31.7.19

Masih Ingat Harris Simamora? Ini Hukuman untuk Dia...


TobaTimes - Kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, menuju titik final. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi menjatuhkan vonis mati bagi Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora sebagai terdakwa atas pembunuhan tersebut.

Harris Simamora
Harris dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana. Dan atas kesalahannya, dia dihukum pidana mati.

“Menjatuhkan pidana terhadap Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari dengan pidana mati,” ujar hakim ketua Djuyamto di PN Bekasi, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (31/7/19).

Haris dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana satu keluarga di Bekasi. Hakim menilai tidak ada hal yang meringankan dari terdakwa.

“Berdasarkan Pasal 340 KUHPidana dan Pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHPidana dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan, mengadili menyatakan Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dalam keadaan yang memberatkan,” ujar Djuyamto

Vonis atas Harris sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni hukuman mati. Atas vonis ini, pihak terdakwa dan jaksa penuntut umum mengajukan permohonan banding.

Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora alias Ari didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap keluarga Daperum Nainggolan di Bekasi. Ada empat korbannya, yakni Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, Sarah Nainggolan, dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan.

Pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, Senin (12/11/2018), hingga sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (13/11/18), di kediaman Daperum, Jl Bojong Nangka, Pondok Melati. Pembunuhan ini berlatar belakang sakit hati atas pernyataan korban saat Harris Simamora hendak menginap. (bbs/int)

29.7.19

Herawati Siagian, Istri Pendeta, Dibunuh Sadis Gara-gara...


TobaTimes - Peristiwa menggemparkan terjadi di di Jalan Abadi, Kecamatan Medan Sunggal, digemparkan kasus pembunuhan, Minggu (28/7/19). Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Herawati Siagian (50) ditemukan tewas terkapar di dapur rumahnya.

Kondisi jasad korban ketika ditemukan terkapar.
Jasad Herawati Siagian ditemukan dengan posisi kedua tangan terikat dan bagian kepala belakang mengeluarkan darah.

Warga sekitar mengatakan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga yang curiga lantaran korban tidak keluar rumah selama tiga hari.

"Saat kejadian korban sendirian di rumahnya, suaminya seorang pendeta. Ia dikabarkan pergi ke luar kota sama anaknya untuk berobat," ujar warga.

Kecurigaan warga terhadap korban semakin tinggi sehingga memanggil tukang kunci untuk membuka pintu rumah korban. Begitu rumah terbuka, alangkah terkejutnya warga melihat korban sudah dalam keadaan terkapar tak bernyawa.

Warga tersebut, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, di Jalan KH Wahid Hasyim untuk diotopsi, sedangkan rumah korban sudah dipasang garis polisi. Pasca peristiwa nahas tersebut, warga memadati rumah korban yang telah dipasangi garis polisi.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku. "Kami sudah mengantongi identitas pelaku.

Tak butuh waktu lama, usai melakukan olah TKP, polisi dikabarkan telah berhasil mengamankan pelaku. "Benar sudah diamankan dan masih dalam proses penyelidikan.

Menurut polisi, kuat dugaan, pembunuhan terjadi karena motif hutang piutang. Sebab ada pesan SMS di ponsel korban dengan menyebutkan "Sudah puas aku, nanti STNK dan BPKB mu akan diantar ke kuburan.

"Untuk motif karena hutang. Untuk perkembangan nanti dikabarkan lagi," kata Ginting.

Kini, jenazah Heriyawati tengah diotopsi di RS Bhayangkara Polda Sumut. Keluarga berharap jenazah bisa disemayamkan secepatnya di rumah.

Menurut informasi, Senin (29/7/19), keluarga korban akan tiba dari Jakarta. Mereka berharap jenazah ibunya bisa disemayamkan di rumahnya segera. Oleh sebab itu kami berharap proses penyidikan oleh kepolisian bisa dituntaskan segera.

Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas dari Reskrim Polsek Medan Sunggal, ungkapnya, salah satu pelaku sudah ditangkap. Polisi kini tengah mengembangkan pengusutan kasus pembunuhan ini. (bbs/int)

27.7.19

Istri Kawin Lagi, Depresi dan Meninggal Mendadak


TobaTimes - Identitas pria yang meninggal secara tiba-tiba di Jalan Sumbawa, Kelurahan Bantan pada Kamis (25/7) lalu akhirnya terungkap. Korban bernama Anton Girsang (41). Ia merupakan karyawan PTPN IV Marihat. Korban diduga depresi sejak ditinggal istri tercinta.

Jasad korban ketika dibawa ke RS.
Elijon Girsang (48) abang korban ditemui di kamar mayat menceritakan, adiknya itu sudah hilang sejak tiga hari yang lalu. Pihak keluarga sudah melakukan pencarian di berbagai tempat. Namun tak kunjung ditemukan.

Keberadaan korban diketahui keluarga dari media sosial (medsos) yang menyebutkan ada seorang pria ditemukan meninggal. Oleh keluarga memastikan informasi tersebut.

“Setelah kami lihat di rumah sakit, keluarga baru yakin kalau itu adalah adik saya,” kata Elijon.

Menurut Elijon, selama ini korban tinggal di Nagori Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Statusnya masih karyawan PTPN IV Marihat.

Sejak 8 tahun yang lalu, korban ditinggal istrinya dan menikah dengan lelaki lain. Sementara dari hasil pernikahannya, korban memiliki dua orang anak.

“Sejak ia ditinggal istrinya, adik kami ini merasa depresi,” kata Elijon sembari mengatakan akan membawa jenazah adiknya itu untuk dimakamkan.

Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya membenarkan penemuan mayat tersebut. Bahkan pihak keluarga sudah datang dan telah dilakukan serah terima.

“Jenazah korban dengan resmi dan diterima langsung oleh abang kandung korban. Korban dibawa keluarganya ke rumah duka di Lorong 20 Parluasan, Siantar Martoba,” ujar Kapolsek.

Sebagaimana diketahui, warga Jalan Sumbawa, Kelurahan Banten tiba-tiba dihebohkan dengan seorang pria berjalan sempoyongan dan tiba-tiba terjatuh di pinggir jalan. Saat itu, korban sulit bernafas. Namun, saat hendak dibawa ke rumah sakit, korban meninggal dunia. (bbs/int)
Baca Juga: Sempoyongan, Seorang Pria di Siantar Tiba-tiba Meninggal

26.7.19

Sempoyongan, Seorang Pria di Siantar Tiba-tiba Meninggal


TobaTimes - Warga Jalan Sumbaya Simpang Sunda, Kecamatan Siantar Barat tiba-tiba dihebohkan dengan adanya seorang pria hendak datang ke sebuah warung dengan sempoyongan dan kemudian meninggal dunia.

Jasad Mr X dibawa ke RS

Informasi dihimpun, pria yang berusia sekitar 40 tahun itu berjalan dengan sempoyongan dan saat di jalan tiba-tiba terjatuh. Warga di lokasi berupaya melakukan pertolongan, tapi saat itu kondisi pria tersebut sudah lemas dan kesulitan bernafas.

Sekita 15 menit kemudian, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan pihak kepolisian yang turun ke lokasi langsung membawanya ke kamar mayat RSU Djasamen Saragih.

Menurut Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya tidak ada ditemukan identitas korban dan pihaknya masih melakukan pencarian keluarganya.

"Kejadiannya Mr X itu hendak masuk ke sebuah warung dengan keadaan sempoyongan. Tiba-tiba jatuh dan sekitar 15 menit hendak mau dibawa ke rumah sakit, Mr X itu meninggal dunia," ujar Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kematian korban apakah karena sakit atau bukan. (bbs/int)

22.7.19

Perhatian, Jalan Batu Lubang Sibolga Dialihkan


TobaTimes - Bagi Anda pengemudi atau pengendara yang ingin bepergian ke Kota Sibolga, untuk sementara Anda tidak bisa melewati terowongan Batu Lubang Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Batu Lubang Sibolga.
Pasalnya, selama 10 hari terhitung tanggal 20-29 Juli 2019 dilakukan pengaspalan Jalan Lintas Provinsi Sumatera (Jalinsum) di sekitar Batu Lubang. Maka untuk kelancaran arus lalu lintas, Satlantas Polres Tapteng melakukan pengalihan arus lalu lintas dari jalan Rampa-Poriaha dan sebaliknya.

