7.8.17

Ia Menikami Togar karena Kakek Togar Menembak Kakeknya


TobaTimes - Motif pembunuhan sadis yang menewaskan Togar Sirait sedikit terungkap. Pelaku yang juga marga Sirait, tepatnya berinisial TS, tega menikami tubuh Togar berkali-kali hingga tewas, ternyata karena ada dendam lama. Di masa lalu, kakek Togar menembak kakek TS hingga tewas.

Jasad Togar ketika ditangani medis.
Kepada penyidik, pelaku mengaku telah membunuh korban secara membabi buta. Dia mengaku bahwa ia memang dendam kepada korban.

Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli melalui Kasat Reskrim AKP Manson Nainggolan kepada wartawan mengatakan, sebelum kejadian, pelaku merasa dipermalukan saat berada di warung tuak. Selain itu, juga ada dendam lama yang masih terpendam, dimana kakek pelaku tewas di tangan kakek Togar.

“Motifnya, tersangka TS tersinggung karena sebelumnya mereka bertengkar gara-gara berebut gitar di warung. Memang, tidak sampai terjadi perkelahian, hanya maki-makian,” ujar kasat.

Selain itu, pelaku juga mengaku dendam terhadap Togar. Dulu almarhum kakek pelaku meninggal karena ditembak oleh kakek Togar. “Jadi ada dendam lama,” kata perwira berpangkat tiga balok emas ini.

Sebagaimana diketahui, warga Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa Samosir (Tobasa), geger oleh pembunuhan sadis yang menewaskan Togar Sirait (30). Peristiwa mengenaskan itu terjadi di Lumban Lintong, Desa Lintong Julu, Sabtu (5/8/17) sekitar pukul 20.30 WIB. Hanya dalam waktu 3 menit, korban dihabisi secara sadis.

Salah seorang warga, S Sirait (21), kejadian tersebut benar-benar tidak diduga, karena begitu cepat terjadi. “Iya, tidak sampai tiga menit, pelaku langsung saja menghujam benda tajam beberapa kali ke tubuh korban. Korban langsung tersungkur,” terangnya.

Kasat Reskrim AKP Manson Nainggolan mengatakan, kepada pelaku dipersangkakan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, dimana pelaku diyakini melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Togar.

“Jadi, kejadian itu bukan spontan. Setelah dari warung, tersaangka pulang ke rumah abangnya mengambil pisau, kemudian mendatangi korban,” ungkapnya. (bbs/int)

Air Parit Mengalir Merah Seperti Darah, Warga Heboh


TobaTimes - Puluhan warga mendadak heboh di Jalan DI Panjaitan Kota Pematangsiantar. Itu karena kondisi air drainase berwarna merah pekat. Aliran air itu sungguh menyerupai darah.

Air parit berwarna merah darah.
Noda merah tersebut bahkan sampai ke Sungai Bah Bolon. Sejumlah warga mencoba mencari sumber warna tersebut. Sebagian warga menduga jika warna merah tersebut adalah darah.

Warga sangat penasaran termasuk pihak kepolisan. Setelah ditelusuri ke hulu drainase, akhirnya diketahui sumber warna merah tersebut. Warga melihat ada goni yang menyumbat aliran air di Kelurahan Naga Huta Timur, Siantar Marihat. Dan setelah diperiksa ternyata isi goni tersebut adalah pewarna benang.

Goni tersebut diduga dibuang warga ke tong sampah. Tapi sebagian lagi dibuang ke selokan. Sampai saat ini puluhan warga masih berkupul di sepanjang jalan DI Panjaitan dan melihat kondisi air berwarna merah.

