9.8.16

Mayat dalam Goni Terapung-apung di Sungai

TobaTimes-Senin petang sekira pukul 17.30 WIB, masyarakat Jalan Pematang Sei Baru, Dusun II Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan dibuat geger. Pasalnya, mayat pria ditemukan di dalam goni dengan posisi tangan dan kaki diikat tali plastik terapung di pingiran anak sungai di desa tersebut.


Kondisi mayat ditemukan tanpa identitas dan kondisinya sudah membusuk diduga korban pembunuhan dan sengaja dibuang ke anak sungai tersebut.

Informasi dihimpun dari warga sekitar, mayat korban pertama kali ditemukan seorang warga sekitar yang bernama Samsul Fajri. Ia curiga saat mengendus bau busuk di anak sungai sekitar pukul 17.30 WIB. Saat dilihat, Samsul mengira bahwa di dalam goni tersebut adalah bangkai hewan. Namun setelah diperhatikan, ternyata terlihat kepala manusia. Samsul langsung berteriak dan memanggil warga sekitar. Selanjutnya warga melaporkan hal tersebut kepihak kepolisian.

“Ada bau busuk. Kemudian saudara Samsul turun ke anak sungai mendekati sebuah karung yang diduga asal bau busuk. Setelah didekati, dia kira bangkai hewan. Namun setelah diperhatikan lebih jelas, terlihat kepala manusia yang sedikit keluar dari karung. Sontak saja dia memberitahu warga lainnya dan melaporkan hal tersebut kepihak kepolisian,” ujar Budi warga yang ditemui di lokasi penemuan.

Pantauan wartawan, setelah kedatangan pihak kepolisian, mayat selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dr Tengku Masyur Kota Tanjungbalai untuk dilakukan visum.

Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Admaja SIK melalui Kapolsek Sei Kepayang AKP Hamdani yang ditemui RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai mengatakan, diperkirakan mayat ini sudah lebih tiga hari di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penemuan kasus tersebut

Dikatakan Dani, mayat tersebut diduga merupakan korban pembunuhan. Dimana tangan diikat tali plastik warna hitam ke belakang. Kemudian kaki diikat hingga ke leher. Ciri-ciri korban, tinggi badan ± 173 cm, rambut lurus, memakai kemeja lengan pendek merk SVWU, celana jeans warna biru merk BB dan memakai singlet warna putih.

Kemudian di pipi kanan terdapat luka lecet, kepala sebelah kiri luka robek, dan dagu kanan. “Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKP Hamdani. (bbs/int)

PSK Tewas Mengenaskan Usai Layani Tamu Selama 3 Hari

TobaTimes-Seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) tewas di Batam. Namanya Fira (30), ia ditemuakan tak bernyawa lagi setelah berkali-kali memperpanjang waktu menginap di kamar 203 Wisma Mitra In di kawasan Mitra Mall, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).


Mayat PSK ini pertama kali ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Sabtu malam lalu. Warga yang menginap di wisma tersebut dibuat geger oleh penemuan mayat Fira. Mereka keluar berhamburan dari kamar.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi penyebab PSK tewas karena masih tunggu hasil visumnya. Jenazah korban pun sudah dibawa ke rumah sakit otorita Batam (RSOB) Sekupang, Batam.

PSK tewas diduga lantaran pengaruh berat minuman alkohol. Sebab ditemukan sejumlah kaleng minuman keras di kamar wisma tersebut saat pihak kepolisian melakukan olah TKP.

“Memang korban suka minum dan sering gonta-ganti tamunya selama nginap di wisma itu,” ujar seorang sumber seperti dikutip Haluan Kepri, Senin 8 Agustus 2016.

Disebutkan pula, bahwa dalam tiga hari terakhir, PSK tewas tersebut membawa masuk tamu pria ke kamar wismanya untuk memberi pelayanan seks berbayar yang memang sudah menjadi pekerjaannya.

“Korban terakhir masuk kamarnya pada Sabtu, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Setelah itu dia tak keluar kamar lagi dan sampai ditemukan meninggal semalam,” tuturnya.