Personel Polres Tapteng Bripka Sarba Purba mengatakan, pengalihan arus lalulintas ini dilakukan karena ada pengerjaan pengaspalan ruas jalan Sibolga-Tarutung di sekitaran Batu Lubang.

Pengalihan arus ini diberlakukan mulai siang ini pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB, karena ada pengaspalan di sekitar Batu Lubang. Masyarakat pengguna jalan akan dialihkan melalui jalan Rampa-Poriaha,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalihan jalan dilakukan pada jam-jam tertentu saat dilakukan pengerjaan pengaspalan.

“Manakala ada rekan, keluarga maupun angkutan expedisi atau angkutan lainnya yang akan berangkat dari Sibolga menuju Medan atau sebaliknya agar mengambil rute jalur melalui Jalan Rampa Poriaha,” sambungnya.

Bripka Sarba menjelaskan, pengalihan arus ini terpaksa dilakukan karena jalan di sekitar Batu Lubang sangat sempit.

“Badan jalan di sekitaran Batu Lubang itu kan sempit, sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan agar tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.

Namun, kata Sarba, pihaknya belum bisa memastikan jadwal pengaspalan dilakukan setiap harinya hingga pekerjaan tersebut selesai.

“Itu tergantung pihak rekanan yang mengerjakan proyek pengaspalan,” katanya.

Kapos Lantas Sitahuis ini menghimbau masyarakat pengguna jalan agar bersabar dan tetap menjaga keselamatan selama berkendara. Pengemudi juga diharapkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Masyarakat diimbau supaya berhati-hati dalam berkendara dan utamakan keselamatan serta patuhi aturan lalu lintas,” ujarnya. (bbs/int)

20.7.19

Kisah Jamian Ambarita: Mate Nama Au Lae, Nungnga Huminum Be...


TobaTimes - Seorang pria paruh baya bernama Jamian Ambarita (41), warga Huta III Silobosar Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, tewas setelah minum rumput jenis gramoksone, Kamis (18/7/19) sekira Pukul 17.00 WIB.

Jamian disemayamkan di rumah duka.
Salah seorang warga setempat, Elpin Napitu (47), menceritakan, sore itu dia sedang menderes tuak aren miliknya, tidak jauh dari gubuk korban.

Saat berada di atas pohon aren yang disadapnya, Elpin mendengar Jamian menangis sambil berkata, "Mate nama au lae, nga huinum be racun gromokson (matilah aku lae, sudah kuminum racun gromokson)."

Sambil mengatakan hal itu, Jamian berusahan berjalan di bawah pohon aren yang dideresnya, menuju sebuah sungai di sekitar itu.

Mendengar perkataan korban, Elpin pun langsung turun dari pohon aren dan mengikuti korban ke arah sungai. Di sana Elpin melihat Jamian menggaruk-garuk kelaminnya dengan tangannya sendiri.

Entah apa maksud korban, Elpin tidak tahu, tetapi Elpin langsung berlari ke pemukiman penduduk untuk memanggil warga se kampung.

Tak lama kemudian, warga heboh berbondong-bondong datang ke gubuk miliknya dan melihat korban dalam keadaan tergeletak telungkup dan kondisi bagian kelamin bersimbah darah dan bercampur kotoran korban.

Warga kemudian membawa korban ke Puskesmas Titi Beton untuk pertolongan pertama, namun korban meronta-ronta kesakitan.

Selanjutnya warga membawa korban ke rumah Sakit Harapan, lalu dirujuk kerumah Sakit Umum, namun dalam perjalanan korban meninggal dunia.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Hasudungan Panggabean membenarkan kejadian tersebut. "Ya benar, kita sudah ke melakukan cek dan olah TKP, jenazah korban disemayamkan di rumah duka," katanya.

Kapolsek menerangkan bahwa korban murni bunuh diri dengan meminum racun gramoksone.

