31.3.17

Pengerjaan Jalur Balige By Pass Dimulai Bulan Mei


Balige By Pass.

SOPO - Pengerjaan pembangunan jalur Balige By Pass dari wilayah Tambunan hingga Longat sepanjang 9,8 Km dan lebar 25 meter akan bulan Mei tahun 2017 ini. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) telah menyiapkan anggaran pembangunan jalan lingkar Kota Balige itu sebesar Rp242 Miliar.


"Informasi yang kami terima, Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 242 Miliar. Kalau berjalan mulus, tahap pertama akan dimulai dikerjakan bulan Mei tahun ini," ujar Tagor Siburian ST Mt, PPK Pengadaan Tanah Balige By Pass yang juga menjabat Kabid Tata Ruang di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemkab Tobasa, Kamis (30/3/17).

Siburian menjelaskan, tahap pertama mulai Tambunan Meijan sepanjang 2 Km. Pembebasan lahan sudah rampung dibayarkan kepada 116 pemilik lahan dengan total keseluruhan sebesar Rp 120 juta. Untuk membangun, telah disiapkan anggaran Rp30 Miliar.

"Untuk 2 Km ini, saat ini sedang tender. Informasi yang kami terima, sedang dalam tahap evaluasi penawaran. Kalau mulus, Mei sudah mulai pengerjaannya," terangnya.

Terkait sisa lahan belum dilakukan ganti rugi, saat ini tim pengadaan lahan sedang melakukan pendataan. Data sementara ada sebanyak 300 pemilik lahan.

"Untuk ganti rugi disiapkan dari APBD Tobasa sebesar Rp 18,5 Miliar. Kemudian, dari pemerintah pusat Rp 25 Milair. Dengan jumlah anggara tersebut, diperkirakan cukup untuk keseluruhan. Jika memungkinkan, tiga bulan kedepan sudah mulai dibayarkan," katanya. (TT/int)
 

29.3.17

Rumah Dirampok, Ibu Ini Lompat ke Jurang dan Berguling-guling ke Sungai


TobaTimes, Tapteng - Sarina Hutagalung (62), warga Desa Rampah, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi korban perampokan, Rabu (29/3) sekira pukul 4.00 WIB dini hari. Dinihari itu, komplotan rampok menyatroni rumahnya. Dia lolos karena melompat ke jurang di belakang rumahnya.

Sarina Hutgalung dirawat di RS.

Sarina mengalami luka koyak pada kepala sebelah kiri dan lecet di seluruh tubuh. Kini ia dirawat di rumah sakit Metta Medika Kota Sibolga. Saat ditemui di ruang IGD, Sarina mencoba bercerita kronologis kejadian tersebut. Pada saat kejadian, dia sedang tidur sendiri di rumahnya. Tiga anak laki-lakinya yang berprofesi sebagai supir sedang bekerja ke luar kota.

Sekira pukul 4.00 WIB pagi, dia bangun karena mendengar ketukan di pintu. Namuin dia tidak langsung membuka karena ketukan di pintu seperti dipaksa dan digedor. "Pintu terus ditokok-tokok, tapi tak bisa terbuka karena kugembok dari dalam. Kuambil parang dan cuka untuk jaga-jaga," katanya.

Sesaat kemudian, tidak ada lagi terdengar suara. Dia berfikir perampok sudah pergi. Lalu dia bergerak ke arah belakang. Saat itulah tiba-tiba muncul cahaya dari sela-sela papan rumahnya dan menyorot dirinya. Akibat ketakutan karena ketahuan keberadaannya di rumah, dia membuka jendela dapur dan langsung melompat. Dia sudah tidak befikir lagi bahwa dia melompat ke jurang. Dia jatuh dan berguling-guling ke dalam jurang.

Sambil menahan sakit pada sekujur tubuh, dia mencoba bangkit dan melangkah mencari pertolongan. Awalnya dia masuk ke kebun salak dan dia memandang ke arah jalan dan melihat ada cahaya mengarah padanya. Dia yakin itu bukan lampu kendaraan, melainkan senter perampok yang mencoba memburunya, diapun merunduk agar tidak ketahuan.