Awal penemuan mayat Fira ketika petugas wisma masuk ke kamar hendak menagih tarif sewa wisma. Petugas wisma kaget bukan kepalang melihat wanita malam itu sudah tewas dalam keadaan telentang.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, AKP Muhammad Said membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia juga mengatakan kalau PSK tewas itu sudah empat hari menginap di wisma tersebut.

“Sudah empat hari nginap di wisma itu. Bahkan, setiap malam dia harus bayar jika ingin perpanjang lagi, namun pada malam itu petugas menemukan korban sudah tewas pada saat mau menagih biaya sewa kamarnya itu, tapi saat digedor pintu tak dibuka-buka,” ujar Said.

Polsek Batuaji bersama tim Inafis dari Mapolresta Barelang yang melakukan olah TKP tidak mendapati tanda-tanda kekerasan di tubuh PSK tewas itu. (ps/int)

Agel Karamoy Pindah Agama demi Produser, Benarkah?

TobaTimes-Angel Karamoy belum juga muncul ke publik. Dia masih bersembunyi dari kejaran infotainment. Banyak hal yang perlu di konfirmasi dari wanita cantik asal Manado, Sulawesi Utara ini. Mulai dari penyebab perceraiannya dengan Steven Rumangkang sampai dengan kabar akan pindah keyakinan.


Angel digosipkan dekat dengan produser sinetron. Bahkan ia rela menjadi mualaf dan berhijab karena saking cintanya. Di dunia virtual, gosip wanita berusia 29 tahun berlanjut. Produser yang kini dekat dengan Angel ternyata sudah beristri yang tak kalah cantik.

Saat isu itu coba dikonfirmasikan ke Dani Karamoy, kakak kandung sekaligus manajer Angel tampak kaget. Sembari bilang gosip tersebut tidak benar.

"Hah! Itu kabar dari mana? Nggak itu enggak bener, aku kakaknya, aku tahu lah," kata Dani, baru-baru ini.

Sebagai kakak pertama, Angel banyak bercerita kepadanya. Termasuk untuk urusan pribadi.

"Angel suka curhat sama aku, terakhir kita nonton bareng. Paling dia cerita lagi sibuk ngurus bisnis keluarga, sibuk syut­ing juga dan lebih fokus ngurusin anak," ungkap Dani yang mewakili Angel saat gala premier film terbaru Bintang di Langit Belitong.

Namun kemudian, Dani nampak ragu apakah adiknya sudah atau belum menemukan tambatan hati pengganti Steven.

"Yang saya tahu dia lagi sibuk syuting. Dan, rencananya tanggal 7 (Agustus) ini kami mau ke Manado bareng, kar­ena usaha milik keluarga ulang tahun," terang Dani.

Menurut dia, keputusan resmi berce­rai adalah yang terbaik buat Angel dan Steven.  "Dia sekarang sudah seneng-seneng aja, saya juga lihatnya seneng, dari Kak Steven-nya juga seneng, anak-anaknya juga pada seneng," katanya.

Gosip lain. Beredarnya foto Angel mengenakan hijab berwarna merah muda bersama dengan seorang wanita yang juga berhijab senada menjadi pergunjingan netizen.

Perihal foto tersebut, Dani mengaku tidak tahu menahu tentang postingan tersebut. Dia bilang, foto tersebut hanya untuk kepentingam syuting striping adiknya di sinetron Surga yang Kedua.

"Saya nggak tahu ya, itu kayaknya buat kebutuhan syuting deh. Bukannya dia (Angel) sekarang lagi make kerudung ya syutingnya," terang Dani.

Terkait foto itu, Angel disebut akan mualaf mengikuti sang produser yang tengah dekat. Kabarnya foto tersebut diambil saat perayaan Lebaran kemarin.

"Saya nggak tahu ya. Saya hanya ngurusin jadwal dia di bagian traveling aja, jadi nggak tahu," kelit Dani.

Diberitakan sebelumnya. Delapan tahun berumah tangga, Angel dan Steven resmi bercerai. Kabar mengagetkan ini disampaikan lewat mulut Yohan Christanto, pengacara Angel kepada infotainment, beberapa waktu lalu.