"Dari TKP kita menemukan satu botol Gramoksone ukuran satu liter, korban meninggal dunia karena minum racun. Kita sudah menyarankan kepada keluarga korban agar membuat surat pernyataan tidak keberatan dan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap korban atas kejadian tersebut," katanya. (bbs/int)

19.7.19

Gudang Obat RS Horas Insani Siantar Terbakar, Pasien Panik



TobaTimes - Pasien di Rumah Sakit Horas Insani mendadak panik dan berlari keluar setelah mengetahui terjadi kebakaran di gudang farmasi, Kamis (18/7) sekira pukul 00.30 WIB.

Gudang Obat RS Horas Insani Siantar Terbakar, Pasien Panik
Kebakaran itu diduga akibat adanya arus pendek dari ruang farmasi dan kamar mayat. Menurut pengakuan saksi mata yang merupaka keluarga pasien di rumah sakit tersebut menceritakan, awalnya ia melihat kepulan asap yang cukup besar dari salah satu ruangan gedung warna putih berlantai tiga tepatnya di samping IGD. Ruangan itu merupakan tempat penyimpanan obat-obatan farmasi dan penyimpanan jenazah.

Melihat ada asap tebal, spontan saja ada teriakan kebakaran dan menghebohkan penghuni rumah sakit. Sementara pihak rumah sakit dengan cepat menelepon petugas pemadam kebakaran Pemko Siantar dan STTC.

Beberapa menit kemudian, sedikitnya enam unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Mereka langsung memadamkan api dari ruangan sumber api.

Sedangkan sejumlah pasien dan keluarga pasien tampak keluar dari gedung karena takut terjadi apa-apa.

Sementara para perawat juga sibuk mengevakuasi pasien. "Tuhan tolong lah kami Tuhan. Cepat-cepat lah padamkan apinya,” ujar salah satu keluarga pasien yang histeris melihat peristiwa itu.
Tidak beberapa lama, api di ruangan farmasi berhasil dipadamkan dan tidak sempat mengenai ruangan lainnya.

Menurut salah seorang pegawai RS Horas Insani, sumber api itu berasal dari ruang farmasi. Pada saat kejadian, ruangan itu dalam keadan kosong dan hanya berisi obat-obatan dan buku-buku.

Kapolsek Siantar Martoba Iptu Resbon Gultum membenarkan kejadian tersebut. (bbs/int)

18.7.19

Tragedi Lapo Tuak, Agustin Pardede Sekarat Disayat Onser Pardede


TobaTimes - Onser Pardede (56) warga Jalan Marimbun, Kelurahan Simarimbun, Siantar Marimbun terpaksa mendekam di Sel Polsek Siantar Marihat. Onser ditangkap karena menganiaya temannya semarga yaitu Herman Agustin Pardede (31) dengan menyayat perutnya.

Korban saat dirawat di RS.
Menurut informasi yang dihimpun, penganiayaan itu terjadi di Lapo Tuak milik Boru Sirait,  Senin (15/7/19) sekitar pukul 22.30 WIB.

Perkelahian berawal saat korban sedang bercerita dengan pelaku. Keduanya juga masih keluarga dekat. Saat itu keduanya membahas tentang keikutserta panitia di kampung. 
Waktu itu, pelaku menyuruh korban untuk mengerjakan pekerjaan yang ingin diselesaikan. Namun korban menolak.

Pelaku kemudian menasehati korban karena dia merasa lebih tua. Namun karena merasa tidak dipedulikan, pelaku kesal dan mencoba memukul korban. Beruntung saat itu masih bisa dilerai oleh warga.

Selanjutnya, pelaku pergi ke lapo tuak yang tak jauh dari rumah korban. Sekira pukul 22.30 WIB, korban berencana pulang ke rumah dan kemudian bertemu dengan pelaku.

Keduanya pun kemudian cecok mulut dan tiba-tiba pelaku mengambil pisau dan menyayat perut korban.

Korban yang sudah berlumuran darah selanjutnya ditolong warga dan membawanya ke rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Siantar Marihat Onijan Damanik membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan telah menangkap pelaku dan langsung ditahan. (bbs/int)

17.7.19

Horas Amang, Tonton Kami di Layar Lebar ya...


