21.8.18

Dua Personil Polres Labuhanbatu Dipecat


TT - Dua personel Polres Labuhanbatu yakni Aiptu RM dan Aipda HMM secara resmi diberhentikan secara tidak hormat, Senin (20/8) di Lapangan Mapolres setempat. Kedua oknum tersebut telah melanggar disiplin karena sudah lama tidak masuk kantor.

Kapolres Labuhanbatu membacakan pengumuman pemecatan.
“Keduanya tidak bertugas lagi sebagai personel Polri terhitung sejak 31 Juli 2018, karena yang bersangkutan melanggar disiplin dan kode etik profesi Polri,” ujar 
Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH SIK pada upacara PTDH di halaman Mapolres Labuhanbatu, Senin (20/8).

Sebagai anggota Polri, sikap disiplin harus mendarah daging. Sebab kewenangan Polri sangat luas. “Marilah kita mengambil hikmah dari pelaksanaan upacara PTDH ini, agar kita selalu berhati-hati dalam mengambil tindakan dan selalu introspeksi diri agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar serta menyimpang dari aturan dan kode etik Polri,” sebut Frido.

Oleh karena itu, tambah Kapolres, setiap personel dituntut untuk dapat meningkatkan disiplin dan mengurangi pelanggaran serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Mari kita bekerja dengan baik dan ikhlas. Semoga apa yang kita perbuat dan kita laksanakan menjadi ladang amal dan ibadah bagi kita semua,” ujarnya. Informasinya kedua oknum tersebut disebut-sebut hampir setahun tidak masuk kerja.

Dalam upacara PTDH tersebut, kedua personel yang resmi diberhentikan tidak terlihat hadir dalam pelaksanaannya. Turut serta dalam upacara itu, Wakapolres Kompol M Ikhwan Lubis SIK, para Kabag dan Kasat di lingkungan Mapolres Labuhanbatu. (bbs/int)

20.8.18

Bus Masuk Jurang di Sipegepege, 6 Orang Meninggal


TT - Satu unit bus merek CV Sentosa bernomor polisi BK 7136 FY yang dicarter rombongan pesta terjun bebas ke jurang yang curam berbatu-batu di sekitar Jembatan Sipegepege, Desa Lumban Gaol Tengah, Kecamatan Nassau, Tobasa, Sabtu (18/8) lalu. Hingga Minggu sore (19/8), enam penumpang meninggal dunia.

Tim SAR mengevakuasi salah satu korban.
Menurut para korban yang selamat, bus itu berangkat dari Medan pada Jumat (17/8) malam, menuju Desa Sipange, Nassau, Tobasa. Tujuan keberangkatan adalah menghadiri pesta adat Sulang-sulang Pahompu (bukan pesta pernikahan seperti yang ramai tersebar di medsos).

Belum diketahui penyebab pasti bus itu terjun, tapi menurut salah seorang korban yang dirawat di RSUD Porsea, Rianto Sitorus, supir mereka kemungkinan mengantuk.
“Sampai di jembatan Sipege-pege sekira jam 06.00 Wib bus kami terjun ke jurang, kemungkinan supir kami mengantuk,” ujar Rianto sambil meringis kesakitan.

Dia menggambarkan kengerian yang terjadi pada subuh itu. Para penumpang berteriak histeris. Ada yang menjerit, menangis, memohon ampun pada Tuhan, dan selebihnya ia tidak tahu karena kejadiannya berlangsung seperti mimpi. Sampai kemudian ia menyadari sudah berada di rumah sakit.

Beberapa jam kemudian, peristiwa itu tersebar luas di medsos. Warga berbondong-bondong memberikan bantuan. Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian dan Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli juga ikut turun ke lokasi memimpin langsung proses evakuasi bus dan para korban yang dilakukan tim gabungan.

Tapi penyelamatan berlangsung sulit karena medan yang curam dan sempit. Hingga siang hari sekitar pukul 13.00 Wib, baru 18 orang yang berhasil dievakuasi, dua diantaranya meninggal dunia.

“Sampai sekarang, yang berhasil dievakuasi masih 18 orang. Di dalam bus masih ada korban 4 orang dengan posisi terjepit, yang diduga sudah meninggal. Namun informasi dari keluarga korban, ada 26 orang korban dalam kejadian ini,” kata Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian yang diwawancarai bersama Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli di lokasi kejadian sekitar pukul 14.00 Wib.

Bupati mengatakan, evakuasi bus dan korban yang jatuh 30 meter di bawah jembatan, sangat sulit. “Kondisinya, mobil terjepit dalam celah batu. Beberapa kali ditarik pakai kren dengan alat berat, belum berhasil,” katanya.

