11.10.17

Hakim: Kalian Kira Bayi Itu Jengkol? Tega Kalian...


TobaTimes - Suasana persidangan di Pengadilan Negeri Simalungun berlangsung menarik. Seorang majelis hakim Melinda Aritonang SH marah kepada terdakwa perkara penjualan bayi saat disidangkan pada Selasa (10/10/17). Muncul kata jengkol.

“Kalian kiranya bayi itu jengkol? Itu bayi punya nyawa,” kata Melinda di hadapan para terdakwa.

Susana sidang perkara jual-beli  bayi.
Kemarahan sang hakim meledak karena terdakwa AFN, yang juga ibu bayi, mengatakan bahwa ia menjual bayinya karena tak sanggup membayar biaya persalinan. Ia memberikan bayinya kepada orang lain dengan sejumlah imbalan.

“Hanya kalian yang bisa mengubah hidup kalian. Masa tega kalian perjualbelikan bayi,” kata Hakim Melinda lagi.

Dalam persidangan terungkap, penyerahan bayi dilakukan melalui perantara bernama Wendri yang menerima imbalan Rp7,5 juta dan Demsi Manurung menerima Rp3 juta.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Rozianti SH didampingi Justiar Ronal SH dan Melinda Aritonang SH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum adalah Novaratna Tarigan SH dan Julita Nababan SH dengan para terdakwa AFN, Wenri Sigiro, Demsi br Manurung, dan Guntur Manihuruk.

Kasus ini berawal ketika AFN hamil di luar nikah. Sekira Januari 2017, kandungan AFN berusia kurang lebih 6 bulan, AFN bertemu Wendri Sigiro.

Ibu bayi yang bekerja di salah satu kafe di Parapat ini bercerita kepada Wendri soal kehamilannya yang tidak ditanggungjawabi pacarnya. AFN meminta Wendri mencari orang yang mau mengurus bayinya, kelak setelah lahir.

Wendri Sigiro lalu bertemu dengan Demsi br Manurung. Demsi Manurung memiliki ipar bernama Elisbet Silalahi. Elisbet Silalahi menghubungi Guntur Manihuruk yang sudah menikah beberapa tahun tetapi belum memiliki anak. (bbs.int)

9.10.17

Untuk Namboru dan Amangboru, Aku Terlanjur Mengasihi Kalian...


TobaTimes - Cerita ini sudah lama terjadi, yaitu Maret 2017 lalu. Juga sudah banyak ditulis beberapa media online. Namun kisah Hotmaria Ompusunggu ini kembali menjadi viral karena kehebohan gagalnya pernikahan Tika Romauli Siregar.

Salah satu foto prawedding Hotmaria. (Facebook)
Hotmaria juga gagal menikah. Padahal ia sudah melaksanakan foto pre-wedding dengan calon suaminya. Berbeda dengan Tika yang gagal menikah karena merasa dihina oleh calon ibu mertuanya, Hotmaria tak mau mengungkapkan secara terbuka penyebab kegagalannya menikah. Ia hanya menyebut soal perbedaan yang tak bisa dikompromikan lagi.

Kisah Hotmaria sebenarnya lebih mengharu-biru dan lebih happy ending. Meski gagal menikah, sama sekali tak ada 'ribut-ribut' dengan keluarga calon suaminya, termasuk mantan calon mertuanya. Gadis cantik ini bahkan meminta maaf kepada mantan calon mertuanya itu.

"Untuk namboru dan amangboru, aku terlanjur mengasihi kalian sebagai orang tuaku, keluarga baruku. Ampuni aku utk setiap kesalahanku terutama kelemahanku untuk bertahan. Aku berdoa yang terbaik utk kalian berdua. Kekuatan dari Tuhan dan jawaban terbaik dari Tuhan pasti akan diberikan untuk namboru dan amangboru. Tidak sedikit pun aku sakit hati atau membenci kalian berdua. Apapun masalah yang lalu, aku sudah melupakannya karena yang perlu kuingat adalah perlakuan dan niat baik Namboru dan Amangboru," tulis Hotmaria di statusnya.

Dalam statusnya Facebook, Hotmaria mengunggah 13 foto pre-wedding yang di setiap foto ia menuliskan kisahnya terkait pembatalan pernikahan. Wajah sang pria tidak diperlihatkan demi privasi mantan calon suaminya itu.

Inilah kisah Hotmaria yang dia tulis di akun Facebooknya.