Salah seorang personel Polsek Marihat Aiptu P Sitorus di lokasi mengatakan bawha warga heran kenapa warna air drainase warna merah. "Ternyata pewarna benang di dalam goni menyumbat air drainase," ujar Aiptu P Sitorus. (bbs/int)

6.8.17

Ditikami Berkali-kali, Cuma 3 Menit, Togar Sirait Tewas Seketika


TobaTimes - Pembunuhan sadis terjadi di Lumban Lintong, Desa Lintong Julu, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa Samosir (Tobasa). Warga setempat geger oleh peristiwa itu. Togar Sirait (26), tewas seketika.
Jenazah Togar Sirait ketika ditangani medis.
Menurut informasi, dalam 3 menit, korban dihabisi secara sadis, Sabtu (5/8) sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku pembunuhan tiba-tiba datang menemui Togar dan langsung menikami korban dengan benda tajam secara membabi buta.

Menurut salah seorang warga, S Sirait (21), kejadian tersebut benar-benar tidak terduga karena begitu cepat terjadi. "Iya, tidak sampai tiga menit. Pelaku langsung saja menghujam benda tajam beberapa kali ke tubuh korban. Korban langsung tersungkur,” terangnya.

Korban tersungkur di depan rumahnya dengan lumuran darah. Seketika warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu menjerit histeris dan dengan cepat berdatangan ke lokasi kejadian. Korban segera dilarikan ke RSUD Porsea untuk diberikan pertolongan, sementara pelaku langsung melarikan diri.

Korban tidak tertolong lagi akibat begitu banyaknya luka tusukan di tubuhnya. Ada tiga tusukan di dada, tiga tusukan di perut, dua tusukan di lengan kiri dan satu di kaki.

Sementara, pelaku berinisial TS (22) yang merupakan teman sekampung korban yang sempat melarikan diri akhirnya ditangkap beberapa jam kemudian di rumahnya.

Kapolsek Lumban Julu AKP Hermansyah Siregar saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini dan mengatakan bahwa pelaku sudah tertangkap. “Pelaku sudah kita amankan dari rumahnya sendiri pada Minggu (6/8) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, beberapa jam setelah kejadian, berkat kerja sama warga,” katanya.

Dia menjelakan, petugas dan warga langsung memblokade setiap persimpangan jalan sehingga pelaku tak akan bisa lolos.

“Pelaku sudah kita serahkan langsung ke Polres Tobasa untuk penyidikan lebih lanjut. Dan, apa motif dari pembunuhan ini, masih dalam penyidikan. Korban sudah diberangkatkan ke RS Siantar untuk otopsi,” ujar Kapolsek. (bbs/int)

2.6.17

Dijambret, Ibu dan Putrinya Terhempas ke Aspal


TobaTimes, Sibolga - Tina Saur Marisi Simanjuntak (36) dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan pada bagian kepalanya. Putrinya, Jelita Winda Sari Manurung (13), juga mendapat perawatan karena luka lecet. Mereka terjatuh dan terhempas ke aspal pada Kamis (1/6) sekira pukul 10.15 WIB akibat aksi jambret.

Korban dirawat di RS.
Menurut warga, aksi penjambretan terjadfi di depan sekolah swasta Tri Ratna di jalan S Parman. Tiba-tiba dia mendengar suara Tina berteriak minta tolong sambil mengendarai sepeda motor. "Dari depan Tri Ratna kulihat, dia (Tina) teriak, rampok, rampok, sambil naik kreta," kata seorang saksi mata.
Dia juga mengaku melihat 2 orang pria naik sepeda motor berada di depan Tina. Menurutnya, saat itu Tina sudah di jambret dan dia sedang mengejar pelaku yang lari ke arah ujung Sibolga. "Memang kulihat ada 2 laki-laki naik kreta di depannya, mungkin ngejar itu dia, ditancapnya terus gasnya," ungkapnya.

Tiba di simpang 4 antara jalan Zainul Arifin dan jalan Fl Tobing masih kata dia menceritakan kejadian tersebut, Tina dan putrinya terjatuh. Diduga, karena kalut, Tina tidak menyadari kalau ada gundukan yang cukup tinggi di depannya dan masih saja penarik gas sepeda motornya dengan cukup dalam. "Kuikutinya tadi dari belakang, korban ini tancap gas kencang kali. Kan pas simpang itu tanjakan, gundukannya kan tinggi, sementara dia terus tancap gas, melayanglah. Akhirnya jatuh," pungkasnya.

