1.8.16

Rumah Bolon, Rumah Adat Batak

TobaTimes-Rumah Balai Batak Toba adalah rumah adat dari daerah Sumatera Utara. Rumah ini terbagi atas dua bagian yaitu jabu parsakitan dan jabu bolon. Jabu parsakitan adalah tempat penyimpanan barang. Tempat ini juga terkadang dipakai sebagai tempat untuk pembicaraan terkait dengan hal-hal adat. Jabu bolon adalah rumah keluarga besar. Rumah ini tidak memiliki sekat atau kamar sehingga keluarga tinggal dan tidur bersama. Rumah Balai Batak Toba juga dikenal sebagai Rumah Bolon.

Bagi masyarakat Batak, rumah ini tampak seperti seekor kerbau yang sedang berdiri. Pembangunan rumah adat suku Batak ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat Batak. Rumah ini berbentuk seperti rumah panggung yang disangga oleh beberapa tiang penyangga.Tiang penyangga rumah biasanya terbuat dari kayu.

Rumah Balai Batak Toba mempunyai bahan dasar dari kayu. Menurut kepercayaan masyarakat Batak, rumah ini terbagi ke dalam tiga bagian yang mencerminkan dunia atau dimensi yang berbeda-beda. Bagian pertama yaitu atap rumah yang diyakini mencerminkan dunia para dewa.Bagian kedua yaitu lantai rumah yang diyakini mencerminkan dunia manusia. Bagian yang ketiga adalah bagian bawah rumah atau kolong rumah yang mencerminkan dunia kematian.

Rumah Bolon adalah rumah adat suku batak di Sumatera Utara. Pada zaman dahulu kala, rumah bolon adalah merupakan tempat tinggal raja-raja di Sumatera Utara, dimana tercatat ada 14 raja antara lain: Pangultop-ultop 1624-1648 ; Ranjinman (1648 –  1669),  Nanggaraia (1670 – 1692), Butiran (1692 – 1717), Bakkararaja (1738-1738), Baringin (1738-1769), Bona Batu (1769-1780), Raja Ulan (1781-1769), Atian (1800-1825), Horma Bulan (1826-1856), Raondop (1856-1886), Rahalim (1886-1921), Karel Tanjung (1921-1931) dan Mogang (1933-1947).

Rumah Bolon terdiri dari beberapa jenis, dan rumah adat yang dapat ditemuan di masyarakat Batak yaitu rumah Bolon Toba, rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Pakpak dan rumah Bolon Angkola. Setiap rumah mempunyai ciri khasnya masing-masing Sayangnya, rumah Bolon saat ini jumlah tidak terlalu banyak sehingga beberapa jenis rumah Bolon bahkan sulit ditemukan.

Rumah Bolon berbentuk panggung dengan tiang-tiang bulat bergaris tengah sekitar 40 cm menjadi penyangganya. Di sebelah kiri dan kanan tiang rumah ada ukiran yang menggambarkan payudara sebagai lambang kesuburan (odap-odap). Ada juga ukiran cicak sebagai lambang penjaga dan pelindung rumah (boraspati). Dinding rumah bolon berupa papan setebal 15 cm dihiasi ornamen khas Simalungun warna merah, hitam, dan putih yang menampilkan pandangan kosmologis dan filosofis budaya Batak. Ukiran khas Batak yang disebut gorga adalah ornamen yang mengandung unsur mistis  penolak bala. Ukiran gorga ditempatkan di dinding rumah bagian luar. umumnya ukiran itu berbentuk lukisan hewan seperti cicak, ular ataupun kerbau. Padi  dan leher simbol kerbau yang terpasang di ujung bubungan atap, diikatkan seutas tali menggantung dua tatabu (labu berisi ramuan magis) disebut tanjung banu yang berfungsi untuk menangkal petir dan api. Sedangkan atap rumah terbuat dari ijuk.

Rumah bolon terdiri dari beberapa bagian. Bagian depan (lopou). menjadi tempat puang pardahan (isteri raja pemasak makanan tamu) dan puang poso (pemasak nasi raja). Di sisi kanannya, terdapat kamar tidur raja dengan bentuk layaknya rumah kecil yang memiliki atap, dinding dan pintu. Sedangkan dikolong kamar tidur tersebut, ada sebuah kamar ajudan raja yang dikebiri (ikasihkon).

Di dinding sebelah kanan ada dua gong (ogung) dan jika anak raja lahir putri, gong ini dipalu dalam bilangan genap. Sebaliknya, lahir putra, bedil untuk upacara adat tersimpan agak ke dalam diletuskan dalam bilangan ganjil.

Karena raja sering kawin, lopou pun menjadi sempit, sehing¬ga diperluas ke belakang dan di-beri nama (Rumah Bolon). Inilah yang dihuni puang parorot (istri raja penjaga anak).

Puang paninggiran (pimpinan upacara kesurupan), puang pamokkot (pimpinan upacara me-masuki rumah baru), puang siappar apei (pengatur ruangan dan memasang tikar), puang siombah bajut (pimpinan pembawa peralatan makan sirih), puang bona, puang bolon (permaisuri), puang panakkut (bertugas di rumah bolon) dan puang juma bolang (istri raja memimpin perladangan).

Di sini juga, ada tiang pan raja, tempat peletakan tanduk kerbau tanda penabalan raja. Ada 13 jumlah tanduk kerbau, menyatakan banyaknya raja.

Rumah bolon didirikan oleh Raja Tuan Rahalim, raja yang gagah perkasa dan memiliki 24 istri. Tapi, yang tinggal di istana hanya puang bolon (permaisuri) dan 11 orang nasi puang (selir) serta anaknya sebanyak 46 orang. Yang 12 orang lagi tinggal dikampung-kampung di wilayah kerajaannya. Sedangkan raja terakhir yang menempati Rumah bolon adalah Tuan Mogang Purba, dimana setelah Kemerdekaan RI yaitu pada tahun 1947 berakhir pula kedaulatan raja dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian pada tahun 1961, pewaris Rumah Bolon menyerahkan rumah bolon beserta perangkatnya kepada Pemerintah Daerah Sumatera Utara/Pemda Simalungun. (sumber:netralnews.com)

Tahukah Anda Tulila, Alat Musik Batak yang Nyaris Punah

TobaTimes-Tidak banyak yang tahu apa itu Tulila. Satu di antara pemusik batak, Hardoni Sitohang menyebutkan Tulila bukan sekadar alat musik. Iramanya bagaikan bunyi suara burung yang dipakai sebagai media komunikasi dengan alam dan Tuhan.