Inilah salah satu bagian hidup yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidupku. Putus cinta, patah hati, sudah jadi hal yang berulang dalam hidupku. Kukira aku terbiasa, tapi ternyata yang kali ini cukup membuatku sangat hancur. Tapi Tuhan tetap tolong. Tuhan tetap menopang dan menguatkan, asalkan kita berserah dan percaya sepenuhnya padaNya.

Hai… Apa kabar?
Akhirnya kuputuskan utk post foto pertama di Instagram baru ini.
Tadinya sesuai dgn kebaharuannya, aku ingin post semua ttg hidup baruku.
Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain….
 

Sebenarnya ingin post di tanggal yang tepat nantinya, tp terlalu lama aku bersembunyi dan pura-pura tegar. Biarlah ini jadi caraku untuk mengikhlaskan dan bangkit memulai lembaran baru di hari pertama di minggu yang baru, seminggu setelah tidak ada lagi “kami".

6 Mei 2017 nanti seharusnya jd hari sakral utkku dan pasanganku yg lalu. Hari pernikahan kami. Hari yang sangat kutunggu-tunggu.
Semua hal sudah disiapkan. Waktu itu. Iya kemarin itu…
Aku sudah lihat cincin kami walau hanya lihat foto, tinggal tebus saja. Cantik. Bagus sekali…
Jasnya pun tinggal dipaskan, songket pun sudah terjahit rapi sekali. Ya sudah semua….
Tidak perlu untuk diceritakan apa alasan sampai akhirnya hubungan kami berakhir.
Yang aku ingin bagikan disini adalah…
 

Mencintailah sekuat kamu bisa mencintai. Berjuanglah lebih kuat dari kemampuanmu berjuang. Bersabarlah semampumu bersabar. Mencintailah sampai kau jadi orang paling bodoh dalam mencinta. Kata orang sih jangan. Tapi banyak orang lebih memilih mencintai dengan bodoh daripada kehilangan orang tersebut. Apalagi jika sudah persiapan nikah, biasanya tetap lanjut saja karena ‘terlanjur jauh’.
 

Tapi Tuhan gak pernah tidur, apapun caraNya, Dia bisa menyatukan bisa pula memisahkan.

Pasanganku tidak buruk. Dia tampan. Aku sayang sekali padanya, bahkan sampai detik ini. Aku sangat mengasihi dia lebih dan kurangnya. Aku pun percaya dia sayang sekali padaku. Dia selalu menjagaku. Omelannya kalau bajuku kurang sopan pun selalu membuat aku merasa diperhatikan olehnya. Pendiam, tapi gak akan berhenti bicara kalau sudah ingin bicara. Suka pura-pura gak lapar, padahal nanti makannya bisa berkali lipat porsinya. Cool banget kayak kulkas, kaku seperti kanebo kering, itu sebutanku untuknya. Aku merasa sangat bahagia ketika aku berhasil membuatnya tertawa. Demi Tuhan,aku sangat menyayanginya….

Hanya saja kami tak kunjung cocok sampai menjelang pernikahan kami. Sangat sakit pilihan itu, tapi ya banyak hal yang tidak bisa diceritakan. Bukan main-main sampai kami bisa memutuskan menikah, tapi ntahlah, Tuhan izinkan semua terjadi sampai aku menyerah. Ya aku berhenti dan menyerah.
 

Bukan sesaat aku putuskan untuk menyerah, namun benar-benar di saat aku merasa sudah lelah dan sudahlah aku tak sanggup lagi untuk bertahan. Aku percaya kekuatan itu dari Tuhan, dan ketika aku tak berdaya lagi mungkin di saat itulah aku harus berhenti dan menyerah. Salahku? Ya salahku yang tak berdaya untuk mempertahankan hubungan kami.

Hai kamu yang pernah menjadi calon suamiku. Aku masih merindukanmu hingga hari ini. Kunikmati memandang wajahmu terakhir kali saat kau berbesar hati datang ke rumah untuk terakhir kalinya. Pamit dan bicara baik-baik kpd Mama. Semua fotomu yang kuabadikan sengaja maupun sembunyi-sembunyi pun masih lengkap di hpku, belum mampu untuk menghapusnya. Aku ingat sekali setiap momen apa saja di setiap foto itu. Karena setiap waktu denganmu itu berharga.

Foto-foto prewedding kita bagus sekali, sayang mau dibuang. Senyum kita lepas sekali, jarang-jarang aku bisa menikmati senyumanmu seharian kemarin itu. Terukir jelas dan indah bagaimana kamu kecup pipiku lamaaaa banget karena sedang difoto. Disitu aku merasa bahagia sekali. Hari itu. 