Usai mendapat perawatan, Tina dengan terbata-bata menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. Agak berbeda dengan keterangan warga tadi, warga Sarudik ini mengaku kalau dia sempat tarik-tarikan dengan penjambret. "Tarik-tarikan kami tadi, sampai terjatuhlah kami," katanya sambil menahan sakit pada tubuhnya.
Diterangkannya, saat itu, dia dan putrinya melaju dari arah Tri Ratna menuju arah Simaremare. Dompetnya dipegang oleh putrinya dan ditaruh ditengah, diantara keduanya. Di sekitar Bank Sumut, 2 orang pria mengendarai sepeda motor menarik dompet yang dipegang putrinya. Dia yang mengetahuinya tidak tinggal diam dan mencoba memberikan perlawanan. "Dijepitnya ditengah dompetku itu. Dirempetnya aku terus. Ditariknya dari tengah, kutarik lagi, sampai kami jatuh dan mereka (penjambret) lari membawa dompet itu," ungkapnya.

Sambil menangis, wanita yang sudah ditinggal mati suaminya ini mengaku kepada petugas kepolisian kalau dirinya sudah tidak punya uang lagi untuk membayar perobatan mereka. Karena, uang yang hanya Rp450 ribu yang dia punya sudah dibawa kabur penjambret. "Gak ada uangku pak. Cuma Rp450 ribunya tadi uangku didalam dompet itu, sudah hilang. apalah kubuat bayar perobatan ini. Suamikupun sudah gak ada lagi, yatim piatunya itu anakku itu sekarang," isak wanita yang kesehariannya bekerja sebagai buruh kasar ini sambil menatap putrinya yang juga terbaring disisi kanannya. (TT/int)

1.6.17

Upacara Hari Pancasila, Pejabat Sibolga Wafat Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang


TobaTimes, Sibolga - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Sibolga Syariful Alamsyah Muda Harahap, meninggal dunia pada saat upacara peringatan hari lahir Pancasila yang pertama kali dilaksanakan.

Jenazah dibawa untuk dimakamkan.
Jezanah diberangkatkan ke tempat peristirahatannya dari depan kantor Walikota Sibolga, Kamis (1/6) sekira 15.30 WIB. Hal tersebut merupakah sebuah penghargaan sekaligus yang pertama kali dilakukan oleh Pemko Sibolga kepada ASN nya yang meninggal dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara.

Almarhum juga menjabat sebagai ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Sibolga. "Kita semayamkan di kantor walikota karena beliau meninggal dalam tugas, pas upacara hari lahirnya Pancasila. Hari lahirnya Pancasila dirayakan tahun ini, sesuai keputusan Presiden RI Bapak Joko widodo," kata Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk usai pelaksanaan upacara.

Sekilas diceritakan, hal yang paling mengharukan dari kepergian mantan Kabag Humas Pemko Sibolga tersebut, waktu meninggalnya tepat pada saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. "Pada saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, beliau jatuh. Makanya beliau berhak disemayamkan di kantor Walikota. Beliau berhak mendapatkan penghargaan. Apalagi dia ketua PP yang meninggal pada hari lahir Pancasila," pungkasnya.

Sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka di Terminal Sibolga. Kemudian disolatkan di Mesjid terdekat diiringi para pelayat yang terdiri dari keluarga, PNS Pemko Sibolga, anggota PP Kota Sibolga dan Tapteng. Tak hanya itu, karena almarhum juga tercatat sebagai anggota Perguruan Pencak Silat Pembela Diri Lintau Komando (PPS PD LINDO), pemberangkatan jenazah dari rumah duka ke mesjid dilepas dengan upacara. 