"Iya sudah sepakat cerai. Dia yang pas ribut-ributnya, pas akhir 2015 itu sudah masuk proses. Saya masuk di tengah-tengah aja, yang banyak tahu mereka berdua, saya melanjutkan proses legali­tasnya saja," ungkap Yohan.

Sayangnya, ia tak diperbolehkan sang presenter untuk menyebutkan kapan tanggal pastinya pengadilan memutuskan perceraian keduanya. Angel dan Steven menikah pada 26 Januari 2008. Dari pernikahan itu keduanya dikaruniai dua anak yakni Lovely Maria Rumangkang dan Junio McKenzie Rumangkang.

Apakah Angel menjanda karena rumor perselingkuhan dengan Pasha, Wakil Wa­likota Palu dan eks frontman Ungu itu?

"Nggak, bukan karena waktu kejadian Pasha. Karena kurang komunikasi itu saja sih," kelit Yohan, kala itu.

Angel dan Steven diklaim sudah saling memaafkan kesalahan masing-masing. Kuasa hukumnya memastikan kalau mereka baik-baik saja dan tak ada perseteruan. Yohan juga mengungkapkan soal perasaan Angel pasca bercerai, "Dia nggak menyesal menikah dengan Steven. Yang disesali jalannya kenapa harus seperti ini."

Sekadar mengingatkan. Tahun lalu heboh beredarnya lima foto di internet. Dalam foto tersebut, baik Angel dan Pasha terlihat sangat mesra, bahkan berciuman bibir. Ada pula foto pria mirip Pasha merangkul pinggal perempuan mirip Angel dari arah belakang.

Dalam sebuah talkshow, Angel mengakui benar dirinya dan Pasha di foto-foto tersebut. Namun dia berdalih bertemu Pasha di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

"Saya tidak mengerti, itu foto tidak sengaja karena bertemu di mal. Saya juga nggak tahu siapa yang ambil. Intinya nggak ada hal yang spesial antara saya dengan Pasha. Kami hanya berteman dan saya hanya mengganggap Pasha hanya sebagai kakak," klaim pesinetron Berbagi Cinta, Emak Ijah Pengen Ke Mekah dan Gue Juga Islam ini. (rmol/int)

Tak Mau Melayani Adegan Aneh, PSK Ditikam Tamu

TobaTimes-Seorang pria berambut menikam DM (31), Pekerja Seks Komersil (PSK) yang kerap mangkal di kawasan Huta III Nagori Marihat Bukit, Gunung Malela, Simalungun.



Peristiwa itu terjadi Senin 8 Agustus 2016 sekira pukul 04.00 WIB. Sebelum kejadian, korban sedang berada di Kafe Hawai. Tak lama kemudian ia mendapat tamu yang memiliki ciri-ciri berambut agak cepak dan betubuh tinggi. Saat datang, pria yang belum sempat diketahui namanya itu mengendarai Honda Vario berwarna hitam.

Seperti biasa, DM pun menyambut tamu dengan senyum. Setelah berbincang-bincang sebentar, pria tersebut memesan minuman dan tak lama kemudian mereka masuk ke kamar. Namun menurut korban, saat berada di kamar, pria itu banyak permintaan. Karena tak bisa menuruti permintaan itu, DM menolaknya.

“Penikaman itu berawal dari pelayanan. Tamu itu minta dilayani, kebetulan korban tidak mau,” jelas Karolina, Kepala Dusun Huta III.

Dia melanjutkan, setelah itu terjadilah pertengkaran antara korban dengan tamunya di kamar kafe itu. “Tapi walau begitu, tamu itu tetap membayar walaupun dia tidak puas dengan pelayanan korban,” jelasnya dari telepon seluler.

Tak lama setelah itu, pria itu datang lagi dan menemui korban. Begitu ketemu, pria itu menikam perut korban dan langsung kabur.