Ya. Masih sering aku lihat foto kita setiap aku rindu. Chat dari pertama kenal pun masih tersimpan meski kini kita tak lg berteman. Berharga setiap kenangan dgnmu, krn aku benar2 belajar utk mengasihi, bersabar, mendengarkan, memahami dan menggunakan akal untuk menikmati setiap waktu dgnmu.

Sepanjang jalan kini hanya kenangan tentang kita yang tergambarkan, makanya aku belum ingin nyetir terlalu jauh sendiri. Handphone pun kini tak ada lagi notifikasi darimu, tentu sudah mulai terasa sepi. Tak pernah kubayangkan akhirnya harus berpisah lagi dgn pria yang sudah sangat kusayangi, kucintai dirinya dan keluarganya. Ah, terlalu banyak kenangan kita. Banyak sekali dalam waktu yang singkat itu.Seperti mimpi rasanya ternyata bukan kamu orang yang akan kulihat setiap hari. Bukan kamu yg akan aku ganggu kalau aku didiamin krn terlalu serius nonton TV. Bukan aku yang akan jahilin kamu tiap kamu workout yang katanya pengen kurus, tp setelahnya malah ngemil. Bukan aku yang akan merawatmu jika tiap weekend kamu demam, bukan aku yang akan duduk di lantai lihatin kamu istirahat krn sakit hehehe… Bukan tanganmu yang akan kugenggam kemana pun kita pergi. Bukan lagi wajahku yang akan selalu tersenyum di layar hpmu.

Seperti mimpi rasanya ternyata bukan kamu orang yang akan kulihat setiap hari. Bukan kamu yg akan aku ganggu kalau aku didiamin krn terlalu serius nonton TV. Bukan aku yang akan jahilin kamu tiap kamu workout yang katanya pengen kurus, tp setelahnya malah ngemil. Bukan aku yang akan merawatmu jika tiap weekend kamu demam, bukan aku yang akan duduk di lantai lihatin kamu istirahat krn sakit hehehe… Bukan tanganmu yang akan kugenggam kemana pun kita pergi. Bukan lagi wajahku yang akan selalu tersenyum di layar hpmu.

Untuk namboru dan amangboru, aku terlanjur mengasihi kalian sebagai orang tuaku, keluarga baruku. Ampuni aku utk setiap kesalahanku terutama kelemahanku untuk bertahan. Aku berdoa yang terbaik utk kalian berdua. Kekuatan dari Tuhan dan jawaban terbaik dari Tuhan pasti akan diberikan untuk namboru dan amangboru. Tidak sedikit pun aku sakit hati atau membenci kalian berdua. 


Apapun masalah yang lalu, aku sudah melupakannya karena yang perlu kuingat adalah perlakuan dan niat baik Namboru dan Amangboru.Kasihilah aku karena bukan sesuatu yg mudah untuk aku putuskan ini semua. Bukan maksud buruk keputusan sanggup kukatakan. Bukan aku tak lagi mencintai putra Namboru dan Amangboru, namun, sudahlah alasannya tidak dapat kujelaskan dari kejauhan, krn aku yg merasakan. Maafkanlah aku…

Juga Terutama Mama yang selalu luar biasa. Mama sungguh hebat. Aku tahu mama jauh lebih hancur, tapi Mama tutupi itu semua untuk menguatkan aku. Mama sungguh bijak, sangat bijak mengajarkanku bagaimana berperilaku bijak atas cobaan yang terlalu berat untuk perempuan seusiaku. Mengajarkan tetap mengasihi dan mendoakan yang terbaik untuk orang lain.
 

Ah Tuhan, Engkau teramat luar biasa menciptakan orang-orang luar biasa dalam hidupku..
Untuk kisah ini, terimakasih aku jd orang pilihanMu untuk menjalaninya. Aku merasa spesial dgn kisah hidup yang tidak biasa ini.
Terpujilah nama Tuhan.

(Fet)


(sumber berita di sini)

Bayi Dipukuli Sangat Kasar, Tangisannya Terdengar Memilukan


TobaTimes - Sebuah video memilukan beredar di media sosial. Seorang bayi dipukuli seperti maling. Video tersebut diunggah oleh akun instagram @lambe_julid Jumat (8/10) sekitar pukul 23.00 wib ini. Dalam video tampak seorang perempuan berbaju warna biru memukuli bayi itu untuk menghentikan tangisnya.