Almarhum meninggalkan 1 istri, 4 putri dan 1 putra. Dengan riwayat. Jabatan yang pernah di emban almarhum semasa hidup. Pada tahun 1992, awal jadi PNS adalah menjadi staf di dinas PU Kotamadya Sibolga. Kemudian, pada tahu 1994 hingga 1992, beliau mengikuti tugas belajar di LAN RI. Setelah itu, menjadi sekretaris Kecamatan Sibolga Kota pada tahun 1998 hingga 2000. (TT/int)

30.5.17

Sedih! Tabrakan Antar Anak Sekolah, Polisi dan Putrinya Tewas


TobaTimes, Balige - Brigadir Polisi Jon Wesly Purba (37) dan putrinya bernama Jessica Purba (9), menghembuskan nafas terakhir di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU HKBP Balige, Senin (29/5/17) kemarin. Personil Polres Tobasa itu meninggal setelah tabrakan maut di Jalinsum tepatnya di KM 231-233, Desa Tampubolon Lumban Atas, Kecamatan Balige, Tobasa.

Jenazah Jon dan putrinya.
Berdasarkan informasi, kejadian naas itu terjadi ketika Brigadir Jon Wesly dengan mengendarai sepeda motor Vario membongceng putrinya Jessica berikut anaknya Jovanca Wesli (6), berangkat dari kediamannya di Asrama Polsek Laguboti menuju Balige pagi itu. Niatnya untuk mengantar kedua anaknya sekolah di SD Katolik Balige.

Dari arah berlawanan melintas mobil penumpang L300 BB 1239 OC yang dikendarai Dimpos Nababan (35), warga Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Taput. Tepat dilokasi kejadian terjadi tabrakan. Brigadir Jon Wesly terhempas bersama kedua anaknya.
Jon mengalami luka robek di dengkul, luka lecet pada kaki kanan, luka lecet pada tangan, mengalami benturan pada kepala dan meninggal dunia  setelah di rawat di RSU HKBP Balige. Kemudian putrinya Jessica mengalami luka lecet pada kaki kanan, memar pada kaki kanan, dan benturan pada kepala dan meninggal dunia setelah di rawat di RSU HKBP Balige.

Sementara Jovanca mengalami luka lecet pada wajah, bengkak pada pelipis sebelah kanan, luka lecet pada pelipis sebelah kanan, luka lecet pada kepala dan dibawa berobat ke RSU HKBP Balige. Namun setelah mendapat perawatan awal, Jovanca dirujuk ke Rumah Sakit Tiara di Siantar.

Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoly yang ditemui di RSU HKBP Balige  membenarkan kejadian itu. Dijelaskan, dari pemeriksaan saksi, serta olah TKP, sementara diduga kecelakaan itu akibat kelalaian pengendara mopen.

"Diduga Mopen melintas dari  kekanan jalan dan menabrak pengendara septor," tutur Kapolres melalui Kasatlantas AKP Robinson Sembiring.

Saat ini Mopen L300 No Polisi BK 1239 OC diamankan, kemudian  sopir Dimpos Nababan dimintai keterangan. Namun sejauh pemeriksaan, Dimpos tidak mengakui bahwa kejadian itu akibat kelalaiannya.

Jenazah Brigadir Jon Wesly dan putrinya langsung dibawa ke kampung halaman almarhum di Dusun Tanjung Maria, Desa Simalas, Kabupaten Serdang Bedagai. Turut langsung Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoly dan sejumlah personil dalam iringan dua unit mobil ambulans berangkat dari RSU HKBP Balige menuju rumah duka di Tanjung Maria. (TT/int)

27.5.17

Jaksa Tak Cabut Banding, Ahok Segera Disidang Lagi


TobaTimes, Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) hingga kini tak juga mencabut proses banding Ahok di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Padahal, Ahok sendiri sudah mencabut proses bandingnya.

Ahok.
Sikap jaksa yang terkesan ngotot membebaskan Ahok dari penjara membuat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta harus tetap menyiapkan hakim untuk proses banding perkara tersebut.