Dalam hati dia berkata, dia lebih memilih mati di semak belukar ketimbang mati di tangan para perampok. Diapun mencoba mundur secara perlahan. Tanpa dia sadari, dia terjatuh dan berguling hingga ke sungai. Dia merasakan sakit pada kepalanya. Meski demikian, dia mencoba membaringkan badan di sebuah batu untuk memperoleh kembali tenaganya.

"Aku terus mundur, rupanya ada jurang, jatuhlah aku berguling-guling sampai ke sungai. Ah, tidurlah dulu aku di batu ini, pikirku, karena sudah capek kali aku,” katanya.

Sekira pukul 6.00 WIB, dia terjaga dan melihat hari sudah mulai terang. Dia lalu memaksakan diri berjalan. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah kebun karet yang sudah tersadap. Dia berharap pemilik kebun datang dan dia segera mendapat pertolongan.

Ternyata benar, tak berapa dia melihat seorang wanita teman sekampungnya. Diapun memanggil dan meminta tolong. Akhirnya dia diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

Kapolsek Pandan AKP Parohon Tambunan membantah adanya perampokan. Dari hasil pemeriksaan, diperoleh keterangan dari anaknya bahwa kejadian itu hanya ilusi. Sebab, di daerah itu sedang marak isu perampok alias jogat dalam istilah warga sekitar. Bah, cemananya?

Meski begitu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut. "Tapi, sampai sekarang masih kita selidiki. Yang pasti, tidak ada perampokan, hanya ilusi dia," ujarnya. (TT/int)

28.3.17

Kakek 69 Tahun Raba-raba Siswi Kelas IV SD

 
Ilustrasi.

TobaTimes, Tapteng - Seorang kakek berusia 69 tahun berinisial WS melaukan perbuatan tak senonoh terhadap gadis kecil yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Orangtua korban, LH (37) dan istrinya SS (35) melaporkan kasus itu ke Polsek setempat.

Peristiwa itu terjadi di Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng). Korban berinisial AH (11) dicabuli WS dengan pura-pura baik yaitu memberikan uang kepada korban. Hal itu terjadi saat korban hendak berangkat ke sekolah pada Senin (27/3/17) lalu. Setelah memberikan uang itu, korban melakukan niat jahatnya.

Kejadian pertama kali dilakukan di belakang rumah tetangganya sebanyak empat kali, pelaku meraba-raba kemaluan korban. Lalu hal itu terulang di belakang rumah salah seorang warga tak jauh dari rumah korban.

Aksi bejat sang kakek terungkap pada tanggal 23 Maret 2017 pukul pagi 07:20 WIB saat korban hendak berangkat ke sekolah. Dia dicegat tersangka, lalu memberikan uang Rp5000 dan pelaku tetap meraba-raba korban.

Tak Terima atas perlakuan WS, ayah korban mencari tersangka tapi tidak ketemu dan akhirnya melaporkan kejadian itu kepada kepada kepala desa dan selanjutnya ke Polsek Barus.

Jajaran Polsek Barus kemudian mengamankan pelaku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan berdasarkan pengakuan korban, pelaku sudah melakukan perbuatan tak terpuji itu sebanyak lima kali. (TT/INT)

27.3.17

Dihantam Banjir, Boru Tumorang dan Dua Putrinya Tewas


TobaTimes, Sidimpuan - Kabar duka datang dari Kota Padangsidimpuan, Minggu (26/3/17). Ini setelah banjir bandang menerjang Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan.
Ilustrasi.
Akibatnya, satu keluarga terbawa banjir, dan tiga dari keluarga tersebut dinyatakan tewas. “Ketiga mayat yang terdiri ibu dan dua anaknya sudah ditemukan. Ketiganya sudah dibawa ke kediaman mereka di Lingkungan III Kelurahan Lubuk Raya, Padangsidimpuan,” ujar Kapolsek Hutaimbaru AKP Tony Simanjuntak kepada wartawan.