Seorang perempuan memukuli bayi dengan kasar.
Perempuan itu berkali-kali memukuli bayi yang diperkirakan masih berumur 1-2 bulan. Tentu saja jerit tangis si bayi menjadi-jadi dan terdengar sangat memilukan. Tapi si perempuan tampak makin emosi dan terus melayangkan pukulan pada bayi malang itu.

Wajah sang bayi pun sampai terlihat memerah akibat pukulan bertubi-tubi yang diterima dari perempuan tersebut. Bukannya berhenti memukul, perempuan yang rambutnya diikat itu malah terus memukuli bayi itu dengan sekuat tenaga.

Saking kerasnya, pukulan si perempuan yang entah memiliki hubungan apa dengan si perempuan pun terdengar sangat jelas sekali. Anehnya, orang yang merekam kejadian tersebut hanya diam saja tanpa melakukan apapun kecuali terus merekam.

Tak ada keterangan apapun dari video tersebut, terkait waktu kejadian, lokasi dan keterangan lainnya. Sebagaimana dilansir pojoksatu.id, video tersebut sudah pernah diunggah di media berbagi video. Tepatnya pada 19 November 2016 atau sekitar 10 bulan lalu oleh akun Hery Gunawan. Namun, sang pemilik akun juga tak memberikan keterangan apapun di video tersebut.

Ia hanya memberikan judul ‘Manusia biadab menyiksa bayi’ pada video itu. Sementara, berdasar bahasa yang digunakan perempuan di dalam video itu, diduga bukan terjadi di Indonesia. Jika ingin menontonnya, Anda bisa melakukan pencarian di youtube. (sumber: pojoksatu.id/int)
 

8.10.17

Cemburu, Patar Simbolon Bunuh Istri, Lalu Bakar Rumah


TobaTimes - Peristiwa sadis terjadi di Samosir, daerah yang dianggap tenang dan penuh nilai-nilai kekerabatan. Patar Simbolon membunuh istrinya Pitta Uli Br Girsang (42) dengan sadis, lalu membakar rumah tempat tinggal mereka. Warga Pangururan pun gempar oleh peristiwa. Bukan hanya rumah mereka, rumah mereka tetangga juga ikut terbakar.

Patar Simbolon diamankan petugas.

Kejadian itu berlangsung pada Jumat (6/10/17) sekitar pukul 08.00 WIB, tepatnya di rumah pasangan suami istri ini di Dusun Lumban Lobu, Desa Rianiate, Kecamatan Pangururan, yang kemudian dilaporkan para tetangga ke polisi sekitar pukul 10.00 WIB.

Informasi dihimpun, sebelum membakar rumahnya, pelaku terlebih dahulu mengeluarkan anak-anaknya dan jenazah istrinya keluar rumah.

“Kita tidak melihat langsung kejadian, namun informasi yang kami dapatkan dari warga, kejadian diperkirakan sekitar pukul 08.00 WIB setelah anak-anak korban berangkat sekolah,” terang Kepala Dusun I, Desa Rianiate Edison Simbolon di ruang jenazah RSUD dr Hadrianus Sinaga Pangururan.

"Kami tidak tahu apa motif pembunuhan ini, tapi beberapa minggu terakhir mereka terlihat sering cekcok. Mayat korban kita temukan kurang lebih 70 meter dari rumahnya yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari Perumahan Korpri milik Pemkab Samosir,” lanjut Edison.

Edison menyampaikan, pihaknya sudah meminta bantuan Dinas Sosial Kabupaten Samosir agar mendirikan tenda sebagai tempat tinggal sementara untuk keluarga korban dan keluarga Herlin Simbolon, tetangga korban, yang rumahnya juga ludes terbakar.

Kepala Desa Rianiate Tumpak Sitanggang juga mengatakan hal serupa. Dia menyebut bahwa pemukulan diduga terjadi akibat konflik rumah tangga.

Sementara, salah seorang warga setempat yang tak mau namanya disebutkan mengatakan bahwa korban dipukul di bagian kepalanya menggunakan benda keras dan tumpul. Menurut rumor yang berkembang di masyararakat, Patar cemburu dan menuduh istrinya punya hubungan dengan pria lain.

Dan, tak lama usai laporan warga, personel yang dipimpin Kabag Ops Polres Samosir Kompol Bernard Naibaho berhasil mengamankan pelaku.