Kapolres menambahkan, informasi dari korban selamat, diduga ada korban yang hanyut saat keluar dari bus. “Informasinya, ada yang keluar saat kejadian. Namun tergelincir dan terbawa arus. Kita sudah lakukan pencarian, dan pasang jaring. Namun belum ditemukan,” ungkapnya.

Setelah bekerja keras, malam hari tepat pukul 21.00 WIB, bus pengangkut rombongan parboru itu baru berhasil diangkat menggunakan dua unit alat berat dan terali jembatan. Bus tersebut tampak diselimuti semak-semak yang terseret saat evakuasi. Dari dalam bus yang diangkat itu, ditemukan 3 korban tewas.

Informasi awal menyebutkan, di dalam bus tersebut ada 4 orang, sehingga 1 orang dinyatakan hilang. “Di dalam bus masih ada 4 orang korban yang sudah meninggal, posisinya terjepit. Tim sudah mengikat badan korban agar lepas dan jatuh ke sungai. Tapi hanya 3 ditemukan saat bus terangkat," kata Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian Sabtu malam.

Lalu, Minggu (19/8) pagi, upaya pencarian korban terus dilakukan. Tim SAR diturunkan menyusuri sungai mulai dari titik awal kejadian hingga jarak 3,5 kilometer.

"Informasi jumlah penumpang belum pasti. Ada yang menyebutkan 26, ada yang menyebutkan 35 orang. Namun diyakini masih ada korban hilang. Diduga terbawa aliran sungai. Jadi sekarang kita turunkan dua tim melakukan pencarian di aliran sungai hingga jarak 3,5 km," tutur Torang M Hutahaean, Kepala Pos Pembantu Basarnas Danau Toba, Minggu pagi.

Upaya itu membuahkan hasil. Timsar berhasil mengevakuasi 1 orang korban meninggal saat menyusuri sungai. "Tadi pagi, tim berhasil menemukan satu korban berjenis kelamin wanita di dalam sungai. Dengan medan yang cukup sulit, evakuasi baru berhasil pukul 13.00 WIB," tutur  tutur Torang M Hutahaean.

Dia menjelaskan, korban ditemukan dengan posisi tersangkut kayu di aliran sungai, sekitar 2,3 kilometer dari lokasi kejadian di bagian hilir sungai. Upaya pencarian masih terus dilakukan hingga Minggu sore karena jumlah penumpang bus masih simpang siur.

Kepala BPBD Tobasa Herbet Pasaribu menambahkan, setelah proses identifikasi di Puskesmas Nassau, diketahui bahwa korban Romida br Simorangkir (59), alamat Balai Desa No 20, Dusun I, Helvetia Medan.

Herbet mengatakan, pendataan masih terus divalidkan, termasuk mengenai kepastian jumlah penumpang bus tersebut.

Hingga Minggu sore, jumlah penumpang bus yang sudah berhasil dievakuasi berjumlah 22 orang. Sebanyak 16 orang ditemukan selamat dan dirawat di rumah sakit terdekat, yaitu RSUD Porsea dan RSUD Balige. Sedangkan 6 orang ditemukan meninggal dunia dan masih dalam proses pemberangkatan jenazah ke rumah duka masing-masing di Medan.

"Jumlah penumpang bus tersebut masih belum akurat. Hari ini kita coba data ulang dengan menemui seluruh keluarga korban," ujar Kasat Lantas AKP Lambok S Gultom, Minggu sore. (newtapanuli.com/int)

24.2.18

Anies Dinilai Berkhianat kepada Ulama dan Alumni 212


TobaTimes - Ketua Progress 98 sekaligus salah satu pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaff menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengkhianati ulama dan elemen Alumni 212.

Anies-Habib Rizieq
Faizal menilai demikian, sebab Anies enggan membantu Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Pada akhirnya, tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu batal menginjakkan kakinya di Jakarta. "Anies Baswedan yang menolak menjembatani Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab kembali ke Indonesia adalah bentuk pengkhianatan kepada ulama dan elemen 212," kata Faizal melalui keterangan tertulisnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/2/18).

Selain menolak membantu, Anies juga enggan berkomentar di media atas rencana kepulangan Rizieq yang digembar-gemborkan akan pulang Rabu (21/2/18) kemarin.

Menurut Faizal, Anies hanya memanfaatkan Rizieq dan umat Islam untuk kepentingan Pilgub DKI 2017, kecurigaan itu pun sudah lama disoroti oleh internal Presidium Alumni 212. "Mestinya sebagai Gubernur yang diusung oleh umat Islam, Anies peduli dan bertindak proaktif untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi oleh Rizieq," kata Faizal.