Humas PT DKI Jakarta Johanes Suhadi membenarkan adanya hakim yang disiapkan untuk mengkaji banding dari putusan Ahok selama dua tahun penjara itu. Bahkan sidang banding akan segera digelar.
“Iya tetap (digelar) karena jaksa sampai sekarang belum cabut bandingnya,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (27/5/17).

Untuk menyidangkan banding Ahok, PT DKI Jakarta telah menyiapkan lima hakim. “Ketua Majelisnya Imam Sungudi, hakim anggota Elang Prakoso Wibowo, Daniel D Pairunan, I Nyoman Sutama, Achmad Yusak, itu majelis yang menangani perkara  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” terangnya.

Sebelumnya, kejaksaan menyatakan akan mengkaji dulu sikap Ahok yang batal banding. Karena banding yang diajukan jaksa mengikuti banding dari kubu Ahok.

Namun hingga sekarang, banding yang diajukan jaksa tak dibatalkan sehingga PT DKI tetap akan menyidangkan banding itu. (TT/int)

16.5.17

Mulai Panas, Referendum Minahasa Merdeka Menggaung di Sulawesi


TobaTimes - Sejumlah warga Minahasa, Sulawesi Utara, menggaungkan kembali referendum (jajak pendapat) Minahasa menuju Minahasa Merdeka. Sikap itu mereka tunjukkan menyikapi kondisi nasional akhir-akhir ini terkait isu intoleransi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Unjuk rasa menggaungkan Minahasa Merdeka.
Ratusan warga yang menggaungkan referendum Minahasa melakukan demo di Kantor Gubernur Sulut, Senin (15/5/17). "Referendum Minahasa intinya menunjukkan sikap tou (orang) warga Minahasa terhadap kondisi nasional yang cukup memprihatinkan.

Referendum ataupun Permesta Jilid II pasti akan jadi jika negara lemah untuk menumpas biang-biang dari perpecahan NKRI, pelaku intoleran, dan pelaku-pelaku yang berupaya mengubah haluan negara," ujar Rocky Oroh, aktivis Referendum Minahasa kepada media.

Bagi Rocky, Pancasila harga mati bagi Minahasa. "Jangan coba-coba mengubah ideologi negara. Negara harus tegas. Jika tidak, Referendum Minahasa merdeka siap kami kobarkan. Jika pun harus membangkitkan Permesta jilid II, kami sudah siap," tegasnya.

"Referendum (jejak pendapat) targetnya merdeka. Bentuk negara masih terlalu dini untuk dibahas. Yang pasti kami tidak main-main," dia menambahkan.

Terpisah, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Bambang Waskito membantah aksi yang menggaungkan Minahasa Merdeka masuk dalam kategori makar. "Enggak ada makar, enggak ada satu pun. Sekali lagi enggak ada makar ya," ujarnya saat memimpin pengamanan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sulut, Senin, 15 Mei 2017.

Menurut dia, para pendemo yang menyuarakan itu bahkan cinta NKRI, karena dalam orasinya mereka selalu teriak NKRI. "Itulah yang saya harapkan, saya bilang sekarang ini seluruh Indonesia lagi menyatakan bagaimana NKRI kita pertahankan, jangan justru di sini malah memecah gitu loh. Jadi, enggak ada satu pun kata-kata makar di sini," ujar mantan Kapolda Jawa Barat ini.

"Jadi usulan-usulan mereka sudah disampaikan kepada gubernur, dan gubernur berjanji akan diteruskan sampai ke tingkat pusat," katanya.

Senada, Kapolresta Manado, Komisaris Besar Polisi Hisar Siallagan, juga tidak menemukan adanya indikasi makar atau permintaan referendum Negara Minahasa Raya pada saat aksi unjuk rasa berlangsung. Dari pantauan anggota, para pendemo malah menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia.