“Tersangka sudah diamankan ke Mapolres Samosir dan korban sudan dievakuasi ke RSUD Pangururan untuk dilakukan visum,” ujar Kompol Bernard Naibaho.

Pitta Uli Girsang kesehariannya bekerja sebagai petani, meninggalkan 8 orang anak, 3 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Jenazah korban masih berada di ruang jenazah RSUD dr Hadrianus Sinaga untuk keperluan otopsi. (bbs/int)

Manfaat Sangge-sangge untuk Kesehatan dan Kecantikan


TobaTimes - Tanaman serai atau dalam bahasa Batak disebut sangge-sangge, ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan dan kecantikan. Semua orang tentu kenal dengan sangge-sangge, sebab daun itu ini merupakan salah satu bumbu untuk berbagai masakan khas Indonesia.

Sangge-sangge.
Bukan hanya di Indonesia, daun serai ini juga sangat terkenal di Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Indonesia dan beberapa negara di benua Afrika dan Amerika untuk keperluan kuliner dan obat. Berikut beberapa manfaat sangge-sangge:

* Diabetes

Hasil teh serai dapat membantu untuk membersihkan / detoksifikasi pankreas dan meningkatkan fungsinya, sehingga menurunkan tingkat gula darah pada penderita diabetes.

*  Mencegah Kanker

Sebuah penelitian menemukan bahwa serai mengandung citral, salah satu zat anti-kanker yang dapat membunuh sel kanker. Namun tetap mempertahankan sel atau jaringan sehat dalam tubuh kita. Namun, ini tidak berarti bahwa minum air rebusan serai / teh sendiri akan menyembuhkan kanker secara permanen, melainkan dapat membantu.

* Minyak Angin

Daun Serai memiliki kandungan minyak atsiri sehingga dapat membantu dalam melakukan tindakan balsamic yang dapat digunakan dalam masalah pada saluran pernapasan. Secara umum daun serai ini dapat digunakan untuk meringankan gejala yang berhubungan dengan flu dan demam dingin seperti halnya manfaat temulawak untuk menghangatkan tubuh.

* Mengurangi Kolesterol

Daun sangge-sangge memiliki zat anti-kolesterol dan anti-aterosklerosis, keduanya membantu mengurangi penyerapan kolesterol dari usus, serta oksidasi LDL (kolesterol jahat) dalam darah, sehingga mencegah salah satu proses awal dalam pembentukan plak aterosklerotik.

* Anemia

Zat besi yang terkandung dalam daun serai penting untu ksintesis hemoglobin (protein dalam sel darah merah bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh). Serai dapat membantu untuk berbagai jenis anemia, terutama yang disebabkan dari kekurangan zat besi.

* Membersihkan Bakteri

Berkat kandungan sifat anti-septik, minum teh sereh dapat membantu untuk menghilangkan mikro-organisme jahat dalam tubuh, detoksifikasi dan membersihkan darah, menghilangkan bakteri, jamur atau ragi.

* Anti Inflamasi dan Anti Septik

Karena sifat anti-inflamasi dan anti-septik, jus serai dapat digunakan sebagai herbal penting untuk mengobati arthritis, asam urat dan radang saluran kemih.

*  Menurunkan Berat Badan

Minum teh serai membantu untuk mencairkan lemak dengan cara detoksifikasi. Efek diuretik membantu melancarkan BAB dalam volume tinggi, efektif dan cepat, mengakibatkan penurunan berat badan.

* Mengatasi Insomnia


Insomnia atau sulit tidur dapat terjadi karena ketidakseimbangan zat kimia dalam tubuh ataupun gangguan saraf. Kegiatan pemurnian dan efek menenangkan dari serai membantu meningkatkan proses dan kualitas tidur.

* Kesehatan Pencernaan

Manfaat daun serai yang paling terkenal adalah untuk kesehatan pencernaan, ia mengatur fungsi usus dan motilitas dengan sifat anti-mikroba yang ia miliki. Zat ini membantu untuk membunuh bakteri jahat dan parasit, dan mengembalikan bakteri baik dalam usus, sehingga membantu meningkatkan masalah pencernaan seperti gangguan pencernaan, sembelit, diare, kembung usus, perut kembung, kejang perut, muntah dan kram.

Selain itu, daun serai selain untuk kesehatan ternyata juga digunakan untuk kecantikan kulit, kok bisa ? Ketika darah dimurnikan, sirkulasi ditingkatkan, salah satu efek yang dirasakan adalah kesehatan kulit. Minum teh serai membantu meningkatkan masalah jerawat, eksim dan psoriasis.