Faizal menambahkan, Anies tampak condong hanya merangkul kelompok terdekatnya saja ketika berhasil meraih kursi kekuasaan di DKI. Sementara dia tak berbuat apa-apa ketika Rizieq diterpa masalah.

"Anies hanya peduli nekat merangkul pengacara pembela korban eks PKI 1965 (Nursyahbani Karta Sungkana) di TGUPP (tim gubernur untuk percepatan pembangunan). Tapi, giliran Habib Rizieq yang terzalimi dan berjuang untuk membuatnya jadi gubernur justru dicampakkan," kata Faizal.

Menurut Faizal, tanpa kontribusi besar Rizieq, para ulama, dan elemen 212, Anies tak mungkin berhasil menjadi orang nomor satu di DKI. Seharusnya, bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sadar akan kontribusi tersebut.

Faizal menilai, Anies hanya memanfaatkan dukungan ulama dan umat saat proses Pilgub DKI 2017 lalu. Setelah itu, Anies malah meninggalkan ulama dan rakyat yang sudah membantunya duduk di kursi gubernur.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi pernyataan Faizal dan batalnya kepulangan Rizieq ke Indonesia. "Tidak ada tanggapan. Biar CNN saja yang jawab," ujar Anies sambil masuk ke dalam mobilnya saat dikonfirmasi awak media di Balai Kota, kemarin.

Kedekatan Anies dengan Rizieq pernah ditunjukan saat Pilgub DKI 2017 lalu. Saat itu, Anies pernah menghadiri acara yang diselenggarakan Rizieq. Rizieq pun dengan terang-terangan mendukung Anies-Sandiaga Uno di Pilgub DKI. (Sumber: CNN Indonesia)

15.2.18

Kisah Sedih Br Simanjuntak, Suaminya Punya Anak dari Adik Kandungnya


TobaTimes - Kisah ini sungguh pedih dan memalukan. Seorang perempuan bernama Yuli Simanjuntak, menulis kisah rumah tangganya karena suaminya Lucen Ricardo Aritonang sudah mempunyai seorang anak dari adik kandungnya sendiri, Erlinda Aritonang alias hubungan incest.

Foto pernikahan Yuli dengan Lucen.
Yuli dengan nama akun Dek Yuli S, menulis kisahnya di Facebook dengan judul "Sekedar Berbagi". Kisahnya sempat dibagikan sebanyak 12.100 kali dan mendapat lebih dari 9.000 like. Tapi belakangan, postingan itu sepertinya dihapus.

Dalam kisahnya ini, Yuli menceritakan baru menikah tujuh bulan lalu dengan Lucen di Medan. Lucen disebut berasal dari Sitompul, Tarutung, Sumatera Utara.

Dalam statusnya tersebut Yuli mengatakan suaminya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kecamatan Duri Mandau, Riau. "Dia tinggal di sana dengan seorang adik perempuannya kandung yang bernama Erlinda Aritonang. Adik perempuannya ini mempunyai seorang anak laki-laki yang kondisi mentalnya (maaf) kurang normal," tulis Yuli.

Yuli mengatakan kecurigaannya mulai terlihat saat hari pernikahan dimana adik perempuan suaminya yakni Erlinda, tak sekalipun menyalam atau memberikan ucapan selamat kepadanya. Yuli semakin curiga ketika selesai pernikahan, besoknya dan hari-hari selanjutnya Erlinda selalu meminta Lucen untuk pulang ke rumah.

Pertengkaran demi pertengkaran terus berlanjut antara mereka walau baru menikah. Yuli menceritakan semua karena edanya (adik perempuan suaminya) itu.

Hingga suatu hari, saat pertengkaran mereka semakin memuncak dan Yuli mendapati suaminya mesra dengan adiknya, Yuli baru mengetahui dari kartu keluarga yang ditunjukkan ketua RT bahwa selama ini suaminya Lucen dan Erlinda merupakan pasangan suami istri.

Hal ini semakin dikuatkan ketika Yuli menjumpai HRD tempat suaminya bekerja. HRD tersebut juga menunjukkan bukti bahwa suaminya selama ini telah berkeluarga dengan menunjukkan fotokopi kartu keluarga yang tertulis bahwa Lucen dan Erlinda merupakan pasangan suami istri.

Sejumlah media sudah berusaha menghubungi Yuli Simanjuntak untuk mengkonfirmasi statusnya yang viral ini. Namun sampai saat ini Yuli belum merespon.

Berikut ini kisah Yuli yang diambil utuh dari statusnya di Facebook:

Saya baru menikah 7 bulan yg lalu di Medan dengan seorang pria bernama LUCEN RICARDO ARITONANG asal Sitompul-Tarutung. Anak dari mertua saya L.br.sitompul (mertua laki2 saya sudah meninggal) 

Suami saya ini dibesarkan oleh adik perempuan mertua saya (tante suami saya) yg menikah dgn seorang pendeta yaitu Pdt. E. Mungkur, S.Th sejak usia 2thn yg dipanggil oleh suami saya dgn sebutan papi dan mami. juga memberkati pernikahan kami. 