TT - Budaya dan adat istiadat Batak kembali diangkat ke layar lebar. Horas Amang, sebuah film bergenre drama keluarga akan hadir di sejumlah bioskop tanah air.

Film yang disutradarai Steve Wantania dan Irham Acho Bachtiar ini telah menyelesaikan masa shooting.

Foto bersama para kru film Horas Amang.
"Meski berlatar kebudayaan Batak, film Horas Amang tidak hanya bisa dinikmati orang Batak. Ceritanya terbuka, bukan hanya soal Batak, tapi tentang kita semua," kata Steve, di Medan, Selasa (16/7/19) didampingi Parulian Tampubolon, Komisioner KPID Sumut yang turut bermain dalam film tersebut.

Horas Amang diangkat dari kisah berjudul sama yang dipentaskan oleh Teater Legiun pada 2016 di Taman Ismail Marzuki.

Naskahnya ditulis oleh Ibas Aragi, sebagai sutradara dan penulis dalam pementasan tersebut. Naskah teater yang diadaptasi menjadi skenario film terasa menantang karena harus memangkas versi tayangnya 4 jam menjadi versi 1,5 jam.

Mengangkat tema keluarga, film ini membawa kita pada arti penting sebuah keluarga. Apalagi semangat Amang dalam film ini sangat gigih menjadikan tiga anaknya yang hidup di perantauan agar meraih kesuksesan.

"Dunia modern sekarang ini yang super sibuk membuat anak-anak jadi mengabaikan orangtua juga melupakan budaya dan adat istiadat dalam keluarga," ujar Steve.

Lebih lanjut Steve mengatakan, aktor Cok Simbara yang memerankan Amang menggunakan cara yang tidak biasa agar anak-anaknya kembali saling mengasihi dalam keluarga dan menyayangi orangtua.

"Edukasi yang ada di film ini akan sangat bermanfaat, terlebih lagi bagi anak usia sekolah," kata Steve.

Pesan moral yang diangkat dalam film ini juga terbilang dalam. Bagi seorang anak perantauan, kita diajak untuk selalu menyayangi orangtua dan tidak melupakan adat budaya maupun kampung halaman.

Selain Cok Simbara, aktor lain yang turut bermain dalam film ini di antaranya Tanta Ginting, Dendi Tambunan, Jack Marpaung, Novita Dewi Marpaung hingga Piet Pagau.

"Karakter yang ditampilkan di film ini tidak melulu  orang Batak, ada juga Dodi Epen Cupen dari Papua," terang Parulian Tampubolon.

Film yang akan tayang pada Agustus dan September 2019 ini diproduksi pada awal Februari di Pulau Samosir dan Danau Toba serta Jakarta.

Khas budaya Batak juga diperlihatkan lewat lagu termasuk "Anakku Naburju", musik Gondang dan dialog-dialog berbahasa Batak. (bbs/ant/int)

Parsaoran Hutagalung Dilantik jadi Pj Sekda Taput


TT - Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan melantik Asisten Pemerintahan dan Kesra Parsaoran Hutagalung sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, bertempat di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung, Selasa (16/7/19).

Bupati Taput Nikson Nababan melantik Parsaoran Hutagalung sebagai Penjabat Sekda.
Dalam arahan Bupati berpesan agar Penjabat yang baru dilantik mampu melaksanakan tugas dengan baik dan cepat dan mampu menjadi pemersatu.

"Kiranya Penjabat Sekda dapat bekerja dengan maksimal, mampu menata seluruh elemen masyarakat agar bersatu padu dan saling menolong. Sebagai Penjabat Sekda harus cepat tanggap terhadap permasalahan. Saya akan memberi teguran apabila ada hasil pekerjaan yang tidak tepat," kata Bupati usai pengambilan Sumpah/Janji Penjabat.

Pelantikan dihadiri para Staf Ahli Bupati, Asisten dan seluruh pimpinan OPD. Pelantikan dilakukan berdasarkan SK Bupati Tapanuli Utara Nomor 425 Tahun 2019 dengan dasar Surat Gubernur Sumatera Utara. (bbs/int)