Peredaran darah yang lancar juga menghambat penuaan dini dan fleks yang ada pada kulit yang juga dapat kita temukan pada manfaat kunyit yang mungkin belum banyak diketahui orang. (berbagai sumber/int)

7.10.17

Lagi-lagi Pembantaian, Dilihatnya Istri Bersama Pria Lain


TobaTimes - Kasus pembantaian terjadi lagi di Kabupaten Tapsel. Motif hampir sama, penyebabnya diduga tentang perselingkuhan. Pembantaian terjadi di Huta Pardomuan, Aek Badak, Kecamatan Sayurmatinggi, Tapsel.

Dalam peristiwa itu, HS (40) warga Huta Pardomuan, Kecamatan Sayurmatinggi kritis usai dibantai pelaku IL (34) warga Desa Sayur Matinggi, Jumat (6/10) dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

Korban pembantaian saat ditangis para medis.

Informasi dihimpun dari Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Isma Wansa, pembantaian itu terjadi saat korban ketahuan tengah berduaan dengan istri pelaku berinisial I br H.

Saat itu, korban yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini sedang berada dalam kamar rumah korban bersama istri pelaku.

Menurut I br H kepada polisi, dia sudah lama pisah ranjang dengan pelaku atau sekitar Juni 2017 lalu. Sebelumnya, Kamis (5/10) sekira pukul 19.00 WIB, dia mendatangi rumah korban. Tidak hanya I br H. Temannya berinisial H br N bersama selingkuhannya juga berada di rumah itu.

Tepatnya Jumat dini hari sekira pukul 03.00 WIB, pelaku mengetahui perselingkuhan istrinya dan mendatangi kediaman korban. Dia langsung mendobrak pintu.

Melihat istrinya bersama pria lain, pelaku kalap dan langsung membantai korban pakai parang dan gunting. Aksi brutal pelaku tidak berhenti sampai di situ. Dia kemudian mengambil botol dan menghantam kepala korban. Korban lalu terjatuh. Dia tersungkur bersimbah darah. Melihat itu, pelaku langsung melarikan diri.

“Korban mengalami luka berat dan masih dirawat di rumah sakit (RSUD Kota Padangsidimpuan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Isma Wansa.

Untuk motif pembantaian, sesuai pengakuan istri pelaku yang kini dijadikan sebagai saksi, pelaku merasa cemburu karena mendengar istrinya akan menikah lagi dengan korban.

“Sampai saat ini unit Reskrim Polsek Batang Angkola dan Buser Polres Tapsel sedang melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku,” pungkasnya.

Korban tak menyangka, hubungannya dengan I br H membawa petaka. Apalagi peristiwa berdarah itu terjadi dini hari dan di rumanya sendiri, saat dia sedang terlelap.

Menurut korban, wanita yang dicintainya itu sudah ditalak III oleh suami sah-nya (pelkau, red). Dengan alasan itu pula, korban mengaku lebih leluasa berhubungan dengan istri pelaku.

“Dia kan sudah cerai, talak tiga, tinggal jidarnya bulan tiga ini,” katanya menyampaikan alibi dalam menjalin hubungan terlarang dengan istri pelaku.

Ditanya bagaimana cara pelaku masuk ke dalam rumah, korban mengaku dengan cara mencongkel pintu. “Saat dia masuk, saya masih tidur. Saya kaget dia langsung menghantamkan parang ke saya. Saat itu istrinya masih nangis-nangis,” tambanya.

Korban juga mendapat sabetan pada punggung dan hantaman benda tumpul pada mata kirinya. Saat peristiwa itu terjadi, tak ada yang melerai hingga korban kritis dan dilarikan ke rumah sakit. (bbs/int)

6.10.17

Sebelum Bunuh Diri, Begini Isi Surat Ayah Kepada Anak-anaknya...


TobaTimes - Seorang ayah bernama K Sihaloho (29) mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Diduga, aksi nekat itu dilakukannya karena himpitan ekonomi. Warga Dusun 1 Lumban Sirait, Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Tobasa, itu ditemukan tergantung dengan tali ayunan di rumahnya, Rabu (4/10/17) pagi.

Rumah korban bunuh diri ramai dikunjungi warga.
Orang pertama yang melihat jasad korban adalah istrinya Br Gultom. Saat bangun pagi, Br Gultom kaget menyaksikan suaminya sudah tergantung di ruang tengah. Sambil histeris dia memanggil tetangga untuk menurunkan korban, tapi suaminya sudah tiada.