Sebelumnya kami menjalani hubungan pacaran 2 thn dan long distance. Suami saya bekerja disebuah perusahaan swasta di kecamatan Duri Mandau-Riau. Dia tinggal disana dengan seorang adik perempuannya kandung yg bernama ERLINDA ARITONANG. Adik perempuannya ini mempunyai seorang anak laki2 yg kondisi mentalnya (maaf) kurang normal. 

Tidak ada kejanggalan yg saya rasakan hingga hari pernikahan kami. Ketika hari pernikahan kami tiba ada sedikit kejanggalan yg saya perhatikan, dimana selama prosesi pernikahan berlangsung sejak pagi hingga malam (pulang kerumah mertua dari gedung) tidak sekalipun adik perempuannya itu (Linda) menyalam saya. 

Dan ketika giliran sesi foto keluarga mereka di gereja adk perempuannya itu menghantarkan anaknya kepada suami saya. Kemudian setelah selesai acara selama 2 malam kami menginap dihotel krn rumah mertua penuh. Setiap pagi selama 2 hari berturut2 adik ipar saya itu selalu menelepon suami saya dan memintanya utk segera pulang dgn berbagai alasan yg dibuat2 namun saya berhasil menggagalkannya. 

Dan dihari 3 kami berumah tangga kami menginap di rumah mertua (orgtua angkat suami saya yg juga tante kandungnya). Namun keganjalan itu muncul lagi.. ketika kami masuk ke dalam kamar (di lt.2 rumah) , tdk lama anak dari adik ipar saya itu menangis di depan kamar kami. Dan suami saya membuka pintu kamar dan membawa anak itu masuk ke kamar kami. Saya mulai heran kenapa anak itu bisa ada di dpn kamar kami (krn biasanya anak itu tdk pernah dibiarkan naik sendiri ke lt. 2 rumah) 

saya kemudian turun utk melihat keadaan dibawah dan saya melihat mamanya (adik ipar saya/Linda) sedang asik main2 hp. Setelah saya naik kembali ke kamar dan memberitahu suami saya, ternyata suami saya marah dan menyalahkan saya dan tdk lama kemudian adk ipar saya meng BBM suami saya utk mebuat susu anaknya dan mengganti baju anaknya dan suami saya melakukan perintahn. 

Terjadi pertangkaran antara saya n suami wkt itu namun akhirnya saya mengalah. Banyak kejanggalan lagi hingga akhirnya kami tinggal di Duri-Riau. Setiap waktu luang suami saya selalu dihabiskan di rumah adk kandungnya Erlinda, sedangkan saya di rumah sendirian. 

Namun yang itu harus saya pergunakan utk semua kebutuhan kami termasuk membayar kontrak rumah. Akhirnya 3 minggu di Duri saya memutuskan utk pulang krn suami saya tdk mau jujur. Saya permisi pulang dgn niat supaya kita bisa introspeksi diri masing2. 4 bln di medan saya tdk dinafkahi sama sekali. 

Dan suami saya membujuk saya pulang dgn janji akan memperlakukan saya seperti seorang istri..awal November saya pulang ke Duri-Riau dan ternyata suami saya tdk berubah malah makin parah..dia tetap tdk jujur soal penghasilannya (tiap ditanya dia jawab: "bukan urusan mu" ). Dia tetap menghabiskan waktu uangnya dgn adik perempuannya. Hingga tanggal 17 November 2017, pagi2 buta sekitar pkl. 6 lebih.. suami saya pergi diam2 kerumah adk perempuannya dgn cara keluar lewat jendela (saya masih tidur) krn masih hujan. Ketika saya terbangun saya mencari suami saya dan tengga dpn rumah memberitau klw suami saya pergi lewat jendela. Kemudian saya mencarinya dgn menggunakan ojek kerumah adk perempuannya. Sekitar satu jam saya mencari akhirnya saya menemukan rmh adk ipar saya di jalan KAYANGAN hangtuah (BELAKANG AMIK MITRAGAMA DURI-RIAU) krn melihat sepeda motor suami saya parkir didpn rmh itu (sebelumnya saya tdk tau rmh adk ipar saya krn saya tdk di bolehkan suami n mertua saya utk ikut kesana). Saya melihat mereka berduaan d dlm rmh dan suami saya menemani adk perempuannya sarapan lontong yg di belikan suami saya. Pemandangan yg cukup romantis menurut saya. Hingga mereka sangat terkejut melihat saya berdiri d dpn pintu. Saya meminta suami saya pulang supaya kami bicarakan semua di rmh namun suami saya tdk mau. Adik ipar saya malah bilang "jgn kw bikin ribut di rumah kami". Akhirnya saya marah dan mengatakan agar tdk lagi mengganggu rmh tangga kami. 