Cerita Karolina itu dibenarkan DM. Saat ditemui di sudut kamar yang ada di Kafe Hawai, kondisi korban masih terlihat lemah. Ia pun terus menerus memegangi luka tikaman yang sudah dijahit di bagian perut sebelah kanannya. “Aku tak menyangka, tamu yang kuharapkan memberi uang malah menikamku,” ungkapnya membuka pembicaraan.

Dijelaskan, peristiwa terjadi saat ia dan pria tersebut berada dalam kamar di kafe itu. Begitu masuk ke kamar, lanjut DM, pria itu meminta pelayanan yang tidak bisa diturutinya. "Sewaktu kami berdua dalam kamar, dia kasar kepadaku Bang. Disuruhnya aku melakukan adegan yang tidak seperti biasa. Jadi aku nggak maulah Bang,” kata DM.

Setelah itu, sang tamu pun marah-marah dan keduanya sempat bertengkar. “Aku ditolaknya. Lalu aku pun marahlah. Habis itu dia kusuruh keluar.”

Sebelum keluar, ia masih sempat meminta bayaran kepada pria itu.

“Saat ke luar kamar, kuminta uang pembayaran. Terus dia marah lagi. Katanya: kok bayar? Lalu kubilang: kok marah kau disuruh bayar? Kau kan sudah tidak mengenakan pakaian, jadi bayarlah,” aku DM kepada koran ini.

Selanjutnya setelah membayar minuman yang sudah dipesan terlebih dulu, pria itu pergi. Namun tak lama kemudian ia datang lagi. Kali ini ia datang berdua dengan temannya mengendarai Honda Vario warna Hitam.

“Katanya mereka orang Dolok Marawan. Terus dia datang lagi bersama temannya. Dihampirinya aku di depan kafe,” ungkap DM sambil sesekali menahan sakit akibat luka yang ia dapatkan akibat kejadian itu.

Setelah keduanya bertemu kembali, pria itu langsung menikam DM. “Tapi dia sempat mengatakan: mati kau di tanganku. Lalu dia menikam perut kananku ini dan kabur bersama temannya yang menunggu di depan kafe,” tukas DM.

Seketika itu juga darah segar mengucur deras dari perut korban. Mengetahui kejadian, warga sekitar dan pengunjung lain yang sedang berada di kafe itu langsung berkerumun. DM kemudian dibawa ke Puskesmas yang berada di Simpang Bahjambi. Setelah mendapat perawatan, DM pun mendapat empat jahitan pada luka yang dideritanya.

“Memang sampai saat ini aku belum membuat laporan ke polisi. Karena memang aku belum punya uang untuk menebus hasil visumnya,” pungkasnya sembari merintih kesakitan.

Kapolsek Bangun AKP H Silitonga membenarkan adanya penikaman tersebut. “Sudah dapat kita informasi itu, tetapi hingga saat ini korban belum ada membuat laporan resmi,” jelasnya. (int)

Kisah Mistis di Balik Hilang Siswi SMP Laguboti di Danau Toba

TobaTimes-Ada kisah mistis yang dipercaya masyarakat terkait hilangnya Naomi Lubis di Danau Toba. Sebelum kejadian, warga setempat sudah melarang Naomi mandi di pantai itu. Sebab ada legenda hilangnya boru Pasaribu di pantai itu.


"Sebelum berenang, kawan saya marga Hutajulu sempat tanya boru apa. Dijawab korban boru Lubis. Mengetahui itu, korban dilarang dekat ke pantai. Hutajulu menceritakan, hingga saat ini di lokasi itu dilarang mandi boru Pasaribu. Begitu ceritanya," katanya singkat.

Menurut cerita warga sekitar, di bibir pantai Lumban Binanga tempat Naomi hilang, konon ada batu berwarna putih yang disebut Batu Nabontar. Di lokasi batu itu, airnya selalu jernih. Lumpur, enceng gondok atau sampah tidak pernah terlihat di lokasi itu. Diyakini, pantai tersebut tempat Boru Pasaribu.