"Tulila alat musik spritual suku Batak yang permainannya menyerupai seruling. Nama Tulila bahkan tertulis dalam Alkitab perjanjian lama yang seakan memberikan bukti spritualnya dulu," ujar Hardoni Sitohang kepada wartawan, Minggu 31 Juli 2016 di Medan.

Hardoni mengatakan, kini tak ada lagi seorang pun pemusik Batak memainkan Tulila.

"Dari dulu hingga sekarang gak pernah terlihat ada pemusik batak memainkan Tulila. Saya mengenal Tulila waktu SD. Tersimpan di dalam lemari, lantas bertanya ke bapak bagaimana cara memainkannya. Sudah puluhan tahun saya gak pernah lihat alat musik ini lagi," Kata Hardoni.

Ia juga menyebutkan bahwa sebutan Tulila di setiap daerah berbeda. Seperti halnya di Humbang dan Samosir.

"Mungkin masyarakat Humbang mengenalnya dengan sebutan Salohap. Sedangkan orang Samosir nyebutnya Talatoi. Saya berharap alat musik ini dapat dilestarikan. Saya akan coba memainkannya," katanya. (sumber: tribun-medan.com)

Ini Daftar Lengkap Marga-marga Batak, Jumlahnya Hampir 500


TobaTimes - Sumatera Utara dikenal sebagai tanah Batak yang identik dengan memiliki nama belakang dari keturunan atau disebut marga. Namun terkadang, banyak yang tidak mengetahui keseluruhan marga yang ada, dikarenakan begitu banyaknya marga yang ada di suku Batak.

Selain itu, suku Batak juga memiliki sub suku atau puak seperti Batak Simalungun, Batak Toba, Batak Karo dan lainnya. Membuat Batak semakin beragam dan dari masing-masing puak memiliki bahasa masing-masing pula.

Tiap puak Batak memiliki salam khasnya masing masing. Meskipun suku Batak terkenal dengan salam Horasnya, namun masih ada dua salam lagi yang kurang populer di masyarakat yakni Mejuah juah dan Njuah juah.

Horas sendiri masih memiliki penyebutan masing masing berdasarkan puak yang menggunakannya:

1. Pakpak “Njuah-juah Mo Banta Karina!”
2. Karo “Mejuah-juah Kita Krina!”
3. Toba “Horas, Syalom Jala Gabe Ma Di Hita Saluhutna!”
4. Simalungun “Horas banta Haganupan, Salam Habonaran Do Bona!”
5. Mandailing dan Angkola “Horas Tondi Madingin Pir Ma Tondi Matogu, Sayur Matua Bulung!”

Berikut ini daftar marga yang ada di suku Batak:

A.
1. AMBARITA
2. AMPAPAGA (SIAMPAPAGA)
3. AMPUN (NAHAMPUNGAN)
4. ANGKAT
5. ANGKAT SINGKAPAL
6. ARITONANG
7. ARUAN

B.
8. BABIAT
9. BAHO (NAIBAHO)
10. BAKO
11. BANJARNAHOR (NAINGGOLAN)
12. BANJARNAHOR (MARBUN)
13. BANCIN
14. BAKKARA
15. BARINGBING (TAMPUBOLON)
16. BARUARA (TAMBUNAN)
17. BARUTU (SITUMORANG)
18. BARUTU (SINAGA)
19. BATUARA (NAINGGOLAN)
20. BATUBARA
21. BERASA
22. BARAMPU
23. BARINGIN
24. BINJORI
25. BINTANG
26. BOANGMANALU
27. BOLIALA
28. BONDAR
29. BORBOR
30. BUATON
31. BUNUREA (BANUAREA)
32. BUNJORI
33. BUTARBUTAR

D.
34. DABUTAR (SIDABUTAR ?)
35. DAIRI (SIMANULLANG)
36. DAIRI (SINAMBELA)
37. DALIMUNTA (MUNTE ?)
38. DAPARI
39. DAULAE
40. DEBATARAJA (SIMAMORA)
41. DEBATARAJA (RAMBE)
42. DOLOKSARIBU
43. DONGORAN
44. DOSI (PARDOSI)

G.
45. GAJAA
46. GAJADIRI
47. GAJAMANIK
48. GIRSANG
49. GORAT
50. GULTOM
51. GURNING
52. GUSAR

H.
53. HABEAHAN
54. HARAHAP
55. HARIANJA
56. HARO
57. HAROHARO
58. HASIBUAN
59. HASUGIAN
60. HUTABALIAN
61. HUTABARAT
62. HUTAJULU
63. HUTAGALUNG
64. HUTAGAOL (LONTUNG)
65. HUTAGAOL (SUMBA)
66. HUTAHAEAN
67. HUTAPEA
68. HUTASOIT
69. HUTASUHUT
70. HUTATORUAN
71. HUTAURUK

K.
72. KASOGIHAN
73. KUDADIRI

L.
74. LAMBE
75. LIMBONG
76. LINGGA
77. LONTUNG
78. LUBIS
79. LUBIS HATONOPAN
80. LUBIS SINGASORO
81. LUMBANBATU
82. LUMBANDOLOK
83. LUMBANGAOL (MARBUN)
84. LUMBANGAOL (TAMBUNAN)
85. LUMBAN NAHOR (SITUMORANG)
86. LUMBANPANDE (SITUMORANG)
87. LUMBANPANDE (PANDIANGAN)
88. LUMBANPEA (TAMBUNAN)
89. LUMBANRAJA
90. LUMBAN SIANTAR
91. LUMBANTOBING
92. LUMBANTORUAN (SIRINGORINGO)
93. LUMBANTORUAN (SIHOMBING)
94. LUMBANTUNGKUP

M.
95. MAHA
96. MAHABUNGA
97. MAHARAJA
98. MALAU
99. MALIAM
100. MANALU (TOGA SIMAMORA)
101. MANALU-RAMBE
102. MANALU (BOANG)
103. MANIK
104. MANIK URUK
105. MANURUNG
106. MARBUN
107. MARBUN SEHUN
108. MARDOSI
109. MARPAUNG
110. MARTUMPU
111. MATANIARI
112. MATONDANG
113. MEHA
114. MEKAMEKA
115. MISMIS
116. MUKUR
117. MUNGKUR
118. MUNTE (NAIMUNTE?)