Di sekitar lokasi penemuan jasad korban, ditemukan surat yang diduga ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya. Demikian penggalan isi surat itu:

Aku tidak butuh apa-apa lagi di dunia ini. Aku hanya ingin kalian semua anak-anak aku jadi orang sukses, biar gak seperti aku ini, hanya budak yang tidak tau diri.

Selain tulisan di kertas, almarhum juga meninggalkan pesan melalui tulisan dalam kaos oblong warna putih yang berbunyi: Hati yang terluka, siapa aku ini 7 haloho naso marina marama apa budak bukan manusia pelengkap saja aku. Seorang budak kasih kerja biar bisa makan. Aku bukan apa2 di dunia ini hanya orang yang tak tau diri.

Kepala Desa Sigapiton JE Gultom membenarkan kejadian itu. “Biasalah, masalah keluarga. Tetapi si korban langsung mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri,” katanya.

Kanit Reskrim Iptu D Habeahan mengatakan, kejadian murni bunuh diri. "Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak bersedia diotopsi, yang ditandatangani istri almarhum, mertuanya serta Kepala Desa Sigapiton,” katanya. (bbs/int)

Ngeri! Anggota DPRD Tewas Mengenaskan Saat Salurkan Hobi


TobaTimes - Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Syaiful Iqbal Ashofa SH (40), ditemukan tewas mengenaskan, Kamis (5/10/17) sore, pukul 16.00 WIB. Dia kehilangan nyawa saat menyalurkan hobinya berolahraga paralayang di Gunung Banyak, Kecamatan Songgokerto, Kota Batu, Malang.

Syaiful Iqbal Ashofa
Korban terjun bebas dari ketinggian sekitar 20-an meter, setelah parasutnya melintir karena diterpa angin kencang yang tidak beraturan (turbulensi).

Syaiful, warga Jalan Tenggamus, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur yang punya lisensi olahraga ekstrem itu tak dapat mengendalikan parasutnya. Akibatnya, tubuhnya meluncur deras ke bawah.

“Kepala belakangnya terluka parah,” kata salah seorang penjaga launching paralayang bernama Imam (32) yang ikut menemani jenazah korban sebelum dijemput pihak keluarganya.

Dijelaskan, korban mengudara (take off) pukul 16.00 WIB, dengan estimasi waktu 10-15 menit. Lalu angin berhembus kencang dan korban hilang kendali. “Tubuhnya tersangkut di pohon pinus, helmnya lepas, dan dia jatuh ke aspal jalan dari ketinggian 20 meter,” bebernya di RSU Karsa Husada, Kota Batu.

Nyawa anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan Muara Enim itu pun tak tertolong. Kasatreskrim Polres Batu, AKP Daky Dzul Qornain, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dugaan sementara, korban terjatuh dari ketinggian akibat parasut yang melilit. Penyebabnya kemungkinan besar karena diterpa angin besar. Salah satu risiko paralayang yakni ketika angin tidak beraturan.

“Untuk pastinya, kami masih lakukan penyelidikan,” ungkap Daky, tadi malam. Sementara itu, Setyohadi, petugas RS Paru Karsa Husada, menjelaskan, korban masuk ke RS, pukul 16.40 WIB.

Saat tiba, kondisi sudah meninggal. Luka terparah korban pada kepala bagian belakang. Diduga karena memang dia terjatuh ke aspal jalan di kawasan Songgoriti.

Diketahui, Syaiful berlibur ke Malang sejak Rabu (4/10/17). Karena hobi olahraga paralayang, kemarin dia pergi ke Gunung Banyak untuk berlatih. Namun secara detail dia belum mengetahui kronologinya. (bbs/int)
 

5.10.17

Pembantaian Berdarah, Polisi Cari Hp Membuktikan Perselingkuhan


TobaTimes - Kasus pembantaian pasangan suami istri di Sipirok terus diselidiki. Polisian kini mencari handphone (Hp) milik istri almarhum sebagai petunjuk apakah motif perselingkuhan benar atau tidak.

Istri korban pembantaian di Sipirok.
Soalnya, istri almarhum Helmy Dayanti Harahap (25) yang masih dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan membantah pernyataan pelaku Riski Herianto yang menyatakan bahwa ia membunuh korban karena ketahuan selingkuh dengan istrinya. Dayanti mengaku tidak mengenal pelaku.