Tony menceritakan, berdasarkan info yang didapat dari masyarakat, sebelum ditemukan tewas, mereka yang menjadi korban sedang berada di ladang yang dekat dengan aliran Sungai Aek Sipogas Kelurahan Setempat. Dan saat hujan turun, mereka bertiga berteduh di gubuk. Tiba-tiba air bah datang dan langsung menyapu para korban.

“Diduga hanyut tersapu arus air bah yang datang dengan tiba-tiba. Dan, jasad ketiganya ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian sekitar pukul delapan malam tadi,” ungkap Tony.

Adapun identitas ketiga jenazah teridentifikasi yaitu Sahriana Situmorang (45) dan dua orang putrinya masing-masing Rafiah (8) serta Sakinah (10), warga Lingkungan III, Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Psp Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan. Sempat mau dibawa ke rumah sakit, namun warga dan pihak keluarga tidak mengijinkan,” terangnya.

Selain ketiganya, diduga suami korban juga ada pada saat kejadian dan masih dilakukan pencarian. “Iya, informasinya suami yang juga ayah dari anak-anak korban ikut hilang,” katanya.

Sebelumnya diketahui, selain merenggut korban jiwa, banjir bandang yang menerjang Kota Psp dan sekitarnya juga mengantam puluhan rumah hingga ada yang hanyut dan rusak parah. Tak hanya rumah, sejumlah kendaraan milik warga dinyatakan rusak akibat terseret banjir terbesar sepanjang tahun ini.

Saat ini, untuk sementara dari data yang dihimpun selain tiga korban meninggal, 17 rumah rusak, 17 rumah hanyut, 7 kendaraan hanyut, dan satu korban hilang. (TT/INT)

Modal Rp5 Ribu, Pemuda Ini Cabuli 3 Bocah Tetangga


TobaTimes, Medan - Seorang pemuda berinisial A (19) mencabuli tiga anak tetangganya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Pada awalnya, aksi pelaku berjalan mulus. Hanya bermodalkan uang Rp5 ribu, dia berhasil membujuk tiga anak di bawah umur tersebut untuk menuruti kemauannya. Ketiganya disuruh memegang alat vitalnya.

Ilustrasi.
Untung saja tindakan bejat pelaku ketahuan paman korban. Tidak senang dengan perbuatan itu, Minggu (26/3/2017) ditemani orang tua masing-masing korban melaporkan perbuatan A ke Polsekta Medan Labuhan. Dalam laporannya, aksi itu diketahui dilakukan A di belakang lapangan basket. Ketiga korban adalah MU (10), AA (8), dan MS (6).

Menurut para korban, peristiwa terjadi saat pelaku memanggil korban. Kemudian korban diajari merokok dan selanjutnya korban disuruh megang kemaluan pelaku untuk melakukan onani dan diberikan uang Rp5 ribu.

Berdasarkan informasi, Senin (27/3/17) aksi bejat pelaku pun ahirnya diketahui paman dari seorang korban. Dimana saat itu paman korban mencari keberadaan keponakannya yang belum pulang meski hari sudah sore.

Ketika mencari di belakang rumah tepatnya di belakang lapangan basket, didapatilah pelaku bersama tiga orang korban. Paman korban merasa curiga langsung mengintip dari kegelapan.

“Mereka ini diajari merokok, kemudian diberi uang Rp5 ribu dan korban disuruh pegang kemaluannya,” ungkapnya. Setelah dilaporkan kepada orang tua masing-masing, korban pun kemudian membuat laporan.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Yasir Ahmadi melalui Kanit Reskrim AKP Ponijo kepada wartawan membenarkan laporan tersebut. “Saat ini laporannya sudah ditangani Unit PPA,” katanya. (TT/INT)

Hmmm...! Ajudan Walikota Janjian dengan Pejabat di Hotel


TobaTimes - Perselingkuhan ajudan walikota Kediri dengan pejabat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terbongkar. Dari chating mesra keduanya, diketahui bahwa ajudan walikota berinisial AL diduga hendak melakukan hubungan suami-istri dengan pejabat Kominfo berinisial RR.