N.
119. NABABAN
120. NABUNGKE
121. NADAPDAP
122. NADEAK
123. NAHAMPUN
124. NAHULAE
125. NAIBAHO
126. NAIBORHU
127. NAIMUNTE
128. NAIPOSPOS
130. NAPITU
131. NAPITUPULU
132. NASUTION
133. NASUTION BOTOTAN
134. NASUTION LONCAT
135. NASUTION TANGGA AMBENG
136. NASUTION SIMANGGINTIR
137. NASUTION MANGGIS
138. NASUTION JORING

O.
139. OMPUSUNGGU
140. OMPU MANUNGKOLLANGIT

P.
141. PADANG (SITUMORANG)
142. PADANG (BATANGHARI)
143. PANGARAJI (TAMBUNAN)
144. PAKPAHAN
145. PAMAN
146. PANDEURUK
147. PANDIANGAN-LUMBANPANDE
148. PANDIANGAN SITANGGUBANG
149. PANDIANAGN SITURANGKE
150. PANJAITAN
151. PANE
152. PANGARIBUAN
153. PANGGABEAN
154. PANGKAR
155. PAPAGA
156. PARAPAT
157. PARDABUAN
158. PARDEDE
159. PARDOSI-DAIRI
160. PARDOSI (SIAGIAN)
161. PARHUSIP
162. PASARIBU
163. PASE
164. PASI
165. PINAYUNGAN
166. PINARIK
167. PINTUBATU
168. POHAN
169. PORTI
170. POSPOS
171. PULUNGAN
172. PURBA (TOGA SIMAMORA)
173. PURBA (RAMBE)
174. PUSUK

R.
175. RAJAGUKGUK
176. RAMBE-PURBA
177. RAMBE-MANALU
178. RAMBE-DEBATARAJA
179. RANGKUTI-DANO
180. RANGKUTI-PANE
181. REA
182. RIMOBUNGA
183. RITONGA
184. RUMAHOMBAR
185. RUMAHORBO
186. RUMAPEA
187. RUMASINGAP
188. RUMASONDI

S.
189. SAGALA
190. SAGALA-BANGUNREA
191. SAGALA-HUTABAGAS
192. SAGALA HUTAURAT
193. SAING
194. SAMBO
195. SAMOSIR
196. SAPA
197. SARAGI (SAMOSIR)
198. SARAGIH (SIMALUNGUN)
199. SARAAN (SERAAN)
200. SARUKSUK
201. SARUMPAET
202. SEUN (SEHUN)
203. SIADARI
204. SIAGIAN (SIREGAR)
205. SIAGIAN (TUAN DIBANGARNA)
206. SIAHAAN (NAINGGOLAN)
207. SIAHAAN (TUAN SOMANIMBIL)
208. SIAHAAN HINALANG
209. SIAHAAN BALIGE
210. SIAHAAN LUMBANGORAT
211. SIAHAAN TARABUNGA
212. SIAHAAN SIBUNTUON
213. SIALLAGAN
214. SIAMPAPAGA
215. SIANIPAR
216. SIANTURI
217. SIBANGEBENGE
218. SIBARANI
219. SIBARINGBING
220. SIBORO
221. SIBORUTOROP
222. SIBUEA
223. SIBURIAN
224. SIDABALOK
225. SIDABANG
226. SINABANG
227. SIDEBANG
228. SIDABARIBA
229. SINABARIBA
230. SIDABUNGKE
231. SIDABUTAR (SARAGI)
232. SIDABUTAR (SILAHISABUNGAN)
233. SIDAHAPINTU
234. SIDARI
235. SIDAURUK
236. SIJABAT
237. SIGALINGGING
238. SIGIRO
239. SIHALOHO
240. SIHITE
241. SIHOMBING
242. SIHOTANG
243. SIKETANG
244. SIJABAT
245. SILABAN
246. SILAE
247. SILAEN
248. SILALAHI
249. SILALI
250. SILEANG
251. SILITONGA
252. SILO
253. SIMAIBANG
254. SIMALANGO
255. SIMAMORA
256. SIMANDALAHI
257. SIMANJORANG
258. SIMANJUNTAK
259. SIMANGUNSONG
260. SIMANIHURUK
261. SIMANULLANG
262. SIMANUNGKALIT
263. SIMARANGKIR (SIMORANGKIR)
264. SIMAREMARE
265. SIMARGOLANG
266. SIMARMATA
267. SIMARSOIT
268. SIMATUPANG
269. SIMBIRING-MEHA
270. SEMBIRING-MELIALA
271. SIMBOLON
272. SINABANG
273. SINABARIBA
274. SINAGA
275. SIBAGARIANG
276. SINAMBELA-HUMBANG
277. SINAMBELA DAIRI
278. SINAMO
279. SINGKAPAL
280. SINURAT
281. SIPAHUTAR
282. SIPAYUNG
283. SIPANGKAR
284. SIPANGPANG
285. SIPARDABUAN
286. SIRAIT
287. SIRANDOS
288. SIREGAR
289. SIRINGKIRON
290. SIRINGORINGO
291. SIRUMAPEA
292. SIRUMASONDI
293. SITANGGANG
294. SITANGGUBANG
295. SITARIHORAN
296. SITINDAON
297. SITINJAK
298. SITIO
299. SITOGATOROP
300. SITOHANG URUK
301. SITOHANG TONGATONGA
302. SITOHANG TORUAN
303. SITOMPUL
304. SITORANG (SITUMORANG)
305. SITORBANDOLOK
306. SITORUS
307. SITUMEANG
308. SITUMORANG-LUMBANPANDE
309. SITUMORANG-LUMBAN NAHOR
310. SITUMORANG-SUHUTNIHUTA
311. SITUMORANG-SIRINGORINGO
312. SITUMORANG-SITOGANG URUK
313. SITUMORANG SITOHANG TONGATONGA
314. SITUMORANG SITOHANGTORUAN
315. SITUNGKIR
316. SITURANGKE
317. SOBU
318. SOLIA
319. SOLIN
320. SORGANIMUSU
321. SORMIN
322. SUHUTNIHUTA-SITUMORANG
323. SUHUTNIHUTA-SINAGA
324. SUHUTNIHUTA-PANDIANGAN
325. SUMBA
326. SUNGE
327. SUNGGU

T.
328. TAMBA
329. TAMBAK
330. TAMBUNAN BARUARA
331. TAMBUNAN LUMBANGAOL
332. TAMBUNAN LUMPANPEA
333. TAMBUNAN PAGARAJI
334. TAMBUNAN SUNGE
335. TAMPUBOLON
336. TAMPUBOLON BARIMBING
337. TAMPUBOLON SILAEN
338. TAKKAR
339. TANJUNG
340. TARIHORAN
341. TENDANG
342. TINAMBUNAN
343. TINENDUNG
344. TOGATOROP
345. TOMOK
346. TORBANDOLOK
347. TUMANGGOR
348. TURNIP
349. TURUTAN