Namun itu cerita terjadi ratusan tahun lalu, yang tidak dikisahkan leluhur secara detail kepada keturunannya. Saat ini pun tidak ada orang yang tahu persis posisi Batu Nabontar. Namun selalu ada pesan, tidak diperbolehkan berenang terlalu dekat ke Batu. Dilarang bersikap tidak baik atau berbicara kotor, dan ada marga yang dilarang masuk lokasi itu.

Hal itu diakui sejumlah orangtua yang ditemui di Lumban Binanga. Mereka mengisahkan, semasa kecilnya, setiap pendatang baru ke pantai selalu ditanyakan marga apa. Jika berkaitan dengan dengan marga dimaksud, langsung dilarang ke lokasi pantai.

"Itu kisah turun temurun. Saya sendiri tidak berani memastikan cerita itu. Sebab, kami tidak pernah dapat cerita detailnya. Namun pesan orangtua terdahulu begitu," tutur Aruan.

Ia sendiri mengakui ada hal gaib di lokasi itu. Katanya, ia baru kali ini datang ke pantai setelah 15 tahun lalu, meski bertempat tinggal di daerah itu. Itupun lantaran iba mendengar kisah Naomi Boru Lubis yang hilang di pantai.

Aruan bersama 4 orang tua lain mengakui bahwa selain pesan larangan, konon air dari lokasi Batu Nabontar itu juga diyakini sebagai obat. Tidak jarang orangtua memandikan anaknya yang sakit demam di lokasi itu, dan sembuh.

Informasi lain menyebutkan, Naomi Lubis, warga Desa Haunatas 1, Kecamatan Laguboti itu datang ke pantai bersama 7 orang keluarganya. Setelah tiba di pantai, mereka sempat nongkrong di warung. Lalu Naomi bersama saudaranya bermain ke pantai. Padahal sebelumnya pemilik warung Boru Gurning sudah melarang.

"Awalnya saya ditanya, boleh mandi atau tidak, terus saya larang. Kebetulan saat itu ombak kencang. Tapi entah kenapa, Naomi pergi dari belakang, terus ke pantai. Tak lama, seorang adiknya kembali sambil nangis, Naomi sudah hilang katanya," terang Boru Gurning yang ditemui diwarungnya, Senin (8/8).

Ia mengaku sudah kawatir melihat kondisi alam saat itu, sehingga melarang Naomi mandi. "Gurning kan sama dengan Lubis, makanya saya larang. Tapi tak dihiraukan," ujarnya. (bbs/int)

Sudah Selesai, Kios Pasar Balige Tak Kunjung Difungsikan

TobaTimes-Setelah dibangun tahun 2014 lalu, hingga saat ini sebanyak 92 uni kios di lantai II Gedung Pasar Balige  belum juga difungsikan. Selama satu setengah tahun gedung yang menelan anggaran milliaran rupiah itu terkesan sia-sia.

"Entah apa masalahnya, hingga saat ini kios di lantai dua itu belum juga difungsikan. Kan sangat sayang," ujar salah seorang warga, Samuel Silitonga (32), Minggu 7 Agustus 2016 lalu.

Hal yang sama dikatakan warga lainnya, Berlin Marpaung. Aktivis Merah Putih Nusantara itu menuding Pemkab Tobasa sangat lamban dalam melaksanakan tugasnya.

"Kita setuju hal itu harus sesuai aturan. Termasuk pengelolaan pasar tersebut. Namun kalau kita pikir-pikir, waktu satu setengah tahun lebih itu sudah lebih dari cukup untuk melengkapi atau mengurus aturan berupa Perbub atau Perda, atau apalah yang diperlukan untuk pengelolaan pasar tersebut. Namun hingga saat ini kok belum kelar, terkesan sangat lamban," kata Sahat.

Ia berpendapat, lambannya pengelolaan kios pasar tersebut menunjukkan kepada masyarakat bahwa Pemkab Tobasa kurang serius mengakomodir kepentingan masyarakat luas. "Perlu saya tegaskan, meski gedung tersebut dibangun dari anggaran APBN, atau dana dari pemerintah, namun gedung tersebut hak masyarakat luas. Jangan karena untuk kepentingan pedagang, Pemkab Tobasa memandang sebelah mata," katanya.