Akhirnya terjadi adu mulut dan suami saya menyeret saya ke dalam rmh itu kemudian memegangi saya sehingga adk kandungnya itu bebas memukuli saya hingga memar d bagian kening. Saya melaporkan kejadian ini ke Polsek Duri Mandau namun mereka tdk menanggapi masalah keluarga kemudian saya melaporkan ke RT tempat tinggal mereka atas kelakuan mereka selama ini, ternyata RT bilang Mereka adalah Suami istri dan memberikan kartu keluarga mereka sbg bukti keapada RT ketika baru pindah 4thn yg lalu saya pun menjelaskan bahwa mereka abang beradik kandung dan saya istri sahnya sambil menunjukkan akta nikah catatan sipil kami dan foto2 pernikahan kami. Akhirnya RT pun mengusir adk ipar saya itu (Linda) krn telah menipu dan kumpul kebo. kemudian pertengkaran dlm rmhtangga kami makin sering terjadi hingga suami saya main tangan, hingga saya melaporkannya lagi ke Polsek Mandau Duri-riau (8 desember 2017) . Dan blm diproses hingga skg. Saya pernah mengadukan masalah ini kepada ibu mertua saya via tlp namun beliau malah bilang: "sampai kapanpun ga bisa kau pisahkan si luken dan si linda, kalau kau ga tahan kau aja yg pergi biar mereka bisa sama2 lagi..". Akhirnya saya mendatangi kantornya dan melaporkan kejadian itu kepada HRD nya, tp HRD nya malah bilang suami saya sudah lama menikah dan menunjukkan kartu keluarga suami saya yg berstatus menikah dan istrinya adalah ERLINDA, dan anak haram itu ternyata anak mereka. Sambil menangis saya menunjukkan akta nikah gereja dan akta nikah sipil kami beswrat foto2 pernikahan kami. Akhirnya HRD nya percaya pada saya dan berjanji akan memberi sanksi pada suami saya krn juga menipu perusahaan selama 5 thn (kartu keluarga dan KTP nya itu diberikan sejak 2012). Saya sudah menghubungi keluarganya pihak aritonang dari silando via tlp tp mereka lepas tangan, saya sdh menghubungi pihak tulang dari suami saya tapi juga lepas tangan dengan alasan dilarang ikut campur oleh mertua saya.bahkan saya dan orgtua saya sudah mendatangi orgtua angkatnya (yg adalah tante suami saya) di kompleks gereja HKBP PABRIK TENUN, utk minta jalan keluarnya tp juga menjawab: "mamaknya udh bilang sama kami kalau kami bkn orgtuanya jd jangan ikut campur, maka kami tdk bisa berbuat apa2. Saya, orgtua saya, dan kakak2 saya bolak balik menelepon orgtuanya tp tdk diangkat bahkan no kami skg sudah di blokirnya. 

Saya membagikan kisah ini krn saya tdk mau ada korban mereka lagi setelah saya. Krn suami saya bilang setelah cerai dgn saya mamaknya akan menikahkan dia lagi. Mungkin utj menutupi aib suami saya n adk perempuannya itu. Krn saya pun dinikahi hanya utk itu. Bagi warga net yg suku batak apa boleh menikahi adk kandungnya sendiri??? Apa adat ditarutung menghalalkan hubungan sedarah???? Apa kelakuan suami saya, adik ipar saya dan keluarganya ini bisa ditolerir??? 

Mohon pendapatnya..saya pribadi sudah memutuskan utk tidak akan pernah lagi melanjutkan rmh tangga ini karena saya tdk akan pernah mau berbagi suami dgn siapapun. 

(Adk ipar saya pernah bilang via tlp: "selama aq hidup tdk akan kubiarkan itoku sama kau"). (sumber: tagar.id/int) 

5.1.18

RESMI! Djarot jadi Calon Gubsu dari PDIP


TobaTimes - Akhirnya, mantan Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat resmi diusung PDI Perjuangan untuk maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara pada pemilihan Gubernur Sumut mendatang. Hal itu diumumkan langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Kamis (4/2/18).

Djarot Sayful Hidayat.
“Orang baik seperti Djarot, masih muda kok dibiarkan nganggur,” kata Megawati yang kemudian disambut dengan gelak tawa oleh seluruh kader yang hadir.

Siapa pasangan Djarot sebagai wakil Gubsu? Masih belum ditentukan. Direncanakan lengkap dengan calon wakilnya, pasangan Djarot akan diumumkan pada Minggu (7/1/18).