Tj ( C).
350. TJAPA (CAPA)
351. TJAMBO (CAMBO)
352. TJIBERO (CIBERO)

U.
353. UJUNG-RIMOBUNGA
354. UJUNG-SARIBU

KAROKARO:
355. KAROKARO BARUS
356. KAROKARO BUKIT
357. KAROKARO GURUSINGA
358. KAROKARO JUNG
359. KAROKARO KALOKO
360. KAROKARO KACARIBU
361. KAR0KARO KESOGIHAN
362. KAROKARO KETAREN
363. KAROKARO KODADIRI
364. KAROKARO PURBA
365. KAROKARO SINURAYA (dari sian raya)
366. KAROKARO SEKALI
367. KAROKARO SIKEMIT
368. KAROKARO SINABULAN
369. KAROKARO SINUAJI
370. KAROKARO SINUKABAN
371. KAROKARO SINULINGGA
372. KAROKARO SIMURA
373. KAROKARO SITEPU
374. KAROKARO SURBAKTI

TARIGAN
375. TARIGAN BANDANG
376. TARIGAN GANAGANA
377. TARIGAN GERNENG
378. TARIGAN GIRSANG
379. TARIGAN JAMPANG
380. TARIGAN PURBA
381. TARIGAN SILANGIT
382. TARIGAN TAMBAK
383. TARIGAN TAMBUN
384. TARIGAN TAGUR
385. TARIGAN TUA
386. TARIGAN CIBERO

PERANGINANGIN
387. PERANGINANGIN-BENJERANG
388. PERANGINANGIN BANGUN
389. PERANGINANGIN KABAK
390. PERANGINANGIN KACINABU
391. PERANGINANGIN KELIAT
392. PERANGINANGIN LAKSA
393. PERANGINANGIN MANO
394. PERANGINANGIN NAMOHAJI
395. PERANGINANGIN PANGGARUN
396. PERANGINANGIN PENCAWAN
397. PERANGINANGIN PARBESI
398. PERANGINANGIN PERASIH
399. PERANGINANGIN PINEM
400. PERANGINANGIN SINUBAYANG
401. PERANGINANGIN SINGARIMBUM
402. PERANGINANGIN SINURAT
403. PERANGINANGIN SUKATENDE
404. PERANGINANGIN ULUJANDI
405. PERANGINANGIN UWIR

GINTING
406. GINTING BAHO
407. GINTING BERAS
408. GINTING GURUPATIH
409. GINTING JADIBATA
410. GINTING JAWAK
411. GINTING MANIK
412. GINTING MUNTE
413. GINTING PASE
414. GINTING SIGARAMATA
415. GINTING SARAGIH
416. GINTING SINUSINGAN
417. GINTING SUGIHEN
418. GINTING SINUSUKA
419. GINTING TUMANGGER
420. GINTING CAPA

SEMBIRING
421. SEMBIRING-BRAHMANA
422. SEMBIRING BUNUHAJI
423. SEMBIRING BUSUK (PU)
424. SEMBIRING DEPARI
425. SEMBIRING GALUK
426. SEMBIRING GURU KINAYA
427. SEMBIRING KELING
428. SEMBIRING KALOKO
429. SEMBIRING KEMBAREN
430. SEMBIRING MELIALA
431. SEMBIRING MUHAM
432. SEMBIRING PANDEBAYANG
433. SEMBIRING PANDIA
434. SEMBIRING PELAWI
435. SEMBIRING SINULAKI
436. SEMBIRING SINUPAYUNG
437. SEMBIRING SINUKAPAR
438. SEMBIRING TAKANG
439. SEMBIRING SOLIA

MARGA SILEBAN MASUK TU BATAK
SINAGA
440. SINAGA NADIHAYANGHOTORAN
441. SINAGA NADIHAYANGBODAT
442. SINAGA SIDABARIBA
443. SINAGA SIDAGURGUR
444. SINAGA SIDAHAPINTU
445. SINAGA SIDAHASUHUT
446. SINAGA SIALLAGAN
447. SINAGA PORTI

DAMANIK
448. DAMANIK-AMBARITA
449. DAMANIK BARIBA
450. DAMANIK GURNING
451. DAMANIK MALAU
452. DAMANIK TOMOK

SARAGI
453. SARAGIH-DJAWAK
454. SARAGIH DAMUNTE
455. SARAGIH DASALAK
456. SARAGIH GARINGGING
457. SARAGIH SIMARMATA
458. SARAGIH SITANGGANG
459. SARAGIH SUMBAYAK
460. SARAGIH TURNIP

PURBA
461. PURBA BAWANG
462. PURBA DAGAMBIR
463. PURBA DASUHA
464. PURBA GIRSANG
465. PURBA PAKPAK
466. PUBA SIIDADOLOK
467. PURBA TAMBAK

HALAK SILEBAN NA MASUK TU MARGA NI BATAK
468. BARAT ( SIAN HUTABARAT)
469. BAUMI (MSRINGAN DI MANDAILING)
470. BULUARA ( MARINGANAN DI SINGKIL)
471. GOCI (MARINGANAN DI SINGKIL)
472. KUMBI (MARINGANAN DI SINGKIL)
473. MASOPANG (DASOPANG) SIAN HASIBUAN
474. MARDIA (MARINGAN DI MANDAILING)
475. MELAYU (Maringan di Singkel) SIAN MALAU
476. NASUTION
477. PALIS ( MARINGAN DI SINGKILDOLOK)
478. RAMIN (MARINGAN DI SINGKIL)
479. RANGKUTI

(Sumber: wikipedia)


Masyarakat Batak Sampaikan 7 Pesan kepada Pemerintah

TobaTimes-Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 yang dihelat Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Pantai Bebas Parapat, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, menghasilkan 7 Pesan Parapat. Masyarakat adat minta dilibatkan sebagai pelaku dalam proses pembangunan wisata kawasan Danau Toba.

Ketua Umum PSBI Effendi MS Simbolon mengatakan, pesan moral tersebut muncul dari hati dan keinginan masyarakat dari enam puak Batak (Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola, dan Mandailing). Pesan itu akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla serta pejabat negara lainnya.

"Ini akan kita serahkan, agar bagaimana kita mengambil dan menyambut potensi dari kawasan Danau Toba ini. Agar kita dapat menjadikan andalan bagi devisa negara. Tetapi tetap mengandalkan kearifan lokal yang ada di sini," kata Effendi MS Simbolon, Senin 1 Agustus 2016.