Ilustrasi.
Kasus perselingkuhan ajudan walikota dibongkar oleh suami RR di media sosial Facebook. Sang suami berinisal RD, telah melaporkan perselingkuhan istrinya dengan ajudan walikota ke Polresta Kediri.

RD yang sehari-hari berjualan sepeda ini meminta polisi memproses tindak asusila istrinya dengan AL. Ia tak keberatan istrinya dipecat dari PNS. Lewat curhatnya di Facebook, RD mengatakan perselingkuhan itu terbongkar saat dia bersama anak-anaknya bermain di Taman Baru Pesantren. Saat itu, istrinya malah sibuk chating dengan orang lain.


Tak berselang lama, sang istri pamit dengan alasan ingin ngeprint bahan-bahan untuk acara walikota. RD mulai curiga. Terlebih sang istri yang menjabat sebagai kepala bidang (kabid) di Dinas Kominfo Kediri itu pergi selama berjam-jam.

RD kemudian mengontak istrinya, tetapi ponselnya tidak aktif. Merasa ada sesuatu yang janggal, RD lantas menyusul RD ke tempat ngeprint, tetapi tidak menemukan istrinya di sana. Setelah dua jam menunggu, RD kembali menelepon istrinya. Kali ini tersambung. Namun sang istri justru mengaku sedang OTW ke lokasi penjahit di Pasar Pahing.

Kecurigaan RD semakin bertambah. Ia menyusul ke tempat penjahit di Pasar Pahing. Rupanya sang istri baru datang di tempat itu. RD kemudian merebut HP istrinya. Sempat terjadi tarik-tarikan tangan karena istrinya berusaha untuk mempertahankan HP. Bahkan, RR sempat meneriaki suaminya sebagai jambret karena berusaha merebut ponsel dari tangannya.


RD tak peduli. Ia berlari sambil membawa HP istrinya. RD kemudian membuka chating di HP istrinya. RD kaget melihat chatting mesra dengan panggilan sayang dari ajudan walikota. Bahkan, istrinya ketahuan janjian dengan ajudan walikota di kamar hotel yang ada di Jl Mayor Bismo, tepatnya di kamar D-6.

RD kemudian mengecek ke kamar hotel tersebut. Rupanya kamar itu memang baru ditempati. “Seluruh chating istri saya dengan ajudan sudah saya simpan untuk bukti,” jelas RD.

RD kemudian melaporkan kasus itu ke Polres Kediri dan Pemkot Kediri. Ia berharap istrinya dan ajudan walikota diberikan sanksi tegas. (TT/INT)

Lebih 50 Persen SMK di Sumut Masih UN Manual


TobaTimes, Medan - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumatera Utara (Sumut) ternyata belum bisa diselenggarakan 100 persen. Sebab, 50 persen lebih SMK di Sumut tak memiliki sarana atau infrastruktur yang memadai.

Ilustrasi.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumut Rosmawati Nadea mengungkapkan, dari sekira 968 SMK negeri dan swasta di Sumut, 50 persen lebih masih harus tetap melaksanakan UN manual dengan tulisan tangan.

Kondisi itu terjadi lantaran keterbatasan sarana dan prasarana pendukung di sekolah-sekolah tersebut, termasuk kurangnya komputer dan jaringan internet. Apalagi di daerah seperti Nias. Sedangkan sisanya, lanjut dia, lebih dari 40% sekolah menyelenggarakan UNBK.

“Program Disdik Sumut ke depan, karena UNBK memang asal dari SMK maka bidang pembinaan sekolah kejuruan akan terus diupayakan secepatnya. Tujuannya, agar semua SMK dapat menggelar UNBK. Sekarang ini, Disdik akan mendata ke seluruh Sumut, berapa banyak lagi SMK yang belum punya server dan PC komputer untuk dicarikan solusinya,” ujar Rosmawati kepada wartawan akhir pekan ini.