Dalam pernyataan lisannya yang disampaikan sebelum menyebutkan nama Djarot, Megawati memprihatinkan kondisi Sumut, di mana dua pemimpin sebelumnya terjerat masalah hukum. Oleh karena itu dia selalu merasa kesulitan menentukan calon Gubernur Sumut yang akan diusung.

Megawati mengatakan, satu waktu ketika dia sedang berada di dalam mobil dengan ditemani Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto teringat bahwa ada orang baik yang merupakan kader partainya yang layak dipilih menjadi calon Gubernur Sumut. Ketika kemudian Hasto menyadari orang yang dimaksud adalah Djarot, dia mengamini.

“Lalu kemudian saya panggil Pak Djarot. Saya tanya, sebagai petugas partai apakah kamu bersedia ditugaskan memimpin Sumatera Utara. Dia jawab, siap,” kata Megawati.

Sebelum mengumumkan nama Djarot, pasangan calon Gubernur untuk empat provinsi lainnya terlebih dahulu disampaikan. Keempatnya adalah Papua, Maluku Utara, Lampung dan Nusa Tenggara Barat. (bbs/int)
 

2.1.18

Kembang Api Meledak, Jari-jari Tangan Putus


TobaTimes - Pesta kembang api malam Tahun Baru di Tembok Berlin, Sorong, Papua Barat, Minggu (31/12/17) memakan korban. La Ute terpaksa dilarikan ke RSUD Kabupaten Sorong setelah jari-jari tangan hancur usai kembang api jenis bola-bola 8 shot, meledak di tangannya.

Ilustrasi.
Saksi mata kejadian, Jakson mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 21.58 WIT. Awalnya semua berjalan biasa saja tanpa ada masalah. Sejak korban dan teman-temannya tiba di Tembok Berlin sekitar pukul 19.00 WIT, korban langsung membakar berbagai jenis kembang api dan petasan miliknya, dan tidak terjadi hal-hal yang aneh.

“Pas kami sampai di tembok, langsung kami bakar kembang api dan petasan sedikit sambil bikin ramai, kebetulan petasan yang kami bawa ini banyak,” kata Jakson. seperti dilansir ari Radar Sorong.

Mendekati pergantian tahun di tengah malam, saat dia dan teman-temannya lanjut membakar petasan. Saat itu tiba-tiba terdengar suara teriakan keras dari arah belakangnya. Ternyata bukan hanya dirinya saja mendengar teriakan tersebut, tetapi pengunjung lainnya yang ada di sekitar TKP mendengarnya.

Saat dia berbalik ke belakang, ternyata temannya yang berteriak. Setelah di cek ternyata jari-jari tangannya hancur akibat kembang api yang dipegangnya meledak di tangannya. Warga yang melihat kejadian tersebut, dengan sigap langsung mengantar korban ke RSUD Kabupaten Sorong yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Saksi mengatakan, dia sempat menayakan saat mengantar korban menuju UGD RSUD Kabupaten Sorong. Pengakuan korban lanjut Jakson, kejadian tersebut akibat kembang api jenis bola-bola 8 shot yang dipegangnya, tiba-tiba meledak tiba saat peluncuran bola kelima. “Dia bilang kembang api miliknya tiba-tiba meledak di tangannya. Dia cuma bilang begitu saja, terus pingsan,” ujar Jakson. (bbs/int)
 

10.11.17

Sadis Bah! Kakek Tikami Cucu yang Masih Balita Hingga Tewas


TobaTimes - Mengerikan. Seorang kakek tega menikami cucunya yang masih balita hingga tewas. Belum diketahui apa motif dan penyebab seorang kakek ini tega menikami 2 orang cucunya. Kejadian itu berlangsung Jumat (10/11) siang sekitar pukul 12.25 WIT saat komplek sedang sepi di kawasan perumahan di Jalan Danau Tempe, Kampung Salak, Sorong Barat, Sorong, Papua.

Putri yang tewas ditikami kakek.
Menurut salah seorang warga, kejadian tersebut berlangsung sangat singkat, saat itu ayah dan ibu korban juga sedang berada di rumah. Kakek korban baru saja datang dari Makassar sehari sebelum kejadian, tepatnya Kamis (9/11/17). Konon, si kakek juga melarikan diri dari Makasar karena melakukan pembunuhan.

Awalnya kedatangan kakek tersebut ingin mencari celananya yang ada di rumah anak tirinya itu. Namun Acce ibu korban mengatakan bahwa celananya tidak ada disana. Mungkin ia tersinggung atas hal tersebut. “Pelaku datang ke rumah orang tua korban dengan alasan mau cari celananya, tapi ibu korban bilang tidak ada celana ta di sini bapak,” ujar sumber.