Proses tata ulang wilayah sekitar Danau Toba diharapkan dapat menarik wisatawan lokal ataupun mancanegara. Yang perlu digarisbawahi, katanya, masyarakat Sumut dan Danau Toba harus menjadi subjek atau pelaku dan terlibat langsung dalam proses pembangunan ini.

Berikut 7 Pesan Parapat hasil Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016. Pertama, menegaskan kebanggan identitas pribadi dan identitas kolektif selaku masyarakat Batak sebagai bagian integral dari Bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika di bawah naungan NKRI.

Kedua, menyerukan agar pemerintah senantiasa memegang teguh komitmen mengimplikasikan secara efektif isi dan semangat UUD 1945 Pasal 8 b ayat 2 berkenaan dengan penghormatan kesatuan masyarakat adat dan hak hak tradisionalnya serta berbagai ketentuan perundang-undangan terkait lainnya.

Ketiga, menyambut baik, mendukung sepenuhnya dan menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah Jokowi-JK atas penetapan Danau Toba sebagai salah satu prioritas pembangunan kawasan strategis pariwisata kelas dunia.

Keempat, meminta kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menetapkan ketentuan dan mengambil langkah-langkah kebijakan yang tepat untuk memastikan agar masyarakat setempat (terutama masyarakat adat Batak) di kawasan Danau Toba dan sekitarnya sungguh-sungguh ikut serta sebagai subjek pelaku serta penerima manfaat dan tidak sekadar objek.

Kelima, menyerukan agar pemerintah memberikan perhatian khusus pada pengembangan sektor hulu. Yakni, pengembangan sumber daya manusia yang religius memegang teguh nilai-nilai luhur adat dan budaya Batak serta berdaya saing dalam keharmonisan dengan lingkungan alam yang terpelihara kualitasnya.

Keenam, menyerukan kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan dan langkah-langkah yang berkelanjutan, terkoordinasi, dan terpadu untuk menciptakan suasana kondusif dan memberikan fasilitas. Sehingga, masyarakat adat Batak dapat mengembangkan secara pribadi dan kolektif nilai-nilai adat serta budaya tradisional sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan nasional.

Ketujuh, masyarakat adat Batak bertekad melakukan langkah tindak lanjut atas hasil Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 dalam bentuk format pengorganisasian yang tepat dan disepakati bersama. Berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, daerah dan elemen masyarakat.

Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 digelar Sabtu-Minggu, 30-31 Juli. Jusuf Kalla, dalam pidato pembukaan, bilang, masyarakat dan tokoh Batak sangat berpengaruh bagi Indonesia. Musyawarah diikuti sekitar 260 marga dari enam puak Batak. (sumber: metrotvnews.com)

Rumah Pengasingan Bung Karno di Danau Toba, Jangan Lupakan!

TobaTimes-Bung Karno dan sejumlah bapak bangsa lainnya pernah diasingkan ke kawasan Danau Toba. Sejarawan Sumut, Ichwan Azhari mengingatkannya untuk kita semua. Momen yang pas jelang even Karnaval Kemerdekaan Pesona Toba 2016. Di akun facebook pribadi miliknya, Ichwan Azhari menuliskan hal itu, demikian:


Kata berita, Presiden Jokowi akan menghadiri “Karnaval Kemerdekaan Pesona Toba 2016”, yang nampak super mewah sampai buat panggung di atas air tapi sekaligus mempermalukan kecerdasan kita sebagai bangsa.

Mempermalukan kecerdasan karena judulnya Karnaval Kemerdekaan (bulan Agustus), tapi spirit berkaitan dengan sejarah kemerdekaan di Prapat, patik lihat tidak ada dalam agenda program.

Baru kemarin kita lihat di Medsos, Wapres dituduh membuka Musyawarah Adat Batak versi satu faksi Batak saja dan dicibir faksi Batak lainnya. Kini apakah kita menunggu Jokowi dipermalukan dalam agenda Karnaval Kemerdekaan karena pakai istilah “kemerdekaan”.

Sementara spirit dan peristiwa berkaitan dengan kemerdekaan yang ada di depan hidung (Situs Rumah Pengasingan Bung Karno, Sutan Sjahrir dan H.Agus Salim) dinistakan?

Pada akhir Desember 1948, tiga pemimpin Republik Indonesia, yakni Bung Karno, Sjahrir, dan Haji Agus Salim, diasingkan ke Sumatera Utara, mula-mula ditempatkan di Brastagi lalu dipindahkan ke Prapat.

Kata Bung Karno: “Rumah kami letaknya di ketinggian di ujung semenanjung di atas tebing yang curam menghadap ke danau. Sangat indah pemandangan itu. Pun sukar untuk dimasuki. Di tiga sisi dia dikelilingi oleh air.”

Rumah pengasingan yang kecil di Prapat itu juga menjadi saksi kehidupan para pemimpin Republik yang tidak selalu harmonis. Seperti diakui Bung Karno sendiri, dirinya kerap bertengkar dengan Sjahrir.

Sejarahwan Asvi Warman Adam suatu hari meminta staf patik dampingi berkunjung ke rumah ini dalam rangka mengklarifikasi konflik Soekarno-Sjahrir lewat posisi kamar mandi dan tempat tidur. (Temuan ini kemudian ditulis pak Asvi di bukunya “Bung Karno dan Kemeja Arrow”).

Waktu hendak masuk ke kamar Bung Karno itu Pak Asvi alami sendiri bagaimana sulitnya bisa masuk mengingat situs itu sudah semacam penginapan eksklusif para pejabat dan pegawai Pemprovsu.

Dalam catatan sejarah , Sjahrir kemudian lebih dulu dibebaskan dari rumah tahanan ini. Ketika patik tahun 2010 ke Arsip Nasional Den Haag patik temukan banyak dokumen belum diungkap berkaitan dengan rumah tahanan ini.

Juga foto-foto yang belum ada ditayang di berbagai postingan internet. Patik ada merepro puluhan halaman dokumen yang masuk dalam kategori arsip rahasia Belanda di bawah nama “Geheim” di pojok Arsip.

Patik juga temukan beberapa telegram Bung Karno ada kepada Sjahrir dan Hatta yang menyetujui kedua pemimpin ini sebagai wakilnya dalam perundingan dengan Belanda. Ada juga telegram Bung Karno yang menyebut Sjahrir sebagai “Penasehat Presiden RI”.

Dokumen dari rumah ini (termasuk hasil interogasi Belanda, tawaran-tawaran dan rayuan Belanda) banyak yang belum diungkap dalam sejarah.