Dia mengatakan, untuk pengadaan anggaran atau dananya bisa digunakan dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) atau APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Bahkan, bila perlu digunakan CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan untuk pengadaan perangkat ujian ini.

“Disdik Sumut sudah merancang pertemuan-pertemuan dengan beberapa stakeholder, seperti Pertamina agar bisa membantu dalam suksesnya program UNBK khususnya tingkat SMK di Sumut. Sebab, sistem pendidikan nasional ini bukan hanya tanggung jawab provinsi saja tetapi semua pihak,” katanya.

Dia menuturkan, untuk pelaksanaan UNBK, kota-kota dengan akses internet yang baik seperti di Medan, rata-rata sudah menjadi penyelenggara. Namun kota-kota terpencil seperti Nias akan dikoordinasikan lagi ke pemerintah kabupaten/kota supaya aksesnya dibuka.

Sebagaimana diketahui, waktu pelaksanaan UN maupun UNBK tingkat SMK secara serentak kurang lebih tinggal seminggu lagi. Sesuai hasil rapat koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu, UN/UNBK dijadwalkan pada 3-6 April.

Sedangkan SMA/MA, pada 10-13 April. Sementara, pelaksanaan UN/UNBK SMP dibagi dua gelombang, yakni pada 2-4 Mei dan 15 Mei untuk gelombang pertama. Gelombang kedua, dilaksanakan pada 8-10 Mei dan 16 Mei.

Dalam pelaksanaan tahun ini, mata pelajaran yang akan diujikan yakni untuk jenjang pendidikan SMK yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Untuk SMA, mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan. (TT/INT)

11.3.17

Dokter Cantik Main dengan Supir Bus, Digerebek Suami di Kamar


TobaTimes - Seorang dokter muda lagi cantik, Novitasari (31), warga Jalan Supriyadi, Kelurahan Tamanan, Tulungagung, tertangkap basah selingkuh dengan sopir bus, Yanuar Alif (28) warga Dusun Margorejo, Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Ilustrasi.
Padahal, dokter Novitasari sudah punya suami. Sang suami, Adie Chandra Widodo (32), yang sudah lama curiga istrinya selingkuh, melaporkan ke polisi. Adie melapor setelah memergoki istrinya selingkuh dengan sopir bus di kamar kos.

Peristiwa penggerebekan berawal secara tak sengaja. Adie Chandra mendapatkan informasi dari salah satu rekannya bahwa istrinya sedang berada di rumah kos Desa Ngujang bersama seorang laki-laki.

Adie bersama saksi Sigit yang juga warga setempat, dan beberapa aparat kepolisan melakukan penggerebekan di rumah kos tersebut, sekitar 11.30, Rabu (8/3) lalu. Saat berada di tempat kos, Adie Chandra melihat sepeda motor yang dipakai istrinya terpakir di halaman. Tanpa menunggu lagi, pintu kos pun didobrak.

Tak disangka ternyata benar, istrinya yang bernama lengkap Ni Putu Ayu Novitasari dan terlapor Yanuar Alif berada di dalam kamar rumah kos tersebut.

“Mengetahui hal itu, pelapor merasa dirugikan selanjutnya melaporkan ke Polres Tulungagung,” ujar Kapolres Tulungagung AKBP Yong Ferrydjon melalui KBO Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Hery Poerwanto, seperti diberitakan Jawapos.com, Jumat (9/3).

Menurut Hery, kasus ini merupakan delik aduan. “Kasus itu (dugaan perzinaan) masih berlanjut. Karena merupakan delik aduan, akan terus berlanjut seperti pemeriksaan saksi-saksi, gelar hingga visum. Jadi selama laporan tidak dicabut, ya tetap lanjut,” jelasnya.