"Malah mereka menguatkan pemerintah agar lebih tegas dalam menindak kelompok-kelompok radikal yang intoleran maupun anti-Pancasila. Jadi tidak ada warga Sulut yang ingin memisahkan diri dari NKRI," tegasnya. (berbagaisumber/int)

10.5.17

Ahok Adalah Politisi Pertama yang Membuat Saya Menangis


TobaTimes, Jakarta - Hampir 300.000 kicauan untuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok Selasa (09/05/17) ketika majelis hakim memutuskan dia bersalah karena terbukti menista agama dengan hukuman dua tahun penjara. Segera setelah keputusan itu dibacakan, pekik 'Allahu Akbar' menggema di Twitter - dan dalam beberapa saat sempat menjadi topik populer.

Ahok.
"Allahu Akbar, Majelis Hakim Ahok hidupkan kembali Pasal 156a (penodaan agama) yang sudah didrop Jaksa. Ini sesuai fakta hukum yang terbukti," kata pengacara Mahendradatta di Twitter yang telah lama menegaskan posisinya dalam kubu anti-Ahok.

"Dua Tahun... Alhamdulillah... Allahu Akbar!!" cuit anggota DPD kontroversial Fahira Idris.

"Sebentar lagi, takbir akan berkumandang diiringi sujud syukur! Ahok dipenjara! Allahu Akbar!!!" kata yang lain.

Namun nama Allah (atau Tuhan) juga dipakai untuk menyampaikan sendu dan harapan.

"Tuhan bersama Ahok. Keadilan dan kebenaran akan hadir pada waktu yang tepat," kata zuhairi misrawi‏ @zuhairimisrawi.

Lainnya berkata, "Yang sabar ya Pak Ahok.. Tuhan tidak akan biarkan kita tergeletak."

Tagar 'salam dua tahun penjara' - sebuah perayaan terhadap vonis yang dicuit lebih dari 16.000 kali- menjadi salah satu topik populer juga. Namun, dukungan dan simpati terhadap Ahok tak kalah besarnya.
"Turut bersedih untuk vonis atas Pak @basuki_btp. Saya percaya Pak Ahok sebagai politisi & pemimpin sudah siap untuk hadapi kemungkinan-kemungkinan," kata Alissa Wahid.

"Pasal penodaan agama memang problematik. Ini pasal terakhir yang Gus Dur terlibat mengajukan Judicial Review-nya ke MK. Dan gagal," katanya.
Image caption "Ahok adalah politisi pertama yang benar-benar membuat saya meneteskan air mata," kata satu pengguna Twitter.

Tagar RIP Hukum Indonesia telah dikicaukan lebih dari 4.000 kali dan digunakan untuk menggambarkan keputusan yang dianggap tidak adil itu.

"Yang lebih sedih dari kekalahan Ahok di depan para pembencinya adalah kekalahan negara di atas hukum yang berprinsip asal mayoritas senang," kata @adimasnuel.

Kata kunci Ahok Selasa (09/05) masuk dalam topik populer Twitter dunia dan tampaknya cuitannya dan juga ingatan tentang hari vonis Ahok tidak mudah dilupakan bagi sebagian orang yang mengikuti kasusnya.
Image caption Satu saat, saya akan memberi tahu anak-anak saya bahwa ada manusia jujur, pekerja keras yang juga berani melawan korupsi bernama Ahok. Dia bukan mitos," kata Rommy Adams. (TT/INT)

1.5.17

Agustina Sitorus Dibunuh, Digonikan, Lalu Dibuang, Ini Pelakunya...


TobaTimes, Taput - Jajaran Polres Taput menemukan mayat korban Agustina boru Sitorus yang dibuang di tebing jurang Sipittu-pitu, Desa Parik Sabungan, Kecamatan Siborongborong Jumat (28/4/17) lalu. Bekerja sama dengan Ditreskrimum Polda Sumut berhasil menangkap pelaku pembunuhan dan pemerkosaan tersebut.