Sayangnya rumah ini tidak begitu dikenal dalam sejarah Indonesia dan ruang dalamnya sulit dimasuki masyarakat umum sebagai situs sejarah karena dijadikan mess peristirahatan pejabat Pemprovsu.

Seharusnya rumah ini dijadikan Museum atau rumah Sejarah Nasional dan tidak dijadikan Mess Pemrovsu lagi agar semua lapisan masyarakat khususnya generasi muda leluasa mendapat pembelajaran sejarah dari rumah yang sangat historis ini.

Pemerintah pusat harusnya mengambil alih rumah ini untuk dijadikan museum atau memaksa Pemprovsu membatalkan ini jadi penginapan.

Banyak kisah orang kecewa setelah datang jauh-jauh sampai di sini tidak boleh masuk karena “Tuan Besar Pemprovsu lagi nginap”, atau mungkin kamar lagi disewakan.

Karnaval Kemerdekaan harusnya secara cerdas memasukkan situs rumah Bung Karno ini jadi objek kunjungan “kemerdekaan”, dibuka untuk umum, mengisinya dengan pameran, pemutaran film sejarah atau diskusi.

Penanaman nilai-nilai kebangsaan bukan hanya dalam pidato-pidato formal yang semakin memuakkan itu, tapi lewat kunjungan ke situs Bung Karno yang mengharukan ini.

Dua bulan lebih 3 tokoh pendiri bangsa di sekap di sini. Dan kini situsnya diabaikan saat bangsa yang mereka perjuangkan kemerdekaannya itu sedang pesta pora Karnaval Kemerdekaan berbiaya milyaran rupiah.

Entahlah kalau kita tidak punya rasa malu lagi kepada para pejuang yang pernah kesepian ditawan di tempat itu. (Ichwan Azhari/pojoksumut)

Gereja Katolik Siap Dukung Pengembangan Danau Toba

TobaTimes-Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan (KAM) menyatakan kesiapan berpartisipasi dan bersinergi dengan Pemerintah untuk membangun pariwisata di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

"Sejak dahulu KAM sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh realitas kehidupan dan perkembangan masyarakat di kawasan Danau Toba," kata Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus B Sinaga OFM Cap, Senin 1 Agustus 2016.


Hal itu disampaikan pada penutupan pesta perayaan peringatan Jubileum 75 Tahun Gereja Katolik Paroki Santo Mikael Pangururan di Kabupaten Samosir.

Menurut Uskup Agung Medan, program pengembangan pariwisata akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat, baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, maupun kelestarian lingkungan.

Oleh karena itu, Uskup Agung Medan berharap Pemerintah melibatkan masyarakat tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi secara holistik, sejak perencanaan pengembangan itu dimulai.

"Pemerintah harus memberi ruang partisipasi bagi masyarakat setempat dan komponen civil society," ujar Uskup Agung Medan.

Sementara umat Katolik diminta bersama mendukung program pemerintah untuk melakukan pengembangan pariwisata di Danau Toba, dengan mengedepankan "soft tourism" (pariwisata lembut) yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

"Menolak hard tourism non damai dan yang tidak sensitif terhadap alam, berorientasi jangka pendek dan tidak memberdayakan masyarakat lokal," tegas Uskup Agung Medan.

Selain itu, pengembangan pariwisata juga mesti mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, adil dan menjunjung tinggi martabat manusia serta adat setempat. (sumber: antaranews.com)

Ikan Arsik, Lauk Khas Sedap dari Tapanuli

TobaTimes-Harum khas andaliman langsung menyeruak begitu koran pembungkus itu dibuka. Loyker boru Sibuea menyesap bau andaliman--orang Batak menyebutnya lada Batak, dunia mengenalnya dengan Sinchuan pepper--digenggamannya. Loyker hendak memasak arsik, ikan mas bumbu kuning khas Tapanuli.



Mengutip situs kementerian luar negeri, arsik tampil sebagai makanan paling populer di World Cooking Festival di Kairo, Desember lalu. Di ajang yang diikuti 12 negara tersebut, sekitar seribu pengunjung mencicipinya. Namun, popularitasnya di dalam negeri cetek.

“Ciri utama pembuatan Arsik adalah penggunaan andaliman, rias (kecombrang atau honje), cekala (bunga kecombrang), lokio (bawang batak) dan asam galugur,” kata Loyker, beberapa waktu lalu. Pagi itu, Tempo menemani perempuan yang biasa dipanggil Mama Noris itu berbelanja di Pasar Ciracas, Jakarta Timur. Di Jakarta, tempat yang menyediakan bumbu masakan Tapanuli paling lengkap adalah Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pasar Ciracas, kata mantan pemilik lapo di pinggir Jalan Raya Bogor, menempati posisi sekondan.

Bahan dasar masakan Mama Noris kali ini adalah enam ikan mas--masing-masing 500 gram. Bumbunya, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, kemiri, sereh, daun salam dan daun jeruk dia beli dari Pasar Ciracas. Begitu juga andaliman, lokio dan cekala. Sedangkan rias atau kecombrang Mama Noris petik dari kebun di belakang rumahnya di Cipayung, Jakarta Timur.

Setelah dibersihkan, Mama Noris mengupas kulit terluar rias, lalu mengambil bagian yang tengah yang berwarna merah muda. Bagian ini digunakan bersama batang sereh sebagai alas ikan mas saat dimarinasi alias diungkep di wajan berapi kecil. Batang rias yang empuk juga digunakan sebagai sayuran pendamping bersama kacang panjang, lokio, dan rebung bambu.

Setiap satu kilogram ikan mas, Mama Noris melanjutkan, butuh 5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, serta satu ruas jari jahe, kunyit, dan lengkuas. Bumbu dasar ini kemudian dihaluskan bersama sejumput andaliman, sedikit parutan rias dan sereh. Guna memperkuat rasa, beberapa pembuat arsik menambahkan 10-20 buah cabai merah keriting maupun rawit. Semua bumbu dihaluskan lalu dimasukkan ke dalam air matang.

Proses berikutnya adalah menata sayur yang digunakan sebagai alas. Sayur yang digunakan pun tergantung selera. Ada yang menggunakan alas kacang panjang dan lokio, seperti yang dilakukan Rahung Nasution dalam series video internet Masak.tv. Setiap pembuat Arsik, menurut Mama Noris, memiliki cara yang berbeda-beda untuk mempersiapkan sajiannya.

Mama Noris memilih batang sereh dan rias yang disusun membentuk baling-baling. Di atas batang sereh dan rias itu diletakkan bumbu dasar seperti jahe, lengkuas, dan cekala yang dipipihkan. Dia juga menaruh daun salam, daun jeruk, batang rias yang dipotong diagonal serta asam galugur yang sudah dibersihkan. “Sebagian juga ada yang menggunakan rebung bambu untuk pelapis ikan agar tidak bersentuhan langsung dengan wajan panas,” ujarnya.