Sementara, pasal yang dikenakan untuk para terlapor yakni pasal 284 KUHP tentang perzinaan. Ancaman hukumannya penjara 9 bulan. (TT/int)

28.2.17

Lungun Nai, Bangun Kau Boru, Bangun Kau Nak...


TobaTimes, Tapteng - Fitri Hiskya Lumban Gaol (2,5), tewas ditabrak sebuah truk jenis cold diesel BB8426MB, pengangkut es milik CV Yakin. Kejadian di jalan Sibolga-Psp Sidempuan, Sarudik, Tapanuli Tengah, Senin (27/2) sekira pukul 10.00 WIB.

Suasana rumah duka.
Seorang saksi mata, Fitri Sihite (25), menceritakan, kejadian bermula saat Fitri datang bersama tantennya Anti ke toko foto copy tempat dia bekerja. Belum selesai memoto copy, tiba-tiba saja terdengat suara dari arah jalan. Sontak dia dan juga tante Fitri terkejut melihat bocah tersebut sudah terkapar di tengah jalan.

Posisinya tepat berada di bawah ban belakang sebelah kiri truk tersebut. Dari mulutnya keluar buih putih. Tantenya, yang mereka sangka sebagai ibu korban langsung menggendong korban dan melarikannya ke rumah sakit. "Berdarah-darah digendongnya. Keluar putih-putih dari mulutnya," ungkapnya.

Sekira pukul 14.00 WIB, Polantas Polres Tapteng melakukan olah TKP yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Yusuf. ianto, yang turut hadir pada olah TKP tersebut menyebutkan bahwa dia baru saja bermuat dan hendak ke tangkahan mengantarkan es yang dibawanya. Dia sempat kaget yang melihat korban tiba-tiba muncul dari arah toko foto copy hendak menyebarang. Dia mencoba membanting setir ke kanan dan memijak keras rem. Dan posisi truk saat itu menyilang ditengah jalan. "Aku baru dari gudang bermuat. Dari sini dia datang, kuputarlah setirku ke kanan dan rem kupijak sampai berhenti," terang Rianto kepada petugas.

Dia merasa bagian pintu samping kirinya mengahantam bocah tersebut dan tergeletak dibawah ban belakang. "Sebelah kiri ini kena. Dia, diban belakang inilah pas," ucapnya dengan rasa takut dan trauma dengan kejadian tersebut.

Kasat Lantas AKP Yusuf membenarkan kejadian tersebut. Diterangkannya, dari hasil pemeriksaan merekan korban mengalami luka yang cukup parah. "Luka patah tangan sebelah kiri, memar pada pinggang, kaki kanan patah. Dan robek pada alat kelamin," kata Yusuf.

Usai dimandikan di rumah sakit, jenazah Fitri Hiskya Lumban Gaol akhirnya dibawa ke rumah duka di jalan Rogate, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara untuk disemayamkan.

Kesedihan mendalam tampak pada wajah seluruh keluarga. Tak hanya itu, para pelayat juga ikut meneteskan air mata melihat tubuh bocah 2,5 tahun tersebut terbujur kaku ditengah-tengah ruangan.

Yang paling bersedih adalah Anti, tante korban yang selama ini dipanggil dengan sebutan Bunda oleh korban dan saudaranya yang lain. Ternyata, Anti adalah orang yang paling dekat dengan korban. Kepergian Fitri tampaknya belum dapat dia terima. Bahkan, pakaiannya yang sudah berlumuran darah anak kakak kandungnya tersebut belum dia ganti, masih melekat di tubuhnya.

Tangis Anti yang duduk disebelah kiri jenazah memenuhi ruangan. Dia merasa sangat bersalah atas kejadian tersebut. "Pipin (panggilan sehari-hari Fitri, red) kenapa kau lepaskan tanganku tadi. Lihatlah darahmu ini, di celanaku ini," isaknya sambil mencium wajah keponakannya tersebut.