Warga lainnya bernama Dijelaskan Dahniar, warga Jalan Trikora, Kampung Salak, Sorong Barat, Sorong , Papua ini saat kejadian kakek tersebut tiba tiba menikami Putri (3) balita yang masih berusia 3 tahun di bagian dada dan mengenai jantung.

“Tak disangka-sangka pelaku langsung menusuk 2 cucunya. Nenek korban yang juga istri dari pelaku sedang cuci piring di dapur keluar dan kaget dan teriak” jelas Dahniar

Dikatakan, Putri yang ditikam di jantungnya meninggal dunia. Sementara Ipul yang empat tahun yang ditikam perutnya hingga keluar tali perut atau usunya saat memeluk kakek yang baru datang ke Sorong. Sedangkan seorang kakaknya Saipul berusia empat tahun juga tak luput dari tikaman pelaku, mengenai perut hingga usus terburai. sedangkan seorang saudaranya yang lain berhasil lari dari perlaku yang menikami adiknya.

“Bapak korban yang tengah tidur di kamar terkaget bangun karna teriakan istri dan mamanya, langsung bergegas keluar dan melihat anak2nya sudah terbujur kaku dan bersimbah darah dilantai.” tambahnya

Korban pun selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Sorong. Sementara pelaku tak sempat dikejar bapak korban lari ke kantor polisi. Saat kejadian Nenek korban tengah mencuci piring berteriak melihat kejadian tersebut.

“Bapak korban langsung masuk kamar ambil pisaunya mau mengejar pelaku yg sudah melarikan diri. Tapi karena dihadang sama para tetangga sekitar jadi bapak korban tidak sempat membalas atau menghakimi sendiri si pelaku,” sebut Dahniar melalui sambungan telepon. (bbs/int)

6.11.17

Aduh! Jatuh dari Boncengan Suami, Tubuh Istri Hancur


TobaTimes - Aduh! Ngeri kejadian ini.Sepasang suami istri mengalami kecelakaan maut. Tubuh sang istri yang dibonceng suami, jatuh ke sebelah kanan dan langsung dilindas roda truk hingga remuk.

Jasad korban ketika dievakuasi polisi,

Peristiwa itu itu terjadi di Jalan Sudirman KM 155-156, persisnya di Kelurahan Bunut, Kecamatan Kota Kisaran Barat, sekitar lapangan Golf Bunut, Minggu (5/11/17) sekira pukul 15.30 WIB.

Nani, ibu rumah tangga berusia 41 tahun itu, tewas menggenaskan dilindas truk tangki BK 9470 VO. Terakhir diketahui truk tersebut dikemudikan Podo Rahmadi (53), warga Lingkungan III, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.

Tubuh Nani hancur setelah dilindas ban belakang sebelah kiri truk, hingga tak bisa lagi dikenali. Kepala hancur, isi perut terburai, tangan kiri kanan lepas dan paha kiri hancur.

“Jasad korban sudah kita evakuasi ke ruang jenazah RSUD Kisaran. Suami korban juga masih trauma, pingsan, belum bisa kita mintai keterangan. Kedua kendaraan sudah kita amankan di pos katarina,” kata Kanit Laka Polres Asahan Iptu Rusdi SH pada wartawan di ruangannya, sekira pukul 18.25 WIB.

Rusdi mengatakan, saat itu korban yang berboncengan dengan suaminya, Suratno (50) warga Dusun X Perkampungan Sei Balai Kabupaten Batubara mengendarai sepedamotor Honda Mega Pro BK 6637 VAL coba mendahului truk dari jalur kiri.

“Mereka satu jalur, sama-sama datang dari arah Rantauprapat menuju Medan. Di lokasi, dimana kondisi jalan bergelombang, korban terjatuh ke sebelah kanan dan langsung disambut ban truk belakang sebelah kiri. Saat itu posisi korban dan suaminya persis di samping kiri truk. Suami korban tidak mengalami luka sedikitpun,” ungkap Rusdi.

“Saya nggak tahu. Memang pas itu terasa seperti nabrak sesuatu saya. Diteriaki, saya langsung berhenti,” ucap Podo, supir truk saat ditanyai usai diamankan di Pos Lantas Katarina.

Amatan wartawan, akibat kejadian ini, lalu lintas sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan. Sejumlah pengendara maupun warga berkerumun melihat jasad korban yang saat itu hanya ditutupi koran bekas dan daun pisang.