Bagi pemasak Arsik, ikan mas diharamkan menyentuh wajan panas. Selain membuat tekstur rusak, daging ikan yang bersentuhan dengan kuali dapat mengacaukan rasa. Dagingnya mudah hancur karena memasaknya lama, minimal empat jam.

Dalam menghabiskan kuah berbumbu ini, api yang digunakan harus sangat kecil dan tidak boleh didiamkan begitu saja. “Tapi juga tidak boleh diaduk karena bisa merusak tekstur arsik,” ujarnya.

Maka yang dilakukan Mama Noris adalah menggoyang kuali setiap lima belas menit. Agar kuah meresap sempurna, sesekali daging ikan disiram dan dibaluri kuah yang mendidih. Selain dari luar, dia menyorongkan kuah ke dalam ikan lewat insang saban lima belas menit.

Ada beberapa pemasak Arsik yang menyertakan lokio, kacang panjang, dan rebung direbus berbarengan. Namun Mama Noris memilih memisahkan perebusan kacang panjang, lokio dan rebung bambu dari ikan mas, karena meyakini sayuran itu menyerap bumbu dalam porsi jumbo. “Akibatnya bumbu tidak terserap ke ikan,” ujarnya.

Agar kaldu ikan tetap terasa dalam perebusan sayur pendamping, Mama Noris menyertakan isi perut ikan mas ke sisa kuah berbumbu. Setelah kuah arsik untuk merebus ikan dan sayur telah kering, Mama Noris baru menyatukan dan menyusun keduanya dalam piring saji.

Pemisahan lokio, kacang panjang dan rebung bambu dari ikan mas, menurut Mama Noris juga dapat mencegah masakan cepat basi. Apalagi arsik yang digunakan untuk hantaran acara adat, harus benar-benar sempurna. “Sebab acara di gedung biasanya mulai pagi, tapi arsik baru akan dimakan sore hari, maka disusunnya terpisah dan harus benar-benar kering,” katanya.

Metode lain Mama Noris untuk mencegah arsik cepat basi adalah menggosok daging ikan mas sebelum dimasak. Setelah disiangi ikan mas harus bebas dari lendir dan darah yang tersisa. Setelahnya, ikan-ikan itu direndam air jeruk nipis campur garam.

Ada dua macam ikan mas yang digunakan dalam memasak arsik, yaitu yang bersisik hitam, dan merah. Kebanyakan pembuat arsik memilik yang kedua. Bukan hanya karena meyakini ikan mas merah lebih enak dan gurih, ada arti filosofis dibalik pemilihan warna itu. “Masyarakat yang masih memegang kuat adat menganggap arsik dibuat untuk mengundang orang bergembira," kata Sortariani boru Sihotang, satu pembuat arsik di Jakarta. "Ikan mas merah lebih banyak digunakan, karena merah melambangkan keceriaan, sedangkan hitam seperti melambangkan kedukaan.”

Arsik merupakan menu wajib dalam setiap perayaan suku Batak. Dalam prosesi perkawinan, arsik jadi bagian dari hantaran. Paket yang terdiri dari beberapa jenis masakan ikan ini disebut Dekke Simudur Udur, yang berarti ikan yang berenang searah dan berkumpul. Maknanya, agar keluarga dari dua mempelai memiliki tujuan hidup yang sejalan. “Harus keluarga Boru (perempuan) yang membawa kepada keluarga Raja (laki-laki),” ujar Tiodora boru Silaban, pembuat arsik dari Siva Catering, Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Sekilo Arsik harganya sekitar Rp 75 ribu. Biasanya, penjual menetapkan batas minimal pembelian tiga kilogram. Jika ingin mencicipinya, Anda bisa mengunjungi lapo terdekat. Namun, “Di Lapo, ikan arsik biasanya sudah dipotong-potong, sedangkan untuk hantaran, harus utuh dan dihias,” kata Mama Noris. (Cheta Nilawaty/tempo.co)

Juara Sihotang Tewas Tenggelam di Danau Toba

TobaTimes-Seorang remaja bernama Juara Sihotang (15), warga Desa Siparmahan, Kecamatan Harian, Samosir ditemukan tewas setelah tenggelam di perairan Danau Toba di dermaga Simanpang, Desa Sampur Toba, Kecamatan Harian, Samosir, Minggu 31 Julie 2016 sore.


Kanit Reskrim Polsek Harian Ipda I Ginting kepada wartawan menyebutkan, korban sebelumnya bersama dua temannya satu kampung, Irpan Sihotang (17) dan Kelot (17) berenang di sekitar dermaga sekitar pukul 14.30 WIB.

Korban yang tidak begitu bisa berenang memakai jeriken sebagai pelampung. Namun, jeriken tersebut lepas, sehingga korban hanyut dibawa arus air danau.

Dua rekan korban yang melihat korban dibawa arus, bergegas keluar dari danau dan meminta pertolongan warga untuk menemukan korban.

Warga yang bersama aparat kepolisian Polsek Harian dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samosir berupaya melakukan pencarian. Bahkan para tetua yang ada di Desa Sampur Toba sampai menggelar ritual dengan melepas seekor ayam putih ke danau, dengan maksud agar korban segera ditemukan sebelum matahari tenggelam.

Korban ditemukan tewas pada pukul 18.00 WIB, sekitar 500 meter dari lokasi dermaga.

"Korban sudah ditemukan sekitar pukul 6 sore dan sudah dievakuasi," kata Ginting, kemarin. (sumber: kompas.com)

Tak Hanya Adat, Tapi Juga Masa Depan Danau Toba


TobaTimes-Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia harus merawat perbedaan. Sebab, perbedaan adalah kekuatan. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar karena memiliki ratusan suku bangsa, ratusan bahasa dan ribuan pulau.

Dijelaskannya, karakteristik dari setiap suku bangsa harus saling mengisi karakteristik yang lainnya. Seperti orang Batak bicaranya keras, tapi memiliki karakter yang belum tentu dimiliki suku-suku yang lain. Dan juga sebaliknya, karakter suku lainnya juga belum tentu dimiliki suku batak.

“Coba kalau bangsa ini semuanya suku batak yang suaranya keras, maka akan keras. Juga kalau semuanya orang Jawa, bisa-bisa tenang-tenang terus. Maka itulah dasar agar perbedaan harus saling menghargai perbedaan,” jelas Jusuf Kalla.