Dia bahkan masih ingat sebelum kejadian, korban sempat memintanya memeluk dan menciumnya. Kenangan tersebut menambah pedih rasa hatinya. "Peluk dulu aku, cium dulu aku bunda katanya tadi, oh Tuhan. Pipin bangun kau nak, bangun kau boru," serunya menangis sejadi-jadinya tak kuat mengingat kenangan tersebut.

Di samping kiri Anti, duduk nenek korban yang juga menangis seraya tidak percaya kalau cucunya tersebut sudah tiada. Dia masih ingat, kalau korbanlah yang sering menemaninya. "Lungun nai. Ise be manogu au, ise be mangajak au tu ginjang (seding kali. Siapa lagi yang memegang-megang aku, siapa lagi yang mengajak aku ke atas," serunya sambil menangis keras.

Sementara, di sebelah kanan jenazah, Murni Pandiangan, ibu korban tak banyak bersuara.

Sambil memeluk kakaknya yang ada disebelah kanannya, dia tak kuat menerima kenyataan tersebut. "Sudah pergi dia kak," isaknya memandang wajah korban yang sudah terbujur kaku didepannya.

Menurut warga, korban adalah anak pendiam dan pintar. Kalau datang ke rumah amangtuanya (abang ayahnya, red) yang menjadi rumah duka saat ini, korban sering menyapu. "Rumah abang bapaknya ini. Kalau mereka tinggal di Parombunan (jalan Jetro Hutagalung). Kalau datang kesini, biasanya menyapunya itu. Pandiamnya ini, anak ini," kata seorang pria. (TT/int)

27.2.17

Ini Daftar Raja-raja Terkaya di Dunia

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz akan berkunjung ke Indonesia. Raja Salman merupakan salah satu orang ningrat yang hartanya sangat banyak. Sudah hal yang lumrah buat kaum darah biru untuk bergelimang harta. Namun apakah ada yang paling kaya di antara semuanya?

Raja Salman
Ternyata Raja Salman berada pada peringkat ketiga. Berikut ini raja-raja yang hartanya paling banyak, dikutip dari berbagai sumber:

1. Mendiang Raja Thailand Bhumibol Adulyadej US$ 30 miliar (Rp 399 triliun)

Raja Bhumibol meninggal di 2016 setelah berkuasa selama 64 tahun. Sang raja punya saham cukup besar di Siam Cement dan Siam Commercial Bank, juga di Deves Insurance. Kekayaannya ini akan diwariskan ke raja selanjutnya yaitu anaknya sendiri, Maha Vajiralongkorn. (ang/hns)

2. Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei US$ 20 miliar (Rp 266 triliun)

Sultan Hassanal Bolkiah sudah memimpin Brunei sejak 1967 dan berhasil melewati masa resesi ekonomi dengan baik. Dengan cadangan minyak yang hanya bertahan untuk 25 tahun saja, Brunei kini mulai meilirik industri lain untuk dikembangkan. Aset pribadi milik sang sultan termasuk koleksi mobil mewahnya yang mencapai 7.000 mobil.

3. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz US$ 17 miliar (Rp 226 triliun)

Arab Saudi saat ini jadi pemilik cadangan minyak terbesar dunia, yaitu sebanyak 265 miliar barel atau mewakili 18% cadangan dunia. Salman mendapat warisan cukup besar dari raja sebelumnya yang juga kakak tirinya, Abdullah bin Abdulaziz.

4. Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Khalifa bin Zayed Al Nahyan, US$ 15 miliar (Rp 199 triliun)

Al-Nahyan adalah pemimpin UEA di Abu Dhabi. Ia mengendalikan 97,8 miliar barel cadangan minyak, sambil menjalankan perusahan investasi dengan aset US$ 627 miliar.

5. Raja Mohammed VI dari Maroko US$ 5,7 miliar (Rp 75 triliun)

Mohammed VI naik tahta setelah ayahnya meninggal di 1999. Asetnya termasuk cadangan sumber daya alam di negaranya juga kepemilikan mayoritas saham di OCP Group. (berbagai sumber/int)