Berlin menegaskan, selain untuk kepentingan masyarakat luas, dengan difungsikannya kios tersebut juga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi. Sehingga menurutnya tidak ada alasan bagi Pemkab Tobasa untuk mengesampingkan pengelolaan kios tersebut.

"Kalau kita mau jujur, PAD Tobasa itu tergolong sedikit. Jadi, kalaupun hanya skop-skop kecil, baiknya dimaksimalkanlah, sehingga PAD kita bertambah," pintanya.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Koperindag) Tobasa Ir Marsarasi Simanjuntak yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu menerangkan bahwa gedung tersebut telah diserahterimakan atau dihibahkan secara resmi oleh Pemerintah Pusat kepada Pemkab Tobasa awal Januari lalu. Katanya tinggal pengelolaannya, dan itu gawenya Dinas Pasar.

Kadis Pasar Kebersihan dan Pertamanan Drs Arifin Silaen menyebutkan, tidak ada niat eksekutif maupun legislatif untuk meperlama-lama pengelolaan kios tersebut, namun terkendala berbagai prosedur. (bbs/int)

8.8.16

Sekolah Sampai Jam 5 Sore, Kaji Dulu!

TobaTimes-Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan kajian mendalam sebelum memperpanjang jam sekolah bagi para siswa hingga sehari penuh. Hal itu disampaikannya menanggapi wacana sekolah sehari penuh yang dilontarkan Mendikbud Muhadjir Effendy.


"Kalau tidak dikaji secara mendalam bisa muncul ekses," kata Ferdiansyah kepada wartawan, Senin 8 Agustus 2016.

Menurut Ferdi, ada sejumlah hal yang perlu dikaji sebelum penerapan wacana tersebut. Pertama, Kemendikbud harus mengkaji apa saja aktivitas yang akan dilakukan oleh para siswa jika sekolah hingga pukul 17.00 WIB. Ia menekankan, sekolah tak boleh hanya melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa karena akan mengganggu psikologis anak.

"Itu kan sampai jam 17.00 WIB, gimana sampai anak jangan cepat letih, psikologisnya terganggu," kata dia.

Selain itu, Mendikbud juga harus memikirkan kegiatan anak-anak yang biasanya dilakukan sepulang sekolah. Ferdi mengatakan, ada anak-anak yang membantu orangtuanya sepulang sekolah. "Mendikbud harus berkomunikasi dengan orangtua murid terkait hal ini," ujar dia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengusulkan untuk memperpanjang jam sekolah bagi para siswa hingga sepanjang hari. Usulan itu kemudian disampaikan Muhadjir kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Bapak Wakil Presiden setuju. Namun beliau ada saran proyek percontohan dulu untuk menjajaki," kata Muhadjir Effendi.

Baca Juga: Waduh, Anak SD dan SMP Direncanakan Sekolah Hingga Jam 5 Sore 

Muhadjir menjelaskan, bersekolah sepanjang hari alias full day school sebenarnya sudah dijalankan banyak sekolah, terutama sekolah swasta. Menurutnya, bersekolah sepanjang hari banyak memberikan kesempatan kepada sekolah untuk menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik. (bbs/int)

Waduh, Anak SD dan SMP Direncanakan Sekolah Hingga Jam 5 Sore

TobaTimes-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengusulkan agar pendidikan dasar (SD dan SMP), menggunakan sistem full day school. Nantinya, para pelajar diwajibkan berada di sekolah sejak pukul 07.00 hingga 17.00.



Hal itu dilakukan agar anak tidak sendiri ketika orang tua mereka masih bekerja.

"Dengan sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi 'liar' di luar sekolah ketika orang tua mereka masih belum pulang dari kerja," kata Muhadjir.

Menurut Muhadjir, kalau anak-anak tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan mengaji sampai dijemput orang tuanya usai jam kerja.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, usulan full day school harus dikaji lebih dalam.