Pelaku pembunuhan Agustina (tengah).
Tersangka yang ditangkap itu adalah Fernando Simangunsong Alias Ando (37), warga Pintu Air, Sei Bulu, Kecamatan Bamban, Serdang Bedagai. Tersangka ditangkap pada Sabtu tanggal (29/4) sekira pukul 08.00 WIB dari kediamannya.

Team dari Polres Taput yang dipimpin Kasat reskrim AKP TP Butarbutar SH.MH bekerjasana dengan Unit III Dirkrimum Polda Sumut ini berhasil menangkap tersangka setelah berhasil mengumpulkan informasi dan keterangan dari saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan  sementara,  tersangka mengakui seluruh perbuatan yang terlebih dahulu membunuh lalu mengambil seluruh barang milik korban. Tersangka lalu membungkus mayatnya dalam goni (karung) dan membuangnya di jurang si Pittu-pittu, Tapanuli Utara.

Kapolres Taput AKBP Dudus HD SIK melalui Kasubaga Humas Aiptu Walpon Baringbing meneceritakan kronologis kejadian. Pada Selasa (25/4) sekira pukul 10.00 WIB tersangka menghubungi korban kewat SMS untuk mengajak pergi jalan-jalan. Namun korban menolak karena ada urusan. Setelah beberapa menit kemudian, tersangka menghubungi korban lewat telephone selulernya untuk pergi dan janjian jumpa di Amplas. Akhirnya korban setuju dan datang ke terminal amplas Medan dengan naik becak.

Mereka bertemu di Amplas. Tersangka yang berprofesi sebagai supir travel ini sudah menyiapkan mobil dan setelah ketemu, korban masuk ke mobil tersangka. Lalu tersangka dan korban  pergi bersama. Di perjalanan, tersangka membujuk korban meminjam uang dan perhiasan, namun korban menolak.

Karena korban tidak mau menyerahkan perhiasannya, akhirnya timbul niat korban untuk membunuh. Di perjalanan menuju arah Tebing, tepat di daerah kabupaten Serdang Bedagai, tersangka membawa korban ke daerah perkebunan karet. Setelah tiba di tempat sepi dan sunyi, tersangka memberhentikan mobil lalu memperkosa korban di lokasi kebun karet tersebut.

Korban tidak bisa melawan karena sudah tua. Setelah selesai diperkosa, tersangka kembali menaikkan korban ke dalam mobilnya dan duduk di depan. Karena di dalam mobil korban sudah lemas, tersangka mencekik leher korban di dalam mobil dengan  mempergunakan safety belt. Korban lalu mencekik leher korban hingga tewas. Setelah korban meninggal, tersangka mengambil seluruh barang-barang milik korban berupa uang, kalung, 2 buah HP dan jam tangan. Kemudian tersangka memindahkan korban ke jok belakang mobil Avanza dan melanjutkan perjalanan menuju Tebing.

Di Tebing , tersangka berhenti di tempat abangnya dan sempat mandi. Setelah selesai mandi, tersangka membeli 2 buah goni atau karung dan kemudian kembali ke daerah perkebunan karet untuk memasukkan korban ke dalam goni. Di daerah kebun karet wilayah Serdang Bedagai, korban dimasukkan ke dalam goni dan melanjutkan perjalanan ke Siantar.

Di Siantar, tersangka menjual perhiasan emas milik korban dan setelah itu melanjutkan perjalanan ke daerah Balige dan berniat membuang mayat ke jurang si pintu-pintu daerah Siborongborong. Setelah tiba di tepi jurang si pintu-pintu tersangka mengangkat mayat korban dari jok mobil belakang yang sudah dimasukkan ke dalam goni, lalu membuangnya. Lalu tersangka pulang ke rumah di Sei Bambam.

Baringbing menjelaskan, pihak kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut, apakah keterangan tersangka bisa diyakini atau tidak. "Saat ini tersangka ditahan di Polda Sumut karena sampai saat ini yang menangani kasus tersebut adalah unit III Ditreskrimum Polda Sumut," ujar Baringbing. (TT/INT)