“Kasihan nya. Kek manalah perasaan suaminya ya. Kayaknya orangnya agak gemuk, keliatan dari tangannya,” celetuk seorang warga sembari terus merekam kejadian itu. (bbs/int)

1.11.17

Gara-gara Mirip Ahok, Anak Ini Di-bully dan Ditonjok di Depan Guru


TobaTimes - Seorang anak bernama Josep Sebastian Zebua, pelajar kelas 3 SDN 16 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur menjadi korban bully di sekolahnya akibat wajahnya mirip mantan Gubernur DKI Ahok. Padahal Bastian adalah suku Nias. Kisah tragis Bastian diungkapkan oleh sang paman, Bearo Zalukhu, di akun facebooknya, Senin (30/10/17).

Bastian yang di-bully karena mirip Ahok.
Tulisan ini ditujukan pada Presiden RI, Kepolisian RI, Menteri Pendidikan RI, Gubernur DKI, KPAI, media cetak dan elektronik Indonesia. Hingga Selasa (31/10/2017) pukul 11.00, postingan ini sudah 5.231 kali dibagikan dan sudah masuk 3.500 komentar. Dijelaskan Boni, sapaan Bearo,  Senin (30/10/2017) pagi tadi tiba-tiba sangat ingin menemui keponakannya. Ada sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya entah itu apa.

Dan benar, sesampainya di rumah Bastian, Boni menjumpai keponakannya sedang main tab di rumah. Bastian bolos sekolah hari ini. Bahkan sudah 2 minggu bolos.
Mama Bastian menceritakan anaknya takut sekolah. Bastian takut datang ke sekolahnya sendiri.

Sambil bercerita, Mama Bastian memperlihatkan telapak tangan anak laki-laki berumur 10 tahun itu ke Boni. Telapak tangan Bastian bengkak gara-gara ditusuk pena oleh teman-temannya di sekolah.

Mama Bastian lanjut bercerita, sejak kasus Ahok muncul dan munculnya kata "Pribumi" oleh Gubernur DKI Anies Baswedan dalam pidato pelantikannya, Bastian mendapat julukan "Ahok" dari teman-teman sekolahnya. Kalimat bunuh "Ahok" juga sering terlontar dari teman-teman Bastian yang ditujukan buat Bastian.

Mama Bastian bercerita pernah menyaksikan Bastian ditonjok temannya di dalam barisan saat upacara di sekolah. Guru yang ada dan menyaksikan di situ diam tak mengambil tindakan apapun. Baju seragam sekolah Bastian juga pernah dimasuki pasir oleh teman-temannya. Pasir dimasukkan lewat kerah baju Bastian.

Bastian juga pernah tidak boleh masuk ke dalam kelas karena agama yang dianutnya berbeda dengan agama teman-temannya yang lain. Bastian baru boleh masuk kelas jika pindah agama. Begitulah kekerasan verbal yang dilakukan oleh teman-teman Bastian yang lagi-lagi dibiarkan oleh guru yang ada di sana. Akhirnya pihak keluarga berencana memindahkan Bastian ke sekolah Katolik yang ada di sekitarnya. (bbs/int)
 

23.10.17

Raja-raja Rapat dan Teken Petisi Mandailing Bukan Batak


TobaTimes - Sejumlah Raja Panusunan di Mandailing Natal bersama belasan organisasi mencuatkan penegasan bahwa Mandailing bukan Batak. Penegasan itu dituangkan dalam bentuk petisi. Pertemuan Raja-raja Panusunan dan organisasi kemasyarakatan itu berlangsung di Sopo  Godang Kotasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Sabtu (21/10/17).

Rapat raja-raja Panusunan untuk Petisi Mandailing Bukan Batak. [Foto: mandailingonline.com]
Petisi ini berisi sikap etnis Mandailing yang menegaskan bahwa Mandailing bukan Batak. Bahwa Mandailing tidak memiliki kaitan dengan Batak, baik secara kebudayaan maupun sosiokultural.

Petisi itu juga meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia dan instansi negara serta instansi swasta supaya tidak mengkaitkan Mandailing dengan Batak.

Bahwa Mandailing adalah etnis tersendiri yang tidak dapat dikaitkan dengan nama lain. Mandailing tak bisa disebut Batak, karena sebagai sebuah bangsa, Mandailing memiliki peradaban dan kebudayaan yang luhur sejak sebelum abad 13 Masehi.

Kepada seluruh kaum Mandailing yang berdomisili di tanah Mandailing maupun di perantauan supaya selalu meninjukkan identitasnya sebagai orang Mandailing.

Kepada generasi muda Mandailing supaya giat mempelajari sejarah Mandailing agar lebih memahami dan memperkuat serta mempertegas identitas kemandailingannya.

Petisi itu akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, menteri terkait, gubernur dan bupati serta lembaga-lembaga terkait. (sumber berita dan selengkapnya baca di sini)