Dia juga mengungkapkan, dalam perjalanan bangsa Indonesia, orang Batak turut berperan aktif. Hal ini dapat dibuktikan melihat banyaknya orang-orang Batak di pemerintahan. Contohnya seperti AH Nasution hingga sekarang Luhut Pandjaitan dan masih banyak tokoh batak lainnya.

“Di kabinet menteri sekarang, ada dua Menko yang dua-duanya orang Batak. Sementara dari Bugis cuma ada satu menteri dan satu wapres,” ujar JK bercanda.

Terkait Danau Toba, JK mengaku prihatin. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat dan lembaga pemerintahan bekerja keras mengembalikan kejayaan Danau Toba. Kemudian, untuk memajukan kawasan Danau Toba, lanjutnya, yang dibutuhkan adalah spirit untuk maju. Seluruh masyarakat dan pemerintah harus punya semangat bekerja keras. Tak hanya bicara adat sebagai peninggalan leluhur, tetapi juga berbicara masa depan Danau Toba.

“Dunia kini saling bersaing. Harus ada usaha untuk mengembangkan wisata dan membenahi segala kekurangan. Termasuk kelestarian hutan yang memiliki dampak besar di kehidupan masyarakat.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir di Parapat didampingi istri dan sejumlah menteri sekira pukul 10.00WIB. Wapres bersama rombongan datang melalui jalur udara Bandara Silangit dan langsung meluncur ke Parapat. Tak berapa lama menghadiri acara Punguan Simbolon, wapres melanjutkan perjalanan menuju Kota Medan. (sumber: metrosiantar.com)

31.7.16

Akan Diledakkan, Karnaval Pesona Danau Toba

TobaTimes-Kisah 'Super Volcano Geopark' Danau Toba yang sempat menggemparkan dunia 75 ribu tahun silam lewat ledakan dahsyatnya bakal 'terulang'. Kalau zaman pra sejarah itu menghasilkan kaldera dan danau terbesar di Indonesia itu, Kalau ledakan 20-21 Agustus 2016 akan membuat satu dari 10 Top Destinasi Pariwisata Nasional itu semakin tersohor di dunia.


“Nama peledaknya adalah Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016, yang menghadirkan Slank group music dengan fans terbanyak di Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sebagai destinasi yang pernah berjaya, 3A di Toba terus dikebut begitu ditetapkan sebagai destinasi prioritas. Akses, saat ini sudah ada direct flight Jakarta-Silangit Toba, oleh maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya. Lalu Kuala Namu-Silangit dan Batam-Silangit oleh maskapai Wing Air, group Lion. Juga Susi Air yang sudah lama terbang dari Kuala Namu-Silangit. Jalan darat, juga dibangun tol dari Kuala Namu – Tebing TInggi, pelebaran jalan dari Pematang Siantar-Parapat yang sudah mulai progress.

“Sebagai destinasi, Danau Toba dulu pernah hebat dengan jumlah wisman yang besar. Toba dimasukkan dalam prioritas 10 Bali Baru dengan kategori revitalisasi, atau menata kembali, seperti juga Pulau Seribu, Borobudur dan Bromo,”  kata Arief Yahya.

Akses Garuda dari Singapura-Kuala Namu juga sudah mulai dibuka kembali, yang memudahkan wisman Singapura ke Danau Toba. Atraksi, Toba sudah memiliki pemandangan alam kaldera dan kaya dengan cerita soal asal muasal danau sepanjang sekitar 117 km, seluas 30 km itu. Ada air terjun Sipiso-piso dan “Soal amenitas dan penataan kawasan, menunggu Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Danau Toba, yang salah satu tugasnya adalah membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata,” ujar Arief Yahya.

Dari sisi lokasi karnaval, akan ada dua spot berpanorama keren yang sudah disiapkan.Yang pertama, Balige di Kabupaten Tobasa. Panorama di kawasan ini tak ubahnya seperti Ubud, Bali. Sawah menghijau, berlapis-lapis, subur dan sejuk di mata. Lokasi kedua yang akan dijadikan lokasi Karnaval Kemerdekaan Pesona Toba 2016, ada di Parapat, Simalungun. Keramahan penduduk setempat, budaya local serta kesenian tradisi mereka cukup menarik. Udara yang sejuk, lekukan perbukitan membenuk pola lukisan alam yang natural, punya daya hipnotis yang kuat buat wisatawan yang berkunjung.

Pemandangan utamanya adalah birunya air Danau Toba, sejauh mata memandang, dikelilingi perbukitan. “Betul, acara ini harus 'meledak' dan heboh,” kata Raseno Arya, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kemenpar.

Karena ingin heboh, gelaran acaranya pun dirancang tak biasa. Out of frame. Setelah menyiapkan dua lokasi itu, giliran penempatan spot panggung yang dirancang menyatu dengan alam. Kalau diletakkan di darat? Itu sih biasa. Tapi kalau mengapung? Di tengah danau dan berukuran jumbo? Yang bisa menampung berton-ton lighting, sound system untuk pentas kolaborasi pentas artis-artis top?

“Nanti akan ada sebuah panggung terapung berukuran raksasa yang didirikan di perairan Danau Toba. Persisnya di Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,” terang Raseno.

Ukurannya? Setara dengan konser-konser besar di negeri ini. Dari paparan Raseno, panggung terapung ini berukuran panjang 24 meter, lebar 12 meter, dan tinggi 6 meter. Ini merupakan panggung terapung pertama yang terbesar di Toba. Nantinya, panggung terapung itu akan dijadikan panggung utama. Semua artis dan pengisi acara akan manggung di panggung terapung itu pada 21 Agustus 2016.

"Kita merencanakan ada enam agenda kegiatan.  Empat di antaranya dilaksanakan di Parapat, yakni panggung hiburan rakyat dengan menampilkan artis top. Nanti akan ada Slank dan Sammy Simorangkir serta artis-artis Ibu Kota lainnya. Ada juga opera batak, parade lampu hias, dan festival kuliner rakyat," kata dia.

Bila tak ada perubahan, rangkaian kegiatan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Kegiatan ini akan diliput sembilan stasiun TV nasional maupun internasional, termasuk CNN dan Alzazera TV.

Karnaval Kemerdekaan Pesona Toba 2016  menjadi ajang unjuk kecantikan Danau Toba. Wisatawan yang datang ke sini, dijamin tak akan kecewa. Siap-siaplah terkesima oleh ragam kekayaan budaya asli Batak, penampilan artis papan atas Indonesia serta panorama wow Danau Toba. (sumber: republika.co.id)