatan Medan Marelan, itu pun pergi begitu saja.

Tak terima dengan penganiayaan itu, Siti menelepon Dani, adiknya. Melihat kondisi Siti yang memar di bagian wajah, Dani langsung membawa korban ke RSU Wulan Windi.

Senin (9/1/2017) siang, Siti dan Dani membuat pengaduan ke Polsek Medan Labuhan. “Tadi malam kakak (Siti) saya dihajar si Iwan,” kata Dani di kantor polisi. Dani berharap polisi dapat segera menangkap Iwan.

“Sudah sering kali dia mukuli kakak saya, sekarang kakak saya terpaksa opname di rumah sakit. Jadi saya minta polisi untuk segera menangkapnya,” kata Dani lagi.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Ponijo mengatakan sudah menerima laporan korban dan akan segera diproses. “Kalau laporannya sudah memenuhi unsur akan segera kita tangkap pelakunya,” kata Ponijo. (TT/int)

10.1.17

Suami Kerja, Istri Main dengan Tetangga


Ilustrasi.
TobaTimes - Istri tak tahu diri, sebut saja namanya Mela. Dia seharusnya melayani suami dengan baik, tapi wanita 28 tahun itu malah melakukan perbuatan yang melukai Unto, suaminya.

Warga Desa Karang Jawa, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) itu selingkuh dengan tetangganya berinisial BS.

Mela melakukan perbuatan terlarang itu ketika RJ sedang bekerja sebagai sopir di wilayah Kalimantan Timur.

Tak terima dengan perbuatan Mela, Unto langsung melaporkan kasus perselingkuhan itu ke Polsek Padang Batung.

Kapolsek Padang Batung Ipda Tugiana mengatakan, kasus itu terbongkar ketika Unto pulang bekerja. Unto menerima informasi dari tetangga yang mengatakan bahwa Mela selingkuh dengan BS.

Unto lantas menginterogasi Mela. Hati Unto remuk redam ketika HS mengaku sudah beberapa kali mandi keringat dengan BS sejak Desember lalu.

"Menurut keterangan Mela, dia sudah beberapa kali berhubungan badan dengan BS, saat RJ bekerja sebagai sopir. Saat ini, Mela dan BS sudah kami amankan untuk proses selanjutnya,” ujar Agus, Sabtu (7/1) lalu. (TT/int)