"Saya ingin agar kajiannya lebih komprehensif, dan buat saya syaratnya satu saja, sekolah harus menyenangkan, jangan sampai mereka (anak didik) tertekan atau stres," kata Ganjar di Semarang, Senin 8 Agustus 2016.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengungkapkan, muncul permasalahan mengenai transportasi terkait dengan penetapan full day school dan lima hari sekolah.

"Kalau di desa akan muncul permasalahan mengenai transportasi, kalau di perkotaan sangat bisa diterapkan, sudah saya evaluasi soalnya," ujarnya.

Kata Ganjar, sistem belajar full day school harus diujicobakan di beberapa sekolah jika pemerintah ingin menerapkannya. (bbs/int)

Ribuan Orang Ikut Cari Naomi yang Hilang di Danau Toba

TobaTimes-Hingga Senin 8 Agustus 2016 malam ini, Naomi br Lubis (15) yang menghilang di Danau Toba, tepatnya d pantai Lumban Binanga, Kecamatan Laguboti, belum ditemukan. Ribuan orang ikut turun ke sekeliling pantai Danau Toba melakukan pencarian, tapi belum membuahkan hasil.



Banyak upaya dilakukan, seperti penyelaman manual oleh warga sekitar yang pandai berenang, penyelaman dari tim Basarnas, dan penyisiran menggunakan jaring. Bantuan paranormal juga dilakukan. Tapi malang, gadis kelas 3 SMP 4 Laguboti itu belum ditemukan.

Ibu korban, Endang boru Hutauruk, tampak histeris dan menangis sepanjang hari. Ia berharap, jikapun putrinya sudah meninggal, paling tidak ia bisa menyaksikan jasadnya.

"Kalau kau ambil Tuhan, kembalikan badannya. Di sini dia tidak tenang, di sini dia kedinginan terus. Kulihat saja tubuhnya, dan kubawa pulang," rintih Endang br Hutauruk di lokasi kejadian.

Ayah Naomi, T Lubis, juga tampak syok dan tidak bisa berbuat apa-apa atas hilangnya putri kesayangannya.

Aksi pencarian dari Basarnas dibantu BPBD Tobasa juga tidak membuahkan hasil. Mereka melakukan penyelaman dengan tabung oksigen menyusuri areal kejadian, mulai dari bibir pantai hingga kedalaman 25 meter.

"Kemungkinan Naomi terbawa arus, atau tertimbun pasir mengingat struktur pantai ini pasirnya labil. Tapi kita tetap berupaya," ujar Kepala BPBD Tobasa. (bbs/int)

Baca Juga: Siswi Asal Laguboti SMP Hanyut dan Hilang di Danau Toba

Ulos Bermakna Sebagai Media Perdamaian

TobaTimes-Ulos merupakan bagian penting dalam hubungan kekerabatan di masyarakat suku batak. Sebab, ulos memiliki banyak simbol yang bermakna cinta kasih dari pemberi ke penerimanya.


"Ulos merupakan simbol kehangatan antar tiga pihak yang pasti dijumpai dalam acara adat masyarakat batak. Ulos juga menjadi media kedamaian dan peredam konflik yang barangkali muncul," jelas Antropolog USU, Rhyta Tambunan, dalam Seminar Nasional Ulos di FISIP USU, Jumat 5 Agustus 2016.

Rhyta menyebut, ulos tidak akan ditelan waktu jika masyarakat batak tetap menjaga adat istiadatnya. Hasil karya para seniman alias pengrajin ulos harusnya mendapatkan apresiasi penuh dari semua pihak.

Namun menurut Rhyta, faktor ekonomi kerap menjadi alasan para penenun khususnya dari kalangan perempuan, meninggalkan aktivitas membuat ulos.

"Kiranya kondisi itu menjadi perhatian khusus. Seorang penenun di Onan Runggu mengaku, mereka mampu mengerjakan satu ulos dalam waktu tiga hari dengan upah Rp 45 ribu. Sedangkan pekerjaan lain seperti bertani sudah bisa menghasilkan Rp 45 ribu per harinya. Sayangnya lagi, saya pernah membeli ulos seharga Rp 250 ribu di salah satu toko, ini jelas ada kesenjangan," ungkapnya. (analisadayli.com/int)