“Istri korban dirawat di Adam Malik. Kemarin sudah kita periksa. Sementara pengakuan soal perselingkuhan itu belum ada dari korban,” kata Ismawansa.

Sementara masalah handphone dimunculkan sebagai barang bukti dalam kasus ini karena handphone tersebut diduga digunakan untuk hubungan komunikasi antara pelaku dan istri korban.

“Itu masih dalam penyelidikan kita. Ada beberapa barang bukti yang kita cari termasuk handphone. Motif perampokan belum. Barang berharga tidak ada yang hilang,” ungkap Kasat Reskrim menyahuti pertanyaan wartawan terkait bukti pesan singkat atau telepon, dalam hubungan komunikasi antara pelaku dengan istri almarhum.

Ismawansa menerangkan, polisi masih akan terus mencari beberapa alat bukti dan petunjuk dalam kasus ini.

Bukan itu saja, adanya dugaan pelaku pengguna Narkoba, hal itu juga diakui langsung oleh pelaku. Bahkan sebelum pelaku membantai Pasutri itu, Riski lebih dulu menggunakan sabu.

“Sebelum melakukan pelaku juga lebih dulu menggunakan narkoba sabu, jadi memang kuat ada pengaruh narkoba yang membuat pelaku nekat,” tukasnya saat melakukan pemaparan di Mapolres Tapsel, Kamis (5/10).

Sebelumnya, Helmi Dayanti (25), korban yang ikut dibantai pelaku dan menewaskan suaminya Parlindungan Siregar, mengaku sama sekali tidak mengenal Riski Herianto. Padahal, pelaku sendiri mengaku menjalin hubungan dengan wanita yang masih mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Medan. (bbs/int)

BACA JUGA
1. Pembantaian Berdarah di Sipirok, Suami Tewas, Istri Sekarat
2. Di Balik Aksi Pembantaian Suami-istri Itu Ada Kisah Asmara Gelap

4.10.17

Sedih, Melawan Rampok, Kakek Terserang Jantung dan Meninggal


TobaTimes - Seorang kakek berusaha menghalau perampok dan mencoba melawannya. Aksi pencurian terjadi di rumahnya di Jalan Imam Bonjol, Siborang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Rabu (4/10/17) dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Tapi perlawanan sang kakek berakhir duka. Ia terkena serangan jantungdan meninggal.

Korban ketika disemayamkan di rumah duka.
Kakek tersebut, Pandapotan Lubis (56), meninggal usai ‘bertarung’ melawan pelaku yang berusaha mengambil harta berharga miliknya. Saat korban berusaha mengejar pelaku dia terjatuh dan akhirnya meninggal.

Menurut informasi, ketiga pelaku perampokan itu adalah Irfan Pulungan, Rusdi Nasution dan Ivan Pulungan, ketiganya masih remaja. Mereka merencanakan perampokan itu di salah satu warung internet (warnet). Mereka sering nongkrong dan menghisap lem di kolong Jembatan Siborang.

Pelaku bernama Irfan bertugas mencongkel jendela kamar korban dengan menggunakan alat berupa obeng. Setelah jendela terbuka, Irfan dan rekannya Ivan Pulungan masuk ke dalam kamar. Sedangkan Rusdi Nasution bertugas menunggu di luar rumah untuk memantau situasi.

Setelah berada di dalam rumah, mereka menuju lemari dan menggasak harta berharga di dalamnya. Mereka berhasil mengambil uang. Namun korban terbangun dan langsung berteriak ‘maling, maling’ hingga bikin keduanya berusaha melarikan diri.

Sempat terjadi aksi saling tarik-menarik antara pelaku dan korban, namun ayah dari lima anak itu terjatuh. Dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan, ia menghembuskan nafas terakhir.

“Dipastikan karena serangan jantung, korban sempat tarik-tarikan dengan pelaku. Sempat juga (korban) tadi di bawa ke rumah sakit, tapi di perjalanan sudah meninggal,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Psp AKP Zul Efendi.

Zul Efendi mengatakan, kedua pelaku Irfan Pulungan dan Rusdi Nasution sudah diamankan, sementara Ivan masih dalam pengejaran. Polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp14.200.000 dari TKP dan uang sebesar Rp3.400.000 dari tangan pelaku Rusdi Nasution. Korban yang meninggal dunia telah dimakamkan di TPU Silandit, usai sholat Dzuhur pada hari yang sama. (bbs/int)